Anda di halaman 1dari 9

TEORI PERANCANGAN KOTA - RA092384

Sustainable Urban Design Project : Dongtan Eco-City

SUSTAINABLE URBAN DESIGN PROJECT Studi Kasus : Dongtan ECO-CITY

Teori Perancangan Kota

Sustainable Urban Design Project : Dongtan Eco-City

BAB 1 PENDAHULUAN Sustainable urban design merupakan suatu konsep yang bertujuan untuk mengeliminasi dampak negatif terhadap lingkungan melalui perancangan yang baik, dan rancangan yang peka terhadap lingkungan perwujudan dari sustainable urban design merupakan pembangunan yang tidak memerlukan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui, dampak

Salah satu contoh project tentang sustainable urban design adalah Dongtan city dimana kota ini merupakan kota yang dirancang dari awal sebagai kota yang berkelanjutan, dengan merancang kota dari awal hingga terbentuk sebagai kota yang berkelanjutan merupakan langkah yang lebih mudah daripada membenahi suatu kota dengan permasalahan yang komplek untuk dirancang sebagai kota yang berkelanjutan.

lingkungan minimal dan mampu menghubungkan masyarakat dengan lingkungan alam. Sustainable urban design harus mampu menjadi proyek yang menjadi inovasi yang dapat menggeser perilaku masyarakat. Keseimbangan yang dinamis antara ekonomi dan masyarakat dimaksudkan untuk menghasilkan hubungan jangka panjang antara pengguna dan objek yang akhirnya memiliki kesadaran terhadap lingkungan dan hubungan sosial. Dalam penerapannya di kota-kota maju sustainable city sering dikenal dengan istilah compact-city, kota berkelanjutan adalah kota yang dalam pembangunannya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekarang sosial, dengan dan menciptakan tanpa
Gambar 1.1 Sustainable City Sumber : http://www.gardenvisit.com diakses 13 Mei 2013

keseimbangan

lingkungan,

ekonomi

mengabaikan kebutuhan generasi yang akan datang.

Teori Perancangan Kota

Sustainable Urban Design Project : Dongtan Eco-City

BAB 1I TINJAUAN TEORI

kesempatan, keindahan, mendorong kreativitas, meningkatkan akses komunikasi dan mobilitas, jarak yang lebih dekat, dan keragaman budaya. Sehingga keberlanjutan berimplikasi

Eco-city atau biasa juga disebut kota berkelanjutan adalah kota yang melibatkan aspek ekologi, ekonomi, sosial, dan budaya dari suatu kota. Kota berkelanjutan yang dimaksud adalah kota mandiri yang mampu menopang kebutuhan masyarakat di dalamnya dengan memaksimalkan sumber daya lokal yang dimiliki. Pemanfaatan kekayaan sumber daya lokal dapat meminimumkan bantuan kebutuan hidup dari kota sekitarnya, sehingga suatu kota mampu bertahan hidup. Selain itu, kota mandiri yang berkelanjutan juga mempertimbangkan dampak-dampak lingkungan dengan melakukan penghematan energi, pemakaian air, dan polusi. Sumber daya lokal perlu dilestarikan agar kualitas lingkungan pada wilayah tersebut tidak rusak. Selain itu, sumber daya lokal juga dapat menjadi identitas kota dan kebanggaan masyarakat (Arifin dan Nakagoshi, 2011) Definisi lain tentang kota berkelanjutan menambahkan aspek sosial dan budaya. Sebuah konsep kota berkelanjutan yang komprehensif juga memasukkan unsur keseimbangan

kepada keseimbangan aspek ekonomi, sosial, dan ekologi antara manusia dan alam. Oleh karena itu aspek ekologi, ekonomi, sosial, dan budaya harus terlibat dalam

pelaksanaannya (Arifin dan Nakagoshi, 2011). Konsep kota berkelanjutan menurut urban 21 (2000) adalah bagaimana meningkatkan kualitas kehidupan di sebuah kota, termasuk didalamnya kualitas ekologi, budaya, politik, institusi, serta komponen sosial dan ekonomi tanpa

meninggalkan beban kepada generasi yang akan datang. Suatu beban yang dihasilkan dari berkurangnya sumber daya alam dan banyaknya hutang lokal.

Teori Perancangan Kota

Sustainable Urban Design Project : Dongtan Eco-City

Gambar 2.1 Compact City Model Sumber : http://ecotownpenang.wikispaces.com diakses 13 Mei 2013

Teori Perancangan Kota

Sustainable Urban Design Project : Dongtan Eco-City

BAB III PEMBAHASAN

Eco-city Dongtan merupakan kota yang terletak di Pulau Chongmin berlokasi di sungai Yangtze, dekat Shanghai Negara Cina yang merupakan kota yang dirancang dengan konsep sustainable urban design dimana kota ini merupakan kota baru yang dirancang dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial dan ekonomi, kota ini merupakan kota yang sangat memperhatikan unsur ekologis namun dirancang dengan konsep yang modern, seluruh gedung dan transportasi akan dipasok dengan energi dari sumber-sumber terbarukan, seluruh sampah akan didaur ulang, dan tanah-tanah pertaniannya akan menghasilkan produk organik. Pejalan kaki dan pengendara sepeda akan mendapat prioritas tertinggi, sehingga berbagai tujuan utama seperti sekolah dan rumah sakit akan ditempatkan supaya bisa dijangkau dengan cepat. Dongtan merupakan salah satu kota yang dirancang sebagai kota percontohan dalam aplikasi sustainable urban design, kota ini dirancangn oleh Arup (perusahaan konsultan teknik dari Inggris) untuk membuat masterplan kota Dongtan sebagai eco-city. Dongtan dirancang untuk dapat menampung 500 ribu penduduk pada tahun 2040 nanti setelah seluruh kota selesai dibangun. Kota ini terbagi dalam tiga kampung besar dan saling ditautkan oleh sebuah pusat kota. Perumahannya akan didesain dengan kepadatan rendah dan tinggi, berupa gedung setinggi 3-6 lantai dengan rata-rata KLB 1,2 atau ada 75 rumah per hektar. Ruang terbuka hijau, kanal dan danau, sebagai bagian dari habitat asli kawasan akan menjadi
Gambar 3.1. Lokasi Kota Dongtan Dari Kota Shanghai China Sumber : www.wired.com diakses 13 Mei 2013

Teori Perancangan Kota

Sustainable Urban Design Project : Dongtan Eco-City

pemisah cluster,

yang

bisa

dimanfaatkan

sebagai

fasilitas leisure. Penerapan konsep kota yang karib dengan lingkungan, tidak semata dalam proporsi ruang terbuka pun dalam penggunaan pun energi, bahkan dalam pola cut proses and

pembangunannya

menggunakan

fill seminimal mungkin. Kota ini akan menghasilkan energi sendiri, dengan sumber dari angin, sinar matahari, bio-fuel dan sampah kota. Untuk itu ditargetkan 80% sampah padat kota ini harus didaurulang. Ditambah dengan sejumlah kincir angin yang akan dibangun di tepi daratan dengan memanfaatkan angin laut, hasil pembakaran sampah organiknya (biogas) akan menjadi penggerak turbin pembangkit listrik. Sumber air panas, termasuk sistem pendingin dan penghangat ruang untuk kebutuhan seluruh kotanya akan didesain berdaya energi dari pembakaran sekam atau sisa penggilingan padi. Setiap gedung juga akan dipasangi panel photovoltaic dan kincir angin mini untuk sumber listriknya, selain juga harus beratap taman (roof garden). Transportasi kotanya akan menggunakan bahan bakar hidrogen sehingga bebas polutan. Sistem transportasinya berpola lingkaran dengan menggabungkan antara jaringan jalan dan memperbanyak jalur pedestrian. jalur pedestrian ini akan berjumlah enam kali sarana pejalan kaki di Kota Copenhagen, salah satu kota yang paling segar se-Eropa. Lapisan jalur pejalan ini akan dibuat khusus, sehingga aktivtas jalan kaki dan bersepeda menjadi lebih cepat dibandingkan dengan
Gambar 3.2. Sumber energi kota dari kincir angin Sumber : ar10blog.blogspot.com diakses 13 Mei 2013

berkendaraan. Sepeda motor dan mobil biasa akan dilarang di sini, sebagai gantinya adalah skuter elektrik dan sepeda. Guna mendorong penghuninya mau berjalan kaki, setiap rumah akan

Teori Perancangan Kota

Sustainable Urban Design Project : Dongtan Eco-City

dirancang berjarak tidak lebih 7 menit berjalan kaki dari jaringan transportasi umum. Konsumsi energinya akan dibuat seminimal mungkin, bahkan lebih kecil dari sebuah kota baru konvensional sehingga bisa berhemat sampai 64% nya. Begitu juga buangannya, sehingga emisi karbon bisa ditekan hingga 350 ribu ton per tahun. Pertaniannya menghindari dari bahan kimia, semuanya ditanam secara organik. Didesain dengan

secara politis. Bahkan, Dongtan diproyeksikan untuk menjadi model ecological city, tidak saja seantero China juga seluruh dunia.

konsep water insentif, sehingga penggunaan airnya akan seminim mungkin. Dengan konsep yang sama, penghijauan kota akan menggunakan pola tanam hidroponik. Berkaitan dengan itu, maka saat ini sedang dibangun renewable-energy station. Plant ini selain akan menghasilkan energi bagi Dongtan, juga bisa yang dipakai bisa sebagai unit riset dan dan
Gambar 3.3. Konsep Kota Utopia Dengan Green Building Concept Sumber : www.arch2o.com diakses 13 Mei 2013

pengembangan percontohan.

menjadi

pusat

edukasi

Perancangan kota ini memang cukup utopia, bukan hanya rencananya yang begitu besar, tetapi juga pola dan gaya hidup penduduk sekitarnya yang masih sangat rendah. Karena itu perlu ada perubahan sosial juga agar konsep tersebut bisa diterapkan secara ideal. Untuk itu, pemerintah China dan pemprov Shanghai khususnya, begitu mendukung, terutama

Peter Head, direktur Arup untuk sustainable urban design, menjamin proyek ini tidak akan berdampak pada

Teori Perancangan Kota

Sustainable Urban Design Project : Dongtan Eco-City

dataran basah tepi laut tersebut. Jaminan ini sendiri harus diberikan karena rawa-rawa di ujung pulau ini punya fungsi penting dalam habitat dunia, yaitu sebagai jalur migrasi burung-burung antara Australia dan Siberia. Secara lokal, pedesaan Chongming juga begitu mengandalkan sektor pertanian dan perikanan sebagai penumbuh ekonominya, sehingga habitat natural itu sangat penting untuk dijaga.

Gambar 3.4 Dongtan City Siteplan Model dan Bird eye View Dongtan Sumber : www.foodurbanism.org dan www.holcimfoundation.org diakses 13 Mei 2013

Teori Perancangan Kota

Sustainable Urban Design Project : Dongtan Eco-City

BAB IV KESIMPULAN

Dari artikel ini dapat disimpulkan bahwa sustainable urban design adalah kota yang adapat dinikmati pada masa kini tanpa mengabaikan kebutuhan pada masa yang akan datang

Konsep kota baru saat ini banyak menerapkan sistem perancangan kota yang berkelanjutan karena dengan konsep kota ini dapat menyeimbangkan dari berbagai faktor antara lain : sosial, land use dan infrastruktur kota sehingga dengan konsep sustainable urban design kota dapat tumbuh dan berkembang dengan compact, dan inilah yang disebut juga dengan compact city dimana kota berkembang secara seimbang dan dirancang dengan senyaman mungkin terhadap

serta dengan sumber daya yang dapat diperbaharui.

Sumber Artikel dan Bacaan : http://en.wikipedia.org/wiki/Dongtan diakses tanggal 13 Mei 2013 http://www.greenradio.fm/news/latest/1493-eco-city-dongtan diakses tanggal 13 Mei 2013 http://ilmutatakota.wordpress.com/2011/04/10/%E2%80%9Ck ota-berkelanjutan-untuk-kehidupan-yang-lebih-baik-di-masa-

penggunanya atau komunitas masyarakatnya. Merancang kota yang berkelanjutan dari awal lebih mudah daripada membenahi kota yang telah berkembang dengan ledakan jumlah penduduk dan tata guna lahannya, salah satu kota yang dirancang dari awal adalah Kota Dongtan dimana kota ini dirancang sebagai kota yang berkelanjutan dengan menciptakan apa yang disebut dengan compact city, sehingga infrastruktur dengan lingkungan dibuat senyaman mungkin dan dapat mempermudah komunitas masyarakat untuk beraktifitas.

depan%E2%80%9D/ diakses tanggal 13 Mei 2013 http://www.properti-indonesia.com/articledetail.aspx?cat=lainlain&aid=538 diakses tanggal 13 Mei 2013 Arifin, HS dan Nakagoshi, N. 2011. Landscape Ecology and Urban Biodiversity in Tropical Indonesian Cities. Springer. Volume 7. Hal 33-43. en.wikipedia.org/wiki/Agenda_21 diakses tanggal 13 Mei 2013

Teori Perancangan Kota