Anda di halaman 1dari 71

Terapi Keluarga

Terapi keluarga atau disebut juga sebagai terapi keluarga dan pasangan dan terapi sistem keluarga adalah cabang dari psikoterapi yang bekerja dengan keluarga dan pasangan dalam hubungan intim untuk memelihara perubahan dan perkembangan. Ini cenderung untuk melihat perubahan dalam hal sistem interaksi antar anggota keluarga. Ini menekankan hubungan keluarga sebagai faktor penting dalam kesehatan psikologis.

Dasar Terapi Keluarga


Berfokus pada latar belakang

Emosi

Pikiran dan Tindakan

Terapi Keluarga yang Berfokus pada Latar Belakang


Terapi Keluarga Adlerian
Terapi Keluarga Multigenerasi

Terapi Keluarga Struktural

Kualitas lain dari Terapi keluarga selain dari sudut orientasi teoritis adalah:
1. 2. 3. 4. Singkat Fokus pada solusi Orientasi pada tindakan. Fokus pada sekarang dan disini pada anggota keluarga 5. Fokus pada bagaimana keluarga diciptakan, saling mengkontribusi, dan melanjutkan masalahnya

Perkembangan Sistem Terapi Keluarga


Secara umum pertama kali dikemukakan oleh Ludwig von Bertalanffy di tahun 1920an kemudian dikembangkan seiring berjalannya waktu. Dasar pemikirannya adalah adanya keterkaitan, partisipasi dan saling pengertian antara individu dengan grup sosial.

Dalam keluarga, setiap anggota adalah bagian dari multiple subsistem yang secara langsung dan tidak langsung saling berinteraksi dan berkaitan dengan berbagai macam cara. Setiap partisipasi dari unit tidak hanya berkontribusi sebagai keseluruhan, tetapi juga memberikan efekpada unit lain yang berpartisipasi.

Sejarah Terapi Keluarga


Sebelum ada terapi keluarga, yang lebih umum adalah konseling pernikahan dan bimbingan bagi anak. Terapi keluarga populer setelah perang dunia kedua, karena kebutuhan akan konseling atau terapi berbasis masalah keluarga semakin banyak. Pada tahun 1950 hingga 1970 mulai berkembang teori-teori psikologi yang berfokus pada perkembangan komponen keluarga.

Terapi Keluarga yang Berfokus Pada Latar Belakang

Terapi Keluarga Adlerian

Filosofi Dasar
Bagaimana individu dimotivasi oleh minat sosial, perjuangan mencapai tujuan dan tugastugas dalam hidup. Penekanan pada kapasitas positif untuk hidup dalam masyarakat. Setiap anak akan mengembangkan style of life yng relatif akan konstan sepanjang hidup.

Konsep Dasar
Penekanan: kesatuan kepribadian, perspektif subyektif individu, pentingnya tujuan hidup dalam memberikan arah pada tingkah laku. Konsep lain: berjuang ke arah superioritas, mengembangkan life of style yang unik, pemahaman terhadap keluarga. Tujuan: memberikan pengarahan dan perubahan perspektif kognitif.

Konstruk Terapi Keluarga Adlerian


Berdasarkan teori kepribadian Adler, maka terapi keluarga Adlerian juga terstruktur nerdasarkan urutan kelahiran, inferioritas, persaingan saudara, kepentingan sosial yang menyebabkan individu hanya dapat dipahami dalam cakupan yang menyeluruh.

Pengaruh Teori Freud pada Terapi Keluarga Adlerian


Efek dari sistem dan fungsi keluarga pada individu Individu harus dilihat dalam keluarga, lingkungan sosial, dan konteks kultur. Pentingnya menyeimbangkan seluruh komponen yang berkolaborasi secara teurapeutik. Fokus pada positif seperti penguatan, dukungan. Masalah adalah bagian dari hidup, dan kesempatan untuk tumbuh. Psikoedukasi sebagai bagian proses teurapeutik.

Aplikasi pada Anak


Seorang teraois, Rudolf Dreikurs, menyatakan ada 4 motif dibalik perilaku yang kurang baik: 1. Ingin diperhatikan 2. Mencari kekuatan 3. Balas dendam 4. Indikasi dari kekurangan

Membangun hubungan dengan anak, untuk mengeksplorasi cara anak melihat diri sendiri, orang lain, dan dunia. Untuk membantu anak memahami cara memperoleh signifikansi dengan keluarga, sekolah, agar anak dengan mandiri bisa mengeksplorasi dan mendapatkan signifikansi dalam berinteraksi dengan orang lain.

Intervensi yang Digunakan


Pemberian semangat Bermain dan bercerita sebagai metafor teurapeutil Setting terbatas Analisis awal pada lifestyle Verbal tracking Berbagi hipotesis untuk mempromisikan kesadaran diri. Mengajarkan kebiasaan baru.

Aplikasi pada Orang Tua


Dinkmeyer dan McKay (1997) memperkenalkan ide STEP (Active Parenting and Systematic Training for Effective Parenting), yang menawarkan sistem dengan dasar panduan memberikan motivasi, oendisiplinan, pemahaman, dan berkomunikasi dengan lebih memberikan semangat dan dorongan pada anak.

Terapi Keluarga Multigenerasi Bowenian Family Therapy

Perkembangan Terapi Keluarga Multigenerasi


Dikembangkan oleh Psikiatris Murray Bowen pada tahun 1940 yang mengkombinasikan psikoanalisis dengan sistem teori. Konsep utama Bowen adalah keluarga sebagai unit emosi dan segala hubungannya lebih tepat untuk ditelaah dalam konsep multigenerasi.

Konsep Teoritis
8 kunci untuk memahami konsep yang dapat menjelaskan hubungan sistem emosi dalam keluarga: 1. Perbedaan 2. Triangulasi 3. Nuclear family emotional system 4. Proses proyeksi keluarga 5. Pemotongan Emosi 6. Proses transmisi multigenerasi 7. Posisi saudara 8. Regresi sosial.

Tujuan
Menurunkan kecemasan, mengembangkan perbedaan individual, mengembangkan batas emosi yang sehat antar anggota keluarga. Hal ini hanya akan dapat diperoleh melalui pemahaman bagaimana sistem keluarga, dan bagaimana beberapa generasi sebelumnya mempengaruhi pergerakan keluarga yang sekarang.

Terapi Keluarga Struktural

Dikembangkan oleh Salvador Minuchin yang merupakan bentuk dominan dari terapi keluarga pada tahun 1970an. Terapi Keluarga Struktural berdasar pada teori sistem umum. Struktir organisasi, aturan, pola komunikasi dan perilaku antar anggota keluarga yang berfokus pada perhatian dalam setting klinis.

Perkembangan Terapi Keluarga Struktural


Dalam Families dan Family Therapy, Minuchin mengindikasikan subsistem keluarga dengan batas yang terkadang tak terlihat oleh anggota keluarga. Dia menspesifikasikan dua pola yang biasa menjadi pokok masalah dalam keluarga. Beberapa menjadi kacau, tidak saling berhubungan, dan isolasi.

Konsep Umum dalam Terapi Keluarga Struktural


Subsistem Batas antar subsistem Hierarki Keluarga

Proses Treatment
Tujuan dari terapi ini adalah merekonstruksi transaksional sistem keluaga agar lebih efektif, sehat, dan agar interaksi keluarga lebih stabil agar bisa melakukan penanggulangan stres dengan lebih baik. Teknik: Joining, Reframing, Enacment, Family Maps

Evaluasi
Terapi Struktural Keluarga sudah diaplikasikan dan membantu dalam berbagai setting dan masalah dalam keluarga, misalnya untuk masalah: anoreksia, diabetes, asma, dan disorder kronis lainnya. Terapi ini terbuka untuk berbagai struktur keluarga dan model tradisonal. Minuchin menyadari bahwa keluarga bisa saja tidak terdiri dari orang tua biologis. Dan mengikuti model ini bisa saja menjadi masalah. Menurut Munichin, jenis terapi ini sangat cocok untuk keluarga yang tidak konvensional, dan melatih keluaga dalam transisi dan menangani stresor yang datang.

Terapi yang Berfokus pada Emosi

Terapi Keluarga yang Berfokus pada Emosi


Emosi sangat penting dalam terapi, dan terapis yang berfokus mengeksplorasi dan berempati dengan perasaan. Klien yang diberi penguatan untuk menyadari, mengekspresikan, dan menerima perasaan mereka. Oleh karena itu, terapis dapat mengintervensi dengan cara: 1. Eksplorasi kualitas interaksi di keluarga. 2. Mengekspresikan perasaan pada saat itu juga. 3. Mendiskusikan pola interaksi kepribadian yang berujung pada kesulitan dalam keluarga. 4. Mengembangkan hubungan antar anggota.

Penggagas Terapi

Virginia Satir

Carl Whitaker

Virginia Satir
Virginia Satir adalah salah satu pemimpim dalam perkembangan terapi keluarga. Dalam teorinya Satir menyadari dalam mengembangkan pola hubungan di keluarga dibutuhkan kongruensi komunikasi. Seperti Rogers, Satir menggaris bawahi pentingnya kongruensi dalam semua komunikasi yang secara langsung melibatkan emosi.

Konsep Teoritis
Beberapa konsep penting berdasarkan model terapi keluarga virginia satir: 1. Humanistik 2. Proses/eksperiental 3. komunikasi

Satir percaya bahwa setiap hubungan didasari oleh kepercayaan, dan jika kepercayaan itu tidak ada atau terancam, maka akan menimbulkan stress. Ketika stress individu akan mengembangkan pola pertahanan diri yang akan menjadi dasar dari pola komunikasinya.

5 cara Pertahanan Diri menurut Satir


Menenangkan Menyalahkan Memberikan rasionalisasi Tidak relevan Kongruensi

Proses treatmen
Treament terapi ini merupakan persatuan antara Gestalt, psikodrama, bermain peran, modelling, family sculpting, perekaman video, atau permainan lain yang mengungkap luka atau masakah dan membantu keluarga mengembangkan kepekaan, mengganti persepsi yang tidak sama, dan mengembangkan empati satu sama lain.

Beberapa teknik Inovatif Satir


Latihan yang berstruktur dalam dan diantara sesi Teknik untuk menstabilkan pola komunikasi yang efektif Koreografi Humor Grup terapi

Carl Withaker
Asumsi dasar yang menjadi konsep dalam terapinya adalah bahwa keluarga diubah sebagai hasil dari pengalaman mereka, tidak seluruhnya dari pendidikan. Karena kebanyakan dari pengalaman terjadi di luar kesadaran. Individu hanya mampu memperoleh pesan yang berupa simbol atau nonverbal sifatnya tidak tetap tetapi berdampak pada proses keluarga.

Konsep Teoritis
Terapi yang berbasis emosi secara sistematis telah disinkronisasikan dengan pendekatan eksperiental dengan teori kelekatan dewasa, dengan bahasa perubahan emosi.

Empat Konsep Umum


Sistemik Pengalaman Humanistik Attachment / kelekatan Emosi

Asumsi Utama alam Terapi berbasis emosi


Isu utama dalam permasalahan marital adalah sekuritas emosi yang terikat antara dua partner. Emosi mendasari pola perilaku kelekatan dan menjadi penggerak utama dibalik perubahan interpersonal Dalam hubungan, masalah dihadapi dengan emosi dominan dari masing-masing partner. Kebutuhan kelekatan akan partner yang secara umum sehat dan adaptif. Perubahan tidak selalu merupakan hasil dari negosiasi, katarsis emosional dan insight.

Tahapan Terapi
De-escalating Change in interactional positions Consolidation and intergation

Intervensi
Terapi yang berfokus pada emosi itu simple, tetapi merupakan pergerakan revolusioner dibidang terapi pasangan. Pasangan tidak dididik untuk berkomunikasi secara lebih efektif, tetapi dilatih untuk memahami perasaan dan menemukan alternatifnya pada diri sendiri dan pasangan.

Intervensi spesifik
Menanyakan pertanyaan yang menggugah Merefleksikan respon emosional Penyusunan ulang pola kedekatan dan siklus negatif Menemukan momen penting Menciptakan ajakan yang membuat pasangan membuat pola mereka menjadi eksplisit Secara perlahan mendukung cara baru untuk berhubungan Memvalidasi dan menghubungkan respon

Evaluasi
Terapi yang berbasis emosi adalah salah satu yang secara empiris paling valid teorinya untuk diaplikasikan pada pasangan. Karena EFT mendasari pemikiran kenetralan gender dan kesamaan gender, terdiri dari treatment yang konstruktif termasuk mengenai feminis terapi dan naratif terapi.

EFT juga konsisten dengan perkembangan baru dalam neurosiens yang menghubungkan kesehatan dan emosi, stress, dan ikatan. Jelas, EFT menawarkan lebih banyak opsi bagi terapis untuk diaplikasikan pada terapi pasangan.

Terapi Keluarga yang Berfokus pada Pikiran dan Tindakan

Terapi keluarga yang berbasis perilaku dan kognitif menawarkan keberagaman dalam pilihan jenis treatmen. Merupakan kombinasi dari dua teori yang berfokus pada pikiran dan tindakan. Lebih pas dan cocok untuk diaplikasikan dalam terapi keluarga dengan sistem intervensi.

Pendekatan treatmen
Terapi keluarga fungsional Terapi keluarga kognitif-perilaku Modifikasi perilaku Pelatihan orang tua dan pengembangan skill orang tua Terapi perilaku pada disfungsi seksual Terapi pasangan kognitif-perilaku Terapi keluarga Terapi sistem perilaku keluarga REBT untuk perilaku anak yang bermasalah.

Pelatihan Perilaku untuk Orang Tua


Pelatihan ini berfokus pada bagaimana caranya agar orang tua mampu berasosiasi dan mengatur anak dengan lebih efektif. Ini didasari oleh teori perilaku klasik oleh B.F Skinner dan Albert Bandura yang diikuti oleh premis bahwa perilaku didukung oleh apa yang terjadi setelahnya untuk menguatkan perilaku secara spesifik. Konsisten dengan teori yang berfokus pada tindakan, terapi ini berfokus pada perubahan perilaku, bukan menganalisa apa yang menyebabkan perilaku tersebut.

Intervensi
Menjelaskan hubungan dasar teori belajar sosial Menjelaskan target perubahan perilaku Menilai pendahulu dan menguatkan perilaku yang sedang terjadi Menyeimbangkan dasar dari frekuensi perilaku Melatih orang tua secara spesifik untuk merubah perilaku yang bermasalah

Hal yang Harus Diperhatikan dalam Pelatihan Perilaku bagi Orang Tua
Apakah lingkungan mendukung kontrol dari perilaku yang bermasalah? Apa ada masalah dalam hubungan orang tua yang memungkinkan orang tya bekerja sebagai partner secara tidak stabil dalam masalah? Apakah orang tua memiliki masalah? Bagaimana cara terbaik agar anak dibantu untuk mengembangkan pengendalian diri?

Evaluasi
Terapi perilaku sangat efektif untuk anak dengan gangguan, atau ada anggota keluarga yang mengidap skizofrenia, mengurangi konflik pernikahan, dan untuk terapi seks. Juga terbukti lebih efektif untuk keluarga dengan anggota bipolar disorder. Merupakan intervensi yang efektif untuk diaplikasikan pada pola pengasuhan.

Pendekatan Postmodern pada Terapi Keluarga

Peran terapi dalam terapi keluarga postmodern adalah untuk mengumpulkan informasi dan sebagai agen perubahan. Melalui skill mendengarkan, informasi dikumpulkan dari semua anggota keluarga, dan berperan sebagai observer. Terapis bekerja sama dengan keluaga secara interaktif untuk sampai pada solusi alternatif bagi masalah mereka.

Beberapa jenis strategi terapi keluarga yang dikembangkan:


Mental Research Institute (MRI) brief therapy model Model penyelesaian masalah Terapi Sistematis Milan Terapi keluarga singkat yang berfokus pada solusi

Mental Research Institute Model


Dikembangkan di California oleh Gregory Bateson, Jay Haley, John Weakland, Paul Watzlawick, Don Jackson dan dipengaruhi oleh Milton Erickson dan hasil kerjanya mengenai hipnoterapi dan aplikasinya dalam teknik paradoks keluarga di tahun 1950an.

Konsep Teurapetik
Pada dasarnya keluarga dinilai sehat dan mampu menyelesaikan masalah mereka sendiri, namun terjebak dalam solusi yang melulu sama namun kurang efektif. Oleh karena itu butuh bantuan profesional. Terapi dimulai dengan mengidentifikasi sistem, aturan, dan pola dalam keluarga yang kemudian berkontribusi pada masalah.

Aplikasi, Proses Treatmen, dan Teknik


Pengenalan treatmen Menjelaskan masalah Mengidentifikasi berilaku yang menyebabkan masalah Membuat tujuan Mengembangkan dan mengiplikasikan intervensi Menghentikan terapi

Setelah masalah diidentifikasi, terapis mengeksplorasi sejarah bagaimana cara keluarga menyelesaikan masalah, dan bagaimana kontribusi tersebut menciptakan pola yang disfungsi.

Kategori solusi yang umumnya muncul


Solusi yang terus menerus ada biasanya sebagai berikut: 1. Penolakan bahwa masalah itu ada 2. Keluarga berfokus pada masalah yang berbeda, masalah yang tidak ada hubungannya. 3. Ada tindakan yang dilakukan, namun dalam level yang kurang tepat.

Contoh Tipe Paradoks yang Dipakai dalam Terapi Keluarga


Reframing Restraining Prescribing the symptoms Declaring hopelessness

Problem Solving Therapy


Problem solving therapy berfokus pada pola komunikasi keluarga. Secara spesifik, Haley membuat catatan bahwa sistem keluarga bisa saja dideterminasi oleh cara bagaimana individu berkomunikasi dalam keluarga, dan pola aliansi atau kerjasama dengan anggota keluarga.

Kerjasama Teurapetik
Problem solving konseling sifatnya langsung dan konkrit. Konselor mengambil peran sebagai edukator dan pengatur, menyediakan dan membuat tugas, mengajarkan skill baru, dan menawarkan saran. Terapis berfokus pada disini dan sekarang , dan bagaimana pola berjuang dan berkomunikasi dalam keluarga.

Milan Systemic Therapy


Dikembangkan di Itali oleh Mara Selvini Palazzoli, Luigi Boscolo, Gianfranco Cecchin dan Giuliana Prata. Mengembangkan intervensi dengan cara wawancara yang melingkar dan konotasi positif untuk membantu keluarga melihat bahwa mereka memiliki disfungsi pola perilaku hanya sedikit.

Solution Focused Brief Family Therapy


Steve de Shazer dan Insoo Kim Berg membagi fokus dari terapi dari masalh ke menemukan solusinya. Jenis terapi ini percaya bahwa realitas dibagi oleh waktu dan kultur. SFGT membantu keluarga untuk membuat tujuan yang bisa menciptakan perilaku baru dan menggunakan solusi yang berfokus pada bahasa untu efek perubahan.

SFBFT treatmennya dilakukan antara 5 hingga 12 sesi, dan percaya bahwa keluarga sangat ingin berubah. Dan hanya sedikit perubahan yang dibutuhkan untuk menaikan kepercayaan dan meningkatkan antusiasme yang menggiring keluarga pada perubahan yang lebih besar.

Pembatasan
Terlalu sederhana, dan banyak pengulangan dalam intervensi. Juga tidak banyak penelitian yang mendukung jenis terapi ini.

Narrative Therapy with Family


Meskipun terapi ini bukan bagian dari sistem terapi keluarga, namun terapi ini melihat masalah sebagai simtom iteraksi yang terjadi di keluarga. Pendekatan terapi naratif White dan Epson telah diaplikasikan untuk anak, dewasa, dan untuk keluarga.

Konsep Teoritis
Memandang masalah sebagai cerita yang bisa dideskontruk. Selama proses, terapis membantu orang tua dan anak menyuarakan cerita, dan menganalisa melalui sudut pandang mereka, menantang asumsi, sehingga diharapkan makin banyak cerita yang bisa didapatkan. Simtom tidak dianggap sebagai masalah individual, tapi berdampak pada seluruh keluarga.

Aliansi Teurapetik
Terapis menghindari judgement dan pengkategorian, membantu keluarga untuk melihat pengecualian dan waktu di masa lalu dimana masalah tidak terjadi pada mereka. Afirmasi positif secara teratur digunakan oleh terapis untuk menguatkan dan mendokumentasikan kemajuan.