Anda di halaman 1dari 23

Parasitologi adalah ilmu yang mempelajari jasad- jasad yang hidup untuk sementara atau tetap di dalam atau

pada permukaan jasad lain dengan maksud untuk mengambil makanan sebagian atau seluruhnya dari jasad itu.

Penyakit infeksi yang disebabkan oleh cacing masih tinggi prevelansinya terutama pada penduduk di daerah tropik seperti di Indonesia, dan merupakan masalah yang cukup besar bagi bidang kesehatan masyarakat

Hal ini dikarenakan Indonesia berada dalam kondisi geografis dengan temperatur dan kelembaban yang sesuai, sehingga kehidupan cacing ditunjang oleh proses daur hidup dan cara penularannya.

tubuh ternak dengan host defenitif adalah sapi, kerbau, domba, kambing bahkan pada kasus tertentu dapat menyerang manusia, cacing ini hidup di hati ternak dan tumbuh dewasa dalam kantung empedu yang kemudian akan bertelur dan keluar bersama feces

Fasciola sp merupakan parasit pada

Fasciolosis adalah penyakit yang disebabkan oleh Fasciola sp. Pada kerbau dan sapi biasanya bersifat kronik, sedangkan pada domba dan kambing dapat bersifat akut. Kerugian akibat fasciolosis ditaksir 20 Milyard rupiah / tahun yang berupa : penurunan berat badan serta tertahannya pertumbuhan badan, hati yang terbuang dan kematian. Disamping itu kerugian berupa penurunan tenaga kerja dan daya tahan tubuh ternak terhadap penyakit lain yang tidak terhitung

o Fasciola sp, hidup di dalam hati dan saluran empedu. Cacing ini memakan jaringan hati dan darah. Siklus Hidup Fasciola sp Telur fasciola masuk ke dalam duodenum bersama empedu dan keluar bersama tinja hospes definitif. o Di luar tubuh ternak telur berkembang menjadi mirasidium. Mirasidium kemudian masuk ke tubuh siput muda, yang biasanya genus Lymnaea

Di dalam tubuh siput mirasidium berkembang menjadi sporokista, redia dan serkaria. Serkaria akan keluar dari tubuh siput dan bisa berenang. Pada tempat yang cocok, serkaria akan berubah menjadi metaserkaria yang berbentuk kista. Ternak akan terinfeksi apabila minum air atau makan tanaman yang mengandung kista

Fasciola hepatica merupakan parasit pada tubuh ternak dengan host defenitif adalah sapi, kerbau, domba, kambing bahkan pada kasus tertentu dapat menyerang manusia, cacing ini hidup di hati ternak dan tumbuh dewasa dalam kantung empedu yang kemudian akan bertelur dan keluar bersama feces

Klasifikasi dari cacing Fasciola hepatica adalah sebagai berikut : Kingdom : Animalia Filum : Platyhelminthes Kelas : Trematoda Ordo : Echinostomida Familia : Fasciolidea Genus : Fasciola Spesies : Fasciola hepatica

Morfologi cacing ini mempunyai bentuk tubuh seperti daun, bentuk luarnya tertutup oleh kutikula yang resisten, merupakan modifikasi dari epidermis. Cacing dewasa bergerak dengan berkontraksinya otot-otot tubuh, memendek, memanjang dan membelok. Merupakan entoparasit yang melekat pada dinding duktusbiliferus atau pada epithelium intestinum atau pada endothelium venae dengan alat penghisapnya.

Di dalam tubuh, makanan dimetabolisir dengan cairan limfa, kemudian sisa-sisa metabolisme tersebutdikeluarkan melalui selenosit. Perbanyakan cacing ini melalui autofertilisasi yang berlangsung pada Trematoda bersifat entoparasit, namun ada juga yang secara fertilisasi silang melalui canalis laurer.

Gambar 1. Telur dan Cacing Fasciola hepatica

o Karakteristik Fasciola hepatica yaitu hidup di dalam hati dan saluran empedu. o Cacing ini memakan jaringan hati dan darah. Telur fasciola masuk ke dalam duodenum bersama empedu dan keluar bersama tinja hospes definitif.

o Di dalam tubuh siput mirasidium berkembang menjadi sporokista, redia dan serkaria. o Serkaria akan keluar dari tubuh siput dan bisa berenang. o Pada tempat yang cocok, serkaria akan berubah menjadi metaserkaria yang berbentuk kista. o Ternak akan terinfeksi apabila minum air atau makan tanaman yang mengandung kista

Fasciola hepatica merupakan suatu parasit cacing pipih dari kelas Trematoda, filum Platyhelminthes yang menginfeksi hati dari berbagai mamalia, termasuk manusia. Penyakit yang disebabkan oleh cacing ini disebut fascioliasis. Jenis cacing ini tersebar di seluruh dunia dan menyebabkan kerugian ekonomi yang besar dalam peternakan domba dan sapi.

Siklus hidup cacing ini berawal dari telur fasciola yang masuk ke dalam duodenum bersama empedu dan keluar bersama tinja hospes definitif. Di luar tubuh ternak telur berkembang menjadi mirasidium. Mirasidium kemudian masuk ke tubuh siput muda, yang biasanya genus Lymnaea rubiginosa.

Di dalam tubuh siput mirasidium berkembang menjadi sporokista, redia dan serkaria. Serkaria akan keluar dari tubuh siput dan bisa berenang. Pada tempat yang cocok, serkaria akan berubah menjadi metaserkaria yang berbentuk kista. Ternak akan terinfeksi apabila minum air atau makan tanaman yang mengandung kista.

Gambar 2. Siklus Hidup Cacing Fasciola hepatica

Binatang ternak, (mamalia/herbivora), biri-biri, kambing, rusa, kelinci, terkadang ditemukan juga pada manusia. Habitat cacing dewasa terdapat pada hati dan saluran empedu.

o Pada saat larva menembus dinding usus tidak terjadi kerusakan yang berarti, tetapi pada saat masuk ke hepar maka dapat timbul iritasi mekanis pada perenchym hepar. o Pada infeksi berat dapat menimbulkan necrosis dan fibrosis dari hepar. Infeksi berat sering ditemukan pada biri-biri, tetapi jarang ditemukan pada manusia.

Gejala yang bisa ditemukan adalah, colic bisa disertai muntah, perut terasa tegang dan sakit pada penekanan, urticaria, leucocytosis, eosinophylia, demam yang irreguler, kadang-kadang timbul diarrhoea. Pada infeksi berat kambing nampak kurus karena gangguan pencernaan

Anda mungkin juga menyukai