Anda di halaman 1dari 2

JURNAL EKSPERIMEN II LISTRIK MAGNET (LM-9) EARTH MAGNETIC FIELD jamaludin (103224023) dan Moh. KosiYuhananisa P.

(103224031) Fisika Reguler 2010, FMIPA-UNESA


Abstrak

Kata kunci : earth magnetic field, medan magnet, sudut dip, pergeseran sudut

I. PENDAHULUAN Dalam percobaan kali ini kami akan membahas tentang medan magnet bumi, dimana komponen komponen medan magnet bumi yang akan di ukur adalah komponen horizontal, komponen total, serta sudut pergeseran (dip). Oleh karena itu , maka kami mengambil rumusan masalah, yaitu : Berapakah nilai komponen horizontal dan total medan magnet bumi? Berapakah nilai sudut pergeseran (dip) yang didapatkan? Sehingga dari rumusan masalah diatas, kami diharapkan mampu untuk membahas berapa nilai dari pergeseran sudut dip yang kami dapatkan.

II.

METODE PERCOBAAN Pada eksperimen ini memerlukan alat dan bahan sebagai berikut : Magnetic Field Sensor, Zero Gauss Chamber, Rotary Motion Sensor , Dip Needle, Universal Table Clamp , 45 cm Stainless (non-magnetic) Steel Rod , Adjustable Angle Clamp, ScienceWorkshop 500 or 750 Interface .Dengan rancangan percobaan sebagai berikut : Gambar 1. Rancangan percobaan Earth magnetic field Variabel variabel yang digunakan yaitu: Pada variabel manipulasi kami menggunakan poisis, variabel kontrolnya adalah sudut, alat, sehingga kami mendapatkan responnya grafik medan magnet horizontal, total serta sudut dip. Kelompok 17 _Fisika Reguler 2010

Langkah percobaan yang kami lakukan pada percobaan kali ini : Menghidupkan seluruh komponen yang di perlukan (PASPORT interface, Science workshop interface, data studio, PC). Mulai mengkaliberasi alat pengukur medan magnet dengan zero gauss chamber, sampai grafik kaliberasi yang diinginkan, kemudian mulai mengambil grafik untuk komponen horizontal, lalu mengkaliberasi kembali, kemudian menabil grafik komponen total. Mengulangi percobaan hingga data yang diinginkan.

DATA DAN ANALISA Data pergeseran sudut diambil dari grafik. No. B B Sudut Pergeseran horizontal total kompas sudut (0) (0) 0,21 0,44 60,0 0,27 0,47 82,0 Page 1

1 2

JURNAL EKSPERIMEN II LISTRIK MAGNET (LM-9) 3 4 5 6 0,21 0,21 0,30 0,21 0,33 0,34 0,47 0,47 60 58,7 51,5 61,4 58,8 IV. Pada data selanjutnya, kami menghitung pergseran sudut dengan rumus : Cos = B horizontal/ B total Sehingga kami mendapatkan data : No. B B Sudut Pergeseran horizontal total kompas sudut 0 () (0) 1 0,21 0,44 61,5 2 0,27 0,47 54,9 60 3 0,21 0,33 50,5 4 0,21 0,34 51,8 5 0,30 0,47 50,3 6 0,21 0,47 63,5 Dari kedua tabel diatas, kami dapat membandingkan antara sudut yang didapatkan secara langsung, maupun secara perhitungan. Terlihat bahwa sudut yang di hitung melalui rumus, lebih mendekati hasil dari sudut kompas. Hal ini kemungkinan terjadi akibat adanya komponen pergeseran sudut yang langsung di gunakan pada grafik. Semakin besar perbandingan antara komponen horizontal dan total, maka semakin besar pula pergeseran yang didapatkan. karena pada perhitungan nilai pergeseran sudut pada grafik langsung tidak dihitung. KESIMPULAN Berdasarkan hasil percobaan dan analisa, kami dapat menyimpulkan bahwa : 1. Semakin besar perbandingan antara komponen horizontal dan total, maka semakin besar pula sudut dip yang didapatkan. 2. Dari hasil pengamatan maka didapatkan : B B Pergeseran Pergeseran horizontal total sudut sudut 0 () (0) 0,21 0,44 60,0 61,5 0,27 0,47 82,0 54,9 0,21 0,33 58,7 50,5 0,21 0,34 51,5 51,8 0,30 0,47 61,4 50,3 0,21 0,47 58,8 63,5

V.

DAFTAR PUSTAKA

www. Pasco.com/earth_magnetic _field www.fisikaku.blogspot.com/medanmagnet bumi www.pdfsearch.com/earthmagneticexperime nt

III.

PEMBAHASAN Berdasarkan hasil percobaan yang didapatkan, terdapat beberapa hal yang perlu dibahas: 1. Grafik yang kami dapatkan pada percobaan telihat bergerigi, hal ini terjadi karena tidak konstannya praktikan memutar. 2. Nilai antara grafik langsung dengan perhitungan tidak sama, hal ini terjadi

Kelompok 17 _Fisika Reguler 2010

Page 2