Anda di halaman 1dari 1

[Figur Ayah...Sudah Siapkah Kita?....] Sudah siapkah kita ? [ buat calon ayah.......

] : Menjadi ayah membutuhkan kesiapan lahir batin. Setiap orang pada saat menikah bahkan saat memasuki periode dewasa seharusnya sudah mengembangkan sifat fatherhood nya seperti : penuh perhatian, mau mendengarkan, tegas, sayang, membimbing, mengarahkan, sabar, penyanyang, tidak pilih kasih/adil, menasehati dengan baik, tidak menghakimi, mengarahkan, memberi jalan,menghargai, hangat/akrab dan bisa menjadi role model. Dengan sifat-sifat kebapakan ini akan mampu mengembangkan konsep diri sang anak tentang figur ayah yang dapat mengantarkan tumbuhnya rasa percaya diri, tegar, tidak manja dan bertanggung jawab serta mandiri. Sifat ini harus dilatihkan dan dipupuk. Saat yang tepat untuk memulainya, adalah saat sang istri mulai hamil, latihlah tutur kata dan konteks komunikasinya dengan sang baby. Ia akan mendengar kata ayahnya saat pamit akan pergi kerja, saat ayahnya pulang, saat ayahnya menasehati agar jangan menendang-nendang perut sang bunda. Dengan pelatihan ini sang ayah tidak mengalami kepanikan saat sang baby lahir, tumbuh dan besar. Sang ayah akan terbiasa dalam menyapa, mengingatkan, menegur, menasehati memujinya dan mencontohkan sikap perilaku yang baik Dengan demikian sang anak akan respek dan hormat kepadanya., Relevan jika kita simak puisinya Jendral Mc Arthur tentang doa pengharapannya untuk anaknya. Isinya penuh makna dan tidak membosankan untuk menyimaknya berulang kali. Doa untuk Putraku Tuhanku Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya. Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan. Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan. Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan. Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja. Seorang Putera yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan. Tuhanku Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak. Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan. Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya. Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin dirinya sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain. Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria tanpa melupakan makna tangis duka. Putera yang berhasrat Untuk menggapai masa depan yang cerah namun tak pernah melupakan masa lampau. Dan, setelah semua menjadi miliknya Berikan dia cukup Kejenakaan sehingga ia dapat bersikap sungguh -sungguh namun tetap mampu menikmati hidupnya. Tuhanku Berilah ia kerendahan hati Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud, hamba, ayahnya, dengan berani berkata hidupku tidaklah sia-sia [moon river] Oleh: Lutfi S Fz