Anda di halaman 1dari 4

BAB 1 PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Vibrasi atau getaran adalah gerak bolak balik suatu benda terhadap posisi stationernya. Vibrasi dapat terjadi karena adanya massa, kekakuan, dan gaya yang berasal dari dalam (gaya yang dihasilkan oleh mesin tersebut), serta gaya yang berasal dari luar masin. Pada suatu permesinan kapal, vibrasi yang berlebih disebabkan oleh gaya yang berubah baik besar maupun arahnya. Kondisi mesin dan masalah mekanikal yang terjadi pada mesinmesin berputar dapat ditentukan dengan pengukuran karasteristik vibrasi. Penelitian sebelumnya telah dilakukan oleh (Nurhayati Dian 2011), yang membahas metode BSS model Independent Component Analysis (ICA) di riil plant yaitu di PT. Gresik Power Indonesia (The Linde Group) untuk mengetahui kinerja sesungguhnya yang ditunjukkan dengan nilai dari MSE untuk pemisahan sinyal suara. (Permana Putra, Ricky 2012) membahas performance dari metode pemisahan sinyal BSS model ICA di ruang mesin kapal dengan melakukan unjuk kerja dari metode BSS model ICA dalam memisahkan sinyal bunyi campuran yang diemisikan mesin penggerak di ruang mesin kapal. Dimana di ruang mesin kapal terdapat mesin pendukung lain yang juga beroperasi secara bersamaan dan noise background yang tinggi. Melalui perhitungan MSE bisa dievaluasi apakah penerapan metode ICA di ruang mesin kapal mengalami penurunan unjuk kerja dibandingkan di ruang kedap suara. Adanya perubahan getaran menimbulkan perubahan terhadap suara yang di-emisikan mesin. Metode yang sering digunakan dalam proses ini adalah analisis getaran. Dengan kata lain, perubahan suara merupakan manifestasi adanya perubahan pola getaran mesin (Nurhayati Dian 2011). Analisis getaran menganalisa pola getaran berdasarkan parameter-parameter 1

2 getaran seperti frekuensi, amplitudo dan phasa. Perubahan terhadap parameter tersebut menunjukkan adanya kelainan pada mesin yang dapat diidentifikasi sebagai kerusakan mesin (Newland, D.E., 2005). Analisa getaran ini akan dibandingkan dengan analisa akustik. KRI Pulau Rupat memiliki dua buah Mesin Pendorong Pokok (MPK) sebagai penggerak utama kapal. Pada MPK memiliki getaran vibrasi yang dapat mengurangi kinerja dari mesin pendorong pokok tersebut. Untuk mengatasi permasalahan tersebut sehingga dapat dilakukan dengan menganalisa data sinyal suara dan sinyal getaran yang di hasilkan oleh mesin pokok (MPK). Dari kedua hasil metode analisa tersebut dapat dilakukan dengan melakukan perbandingan antara analisa suara akustik dan getaran vibrasi. Penelitian yang telah dilakukan oleh (Nurhayati Dian 2011) dan (Permana Putra, Ricky 2012) yang meneliti akustik dan vibrasi pada riil plant lapangan dan kapal niaga. Namun belum ada penelitian yang membandingkan antara analisa akustik dan vibrasi. Melalui penelitian ini penulis mencoba mengimplementasikan perbandingan antara analisa akustik dan vibrasi pada MPK. Untuk membuktikan apakah analisa sinyal akustik dan vibrasi sama. Hasil dari penelitian ini diharapkan nantinya dapat memprediksi kerusakan mesin secara dini yang lebih akurat. 1.2 Rumusan Masalah Adapun permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana perbandingan analisa akustik dan analisa getaran vibrasi sebagai pembuktian bahwa analisa akustik dapat menggantikan analisa vibrasi untuk deteksi dini kerusakan pada mesin pendorong pokok (MPK)?

1.3 Batasan Masalah Untuk menghidari meluasnya permasalahan maka dalam pengerjaan tugas akhir ini terdapat beberapa batasan masalah yaitu sbb: 1. Obyek yang diteliti merupakan mesin pendorong pokok (MPK) KRI Pulau Rupat-712. 2. Data validasi adalah data dari alat ukur B&K Vibrotest 60 dan data suara dari mikrofon array. 3. Mikrofon yang digunakan 1 buah bertipe super cardioid (Behringer XM1800S) dan M-Audio tipe Fast Track Ultra. 1.4 Tujuan Tujuan pada tugas akhir ini adalah untuk membandingkan antara analisa akustik dan analisa getaran pada mesin pendorong pokok (MPK) sebagai bukti bahwa analisa akustik dapat menggantikan analisa vibrasi untuk deteksi dini kerusakan mesin. 1.5 Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini adalah dari pelaksanaan program ini adalah hasil perbandingan antara analisa sinyal suara akustik dan analisa sinyal getaran vibrasi untuk deteksi dini kerusakan mesin berputar (rotary machine). 1.6 Sistematika Laporan Pada Tugas Akhir ini digunakan sistematika laporan yang sesuai dengan petunjuk penyusunan laporan, yang terdiri dari: Bab I : Pendahuluan Bab ini menjelaskan tentang latar belakang penelitian, rumusan permasalahan terhadap hipotesa yang akan diuji, batasan masalah, tujuan, manfaat penelitian dan sistematika laporan dari tugas akhir ini. : Tinjauan Pustaka

Bab II

4 Berisi teori-teori dasar dan penunjang penelitian yang menjadi referensi untuk menyelesaikan permasalahan. Adapun teori yang dimaksud diantaranya adalah teori mesin pendorong pokok (MPK), microphone array, fast fourier transform (FFT). Pengambilan data menggunakan sensor getaran dan diagnosa vibrasi : Metodologi Penelitian Merupakan tahap-tahap yang dilakukan untuk menjawab rumusan masalah dan hipotesa yang ada. Tahapan tersebut secara umum yakni perekaman sinyal bunyi mesin di ruang mesin kapal, pengukuran vibrasi hingga pengolahan data sinyal suara dan sinyal getaran. : Analisa Data dan Pembahasan Berisi data-data hasil penelitian beserta analisa dan pembahasannya. : Penutup Terdiri dari kesimpulan dan saran yang merupakan hasil akhir terbaik yang dicapai dan saran yang berhubungan dengan penelitian selanjutnya dengan tema yang sama.

Bab III

Bab IV

Bab V