Anda di halaman 1dari 65

FAAL LINGKUNGAN

ANNISAHASANAH
Lab.Ilmu Faal
Fakultas Kedokteran UMM
1
FISIOLOGI LINGKUNGAN
4 Mempelajari mekanisme fungsional individu sehat
yang terpapar suatu stres lingkungan yaitu :
respons tubuh terhadap stimuli eksternal (stressor)
lingkungan

4 Tujuan : memelihara hidup & kesehatan sistem
neuro endokrin yang terintegrasi stabilitas
homeostatik
2
ENVIRONMENTAL STRESS

a/ perubahan genetik (adaptasi) diturunkan pada generasi
berikutnya
b/ perubahan fisiologik (aklimatisasi) tidak diturunkan
pada generasi berikutnya
4 Aklimatisasi : perubahan fisiologis respons terhadap
lingkungan fisik (ketinggian, kedalaman laut, panas, dingin
dll)


3
4 Organ yang paling rentan terhadap stres lingkungan :
ORGAN PERTUMBUHAN
1. Malnutrisi dini : hambatan permanen thd
pertumbuhan
2. Daerah tinggi :
4 bayi lahir dengan perubahan permanen pada
fungsi paru-paru
4 dewasa : perubahan fungsi paru bisa kembali
ke nilai pre-aklimatik kembali ke Sea level

4
4 iritasi jalan nafas hipersekresi mukus kronik
sumbatan jalan nafas batuk persisten
berkembang jadi bronchitis & emphysema
bisa terjadi kerusakan paru permanen


5
PAJANAN POLUTAN, DEBU,
BAHAN KIMIA ??
FISIOLOGI DI TEMPAT TINGGI
Ketinggian Permukaan laut 10000 kaki 30000 kaki
P barometer 760 mmHg 523 mmHg 226 mmHg
P O
2
Udara
159 mmHg 110 mmHg 47 mmHg
P O
2
alveoli
(udara)
104 (104) 67 (77) 18 (30)
P CO
2
alveoli
(udara)
40 (40) 36 (23) 24 (7)
PO
2
alveoli
(O
2
murni)
673 438 139
P CO
2
alveoli
(O
2
murni)
40 40 40
Kejenuhan Hb dg O
2
(%)
97 (97) 90 (92) 24 (38)
6
- Tekanan uap air dlm alveoli, pd suhu normal, tidak
bergantung pd ketinggian yaitu : 47 mmHg

- PCO2 & PO2 alveolus tempat tinggi : turun

- Ventilasi alveoli 5 x lipat pd org yg beraklimatisasi sehingga
mengurangi pe PO
2
alveoli

- Menghirup O
2
murni : ruangan alveoli yang sebelumnya
sebagian besar terisi N
2
, diganti O
2
penerbang dapat naik
lebih tinggi, dibanding tidak menghirup O
2


7
EFEK AKUT HIPOKSIA

- Tinggi 12.000 kaki : mengantuk, malas, kelelahan
mental & otot-otot, sakit kepala, mual & eufori progresif

- twitching
- 18.000 kaki : kejang
- 23.000 kaki : koma

8
- Efek utama : me kecakapan mental


- me kemampuan mengambil keputusan
- mengingat
- kemampuan melakukan gerakan motorik yang
berbeda



9
AKLIMATISASI

makin lama (hari-minggu-tahun), makin teraklimatisasi
thd PO
2
rendah efek buruk bekerja tanpa efek
hipoksia

terjadi peningkatan :
1. Ventilasi paru
2. Jumlah sel darah merah
3. Kapasitas difusi paru
4. Vaskularisasi jaringan
5. Kemampuan sel menggunakan oksigen


10
1. Ventilasi Paru

PO
2
rendah perangsangan kemoreseptor
akibat hipoksia ventilasi alveolus
( 65 % diatas N) menghilangkan sejumlah
CO
2


PCO
2


& PH cairan tbh
awal

menghambat pusat nafas
(>< efek PO2 rendah)


2-5 hr hilang o.k pe konsentrasi ion HCO3-


pH cairan neuron kemosensitif


aktifitas pusat nafas ventilasi 5 x




11



2. Jumlah Sel darah merah
Aklimatisasi terhadap PO
2
rendah
produksi SDM


- Hematokrit (s/d 60)
- Hb (s/d 20 gm/dl)

Vol.drh (20-30%)

12
3. Kapasitas difusi


Meningkat o/k

a. Vol.darah kapiler paru pelebaran kapiler&
luas permukaan difusi O
2
ke dlm darah >>
b. Vol.paru luas permukaan membran
alveolus >>
c. pe P arteri paru mendorong drh mell.kapiler
paru >>


13
4. Sistem sirkulasi

Aklimatisasi tempat tinggi curah jantung s/d
30 % kmd N seiring dg pe Hct O2 ke
jar.tetap, kecuali kalau tempat tinggi extrem
hipoxia berat


14
Pe juml & ukuran kapiler jar (pe kapilaritas)
nyata pd jar-2 aktif yg terpapar hipoxia kronik
misal otot ventrikel kanan o.k hipertensi pulmonal
di ketinggian
(akibat vasokonstriksi p.d.paru o/k O2 alveolus
rendah)


15
5. Aklimatisasi Selular

jumlah mitokhondria & sistem enzim oksidatif
selular > banyak
dapat menggunakan oksigen lebih efektif



16
+ Aklimatisasi Alami pd org yg tinggal ditempat tinggi sejak
bayi :
ukuran dada besar ratiokapasitas
ukuran tubuh kecil ventilasi thd masa tbh
jadi besar


jantung t.u kanan jauh > besar





17


Pengangkutan O
2
oleh drh ke jar. > mudah

PO
2
arteri rendah, juml-Hb > banyak O
2
drh
arteri > banyak

PO
2
vena > rendah.

Kapasitas kerja ditempat tinggi
kap. kerja semua otot me
curah jantung maksimal me



18
+ Mountain Sickness Kronik
1. Sel drh.merah & Hct me tinggi
2. P arteri pulmonalis
3. Jantung kanan sangat membesar
4. Tekanan arteri perifer
5. Gagal jantung kongestif
6. Kematian kecuali kalau segera dipindahkan
ketempat rendah



19
Penyebab :
1. Massa s.d.m terlalu besar viskositas drh
aliran drh ke jar pengangkutan
O
2
<<

2. Arteriol paru spasme akibat hipoxia paru

- semua alveoli rendah oksigen

konstriksi

tekanan arteri pulmonalis

payah jantung kanan

20

3. Spasme arteriol pulmonalis al.drh
ke pbl paru non alveolar shg tanpa mengalami
oksigenasi

Penderita sembuh dlm beberapa hari/minggu
setelah dipindah ke tempat rendah
21
Mountain Sickness Akut / AMS

Bila naik dengan cepat bbrp jam sp 2 hr kmd
meninggal bila tdak diberi oksigen/ dipindahkan
ke tempat rendah.

Terjadi :
1. Edema otak akut
akibat vasodilatasi lokal p.drh otak(arteriol) krn
hipoksia me tekanan kapiler
perembesan cairan kedlm jaringan otak
edema otak disorientasi berat &kelainan fs
otak




22
2. Edema paru akut

Konstriksi arteriol paru akibat hipoksia berat drh
mengalir melalui pembuluh yg tdk konstriksi
tekanan kapilernya pd daerah tersebut edema
lokal
Bisa sakit mendadak & meninggal bila tidak segera
diberi oksigen atau dipindah ke tempat rendah

Gejala-2 yg timbul :
hilang selera makan, nausea, muntah
sakit kepala, lemah, lelah
kebingungan, perubahan perilaku, lethargi
ataxia
batuk, dada sesak
sianosis

23
Gaya Percepatan thdp tubuh waktu terbang

awal terbang : percepatan linier sederhana

akhir terbang: perlambatan

pesawat berbelok : terjadi percepatan sentrifugal yg
akan meningkat sebanding dg kuadrat kecepatan &
berbanding lurus dengan ketajaman belokan ( jari-
jari kecil)
=
mV2
r


24
Efek Gaya Percep. Sentrifugal (G positif)

Utama thd. sist.sirkulasi
o.k drh mudah bergerak & berpindah
drh tertarik ke tbh bag.bawah tekanan hidrostatik
vena-2 kaki pembuluh darah bag.bwh tbh dilatasi
pasif curah jantung
Bila percepatan > 4 - 6 G :
- pandangan gelap, kehilangan kesadaran
Fraktur vertebra (bila > 20 G)

25


Efek G negatif :
edema otak gangguan psikotik
me P pembuluh darah otak
kadang pembuluh darah kecil dipermukaan kepala & otak
dpt pecah
kemerahan mata, buta sementara



26
Perlindungan tbh thd Gaya
Percep.Sentrifugal
mengencangkan otot-2 perut & membungkuk
kedepan menekan perut menghindari
penimbunan darah dlm pbl-2 besar abdomen
kolaps sirkulasi ( pandangan gelap)
pakaian khusus anti G penimbunan
drh perut bawah & tungkai.




27
Penyakit yg diperberat oleh perjalanan
udara
Akibat hipoksia dan terjadinya pengembangan gas di
dalam rongga tubuh
Diperberat oleh hipoksia:
penyakit jantung, paru-paru, kelainan darah, kencing
manis, gangguan sistem saraf, epilepsi
Diperberat oleh karena terjadinya pengembangan gas
dalam rongga tubuh:
sinusitis, radang telinga tengah, gangguan
pencernaan, pneumotoraks, TBC paru dengan kavitas
28
Keadaan-keadaan yang memerlukan
pertimbangan khusus
1. Hamil
Penerbangan jarak jauh:
primi gravida < 36 minggu
multi gravida < 32 minggu.
Untuk penerbangan jarak dekat (domestik):
primi gravida batas usia kehamilan
multi gravida < 36 minggu.
Catt: kehamilannya normal dan riwayat persalinan
terdahulu juga normal.
29
2. Bayi
Lahir cukup bulan, kondisi normal umur 7 hari
boleh naik pesawat
Pada waktu pesawat turun, sebaiknya bayi dalam
keadaan terbangun dan diberi minum
mencegah barotitis media.

3. Orang lanjut usia
Tidak ada kontra indikasi untuk melakukan
perjalanan udara karena faktor usia saja

4. Kasus-kasus terminal
Calon penumpang yang sakit berat dan tidak akan
bertahan sampai dengan akhir perjalanan tidak
diperbolehkan naik pesawat terbang
30


Keadaan tanpa bobot diruang angkasa

Org dlm satelit yg sedang mengorbit, dalam
pesawat angkasa yg tdk bergerak
Org dlm kondisi melayang o.k gravitasi dr
benda angkasa yang berdekatan msh aktif

Gravitasi diimbangi gaya sentrifugal lintasan
orbital pesawat & terhadap org tsb.

Masalah fisiologis :
motion sickness
translokasi cairan dalam tubuh o.k kegagalan
gravitasi P hidrostatik
tidak ada aktifitas fisik o.k kekuatan otot tdk
diperlukan utk melawan gravitasi




31
Akibat setelah tinggal lama di angkasa :
1. Pengurangan volume darah
2. Pengurangan massa s.d.m
3. Pe kekuatan otot & kapasitas kerja
4. Pe curah jantung maksimum
5. Lepasnya kalsium & fosfat dr tulang hilangnya
massa tulang
Perlu program olah raga yang memadai
32
Fisiologi Penyelaman di Laut Dalam

Drh dlm paru-2 terpapar dgn P gas alveolus yg tinggi
keadaan hiperbarik
Volume gas berbanding terbalik dg tekanannya
tekanan me rongga udara tubuh

paru-2 rusak serius
33
Kedalaman TekananUdr
Volume udr
Permukaan laut 1 atm 1 ltr
33 kaki bwh p.l 2 atm 1/2 ltr
66 kaki bwh p.l 3 atm 1/3 ltr
100 kaki bwh p.l 4 atm 1/4 ltr

34
Gas-2 yg berkaitan dg pernafasan penyelam
N
2
, O
2
& CO
2

Nitrogen : - 4/5 bag.dr udara
- pd permukaan laut : tdk mempengaruhi
fungsi tubuh
- pd tekanan narkosis


35
kedalaman 120 kaki gejala I narkosis yaituirasa
riang & kurang ber-hati-2 keriangan akibat
kedalaman
kedalaman 150-200 kaki : rasa ngantuk
kedalaman 200-250 kaki : sangat lemah
kedalaman >250 kaki (P 8,5 atm) narkosis hebat,
tdk bisa melakukan apa-apa
36
+ Mekanisme Narkosis

N
2
larut bebas dalam lemak tbh N
2
larut dalam
membran saraf aliran listrik yg mell.membran
terganggu menurunkan kepekaan saraf

37
Keracunan O
2
pd P tinggi (Akut)

P : > 100 mmHg juml. O
2
yg larut dlm cairan drh

PO
2
alveolus N O
2
berikatan dg Hb bukan berupa
larutan
PO
2
alv.tinggi : sebagian besar O
2
berupa larutan,
shg mekanisme dapar oksi-hb tdk dapat
mempertahankan PO
2
jaringan dlm batas normal
(PO
2
jar ) berbahaya t.u jaringan otak
kejang-2 .
Gejala lain dari keracunan O
2
akut
mual, twitching pd otot-2, pusing, irritable &
disorientasi
Gerakan-2 tubuh me kecenderungan keracunan
O
2



38
+ Oksidasi Intrasel

PO
2
jar.N (40 mmHg) sejuml. kecil radikal
bebas terbentuk dr molk. O
2
yg terlarut
jar.N mengandung Enzim-2 yang dpt cepat
menghilangkan RB tsb yaitu peroksidase,
katalase & superoksid dismutase (SOD)
selama dapar oksi-Hb berfungsi
PO
2
alv > titik kritis ( >2 atm ) dapar oksi-hb tdk
mampu mengatasi PO
2
jar. R.B
pengoksidasi melampaui kemampuan sistem
enzim konstriksi hebat mematikan sel.

39
Efek utamanya adalah pd asam lemak tidak jenuh sbg
komponen utama struktur membran sel
RB
oksidasi as.lemak tdk jenuh & enzim sel

kerusakan sistem metab.sel ( kena jar.saraf
krn kandungan lemaknya tinggi
gangg.fs.otak)


40
Keracunan O
2
kronik
Gangg.Paru (ruang udr paru langsung terpapar oleh
PO
2
tinggi)
Selama PO
2
udr < 2 atm penghantaran O2 ke jar.lain
tetap dalam PO
2
normal akibat sistem oksihemoglobin
PO
2
1 atm , tp lama (mis. > 12 jam) pembengkakan
di saluran paru , edema paru & atelektasis akibat
kerusakan lap.pembatas bronchi & alveoli

41
CO
2
pd kedalaman


kedalaman tidak me kecep.prod. CO
2
dlm tubuh
selama penyelam menghirup udr dg tidal Volume yg N
(CO
2
yg terbentuk dikeluarkan)
PCO
2
alv. 2 x N ( + 80 mmHg) msh mampu ditoleransi
PCO
2
alv > 80 mmHg efek negatif metabolik dr PCO
2

menekan pusat nafas
terj.asidosis respiratorik hebat, letargi, narkosis s/d
anestesi

42
+Decompression Sickness/Bends/Compressed
Clir Sick-ness / Caisson Disease / Divers
Paralysis / Dysbarism.
Penyelam lama di laut Nitrogen larut dlm tubuh >>
naik mendadak kepermukaan

gas keluar dr jar
gelembung nitrogen dlm cairan tbh intra
/ extrasel kerusakan disetiap tempat tergantung pd
jumlah & ukuran gelembung menyumbat pembuluh
darah kecil.

Gerak badan pengaktifan cairan dan jaringan
gelembung yg terbentuk
43
Experimental preparation of decompression illness (i.e., cerebral decompression sickness
and arterial gas embolism) demonstrating the presence of bubbles passing within
vasculature of the cortical subarachnoid space (arrow). Note the regions of surface
hemorrhage (upper right) on surrounding gyri.
Gejala :
Sebag.besar o.k gelembung-2 gas yg menyumbat
pembuluh drh diberbagai jar.
Pbl kecil pbl besar iskhemia jar kematian
jar.
Nyeri sendi (bends) otot-2 lengan & tungkai (90%)
Gejala sistem saraf, pusing (5%)
Paralisis / kolaps & hilang kesadaran ( 3 %)
Nafas pendek yg serius (chokes) (2%) akibat
gelembung kecil masif yg menyumbat kapiler paru,
diikuti edema paru berat & kematian

45
+ Jika penyelam dibawa kepermukaan perlahan-
lahan Nitrogen terlarut akan dibuang mell.paru
cukup cepat, terhindar dr decompr.sickness

+ Tx/ Masukkan pdrt DS dlm tangki bertekanan
(tangki dekompresi) menurunkan tekanan
bertahap s/d P atm N
46
+ Terapi Oksigen Hiperbarik/O
2
bertekanan tinggi,
dasarnya adalah sifat oksidasi kuat dari Oksigen
+ Berguna pada :
gangren gas dr bakteri anaerob
lepra
D S
emboli gas dlm arteri
keracunan CO
osteomielitis
infark miokard

47
Penyesuaian thd Panas

buruh tambang di pertambangan
gurun pasir
+ Pemaparan terhadap panas bbrp jam setiap hari selama
bekerja dg beban rasional
me toleransi thd panas & kelembaban (1-3 mg)
+ Perubahan fisiologis yang terjadi
pe kecep.maks.berkeringat ( + 2 x lipat)
pe volume plasma
me kehilangan garam dlm keringat & urine (
pengaruh dr pe sekresi aldosteron)
+ Pemeriksaan mayat pd hiperpireksia :
perdarahan lokal & digenerasi parenkhimatosa sel
diseluruh tbh t.u otak o.k sekali sel neuron rusak tdk
tergantikan

48
+ Bila T tbh > T kritis (106-108
o
F) serangan panas
(heat stroke)
Pengaturan panas hipotalamus sangat tertekan &
ke-mampuan berkeringat menghilang
Gejala :
dispepsi, muntah & delirium pingsan
(biasanya krn syok sirkulasi dg banyak
kehilangan cairan & elektrolit dlm keringat)
efek terberat kerusakan jaringan t.u otak
TX/ Turunkan suhu

49
Suhu Dingin
T < 94
o
F pengaturan temperatur mulai
terganggu
T < 85
o
F pengaturan temperatur
ol.hipotalamus hilang, penyebab : kecepatan
pembentukan panas pd setiap sel ditekan 2x lipat
unt.setiap pe T tubuh 10
o
F

50
Bila tubuh terpapar pd T sangat rendah daerah
per-mukaan tbh dpt membeku Frosbite
T.u terjadi pd daun telinga , jari-2 tangan & kaki
bisa sp terbentuk kristal es dlm sel kerusakan
sirkulasi / kerusakan jaringan permanen
gangren pembedahan
T jar.hampir beku otot polos ddg vaskular
lumpuh krn dingin mengantuk koma

51
+ Hipotermia Buatan :
Memberikan sedatif untuk menekan reaktivitas
pengatur T hipotalamus & mendinginkan
dengan es
Sering dipakai selama operasi jantung, jantung
di-hentikan beberapa saat dg menekan metab.
sel sel dpt bertahan 30 - 1 jam

52
JAM BIOLOGIS
ANNISAHASANAH

Lab. Ilmu Faal
Fakultas Kedokteran UMM
53
Jam biologis
Semua makhluk hidup seperti manusia, binatang,
tanaman, dan mikroorganisme memiliki jam ini
Mengatur irama hidup secara regular seperti
bangun, tidur, makan, dan bereproduksi, bahkan
sampai migrasi burung di musim semi dan musim
gugur.
54
Irama sirkadian (circadian
rhytms).
Siklus irama biologis yang terjadi dalam satu hari
disebut irama sirkadian (circadian rhytms).
Circadian berasal dari kata Latin yang berarti
"sekitar sehari atau 24 jam".
Tidak semua irama biologis bersiklus satu hari.
Debaran jantung misalnya, terjadi setiap beberapa
detik, sementara irama lainnya berulang tiap bulan,
dan musim.
.
55
Tanda-tanda dari alam seperti siklus terang-gelap
hari dan perubahan musim dalam setahun menjadi
sinyal alami bagi perputaran jam biologis.
Satu organisme diasingkan dari semua tanda-
tanda di alam, organisme tersebut masih tetap
memiliki irama biologis, namun polanya mungkin
berubah
56
Pada mamalia, jam biologis ini berupa satu
kelompok dari sekitar 10.000 sel yg terletak di
belakang mata yang disebut suprachiasmatic
nucleus.
Tumbuhan, jamur, dan organisme mikroskopis
yang tak memiliki otak pun tetap memiliki irama
biologis.
57
58
Jam biologis manusia

Manusia memiliki irama biologis harian, mingguan,
bulanan, dan musiman.
Irama siklus 24 jam (sirkadian):
- Suhu tubuh
- Tekanan darah
- Bangun dan tidur
- Ketajaman perhatian
- Performa mental
- Sintesis, dan sekresi berbagai hormon seperti
hormon pertumbuhan, kortisol, prolaktin dan
melatonin, serta level berbagai zat kimia dalam
tubuh
59
Jam biologis tersinkron secara harian oleh:
- paparan terhadap cahaya
- kejadian-kejadian yang teratur, misalnya makan
dan kegiatan sosial.

60
Beberapa masalah kesehatan berkaitan
dengan berbagai waktu dalam sehari

- Serangan jantung dan stroke paling banyak terjadi
selama terbangun sebelum tengah hari Obat
jantung yang digunakan setelah bangun tidur,
dapat membantu melindungi penderita sakit
jantung
- Serangan asma paling sering terjadi antara tengah
malam dan jam 8 pagi obat untuk asma
digunakan di malam hari, sehingga dapat
membantu penderita menghadapi saat-saat ketika
risiko terserang asma tinggi.
Pada waktu yang berbeda, keefektifan
beberapa obat berbeda pula.
61
Jam biologis sangat penting dalam kaitannya
dengan kesehatan mental dan fisik.
Sejumlah penyakit pada manusia, berkaitan
dengan gen-gen yang berada di bawah kendali jam
biologis.
- gen PAI-1 yang terlibat dalam serangan jantung
- gen DBP yang berpengaruh pada siklus tidur.
Karena banyak hormon disekresi sesuai irama
harian gangguang irama sirkadian menyebabkan
masalah pada hampir semua sistem tubuh.
62
Perubahan jam biologis

Perubahan pada pola sirkadian keletihan mental
dan fisik.
Pada saat jam sirkadian tidak berfungsi, karena sakit,
jet lag, kerja shift, atau pemaparan yang terus menerus
terhadap cahaya, seseorang akan mengalami tidur
yang sulit dan manic-depressive.


63
Perubahan jam biologis
Penumpang pesawat terbang melintasi beberapa zona
waktu jam internal mereka tidak lagi selaras dengan
tempat mereka berada jet lag.
Penderitanya merasa letih, mudah marah, kikuk, dan
pelupa dalam jangka panjang, gangguan kronis pada
irama sirkadian karena penerbangan ini kemampuan
kognitif dan perubahan fisiologis.
Butuh waktu beberapa hari bagi tubuh untuk melakukan
penyelarasan terhadap zona waktu yang baru.
64
65