P. 1
Epidemiologi Analitik

Epidemiologi Analitik

|Views: 28|Likes:
Dipublikasikan oleh Harmas Novryan Fareza

More info:

Published by: Harmas Novryan Fareza on Jun 11, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/18/2014

pdf

text

original

Epidemiologi Analitik

Dr Djaka Handaja MPH

RESEARCH DESIGN
THE RESEARCH

OBSERVATIONAL STUDIES
(NO CONTROL OVER EXPOSURE)

EXPERIMENTAL STUDIES (INFESTIGATOR DETERMINE)
WHO EXPOSED OR NOT EXPOSED

NO COMPARISON GROUP

COMPARISAN GROUP

DESCRIPTIVE

ANALYTIC

SURVEILLANCE CASE REVIEW

SURVEY

CROS SEC TIONAL STUDY

CASE CON TROL STUDY

COHORT STUDY

SCHEME FOR RESEARCH CYCLE

DESCRIPTIVE STUDIES
ANALYSIS OF RESULTS, SUGGEST FURTHERDESCRIPTIVE AND NEW HYPOTHESIS TEST HYPOTHESIS MODEL BUILDING FORMULATION OF HYPOTHESIS

ANALYTICAL STUDIES - X - SECTIONAL - CASE-CONTROL STUDY - COHORT

EXPERIMENTAL STUDIES :

- CLINICAL TRIALS - FIELD TRIALS

.5 CRITERIA CAUSAL ASSOCIATION 1 TEMPORAL RELATIONSHIP --> means exposure to the causal factor (risk factor) must precede development of the disease (effect) 2 STRENGHT OF ASSOCIATION (RR> 4) --> Strength refers to the size/magnitude of RR (not the p value or degree of statistically significance which can be increased by increasing the sample size). 3 CONSISTENCY (C) AND REPLICATION (R) C--> means different studies resulted in the same association R--> means repetition of the same study resulted in the same association.

5 COHERENCE WITH EXISTING KNOWLEDGE (BIOLOGICAL PLAUSIBILITY) Support for the causal of an association exist if a causal interpretation is plausible in term of current knowledge about the factor and the disease. .4 SPECIFICITY/DOSE-RESPONSE RELATIONSHIP Measures the degree to which one particular exposure produces one specific disease.

THE SISTEMATIC THINKING OF CAUSAL ASSOCIATION Statistical association present Bias absent Conclude the suspected factor is not implicated in etiology Conclude association is artifactual (sporious) present absent Apply 5 criteria satisfied Conclude Association is causal (Source : Morton and Hebel. 1980) .

Kasus & kontrol 3.Studi Epidemiologi observational Studi Experimen Deskriftif Analitik Pra experimen Experimen Sesungguhnya Ex p Semu 1. Laporan survei 1. Seri kasus 3. Kohort . Laporan kasus 2. Crossecti onal 2.

CROSS-SECTIONAL-STUDY TOTAL POPULATION SAMPLING STUDIED POPULATION D+ COMPARE D- STUDIED CHARACTERISTIC STUDIED CHARACTERISTIC .

6. RP > 1 faktor merupakan faktor resiko 9 .Crossectional 1. 4. 5. Diukur jumlah subjek yang mengalami efek ataupun yang tak mengalami 8. 2. Dihitung Ratio Prevalensinya ( Perbandingan prevalensi efek pada kelompok dg faktor resiko dan yg tanpa resiko ) 10. Disusun dengan tabel 2 X 2 9. 3. Suatu saat : tiap subjek diamati suatu saat atau satukali saja Pengkuran variable subjek pada saat pemeriksaan Tidak melakukan tindak lanjut Dapat digunakan secara deskriptif maupun analitk Mempelajari hubungan faktor resiko dan penyakit Pengukuran hubungan variable bebas ( faktor resiko )dan variable terikat/tergantung (efek ) 7.

12 th 2 Mengidentifikasi Variabel Penelitian Difinisi operasional faktor resiko yang diteliti /tidak diteliti.LANGKAH-LANGKAH STUDI CROSS SECTIONAL 1 Merumuskan Pertanyaan Penelitian dan Hipotesis Contoh : Apakah ada hubungan antara vaksinasi BCG dan terjadinya penyakit tuberkulosis pada anak usia 0 . efek (kriteria diagnosis) 3 Menetapkan Subyek Penelitian .

4 Melaksanakan Pengukuran faktor resiko dan efek .pemeriksaan fisik 5 Menganalisis data Rasio prevalens = A/(A+B):C/(C+D) Statistik yang digunakan tergantung scala variabel yang ada. Catatan medik.Kuesioner. uji laboratorium. .

Studi cross sectional Efek Ya Faktor resiko Ya Tidak ---------------Jumlah A C -------------( A+C ) Tidak B D ---------------( B+D ) Jumlah A+B C+D --------------(A+B+C+D ) Rasio prevalen (R.P ) = A/ (A + B ) : C / (C + D ) RP = 1 bukan faktor resiko RP=>1 merupakan faktor resiko RP=<1 merupakan faktor protektif Dihitung dengan interval kepercayaan sebesar 95 % 12 .

mudah.KELEBIHAN 1 Penggunaan populasi masyarakat umum 2 Murah. cepat 3 Loss to follow up (drop out) tidak ada 4 Tahap pertama penelitian kohort atau eksperimen .

2 Studi prevalens lebih banyak menjaring subyek yang mempunyai masa sakit yang panjang. 3 Subyek penelitian besar 4 Tidak menggambarkan perjalanan penyakit maupun prognosis 5 Tidak praktis untuk meneliti kasus yang jarang .KEKURANGAN 1 Temporal relationship tidak jelas.

Variable subjek diikuti sampai periode tertentu 6. Diukur Odd Ratio nya 9.O > 1= faktor yg diteliti merupakan penyebab efek/faktor resiko 12. R.Studi kasus kontrol: 1. Variable tergantung di ukur dulu 3. Sama dengan studi longitudinal 5. RO< 1= faktor yg diteliti bukan merupakan faktor resiko 15 . Hasil disusun dalam tabel 2x2 8. Pengukuran variable bebas & tergantung tidak di lakukannya pada saat yang sama 2. R. Variable bebas di cari secara retrospektif 4. Kontrol di pilih dari populasi yg sama karakteristik sama dg kasusnya 7. Rasio odds merupakan peran faktor resiko 10.O= faktor yg diteliti tidak merupakan faktor resiko 11.

should be ascertain in the similar procedure between cases and controls .waktu .frekuensi .LANGKAH LANGKAH CASE-CONTROL STUDY 1 Menentukan pertanyaan penelitian dan hipotesis. 2 Definisi variabel penelitian Faktor risiko .

.use record or documents as much as possible CASE .should be incidence cases ? .clearly define case definition .representative of total cases ? CONTROL -should be representative of the population from which the cases come .

community.. neighbors . registration Control: hospital.be sure that the risk factor under study is not also related to disease among control SOURCES OF CASE AND CONTROL Case : hospital. relatives of cases.

scheme of case-control study select cases select appropriate controls obtain information about previous exposure to proposed risk of factors each group compare the frequency of exposure between the two group .

DESAIN STUDI CASE-CONTROL TERPAPAR TIDAK TERPAPAR TERPAPAR KONTROL KASUS POPULASI TIDAK TERPAPAR .

Methode of Data Analysis EFEK YA FAKTOR RESIKO ya TIDAK JUMLAH A C A+C TIDAK B D B+D JUMLAH A+B C+D A+B+C+D Rasio Odds ( RO ) = A/ ( A+B ) : B/ ( A+B )/C/( C+D ):D/ (C+D ) = A/B : C/D = AD / BC RO = 1 bukan faktor resiko RO=>1 merupakan faktor resiko RO=<1 merupakan faktor protektif Dihitung dengan interval kepercayaan sebesar 95 % 21 .

KEUNTUNGAN 1.Subyek penelitian sedikit 4.Identifikasi lebih dari satu faktor resiko .Kadang kadang merupakan satu satunya cara untuk kasus yang jarang atau masa laten/inkubasi yang panjang 2 Hasil cepat. biaya murah 3.

Kerugian 1 Data mengenai faktor resiko mengandalkan daya ingat dan atau catatan medik. memory bias. catatan medik sering tidak akurat) 2.Kesalahan memilih kontrol yang tepat (Selection bias) 3 Hanya berkaitan dengan satu penyakit/efek .( recall bias.

Menetapkan kohort Menentukan subyek tanpa sakit atau tanpa problem kesehatan atau tanpa efek. 2. 4. 3 Memilih kelompok kontrol Kelompok kontrol terbentuk secara alamiah.Identifikasi variabel penelitian dan cara pengamatannya Buat definisi faktor resiko dan effect .LANGKAH STUDI COHORT 1 Merumuskan pertanyaan penelitian dan hipotesis.

DESAIN STUDI COHORT SAKIT TERPAPAR TIDAK SAKIT populasi TIDAK TERPAPAR SAKIT TIDAK SAKIT .

Adanya subyek kontrol 4. Disusun dalam tabel 2x2 5. RR =<1 faktor tsb merupakan faktor protektif 9.Studi kohort: 1. Diidentifikasi dulu kausanya 2. Ditentukan incidens terjadinya efek 6. Di ikuti selama periode tertentu( prospektif) untuk mencari efeknya 3. Diukur Resiko Relatifnya 7. RR=>1 faktor tsb merupakan faktor resiko 8. RR =1= faktor tsb bukan merupakan faktor resiko 26 .

METHOD OF DATA ANALYSIS Efek Ya Tidak B Jumlah A+B Faktor Resiko Ya A Tidak C D C+D Resiko relatif ( RR ) = A / ( A+B ) : C / (C+D ) RR = 1 bukan faktor resiko RR=>1 merupakan faktor resiko RR=<1 merupakan faktor protektif Dihitung dengan interval kepercayaan sebesar 95 % 27 .

Terbaik menerangkan hubungan antara faktor resiko dan efek 2.KEUNTUNGAN 1. Menentukan insiden 3. Meneliti beberapa efek .

Rumit 3. 2. Tidak efisien 5. Etika.KERUGIANYA 1. mahal. . Waktunya lama. Loss to follow up 4.

2. lain . desain pararel . Menentukan desain uji klinis yang sesuai. Merumuskan pertanyaan penelitian dan hipotesis. .Langkah pelaksanaan uji klinis (contoh studi experimental) 1. desain menyilang (cross over) .

Menetapkan populasi terjangkau . Melakukan pengukuran variabel . Melakukan randomisasi .randomisasi peserta atau perlakuan . data laboratorium 5. Menetapkan subyek penelitian. Menetapkan besarnya sampel 4.data demografis . data klinis .3. Menentukan kriteria pemilihan kriteria inklusi dan eksklusi . .

Uji klinis terbuka . Hal hal yang perlu diperhatikan: Kepatuhan pasien. Mengukur variabel efek 8. single blind assignment (single mask) . drop out. penyimpangan protokol . efek samping. double blind assignment (double mask) 7. 9. Menganalisa data.6. Melakukan intervensi .

Statistik lebih efektif ( pemilihan subyek secara random) .Adanya randomisasi bias menurun sebab faktor perancau (confounding) agar tersebar merata antar kelompok. perlakuan dan outcome telah ditentukan lebih dahulu. 3.KEUNTUNGAN 1. Kriteria inklusi. 2.

KERUGIAN 1. Etika 4. Tidak praktis . Tidak representatif terhadap populasi (validitas externa jelek) 3. Komplek dan mahal 2.

SAMPAI JUMPA .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->