Anda di halaman 1dari 35

PDB Subsektor Kehutanan dan Aplikasi Satellite Account Kehutanan

Oleh: Direktorat Neraca Produksi BPS RI

Outline
Pengertian PDB PDB Subsektor Kehutanan

Pengembangan PDB Kehutanan


Klasifikasi Sattelite Account Kehutanan

PENGERTIAN PDB

PENGERTIAN PDB
Dengan demikian, PDB diukur dengan cara selisih antara nilai produk yang diproduksi dalam perekonomian (output) dengan nilai seluruh barang dan jasa yang digunakan dalam produksi (konsumsi antara/input antara) tanpa memerhatikan apakah faktor produksi tersebut dimiliki oleh unit produksi residen ataupun non residen, pada suatu periode tertentu
4

PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB)

PDB Atas Dasar Harga Berlaku (PDB adhb)

PDB Atas Dasar Harga Konstan (PDB adhk)

NTB dihitung dgn menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun

NTB dihitung dgn menggunakan harga yang berlaku pada satu tahun (tahun dasar) tertentu sebagai dasar.
5

Metode Penghitungan PDB adh Berlaku


Output b,t = Produksit x Hargat NTBb,t = Outputb,t Biaya Antarab,t Atau NTBb,t = Outputb,t x Rasio NTBt Dimana: Output b,t = Ouput/nilai produksi bruto atas dasar harga berlaku tahun t = Nilai tambah bruto atas dasar harga berlaku tahun ke t = Kuantum produksi tahun ke t = Harga produsen tahun ke t Rasio NTB = Perbandingan NTB terhadap Output Rasio NTBt = Rasio NTB pada tahun berjalan (t)
6

NTBb,t
Produksit Hargat

Metode Penghitungan PDB adh Konstan dgn pendekatan revaluasi


Output
k,t

= Produksit x Hargao

NTB

k,t

= Output

k,t

x Rasio NTBo

yaitu perkalian kuantum produksi tahun yang berjalan dengan harga tahun dasar, menghasilkan output adh konstan. Rasio NTB0 : Rasio Nilai Tambah pada tahun dasar
7

Manfaat Data PDB


Menunjukkan kemampuan sumber daya ekonomi yang dihasilkan oleh suatu negara

Menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi

Menunjukkan peranan setiap sektor ekonomi dalam suatu negara


8

PDB SUBSEKTOR KEHUTANAN

Sektor pertanian mencakup segala pengusahaan yang didapatkan dari alam dan merupakan benda-benda/ barang-barang biologis (hidup), dimana hasilnya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri atau untuk dijual kepada pihak lain. PDB Sektor Pertanian mencakup 5 subsektor, yaitu: Subsektor Tanaman Bahan Makanan Subsektor Tanaman Perkebunan Subsektor Peternakan dan Hasil-hasilnya Subsektor Kehutanan Subsektor Perikanan
10

Kegiatan kehutanan dan penebangan kayu mencakup penebangan kayu untuk diambil kayunya serta pengambilan dan pemungutan hasil hutan selain kayu yang tumbuh liar. Juga mencakup kegiatan yang menghasilkan produk melalui proses sederhana, seperti kayu bakar, arang kayu, serbuk kayu, dan kayu gelondongan dalam bentuk yang belum diolah. Termasuk juga penebangan dan penanaman pohon bakau
11

Pengusahaan hutan tanaman: Pengusahaan hutan jati, pinus, mahoni, sonokeling, albasia/jeujing, hutan cendana, akasia, ekaliptus, dll.
Pengusahaan hutan alam: Pengusahaan hutan meranti, kruing, pulai, ramin, kayu besi, kayu hitam, ulin, dsb. Termasuk usaha pengangkutan kayu.
Lapangan Usaha Subsektor Kehutanan

Pengusahaan hasil hutan selain kayu: Pengusahaan rotan, getah pinus, daun kayu putih, kokon ulat sutera, damar, & penggunaan hasil hutan selain kayu lainnya (seperti bambu). Jasa kehutanan: Jasa kehutanan bidang inventarisasi & tataguna lahan, perlindungan hutan & pelestarian alam, reboisasi & rehabilitasi, dan jasa kehutanan lainnya. Usaha kehutanan lainnya: Usaha pemungutan kayu, usaha pemungutan selain kayu, dan usaha kehutanan lainnya.

12

Peranan Subsektor Kehutanan dalam PDB Atas Dasar Harga Berlaku (%)

13

Laju Pertumbuhan PDB Subsektor Kehutanan Atas Dasar Harga Konstan 2000 (%)
Laju, 2001, 2.42 Laju, 2002, 2.31 Laju, 2004, 1.28 Laju, 2003, 0.52 Laju, 2010, 2.07 Laju, 2009, 1.82

Laju, 2008, -0.03

Laju, 2005, -1.47

Laju, 2007, -0.83

Laju, 2006, -2.85

Laju pertumbuhan PDB Kehutanan selama 10 thn terakhir menunjukkan tren tertekan dgn rata-rata pertumbuhan per tahun tercatat hanya 0.44 persen, bandingkan dgn rata-rata pertumbuhan PDB selama periode yg sama yg tercatat 5.85 persen.

14

Data dan Sumber Data

Produksi Ditjen Bina Usaha Kehutanan-Kemhut, Perum Perhutani Harga/Indikator Harga Statistik Perusahan HPH, Statistik Perusahaan Pembudidaya Tanaman, Indeks Harga Perdagangan Besar Komoditi Kehutanan (BPS RI) Struktur Ongkos Statistik Perusahan HPH, Statistik Perusahaan Pembudidaya Tanaman, (BPS RI)

15

Kendala & Keterbatasan


Ketersediaan data dasar yang lengkap Ketersediaan indikator dini (prompt indicator) Ketersediaan data harga yang representatif

Kendala dan Keterbatasan

Ketersediaan struktur biaya (cost structure) yang mutakhir


16

PENGEMBANGAN PDB KEHUTANAN

17

Pengembangan PDB Kehutanan

PDB Subsektor Kehutanan yang selama ini dihitung adalah dari produk kayu dan hasil hutan lainnya dalam wujud primer.
Sementara binaan Kementerian Kehutanan meliputi pemanfaatan dan pemungutan hasil hutan kayu dan non kayu, industri primer hasil hutan, dan lain-lain termasuk pendistribusian produk-produk hasil hutan dan industri primer hasil hutan serta jasa wisata hutan

18

Pengembangan PDB Kehutanan (Lanjutan)

Dipandang perlu untuk melakukan penyempurnaan penyusunan nilai tambah bruto Kehutanan melalui penambahan cakupan sesuai dengan binaan Kementerian Kehutanan dan menghitung peranan masing-masing komoditi/kegiatan yang dibina terhadap penciptaan PDB Indonesia
19

Pengembangan PDB Kehutanan (Lanjutan)


PDB subsektor kehutanan dihitung berdasarkan konsep aktivitas pemanfaatan hasil hutan (activity base) Seperti kayu, rotan, getah dll. Kementerian Kehutanan merupakan instansi yang melakukan pembinaan hutan seperti pemanfaatan dan pelestarian hutan, konservasi satwa sampai pada pembinaan industri primer kehutanan (teritory base) Terdapat gap cakupan antara PDB sektor kehutanan dan lingkup kerja Kementerian Kehutanan Penyesuaian cakupan PDB kehutanan dipandang perlu untuk merepresentasikan wilayah pembinaan Kementerian Kehutanan
20

Tujuan dan Manfaat


Melakukan penghitungan PDB kehutanan berbasis lingkup kerja Kementerian Kehutanan untuk dapat memberikan informasi tentang kinerja dan tanggung jawab kementerian Tersedianya informasi untuk analisis penghitungan kontribusi sektor kehutanan berbasis lingkup kerja Kementerian Kehutanan dalam perekonomian nasional
21

Tahapan Pelaksanaan
1. Menyusun PDB sektor kehutanan berdasarkan produk kehutanan (telah dilakukan selama ini) 2. Menginventarisasi lingkup kerja kementerian baik yang kategori industrinya berada di dalam maupun di luar sektor kehutanan seperti yang tergabung dalam Industri Pengolahan, Perdagangan, dan Jasa Wisata 3. Mengidentifikasi serta kodifikasi lingkup kerja tersebut ke dalam kategori industri dengan menggunakan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2009 4. Menyusun PDB sesuai dengan lingkup kerja Kementerian Kehutanan

22

Tahapan Pelaksanaan (Lanjutan)


a. Inventarisasi Menguraikan tugas dan tanggung jawab Kementerian Kehutanan seperti tertuang di dalam Undang-undang (UU), Peraturan Presiden (Perpres) maupun Peraturan Menteri (Permen) kedalam kegiatan atau aktivitas. b. Identifikasi Melakukan matching antara aktivitas hasil inventarisasi di atas dengan kategori industri Dengan pohon industri dapat lebih mudah untuk menentukan tahapan aktivitas industri pengolahan maupun kategori industri lainnya yang menjadi lingkup kerja Kementerian Kehutanan
23

Tahapan Pelaksanaan (Lanjutan)


Catatan: Proses ini perlu dilakukan secara seksama mengingat adanya kemungkinan duplikasi ataupun under estimasi, manakala kegiatan yang diidentifikasi bukan merupakan ruang lingkup binaan Kementerian Kehutanan atau terlewat dari proses identifikasi
24

Tahapan Pelaksanaan (Lanjutan)


c. Menyusun PDB industri pengolahan yang berbasis kayu dan hasil hutan lainnya dilakukan melalui proses homogenisasi unit statistik dengan pendekatan Transfer In dan Transfer Out (TITO)

Coding produk (output) dan bahan baku (input) Destinasi output dan input Balancing dan rekonsiliasi Menyusun neraca produksi
25

KLASIFIKASI SATTELITE ACCOUNT KEHUTANAN

26

Ekstraksi produk kehutanan yang berasal dari kategori pertanian


No. (1) 1 2 KBLI 2009 (2) Deskripsi KBLI/Kelompok Kegiatan (3) Kayu Hasil Hutan Selain Kayu Peraturan yang Terkait (4) PP 6/2007 Permenhut P.35/menhut-II/2007 Keterangan (5) Sesuai Klasifikasi I-O 2010 Sesuai Klasifikasi I-O 2010

0170

Perburuan, Penangkapan & Penangkaran Satwa & Tumbuhan Liar


Jasa Penunjang Kehutanan

SK Menhut 447/2003

Data dari Kemhut

Permenhut P.23/menhut-II/2011

Sesuai Klasifikasi I-O 2010


27

Ekstraksi produk kehutanan yang berasal dari kategori jasa-jasa


No. (1) 1 2 3

KBLI 2009 (2) 91031


91032 91033

Deskripsi KBLI/Kelompok Kegiatan (3) Kegiatan Taman Konservasi Alam Taman Nasional (TN) Taman Hutan Raya (Tahura)

Peraturan yang Terkait (4) Permenhut No.4/Menhut-II/2010 Permenhut No.4/Menhut-II/2010 Permenhut No.4/Menhut-II/2010 Permenhut No.4/Menhut-II/2010 Permenhut No.4/Menhut-II/2010 Permenhut No.4/Menhut-II/2010

Keterangan (5) Data disediakan Kemenhut idem idem

4
5 6

91034
91037

Taman Wisata Alam (TWA)


Taman Buru dan Kebun Buru

idem
idem idem
28

91039 Kegiatan Taman Konservasi Alam Lainnya

Ekstraksi produk kehutanan yang berasal dari kategori perdagangan


No. KBLI 2009 (1) 1 2 (2) 46207 46491 Deskripsi KBLI/Kelompok Kegiatan (3) Perdagangan Besar Hasil Kehutanan dan Perburuan Perdagangan Besar Peralatan dan Perlengkapan Rumah Tangga Keterangan (5) Diolah dari MPP Kehutanan & Industri Hutan Tabel I-O idem

3
4

46636
47216

Perdagangan Besar Bahan Konstruksi dari Kayu


Perdagangan Eceran Hasil Kehutanan dan Perburuan

idem
idem

29

Ekstraksi produk kehutanan yang berasal dari kategori perdagangan (lanjutan)


No. KBLI 2009 (1) 5 (2) 47526 Deskripsi KBLI/Kelompok Kegiatan (3) Perdagangan Eceran Bahan Konstruksi dari Kayu Keterangan (5) Diolah dari MPP Kehutanan & Industri Hutan Tabel I-O idem idem

6 7

47591
47595

Perdagangan Eceran Furnitur


Perdagangan Eceran Barang Pecah Belah dan Perlengkapan Dapur dari Kayu, Bambu atau Rotan Perdagangan Eceran Barang Kerajinan dari Kayu, Bambu, Rotan, Pandan, Rumput, dan Sejenisnya

47781

idem

30

Ekstraksi produk kehutanan yang berasal dari kategori industri Kecil dan KR
No.

KBLI 2009 (2) 16

Deskripsi KBLI/Kelompok Kegiatan

Peraturan yang Terkait

Keterangan

(1) 1

(3) Ind. Kayu, Barang-barang dari Kayu (tidak termasuk meubeler), dan Barang-barang Anyaman dari Rotan, Bambu, dan Sejenisnya

(4) (5) PP No. 6 Th 2007 jo. Diolah dari PP No. 3 Th 2008 IKKR

31

Ind. Furnitur dan Industri Pengolahan PP No. 6 Th 2007 jo. Diolah dari Lainnya PP No. 3 Th 2008 IKKR

31

Ekstraksi produk kehutanan yang berasal dari kategori industri pengolahan Besar & Sedang
No.

(1) 1
2 3 4 5 6

KBLI 2009 (2) 16101 16102

Deskripsi KBLI/Kelompok Kegiatan

(3) Ind. Penggergajian Kayu


Ind. Pengawetan Kayu

16103 Ind. Pengawetan Rotan, Bambu & Sejenisnya 16104 Ind. Pengolahan Rotan 16211 Ind. Kayu Lapis

16212 Ind. Kayu Lapis Laminasi, termasuk Decorative Plywood

Peraturan yang Terkait (4) PP No. 6 Th 2007 jo. PP No. 3 Th 2008 PP No. 6 Th 2007 jo. PP No. 3 Th 2008 PP No. 6 Th 2007 jo. PP No. 3 Th 2008 PP No. 6 Th 2007 jo. PP No. 3 Th 2008 PP No. 6 Th 2007 jo. PP No. 3 Th 2008 PP No. 6 Th 2007 jo. PP No. 3 Th 2008

Keterangan

(5) Diolah dari IBS


Diolah dari IBS Diolah dari IBS Diolah dari IBS Diolah dari IBS Diolah dari IBS
32

Ekstraksi produk kehutanan yang berasal dari kategori industri pengolahan Besar & Sedang (lanjutan)
No.

(1) 7
8 9 10 11

KBLI Deskripsi KBLI/Kelompok Kegiatan 2009 (2) (3) 16213 Ind. Panel Kayu Lainnya
16214 Ind. Veneer 16221 Ind. Barang Bangunan dari Kayu

Peraturan yang Terkait (4) PP No. 6 Th 2007 jo. PP No. 3 Th 2008


PP No. 6 Th 2007 jo. PP No. 3 Th 2008 PP No. 6 Th 2007 jo. PP No. 3 Th 2008

Keterangan

(5) Diolah dari IBS


Diolah dari IBS Diolah dari IBS Diolah dari IBS Diolah dari IBS

16222 Ind. Bangunan Prafabrikasi dari Kayu


16230 Ind. Wadah dari Kayu 16291 Ind. Barang Anyaman dari Rotan dan Bambu

PP No. 6 Th 2007 jo. PP No. 3 Th 2008


PP No. 6 Th 2007 jo. PP No. 3 Th 2008 PP No. 6 Th 2007 jo. PP No. 3 Th 2008

12

Diolah dari IBS


33

Ekstraksi produk kehutanan yang berasal dari kategori industri pengolahan Besar & Sedang (lanjutan)
No.
(1)

KBLI 2009
(2)

Deskripsi KBLI/Kelompok Kegiatan


(3)

Peraturan yang Terkait


(4)

Keterangan
(5)

13 14

16293 Ind. Kerajinan Ukiran dari Kayu bukan Meubeler 16294 Ind. Alat Dapur dari Kayu, Rotan dan Bambu 16299 Ind. Barang dari Kayu, Rotan, Gabus Lainnya YTDL 17011 Ind. Bubur Kertas (Pulp)

PP No. 6 Th 2007 jo. PP No. 3 Th 2008 PP No. 6 Th 2007 jo. PP No. 3 Th 2008 PP No. 6 Th 2007 jo. PP No. 3 Th 2008 PP No. 6 Th 2007 jo. PP No. 3 Th 2008

Diolah dari IBS Diolah dari IBS

15
16 17 18

Diolah dari IBS


Diolah dari IBS Diolah dari IBS Diolah dari IBS
34

31001 Ind. Furnitur dari Kayu

PP No. 6 Th 2007 jo. PP No. 3 Th 2008

31002 Ind. Furnitur dari Rotan dan atau Bambu PP No. 6 Th 2007 jo. PP No. 3 Th 2008

TERIMA KASIH

35