Anda di halaman 1dari 2

TAHAP KEEMPAT 2/2 UD Kendaraan (Q) Pejalan kaki Kendaraan parkir Kendaraan lambat Lebar jalur lalu lintas

efektif (We) Lebar bahu efektif masing-masing (Ws) Penduduk kota Pemisahan arah SP : 50%-50% Frekuensi terbobot hambatan samping = (200 x 0,5) + (100 x 1,0) + (40 x 0,7) + (100 x 0,4) = 268 (kelas hambatan samping : L, Tabel 5.3) Jadi, kelas hambatan samping yaitu L (rendah, 100-299), dengan kondisi daerah pemukiman dengan beberapa kendaraan umum. C0 FCW FCSP FCSF FCCS = 2900 smp/jam (untuk 2/2 UD, Tabel 5.4) = 1,14 (untuk We = 8 m pada 2/2 UD, Tabel 5.5) = 1,00 (untuk SP 50%-50% pada 2/2 UD, Tabel 5.6) = 0,94 (untuk Ws = 1 m, kelas hambatan samping L pada 2/2 UD, Tabel 5.7a) = 1,00 (untuk jalan 2/2 UD pada kota berpenduduk 1-3 juta jiwa, Tabel 5.8) Kapasitas 2/2 UD C = C0 x FCW x FCSP x FCSF x FCCS = 2900 x 1,14 x 1,00 x 0,94 x 1,00 = 3107,64 3108 smp/jam = 3000 smp/jam = 200 ped/jam/200 m = 100 kend/jam/200 m = 100 kend/jam/200 m =8m =1m = 1.500.000 jiwa

Kendaraan keluar/masuk ke/dari sisi jalan = 40 kend/jam/200 m

DS

= Q/C (Rumus 5.2) = 3000/3108 = 0,97

FV0 FVW FFVSF FFVCS

= 44 km/jam (untuk kendaraan ringan pada 2/2 UD, Tabel 5.9) = 3 km/jam (untuk kendaraan ringan pada 2/2 UD, We = 8 m, Tabel 5.10) = 0,98 (untuk Ws = 1, kelas hambatan samping L pada 2/2 UD, Tabel 5.11a) = 1,00 (untuk jalan 2/2 UD pada kota berpenduduk 1-3 juta jiwa, Tabel 5.12)

Kecepatan arus bebas FV = (FV0 + FVW) x FFVSF x FFVCS (Rumus 5.3) = (44 + 3) x 0,98 x 1,00 = 46,06 47 km/jam VLV = 30 km/jam (untuk DS = 0,97 dan FV = 47 km/jam)