Anda di halaman 1dari 3

1.

Data Citra Digital adalah Sinyal dengan karakteristik yang istimewa yang diukur dengan parameter space (jarak) dimana komponennya disusun oleh matrik berdimensi dua (pixel) dan merupakan komponen data multimedia yang berupa gambar dan komponen pendukung lainnya dimana data tersebut dapat direpresentasikan, disimpan ditrasmisikan dan diproses secara digital. Citra digital komponen pembentuknya adalah matrik 2 dimensi yang berupa pixel.

2.

Cara

melakukan konversi

citra analog

ke digital adalah :

dapat

direpresentasikan sebagai diagram dibawah ini :

Sampling Citra Analog dengan waktu continue Diskrete dengan waktu continue

Quantisasi Diskrete dengan waktu diskrete

Encoder Digital image bit stream output

Citra analog disampling atau diambil level data sebesar sekian persen dari data keseluruhan, kemudian diquantisasi yaitu pembentukan data biner sebagai representasi data digital sehingga dapat diproses lagi secara digital. Data kemudian di encode untuk membentuk data digital yang merupakan hasil konversi. Proses Scanning merupakan salah satu bentuk konversi analog ke digital.

3.

Kelebihan dan kekurangan citra digital dibandingkan citra analog a. Kelebihan data digital dibandingkan dengan data analog : Data digital biasanya berukuran lebih kecil karena merupakan konversi dari data analog. Data Digital bersifat fleksibel Data digital biasanya tahan terhadap noise. Data digital mudah di transmisikan dan di proses Data digital memiliki amplitudo diskrete. Citra digital dapat disimpan di computer sehingga lebih tahan lama. Citra digital dapat dimodifikasi lagi sesuai keinginan dengan menggunakan software yang sesuai.

Data digital mudah untuk dilakukan kompresi data. Aplitudo digital bernilai pada bagian diskretenya saja sehingga mudah untuk menentukan harga amplitudo dan komponen lainnya

b. Kekurangan data digital dibandingkan data analog : Data digital merupakan hasil konversi data analog dengan proses sampling dan kuantisasi sehingga ada data asli yang dihilangkan. Jika citra digital diperbesar ( zoom ) maka gambar tersebut menjadi tidak kelihatan ( hancur ). Data Analog lebih lebih cocok untuk data suara. Kualitas suara pada data digital tidak akan sejernih sinya analog (contoh pada telepon)

4.

Pixel, Ruang warna , dan Color depth dari suatu citra digital a. Pixel adalah matrik dimensi dua yang membentuk elemen gambar. b. Ruang warna adalah kombinasi warna (RGB) yang ditentukan untuk menentukan kualitas atau jenis gambar (apakah gambar itu graysclae, CYMK atau gambar RGB). c. Color Depth adalah intensitas atau ukuran atau kedalaman dari suatu warna pada gambar tersebut sehingga tingkat pewarnaan gambar sesuai dengan yang diinginkan.

5.

Citra biner, citra grayscale dan citra berwarna tinggi a. Citra biner adalah citra (gambar) dimana hanya pixelnya terdiri dari 2 jenis data yaitu data biner 0 dan 1 dan Pixel depthnya = 1 (Gambar hitam putih). b. Citra Grayscale adalah citra (gambar) yang pixel depthnya > 1 dan

Metode ini gunanya untuk menggabungkan warna yang ada dan merataratrakannya lalu mengeset ketiga faktor warna dengan nilai rata-rata

sehingga gambar menjadi 3 golongan warna utama yakni hitam, putih, dan abu-abu. c. Citra Berwarna tinggi adalah citra (gambar) dengan komponen warna Luminance (ukuran kecerahan), hue (warna rasa) dan saturasi warna dengan ukuran yang tinggi dan merupakan gambar dimana satu

pixelnya terdiri dari warna yang lengkap

6.

Format citra *.bmp dan perbedaannya dengan format data *.jpg a. Format BMP adalah suatu format gambar yang berupa pemetaan bit-bit yang merupakan ukuran standar dari suatu gambar. File BMP lebih besar dari JPEG dan dapat dikompresi untuk memperkecil ukurannya. b. Format JPEG : (Join Picture Experts Group) yaitu Format gambar yang menampilkan jutaan warna, format ini cocok untuk photograpich atau continues-tone image. JPEG memiliki kualitas gambar yang tinggi,

ukuran file JPEG dapat diturunkan dengan melakukan kompresi. Gambar dengan format ini ukurannya lebih kecil dari BMP.