Anda di halaman 1dari 7

Stabilitas Numerik Model Numerik Elemen Hingga Petrov-Galerkin

Untuk Penyelesaian Persamaan Angkutan Konveksi-Difusi


(Hartana)



137


STABILITAS NUMERIK
MODEL NUMERIK ELEMEN HINGGA
PETROV-GALERKIN UNTUK PENYELESAIAN
PERSAMAAN ANGKUTAN KONVEKSI-DIFUSI


Hartana



ABSTRAKSI
Stabilitas numerik merupakan permasalahan yang sangat penting dalam setiap penggunaan
model numerik. Penelitian ini bertujuan untuk mencari batasan-batasan stabilitas numerik
penggunaan metode elemen hingga Petrov-Galerkin untuk penyelesaian persamaan konveksi-
difusi agar hasil hitungan memberikan hasil yang mengarah kepada penyelesaian yang benar.
Analisis stabilitas dilakukan pada problem 1 dimensi. Batasan-batasan yang akan diambil
sebagai analisis adalah angka Courant (Cr) dan koefisien upwinding () pada kasus konveksi
murni, sedangkan pada kasus konveksi-difusi adalah angka Peclet (Pe).

Hasil analisis menunjukkan bahwa skema numerik elemen hingga Petrov-Galerkin untuk
persamaan konveksi murni stabil pada nilai Cr maksimal 0,23 dengan nilai tertentu.
Sedangkan pada kasus yang melibatkan suku konvektif dan difusif skema numerik elemen
hingga Petrov-Galerkin stabil pada nilai Cr maksimal 0,23 dan Pe tertentu untuk nilai
optimum sama dengan nilai Cr-nya.

Kata kunci : stabilitas numerik, metode elemen hingga Petrov-Galerkin, konveksi-difusi


1. PENDAHULUAN
Dewasa ini model numerik semakin banyak digunakan untuk menyelesaikan
persamaan yang tidak dapat diselesaikan secara analitis ataupun persamaan yang
membutuhkan hitungan yang banyak. Permasalahan stabilitas numerik merupakan
permasalahan yang sangat penting dalam setiap penggunaan model numerik, karena
kestabilan model numerik akan membawa hasil hitungan mengarah kepada penyelesaian yang
benar dan menghindari terjadinya divergensi hasil hitungan. Dari penelitian ini diharapkan
akan diketahui batasan-batasan stabilitas numerik penggunaan metode elemen hingga Petrov-
Galerkin untuk memecahkan secara numeris persamaan angkutan.
Model numerik angkutan disusun dalam program komputer menggunakan Bahasa
Fortran. Formulasi Petrov-Galerkin dipilih karena dengan memasukkan nilai koefisien
upwinding () yang sesuai akan memberikan akurasi yang lebih tinggi dalam penyelesaian
persamaan angkutan dibandingkan dengan formulasi metode elemen hingga yang lain, seperti
Metode Taylor-Galerkin, Metode Galerkin (Standard Galerkin) ataupun Metode Classical
Upwind (Brooks, et.all, 1982).




Volume 6 No. 2, April 2006 : 137 - 143
138
2. PERSAMAAN ANGKUTAN KONVEKSI-DIFUSI
Persamaan angkutan diturunkan berdasarkan pada persamaan umum angkutan massa.
Unsur-unsur dinamika angkutan dapat dibedakan menjadi unsur angkutan dan unsur sebaran.
Persamaan angkutan dan sebaran (konveksi-difusi) suatu material mengikuti persamaan
berikut.
|

\
|


x
k
x x
u
t
(1)
dengan k adalah koefisien difusi dan u adalah kecepatan.


3. FORMULASI NUMERIK ELEMEN HINGGA DAN PENYUSUNAN PROGRAM
KOMPUTER
Dalam metode elemen hingga, sistem persamaan yang diselesaikan diberlakukan pada
elemen-elemen sehingga diperoleh formulasi dalam bentuk hubungan nilai-nilai yang dicari di
elemen-elemen tersebut. Penerapan Metode Sisa Berbobot ke dalam sistem persamaan
angkutan dan dengan memasukkan fungsi interpolasi ke variabel-variabel dalam sistem
persamaan menghasilkan persamaan diskret sebagai berikut.

[ ] [ ] { } 0 B K
t
M
^
l
^
l
l
^
= + +


(2)
dimana :
[ ] M adalah matriks massa, [ ] =

d N N M
j i

[ ] K adalah matriks kekakuan,
[ ]

=


d
x
N
x
N
2
h
u d
x
N
x
N
k d
x
N
N U K
l
j
l
j
l
j

{ } B adalah vektor kondisi batas, { }

= d
x
N
N k B
l
j

i, j, l = 1,2,3,,M; M adalah jumlah titik hitungan.
Persamaan (2) di atas didapatkan dengan menggunakan fungsi pembobot pada Metode
Petrov-Galerkin yang diberikan dalam persamaan berikut.

M ,..., 2 , 1 j ;
x
N
u
u
2
h
N W N W
j
j
j
~
j j
=

+ + = (3)
dengan M adalah jumlah titik hitungan, h adalah interval jarak titik hitungan, dan adalah
koefisien upwinding.

Stabilitas Numerik Model Numerik Elemen Hingga Petrov-Galerkin
Untuk Penyelesaian Persamaan Angkutan Konveksi-Difusi
(Hartana)



139
Sistem persamaan diskret (2) dapat diekspresikan dalam bentuk deferensi hingga
(finite difference) sebagai berikut.
[ ] [ ] { } 0 B ) 1 ( K
t
M
n
^ ^
n
^
1 n
^
n
^
1 n
^
= +
|
|

\
|
)
`

+
)
`


+
+
(4)
dengan adalah suatu besaran skalar. Jika =1 maka sistem persamaan adalah dalam skema
implisit; jika =0,5 dipakai dalam skema Crank-Nicholson dan jika =0 maka sistem
persamaan dalam skema eksplisit.
Berdasarkan pada formulasi elemen hingga yang diperoleh disusun program komputer
dengan Bahasa Fortran. Bagan Alir dapat penyusunan program komputer dapat dilihat pada
Gambar 1.

Pembentukan Matriks Massa : Integrasi Numerik d

j
N
i
N
Mulai
Baca Data Input :
Data Geometri Mesh Hitungan
Data Parameter Fisik Hitungan
Perakitan matriks massa dari koordinat lokal ke dalam koordinat global
Selesai

Hitungan Berulang Tiap Langkah Waktu
Pembentukan matriks kekakuan : Integrasi numerik

d
x
l
N
U
x
j
N
2
h
- d
x
l
N
x
j
N
k d
x
l
N
j
UN




Pembentukan vektor ruas kanan
Perkalian matriks kekakuan
dengan vektor nilai hasil hitungan pada langkah hitungan sebelumnya
Penerapan kondisi batas hilir hitungan : integrasi numerik

^
n
l
d n
x
l
N
j
N k
Penyelesaian persamaan matriks dan vektor
Perakitan matriks kekakuan dari koordinat lokal Ke dalam koordinat global


Gambar 1. Bagan Alir Penyusunan Program Komputer


Volume 6 No. 2, April 2006 : 137 - 143
140
4. ANALISIS STABILITAS NUMERIK
Analisis stabilitas numerik dimaksudkan untuk mencari batasan-batasan agar model
numerik memberikan hasil yang mengarah kepada penyelesaian yang benar. Batasan-batasan
yang akan diambil sebagai analisis adalah angka Courant (
x
t u
Cr

= ) dan koefisien upwinding


() pada kasus konveksi murni, sedangkan pada kasus konveksi-difusi adalah angka Peclet
(
k 2
x u
Pe

= ), dengan u adalah kecepatan, t adalah interval waktu x adalah panjang elemen,
dan k adalah koefisien difusi.
Analisis stabilitas dilakukan pada problem 1 dimesi pada persamaan angkutan dengan
kondisi awal berupa distribusi Gauss. Daerah ruang dibagi dalam 400 elemen dengan panjang
elemen, x, adalah 1 m. Langkah waktu (x) yang diambil adalah sebesar 0,25 detik.


5. HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam problem konveksi murni (nilai koefisien difusi nol) pada kasus dimana =0
atau dengan kata lain suku Petrov-nya ditiadakan, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa
selalu terjadi osilasi hasil hitungan walaupun pada angka Courant yang kecil, baik untuk
skema eksplisit (=0) maupun skema implisit (=1), seperti disajikan pada Gambar 2.






(a) (b)
Gambar 2. Hasil hitungan pada Cr = 0,01 menggunakan
skema eksplisit (a) dan skema implisit (b)

Pemakaian formulasi Petrov-Galerkin dengan memasukkan koefisien upwinding ()
dapat menghindari adanya osilasi. Pada penelitian ini dicari batasan-batasan nilai untuk
angka Courant tertentu agar hitungan numerik mencapai kestabilan. Pada Gambar 3 berikut
ditunjukkan hasil hitungan untuk beberapa nilai Cr dan .
Terlihat dari Gambar 3 di atas bahwa pada nilai Cr=0,15 dan =0,422 hasil hitungan
stabil, namun pada nilai Cr=0,15 dan =0,45 terjadi osilasi hitungan. Pada nilai Cr=0,15
terdapat nilai batas atas dan batas bawah nilai sehingga memberikan hasil hitungan yang
stabil, yaitu = 0,422 sebagai batas bawah dan =0,192 sebagai batas bawah. Selanjutnya
dicari nilai-nilai Cr yang lain untuk mencari batasan nilai yang memberikan kestabilan
numerik. Dari hasil running program untuk berbagai nilai Cr diperoleh data batasan nilai
seperti ditunjukkan pada Gambar 4.


-0,05
0,00
0,05
0,10
0,15
0,20
0,25
0,30
0 5 10 15 20 25 30 35
Jarak
N
i
l
a
i

H
i
t
u
n
g
a
n
t=0 t=80 t=160
t=240 t=320 t=400
-0,05
0,00
0,05
0,10
0,15
0,20
0,25
0,30
0 5 10 15 20 25 30 35
Jarak
N
i
l
a
i

H
i
t
u
n
g
a
n
t=0 t=80 t=160
t=240 t=320 t=400

Stabilitas Numerik Model Numerik Elemen Hingga Petrov-Galerkin
Untuk Penyelesaian Persamaan Angkutan Konveksi-Difusi
(Hartana)



141






(a) (b)
Gambar 3. Hasil hitungan pada Cr=0,15 dan = = = =0,422(a)Cr=0,15 dan = = = =0,45 (b)






Gambar 4. Batasan nilai yang memberikan kestabilan numerik
Dari analisis di atas dapat diketahui bahwa semakin besar nilai Cr maka range nilai
semakin kecil. Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa untuk mencapai kestabilan
numerik, nilai harus lebih besar dari nilai Cr sampai batas nilai tertentu. Namun demikian
semakin besar nilai semakin besar tingkat difusifitasnya walaupun pada kasus ini adalah
problem konveksi murni. Oleh karena itu untuk mendapatkan nilai yang optimum maka
diambil nilai yang paling minimal namun masih memberikan kestabilan numerik.
Untuk menentukan batasan kestabilan numerik dilakukan pemodelan pada beberapa
pasangan nilai Cr dan Pe. Pada Gambar 5 berikut ditunjukkan keluaran program yang
menunjukkan kestabilan numerik pada beberapa pasang nilai Cr dan Pe.











0,1
0,2
0,3
0,4
0,5
0,125 0,15 0,175 0,2 0,225 0,25
Angka Courant (Cr)
K
o
e
f
.

u
p
w
i
n
d
i
n
g
batas atas
batas bawah
0
0,1
0,2
0,3
0 50 100 150 200 250 300 350 400
Jarak
N
i
l
a
i

H
i
t
u
n
g
a
n
t=0
t=80
t=160
t=240
t=320
t=400
-0,3
-0,2
-0,1
0
0,1
0,2
0,3
0 50 100 150 200 250 300 350 400
Jarak
N
i
l
a
i

H
i
t
u
n
g
a
n
t=0 t=80
t=160 t=240
t=320 t=400
osilasi


Volume 6 No. 2, April 2006 : 137 - 143
142

Gambar 5. Keluaran program pada berbagai nilai Cr dan Pe
Hitungan selanjutnya dilakukan untuk pasangan nilai Cr dan Pe yang lain. Dari
berbagai pasang nilai Cr dan Pe tersebut, dapat digambarkan garis yang merupakan batas
kestabilan numerik. Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 6, daerah yang diarsir adalah
daerah dimana pasangan nilai Cr, Pe, dan yang memberikan stabilitas numerik.









Gambar 6. Batas Kestabilan Numerik untuk berbagai nilai Cr, Pe dan
Dari analisis di atas dapat ditunjukkan bahwa nilai yang optimal adalah sama
dengan nilai Cr-nya itu sendiri, karena pada nilai kurang dari nilai Cr, hitungan sudah tidak
stabil lagi.

Cr = = 0,16; Pe = 3,8
-0,1
0,0
0,1
0,2
0,3
0 50 100 150 200 250 300 350 400
Jarak
N
i
l
a
i

H
i
t
u
n
g
a
n
t=0
t=80
t=160
t=240
t=320
t=400
Cr = = 0,16; Pe = 3,9
-0,1
0,0
0,1
0,2
0,3
0 50 100 150 200 250 300 350 400
Jarak
N
i
l
a
i

H
i
t
u
n
g
a
n
t=0
t=80
t=160
t=240
t=320
t=400
Cr = = 0,23; Pe = 3,9
-0,1
0,0
0,1
0,2
0,3
0 50 100 150 200 250 300 350 400
Jarak
N
i
l
a
i

H
i
t
u
n
g
a
n
t=0
t=80
t=160
t=240
t=320
t=400
Cr = = 0,23; Pe = 16,4
-0,1
0,0
0,1
0,2
0,3
0 50 100 150 200 250 300 350 400
Jarak
N
i
l
a
i

H
i
t
u
n
g
a
n
t=0
t=80
t=160
t=240
t=320
t=400
osilasi
osilasi
0,00
0,05
0,10
0,15
0,20
0,25
0 5 10 15 20
Angka Peclet (Pe)
A
n
g
k
a

C
o
u
r
a
n
t

(
C
r
)

=

K
o
e
f
.

u
p
w
i
n
d
i
n
g

(
)
S T A B I L

Stabilitas Numerik Model Numerik Elemen Hingga Petrov-Galerkin
Untuk Penyelesaian Persamaan Angkutan Konveksi-Difusi
(Hartana)



143

6. KESIMPULAN
Dari analisis yang sudah dilakukan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.
1. Penyelesaian persamaan konvektif menggunakan formulasi Petrov-Galerkin dengan
memasukkan koefisien upwinding () dapat menghindari adanya osilasi hasil
hitungan.
2. Skema numerik elemen hingga Petrov-Galerkin untuk persamaan konveksi murni
stabil pada angka Courant (Cr) maksimal 0,23 dengan nilai koefisien upwinding ()
tertentu.
3. Skema numerik elemen hingga Petrov-Galerkin yang melibatkan suku konvektif dan
difusif stabil pada nilai angka Courant (Cr) maksimal 0,23 dan angka Peclet (Pe)
tertentu untuk nilai optimum sama dengan nilai Cr-nya.


DAFTAR PUSTAKA
Akin, J. E., 1994, Finite Element for Analysis and Design, Academic Press Limited
Brooks, A.N., Hughes, Th.J.R., 1982, Streamline Upwind/Petrov-Galerkin Formulations for
Convection Dominated flows with Particular Emphasis on The Incompressible
Navier-Stokes Equations, an International Journal for Computer Methods in Applied
Mechanics and Engineering 32, North Holland
Burnett, David S., 1987, Finite Element Analysis, Addison-Wesley Publishing Company
Donea, Jean, 1984, A Taylor-Galerkin Method For Convective Transport Problem, an
International Journal for Computer Methods in Applied Mechanics and Engineering,
Vol 20
Farlow, S.J., 1982, Partial Differential Equations, John Wiley & Sons
Hartana, 1997, Model Numerik elemen Hingga 3D Untuk Sebaran Gelembung Udara Dalam
Air, Tesis, Program Pascasarjana UGM, Yogyakarta
Zienkiwicz, O.C., Taylor, R.L., 1991, The Finite Element Method vol 2 : Solid and fluid
Mechanics Dynamics and Nonlinearity, Mc Graw Hill Book Company


RIWAYAT PENULIS
Hartana, ST, M.T, adalah staf pengajar Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas
Mataram, Mataram NTB.