Anda di halaman 1dari 7

BAB 4 HASIL PENELITIAN

Pada bab ini akan disajikan hasil penelitian tentang Hubungan Bayi Baru Lahir Rendah Dengan Kejadian Hipotermi di RSUD Dr. Soegiri Lamongan

Tahun 2013. Hasil penelitian dalam bab ini dibagi dalam 3 bagian yaitu gambaran umum lokasi penelitian, data umum, dan data khusus. Data umum mengenai umur ibu, paritas, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, masa gestasi, sedangkan data khusus mengenai berat badan lahir rendah, dan kejadian Hipotermi , data hubungan antara Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dengan kejadian Hipotermi .

4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian Lokasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah RSUD Dr. Soegiri Lamongan. RSUD Dr. Soegiri Lamongan merupakan salah satu rumah sakit di Kabupaten Lamongan dan merupakan rumah sakit tipe B Non Pendidikan sesuai dengan SK Menteri Kesehatan RI Nomor : 970/Men.Kes/SK IX/2008 RSUD Dr.Soegiri Lamongan adalah unsur penunjang pelaksana pemerintah daerah di bidang pelayanan kesehatan. RSUD Dr. Soegiri Lamongan mempunyai tugas melaksanakan upaya penyembuhan, pemulihan yang dilaksanakan secara terpadu dengan upaya peningkatan serta pencegahan dan melaksanakan upaya rujukan, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam

menyelenggarakan tugas sebagaimana yang dimaksud di atas, RSUD Dr. Soegiri Lamongan mempunyai fungsi fungsi sebagai berikut: pelayanan medis, pelayanan

penunjang medis dan non medis, pelayanan asuhan keperawatan, pelayanan rujukan, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan, pelaksanaan penelitian dan pengembangan, dan pengolaan administrasi keuangan. RSUD Dr. Soegiri Lamongan terletak di jalan Kusuma Bangsa No. 07 Lamongan, menempati lahan seluas 4 hektar. Jenis layanan yang dimiliki RSUD Dr. Soegiri Lamongan adalah IGD atau Instalansi Gawat Darurat, rekam medik, Instalansi rawat jalan / Poli yang terdiri dari : Poli Dalam, Poli Paru, Poli Jantung, Poli Kandungan, Poli Kulit dan Kelamin, Poli Telinga, Hidung dan Tenggorokan atau THT, Poli Mata, Poli Bedah, Poli Anak, Poli Ortopedi, Poli Syaraf, Poli Bedah Umum, Instalansi rawat inap yang terdiri dari : RPD atau Ruang Penyakit Dalam, RB atau Ruang Bedah, RA atau Rawat Anak, RBK atau Ruang Bersalin dan Kandungan, Ruang Neonatus, Ruang Bersalin VK atau Viber Kamer, Ruang Pavillium KORPRI dan Ruang Pavillium VIP, Instalansi Bedah Sentral, Instalansi Radiologi, Instalansi Patologi Klinik, Instalansi Farmasi, Instalansi Gizi, Instalansi Rehabilitasi, Instalansi Perawatan Intensif, IPS atau Instalansi Pemeliharaan Sarana, IPL atau Instalansi Penyehatan Lingkungan, dan Instalansi Kesehatan Mental. Penelitian ini dilakukan di Unit Rawat Inap VK atau Viber Kamer, dimana sebelah selatan berbatasan dengan Unit Rawat Inap Bedah, sebelah barat berbatasan dengan Laboratorium dan pavilliun tiga, sebelah utara berbatasan dengan Instalansi Rawat Jalan dan sebelah timur berbatasan dengan Neonatus. Susunan Organisasi RSUD Dr. Soegiri Lamongan terdiri atas Direktur yang dibantu oleh Wakil Direktur Umum atau Bagian Umum dan Kepegawaian,

Subbag Umum Hukum atau Organisasi dan Pemasaran dan Keuangan, Subbag Anggaran, Subbag Perbendaharaan Mobilisasi Dana, Subbag Akutansi dan Verivikasi, Bagian Program atau Subbag Penyusunan Program, Subbag Evaluasi Rekamedik, dan Pelaporan, Wakil Direktur Pelayanan atau Subbag Pelayanan Medik, Subbag Pelayanan Keperawatan dan Penunjang atau Subbag Penunjang Medik dan Subbag Penunjang Non Medik, Kelompok Jabatan Fungsional atau Komite Medik, Staf Medis Fungsional, Komite Keperawatan, dan instansi. Dasar Hukum RSUD Dr. Soegiri Lamongan adalah Peraturan Daerah Kabupaten Lamongan No. 12 Tahun 2002 tentang organisasi dan tata kerja badan pengelola RSUD Dr. Soegiri Lamongan. Dan Kedudukan RSUD Dr. Soegiri Lamongan adalah Sebagai unsur penunjang pelaksana pemerintah daerah di bidang pelayanan kesehatan.

4.1.1 Data Umum 1) Umur Ibu Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Umur Ibu yang Memiliki Bayi BBLR di RSUD Dr. Soegiri Lamongan Tahun 2013. Umur Ibu <20 Tahun 21-35 Tahun >35 Tahun Jumlah Frekuensi 24 20 15 59 Persentase (%) 40.7 33.9 25.4 100.0

Tabel 4.1 menunjukan hampir setengah (40,7%) atau sejumlah 24 responden berusia < 20 Tahun.

2) Paritas Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Paritas Ibu di RSUD Dr. Soegiri Lamongan Tahun 2013. Paritas Primipara Multipara Jumlah Frekuensi 19 40 59 Persentase (%) 32.2 67.8 100.0

Tabel 4.2 menunjukan bahwa sebagian besar (67,8%) atau sejumlah 40 responden merupakan multipara.

3) Pendidikan Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pendidikan Ibu di RSUD Dr. Soegiri Lamongan Tahun 2013. Pendidikan SD SMP SMA Perguruan Tinggi Jumlah Frekuensi 10 20 18 11 59 Persentase (%) 16.9 33.9 30.5 18.6 100.0

Tabel 4.3 menunjukan bahwa Hampir setengah (33,9%) atau sejumlah 20 responden pendidikan terakhir adalah SMP. 4) Pekerjaan Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pekerjaan Ibu di RSUD Dr. Soegiri Lamongan Tahun 2013. Pekerjaan Tidak Bekerja Petani Wiraswasta PNS/Guru Jumlah Frekuensi 33 10 14 2 59 Persentase (%) 55.9 16.9 23.7 3.4 100.0

Tabel 4.4 menunjukan bahwa sebagian besar (55,9%) atau sejumlah 33 responden tidak bekerja. 5) Masa Gestasi Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Masa Gestai di RSUD Dr. Soegiri Lamongan Tahun 2013. Masa Gestasi <36 Minggu 37-42 Minggu Jumlah Frekuensi 42 17 59 Persentase (%) 71.2 28.8 100.0

Tabel 4.5 menunjukan bahwa sebagian besar (71,2%) atau sejumlah 42 responden memiliki masa gestai < 36 minggu. 4.1.2 Data khusus 1) Berat Badan Lahir Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Berat Bayi Lahir Rendah di RSUD Dr. Soegiri Lamongan Tahun 2013. BBLR BBLR BBLSR BBLASR Jumlah Frekuensi 32 15 12 59 Persentase (%) 54.2 25.4 20.3 100.0

Tabel 4.6 menunjukan bahwa sebagian besar (54,2%) atau sejumlah 32 responden termasuk dalam Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR)

2) Suhu Badan Bayi. Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Suhu Badan Bayi di RSUD Dr. Soegiri Lamongan Tahun 2013. Suhu Badan Bayi Tidak Hipotermi Hipotermi Ringan Hipotermi Sedang Hipotermi Berat Jumlah Frekuensi 15 23 10 11 59 Persentase (%) 25.4 39.0 16.9 18.6 100.0

Tabel 4.7 menunjukan bahwa sebagian besar (39%) atau sejumlah 23 responden termasuk Hipotermi ringan.

3) Hubungan antara Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) dengan kejadian Hipotermi . Tabel 4.8 Hubungan Bayi Baru Lahir Rendah Dengan Kejadian Hipotermi di RSUD Dr. Soegiri Lamongan Tahun 2013.

BBLR Tidak Hipotermi BBLR BBLSR BBLASR Jumlah 11 2 2 15 % 18,6 3,3 3,3 25,2

SuhuBayi Hipotermi Hipotermi Ringan Sedang 14 7 2 23 % 23,7 11,8 3,3 38,8 3 4 3 10 % 5 6,7 5 16,7

Jumlah Hipotermi Berat 4 2 5 11 % 6,7 3,3 8,4 18,6 %

32 54,3 15 25,4 12 20,3 59 100

Tabel 4.8 menunjukan bahwa hampir setengah (23,7%) atau sejumlah 14 bayi BBLR mengalami Hipotermi Ringan.

Setelah pengumpulan data selesai dilakukan dan didapati distribusi dari masing-masing data, langkah selanjutnya yaitu analisa data menggunakan uji Spearman Rank menggunakan program SPSS 16.0 for windows antara Bayi Baru Lahir Rendah Dengan Kejadian Hipotermi, diperoleh hasil sebagai berikut: Spearman's rho BBLR Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N Suhu Tubuh Bayi Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N .336 BBLR 1.000 . 59
**

Suhu Tubuh Bayi .336** .009 59 1.000 . 59

.009 59

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Berdasarkan hasil analisa tersebut didapati nilai Correlation Coefficient Spearman (rs) = 0, 336 dan nilai sig. 2 tailed () = 0, 009 dimana < 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak yang artinya Terdapat Hubungan Bayi Baru Lahir Rendah Dengan Kejadian Hipotermi di RSUD Dr. Soegiri Lamongan Tahun 2013.