Anda di halaman 1dari 4

MIX DESAIN Proses merancang dan memilih bahan yang cocok dan menentukan proporsi relatif dengan tujuan

memproduksi beton dengan kekuatan tertentu, daya tahan tertentu dan sekonomis mungkin. Pengadukan Peroses pencampuran antara bahan-bahan dasar yaitu air, semen, pasir dan kerikil, dengan perbandingan yang baik. Pengadukan dilakukan sampai warna adukan tampak rata, dan kekentalan yang cukup dan tampa campuran yan homogen. Peroses pengadukan 1. Membersihkan dalam molendengan air 2. Memasukan kerikil menyalakan mesin aduk dan menaduknya 3. Memasukan semen kemudian engaduknya hingga merata 4. Memasukan air sedikit demi sedikit sehingga cukup

SUJI SLUMP Untuk menentukan konsistensi suatu campuran beton berdasarkan satuan SLUMP Prosedur percobaan :

1. Siapkan cetakan dan pelat 2. Letakkan cetakan diatas pelat. 3. Isi cetakan dengan beton segar sampai penuh dalam tiga lapis. Tiap kira- kira 1/3 isi cetakan. Setiap lapis dipadatkan dengan tongkat pemadat sebanyak 25 kali tusukan secara merata. Tongkat pemadat harus masuk tepat sampai lapisan bagian bawah tiap tiap lapisan. Pada bagian bawah atau lapisan pertama, penusukan bagian tepi dilakukan dengan tongkat dimiringkan sesuai dengan kemiringan dinding cetakan. 4. Setelah selesai pemadatan, ratakan permukaan benda uji dengan tongkat, tunggu selama menit dan dalam jangka waktu ini, semua lapisan kelebihan beton segar disekitar cetakan harus dibersihkan. 5. Cetakan diangkat perlahan lahan tegak lurus keatas. 6. Balikkan cetakan dan letakkan disamping benda uji. 7. Ukur SLUMP yang terjadi dengan menggunakan perbedaan tinggi cetakan dengan tinggi rata rata dari benda uji. Nilai slump Nilai SLUMP = Tinggi cetakan Tinggi rata rata benda uji

Umumnya nilai slump adalah 2 cm dari 12 cm, atau seperti pada PBI 1971 dan ACI committee 211 yang berupa rentang maksimum dan minimum. PENCETAKAN SILINDER BETON Prosedur 1. Cetakan dibersihkan dan dilumasi dengan oli.

2.

Masukkan adukan beton ke dalam cetakan silinder sampai ketinggian 1/3 tinggi corong, lalu padatkan dengan menggunakan tongkat baja dengan cara ditusuktusukkan merata sebanyak 25 kali

3.

Isi kembali dengan adukkan beton segar sebanyak 2/3 ketinggian cetakan dan lakukan penusukkan kedua sebanyak 25 kali dan tidak boleh mencapai lapisan pertama

4.

Isi kembali dengan adukan `beton sampai mencapai permukaan cetakan dan ulangi penusukan hanya pada lapis ke tiga sebanyak 25 kali.

5.

Pukul permukaan cetakan beton silinder menggunakan palu kayu agar tidak ada gelembung udara yang naik kepermukaan

6. 7.

Setelah itu ratakan permukaan beton menggunakan pisau perata atau catok Diamkan beton selama 24 jam

8. Setelah itu dikeluarkan dari cetakan 9. Sipan bendauji ketempat lembab, dan hidari dari sinar mata hari langsung

PEMERIKSAAN BETON KERAS 1. Uji Kuat Tekan Silinder Beton Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan kekuatan tekan beton berbentuk silinder yang dibuat dan dirawat di Laboratorium. Kekuatan tekan beton adalah beban persatuan luas yang menyebabkan beton hancur. 2. Uji Kuat Tarik Belah Silinder Beton Maksud dari pengujian kuat tarik belah silinder beton ini adalah untuk memperoleh nilai kuat tarik beton dengan cara pengujian belah benda uji silinder beton dengan menggunakan mesin uji desak. Pengujian kuat tarik beton dengan cara ini lebih banyak dilakukan daripada pengujian langsung dengan mesin uji tarik beton, karena kesulitan dalam pelaksanaan dan adanya tegangan sekunder yang selalu timbul di tempat pegangan. 3. Pengujian Modulus Elastis Statis dan Rasio Poison Beton dengan kompresor Ekstensometer 4. Pengujian Kuat Lentur Balok Yang Dibebani Terpusat Ditengah Bentang