Anda di halaman 1dari 9

NURUL UTAMI S.

M II B 331 11 011

B. Pipa Orifice

=1 g/ml

a. Data 1 ( )

b. Data 2 ( )

c. Data 3 ( )

d. Data 4

NURUL UTAMI S.M II B 331 11 011

e. Data 5 ( )

Ao Ao

do d1

3.14 0,022 m 2 3,7994 104 m2 4 3.14 0,039 m 2 1,11939 103 m2 4

Untuk data 1

{ {

( ( *

)} )} )+

NURUL UTAMI S.M II B 331 11 011

Untuk Data 2

{ { ( ( * ( )} )} )+

Untuk Data 3

{ { ( ( * ( )} )} )+

NURUL UTAMI S.M II B 331 11 011

Untuk Data 4

{ { ( ( * ( )} )} )+

Untuk Data 5

{ { ( ( * ( )} )} )+

NURUL UTAMI S.M II B 331 11 011

Table Hasil Perhitungan Untuk 5 Percobaan Waktu (s) 8,77 8,05 7,14 6,52 5,20 teori (m H2O) 0,2766 0,3039 0,3975 0,5255 0,9013 Praktek Q (m Hg) 0,272 0,2992 0,3808 0,5168 0,7344 (m3s) 0,0005602 1,7 % error

0,00058719 1,54 0,00067159 4,2 0,00077220 1,65 0,00101122 18

Rata-rata 5,418

Penentuan % Kesalahan Data 1

Data 2

NURUL UTAMI S.M II B 331 11 011

= 1,54 % Data 3

= 4,2 % Data 4

= 1,65 % Data 5

= 18 %

NURUL UTAMI S.M II B 331 11 011

VIII. PEMBAHASAN PIPA ORIFICE Percobaan ini adalah percobaan flowmeter dimana tujuan dari percobaan ini salah satunya mengetahui karakter orifice dan mengevaluasi besarnya penyimpangan pressure drop yang terjadi pada saat praktikan melaukan percobaan. Flowmeter adalah alat untuk mengukur jumlah atau laju aliran dari suatu fluida yang mengalir dalam pipa atau sambungan terbuka. alat ini terdiri dari primary device, yang disebut sebagai alat utama dan secondary device (alat bantu sekunder). Flowmeter umumnya terdiri dari dua bagian, yaitu alat utama dan alat bantu sekunder. Alat utama menghasilkan suatu signal yang merespons terhadap aliran karena laju aliran tersebut telah terganggu. Alat utamanya merupakan sebuah plat orifice yang mengganggu laju aliran, yaitu menyebabkan terjadinya penurunan tekanan. Alat bantu sekunder menerima sinyal dari alat utama lalu menampilkan, merekam, dan/atau mentrasmisikannya sebagai hasil pengukuran dari laju aliran. Pada percobaan ini yang pertama-tama dilakukan adalah kalibrasi peralatan. Tujuan dari kalibrasi ini adalah untuk mempertahankan keakuratan dari nilai data pengamatan yang dihasilkan. Prosedur yang dilakukan adalah memasang pipa orifice dan mengalirkan air melalui saluran pipa hingga melewati pipa orifice dan usahakan gelembung tidak terlalu besar . Selanjutnya menutup katup flow control dan

membiarkan air mengalir. Menngalirkan air sebanyak 5-10 liter kecepatan tertentu dan mencatat waktu serta perbedaan headnya. Mengambil 5 data dengan kecepatan yang berbeda-beda, catat waktu untuk air mengalir setiap 5 liter. Lalu menghitung pressure dropnya. Pressure drop terjadi akibat aliran fluida mengalami gesekan dan permukaan saluran dan dapat pula terjadi karena aliran melewati sambungan, kutub, difusor dan lainlainnya. Besarnya pressure drop bergantung pada: kecepatan aliran, kekasaran permukaan, panjang pipa dan diameter pipa. Pressure drop pada percobaan ini

NURUL UTAMI S.M II B 331 11 011

bergantung pada laju alir. Dimana,semakin besar laju alirnya maka pressure dropnya semakin besar. Hal ini terjadi karena variasi nilai headnya semakin tinggi apabila waktu yang digunakan semakin cepat pada volume tetap yaitu 5 Liter. Persamaan Bernoulli ini adalah aliran tak termampatkan yang dicirikan dengan tidak berubahnya kerapatan massa dari fluida di sepanjang aliran tersebut.

GRAFIK HUBUNGAN Q VS DELTA H


1 0.9 0.8 0.7 0.6 0.5 0.4 0.3 0.2 0.1 0 0 0.0002 0.0004 0.0006 0.0008 Q 0.001 0.0012 PERBEDAAN HEAD

TEORI PRAKTIK

Dari hasil percobaan

ini seperti terlihat pada grafik didapatkan adanya

perbedaan nilai head teoritis dan nilai head praktek, sehingga % Error keseluruhan dari perbedaan tersebut yaitu 5,418 %. Hal ini terjadi kemungkinan karena kurangnya ketelitian pada saat mengukur perbedaan head dari masing- masing percobaan. Terlihat dari grafik bahwa niali Q berbanding lurus dengan nilai H baik H teori maupun praktik. Jika dalam praktikum pengukuran H menggunakan manometer air raksa (Hg), maka data tersebut dikonversi ke satuan mH2O karena pada saat mencari H teori satuan yang di dapat adalah mH2O.

NURUL UTAMI S.M II B 331 11 011

IX. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Semakin tinggi/cepat Q(laju alirnya) maka semakin tinggi pula delta head-nya. Tekanan untuk pipa venture lebih besar daripada pipa orrifice Pressure drop yang didapatkn adalah 5,4% Pada hasil praktikum dapat kita melihat bahwa % error yang dapat digunakan sebagai patokan didalam menjalankan alat flow meter untuk menyesuaikan pada laju alir berapa alat bekerja dengan maksimal. Gelembung pada pipa yang menghubungkan antara manometer dengan alat flow meter akan menyebabkan penyimpangan tekanan yang akan terbaca, karena air harus lebih dahulu mengisi ruang kosong yang ada didalam pipa baru memberikan keterangan berapa selisih perbedaan tekanannya

Saran
Sebaiknya praktikan selalu kalibrsi flowmeter setiap mengganti pipa baik orifice maupun ventury Pada saat percobaan dengan menggunakan celah U dan Celah V, sebaiknya celahnya diberi tanda 5 titik untuk memudahkan pengambilan data Upayakan pembacaan perbedaan tekanan seteliti mungkin agar penyimpangan pressure drop nantinya tidak terlalu besar Penentuan waktu diharapkan secermat mungkin karena akan berpengaruh pada delta h teori yang diperoleh