Anda di halaman 1dari 21

BAB III KONSEP RANCANGAN

A. Analisis Kebutuhan Prototype sistem kendali otomatis pengaturan suhu dan kelembaban ruang penyimpanan bawang merah bekerja berdasarkan input dari sensor SHT11. Alat dan bahan yang diperlukan secara terperinci ditunjukkan pada Tabel 1 dan Tabel 2. 1. Alat No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 2. Bahan Tabel 2. Kebutuhan Bahan Jumlah Nama (buah) Akrelik Bening 2 Tabel 1. Kebutuhan Alat Nama Alat Gergaji Kayu Cutter Akrelik Solder Multimeter Bor Penyedot Timah Setrika Obeng Tang Gunting Patar (kikir) Penggaris USB Downloader Printer Komputer Jumlah (buah) 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1

No. 1.

Keterangan 220 x 90, tebal 2 mm dan 100 x 45, tebal 3 mm

26

27

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39.

Kipas DC Engsel Kotak Kontak Kabel Kaki Box Baut Mur Penyangga PCB Spon Jaring Pipa Karet Lem Akrelik Lem Pipa Alat mist maker Pompa Air Pemanas Papan PCB Fiber Transformator Saklar on/off Kotak Sekering Sekering LCD Mikrokontroler ATmega8 Relay Sensor SHT11 Pin Deret Sisir Black Housing Push On Regulator Tegangan Soket Pemanas Motor Kertas Striker Cat Pilox Dioda Resistor Kapasitor Transistor Trimpot X-Tal

2; 1 4 1 6 18; 2 18; 2 16 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 4 1 1 2; 2 1 1; 1 3 1 1 4 9 1 3 1 1

5 volt dc; 12 volt dc Ukuran kecil Putih, terminal kuningan Secukupnya Hitam Diameter 3 mm; 4 mm Diameter 3 mm; 4 mm Panjang 2 cm 40 x 12 cm 40 x 25 cm Secukupnya Ukuran kecil 20 x 10 cm 2 Ampere 2A 16 x 2 karakter
32 port I/O, 8 bit

12 volt 40 pin, warna hitam 6 pin; 4 pin AN7805 (5 volt); AN7812 (12 volt) Warna putih Warna Putih 1004N 2 x 100, 4 x 10k, 3 x 1k 100F, 10V BC547, 1A 100K 12000MHz

28

B. Perancangan dan Pembuatan Alat 1. Diagram Blok Sistem Prototype sistem kendali otomatis suhu dan kelembaban ruang penyimpanan bawang merah ini terdiri dari empat elemen penting yang yaitu masukan, kendali, keluaran dan catu daya. Gambar 9 menunjukkan masukan terdiri dari sebuah sensor suhu dan kelembaban yaitu SHT11. Bagian kendali menggunakan mikrokontroler ATmega8. Keluaran dari sistem ini terdiri dari LCD, pemanas, kipas, pompa air dan mist maker. Catu daya memberikan tegangan kepada masukan, kendali dan keluaran.

ACV ~
Gambar 9. Blok Digram Sistem Kendali Otomatis Catu daya mengubah tegangan 220vac menjadi tegangan 5 vdc dan 12 vdc. Tujuan dari catu daya adalah mensuplai tegangan untuk sensor SHT11, ATMega8 dan beberapa output alat yang antara lain yaitu kipas dan LCD. SHT11, ATMega8 dan LCD menggunakan tegangan 5vdc

29

pada catu daya, sedangkan kipas menggunakan 12 vdc catu daya. Output lain seperti pemanas, pompa dan mist maker menggunakan tegangan 220vac sebagai sumber tegangan yang tentu saja pengaktifan dari semua output tersebut akan diproses melalui ATMega8. Sensor SHT11 akan mendeteksi suhu dan kelembaban dari ruangan yang diproses melalui ATMega8 sehingga dapat ditampilkan di layar LCD. Tampilan di layar LCD akan berpengaruh pada pengaktifan kesemua output. Output alat akan aktif bila pada layar LCD menunjukkan setting point alat telah berubah. Setting point alat prototype ini berkisar pada suhu 30o-34oC dan pada kelembaban 65-75%RH. 2. Pemasangan Sensor SHT11 Sensor yang digunakan dalam perancangan prototype sistem kendali ini adalah sensor SHT11 yang merupakan sensor yang mempu mendeteksi nilai suhu dan kelembaban tertentu. Sensor SHT11 akan terhubung dengan mikrokontroler yang ditunjukkan pada Gambar 10. Sensor SHT11 ini adalah sensor suhu dan kelembaban relatif dilengkapi dengan multi modul sensor yang outputnya telah dikalibrasikan secara digital.

30

Gambar 10. Pemasangan sensor SHT11 (Sumber : Datasheet humidity sensor SHT11) 3. Perancangan dan Pembuatan Catu Daya Catu daya merupakan komponen pokok yang harus ada, tanpa bagian ini komponen elektronika tidak akan bekerja. Catu daya berfungsi sebagai penyedia sumber tegangan ke rangkaian elektronik. Gambar 11 menunjukkan rangkaian catu daya yang nantinya akan terhubung pada rangkaian kontrol.
Regulator 7812

Kipas

Regulator 7805

Mikrokontroler

Gambar 11. Rangkaian Catu Daya Rangkaian catu daya ini terdiri dari 1 buah tranformator step down 2A atau bisa juga digunakan 1A dengan tegangan keluaran 12 volt ac, 4 buah dioda IN4001, 2 buah kapasitor 2200F/16V, 2 buah kapasitor 1000F/16Vdan 2 buah regulator tegangan masing-masing 7805 dan 7812. a. Transformator Step Down

31

Transformator berfungsi untuk menurunkan tegangan bolakbalik ac 220 volt dari PLN menjadi 12 volt ac. Tegangan 12 volt diperlukan agar tegangan yang disearahkan tidak terlalu besar. b. Dioda Dioda penyearah berfungsi untuk menyearahkan tegangan bolak-balik (AC) menjadi tegangan searah (DC). c. Kapasitor Terdapat 2 jenis kapasitor yang digunakan yaitu electrostatic capasitor yang merupakan kapasitor yang dibuat dengan bahan dielektrik dari keramik dan electrolytic capacitor yang memiliki perbedaan polaritas antara kedua kakinya (Richard Blocher 2004:61). Kapasitor yang digunakan berjumlah 4 buah yang bernilai masing-masing 2200F dan 1000F. 2 buah kapasitor dipasang setelah dioda penyearah yaitu 2200F. Fungsi dari kapasitor ini menjaga tegangan agar tidak terjadi tegangan riak dan 2 kapasitor lainnya yaitu 1000F dipasang setelah IC Regulator 7805 dan 7812. Kapasitor ini berfungsi sebagai penstabil tegangan yang menyuplai ke sensor dan mikrokontroler. d. Regulator Regulator AN7805 digunakan agar mendapatkan nilai tegangan keluaran yang konstan sebesar 5 volt sedangkan regulator AN7812 digunakan agar mendapatkan tegangan keluaran yang konstan sebesar 12 volt. Tegangan yang sebesar 5 volt digunakan untuk

32

mencatu sensor, mikrokntroler, LCD dan mencatu relay yang digunakan sebagai output untuk kipas, pompa dan pemanas sedangkan tegangan yang sebesar 12 volt digunakan untuk output ke kipas. Regulator ini memiliki 3 buah pin yaitu input, nol dan output. Komponen diatas harus dipasang dan disambung satu dengan yang lain sesuai dengan gambar. Komponen tersebut perlu direkatkan pada PCB (Printed Circuit Board). Perancangan pembuatan PCB dilakukan dengan bantuan software PCB Wizard. 4. Perancangan dan Pembuatan Rangkaian Kontrol Rangkaian kontrol merupakan otak dari semua proses input dan output yang ditunjukkan pada Gambar 12. Bagian ini terjadi proses penerimaan perintah yang kemudian diolah dan pada akhirnya akan dieksekusi sebagai output. Bagian terpenting dari rangkaian kontrol ini adalah ATMega8 yang merupakan mikroprosesor yang dapat mengolah data dan memberikan eksekusi ke output. Komponen yang diperlukan adalah 1 buah ATMega8, X-Tal 12000 MHz, 2 buah kapasitor keramik 33pF non-polar. d

b c

33

Gambar 12. Rangkaian Kontrol a. ATmega8 ATmega8 berfungsi sebagai otak dari pengendali keseluruhan rangkaian. Rangkaian ini terdapat 3 port yang digunakan sebagai output yaitu PB4, PC2 dan PC3. PB4 digunakan sebagai output yang terhubung ke pemanas, PC2 digunakan sebagai output yang terhubung ke kipas dan PC3 digunakan sebagai output yang terhubung ke pompa air dan mist maker. Bagian sensor digunakan PC0 dan PC1 sebagai penghubung ke mikrokontroler. b. X-Tal X-Tal digunakan sebagai sumber clock eksternal yang memiliki nilai frekuensi 12000 MHz. Artinya dalam 1 detik terjadi 12000 M getaran. Getaran tersebut merupakan getaran sinyal yang dihasilkan oleh mikrokontroler. mikrokontroler ATMega8 bekerja memberikan sebanyak 12000 M getaran yang terjadi selama 1 detik. c. Kapasitor Keramik Kapasitor keramik digunakan untuk menstabilkan X-Tal pada mikrokontroler. Pemasangan kapasitor ini dihubungkan secara seri dan dihubungkan ke titik nol. Nilai kapasitor yang digunakan adalah 33pF. d. LCD

34

LCD digunakan untuk menampilkan hasil pembacaan dari sensor SHT11. Komponen di atas harus dipasang dan disambung satu dengan yang lain sesuai dengan gambar. Komponen tersebut perlu direkatkan pada PCB (Printed Circuit Board). Perancangan pembuatan PCB dilakukan dengan bantuan software PCB Wizard. 5. Perancangan dan Pembuatan Rangkaian Output a. Rangkaian Kipas Rangkaian ini menggunakan transistor sebagai saklar dari mikrokontroler yang dihubungkan ke port C2 (PC2) dan relay 12 volt dihubungkan ke kipas. Rangkaian kipas ditunjukkan pada Gambar 13. Kipas yang digunakan adalah sebuah kipas 12 volt dc.

Kipas

Gambar 13. Rangkaian Kipas Rangkaian kipas dimaksudkan untuk menurunkan temperatur yang melebihi dari setting point yang diinginkan. Saat suhu tinggi

35

maka kipas akan menyala, mengeluarkan udara panas yang terdapat dalam gudang.

b.

Rangkaian Pemanas Rangkaian pemanas juga menggunakan transistor sebagai saklar dari mikrokontroler yang dihubungkan ke port B4 (PB4) dan relay dihubungkan ke pemanas. Rangkaian pemanas ditunjukkan pada Gambar 14. Pemanas yang digunakan adalah kawat element pemanas yang di gulung melingkar. Standar suhu di dalam gudang penyimpanan adalah 30oC-34oC, suhu di dalam gudang penyimpanan diusahakan stabil agar tidak merusak bawang. Untuk menstabilkan suhu digunakan 2 buah pemanas yang dikendalikan dengan relay yang telah dihungkan ke mikrokontroler.

AC 220V Pemanas Gambar 14. Rangkaian Pemanas Kipas memiliki fungsi ganda dan sangat penting untuk proses penyimpanan bawang, selain untuk menurunkan suhu di dalam

36

gudang juga untuk menurunkan kelembaban. Pemanas akan menyala apabila kelembaban di dalam gudang melebihi dari setting point yang ditentukan yaitu 65-75%RH. c. Rangkaian Pompa Air dan Mist Maker Rangkaian pemanas juga menggunakan transistor sebagai saklar dari mikrokontroler yang dihubungkan ke port C3 (PC3) dan relay dihubungkan ke pompa air dan mist maker. Rangkaian pompa iar dan mist maker ditunjukkan pada Gambar 15.

AC 220V Mist Maker Pompa Air

Gambar 15. Rangkaian Pompa Air dan Mist Maker Rangkaian ini dimaksudkan untuk membantu pencapaian kelembaban sehingga mencapai setting point yang telah ditentukan. Apabila kelembaban kurang dari yang diinginkan maka pompa air dan mist maker secara bersama-sama akan menyala dan nyemburkan air yg akan menghasilkan kabut uap di permukaan dasar gudang.

37

6.

Rancangan Secara Keseluruhan Rancangan secara keseluruhan ini merupakan penyatuan dari rangkaian kontrol, input dan output seperti terlihat pada Gambar 16.

Gambar 16. Rangkaian Keseluruhan ATMega8 sebagai kendali dari keseluruhan rangkaian pada gambar 16. ATmega8 mengolah data masukan dari sensor SHT11 melalui port PC0 dan PC1 yang merupakan DATA dan SCK sensor. Hasil dari masukan sensor tersebut kemudian ditampilkan pada layar LCD. Tampilan dari LCD berpengaruh pada penyalaan output alat, apabila

38

tampilan dari LCD tidak sesuai dengan setting point yang ditentukan yaitu dengan suhu 30o-34oC dan kelembaban 65-75%RH, maka salah satu output akan aktif. Ada 4 output yang digunakan pada prototype yaitu pemanas, kipas, pompa dan mist maker. Pemanas terhubung pada PB4 yang berfungsi sebagai penurun kelembaban dan sekaligus menaikkan suhu pada ruangan bawang merah. PC3 dihubungkan ke output kipas yang berfungsi untuk menurunkan suhu ruangan pada gudang, sedangkan pompa dan mist maker dihubungkan secara paralel sebagai 1 output. Pompa air dan mist maker dihubungkan ke port PC2 yang berfungsi sebagai menaikkan kelembaban ruangan gudang. Output pada prototype ini akan off apabila sudah mencapai setting point yang ditentukan. 7. Perancangan dan Pembuatan Mekanik Perancangan dan pembuatan mekanik terbagi menjadi beberapa langkah yaitu a. b. c. d. Perancangan dan Pembuatan Prototype Gudang Bawang Perancangan dan Pembuatan Prototype Penampung Air Perancangan dan Pembuatan Box Rangkaian Perancangan dan Pembuatan Bagian Bawah Bahan yang digunakan adalah akrelik dengan ketebalan 2mm dan 3mm untuk bagian bawah alat, bahan akrelik ini telihat tipis namun kuat untuk pembuatan prototype. Software yang digunakan dalam

perancangan alat adalah Google SketchUp. Gambar perancangan

39

keseluruhan alat secara terperinci ditunjukkan pada Gambar 17 sampai dengan Gambar 27.

a.

Perancangan dan Pembuatan Prototype Gudang Bawang

Gambar 17. Prototype Gudang Tampak Depan

40

Gambar 18. Prototype Gudang Tampak Belakang

Gambar 19. Prototype Gudang b. Perancangan dan Pembuatan Prototype Penampung Air

41

Gambar 20. Prototype Penampung Air 1

Gambar 21. Prototype Penampung Air 2 c. Perancangan dan Pembuatan Box Rangkaian

Gambar 22. Box Rangkaian Prototype 1

42

Gambar 23. Box Rangkaian Prototype 2 d. Perancangan dan Pembuatan Bagian Bawah

Gambar 24. Bagian Bawah Prototype 1

43

Gambar 25. Bagian Bawah Prototype 2 e. Perancangan Gudang Bawang

44

Gambar 26. Penyatuan Keseluruhan Bagian Prototype 1

Gambar 27. Penyatuan Keseluruhan Bagian Prototype 2

C. Rencana Pengujian Alat 1. Alat yang Digunakan Alat yang digunakan untuk mengukur tegangan pada catu daya dan pada rangkaian adalah Multimeter (AVO Meter). 2. Lokasi Pengujian dan Pengambilan Data Pengujian dan pengambilan data prototype sistem kendali otomatis suhu dan kelembaban ruang penyimpanan bawang merah ini dilakukan di bengkel elektromekanik Jurusan Pendidikan Teknik Elektro UNY.

45

3.

Prosedur Pengoperasian Alat a. b. c. Hubungkan kabel power ke sumber PLN. Tekan tombol power. Memberikan pengaruh sehingga terjadi perubahan suhu dan kelembaban. d. Amati dan lakukan pengujian sesuai tabel pengujian alat.

4.

Pengujian Alat a. Pengujian Catu Daya Tabel 3 merupakan tabel pengujian untuk catu daya. Pengujian ini berupa pengujian tegangan masuk dan tegangan keluar. Tegangan sumber (PLN) Tabel 3. Rencana Pengujian Catu Daya Tegangan Tegangan Tegangan Tegangan output output output output transformator penyearahan regulator regulator tegangan 1 tegangan 2

b.

Pengujian Sensor dan Aplikasi Pengujian sensor dilakukan besamaan dengan pengujian aplikasi dikarenakan oleh sensor yang sudah terkalibrasi sehingga dengan menguji aplikasi atau kinerja alat akan sekaligus mengetahui kinerja sensor. Hasil pengujian sensor ditulis pada Tabel 4.

No. 1. 2. 3. 4.

Suhu yang dideteksi sensor

Tabel 4. Pengujian Sensor dan Kinerja Alat Kelembaban Pompa Suhu pada yang dideteksi Pemanas Kipas & Mist termometer sensor Maker

Keterangan

46

5. 6. 7. 8. 9. 10.