Anda di halaman 1dari 2

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penentuan massa molekul relatif (Mr) suatu senyawa volatil pada percobaan ini dilakukan melalui pengukuran massa jenis gas dari senyawa volatil yang diuapkan. Gas mempunyai sifat bahwa molekul-molekulnya sangat berjauhan satu sama lainnya, hampir tidak ada gaya tarik-menarik atau tolakmenolak di antara molekul-molekulnya sehingga gas akan mengembang dan mengisi seluruh ruang yang ditempatinya. Densitas dari gas dipergunakan untuk menghitung berat molekul suatu gas ialah dengan cara membandingkan suatu volume gas yang akan dihitung berat molekulnya dengan berat gas yang telah diketahui berat molekulnya (sebagai standar) pada temperatur atau suhu dan tekanan yang sama. densitas gas didefinisikan sebagai berat gas dalam gram perliter. Persamaan gas ideal bersama-sama dengan massa jenis gas dapat digunakan untuk menentukan berat molekul senyawa volatil. Dalam hal ini digunakan konsep gas ideal. Persamaan yang menghubungkan langsung massa molekul gas dengan rapatannya dapat diturunkan dari hukum gas ideal. Jika jumlah mol suatu gas dapat diketahui dengan membagi massanya dalam gram dengan massa molekulnya. Volatilitas merupakan kecenderungan seberapa mudah suatu senyawa untuk menguap yang ditentukan oleh tekanan uapnya. Tekanan uap juga tergantung pada temperatur, semakin besar tekanan uapnya maka akan semakin mudah menguap. Pada umumnya senyawa volatil memiliki bau atau aroma (Vernandes, dkk., 2011). Oleh karena senyawa volatil banyak dijumpai dalam kehidupan sehari hari maka percobaan berat molekul volatil penting dilakukan untuk mengetahui barang - barang yang mengandung senyawa volatil.

1.2 Perumusan Masalah Permasalahan yang timbul pada percobaan berat molekul volatil ini antara lain: 1. Bagaimana cara menentukan berat molekul dari senyawa volatil. 2. Bagaimana menghitung dan menentukan berat molekul dari sampel senyawa volatil. 3. Bagaimana cara mengetahui atau menentukan berat molekul dari suatu bahan yang tidak diketahui komposisinya. 1.3 Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan berat molekul volatil adalah: 1. Mengetahui berat molekul dari senyawa volatil. 2. Menentukan berat molekul senyawa volatil. 3. Mempelajari cara penentuan berat molekul dari senyawa volatil. 1.4 Manfaat Percobaan Manfaat yang dapat diperoleh dari percobaan ini antara lain: 1. Praktikan dapat mengetahui berat molekul dari senyawa volatil. 2. Praktikan diharapkan dapat menentukan berat molekul dari senyawa volatil. 3. Praktikan dapat mempelajari cara penentuan berat molekul senyawa volatil. 1.5 Ruang Lingkup Percobaan Praktikum Berat Molekul Volatil ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Fisika Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara dengan kondisi ruangan : Tekanan Udara Suhu : 760 mmHg : 30 oC

Adapun bahan-bahan yang digunakan selama percobaan ini adalah diisopropil eter (C6H14O), 2-propanol (C3H7OH) dan etanol (C2H5OH). Sedangkan alat yang digunakan adalah labu erlenmeyer, penangas air, neraca digital, desikator, gelas ukur, termometer, aluminium foil, karet gelang, jarum, penjepit tabung, kaki tiga dan bunsen. Percobaan ini dilakukan sebanyak 2 run untuk setiap senyawa volatil yang digunakan.