Anda di halaman 1dari 18

TUGAS PENDAHULUAN PRA PRAKTIKUM OSFIS 11 OKTOBER 2011

NAMA NIM

: M.HANIF RASYDA : 26020210141001

LABORATORIUM OSEANOGRAFI FISIKA PROGRAM STUDI OSEANOGRAFI JURUSAN ILMU KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2011

1.

Jelaskan metode dan prinsip kerja pengukuran temperatur dan konduktivitas di laut dengan menggunakan CTD (Conductivity Temperature and Depth Profiler) ! Sertakan gambar alatnya ! Jawab : Prinsip Pengukuran CTD. Pada Prinsipnya teknik pengukuran pada CTD ini adalah untuk mengarahkan sinyal dan mendapatkan sinyal dari sensor yang menditeksi suatu besaran, kemudian mendapatkan data dari metode multiplexer dan pengkodean (decode), kemudian memecah data dengan metode enkoder untuk di transfer ke serial data stream dengan dikirimkan ke kontrolunit via cabel. CTD diturunkan ke kolom perairan dengan menggunakan winch disertai seperangkat kabel elektrik secara perlahan hingga ke lapisan dekat dasar kemudian ditarik kembali ke permukaan. CTD memiliki tiga sensor utama, yakni sensor tekanan, sensor temperatur, dan sensor untuk mengetahui daya hantar listrik air laut (konduktivitas). Pengukuran tekanan pada CTD menggunakan strain gauge pressure monitor atau quartz crystal. Tekanan akan dicatat dalam desibar kemudian tekanan dikonversi menjadi kedalaman dalam meter. Sensor temperatur yang terdapat pada CTD menggunakan thermistor, termometer platinum atau kombinasi keduanya. Sel induktif yang terdapat dalam CTD digunakan sebagai sensor salinitas. Pengukuran data tercatat dalam bentuk data digital. Data tersebut tersimpan dalam CTD dan ditransfer ke komputer setelah CTD diangkat dari perairan atau transfer data dapat dilakukan secara kontinu selama perangkat perantara (interface) dari CTD ke komputer tersambung. Metode Kerja CTD CTD diletakan pada kerangka Rosette. Kemudian probe dihubungkan dengan kabel elektrik yang ada kerangka Rosette. Berat dari kerangka Rosette tersebut sekitar 25 Kg dan menghabiskan panjang kabel sekitar 5 meter untuk mengikat probe ke lenganlengan kerangka. Setelah semua perangkat di pasang, akan lebih baik jika kita memeriksa keseimbangan peralatan, jika dipastikan fix maka kita dapat mulai memasukan CTD kedalam laut.

Langkah-langkahnya sebagai berikut : 1. Mulai dengan program akusisi data dan dilengkapi profil untuk

mengidentifikasi data. Siapkan peralatan yang akan digunakan dan letakkan botol sesuai dengan prosedur paemasangan. 2. Setelah kerangka (Rosette) diletakan pada posisinya dan CTD (Probe atau rangkaian sensor yang sudah di Set) diletakan di dalamnya, maka instrumen ini akan ke sisi (pinggir) kapal, lalu dihubungkan kabel-kabek interkoneksinya maka instrumen tersebut siap diturunkan. 3. Setelah CTD siap untuk diturunkan maka kontrol unit di set untuk kondidi ON. Ketika kontrol unit sedang dipersiapkan maka instrumen (Rosette dan Probe) dapat diturunkan pelan-pelan mendekati permukaan air. 4. CTD mulai diturunkan kedalam air secara pelan-pelan, dan pada saat inilah rangkaian Probe dan kontrol unit saling berhubungan untuk merekam data dalam benntuk sinyal analog pada tipe recorder. Pada saat ini juga prosedur akusisi dimulai dan kerangka Rosette pada CTD diturunkan dengan kecepatan tertentu sampai pada kedalaman yang diinginkan. 5. Pada saat CTD probe diturunkan maka pengiriman data ke kontrol unit juga di mulai. Perhatikan data yang di dapat dan keaadaan kece[atan penurunannya. 6. Setelah mendapatkan data yang diinginkan maka stop penerimaan data dari Probe. Berhentikan juga perekaman data pada recorder. Kemudian dapat ditarik ke permukaan air, dengan catatan tidak ada lagi data yang di kirim oleh CTD dan dipastikan OFF. 7. Setelah unit data akusisi di-Offkan dan instrument diletakan di atas kapal maka tekan End of Profile data dan diberhentikan akusisi program. Data yang di dapat bisa langsung disambungkan ke personal Computer atau direkam oleh Tipe Recorder. 8. Proses pengambilan data selesai.

2.

Dari no 1 jelaskan bagaimana nilai salinitas dan densitas ditentukan dari CTD ! Jawab : Data mentah umumnya memiliki kesalahan/error, dari frekuensi atau periode digital biasanya nilai-nilai data mentah ini harus berada pada skala fisika yang sesuai seperti desibar untuk tekanan derajat celcius (0C) untuk temperatur, rasio untuk konduktivitas dan salinitas praktikal untuk salinitas. (UNESCO,1981). untuk pengambilan data salinitas secara digital direkam oleh perangkat hardware komputer dan perangakat solfware yang dikoneksikan pada CTD juga sering mengalami kesalahan, dengan demikian untuk memperkecil hal tersebut biasanya di gunakan perangklat lunak agar data mentahnya dapat di sajikan dalam bentuk grafik tiga dimensi yang langsung dapat dilihat secara jelas. Pada Prinsipnya teknik pengukuran pada CTD ini adalah untuk mengarahkan sinyal dan mendapatkan sinyal dari sensor yang mendeteksi suatu besaran, kemudian mendapatkan data dari metode multiplex dan pengkodean (decode), kemudian memecah data dengan metode enkoder untuk di transfer ke serial data stream dengan dikirimkan ke kontrol unit via cabel ke komputer yang sudah terpasang Secara umum sistem CTD terdiri dari unit masukan data/input, sistem pengolahan, dan output. Unit masukan data terdiri dari sensor CTD, rosette, botol sampel dan kabel koneksi, penggolahan menggunakan perangkat lunak yang ada berupa system operasi ODV (Ocean Data View) dan Microsoft Excel dan output berupa grafik dari data stasiun.

3.

Jelaskan apa yang anda ketahui tentang suhu potensial dan suhu insitu ! Jawab : Suhu Potensial yaitu suhu yang diperoleh ketika sampel air laut yang di ambil/dibawa dari dalam laut ke permukaan secara adiabatis( tidak adanya pertukaran panas). Suhu insitu yaitu suhu yang berada atau yang dicatat didalasuatu kedalaman air laut tertentu.

4.

Gambar dan jelaskan profil temperatur terhadap kedalaman (penjelasan berikut lapisanlapisannya) ! Jawab :

Ada beberapa lapisan yang terdapat pada profil temperatur terhadap kedalaman : Lapisan Mix Layer merupakan lapisan yang hangat di bagian teratas dimana pada lapisan ini gradient suhu berubah secara perlahan. Lapisan ini juga biasa disebut lapisan epilimnion. Lapisan thermocline merupakan lapisan dimana gradient suhu berubah secara cepat sehingga terjadi perubahan suhu yang sangat mencolok. Pada lapisan termoklin ini memiliki ciri gradien suhu yaitu perubahan suhu terhadap kedalaman sebesar 0.1C untuk setiap pertambahan kedalaman satu meter . Menurut Lukas and Lindstrom (1991), kedalaman setiap lapisan di dalam kolom perairan dapat diketahui dengan melihat perubahan gradien suhu dari permukaan sampai lapisan dalam. Lapisan permukaan tercampur merupakan lapisan dengan gradien suhu tidak lebih dari 0,03o C/m, sedangkan kedalaman lapisan termoklin dalam suatu perairan didefinisikan sebagai suatu kedalaman atau posisi dimana gradien suhu lebih dari 0,1 oC/m .

5.

Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi variasi ketebalan masing-masing lapisan untuk temperatur yaitu mixed layer, termoklin, dan deep layer ! Jawab : a. Letak ketinggian dari permukaan laut dan kedalaman. Suhu akan menurun secara teratur sesuai dengan kedalaman. Hal ini disebabkan karena pengaruh intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam air yang

menyebabkan semakin dalam suatu perairan suhunya pun semakin rendah. Dan pada suhu melebihi 1000 meter suhu air relative konstan yaitu 20 C 4oC.

b. Intensitas cahaya matahari Cahaya matahari berperan penting terhadap suhu air laut. Wilayah permukaan memiliki suhu yang lebih tinggi di bandingkan di bagian dalam. Hal ini disebabkan karena wilayah permukaan lebih banyak terkena sinar matahari dibandingkan bagian dalam perairan.Cahaya matahari dapat masuk hingga kedalaman 200 sampai 1000 meter. Hal ini ditandai oleh masih hangatnya suhu air pada kedalaman 200 meter dan pada kedalaman antara 200 sampai 1000 meter, suhu air pun berubah secara drastis. c. Presipitasi dan evaporasi Presipitasi terjadi di laut melalui curah hujan yang dapat menurunkan suhu permukaan laut, sedangkan evaporasi dapat meningkatkan suhu permukaan akibat adanya aliran bahang dari udara ke lapisan permukaan perairan. Menurut McPhaden and Hayes (1991), evaporasi dapat meningkatkan suhu kira-kira sebesar 0,1oC pada lapisan permukaan hingga kedalaman 10 m dan hanya kira-kira 0,12OC pada kedalaman 10. d. Kecepatan angin dan sirkulasi udara Menurut McPhaden and Hayes (1991), adveksi vertikal dan entrainment dapat mengakibatkan perubahan terhadap kandungan bahang dan suhu pada lapisan permukaan. Kedua faktor tersebut bila dikombinasi dengan faktor angin yang bekerja pada suatu periode tertentu dapat mengakibatkan terjadinya upwelling. Upwelling menyebabkan suhu lapisan permukaan tercampur menjadi lebih rendah. Pada umumnya pergerakan massa air disebabkan oleh angin. Angin yang berhembus dengan kencang dapat mengakibatkan terjadinya percampuran massa air pada lapisan atas yang mengakibatkan sebaran suhu menjadi homogen.

6.

Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi variasi penyebaran temperatur secara horizontal ! Jawab : Sebaran suhu secara horizontal yaitu penyebaran yang terjadi di permukaan laut. Intensitas insolasi (radiasi matahari yang benar-benar sampai ke permukaan bumi) terutama tergantung pada sudut dimana sinar matahari mengenai permukaan. Distribusi temperatur di permukaan bumi bervariasi terhadap lintang dan musim karena sumbu bumi mengikuti orbitnya mengitari matahari. Temperatur permukaan laut tergantung pada insolasi dan penentuan jumlah panas yang kembali diradiasikan ke atmosfer. Temperatur rata-rata laut adalah 3,8 OC, namun pada daerah ekuator temperatur rata-rata lebih rendah dari 4,9 OC. Pada lapisan perairan dimana terjadi perubahan suhu secara drastis pada kedalaman perairan, dengan temperatur 815OC disebut sebagai lapisan termoklin. Pada daerah tropis, lapisan termoklin terjadi pada kedalaman 150-400 meter, sedangkan pada daerah subtropis, lapisan ini terjadi pada kdalaman 400 1000 meter. Panas juga ditransfer di sepanjang permukaan laut melaui konduksi dan konveksi serta pengaruh penguapan. Jika permukaan laut lebih panas dari udara di atasnya maka panas dapat ditransfer dari laut ke udara. Panas yang hilang dari laut ke udara di atasnya terjadi melalui proses konduksi. Namun demikian, kehilangan panas tersebut tidak penting untuk total panas lautan dan pengaruhnya dapat diabaikan kecuali untuk percampuran konvektif oleh angin yang memindahkan udara hangat dari permukaan laut. Penguapan (transfer air ke atmosfer sebagai uap air) yaitui mekanisme utama dimana laut kehilangan panasnya sekitar beberapa magnitude dibandingkan yang hilang melalui konduksi dan percampuran konvektif. Laju kehilangan panas dalam proses penguapan merupakan perkalian antara panas laten penguapan dan laju penguapan.

7.

Jelaskan apa yang anda ketahui tentang konduktivitas dan salinitas ! jelaskan pula hubungan dari kedua parameter tersebut ! Jawab : Konduktivitas air laut bergantung pada jumlah ion-ion terlarut per volumenya dan mobilitas ion-ion tersebut. Satuannya adalah mS/cm (milli-Siemens per centimeter). Konduktivitas bertambah dengan jumlah yang sama dengan bertambahnya salinitas sebesar 0,01, temperatur sebesar 0,01 dan kedalaman sebesar 20 meter. Secara umum, faktor yang paling dominan dalam perubahan konduktivitas di laut adalah temperatur.

Salinitas merupakan jumlah dari seluruh garam-garaman dalam gram pada setiap kilogram air laut

Hubungan konduktivitas dan salinitas : Konduktivitas bertambah dengan jumlah yang sama dengan bertambahnya salinitas sebesar 0,01.

8.

Gambar dan jelaskan profil salinitas terhadap kedalaman (penjelasan berikut lapisanlapisannya) ! Jawab :

Mixed layer Di perairan lepas pantai yang dalam, angin dapat pula melakukan pengadukan di lapisan atas hingga membentuk lapisan homogen kira-kira setebal 50-300 m atau lebih bergantung intensitas pengadukan. Di perairan dangkal, lapisan homogen ini berlanjut sampai ke dasar. Di lapisan dengan salinitas homogen, suhu juga biasanya homogen.

Pycnocline Di kedalaman sekitar 500 sampai 1000 meter harga salinitasnya rendah dan kembali bertambah secara monotonik terhadap kedalaman. sebaran salinitas tidak banyak lagi ditentukan oleh angin tetapi oleh pola sirkulasi massa air di lapisan massa air di lapisan dalam. Gerakan massa air ini bisa ditelusuri antara lain dengan mengakji sifat-sifat sebaran salinitas maksimum dan salinitas minimum dengan metode inti (core layer method).

9.

Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi variasi ketebalan masing-masing lapisan untuk salinitas yaitu mixed layer/homohalin, haloklin, dan deep layer ! Jawab : Distribusi salinitas dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu : a. Pola sirkulasi air : membantu penyebaran salinitas b. Penguapan (evaporasi) : semakin tinggi tingkat penguapan di daerah tersebut, maka salinitasnya pun bertambah atau sebaliknya karena garam-garam tersebut tertinggal di air contohnya di Laut Merah kadar salinitasnya mencapai 400/00. c. Curan hujan (presipitasi) : semakin tinggi tingkat curah hujan di daerah tersebut, maka salinitasnya akan berkuran atau sebaliknya hal ini dikarenakan terjadinya pengenceran oleh air hujan. d. Aliran sungai di sekitar (run off) : semakin banyak aliran sungai yang bermuara pada laut maka salinitasnya akan menurun dan sebaliknya.

10. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi variasi penyebaran salinitas secara horizontal ! Jawab : Distribusi salinitas secara horizontal yaitu semakin kearah lintang tinggi maka salinitas juga akan bertambah tinggi. Oleh sebab itu salinitas di daerah laut tropis (daerah di sekitar khatulistiwa) lebih rendah daripada salinitas di laut subtropis. Sebaran salinitas secara horizontal dikarenakan faktor-faktor utama yaitu run off, presipitasi, evaporasi dan pola sirkulasi air namun selain itu ada beberapa faktor lainnya yang ternyata mempengaruhi distribusi secara horizontal yaitu angin dan topografi. Presipitasi di daerah tropis lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya maka terjadi pengenceran air laut yang menyebabkan rendahnya salinitas di daerah tropis. Secara horizontal dikarenakan angin munson mempengaruhi arus untuk bergerak dan arus akan membawa massa air. Angin munson akan menyebabkan terjadinya musim hujan dan musim panas. Perubahan musim inilah yang menyebabkan variasi tahunan salinitas perairan seperti terjadinya perubahan sirkulasi massa air yang bersalinitas tinggi dengan massa air bersalinitas rendah. Sedangkan topografi mempengaruhi salinitas suatu wilayah perairan karena terkait dengan ada tidaknya limpasan air tawar yang berasal dari sungai menuju muara. Akibatnya adanya limpasan (run off) maka akan terjadi pengadukan yang berdampak pada pengenceran.

11. Jelaskan apa yang anda ketahui tentang densitas ! Jawab : Densitas merupakan salah satu parameter terpenting dalam mempelajari dinamika laut. Perbedaan densitas yang kecil secara horisontal (misalnya akibat perbedaan pemanasan di permukaan) dapat menghasilkan arus laut yang sangat kuat. Oleh karena itu penentuan densitas merupakan hal yang sangat penting dalam oseanografi. Lambang yang digunakan untuk menyatakan densitas adalah (rho). Densitas air laut bergantung pada temperatur (T), salinitas (S) dan tekanan (p). Kebergantungan ini dikenal sebagai persamaan keadaan air laut (Equation of State of Sea Water): = (T,S,p)

12. Gambar dan jelaskan profil densitas terhadap kedalaman (penjelasan berikut lapisanlapisannya) ! Jawab :

Mixed surface layer (pada kedalaman 300m) Densitasnya rendah dan tercampur baik oleh gelombang, arus, dan pasang surut

Upper water (300 to 1000 meters) Densitas dengan tingkat menengah disini terdapat termocline, pycnocline, dan halocline(jika ada)

Deep water (below 1000 meters) Memiliki tingkat densitas yang tinggi dan dipengaruhi oleh pergerakan arus dalam

13. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi variasi ketebalan masing-masing lapisan untuk densitas yaitu mixed layer, piknoklin , dan deep layer ! Jawab : Parameter yang mempengaruhi densitas antara suhu, salinitas dan tekanan, yang paling mempengaruhi densitas adalah tekanan. Jika densitas di suatu perairan naik atau tinggi maka suhu di perairan tersebut akan turun. Densitas maksimal terjadi pada suhu antara 39,80C- 400C. Tapi sebaliknya dengan salinitas dan tekanan di daerah perairan tersebut. Tekanan dan salinitasnya naik. Jadi pada intinya adalah densitas berbanding terbalik dengan suhu tetapi berbanding lurus dengan salinitas dan tekanan. Dan distribusi densitas selain berhubungan dengan karakter arus juga berhubungan daya tenggelam suatu massa air yang berdensitas tinggi pada lapisan permukaan ke kedalaman tertentu.

14. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi variasi penyebaran densitas secara horizontal ! Jawab : Pengaruh densitas yang disebabkan oleh arus. Jika ditandai dengan grafik, garis grafik ini garisnya adalah dari kiri ke kanan secara horisontal. Perbedaan densitas menyebabkan timbulnya aliran massa air dari laut yang dalam di daerah kutub selatan dan kutub utara ke arah daerah tropik.

15. Dari tabel interpolasi berikut, tentukan nilai D jika diketahui nilai A=19.XYZ dan B=25.XYZ ! dimana XYZ=tiga digit terakhir NIM anda ! Jawab : Interpolasi adalah suatu cara untuk mencari nilai diantara beberapa titik data yang telah diketahui,metode ini dapat digunakan untuk menentukan suatu fungsi dimana fungsi tersebut tidak terdefinisi oleh suatu formula tetapi hanya terdefinisi dengan data-data atau tabel.

B 24.83 A 17.8 19.100 22.45 4.98 3.13 D 6.00 4.75 25.100 26.726

Jadi : 3 DIGIT NIM terakhir 001 dibalikkan jadi 100 A = 19.XYZ 19.100 B = 25.XYZ 25.100 Nilai variabel x :

Nilai variabel y:

Pembuktiaan apabila kolom A tidak di beritahu,

Sehingga, B 24.83 A 17.8 19.100 22.45 3.13 3.606 4.98 D 4.75 5.071 6.00 25.100 26.726

DAFTAR PUSTAKA http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/122077378.pdf http://winniehertikawati.blogspot.com/2010/05/ctd-conductivity-temperature-depth.html http://one-geo.blogspot.com/2010/01/karakteristik-air-laut-ii.html http://firdausnuzula.wordpress.com/2011/03/19/suhu-dan-arus-laut-di-indonesia/ http://www.ilmukelautan.com/oseanografi/kimia-oseanografi/412-salinitas-air-laut http://oseanografi.blogspot.com/2005/07/densitas-air-laut.html http://allinsusmay.wordpress.com/2011/03/20/distribusi-densitas/ http://berryakbar.wordpress.com/2011/03/19/densitas-dan-tekanan-air-laut/ http://dhamadharma.wordpress.com/2010/02/11/salinitas-laut/ http://one-geo.blogspot.com/2010/01/karakteristik-air-laut-ii.html http://www.fppb.ubb.ac.id/?Page=artikel_ubb&&Nama_menu=&&id=167 http://aryansfirdaus.wordpress.com/2010/10/25/pengaruh-suhu-dan-salinitas-terhadapkeberadaan-ikan/ http://id.wikipedia.org/wiki/Arus_air_laut http://www.ilmukelautan.com/oseanografi/fisika-oseanografi/408-faktor-penyebabterjadinya-arus http://www.scribd.com/doc/54314353/Salinitas http://eprints.undip.ac.id/7342/2/BAB_I.pdf

Anda mungkin juga menyukai