P. 1
Presentasi Cervix Danamon

Presentasi Cervix Danamon

|Views: 1|Likes:
Dipublikasikan oleh ranokirman
obgin
obgin

More info:

Categories:Types, Presentations
Published by: ranokirman on Jun 11, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2014

pdf

text

original

Serviks

Sumber : U.S. Department of Health and Human Services, 2000.

.

SERVIKS NORMAL .

KANKER SERVIKS = • KARSINOMA SERVIKS • KANKER LEHER RAHIM • KANKER MULUT RAHIM • CERVICAL CANCER • PORTIO CARCINOMA .

KANKER SERVIKS DEFENISI: KANKER PRIMER DARI SERVIKS (LEHER RAHIM) .

Tampilan Serviks Normal Kanker Serviks .

.

.

seorang wanita meninggal karena kanker serviks.000 Latin 72.000 Asi a 266.000 Di Asia Pasifik.000 62. setiap 4 menit. Globocan 2002. IARC 2004.000 Africa 79.000 143.Epidemiologi Di Dunia : dalam setiap 2 menitnya.000 36. . NA + Europe 75.000 33. seorang wanita meninggal karena kanker serviks Ferlay J et al.

Globocan 2002. .Kanker Serviks di Indonesia Jumlah kasus baru Jumlah kematian Setiap 1 : 40-45/hari : 20-25/hari jam. seorang wanita meninggal karena kanker serviks di Indonesia •Ferlay J et al. IARC 2004.

HYGIENE KURANG PEMERIKSAAN RUTIN UNTUK DETEKSI DINI TIDAK DILAKSANAKAN .MENGAPA DI INDONESIA INSIDENS KANKER SERVIKS TINGGI ? • • • • • • MULTI PARITAS (BANYAK ANAK) JARAK PERSALINAN PENDEK KAWIN USIA MUDA ( < 20 TAHUN) SOSIAL EKONOMI RENDAH.

.

.

.

KANKER SERVIKS MERUPAKAN KANKER YANG TERKONTROL
• ADANYA LESI PRA-KANKER YANG PROGRESIFITASNYA LAMBAT. • ADANYA METODE SKRINING YANG MURAH, SEDERHANA DAN EFEKTIF • PENGOBATAN LESI PRA-KANKER MURAH DAN TINGKAT KESEMBUHAN TINGGI (100%)

Dampak Kanker Serviks Pada Perempuan

•Puncak usia reproduktif 30-50 tahun. •Gangguan Kualitas Hidup : psikis, fisik,
dan kesehatan seksual.1,2 •Dampak sosial, dan ekonomi (finansial).3 •Pengaruh pada perawatan, pendidikan anak dan suasana kehidupan keluarga4.

1. Basen-Enquist K et al. Cancer 2003; 98:2009-14; 2. Greimel E et al. Gynecol Oncol 2002; 85: 140-7; 3. Schiller JT et al. Nat Rev Microbiol 2004; 2: 343-347; 4. Yang BH, et al. Int J Cancer 2004; 109: 418-424.

Wallboomers JH et al.Penyebab Kanker Serviks HPV (HUMAN PAPILLOMA VIRUS) 1. 65. J Pathol 1999. 189: 129. J Clin Pathol 2002. 2. 55: 244– . Bosch FX et al.

De Villiers E-M. 2.HPV 1. Munoz N et al. 111: 278–85. 324: 17-27. Image source: GSK Biologicals . Int J Cancer 2004. Virology 2004.

4. 3. J Clin Virol 2005. J Virology 1989. Baseman JG et al. Bosch FX et al. 6. J Infect Dis 2005. Brown DR et al.Setiap perempuan berisiko terkena HPV penyebab kanker serviks dalam masa hidupnya tanpa memandang usia dan gaya hidup 14 1. N Engl J Med 1998. J Natl Cancer Inst 1995 . de Villiers EM. Bosch FX et al. J Natl Cancer Inst Monogr 2003. 5. 2. Ho GY et al.

6 .5 • Ibu dapat menularkan HPV pada bayi baru lahir saat proses persalinan  transmisi vertikal. namun tidak memberikan proteksi penuh dari infeksi HPV 2.3.3 • Penggunaan kondom dapat mengurangi resiko infeksi. • Infeksi HPV dapat ditularkan melalui skin-to-skin genital contact2 • Penetrasi seksual tidak selalu diperlukan untuk terjadinya infeksi2.PENULARAN HPV • Setiap wanita yang aktif secara seksual beresiko terkena HPV onkogenik1.4.

Kebanyakan infeksi HPV berlangsung tanpa gejala .

Umumnya gejala timbul pada kanker serviks stadium lanjut .

 STADIUM LANJUT  PERDARAHAN TERUS MENERUS  MUKA PUCAT KARENA KURANG DARAH BADAN KURUS  CAIRAN BERBAU BUSUK  NYERI DI PANGGUL MENJALAR KE PAHA  KAKI BENGKAK  KEGAGALAN FUNGSI GINJAL. .GEJALA KLINIS  STADIUM AWAL  TANPA GEJALA  KEPUTIHAN  PERDARAHAN PASCA SENGGAMA  METRORHAGIA  PENGELUARAN CAIRAN KEKUNINGAN KADANG BERCAMPUR DARAH DAN BERBAU SANGAT BUSUK  PERDARAHAN DALAM WAKTU LAMA.

PENGOBATAN TERGANTUNG DARI : LETAK DAN LUAS PENYAKIT UMUR JUMLAH ANAK ADANYA KELAINAN LAIN PADA RAHIM KEADAAN SOSIAL EKONOMI FASILITAS PENGOBATAN YANG TERSEDIA .

PENATALAKSANAAN KANKER SERVIKS • Penatalaksanaan kanker serviks yaitu : – Terapi operatif – Radioterapi – Kemoterapi – Rehabilitasi – Terapi paliatif • Kanker serviks stadium lanjut yang sudah menyebar ke organ lain sangatlah mematikan dan lebih sulit untuk ditangani. .

KEMOTERAPI ATAU KOMBINASI .PRAKANKER  TANPA PENGANGKATAN RAHIM CRYOTHERAPY. LEEP PADA PENYAKIT YANG INVASIF : .IIa  PEMBEDAHAN RADIKAL ATAU RADIASI .STAD Ia .STAD IIb – IVb  RADIASI.

CRYOTHERAPY .

.

.

SDM YANG MENANGANI SERTA FASILITAS YANG TERSEDIA.MAKIN TINGGI STAD.UMUMNYA USIA MUDA PROGNOSANYA LEBIH BAIK 3. PENYAKIT MAKIN JELEK PROGNOSANYA 2.JENIS / CIRI HISTOPATOLOGI DARI SEL KANKERNYA 5. .RAMALAN PENYAKIT (PROGNOSA) 1.KEADAAN UMUM PENDERITA 4.

.

12 % .ANGKA KETAHANAN HIDUP 5 TAHUN : STADIUM I 85 % STADIUM II. 26 .42 % STADIUM IV.70 % STADIUM III. 0 . 42 .

Solomon D et al. Clin Microbiol Rev 2003. 287: 2114–9. JAMA 2002. . 16: 1–17.PERJALANAN KANKER SERVIKS Perjalanannya memakan waktu 10-20 tahun Lesi derajat rendah Lesi derajat tinggi Membaik Burd EM.

DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN .

edukasi.PENCEGAHAN PRIMER DAN SEKUNDER • Pencegahan Primer – untuk orang-orang yang sehat. berhenti merokok • Pencegahan Sekunder – untuk orang-orang dengan bukti klinis yang nyata maupun tidak – Untuk memperlambat atau men-stop perjalanan penyakit contoh : skrining kanker serviks . tanpa bukti klinis terkena penyakit contoh : vaksinasi.

Pencegahan Primer Kanker Serviks : Promosi. edukasi dan VAKSINASI .

• Vaksinasi bersamaan dengan skrining akan menurunkan resiko dan insidensi kanker serviks1–3 1. 364: 1757–65. 4. Harper DM et al. maka vaksinasi melawan HPV merupakan cara untuk mencegah kanker serviks.1 • Vaksinasi harus merupakan pencegahan primer yang terintegrasi dengan skrining.Vaksinasi • Karena kanker serviks penyebab utamanya adalah infeksi HPV onkogenik. Walboomers JM et al. . 2. 189: 12–9. Lancet 2004. Nat Rev Microbiol 2004. 364: 1731–2. 2: 343–7. Lehtinen M et al. 3. J Pathol 1999. Schiller JT et al. Lancet 2004.

IVA .Pencegahan Sekunder Kanker Serviks : Skrining (Deteksi Dini) Pap smear.

KEUNTUNGAN SKRINING • Skrining dapat mengidentifikasi adanya kelainan dan sel pre kanker di serviks . 89 Suppl 2: S4–12. Screening for cervical cancer. National Cancer Institute.2 1. 2005. .1 • Resiko populasi yang tidak diskrining teratur adalah 5 kali lebih besar dibandingkan yang diskrining. Sankaranarayanan R et al. Int J Gynecol Obstet 2005.maka dapat dimonitor dan ditreatment dengan segara.1 • Jika ditemukan sel-sel abnormal melalui skrining. 2.

98: 2009-14 . 3. Arch Pathol Lab Med 2004. 4.KEKURANGAN SKRINING • Skrining tidak dapat mencegah wanita dari infeksi HPV maupun dari proses perkembangan lesi pra kanker. 16: 1–17. Cancer 2003. Clin Microbiol Rev 2003. dan gangguan psikologis karena : – Prosedur skrining – Hasil positif palsu – Pemeriksaan Follow up dan treatment4 1. Vaccine 24 Suppl 3: S71-7. Basen-Enquist et al. Denny L et al. 2. Burd EM.2 • Wanita akan mengalami ketidaknyamanan. Renshaw AA et al. cemas.1 • Skrining menghasilkan angka negatif palsu sampai 30 %. 128: 153–7.

Dr Papanicolaou 1. Bell S et al.PENCEGAHAN SEKUNDER • ‘Pap smear’ – screening. 24: 610–6. Lerman C et al. 2. 165: 658–62. Prev Med 1995. . Am J Obstet Gynecol 1991. • Seluruh populasi discreen untuk mendeteksi dini adanya kelainan di serviks.

* * * * * * MUDAH DILAKUKAN TIDAK MENIMBULKAN RASA SAKIT BIAYA RELATIF MURAH TIDAK MEMERLUKAN ALAT KHUSUS EFEKTIFITAS MENCAPAI 70 .80 % JIKA DIKOMBINASI DENGAN KOLPOSKOPI MENCAPAI 95 .100 % .

Department of Health and Human Services. .Pemeriksaan Pap Smear Sumber : U.S. 2000.

lalu diberi cairan fiksasi slide GSK Image Library .Pap Smear Dokter (Sp. OG) mengambil sampel sel dari serviks Sampel akan diperiksa dibawah mikroskop oleh patolog Sampel diletakkan diatas gelas objek.

• VILI (Visual Inspection with Lugol’s iodine)1 cytobrush preservative solution Liquid-based Cytology (LBC) .Metode Skrining lain : • Liquid-based Cytology (LBC) : metode terbaru. • Pemeriksaan DNA HPV : – Tes Hybrid capture II probe B (HCII) merupakan motode yang paling umum digunakan – PCR (belum tersedia secara komersial) • VIA (Visual Inspection with Acetic Acid)1 : asam asetat 3-5 %.

5% Sumber : U.S. .Penggunaan Asam Asetat 3%. 2000. Department of Health and Human Services.

Diagnosis & Deteksi • Diagnosis – Keparahan lesi Pap smear Kolposkopi Biopsi • Deteksi – Virus yang manakah yang menyebabkan ? Hybrid capture II Onkogenik / nononkogenik Tipe individual R No PCR R R .

287: 2114–9 Moderate dysplasia Severe dysplasia. carcinoma in situ Invasive cervical cancer Invasive cervical cancer .KLASIFIKASI SITOLOGI DAN HISTOLOGI Istilah Sitologi (Pap smear) Bethesda Normal ASC-US LSIL Normal Inflammatory/ reparative responses Istilah Histologi (biopsy) Klasifikasi CIN Klasifikasi WHO Normal Inflammatory/ reparative responses CIN1 Mild dysplasia CIN2 HSIL CIN3 Kanker serviks invasif Solomon D et al. JAMA 2002.

S. . Department of Health and Human Services. 2000.Kolposkopi dan Biopsi Sumber : U.

CONTOH LESI PREKANKER & KANKER SERVIKS Cervix with CIN II Invasive Cervical Cancer GSK image library .

Kanker Serviks .

Kesimpulan .

98: 2009-14 . 2. Renshaw AA et al. 3. Basen-Enquist et al.SKRINING KANKER SERVIKS Manfaat Skrining: • Metode utama dalam deteksi dini kanker serviks • Risiko terkena kanker serviks 5 kali lebih tinggi pada perempuan yang tidak di skrining. National Cancer Institute.3 Vaksinasi HPV 1.1 Keterbatasan Skrining : • Tidak dapat mencegah infeksi HPV. Screening for Cervical Cancer. 2005.2 • Menunggu hasil pap smear menimbulkan kecemasan tersendiri bagi wanita. Arch Pathol Lab Med 2004. 128: 153–7. Cancer 2003.

2 • Vaksinasi dengan skrining bersamasama dapat mengurangi kejadian kanker serviks secara efektif.1. 111: 278–85.Vaksinasi dan Skrining • Vaksinasi sangat baik apabila dilakukan bersamaan dengan skrining. Goldie et al . 1. Harper et al. 2. 364: 1757-65.2 1. Lancet 2004.J Nat Cancer Inst 2004. .

Mari Kita Cegah Kanker Serviks .

.....yang Anda cintai Help to Protect Her World ..seorang putri . kakak atau adik . sahabat…. Anda istri… …..

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->