Anda di halaman 1dari 21

Prodi

Pendidikan Fisika SBI 2011

MATERI DASAR, TUJUAN, DAN FUNGSI BIMBINGAN KONSELING Nama : 1. Azarine Arvia Neriza Vashti 2. David Hanif Setiaji 3. Scundy Nourma Pratiwi 4. Yazida Rizkayanti (K2311010) (K2311015) (K2311072) (K2311086)

1. Proses pemberian bantuan yang berlangsung melalui wawancara dalam serangkaian pertemuan langsung dan tatap muka antara guru/konselor dengan klien sehingga memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap dirinya disebut A. bimbingan B. konseling C. bimbingan konseling D. bantuan E. konsultasi

2. Dari pernyataan berikut ini yang merupakan tujuan bimbingan konseling adalah. A. Mengentaskan masalah yang dialamai individu B. Menghindari timbulnya kondisi bermasalah pada diri individu C. Membantu individu mengembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan dan predisposisi yang dimilikinya D. Memelihara segala sesuatu yang baik yang ada pada diri individu E. Mengusahakan agar hal-hal yang sudah baik bertambah baik pada diri individu

3. Berikut ini yang bukan fungsi bimbingan konseling adalah. A. Fungsi pemahaman B. Fungsi pencegahan C. Fungsi pengentasan

D. Fungsi perubahan E. Fungsi pemeliharaan dan pengembangan

4. Mengusahakan agar hal-hal yang sudah baik bertambah baik, lebih indah, dan dipelihara kebaikannya agar menjadi lebih baik pada diri individu merupakan makna dari fungsi bimbingan konseling yaitu A. Fungsi pemahaman B. Fungsi pemeliharaan C. Fungsi pengentasan D. Fungsi pencegahan E. Fungsi pengembangan

ASAS ASAS DAN PRINSIP BIMBINGAN KONSELING Nama : Dyane Putriera Anggraeni (K2311024) Mega Putri Triyani Pratiwi Restu Murti (K2311048) (K2311059)

1. Berikut ini mana yang bukan termasuk asas bimbingan konseling? a. asas kekinian b. asas keterbukaan c. asas kekeluargaan d. asas keahlian e. asas kegiatan

2. Asas yang menghendaki agar isi layanan terhadap sasaran layanan (peserta didik/klien) hendaknya selalu bergerak maju, tidak monoton, dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu adalah asas?

a. Asas kedinamisan b. Asas keterpaduan c. Asas kenormatifan d. Asas alih tangan kasus e. Asas Tut Wuri Handayani

3. Bimbingan diberikan kepada semua konseli, baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah. Dalam hal ini pendekatan yang digunakan dalam bimbingan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari pada penyembuhan (kuratif). Pernyataan tersebut termasuk prinsip? a. Bimbingan dan konseling sebagai proses individuasi b. Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua konseli c. Bimbingan dan konseling Merupakan Usaha Bersama d. Bimbingan menekankan hal yang positif. e. Bimbingan dan konseling Berlangsung dalam Berbagai Setting (Adegan) Kehidupan

4. Permulaan dengan suatu cara tertentu melahirkan halhal lain, yang keberadaannya tergantung dari pemula itu, atau merupakan hasil perpaduan antara kajian teoritik dan teori lapangan yang terarah yang digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan yang dimaksudkan adalah pengertian dari? a. Asas-asas bimbingan konseling b. Prinsip bimbingan konseling c. Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua konseli d. Bimbingan dan konseling Merupakan Usaha Bersama. e. Asas Tut Wuri Handayani

RASIONAL DAN LANDASAN BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH

Kelompok

: 1. Rahmatika Puspitaningrum 2. Rindy Puspitaning Siby 3. Triana Puspa Dewi

1. Bimbingan dan konseling adalah pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan maupun kelompok agar mandiri dan bisa berkembang secara optimal, dalam bimbingan pribadi, sosial, belajar maupun karier melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung berdaarkan norma-norma yang berlaku. Pengertian Bimbingan Konseling di atas menurut a. SK Mendikbud No. 025/D/1995 b. SK mendikbud no. 020/D/1995 c. SK mendikbud no. 025/D/1990 d. SK mendikbud no. 035/D/1990 e. SK mendikbud no. 035/D/1995 2. Rasional pentingnya bimbingan dan konseling bisa dipandang dari dua sisi yang berbeda, yaitu a. Sisi Konstitusi dan Sisi Konsolidasi b. Sisi Konspirasi dan Sisi Konsolidasi c. Sisi Konspirasi dan Sisi Konseptual d. Sisi Konstitusi dan Sisi Konspirasi e. Sisi Kostitusi dan Sisi Konseptual 3. Secara umum terdapat empat aspek pokok yang mendasari pengembangan layanan bimbingan dan konseling, seperti dibawah ini, kecuali... a. Landasan Filosofis b. Landasan Psikologis

c. Landasan Pendidikan d. Landasan Sosial-Budaya e. Landasan Ilmu Pengetahuan (Ilmiah) dan Teknologi 4. Pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah seharusnya dilakukan oleh a. Kepala sekolah dan wali murid b. Wali kelas dan siswa c. Guru BK, kpala skolah, dan ibu kost d. Semua staf kependidikan di sekolah e. Staf administrasi dan wali kelas

VISI, MISI, PARADIGMA Nama : 1. Dwi Aprilia Puspita 2. Nurmalita Sari 3. Puspita Septim W (K2311021) (K2311056) (K2311061)

1. Yang termasuk misi bimbingan konseling adalah . . . a. Misi pengentasan masalah b. Misi evaluasi c. Misi penilaian d. Misi bimbingan e. Misi pengawasan

2. Rumusan visi bimbingan konseling adalah . . .

a. Mendidik individu dan/atau kelompok melalui pengembangan perilaku efektif-normatif dalam kehidupan keseharian dan terkait dengan masa depan. b. Terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedia-nya pelayanan bantuan dalam memberikan dukungan perkembangan dan pengentasan masalah agar individuberkembang secara optimal, mandiri,dan bahagia.dan juga mewujudkan perkembangan diri dan kemandirian yang optimal sesuai dengan hakekatnya, baik sebagai mahluk individu atau mahluk social. c. Menfasilitasi perkembangan individu ke arah perkembangan optimal, yaitu melalui pengembangan potensi, pengembangan diri, berbudi pekerti luhur dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. d. Mengembangkan potensi seseorang dalam masyarakat untuk mampu masalah yang dapat mengganggu perkembangannya. 3. Berikut adalah pengertian bimbingan dan konseling sebagai paradigma adalah a. Sebagai pelayanan bantuan b. Sebagai pendampingan c. Sebagai pengembangan ketrampilan d. Sebagai pemberi pengalaman e. Sebagai sosialisasi 2. Apa tugas konselor pada pendekatan baru berorientasi perkembangan pada bimbingan dan konseling.. a. Perkembangan potensi b. Remidial c. Controling d. Bantuan e. Pemberi informasi memenuhi

tugasnya secara optimal, selain itu untuk membantu individu dalam mengatasi berbagai

PERANAN GURU MATA PELAJARAN DALAM PELAYANAN BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH Nama : 1. Alga N. F. 2. Dewanto K. U. 3. Goldha S. K. 4. Ratih A. A. 5. Purnomo W. N. (K2309005) (K2309012) (K2309029) (K2309060) ( K2310078)

1. Siapakah yang berperan dalam melaksanakan layanan bimbingan konseling di sekolah? a. Kepala sekolah b. Guru c. Komite sekolah d. Siswa e. Semua 2. Yang mempunyai peranan dan kedudukan kunci di dalam keseluruhan proses pendidikan, terutama pendidikan formal adalah? a. Kepala sekolah b. Komite sekolah c. Guru d. Siswa e. Orang tua 3. Di bawah ini yang bukan peran dari guru mata pelajaran dalam layanan bimbingan konseling adalah ... a. Memberikan layanan intruksional (pengajaran) b. Meneliti kesulitan dan kemajuan siswa

c. Menilai hasil kemajuan belajar siswa d. Melaksanakan pelayanan bimbingan konseling di sekolah e. Mengidentifikasi, menyalurkan, dan membina bakat siswa 4. Dalam berpartisipasi memberikan layanan bimbingan konseling di sekolah, sebaiknya guru berperan sebagai.... a. Konselor b. Kepala sekolah c. Guru mata pelajaran d. Wali kelas e. Orang tua

Prodi

Pendidikan Fisika Kelas A 2011

BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH: JENIS LAYANAN DAN KEGIATAN PENDUKUNG Anggota Kelompok: 1. Bariqul Amalia Nisa 2. Chrisbi Adi Ibnu Gurinda 3. Christina Ria Ernawati 4. Dita Ajeng Hikmaningsih ( K2311011 ) ( K2311013 ) ( K2311014) ( K2311020 )

1. Berikut ini adalah jenis - jenis layanan bimbingan dan konseling, kecuali a. Layanan orientasi b. Layanan penempatan dan penyaluran c. Layanan pembelajaran d. Layanan konseling perorangan e. Layanan penyelesaian tugas

2. Kegiatan untuk mengumpulkan data dan keterangan tentang peserta didik, tentang lingkungan peserta didik dan lingkungan lainnya adalah salah satu jenis kegiatan bimbingan dan konseling, yaitu jenis a. Himpunan data b. Kunjungan rumah c. Aplikasi instumentasi data d. Konferensi kasus e. Alih tangan kasus

3. Layanan yang dimaksudkan untuk memungkinkan siswa memahami dan mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, keterampilan dan materi belajar yang cocok dengan kecepatan dan kesulitan belajarnya, serta tuntutan kemampuan yang berguna dalam kehidupan dan perkembangan dirinya, adalah pengertian dari layanan. a. Layanan informasi b. Layanan pembelajaran c. Layanan orientasi d. Layanan konseling kelompok e. Layanan penempatan dan penyaluran 4. Berikut adalah materi yang dapat diangkat melalui layanan bimbingan dan konseling. (1) Pengenalan siswa yang mengalami masalah belajar (2) Pemahaman kehidupan keberagaman dan hidup sehat (3) Pengembangan motivasi, sikap dan kebiasaan belajar yang baik (4) Pengembangan keterampilan belajar (5) Program pengayaan (6) Penempataan dan penyaluran ke dalam kegiatan yang lebih luas. Materi yang dapat diangkat melalui layanan pembelajaran, yaitu. a. (1), (2), (3) dan (4) b. (3), (4), (5) dan (6) c. (1), (2), (3) dan (5) d. (1), (3), (4) dan (5) e. (2), (3), (4) dan (6)

ORGANISASI DAN MEKANISME BIMBINGAN KONSELING

KELOMPOK : 1. Aan Asmu Anwari 2. Muhammad Ardian Yuli Ali Wardana 3. Muhammad Taufik Akbar 4. Uly Azmi Masna

(K2311001) (K2311050) (K2311051) (K2311080)

1. Yang bukan merupakan outcome dari adanya organisasi bimbingan konseling adalah . . . . a. b. c. d. e. Pemerataan pendidikan Efisiensi pendidikan Persaingan pendidikan Relevansi pendidikan Kualitas pendidikan

2. Struktur organisasi pada setiap satuan pendidikan hendaknya memperhatikan hal-hal berikut, kecuali . . . . a. Menyeluruh b. Luwes c. Sederhana d. Terbuka e. Tertutup 3. Untuk satuan pendidikan TK dan SD/MI, kegiatan layanan bimbingan konseling idealnya dapat dilaksanaka oleh guru pembimbing khusus dengan mendapat dukungan dari berbagai pihak di sekolah. Tetapi apabila tidak memungkinkan adanya guru pendamping khusus, maka digantikan oleh . . . . a. Kepala sekolah b. Wakil Kepala sekolah c. Guru mata pelajaran d. Penjaga sekolah

e. Wali kelas 4. Manfaat organisasi bimbingan dan konseling, khususnya di sekolah yaitu . . . . a. Pelayanan bimbingan hanya dalam komponen program bimbingan tertentu b. Pelayanan bimbingan menjadi usaha yang dilakukan oleh guru konselor saja c. Sifat bimbingan yang lebih ditonjolkan ialah sifat preventif dan perseveratif. d. Pelayanan bimbingan hanya meliputi wawancara konseling e. Ruang lingkup bimbingan konseling hanya untuk siswa tertentu saja

RASIONAL, TUJUAN, DAN PERMASALAHAN BIMBINGAN KONSELING DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPETENSI Kelompok : 1. AHMAD HIDAYAT FAUZI 2. DESY ERMIA PUTRI 3. DWI PUTRI SABARIASIH 4. YOSAN SETYO UTOMO K2311002 K2311017 K2311022 K2311087

1. Penyelenggaraan Bimbingan konseling berbasis KBK dilakukan dengan memiliki tujuan sebagai berikut, kecuali... a. pemenuhan tugas-tugas perkembangan peserta didik b. pengenalan diri dan lingkungan c. pengembangan diri peserta didik d. pengembangan arah karir bagi peserta didik e. pemeneuhan kebutuhan jasmani dan rohani bagi peserta didik

2. Tugas pokok guru pembimbing di sekolah secara nasional dicantumkan dalam ketentuan resmi penyelanggaraan BK di sekolah-sekolah di Indonesia, yakni dalam SK Mendikbud No. 25 Tahun 1995 tentang petunjuk teknis ketentuan pelaksanaan jabatan fungsional guru dan angka kreditya, diantaranya sebagai berikut kecuali..

a. Menyusuu program bimbigan, yaitu reucana peltyanan BK dalain bidaiig biliibingaii pribadi, belajar, binibiiigan sosial, dan binibiiigan karir b. Melaksanakan program bimbingan, yaitu melaksanakan fungsi pelayanan pemaliaman, pencegahan, pemeliharaan, dan pengembangan (pada BK 17 plus ditambah dengan rungsi advokasi) dalam setiap bidang pelayanan c. Melakukan Evaluasi pelaksanaan BK d. Mengadakan program pemantauan pembelajaran baik disekolah maupun luar sekolah e. Menganalisis hasil evaluasi dan tindak lanjut

3. Pada awal perkembangan BK di Indonesia, sampai diterbitkannya SK Menpan No 84 Tahun 1993. Kegiatan pelaksanaan BK belum terpola, sehingga menimbulkan peibedaan persepsi tentang BK di sekolah. Sehubung dengan itu Prayitno, dkk mengemukakan pelayanan BK di sekolah sebagai salah satu kesatuan, dinaniakan 'BK Pola 17' yang terdiri dari.... a. bidang bimbingan; jenis layanan; pelaksanaan koordinasi sistem secara profesianal; wawasan dan pengetahuan yang mantap b. jenis layanan; kegiatan pendukung; wawasan dan pengetahuan yang mantap ; bidang bimbingan c. kegiatan pendukung; pembekalan secara intensif; wawasan dan pengetahuan yang mantap d. wawasan dan pengetahuan yang mantap; adanya kontrol terpadu; e. jenis layanan; kegiatan pendukung; pelaksanaan koordinasi sistem secara profesianal

4. Tugas guru pembimbing adalah mengenal siswa dengan berbagai karakteristiknya, konseling perorangan, bimbingan dan konseling kelompok, melaksanakan bimbingan karir termasuk informasi pendidikan dan karir, penempatan, tindak lanjat dan penflaian, konsultasi dengan guru, semua personfl sekolah, orang tua, siswa, kelompok dan masyarakat, hal ini dikemukakan oleh.. a. Erickson b. Gibson dan Mutchell c. M. Surya

d. SK Mendikbud No. 25 Tahun 1995 e. Prayitno

PENGERTIAN, DASAR DAN TUJUAN BIMBINGAN PEMBELAJARAN Kelompok : 1. DIAH SETYO WINARNI 2. ENDAH TRI PAMULA 3. LIA ARISTYANINGSIH K2311017 K2311026 K2311042

1. Dalam UU RI No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional bab 1 pasal 1ayat 20

dibahas mengenai.. a. Pengertian Bimbingan b. Bimbingan konseling c. Pengertian peserta didik d. Beban kerja guru e. Definisi pembelajaran
2. Berikut ini terdapat beberapa hambatan belajar yang dialami peserta didik kecuali

a. Penguasaan materi b. Cara mencapai hasil c. Tidak mempunyai motivasi d. Pencapaian prestasi akademis yang maksimal e. Penyesuaian terhadap lingkungan belajar
3. Tujuan umum adanya bimbingan pembelajaran adalah

a. Agar siswa memahami konsep-konsep penting yang tercakup dalam suatu bidang studi. b. Agar siswa belajar menampilkan prosedur.

c. Tercapainya penyesuaian akademis secara optimal sesuai dengan bekat dan potensi yang dimilikinya. d. Peserta didik memiliki kebiasaan belajar yang baik e. Siswa memahami hubungan kausal penting yang tercakup dalam suatu bidang studi.
2. Bimbingan merupakan proses bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman diri

dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri. Definisi tersebut merupakan pendapat dari. a. Miller b. Arthur J. Jones c. Munandar d. Winkel e. Nurihsan

BIMBINGAN PEMBELAJARAN : PROSEDUR DAN TUGAS GURU MATA PELAJARAN Kelompok : 1. AKBAR ROCHIM MUHAMMAD 2. AKMAL FAIZAL NUGROHO 3. NAILA HILMIYANA SYIFA K2311003 K2311004 K2311054

1. Berikut ini yang tidak termasuk prosedur bimbingan pembelajaran yang dapat dilaksanakan oleh guru mata pelajaran adalah a. Pengumpulan informasi tentang diri siswa b. Identifikasi siswa yang diduga mengalami kesulitan dalam belajar c. Menguji keberhasilan siswa d. Memperkirakan faktor penyebab kesulitan e. Melakukan remedial atau bantuan 2. Pada tahap evaluasi prosedur bimbingan belajar yang dapat dilakukan guru mata pelajaran yaitu a. Mengetahui keberhasilan bimbingan belajar lanjut

b. Memotivasi dan tujuan belajar, dan latihan c. Menangani kelemahan-kelemahan yang berkenaan dengan penguasaan materi pelajaran d. Menetapkan faktor penyebab kesulitan belajar e. Mengetahui aspek psikologis siswa

3. Pada tahap melakukan koseling yang dapat dilakukan guru mata pelejaran untuk siswanya yang mengalami kesulitan belajar yaitu : a. Mengamati perilaku siswa di dalam/luar kelas b. Memotivasi dan tujuan belajar, dan latihan c. Mengetahui prestasi belajar siswa d. Mengetahui keunggulan dan kelemahan siswa e. Penempatan dalam kelompok belajar

4. berikut ini yang tidak termasuk tugas guru mata pelajaran dalam melakukan bimbingan pembelajaran yaitu a. Membantu konselor mengidentifikasi kesulitan belajar siswa b. Menerima siswa alih tangan dari konselor c. Membantu mengembangkan suasana kelas d. Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah siswa e. Mengetahui lingkungan keluarga siswa

PESERTA DIDIK BERMASALAH DALAM BELAJAR Kelompok : 1. Inge Banowati 2. Intan Nurul Rokhimi 3. Rezki Alif Pambudi (K2311036) (K2311037) (K2311066)

1. Di bawah ini yang bukan merupakan aspek ciri peserta didik bermasalah belajar adalah a. b. Cirri kognitif Cirri akademik

c. d. e.

Cirri sosial dan emosi Cirri tingkah laku Cirri efektifitas

2. Peserta didik bermasalah dalam belajar adalah mereka para siswa yang . a. Mempunyai intelegensi normal tetapi menunjukkan kekurangan-kekurangan dalam belajar b. Mempunyai intelegensi kurang tetapi tidak menunjukkan kekurangan dalam belajar c. Mempunyai intelegensi normal tetapi tidak menunjukkan kekurangan dalam belajar d. Mempunyai intelegensi kurang dan menunjukkan kekurangan-kekurangan dalam belajar e. Mempunyai intelegensi kurang dan tidak mampu belajar

3. Yang termasuk cirri kogniti peserta didik bermasalah dalam belajar adalah. a. Masalah membaca, menulis dan lisan b. Masalah matematik dan eksak c. Masalah mudah terganggu dan resah d. Dikucilkan pelajar lain dan sulit mencari teman e. Sulit mengaitkan pengetahuan yang ada dengan pengetahuan baru

4. Peserta didik bermaslah dalam belajar dapat diketahui dengan tanda-tanda yang dikenali padanya. Adapun yang termasuk tanda-tanda cara mengenali peserta didik bermasalah belajar secara khusus yang dikemukakan oleh Rochman Natawidjaja adalah a. Bersifat inferior dan merasa tidak mampu b. Merasa bersalah setiap kali gagal menghadapi kesulitan c. Memiliki siat egoisentris yang menjauhkannya dari orang lain d. Bersifat devensive cenderung meninggalkan hal-hal yang bersifat membuat stress e. Kurang percaya diri dan terlalu bergantung pada orang lain

DIAGNOSIS KESULITAN BELAJAR Kelompok : 1. Dina Nur Adilah 2. Suci Novira Aditiani 3. Didik Eko Saputro (K2311019) (K2311074) (K2311018)

1. Proses menentukan masalah atau ketidakmampuan peserta didik dalam belajar dengan meneliti latar belakang penyebab dan atau dengan cara menganalisis gejala-gejala kesulitan atau hambatan belajar yang nampak disebut a. Pembelajaran remedial b. Diagnosis kesulitan belajar c. Analisis kesulitan belajar d. Pengayaan dalam pembelajaran e. Bimbingan pembelajaran 2. Prosedur pelakasanaan diagnosis kesulitan belajar yang pertama kali adalah.. a. Menentukan faktor penyebab kesulitan belajar b. Memperkirakan alternative bantuan c. Melokalisasi letak kesulitan belajar d. Mengidentifikasi peserta didik yang diperkirakan mengalami kesulitan belajar e. Memperkirakan alternatif bantuan 3. Berikut ini teknik dalam mengidentifikasi peserta didik yang diperkirakan mengalami kesulitan belajar, kecuali a. Observasi kegiatan sehari-hari b. Meneliti nilai ujian c. Menganalisis kesalahan pada hasil ujian d. Melaksanakan sosiometris e. Observasi pada saat proses belajar mengajar 4. Memberikan pengajaran remedial pada mata pelajaran yang menjadi masalah bagi peserta didik merupakan bagian dari prosedur/ langkah-langkah diagnosis kesulitan belajar, yaitu a. Mengidentifikasi peserta didik yang diperkirakan mengalami kesulitan belajar b. Melokalisasi letak kesulitan belajar c. Menentukan faktor penyebab kesulitan belajar d. Memperkirakan alternative bantuan e. Tindak lanjut

PEMBELAJARAN REMEDIAL Kelompok : 1. Aurora Mega N 2. Emilia Nur Hayati 3. Riyana Indah S (K2311009) (K2311025) (K2311070)

1. Dalam pendekatan remedial secara reventif , remidial dapat dilakukan dalam bentuk kelompok,peserta didik diberi pelajaran, waktu, dan tes yang sama. Pendekatan ini disebut... a. Individual b. Kelompok dengan kelas remedial c. Teman sebaya d. Kelompok belajar homogen e. Kelompok belajar heterogen

2. Menurut Wakitri dkk(dalam Jlaiha:2007) Pendekatan remidial dilakukan setelah program pembelajaran yang pokok selesai dilaksanakan dan dievaluasi.Pendekatan ini disebut pendekatan secara ... a. Kuratif b. Evaluatif c. Asosiatif d. Pengembangan e. Preventif 3. Metode tutor sebaya merupakan salah satu metode yang dilakukan oleh pedekatan secara... a. Preventif b. Pengembangan c. Fluktuatif d. Sumber e. Eksklusif 4. Membantu siswa yang belum menguasai materi pelajaran merupakan tujuan pembelajaran remedial secara... a. Umum

b. Khusus c. Eksklusif d. Individu e. Kelompok

PEMBELAJARAN REMEDIAL : PENDEKATAN DAN PROSEDUR PELAKSANAAN Kelompok : 1. Bramianto Setiawan 2. Yenni Kusuma M 3. Yohanna Nawangsasih K2311012 K2311084 K2311086

1. Suatu bentuk pengajaran yang bersifat penyembuhan atau bersifat perbaikan disebut dengan apa ? a. Pengayaan b. Remedial c. Pembelajaran d. Pelatihan e. Pengukuran

2. Pendekatan yang dilakukan kepada anak didik yang diperkirakan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan program studi yang ditempuh adalah ? a. Pendekatan preventif b. Pendekatan kuratif c. Pendekatan pengembangan d. Pendekatan pengukuran e. Pendekatan penyuluhan 3. Pendekatan yang bersifat kuratif dapat dilakukan dengan cara antara lain, kecuali : a. Pengulangan b. Pengukuran c. Pelatihan d. Pengayaan e. Percepatan

4. Pendekatan dalam pembelajaran remedial dibagi menjadi 3, yaitu : a. Pendekatan pengukuran, Pendekatan pengembangan, Pendekatan percepatan b. Pendekatan percepatan, Pendekatan pengembangan, Pendekatan kuratif c. Pendekatan pengukuran, Pendekatan pengembangan, Pendekatan percepatan d. Pendekatan kuratif, Pendekatan preventif, Pendekatan pengembangan e. Pendekatan pengembangan, Pendekatan preventif, Pendekatan pengukuran

PROGRAM PEMBELAJARAN PENGAYAAN : PENGERTIAN, TUJUAN, DAN PELAKSANAAN Kelompok : 1. Ana Mathofani 2. Erma Dwi Hastinigrum 3. Khotimah (K2311005) (K2311027) (K2311040)

1. Pengalaman atau kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum adalah kegiatan . a. Pembelajaran Pengayaan b. Pembelajaran Remedial c. Pembelajaran Perbaikan d. Pembelajaran Tuntas e. Pembelajaran Pelatihan

2. Pembelajaran pengayaan adalah kegiatan yang ditujukan untuk peserta didik yang . a. Lambat Belajar b. Cepat Belajar c. Kesulitan Belajar d. Rajin Belajar e. Malas Belajar

3. Salah satu jenis kegiatan pembelajaran adalah kegiatan eksploratori, yang dimaksud kegiatan eksploratori adalah .

a. Kegiatan siswa menghubungkan pikiran yang terdahulu dengan pengalaman belajarnya dengan pendalaman dan investigasi terhadap suatu fenomena yang menekankan pada pengalaman belajar daripada pada materi pelajaran. b. Kegiatan pemecahan masalah nyata dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah atau pendekatan investigatif c. Kegiatan mengorganisasikan materi yang sederhana menuju pada materi yang kompleks dengan mengembangkan pemahaman pada konteks yang lebih bermakna sehingga berkembang menjadi ide-ide yang terintegrasi d. Kegiatan yang berpusat pada pengembangan kemampuan mengevaluasi suatu materi atau sember belajar e. Kegiatan yang mengarah pada pola pemikiran dari setiap individu.

4. Tujuan dari dilakukannya identifikasi kelebihan kemampuan belajar terhadap peserta didik adalah . a. Menempatkan peserta didik ke dalam golongan tertentu dalam kegiatan pengayaan b. Memberikan test remedial c. Menentukan peringkat dalam suatu kelas d. Memberikan kegiatan pengayaan yang tepat kepada peserta didik e. Memberikan system remedial kepada peserta didik.