Anda di halaman 1dari 3

Marena Thalita Rahma, Aloe Emodin Senyawa Organik Penurun Kadar Gula dalam Darah

Aloe Emodin, Senyawa Organik Penurun Kadar Gula dalam Darah ( Aloe Emodin, Organic Compounds in Lowering Blood Sugar Levels )
Marena Thalita Rahma Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Jember (UNEJ) Jln. Kalimantan 37, Jember 68121 E-mail: thalita.marena@yahoo.co.id

Abstrak
Diabetes Militus adalah penyakit yang disebabkan karena kadar gula dalam darah tinggi atau dengan kata lain melebihi batas normal. Hal tersebut dikarenakan pola makan yang tidak teratur. Mengobati penyakit diabetes militus dapat dilakukan dengan bermacam cara, mulai dari terapi, akupuntur, atau mengkonsumsi obat. Belakangan ini banyak dilakukan penelitian untuk mengobati penderita penyakit diabetes militus dengan menggunakan obat herbal. Salah satu yang diteliti adalah aloe vera ( Aloe barbadensis miller dan Aloe ferox miller). Aloe vera mengandung senyawa organik yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Salah satu senyawa yang terkandung dalam aloe vera adalah aloe emodin yang merupakan unsur antrakuinon yang dapat menurunkan kadar gula dalam darah dengan mengaktivasi sinyal insulin. Kata Kunci: Diabetes militus, aloe vera, aloe emodin, kadar gula darah

Abstract
Diabetes mellitus is a disease caused by high blood sugar levels or otherwise exceed normal limits. This is due to irregular eating patterns. Treating diabetes mellitus can be done in various ways, ranging from therapy, acupuncture, or taking medication. Lately a lot of research to treat patients with diabetes mellitus with use of herbal medicine. One of the study is aloe vera (Aloe barbadensis miller and miller Aloe ferox). Aloe vera contains organic compounds that can cure various diseases. One of the compounds in aloe vera is aloe emodin anthraquinone which is an element that can lower blood sugar levels by activating insulin signaling. Keywords: Diabetes mellitus, aloe vera, aloe emodin, blood sugar levels .

Pendahuluan Diabetes militus adalah penyakit yang dikarenakan kadar gula dalam darah melebihi kadar normal. Diabetes militus ini merupakan penyakit yang saat ini banyak diderita oleh masyarakat umum. Pola makan yang kurang teratur dan tidak sehat merupakan faktor yang menyebabkan seseorang menderita penyakit diabetes militus. Pengobatan dilakukan oleh penderita diabetes untuk menyembuhkan penyakitnya. Pengobatan itu meliputi terapi, operasi ataupun pengobatan alternatif yang sekarang marak didunia kesehatan. Tidak sedikit diantara penderita diabetes tersebut yang lebih memilih pengobatan alternatif. Pengobatan dengan memanfaatkan tumbuhan atau dikenal dengan obat herbal banyak dipilih untuk mengobati penyakit diabetes yang mereka derita. Salah satu yang digunakan untuk mengurangi kadar gula dalam darah adalah lidah buaya. Lidah buaya memiliki bermacam macam jenis. Jenis lidah buaya yang dimanfaatkan adalah Aloe barbadensis miller dan Aloe ferox miller. Kedua spesies tersebut memiliki sifat terapeutik[1]. Lidah buaya yang digunakan ini biasa disebut Aloe vera. Sejak 1500 SM, lidah buaya dikenal masyarakat untuk bahan mempercantik wajah dan digunakan
UNEJ JURNAL XXXXXXXXX 2012, I (1): 1-3

untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, baik penyakit luar maupun dalam. Kandungan aloe vera beragam seperti asam amino, karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat. Zat tersebut antara lain antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus, antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson, antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik. Salah satu manfaat aloe vera adalah menurunkan kadar gula dalam darah. Mengapa aloe vera dapat menurunkan kadar gula dalam darah ? Bagaimana mekanismenya ? Jurnal ini dibuat untuk menjelaskan mengapa aloe vera mampu menurunkan kadar gula dalam darah dan mekanisme yang terjadi.

Pembahasan
Aloe vera adalah tanaman yang berbentuk tombak dan memiliki duri di tepi daunnya. Daun aloe vera berwarna hijau yang dilapisi lignin. Aloe vera hidup di daerah kering dan hangat seperti Afrika, Eropa, dan Asia. Aloe vera tumbuh baik di tempat yang mendapat sinar matahari penuh dan kurang air. Secara umum aloevera di bagi menjadi tiga bagian, yaitu

Marena Thalita Rahma, Aloe Emodin Senyawa Organik Penurun Kadar Gula dalam Darah
kulit, eksudat, dan gel. Kulit adalah bagian terluar dari daun yang berwarna hijau. Eksudat adalah getah yang berwarna kuning yang keluar saat aloe vera di potong dan berasa pahit. Gel adalah bagian dermis daun yang berlendir. Aloe vera mengadung beberapa unsur yaitu asam amino, antrakuinon, enzim, hormon, lignin, mineral, asam salisilat, saponin, sterols, karbohidrat dan vitamin. Asam amino mengandung lisin, leusin, histidin, methionin, phenyalanine. Antrakuinon mengandung aloe emodin, asam aloetic, aloin, antracine, antranol, barbaloin, asam chrysophanic, emodin, enterpal oil, asam cinnamonic, isobarboi, dan resistannol. Enzim mengandung aliiase, alkalin phosphatase, amlilase, karboksi peptidase, katalase, selulose, lipase, peroksidase, bradikinase. Hormon mengandung auksin dan giberelin. Llignin mengandung substansi dasar selulosa. Mineral mengandung Ca, Cr, Cu, Fe, Mg, Ma, K, Na, Zn. Asam salisilat mengandung komponen aspirin. Saponin mengandung glycosin. Sterols mengandung kolesterol, compesterol lupeol,-sisosterol. Karbohidrat mengandung monosakarida dan polisakarida. Vitamin mengandung A, B, C, E, Choline, B-12,asam folat [2]. Penelitian telah dilakukan oleh suatu lembaga untuk membuat formulasi dalam bentuk cair berupa larutan oral yang digunakan sebagai minuman kesehatan dari ekstrak gel lidah buaya. Hasil tersebut 25% kadar gula 13% yang merupakan komplemen dari sukrosa 5,5% dan sorbitol 15% keasaman (pH) 3,3[3]. Kandungan aloe vera yang bermacam-macam membuat aloe vera digunakan sebagai obat berbagai penyakit. Salah satunya adalah untuk menyembuhkan peyakit diabetes militus. Diabetes mellitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan hiperglikemia (tingginya kadar gula dalam darah ). Penyakit ini mengakibatkan kerusakan pada beberapa organ tubuh seperti ginjal, saraf dan berpotensi berkembang proses penyakit aterosklerosis yang mengganggu kerja jantung, otak, dan organ tubuh lainnya[4]. Penderita diabetes di seluruh dunia semakin hari semakin meningkat salah satunya Indonesia. Menurut data yang di dapat , penderita diabetes di Indonesia kurang lebih berjumlah 4 juta orang dan pada tahun 2020 diperkirakan mencapai 7 juta penderita. Indonesia merupakan negara ke-4 dalam jumlah penderita diabetes militus menurut survei yang dilakukan WHO pada tahun 2005[4]. Penderita diabetes millitus atau DM tipe II terjadi karena mengkonsumsi karbohidrat berlebih yang menyebabkan tuuh menyerap glukosa berlebih, hal tersebut mengakibatkan terjadi kondisi hiperglikema yang secara terus menerus mengakibatkan komplikasi[5]. Penyakit diabetes militus tipe II dapat disembuhkan, misalnya dengan meminum obat herbal yang sekarang marak beredar di pasaran. Obat herbal yang digunkan salah satunya adalah menggunakan lidah buaya atau aloe vera. Aloe vera dapat menyembuhkan penderita diabetes karena mengandung unsur antrakuinon. Unsur tersebut mengandung aloe emodin, asam aloetic, aloin, antracine, antranol, balbaloin, asam chrysophanic, emodin, entherpal oil, asam cinnamonic, isobarbaloi dan resistannol. Unsur tersebut pada konsentrasi

rendah dapat sebagai analgetik, antibakteri, antijamur dan antivirus. Sedangkan pada konsentrasi tinggi mengakibatkan toksisitas. Aloe emodin yang terkandung dalam unsur antrakuinon adalah salah satu senyawa dari sekian banyak yang dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Senyawa aloe emodin adalah senyawa organik yang mengaktivasi sinyal insulin seperti insulin- , substrat1, fosfatilid inositol 3-kinase yang meningkatkan kecepatan sentesa glikogen. Proses tersebut dengan menghambat glikogen sintase kinase 3- yang berguna untuk mengurangi jumlah gula darah.[6] Menentuka kadar gula dalam darah dilakukan dengan metode enzimatik dengan pereaksi glukosa oksidase dan peroksidase. Enzim glukosa oksidase mengoksidasi glukosa karena adanya oksigen menghasilkan asam glukonat dan pembentukan peroksida (H2O2). Enzim peroksidase mengubah peroksida dengan membebaskan oksigen (O2) dan kemudian mengoksidasi akseptor kromogen (4aminoantipirin) menjadi chinonimin yang merupakan senyawa berwarna merah[7] Aloe emodin atau 3-hidroksimetilkrisazin (C15H10O5) berupa jarum orange dengan titik lebuir 223-224 derajat celcius. Molekul ini menyunlim dalam lingkungan yang memiliki gas CO2 dalam jumlah yang banyak. Molekul ini sangat mudah larut dalam alkohol bersuhu tinggi, benzena dan eter. Molekul ini larut dalam amonia, asam sulfat dan air[8].

[9] Turunan dari molekul aloe emodin yaitu barbaloin C21H22O9 yang berikatan dengan molekul glukosa. Molekul ini berupa kristal kuning yamg memiliki titik leleh 148-149 derajat selsius. Molekul ini memiliki rasa yang pahit. Prosentase kelarutannya adalah 57% pada piridin, 7,3% pada asetat gilisal, 5,4% pada metanol, 3,2% pada aseton, 2,8% pada alkohol,1,8% pada air, 1,6% pada propanol, 0,78% pada etil asetat dan 0,27% pada isopropanol. Molekul ini sangat sukar larut dalam isobutanol, kloroform, karbon disulfida dan eter[10]. Molekul ini membantu peran aloe emodin dalam menurunkan kadar gula dalam darah.

Kesimpulan dan Saran


Aloe vera mengandung senyawa organik yang dapat digunakan sebagai obat salah satunya menurunkan kadar gula dalam darah. Aloe emodin senyawa organik yang mengaktivasi sinyal insulin seperti insulin- , substrat1, fosfatilid inositol 3-kinase yang meningkatkan kecepatan sentesa glikogen. Proses tersebut dengan menghambat glikogen sintase kinase 3- yang berguna untuk mengurangi jumlah gula darah. Pengobatan sebaiknya dengan menggunakan zat atau

UNEJ JURNAL XXXXXXXXX 2012, I (1): 1-3

Marena Thalita Rahma, Aloe Emodin Senyawa Organik Penurun Kadar Gula dalam Darah
bahan alami yang lebih aman dikonsumsi oleh tubuh. Misalnya dengan menggunkan obat herbal yang banyak mengandung senyawa organik. Senyawa organik yang kaya mempunyai kemampuan untuk mengobati berbagai penyakit.

Daftar Pustaka
[1] V. Steenkamp and M. J. Stewart, Medicinal applications and toxicological activities of Aloe. Products, Pharm. Biol., vol. 45, no. 5, pp. 411420, 2007. [2] U. Indonesia, BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA, Simp. Nas. Kim. Bahan Alam, vol. 3, pp. 113, 2003. [3] Y. Padmadisastra, A. S. Sidik, F. Farmasi, and U. Padjadjaran, Formulasi Sediaan Cair Gel Lidah Buaya (Aloe vera Linn.) Sebagai Minuman Kesehatan), Simp. Nas. Kim. Bahan Alam, vol. 3, pp. 113, 2003. [4] U. Sumatera Utara, BAB I PENDAHULUAN, http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/2069 6/5/Chapter%20I.pdf, vol. 3, no. 3, pp. 16, 2012. [5] Mustofa, A. Yuniastuti, and A. Marianti, Efek Pemberian Jus Lidah Buaya Terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Putih, http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/UnnesJLifeSc i, vol. 3, no. 3, pp. 16, 2012. [6] WELCOME TO MY WEB. [Online]. Available: http://sektiagus23.blogspot.com/2013/03/berikutbeberapa-kandungan-lidah-buaya.html. [Accessed: 03Jun-2013]. [7] Tanti Azizah Sujono and Arifah Sri Wahyuni, PENGARUH DECOCTA DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera L) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH KELINCI YANG DIBEBANI GLUKOSA, http://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/123 456789/374/3.%20TANTI%20AZIZAH.pdf, vol. 6, no. 3, pp. 2634, 2005. [8] U. Indonesia, BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA, Http://lontaruiacidfilefiledigital125314-R20-Ob43020pengaruh20ekstrak-Lit., vol. 3, no. 3, pp. 421, 2011. [9] Aloe Emodin. http://lansida.blogspot.com/2010/09/lidah-buaya-aloebarbadensis-mill.html. [10] Lidah Buaya (Aloe barbadensis Mill.) ~ Lansida. [Online]. Available: http://lansida.blogspot.com/2010/09/lidah-buaya-aloebarbadensis-mill.html [Accessed: 06-Jun-2013].

UNEJ JURNAL XXXXXXXXX 2012, I (1): 1-3