P. 1
67023015 Kerangka Acuan Kerja Rp Hlb

67023015 Kerangka Acuan Kerja Rp Hlb

|Views: 36|Likes:
Dipublikasikan oleh Arie Rella Pg Materru

More info:

Published by: Arie Rella Pg Materru on Jun 11, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/12/2014

pdf

text

original

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK

)
KEGIATAN PEMBUATAN DOKUMEN PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN HUTAN KEGIATAN PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN HUTAN TAHUN ANGGARAN 2011

I. PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Kebijakan pembangunan kehutanan yang telah berorientasi pada pertumbuhan ekonomi telah menimbulkan berbagai permasalahan, diantaranya adalah menurunnya kualitas lingkungan sebagai akibat dari merosotnya kualitas dan fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan. Dalam menunjang implementasi pelaksanaan otonomi daerah, fungsi – fungsi hutan harus tetap optimal baik untuk kepentingan ekonomi,sosial dan ekologi. Untuk mewujudkan visi ini, maka kabupaten/kota yang kini menjadi pemeran utama adalah pengelolaan sumberdaya alam di daerah mempunyai tugas besar dan mulia khususnya dalam melaksanakan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan. Implementasi Undang – Undang No. 22 tahun 1999, PP. Nomor 25 tahun 2000 dan Permenhut P.42/Menhut – II/2010 memberikan kewenangan luas bagi daerah untuk melaksanakan pembangunan di bidang kehutanan termasuk di dalamnya adalah merencanakan dan melakukan pengelolaan hutan termasuk hutan lindung dan hutan mangrove. Kaitan dengan hal tersebut, perlu diciptakan kesamaan persepsi dan komitmen dari semua pihak terhadap penanganan sumberdaya hutan. Salah satu hal mendasar guna menunjang terciptanya kondisi tersebut adalah diketahuinya kondisi dan potensi sumberdaya hutan dan sumberdaya manusia yang tersedia di daerah. Melalui pengenalan kondisi dan potensi wilayah yang diharapkan terwujudnya kesamaan persepsi dan visi dari para pihak terhadap penanganan untuk merencanakan dan malakukan pengelolaan hutan lindung dan hutan mangrove ke depan. Departemen Kehutanan melalui Peraturan Menteri Kehutanan No. 70/Menhut-II/2009 tanggal 7 Desember 2009 telah menetapkan 8 (Delapan) Kebijakan Prioritas Bidang Kehutanan Dalam Program Pembangunan Nasional Kabinet Indonesia Bersatu II sebagai berikut : 1. Pemantapan Kawasan Hutan 2. Rehabilitasi Hutan dan Peningkatan Daya Dukung Daerah Aliran Sungai (DAS) 3. Pengamanan Hutan dan Pengendalian Kebakaran Hutan 4. Konservasi Keanekaragaman Hayati 5. Revitalisasi Pemanfaatan Hutan dan Industri Kehutanan
1|P ag e

6. Pemberdayaan Masyarakat di Sekitar Hutan 7. Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim Sektor Kehutanan 8. Penguatan Kelembagaan Kehutanan Maka untuk mengimplementasikan program perencanaan dan pengelolaan hutan, pemerintah melalui Paraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2007 tanggal 08 Januari 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, Pemanfaatan Hutan. Penyusunan Dokumen Pengelolaan dan Pemanfataan Hutan merupakan salah satu cara dalam rangka mewujudkan komitmen bersama tersebut sekaligus mendukung pelaksanaan kegiatan Pengelolaan blok dalam kawasan Hutan Lindung Bontang, Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau serta RTRW Kota yang efektif dan efisien (tepat lokasi, tepat sasaran, ekonomis dan bermanfaat) melalui perencanaan yang terintegrasi dan disusun secara partisipatif.oleh karena itu Dokumen Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan bersifat sangat strategis karena tidak hanya berperan dalam mendukung dan meningkatkan keberhasilan pelaksanaan RHL, pemanfaatan kawasan hutan dan pembagian zonasi/blok kawasan hutan melalui perencanaan yang terintegrasi, namun juga sebagai salah satu entry point dalam mewujudkan kesamaan visi dari berbagai pihak di Kota Bontang terhadap pengelolaan sumberdaya hutan dan lahan kedepan. Dokumen Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan merupakan rencana makro jangka panjang dan berisi tentang arah kebijakan dan strategi perencanaan pengelolaan hutan yang disusun berdasarkan berbagai prinsip dan criteria yang mencakup aspek – aspek politik (desentralisasi), kelembagaan, biofisik, potensi sumberdaya, ekonomi dan sosial daerah Kota Bontang. Dengan tersusunnya Dokumen Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan (PPH) tersebut diharapkan dapat bermanfaat dan dipergunakan oleh daerah sebagai acuan dalam menyusun rencana strategis, mengendalikan, serta mengevaluasi pelaksanaan kegiatan dengan pola kemitraan dengan masyarakat pada umumnya dan sebagai acuan pendukung dalam pengalokasian Dana Alokasi Khusus (DAK) Dana Reboisasi di Daerah, serta sumber data dan informasi bagi pihak – pihak terkait lainnya. Untuk lebih jelasnya langkah – langkah umum penyusunan Dokumen Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan serta tahapan dan outputnya dapat dilihat pada gambar berikut :

2|P ag e

Menyampaikan hasil revisi draft rencana zonasi b. Memeriksa konsistensi draft awal rencana zonasi dengan RTRW & aturan – aturan lain d. Menyusun TOR dan RAB a. Menyampaikan draft awal rencana zonasi b. Menyusun Katalog Informasi Sumberdaya a. Identifikasi pemanfaatan sumberdaya hutan lindung bontang 4 Identifikasi Potensi Wilayah dan hutan mangrove c. Memaduserasikan dokumen Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan dengan RTRW a. Kesepakatan awal tentang draft rencana zonasi 7 Penyusunan Dokumen Antara Revisi Dokumen Awal a. Identifikasi jenis dan sumberdaya b. Penetapan tujuan penggunaan zona d. Kesepakatan untuk finalisasi rencana zonasi 8 Konsultasi Publik 9 Penyusunan Dokumen Final Dokumen Final Pengajuan Rencana Zonasi untuk Pengesahan 10 Penetapan 3|P ag e .1 Pembentukan Tim Identifikasi Potensi Lahan a. Pengumpulan Data Sekunder 2 Pengumpulan Data b. Identifikasi potensi pengembangan sumberdaya hutan a. Menyusun Pembentukan Tim b. Aturan pengambilan keputusan untuk menetapkan zona 5 Penyusunan Dokumen Awal c. Menyusun Rencana Kerja c. Peta dasar. Identifikasi kegiatan yang sesuai di setiap zona dan sub zona e. peta tematik dan peta rencana kerja 3 Ssurvey Lapangan a. Peta dan gambar lokasi b. Pengumpulan Data Primer dan Sekunder b. c. Menjaring masukan untuk menilai kelayakan/kesesuaian 6 Konsultasi Publik tentang draft zona yang di buat. Identifikasi Pemanfaatan Sumberdaya dan isu – isu perencanaan c.

Kabupaten Kutai Barat. 6. 6 Tahun 2007 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan.Undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah 2. Keputusan Menteri Kehutanan No.Undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah. 8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor. 5. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 7211/Kpts-II/2002 tentang Pedoman dan Kriteria Penyusunan Master Plan Rehabilitasi HUtan dan Lahan (MPRHL) Daerah. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 79/Kpts-II/2001 tanggal 15 Maret 2001 tentang Penunjukan Kawasan Hutan dan Perairan di wilayah Propinsi Kalimantan Timur.Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. 4|P ag e . 42/Menhut – II/2010 Tentang Sistem Perencanaan Kehutanan. 3. Peraturan Daerah Kota Bontang Nomor 6 Tahun 2003 Tentang Pengelolaan Hutan Lindung Kota Bontang. 4. Peraturan Menteri Kehutanan No. 6. Peraturan Perundang – Undangan 1. Kabupaten Kutai Timur dan Kota Bontang. B. 7. 3. Undang . 2. 5. Undang . Pemanfaatan Hutan. Peraturan Daerah Kota Bontang Nomor 7 Tahun 2003 Tentang Pengelolaan Hutan Mangrove. 4. Undang . P.37/Menhut – II/ 2010 Tentang Rencana Pengelolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan.10/Menhut – II/2010 Tentang 6 (Enam) Kebijakan Prioritas Bidang Kehutanan dalam Program Pembangunan Nasional Kabinet Indonesia Bersatu II. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor. Kabupaten Malinau. P. 156/Kpts/VII-3/1997 tanggal 8 Oktober 1997 tentang Petunjuk Teknis Pembuatan Deliniasi Batas dalam rangka Efektifitas dan Efisiensi peruntukan kawasan hutan.TINJAUAN DASAR – DASAR PELAKSANAAN Dari sudut pandang legalitas. P. Undang – Undang Nomor 47 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Nunukan. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 20/Kpts-II/2001 tanggal 31 Januari 2001 tentang Pola Umum dan Standar serta Kriteria Rehabilitasi Hutan dan Lahan. pelaksanaan penyusunan Dokumen Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan mengacu pada: A. Ketentuan Teknis 1.

dan merangsang pertumbuhan ekonomi masyarakat) serta menunjang terwujudnya komitmen dan visi bersama terhadap penanganan sumberdaya hutan dan lahan.7. 5|P ag e . kondisi fisik. 8. kelembagaan dan peran para pihak dalam penanganan pengelolaan dan pemanfaatan hutan lindung dan hutan mangrove. TUJUAN DAN SASARAN PENYUSUNAN DOKUMEN PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN HUTAN Tujuan penyusunan Dokumen Pengelolaan dan Pemanfataan Hutan Kota Bontang adalah untuk mendapatkan data yang akan diolah menjadi informasi yang dipergunakan sebagai bahan perenanaan dan perumusan kebijaksanaan strategis jangka panjang. mempertahankan dan meningkatkan produktifitas hutan dan lahan melalui perencanaan dan pelaksanaan pembagian blok dalam kawasan hutan lindung yang efektif dan efisien (tepat lokasi. 2. kondisi SDM. Terciptanya transparansi dan keterpaduan dalam perencanaan. Bio – Ekologi. kondisi fisik wilayah kota dan kawasan hutan. pelaksanaan dan evaluasi kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan. Terwujudnya komitmen bersama dalam pengelolaan sumberdaya hutan di Kota Bontang. Rencana Strategis Kehutanan Dinas Kehutanan Propinsi Kalimantan Timur. hidro – fisiografi. arahan indikasi program dan dasar penetapan ketentuan pengendalian pemanfaatan zona. Rencana Pengelolaan Hutan Lindung Bontang Dinas Kehutanan Propinsi Kalimantan Timur. Sosial Ekonomi dan Budaya yang dijadikan sebagai dasar dasar untuk memformulasikan kebijakan dan strategi penataan ruang pengelolaan dan pemanfaatan hutan. Terwujudnya kesamaan persepsi. 5. 3. 7. sosial dan ekonomi. 4. Menyusun dan menetapkan Draft Rencana Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan di Kota Bontang. Tersedianya data dan informasi akurat tentang sumberdaya hutan dan sumberdaya manusia di dalam dan sekitar kawasan hutan di Kota Bontang meliputi data kebijakan. Isu dan permasalahan tentang kebijakan kehutanan dan pengembangan wilayah setempat. tepat sasaran. jangka menengah dan operasional jangka pendek guna memulihkan. Adapun sasaran strategis penyusunan Dokumen Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan adalah : 1. 6. Mengidentifikasi potensi pengembangan wilayah karakteristik kawasan hutan di Kota Bontang berdasarkan pada kesesuaian lahan. daya dukung dan nilai ekonomi. strategi.

11. arahan pemanfaatan ruang mencakup penetapan zona hingga arahan sub zona pada setiap zona pengelolaan dan pemanfaatan hutan. Kawasan Konservasi. KELUARAN (OUTPUT) Output dari kegiatan ini adalah (hard copy dan soft copy) : a. 6|P ag e Kegiatan RHL yang sudah ada . fungsi kawasan Sosial ekonomi dan budaya masyarakat. Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH). 3. RTRWP. human resources. penggunaan kawasan yang dirambah Perizinan/hak yang telah diterbitkan. sumber dana 2. kondisi eksisting. tujuan. siapa yang merambah. kebutuhan pasar. Terwujudnya pelaksanaan pengelolaan dan pemanfaatan hutan yang efektif dan efisien. 9. b. rekomendasi terhadap RTRW kabupaten/kota dan ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang Kota Bontang yang mencakup penetapan Kawasan Pemanfaatan Umum (KPU). indikasi program utama. permasalahan. Pemanfaatan dan Penggunaan Kawasan Hutan/Lahan serta Rencana Tata Ruang Jenis Vegetasi 4. sosial. kebijakan dan strategi penataan ruang pengelolaan dan pemanfaatan hutan. DATA DAN INFORMASI Perambahan Hutan PARAMETER/FAKTOR YANG DIANALISIS Fungsi kawasan yang dirambah. ekonomi dan policy yang mengatur wilayah tersebut. sudah berapa lama. selain adanya Perencanaan Pengelolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan yang mencakup beberapa hal sebagai berikut : PARAMETER/FAKTOR YANG DIANALISIS DARI MASING – MASING DATA DAN INFORMASI NO 1. Buku Katalog Informasi Sumberdaya Kota Bontang yang memuat potensi. penetapan kawasan strategis. Kawasan Perlindungan. pencadangan areal. Tersedianya data dan informasi sumberdaya hutan bagi para pihak. Diketahuinya kondisi riil sumberdaya hutan Kota Bontang. RTRWK.8. untuk areal mangrove perlu adanya kesesuaian tanaman dengan tingkat salinitas lahan Kejelasan lokasi. rencana pola ruang wilayah kawasan lindung. 10. luas hutan yang dirambah. permasahan pemanfaatan ruang dan sumberdaya wilayah dari aspek natural resources. Buku Rancangan Dokumen PPH Kota Bontang yang memuat pembahasan substansi mengenai . Kawasan Strategis Nasional Tertentu (KSNT). rencana struktur ruang kawasan hutan Propinsi Kalimantan Timur. Berkembangnya partisipatif aktif masyarakat.

asal bahan baku 1. manfaat. provinsi. jenis bangunan. luas daerah tangkapan air dan kondisinya Jumlah. usia produktif dan tingkat pendidikan Upah tenaga kerja terdiri dari upah harian dan/atau bulanan. Sosial Ekonomi Rehabilitasi Mangrove dan Sempadan Pantai (RMSP) Kerapatan vegetasi/tegakan yang ada di suatu wilayah Peta dan data bangunan vital berupa dam/bendungan/waduk/danau meliputi lokasi. lokasi perusahaan. Tingkat ketergantungan penduduk/petani/nelayan terhadap lahan di wilayah pesisir. pertambahan penduduk. jenis kayu yang diperlukan.5. debit air. Kependudukan 12. 14. harga barang dan bahan setempat Antara lain. jumlah bulan basah. kebun dan pekarangan) Jumlah tenaga kerja. 16. rata – rata curah hujan tahunan. Penutupan Lahan Bangunan Vital 8. Sarana dan Prasarana Perekonomian Sarana dan Prasarana Penyuluhan Industri Perkayuan 18. sedimentasi yang terjadi. jumlah penduduk menurut tingkat pendidikan. dan 7|P ag e . sarana dan prasarana penyuluhan Nama perusahaan. 9. Keberadaan Sumber Mata Air Aksesibilitas 10. kelompok tani dan bank Potensi tenaga penyuluh. kinerja (hidup/mati) dan pemanfaatannya Keberadaan jalan baik jalan negara. koperasi. kabupaten/kota maupun desa/kelurahan Rata – rata curah hujan bulanan. produk akhir. Luas Kepemilikan Lahan 13. Iklim 11. kepadatan penduduk (agraris dan geografis). kebutuhan bahan baku. jumlah penduduk menurut jenis kelamin dan mata pencaharian Luas kepemilikan lahan dibedakan menjadi sawah dan lahan kering (tegal. 17. bulan lembab dan bulan kering Jumlah penduduk/KK. Tingkat adopsi/respons petani/nelayan terhadap teknologi baru dalam kegiatan RSMP. 2. UMR. Keadaan Tenaga Kerja Tingkat Upah dan Harga 15. 7. kecukupan bahan baku.

Keberadaan serta aktivitas kelembagaan yang ada untuk mendukung kegiatan RSMP. Air Bersih dan Sanitasi. Saluran Drainase.000 dan dibuat dengan sistem referensi geografis grid UTM (Universal Tranverse Mercantor) dan sistem proyeksi WGS 84. Kontribusi Ekonomi Kecamatan. dll)  Peta Analisis Kesesuaian Lahan untuk Pemanfataan Kawasan Hutan  Peta Analisis Struktur Ruang Hutan Lindung dan Hutan Mangrove  Peta Analisis Pemanfaatan Ruang dalam Kawasan Hutan Lindung dan Hutan Mangrove  Peta Analisis Kependudukan dan Sosial Ekonomi  Peta Analisis Kebutuhan Infrastruktur Wilayah  Peta Analisis Kegiatan Pemanfaatan Hutan  Peta Analisis Kesesuaian Zona Fungsional Kawasan Hutan  Peta Rancangan Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan  Peta Rencana Zonasi Kawasan Hutan (Hutan Lindung dan Hutan Mangrove)  Matriks Rencana Pengembangan Kegiatan pada Zona dan Sub Zona  Peta lain yang dianggap perlu. Draft Peta PPH ukuran A-0 disusun dengan skala 1 : 50. Pemukiman. komponen. Jaringan Jalan. Sampah. Telekomunikasi. Pengolahan Limbah. Album peta ukuran A-3 yang terdiri atas :  Peta Wilayah Perencanaan  Peta Rencana Struktur dan Pola Ruang dalam RTRW Propinsi  Peta Rencana Struktur dan Pola Ruang dalam RTRW Kota Bontang  Peta Topografi dan Fisiografi  Peta Biofisik Kawasan Hutan  Peta Hidrologi Hutan  Peta Penggunaan Eksisting Pemanfaatan Kawasan Hutan  Peta Status Lahan (Kementrian Kehutanan)  Peta Kondisi Ekosistem Kawasan Hutan  Peta Kondisi Sistem Jaringan Infrastruktur Wilayah (Listrik. parameter dan sistem pembobotan yang digunakan di dalam mengevaluasi aspek sosial ekonomi c.3. dll)  Peta Kondisi Sosial (Pendidikan. 8|P ag e . Kesehatan. dll)  Peta Kawasan Resapan Air (Aquifer) Kota Bontang  Peta Kondisi Ekonomi Wilayah (Fasilitas Perekonomian. d.

Skala 1 . gedung dan bangunan. 9|P ag e . 2) Peta Sistem Lahan dan Kesesuaian Lahan (Landsystems and Landsuitability) .Kedalaman Informasi : unit lahan.Skala 1 : 250. serta pengumpulan bahan peta dasar (data bentang alam kawasan hutan) dan peta tematik sesuai skala peta yang telah ditentukan. jenis tanah.000 sampai 1 : 50.  Penyiapan administrasi. kontur tanah dll.Data Bentang Lahan : 1) Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) . b. RENCANA RINCI PEKERJAAN Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Pembuatan Dokumen Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan Kota Bontang sebagai berikut : a.  Studi literatur sebagai awal atau referensi untuk pelaksanaan kegiatan. 100.000 . LOKASI STUDI Kegiatan Penyusunan Dokumen Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan Kota Bontang ini meliputi kawasan hutan dan lahan termasuk Hutan Lindung Bontang di Kota Bontang dan Hutan Mangrove di Kota Bontang dengan kondisi potensi secara keseluruhan tanpa terkecuali.HASIL (OUT COME) Tersedianya rancangan Rencana Zonasi Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan yang akan menjadi dasar bagi pelaksanaan tahapan selanjutnya.Kedalaman informasi : Batas Administrasi sampai kecamatan.  Jenis – jenis data dasar serta kedalaman informasi yang dibutuhkan dalam penyusunan Rencana Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan meliputi : . Pengumpulan Data Sekunder  Pada tahapan ini dilakukan pengumpulan data sekunder yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi pemanfaatan sumberdaya dan isu – isu perencanaan.000 . Persiapan Pada tahapan ini dilakukan persiapan pelaksanaan kegiatan yang meliputi :  Penyiapan personil dalam tim kerja (tenaga ahli dan tenaga pendukung sesuai dengan tata laksana personil). kondisi kritis dan terdegradasi dalam kawasan hutan termasuk kondisi sosial ekonomi masyarakat di sekitar dan dalam kawasan hutan. jaringan jalan dan pemanfaatan lahan existing. kelerengan.

maka dapat ditiadakan atau diganti dengan jenis data dasar yang lainnya sesuai dengan kebutuhan penyusunan Rencana Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan Kota Bontang.  10 | P a g e . kondisi sosial budaya. c. Struktur Ruang.000 sampai 1 : 50.000).Kedalaman informasi : Pola Ruang.000 (sesuai ketentuan) . Penyusunan Laporan Pendahuluan Penyusunan laporan pendahuluan berdasar pengumpulan data sekunder dan selanjutnya dilakukan presentasi laporan pendahuluan yang bertujuan untuk mensosialisasikan hasil – hasil penyusunan rencana zonasi sampai pada tahap Laporan Pendahuluan. 4) RTRW Kota Bontang . identifikasi pemanfaatan sumberdaya hutan serta identifikasi potensi pengembangan wilayah yang dilakukan melalui ssurvey lapangan untuk pengumpulan data yang belum tersedia dalam rangka penyusunan katalog informasi sumberdaya. pengukuran. kondisi pemanfaatan ruang eksisting. wawancara. Adapun jenis data yang akan dikumpulkan meliputi :  Data sekunder yang akan dikumpulkan dalam ssurvey lapang akan meliputi kebijakan. Catatan : untuk beberapa atau salah satu jenis data dasar yang tidak dapat dipenuhi/ditampilkan dengan alasan yang menguatkan. Arahan Pemanfaatan Ruang. kondisi ekonomi. d. Identifikasi Potensi Wilayah Identifikasi potensi wilayah yang meliputi : identifikasi jenis dan sumberdaya. Pengumpulan data sekunder ini sebagai lanjutan dari pengumpulan data sekunder pada tahap pembuatan laporan awal sebelumnya. pengambilan sampling. kondisi ekologi serta rencana/studi terkait lainnya. kuesioner atau focus group discussion). kondisi fisik wilayah.Citra akuisisi terbaru dengan skala sesuai dengan resolusi yang dibutuhkan (Diwajibkan untuk menggunakan Citra Quickbird untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan skala peta 1 : 10.Skala 1 : 100. dimana sosialisasi ini dimaksudkan untuk menjaring masukan dan perbaikan data maupun informasi. penghitungan.3) Citra Satelit . Data primer yang dilakukan secara sistematis melalui perekaman data (observasi.

 Sumberdaya Manusia. sosial.Kondisi Sosial Masyarakat Hutan. Dari hasil analisis ini akan dihasilkan kesesuaian lahan pemanfaatan ruang dalam bentuk ruang peta kesesuaian pemanfaatan ruang.  Analisis kewilayahan (analisa kecenderungan perkembangan kawasan di wilayah perencanaan berdasarkan potensi fisik wilayah dan kondisi ekonomi. budaya dan politik). kondisi hutan mangrove dan geomorfologi hutan. yang antara lain akan meliputi kesesuaian pemanfaatan ruang untuk kawasan lindung/konservasi. .  Analisis Daya Dukung (Analisa daya dukung fisik lingkungan meliputi : geografi.  Analisis Kesesuaian Pemanfaatan Ruang (Analisis potensi kawasan hutan berdasarkan kriteria – kriteria teknis kegiatan pemanfaatan ruang yang direncanakan. propinsi dan Kota Bontang serta menyesuaikan perencanaan yang di buat dengan kebijakan pembangunan daerah). struktur penghasilan. . Analisis dan Pengolahan Data  Analisis kebijakan (analisa kedudukan wilayah perencanaan terhadap kebijakan rencana tata ruang nasional. Penyusunan Laporan Antara Penyusunan laporan antara berdasar pada identifikasi potensi wilayah/ssurvey lapangan dan katalog informasi yang telah disusun dan selanjutnya dilakukan presentasi/sosialisasi laporan antara g. Analisis ini menggunakan metode overlay peta untuk masing – masing variabel fisik.Kondisi Fisik : kualitas potensi hutan. geo – morfologi. eko – biologis dan daya dukung sosial. hidrologi. memuat informasi tentang :  Sumberdaya Alam. tingkat kemiskinan.  Analisis Sosial Ekonomi (Analisa kondisi sosial ekonomi dan strukturnya di wilayah perencanaan).  Sumberdaya Sosial. ekonomi dan budaya berdasarkan kriteria kegiatan. Kelembagaan Petani Hutan. e. Penyusunan Katalog Informasi Sumberdaya Kota Bontang. ekonomi. f.Data primer yang diambil meliputi : . kawasan pemanfaatan umum. .Kondisi Ekonomi Masyarakat Hutan (rumah tangga petani hutan) : jumlah petani hutan. zona penyangga dan kawasan strategis). 11 | P a g e .  Sumberdaya Fisik/Buatan.Kondisi Pemanfaatan Ruang Kawasan Hutan. sosial budaya yang ada).

 Album peta dan gambar lokasi dengan skala peta yang telah ditentukan. kawasan lindung/konservasi. i.  Laporan pendahuluan disusun berdasar pengumpulan data – data sekunder dan bahan peta dasar tentang sumberdaya dan isu – isu perencanaan. penetapan kawasan strategis. tujuan. zona dan arahan sub zona yang diusulkan untuk dijadikan Dokumen Awal Perencanaan dan Pengelolaan Hutan. metodologi yang digunakan.  Draft awal rencana zonasi disusun berdasarkan proses pengambilan keputusan atas alokasi ruang (kawasan pemanfaatan umum. kawasan penyangga dan kawasan strategis) dan kondisi pemanfaatan ruang dan disertai dengan arahan pemanfaatan ruang (zona dan sub zona). Laporan Pendahuluan  Laporan Pendahuluan merupakan laporan pelaksanaan pekerjaan tahap awal yang akan dikerjakan oleh Pelaksana. indikasi program utama. Tahapan Pelaporan Kegiatan Fasilitasi Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Hutan Kota Bontang Penyusunan Pelaporan Dokumen Perencanaan dan Pengelolaan Hutan Kota Bontang beserta tahapan dan outputnya adalah sebagai berikut : a. Substansi yang disajikan minimal memuat rencana pelaksana pekerjaan untuk menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan meliputi persiapan waktu. rencana pola ruang kawasan hutan.h. arahan pemanfaatan ruang mencakup penetapan zona hingga arahan sub zona pada setiap zona. kebijakan dan strategi penataan ruang Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan. metode analisis yang akan digunakan dan rencana pelaporan.  Dari hasil penyusunan Draft Laporan Akhir Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan Kota Bontang selanjutnya dilakukan sosialisasi dan perbaikan melalui presentasi kepada publik. rekomendasi terhadap RTRW Kota Bontang dan ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang kawasan hutan Kota Bontang. 12 | P a g e . tenaga ahli. Penyusunan Laporan Akhir Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan Kota Bontang Memuat :  Penyusunan Laporan Akhir yang selanjutnya disusun menjadi Dokumen Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan memuat pembahasan substansi mengenai. rencana lokasi ssurvey. rencana struktur ruang wilayah kawasan hutan. Penyusunan Draft Laporan Akhir Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan (PPH)  Draft laporan akhir PPH Kota Bontang terutama memuat jenis kawasan.  Pengumpulan data sekunder dan bahan peta dasar (data bentang alam) serta peta tematik sesuai skala peta yang telah ditentukan.

3.1 Persiapan 3.2 Ssurvey Lapangan meliputi kebutuhan data.1 Organisasi dan Personil Pelaksana Pekerjaan 4.7 Susunan Tenaga Ahli 1.4 Kondisi Kelembagaan Bab 3 Pendekatan dan Metodologi 3.2.2 Lingkup Materi 1.3.3 Ruang Lingkup 1.5 Waktu Pelaksanaan Pekerjaan 1.6 Lokasi Pekerjaan 1. personil. Personil dan Rencana Kerja 4. dll) 3.5 Rencana Pengembangan Konsep 3.3 Pengumpulan Data 3. Draft Final dan Final) Bab 4 Organisasi.3.2 Kondisi Sosial dan Budaya 2.8 Sistematika Laporan Bab 2 Tinjauan Umum Wilayah Perencanaan 2.2 Tujuan dan Sasaran 1.1 Kondisi Fisik 2.1 Latar Belakang 1. kuesioner.3. institusi penyedia data.2.2.2 Personil Pelaksana dan Rencana Kerja 13 | P a g e .3.3.Outline Laporan Pendahuluan : Bab 1 Pendahuluan 1.2.3 Sistematika Pelaporan 3.3 Rencana Outline Laporan (Kamajuan.1 Pendekatan Studi 3.1 Lingkup Wilayah Perencanaan.2 Susbstansi Pelaporan 3.4 Metode Analisis Data 3.3 Lingkup Waktu Perencanaan 1.2. rencana lokasi ssurvey.4 Keluaran 1.3 Kondisi Ekonomi 2. 1.2 Metode Pelaksanaan Pekerjaan 3.1 Jenis dan Jadual Pelaporan 3.

Peta Status Lahan (Kementrian Kehutanan) .Gambaran wilayah (kondisi geografis dan survey rative.  Laporan Antara memuat : . kondisi fisik dasar kawasan hutan. kontribusi ekonomi kecamatan.Kebijakan pembangunan di wilayah perencanaan (kebijakan sektoral dan spasial) . telekomunikasi. Kesehatan. Kota Bontang berdasar 14 | P a g e . pengolahan limbah.Peta Kondisi Hutan Hasil Ssurvey Primer .Peta Kondisi Sosial (Pendidikan. air bersih dan sanitasi. sampah.Peta Rencana Struktur dan Pola Ruang dalam RTRW Propinsi . pemanfaatan ruang wilayah kawasan hutan. kondisi infrastruktur kehutanan serta perekonomian kehutanan).Peta Kondisi Ekonomi Wilayah (Fasilitas perekonomian.Peta Geologi dan Geomorfologi Hutan . dll) . dll) .Peta Wilayah Perencanaan .Peta Topografi .  Penyusunan Peta Tematik : .Peta Kondisi Sistem Jaringan Infrastruktur Wilayah (listrik.Peta Kondisi Ekosistem Hutan (Hutan Lindung dan Hutan Mangrove) .Peta Rencana Struktur dan Pola Ruang dalam RTRW Kota Bontang . saluran drainase.Peta Penggunaan Eksisting Pemanfaatan Kawasan Hutan . Laporan Antara  Laporan antara merupakan revisi atas laporan awal yang telah dipresentasikan/disosialisasikan kepada survey serta laporan hasil pengumpulan data dan informasi di lapangan melalui ssurvey lapangan yang dibutuhkan untuk menginformasikan tematik atau kondisi lapangan yang belum terangkum di dalam laporan awal. jaringan jalan.Peta Biofisik .b. dll)  Penyusunan Katalog Informasi sumberdaya pengumpulan data dan informasi di lapangan.

dll) 3.Outline Laporan Antara : Bab 1 Pendahuluan 1.4 Kawasan Pengembangan Prioritas Bab 3 Gambaran Eksisting Wilayah Perencanaan dan Pemanfaatan 3.1 Penggunaan Lahan 3.3 Pemanfaatan Ruang Wilayah Kawasan Hutan 3.2.6 Sistematika Pembahasan Bab 2 Tinjauan Kebijakan 2. Kawasan Budidaya.1 RTRW Provinsi 2. Renstra) 2.1 Lingkup Wilayah Perencanaan. Kawasan Budidaya.2 Lingkup Materi 1.2 Ekosistem Hutan (Hutan Lindung.2 Topografi 3.2. RKPD.2.1 Kondisi Geografis dan Administratif 3.3 Sistem Jaringan Infrastruktur Wilayah 2.2.2.1 Struktur Wilayah Pengembangan (Kawasan Lindung.2.1 Latar Belakang 1.2 Kondisi Fisik Dasar Kawasan Hutan 3.2 Pola Ruang Wilayah 2.2 RTRW Kota Bontang 2.3 Kegiatan Penghijauan 15 | P a g e .2 Kebijakan Spasial 2.1 Iklim 3.1 Kebijakan Kehutanan (dari RPJMD.5 Pendekatan dan Metodologi 1.2.3.1.4 Kawasan Pengembangan Prioritas 2.1. Pusat – pusat Pertumbuhan) 2.3.1 Struktur Wilayah Pengembangan (Kawasan Lindung.3 Lingkup Waktu Perencanaan 1.2 Tujuan dan Sasaran 1.2.2.3. Pusat – pusat Pertumbuhan) 2.1.1.2 Pola Ruang Wilayah 2.2.3 Sistem Jaringan Infrastruktur Wilayah 2.1.2.3 Ruang Lingkup 1.2 Kebijakan Pengembangan Infrastruktur Wilayah 2. 1.2.2. Hutan Mangrove.2.2.3.1 Kebijakan Sektoral 2.3.2.3.3 Geologi dan Geomorfologi 3.1.2.4 Keluaran 1.

4.3. Zona dan Subzona 3) Analisis Rencana Pengembangan Kawasan Hutan 4) Analisis Ekonomi dan Bisnis (Khusus pada Rencana Zonasi Rinci Wilayah dalam Kawasan Hutan) 5) Analisis Kebutuhan Infrastruktur Pendukung Pengembangan Kegiatan pada Zona dan Subzona 16 | P a g e .Hasil Survey . Kebutuhan Bahan Baku Produksi Kayu dan Non Kayu.1 Sentra Pemanfaatan dan Perlindungan Mangrove 3. pasar. Margin Pasar dan Keuntungan.4. Pola Kegiatan Produksi.5. Draft Laporan Akhir  Draft laporan DPPH (Dokumen Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan) umumnya memuat hasil revisi laporan antara yang telah dipresentasikan pada survey dan survey informasi sumberdaya yang telah disusun serta isu – isu pokok permasalahan dan hasil survey yang selanjutnya dilakukan analisis. . Kuantitas dan Kualitas Produk Hasil Hutan Kayu dan Non Kayu.7 Sentra Kegiatan Agroforestry 3.3. Permasalahan Usaha meliputi modal.5 Perekonomian Kehutanan 3.4.4 Kondisi Infrasruktur Kehutanan 3. isu – isu pokok pengembangan infrastruktur wilayah.4 Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan 3.4. bahan baku. Tujuan Pasar Hasil Produksi Kayu dan Non Kayu.4.3 Sentra Kegiatan Budidaya Hutan 3. isu – isu pokok pengembangan hasil produksi dan pemanfaatan hasil hutan baik kayu dan non kayu) . infrastruktur.2 Kontribusi Sektor Kehutanan (Asal Bahan Baku Produksi Kayu.Analisis wilayah perencanaan : 1) Analisis Kesesuaian Peruntukan Hutan Lindung dan Hutan Mangrove 2) Analisis Daya Dukung Kawasan. isu – isu pokok pengembangan kehutanan.4.2 Sentra Kegiatan Ekowisata 3. tenaga kerja termasuk upah dan/atau pendapatan petani.Isu – isu pokok permasalahan wilayah perencanaan (isu – isu pokok spasial.4. dll) c.4 Sentra Kegiatan Pemanfaatan dan Perlindungan di Hutan Lindung 3.5 Sentara Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau 3. Ongkos Produksi.5.8 Sentra Kegiatan Lainnya 3.1 Pertumbuhan Ekonomi 3.6 Sentra Kegiatan Konservasi dalam Kawasan Hutan 3.4.

(iii) Matriks Keterkaitan Antar Zona dan (iv) Draft Dokumen Rencana Zonasi dan Album Peta. rencana pola ruang wilayah/kawasan hutan. Kesesuaian Ruang.Peta Analisis Kegiatan Usaha Budidaya Kehutanan . Laporan ini ditulis ringkas dan menggambarkan isi dari keseluruhan Dokumen Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan (DPPH) yang telah disusun. Pemanfaatan Sumberdaya.Peta Analisis Struktur Ruang Kawasan Hutan .Matriks Rencana Pengembangan Kegiatan pada Zona dan Subzona .Peta Analisis Kependudukan dan Sosial Ekonomi .Peta Analisis Kesesuaian Lahan dalam Kawasan Hutan Lindung dan Hutan Mangrove . 6) Analisis Pentahapan Pengembangan Zona dan Subzona 7) Analisis Kebutuhan Investasi Pengembangan Kegiatan Zona dan Subzona 8) Analisis Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hutan 9) Rencana Penataan Zona dan Subzona Album Peta Analisis dan Draft Peta Rencana Zonasi : . ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang. 17 | P a g e . rekomendasi terhadap RTRW Kota Bontang. Pemanfaatan Ruang.Peta Analisis Kebutuhan Infrastruktur Wilayah . Analisis Kebijakan. Laporan Ringkasan Eksekutif (Executive Summary) Laporan ini memuat ringkasan dari Dikumen Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan. Sosial. kebijakan dan strategi penataan ruang wilayah/kawasan hutan. Kewilayahan.Peta Analisis Kesesuain Zona Fungsional Kawasasn Hutan .Peta Analisis Pemanfaatan Ruang Kawasan Hutan . (ii) Matriks Kesesuaian Pemanfaatan Ruang.Peta Lain yang dianggap perlu d. Laporan Akhir  Muatan laporan akhir disesuaikan dengan output dan tujuan kegiatan yang selanjutnya disusun menjadi Dokumen Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan (DPHH). Potensi Sumberdaya. arahan pemanfaatan ruang. e. penetapan kawasan strategis.Peta Rancangan Zonasi Wilayah Hutan .  Secara umum penyusunan Penyusunan DPPH memuat pembahasan substansi mengenai tujuan.  Dokumen Rencana Zonasi berisikan tentang : (i) Analisis Data. dan Daya Dukung. rencana struktur ruang wilayah/kawasan hutan.

Asisten Ahli Perencanaan Pengelolaan S1 3 Tahun Kawasan Hutan 9. Ahli Sosial Ekonomi dan Kebijakan S2 5 Tahun Kehutanan 6. Team Leader/Ahli Perencanaan S2 8 Tahun Pengelolaan Kawasan Hutan 2. Surveyor D3 3 Tahun 13. Ahli Budidaya Hutan S2 5 Tahun 4.KEBUTUHAN TENAGA AHLI Kebutuhan Tenaga Ahli (Tenaga Ahli. Teknisi Dijitasi D3 3 Tahun PERSYARATAN KUALIFIKASI DAN KOMPETENSI USAHA Calon penyedia jasa yang mengikuti seleksi umum harus memiliki Sertifikat Badan Usaha Bidang Tata Lingkungan (15000) dan Sub Bidang Perencanaan Urban (15002). Asisten Ahli Sosial Ekonomi dan S1 3 Tahun Kebijakan Kehutanan 11. 18 | P a g e . Asisten Tenaga Ahli dan Tenaga Pendukung) dalam kegiatan Penyusunan DPPH Kota Bontang sebagaimana terinci pada tabel berikut : Tabel. Ahli Planologi S2 5 Tahun 5. Asisten Ahli Budidaya Hutan S1 3 Tahun Tenaga Pendukung 12. Ahli Konservasi Tanah dan Air S2 5 Tahun 3. Kebutuhan Tenaga Ahli SPESIFIKASI PENGALAMAN NO URAIAN PENDIDIKAN KERJA (MINIMAL) (MINIMAL) Tenaga Ahli 1. Ahli Hukum/Kelembagaan S1 5 Tahun Asisten Tenaga Ahli 8. Ahli Sistem Informasi Geografis S2 5 Tahun 7. Teknisi/Tenaga Lokal SMU/STM/SMK 14. Asisten Ahli Konservasi Tanah & Air S1 3 Tahun 10.

sebagaimana terinci pada tabel berikut.2.02. LPI. Kelautan dan Pertanian Kota Bontang Jl.5. SKPD KEGIATAN Kegiatan penyusunan DPPH berasal dari DIPA Dinas Perikanan.DURASI DAN JADWAL Kegiatan akan dilaksanakan selama 3 (Tiga) Bulan pada Tahun Anggaran 2011. Peta Kawasan Hutan.15.01 Kota Bontang 19 | P a g e . Tabel.01. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 KEGIATAN Persiapan Pengumpulan Data Sekunder Pembuatan Laporan Pendahuluan Presentasi Laporan Pendahuluan Identifikasi Potensi Wilayah/Survey Penyusunan Katalog Informasi Pembuatan Laporan Antara Presentasi Laporan Antara Analisis dan Pengolahan Data Penyusunan Draft Laporan Akhir Presentasi Draft Laporan Akhir Penyusunan Laporan Akhir Penyusunan Dokumen Pengelolaan & Pemanfaatan Hutan BULAN KE1 2 3 PAGU ANGGARAN Pelaksanaan Kegiatan ini berdasarkan Program Pemanfaatan Potensi Sumberdaya Hutan Kegiatan Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan Nomor DPA SKPD : 2.06. Awang Long No. Citra Satelit dan Laptop GIS. dengan rincian anggaran biaya (RAB) sebagaimana terlampir. SUMBER DANA Sumber dana kegiatan penyusunan Dokumen Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan Tahun Anggaran 2011 berasal dari APBD Kota Bontang.05. RENCANA BELANJA BARANG MILIK NEGARA (BMN) Peta LLN.2. RBI.

Hj. 196510221992032008 20 | P a g e . MT NIP. Hal – hal yang belum jelas dan belum tercakup dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini akan dijelaskan dalam acara penjelasan pekerjaan yang merupakan satu kesatuan dari Kerangka Acuan Kerja ini. 22 Juni 2011 Kepala Dinas Perikanan. Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini diterima oleh pihak Konsultan Pelaksana dan disarankan mempelajari serta memberikan masukan lain yang diperlukan dan membuat usulan teknis dan biaya sesuai dengan pengarahan penugasan dalam KAK ini. 2.PENUTUP 1. Aji Erlynawati. Kelautan & Pertanian Ir. Bontang.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->