Anda di halaman 1dari 23

KEWARGANEGARAAN [Kelas 27] Resume Presentasi

Kelompok VII Ketahanan Nasional

Oleh :
1. Cornelius Tony Suteja 2. Aditya Arief Cahyo 4110.100.053 4110.100.054 [29] [30]

JURUSAN TEKNIK PERKAPALAN FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2013

KEWARGANEGARAAN KELAS 27

RESUME PRESENTASI

DAFTAR ISI
Daftar Isi .............................................................................................................. i KETAHANAN NASIONAL .................................................................................... 1 1. Arti dan Makna Ketahanan Nasional ........................................................... 1 1.1 Arti Ketahanan Nasional ...................................................................... 2 1.2 Makna Ketahanan Nasional ................................................................. 3 2. Model Ketahanan Nasional .......................................................................... 3 1. Model Astagatra .................................................................................... 3 2. Model Morgenthau ............................................................................... 7 3. Model Alfred Thayer Mahan.................................................................. 8 4. Model Cline ............................................................................................ 8 3. Integrasi Nasional dan Permasalahannya.................................................... 8 3.1 Integrasi Nasional.......................................... ...................................... 9 3.2 Permasalahan Dalam Integrasi Nasional.......................................... . 11 4. Perbandingan Ketahanan Indonesia Dengan Negara Lain ........................ 13 Lampiran Presentasi [Hardcopy] Diskusi Kelas [Tanya Jawab]

Cornelius Tony Suteja (4110100053) Aditya Arief Cahyo (4110100054)

Ketahanan Nasional [Kelompok 7] | i

KEWARGANEGARAAN KELAS 27

RESUME PRESENTASI

KETAHANAN NASIONAL
Ketahanan Nasional merupakan salah satu konsepsi kenegaraan yang berupa ajaran konseptual tentang pengaturan dan penyelenggaraan bernegara. Di Indonesia, ketahanan nasional menjadi sebuah doktrin dasar nasional yang mana konsep dari ketahanan nasional dimasukkan dalam GBHN agar setiap orang, masyarakat, dan penyelenggara negara menerima dan mejalankannya. Dalam bahasan kali ini, akan dibahas lebih lanjut mengenai beberapa hal berkaitan dengan ketahanan negara meliputi : 1. Arti dan makna ketahanan nasional 2. Model ketahanan nasional 3. Integrasi nasional dan permasalahannya 4. Perbandingan ketahanan indonesia dengan negara lain 1. Arti dan Makna Ketahanan Nasional Setiap bangsa dalam rangka mempertahankan eksistensi dan mewujudkan cita-citanya perlu memiliki pemahaman mengenai geopolitik dan geostrategi. Geopolitik bangsa Indonesia diterjemahkan dalam konsep wawasan nusantara, sedangkan geostrategi bangsa Indonesia dirumuskan dalam konsepsi ketahanan nasional. Sesuai dengan bagan paradigma ketatanegaraan Negara Republik Indonesia, maka ketahanan nasional merupakan salah satu konsepsi politik dari Negara Republik Indonesia. Ketahanan nasional dapat dikatakan sebagai konsep geostrategi dari bangsa Indonesia. Dengan kata lain, geosttrategi bangsa Indonesia diwujudkan melalui konsep ketahanan nasional. Geostrategi adalah suatu strategi dalam memanfaatkan kondisi geografi negara dalam menentukan kebijakan, tujuan, dan sarana sebagai upaya untuk mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. (pemanfaatan kondisi lingkungan dalam mewujudkan tujuan politik). Selain itu, geostrategi juga untuk mewujudkan serta mempertahankan integrasi bangsa dalam masyarakat majemuk dan heterogen. Geostrategi Indonesia diartikan sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan dan UUD 1945. Ini diperlukan untuk mewujudkan dan mempertahankan integrasi bangsa dalam masyarakat majemuk dan heterogen berdasarkan Pembangunan dan UUD 1945. Geostrategi Indonesia memberi arahan tentang bagaimana merancang strategi pembangunan dalam rangka mewujudkan masa depan yang lebih baik, aman, dan sejahtera. Oleh karena itu, geostrategi Indonesia bukanlah merupakan geopolitik untuk kepentingan politik dan perang, melainkan untuk kepenting kesejahteraan dan keamanan. Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam wujud Ketahanan Nasional dan geostrategi Indonesia tiada lain adalah ketahan nasional.

Cornelius Tony Suteja (4110100053) Aditya Arief Cahyo (4110100054)

Ketahanan Nasional [Kelompok 7] | 1

KEWARGANEGARAAN KELAS 27

RESUME PRESENTASI

Oleh karena itu, untuk memahami betapa pentingnya ketahanan nasional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita perlu memahami lebih lanjut mengenai : Arti Ketahanan Nasional Sebagai dontrin dasar nasional, konsepsi ketahanan nasional dimasukkan dalam Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Pada bahasan ini, kajian mengenai ketahanan nasional lebih menitik beratkan pada ketahanan nasional sebagai kondisi dan secara tidak langsung sebagai doktrin dasar nasional Indonesia. Makna Ketahanan Nasional Ketahanan Nasional tergantung pada kemampuan bagus dan seluruh warga Negara dalam membina dan mengembangkan aspek alamiah serta aspek sosial. Makna ketahanan nasional ini berhubungan dengan aspek tersebut serta unsur di dalamnya. 1.1. Arti Ketahanan Nasional Terdapat 3 perspekstif atau sudut pandang terhadap konsepsi ketahanan nasional. Ketiga perpektif tersebut sebagai berikut : 1) Ketahanan nasional sebagai kondisi. Perpektif ini melihat ketahanan nasional sebagai suatu penggambaran atas keadaan yang seharusnya dipenuhi. Keadaan atau kondisi ideal demikian memungkinkan suatu negara memiliki kemampuan mengembangkan kekuatan nasional sehingga mampu menghadapi segala macam ancaman dan gangguan bagi kelangsungan hidup bangsa yang bersangkutan. 2) Ketahanan nasional sebagai sebuah pendekatan, metode, atau cara dalam menjalankan suatu kegiatan khususnya pembangunan negara. Sebagai suatu pendekatan, ketahanan nasional menggambarkan pendekatan yang integral. Integral dalam arti pendekatan yang mencerminkan antara segala aspek/isi, baik pada saat membangun maupun pemecahan masalah kehidupan. Dalam hal pemikiran, pendekatan ini menggunakan pemikiran kesisteman (system thinking). 3) Ketahanan nasional sebagai doktrin. Ketahanan nasional merupakan salah satu konsepsi khas Indonesia yang berupa ajaran konseptual tentang pengaturan dan penyelenggaraan bernegara. Sebagai doktrin dasar nasional, konsep ketahanan nasional dimasukkan dalam Garis Besar Haluan Negara (GBHN) agar setiap orang, masyarakat, dan penyelenggara negara menerima dan mejalankannya. Secara umum, Ketahanan nasional merupakan kondisi kehidupan nasional yang didasari keuletan dan ketangguhan agar mampu mengembangkan ketahanan dan kekuatan nasional untuk menghadapi suatu ancaman, tantangan, gangguan, ataupun hambatan baik dari dalam maupun luar yang mana harus diwujudkan dan dibina terus menerus untuk menjamin kelangsungan hidup suatu bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional.
Cornelius Tony Suteja (4110100053) Aditya Arief Cahyo (4110100054) Ketahanan Nasional [Kelompok 7] | 2

KEWARGANEGARAAN KELAS 27

RESUME PRESENTASI

1.2. Makna Ketahanan Nasional Ketahanan nasional dapat dipahami merupakan suatu kondisi kehidupan nasional yang harus diwujudkan. Suatu kondisi kehidupan yang dibina secara dini terus menerus dan sinergik, mulai dari pribadi, keluarga, lingkungan, daerah dan nasional, bermodalkan keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional. Proses berkelanjutan untuk mewujudkan kondisi tersebut dilakukan berdasarkan pemikiran geostrategi berupa suatu konsepsi yang dirancang dan dirumuskan dengan memperhatikan kondisi bangsa dan konstelasi geografi Indonesia. Menurunnya nilai persatuan dan kesatuan bangsa diduga masih kuatnya pengaruh internal bangsa Indonesia berupa kesadaran masyarakat Indonesia akan persatuan dan kesatuan bangsa. Kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan negara. Ketahanan nasional tergantung pada kemampuan dan peran seluruh warga negara dalam membina dan mengembangkan aspek alamiah serta aspek sosial. Ketahanan nasional mengandung makna keutuhan semua potensi yang terdapat di wilayah nasional, baik secara fisik maupun social serta memiliki hubungan erat antara gatra (unsur) di dalamnya secara komprehensif integral. Kelemahan salah satu unsur akan mengakibatkan kelemahan bidang yang lain. Demikian pula sebaliknya, sehingga dapat mempengaruhi kondisi secara keseluruhan. Ketahanan nasional berinteraksi positif dengan segenap unsur kehidupan nasional. 2. Model Ketahanan Nasional Unsur, elemen, atau faktor yang mempengaruhi kekuatan/ketahanan nasional suatu negara terdiri atas beberapa aspek. Para ahli memberikan pendapatnya mengenai unsur-unsur ketahanan nasional suatu negara. Beberapa model ketahanan nasional menurut para ahli, antara lain : 1. Model Astagatra Merupakan perangkat hubungan bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung diatas bumi degan memanfaatkan segala kekayaan alam. Terdiri 8 aspek kehidupan nasional, yaitu : 3 aspek kehidupan alamiah (tri gatra) dan 5 aspek kehidupan sosial (panca gatra). o Tiga aspek alamiah (tri gatra) kehidupan alamiah, yaitu : Gatra letak dan kedudukan geografi Wilayah turut pula menentukan kekuatan nasional negara. Hal yang terkait dengan wilayah negara meliputi : Bentuk wilayah negara, dapat berupa : negara pantai, negara kepulauan, atau negara kontinental. Luas wilayah negara, dapat berupa : negara dengan wilayah yang luas dan negara dengan wilayah yang sempit. Posisi geografis, astronomis, dan geologis negara.
Cornelius Tony Suteja (4110100053) Aditya Arief Cahyo (4110100054)

Ketahanan Nasional [Kelompok 7] | 3

KEWARGANEGARAAN KELAS 27

RESUME PRESENTASI

Daya dukung wilayah negara, dapat berupa : wilayah yang habitable dan wilayah yang unhabitable. Dalam kaitannya dengan wilayah negara, pada masa sekarang ini perlu dipertimbangkan adanya kemajuan teknologi, kemajuan informasi, dan komunikasi. Suatu wilayah yang pada awalnya sama sekali tidak mendukung kekuatan nasional, karena penggunaan teknologi maka wilayah itu kemudian menjadi unsur kekuatan nasional negara. Misal, wilayah kering dibuat saluran atau sungai buatan. Gatra keadaan dan kekayaan alam Hal-hal yang berkaitan dengan unsur sumber daya alam sebagai elemen ketahanan nasional, meliputi : Potensi sumber daya alam wilayah yang bersangkutan, mencangkup sumber daya hewani, nabati, dan tambang. Kemampuan mengeksplorasi sumber daya alam. Pemanfaatan sumber daya alam denagn memperhitungkan masa depan dan lingkungan hidup. Kontrol atas sumber daya alam. Dewasa ini, kemampuan melakukan kontrol atas sumber daya alam menjadi semakin penting bagi ketahanan nasional dan kemajuan suatu negara. Banyak negara kaya akan sumber daya alam seperti minyak di negara-negara Afrika, tetapi negara tersebut tetaplah miskin. Negara-negara berkembang belum mampu melakukan kontrol atas sumber daya alam yang berasal dari miliknya. Justru negara-negara yang tidak memiliki sumber daya alam seperti singapura dan jepang bisa maju oleh karena mampu melakukan kendali atas jalur perdagangan sumber daya alam dunia. Gatra keadaan dan kemampuan penduduk Penduduk suatu negara menentukan kekuatan atau ketahanan nasional negara yang bersangkutan. Faktor yang berkaitan dengan penduduk negara meliputi dua hal berikut : Aspek kualitas, mencangkup : pendidikan, keterampilan, etos kerja, dan kepribadian. Aspek kuantitas, mencangkup : jumlah penduduk, pertumbuhan, persebaran, perataan, dan perimbangan penduduk di tiap wilayah negara. Terkait dengan unsur penduduk adalah faktor moral nasional dan karakter nasional. Moral nasional menunjuk pada ciri-ciri khusus yang dimiliki suatu bangsa sehingga bisa dibedakan dengan bangsa lain. Moral dan karakter nasional mempengaruhi ketahanan suatu bangsa.

Cornelius Tony Suteja (4110100053) Aditya Arief Cahyo (4110100054)

Ketahanan Nasional [Kelompok 7] | 4

KEWARGANEGARAAN KELAS 27

RESUME PRESENTASI

o Lima aspek sosial (panca gatra) kehidupan social, yaitu : Gatra ideologi Ideologi mendukung ketahanan nasional suatu bangsa, oleh karena itu ideologi bagi suatu bangsa memiliki 2 fungsi pokok, yaitu : Sebagai tujuan atau cita-cita dari kelompok masyarakat yang bersangkutan, artinya nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi itu menjadi cita-cita yang hendak dituju secara bersama-sama. Sebagai sarana pemersatu dari masyarakat yang bersangkutan, artinya masyarakat yang banyak dan beragam itu bersedia mejadikan ideologi sebagai milik bersama dan menjadikannya bersatu. Sejarah dunia telah membuktikan bahwa ideologi dapat digunakan sebagai unsur untuk membangun kekuatan nasional negara. Bagi bangsa Indonesia, pancasila telah ditetapkan sebagai ideologi nasional melalui kesepakatan. Pancasila adalah kesepakatan bangsa, rujukan bersama, common denominator yang mampu memperkuat persatuan bangsa. Kesepakatan atas pancasila menjadikan segenap elemen bangsa bersedia bersatu di bawah negara Indonesia. Gatra Politik Politik penyelenggaraan bernegara amat mempengaruhi kekuatan nasional suatu negara. Penyelenggaraan bernegara dapat ditinjau dari beberapa aspek, seperti : Sistem politik yang dipakai yaitu apakah sistem demokrasi atau non demokrasi. Sistem pemerintahan yang dijalankan apakah sistem presidensiil atau parlementer. Bentuk pemerintahan yang dipilih apakah republik atau kerajaan. Susunan negara yang dibentuk apakah sebagai negara kesatuan atau negara serikat. Pemilihan suatu bangsa atas politik penyelenggaraan bernegara tentu saja tergantung pada nilai-nilai dan aspirasi bangsa yang bersangkutan. Dalam realitasnya, sebuah bangsa bisa mengalami beberapa kali perubahan dan pergantian politik penyelenggaraan bernegara. Bangsa Indonesia pernah mengalami pergantian dari presidensiil menjadi parlementer dan pernah berubah dalam bentuk negara serikat. Bangsa Indonesia sekarang ini telah berketetapan untuk mewujudkan negara Indonesia yang bersusunan kesatuan, berbentuk republik dengan sistem pemerintahan presidensiil. Adapun sistem politik yang dijalankan adalah sistem politik demokrasi (Pasal 1 ayat (2) UUD 1945).

Cornelius Tony Suteja (4110100053) Aditya Arief Cahyo (4110100054)

Ketahanan Nasional [Kelompok 7] | 5

KEWARGANEGARAAN KELAS 27

RESUME PRESENTASI

Gatra ekonomi Ekonomi dijalankan oelh suatu negara merupakan kekuatan nasional negara yang bersangkutan terlebih di era global sekarang ini. Bidang ekonomi berperan langsung dalam upaya pemberian dan distribusi kebutuhan warga negara. Kemajuan pesat di bidang ekonomi tentu saja menjadikan negara yang bersangkutan tumbuh sebagai kekuatan dunia. Contoh : Jepang dan Cina. Setiap negara memiliki sistem ekonomi dalam rangka mendukung kekuatan ekonomi bangsanya. Sistem ekonomi secara garis besar dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu : sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi sosialis. Suatu negara dapat pula mengembangkan sistem ekonomi yang dianggap sebagai cerminan dari nilai dan ideologi bangsa yang bersangkutan. Contoh : bangsa Indonesia menyatakan sistem ekonomi pancasila yang bercorak kekeluargaan. Gatra sosial budaya Unsur budaya di masyarakat juga menentukan kekuatan nasional suatu negara. Hal-hal yang dialami sebuah bangsa yang homogen tentu saja akan berbeda dengan yang dihadapi bangsa yang heterogen (plural) dari segi sosial budaya masyarakatnya. Contoh : bangsa Indonesia yang heterogen berbeda dengan bangsa Israel atau Jepang yang relatif homogen. Perkembangan integrasi nasional menjadi hal yang amat penting sehingga dapat memperkuat ketahanan nasionalnya. Integrasi bangsa dapat dilakukan dengan dua strategi kebijakan, yaitu : assimilation policy dan bhineka tunggal ika policy. Strategi pertama dengan cara penghapusan sifat-sifat kultural utama dari komunitas kecil yang berbeda menjadi semacam kebudayaan nasional. Strategi kedua dengan cara penciptaan kesetiaan nasional tanpa menghapuskan kebudayaan lokal. Tidak dapat ditentukan strategi mana yang paling benar. Negara dapat pula melakukan kombinasi dari keduanya. Kesalahan dalam strategi dapat mengantarkan bangsa yang bersangkutan ke perpecahan bahkan perang saudara. Misal : perpecahan etnis Yugoslavia, pertentangan antara suku Huttu dan Tutsi di Rwanda, perang saudara antara bangsa Sinhala dan Tamil di Sri Lanka. Gatra pertahanan dan keamanan. Pertahanan keamanan suatu bangsa merupakan unsur pokok terutama dalam menghadapi ancaman militer negara lain. Oleh karena itu, unsur utama pertahanan keamanan berada di tangan tentara (militer). Pertahanan keamanan negara juga merupakan salah satu fungsi pemerintahan negara. Negara dapat melibatkan rakyatnya dalam upaya pertahanan negara sebagai bentuk dari hak dan kewajiban warga negara dalam membela negara.
Cornelius Tony Suteja (4110100053) Aditya Arief Cahyo (4110100054) Ketahanan Nasional [Kelompok 7] | 6

KEWARGANEGARAAN KELAS 27

RESUME PRESENTASI

Upaya melibatkan rakyat menggunakan cara yang berbeda-beda sesuai dengan sistem dan politik pertahanan yang dianut oleh negara. Politik pertahanan negara disesuaikan dengan filosofis bangsa, kepentingan nasional, dan konteks zamannya. Bangsa Indonesia dewasa ini menetapkan politik pertahanan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara. Pertahanan negara Indonesia bersifat semesta dengan menempatkan tentara sebagai komponen utama pertahanan. Ketahanan nasional Indonesia dikelola berdasarkan unsur astagatra yang meliputi unsur-unsur : geografi, kekayaan alam, kependudukan, ideologi, politik, sosial budaya, ekonomi, dan pertahanan keamanan. Ketahanan nasional adalah suatu pengertian holistik, dimana terdapat saling hubungan antar gatra dalam keseluruhan kehidupan nasional. Kualitas panca gatra dalam kehidupan nasional Indonesia tersebut terintegrasi dan dalam integrasinya dengan trigatra. Keadaan kedelapan unsur tersebut mencerminkan kondisi ketahanan nasional Indonesia, apakah ketahanan nasional kita kuat ataukah lemah. Kelemahan di salah satu gatra dapat mengakibatkan kelemahan di gatra lain dan mempengaruhi kondisi secara keseluruhan. Ketahanan nasional Indonesia bukanlah merupakan suatu penjumlahan ketehanan segenap gatranya, melainkan suatu hasil keterkaitan yang integratif dari kondisi dinamik kehidupan bangsa di seluruh aspek kehidupannya. Terdapat hubungan korelatif dan interdependency diantara ke-8 gatra secara komprehensif dan integral. 2. Model Morgenthau Model yang bersifat deskriptif kualitatif diturunkan secara analitis atas tata kehidupan nasional secara makro, sehingga ketahanan masyarakat bangsa terwujud sebagai kekuatan. Model ini menekankan pentingnya kekuatan nasional dibina dalam kaitannya dengan negara-negara lain dan menganggap pentingnya perjuangan untuk mendapatkan power position dalam satu kawasan. Sebagai konsekuensinya maka terdapat advokasi untuk memperoleh power position sehingga muncul strategi ke arah balanced power.

K(n) = f(unsur stabil, unsur berubah)


Dimana : o K(n) = Ketahanan Nasional o Faktor tetap (stable factor) : Geografi Sumber daya alam o Faktor berubah (dynamic factor) : Kemampuan industri
Cornelius Tony Suteja (4110100053) Aditya Arief Cahyo (4110100054) Ketahanan Nasional [Kelompok 7] | 7

KEWARGANEGARAAN KELAS 27

RESUME PRESENTASI

3.

Militer Demografi Karakter nasional Moral Nasional Kualitas diplomatis

Model Alfred Thayer Mahan Merupakan kekuatan nasional yang meliputi : o Letak geografi o Bentuk dan wujud bumi o Luas wilayah o Jumlah penduduk o Watak nasional dan bangsa, dan o Sifat pemerintahan. Jadi, model ini menilai bahwa ketahanan nasional akan terwujud jika unsur-unsur tersebut terpenuhi.

4.

Model Cline Model yang melihat suatu negara dari luar sebagaimana dipersepsikan oleh negara lain. Baginya hubungan antar negara pada hakekatnya amat dipengaruhi oleh persepsi suatu negara terhadap negara lainnya, termasuk didalamnya persepsi atas sistem penangkalan dari negara lainnya. Model ini menyatakan bahwa negara akan muncul sebagai kekuatan besar apabila ia memiliki potensi geografi besar atau atau negara secara fisik yang wilayahnya besar dan memiliki sumber daya manusia yang besar juga. P(p) = (Cr+M+E)(s+w) Dimana : o P(p) o Cr o M o E o S o W = Perceived power = Critical mass = Militer = Ekonomi = strategi = will (kemauan nasional)

3. Integrasi Nasional dan Permasalahannya Integrasi nasional Indonesia. Sejauh ini, bangsa yang ditengarai oleh aneka bifurkasi sosial menurut garis wilayah, etnis, agama, serta tingkat ekonomi masih memiliki signifikansi untuk bersatu. Persatuan di Indonesia bukan merupakan sesuatu yang baru oleh sebab consensus

Cornelius Tony Suteja (4110100053) Aditya Arief Cahyo (4110100054)

Ketahanan Nasional [Kelompok 7] | 8

KEWARGANEGARAAN KELAS 27

RESUME PRESENTASI

nasional utama (Proklamasi 1945) pernah tercetus. Problem krusial di masa-masa kemudian adalah Indonesia terus mencari format-format baru integrasi nasionalnya sendiri. Bukan Indonesia saja, Negara multikultur yang mengalami permasalahan integrasi nasional. Spanyol, sebagai missal, mengalami masalah integrasi nasional lewat persaingan politik antara etnis Catalan dengan Basque. Lebanon pun memiliki masalah integrasi nasional lewat integrasi agama yang sangat bervariasi (Islam Sunni, Islam Syiah, Kristen Maronit, Kristen Druze). Srilangka punya masalah yang terus berkembang akibat perseteruan antara etnis Sinhala dan Tamil. Tetangga Indonesia seperti Thailand dan Filipina menghadapi masalah integrasi nasional lewat kasus wilayah Pattani dan Moro. Sebab itu, masalah integrasi Negara yang berisikan multikultur bukan Cuma monopoli Indonesia. 3.1. Integrasi Nasional Integrasi nasional terdiri dari kata integrasi dan nasional dimana integrasi memiliki makna pembauran/penyatuan sehingga menjadi kesatuan yang utuh / bulat, sedangkan nasional mengandung arti sebagai kebangsaan, bersifat bangsa sendiri, meliputi suatu bangsa seperti cita-cita nasional, tarian nasional, perusahaan nasional (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Integritas nasional sebagai suatu konsep dalam kaitan dengan wawasan kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berlandaskan pada aliran pemikiran/paham integralistik yang dicetuskan oleh G.W.F. Hegl (1770- 1831 dalam Suhady 2006: 38) yang berhubungan dengan paham idealisme untuk mengenal dan memahami sesuatu harus dicari kaitannya dengan yang lain dan untuk mengenal manusia harus dikaitkan dengan masyarakat di sekitarnya dan untuk mengenal suatu masyarakat harus dicari kaitannya dengan proses sejarah. Istilah integrasi nasional yang dikemukakan oleh ahli ilmu politik masih bervariasi dari kalangan sarjana sendiri, misalnya mereka cenderung menyukai terminologi lainnya seperti integrasi politik daripada istilah integrasi nasional. Ada beberapa konsep tentang integrasi nasional yang dikemukakan para ahli, konsep-konsep tersebut di antaranya : o Jones J. Cleman dan Carl G. Roberg Teorinya banyak dipakai oleh para peminat teori modernisasi yang digunakan untuk memahami permasalahan integrasi nasional di negaranegara berkambang pada masa itu. Menurut Cogman & Roberg proses pemerintahan bagian suatu negara ada 2 dimensi : Integrasi vertical (elite-massa) Integrasi ini mencakup masalahmasalah yang ada pada bidang vertikal,menjembatani celah perbedaan yang menyakini ada antara kaum elite dan massa dalam rangka pengembangan suatu proses politik terpadu dan masyarakat politik yang berpartisipasi, mereka menamakan dengan dimensi vertikal ini sebagai integrasi politik. Integrasi horizontal ( teritorial )

Cornelius Tony Suteja (4110100053) Aditya Arief Cahyo (4110100054)

Ketahanan Nasional [Kelompok 7] | 9

KEWARGANEGARAAN KELAS 27

RESUME PRESENTASI

Integrasi ini mencakup masalahmasalah yang ada pada bidang horizontalyang bertujuan untuk mengurangi diskonitalitas dan ketegangan kultur kedaerahan dalam rangka proses penciptaan suatu masyarakat politik yang homogen. Rupert Emerson dan Kh. Silvert Para sarjana sarjana ini memahami integrasi nasional dalam arti yang sama dengan integrasi teritorial dari Colemen dan Rosberg.
o

Myron Weiner Weiner merupakan seorang ilmuan politik amerika serikat. Dia telah mengumpulkan sejumlah pengertian integrasi yang sering dipergunakan oleh para ilmuan uraiannya itu, ia mengidentifikasi dengan jelas masalah- masalah yang tercakup dalam setiap pengertian yang pernah dipergunakan oleh para sarjana sampai pertengahan 1960-an. Dari studi ini, Weiner menampilkan beberapa pengertian integrasi lain yang lebih bermanfaat umum, seperti integrasi nilai, integrasi tingkah laku dan integrasi budaya. Menurut Weiner, masalah integrasi nasional tidak hanya meliputi masalah teritorial dan perbedaan elit-massa saja melainkan lebih luas lagi. Luasnya masalah yang di cakup oleh pengertian integrasi tidaklah terbatas sebab masalah yang menimbulkan perpecahan dalam masyarakat dan sistem politik. Akan tetapi keterbatasan ini antara lain disebabkan oleh kenyataan bahwa masalah integrasi dapat tumbuh secar berantai. Dalam realita politik sering kita temukan bahwa pemecahan terhadap suatau persoalan justru dapat menimbulkan masalah integrasi yang lain. Secara emplisit, weiner memasukkan berbagai bentuk atau jenis integrasi ke dalam suatau kategori. Secara emplisit pula disebutnya sebagai integrasi politik. Jadi, tanpa memisahkan dimensi vertikal dan horizontal, Weiner memandang integrasi politik sebagai suatu konsep yang setara dengan konsep integrasi nasional dari Colemar dan Rosberg.
o

Claude Alce Claude Ale dengan tegas menolak terminologi integrasi nasional dan lebih menyukai istilah integrasi politik. Menurut sarjana kelahiran Nigeria ini, istilah bangsa ( nation ) yang menjadi akar kata nasinal itu, secara normatik sudah mengandung makna kelompok manusia yang sudah sangat terpadu. Dengan demikian, istilah bangsa sudah dengan sendirinya merujuk pada integrasi karena komponen-komponennya memang sudah terintegrasi. Konsep integrasi politik (elite-massa) dan integrasi territorial seperti yang dikemukakan Rosberg, Colamen, dan pakar-pakar yang lain terlalu memusatkan diri pada arah dan tujuan integrasi. Kajiannya lebih terfokus pada faktor apa yang diintegrasikan dalam proses perpaduan itu.
o

Cornelius Tony Suteja (4110100053) Aditya Arief Cahyo (4110100054)

Ketahanan Nasional [Kelompok 7] | 10

KEWARGANEGARAAN KELAS 27

RESUME PRESENTASI

Mahfud MD Menurut Mahfud MD integrai nasional adalah pernyataan bagian-bagian yang berbeda dari suatu masayarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih untuh, secara sederhana memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa. Untuk mewujudkan integrasi nasional diperlukan keadilan, kebijaksanaan yang diterapkan oleh pemerintah dengan tidak membersakan SAR. Ini perlu dikembangkan karena pada hakekatnya integrasi nasional menunjukkan tingkat kuatnya kesatuan dan persatuan bangsa.KesimpulanIdentitas Nasional Indonesia adalah sifat-sifat khas bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Indonesia terdiri dari berbagai macam suku bangsa, agama dan pulau-pulau yang dipisahkan oleh lautan. Oleh karena itu, nilai-nilai yang dianut masyarakatnya pun berbeda-beda. Nilai-nilai tersebut kemudian disatupadukan dan diselaraskan dalam Pancasila. Nilai-nilai ini penting karena merekalah yang mempengaruhi identitas bangsa. Oleh sebab itu, nasionalisme dan integrasi nasional sangat penting untuk ditekankan pada diri setiap warga Indonesia agar bangsa Indonesia tidak kehilangan identitas.
o

Secara umum, integrasi nasional dapat diartikan sebagai Penyatuan bagian-bagian yang berbeda dari suatu masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh, atau memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa. Titik krusial integrasi nasional menyangkut pengelolaan politik yang berkembang dalam sistem politik suatu negara pada giliran yang akan sangat di tentukan oleh nilai-nilai kehidupan politik suatu negara, apakah itu bersifat demokrasi atau tidak, untuk indonesia sebagai suatu negara yang sangat hetoregen dengan latar belakang budaya, agama, keadaan geografis dan ikatan emosional warga lainnya, demokratisasi harus di jadikan komitmnen bersama untuk di wujudkan. Integrasi masyarakat dalam negara dapat tercapai apabila : o Terciptanya kesepakatan dari sebagian besar anggotanya terhadap nilai-nilai social tertentu yang bersifat fundamental dan krusial. o Sebagian besar anggotanya terhimpun dalam berbagai unit social yang saling mengawasi dalam aspek-aspek sosia yang potensial. o Terjadinya saling ketergantungan diantara kelompok-kelompok social yang terhimpun didalam pemenuhan kebutuhan ekonomi secara menyeluruh. 3.2. Permasalahan Dalam Integrasi Nasional Setiap negara akan selalu menghadapi permasalahan integrasi nasional. Kondisi masyarakat, geografi, dan bentuk negara merupakan faktor-faktor yang membedakan setiap masalah integrasi nasional suatu negara. Indonesia sebagai negara heterogen dengan berbagai suku, etnis, dengan beragam budaya dan memiliki wilayah yang luas memiliki beberapa permasalahan integrasi nasional sebagai berikut:
Cornelius Tony Suteja (4110100053) Aditya Arief Cahyo (4110100054)

Ketahanan Nasional [Kelompok 7] | 11

KEWARGANEGARAAN KELAS 27

RESUME PRESENTASI

1. Masalah fundamental yang melatar belakangi pentingnya kemandirian partai politik dan kontrol terhadap penyelengaraan negara atau kekuasaan tidak bisa terlepas dari proses demokratisasi. Demokratisasi, bagaimanapun harus tetap berjalan dengan proses gradual yang menyentuh seluruh level kehidupan berbangsa. Era multi partai telah memunculkan afiliasi politik (publik) menjadi kristalisasi ideologi kepentingan yang saling berbeda, pilihan publik terhadap partai politiknya tak lagi di kontrol seperti dulu, akhirnya keberlangsungan penyelenggaraan negara atau kekuasaan tidak dapat lagi di paksakan sebagai kepentingan penguasa saja, tetapi semata-mata kepentingan public. 2. Demokrasi telah menjadi ancaman bagi integrasi nasional yang sudah di bangun selama beberapa dasawarsa. Letupan-letupan di berbagai daerah adalah akses langsung dari terbukanya kran kebebasan politik tanpa infrastruktur budaya politik yang memadai. 3. Setelah runtuhnya sistem pengendalian partisipasi yang di jalankan dengan cara refresif pada kurun waktu yang panjang selama berlakunya rezim orde baru, terjadinya fenomena melemahnya peranan negara dalam mengelola negara dalam mengelola kehidupan bermasyarakat, sikap antusias masyarakat dalam mengambil alih peran negara tersebut tampaknya menjadi ujian tersendiri di tengah segala keterbatasan sumber daya yang di miliki. Hal ini berkembang di tengah upaya konsilidasi kekuatan negara ke arah demokratisasi yang masih di pertanyakan arahnya, mengingat masih kuatnya tarik-menarik antar berbagai kepentingan. 4. Menonjolnya sifat ekstrimitas. Masyarakat Indonesia yang heterogen (beraneka ragam) dalam faktor-faktor kesukubangsaan dengan masing-masing kebudayaan daerahnya, bahasa daerah, agama yang dianut, ras dan sebagainya. Terorisme merupakan bentuk ekstrimitas yang banyak terjadi di Indonesia. Yang bermotifkan jihad maupun kesetaraan agama yang pada akhirnya membuat integrasi nasional semakin menurun atau bahkan malah sebaliknya. Karna masyarakat bekerjasama dengan pemerintah untuk memberantas terorisme. 5. Defisit kepercayaan sosial. Seperti contoh kasus Kecamanan publik di media sosial seperti Twitter, Facebook, dan terlihat pada komentar di bawah berita-berita seputar tidak ditahannya Rasyid Rajasa di media online. Sekalipun isi beritanya menjelaskan aturan normatif bahwa penahanan tidak wajib akan tetapi komentar warga tetap saja miring di bawah artikel berita tersebut. Ini membuktikan dengan jelas dan gamblang bahwa masalah akut dari penegakan hukum kita adalah rendahnya tingkat kepercayaan publik kepada aparat penegak hukum dan institusinya sekaligus. Rendahnya kepercayaan ini membuat publik seolah mengabaikan penjelasan aturan normatif. Publik hanya melihat apa yang nampak, yakni perbedaan perlakuan dalam kasus-kasus serupa namun dilakukan oleh warga biasa. 6. Ambruknya nilai-nilai kemanusiaan. Banyaknya kasus pelecehan seksual terjadi dimanamana dan ironisnya kebanyakan tersangka merupakan orang yang kurang berpendidikan dengan korban adalah anak-anak dibawah 17 tahun. Lemahnya nilai-nilai budaya bangsa akibat kuatnya pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan
Cornelius Tony Suteja (4110100053) Aditya Arief Cahyo (4110100054) Ketahanan Nasional [Kelompok 7] | 12

KEWARGANEGARAAN KELAS 27

RESUME PRESENTASI

kepribadian bangsa, baik melewati kontak langsung maupun kontak tidak langsung. Kontak langsung, antara lain melalui unsur-unsur pariwisata, sedangkan kontak tidak langsung, antara lain melalui media cetak (majalah, tabloid), atau media elektronik (televisi, radio, film, internet, telepon seluler yang mempunyai fitur atau fasilitas lengkap). 4. Perbandingan Ketahanan Indonesia dengan Negara Lain Ketahanan Indonesia belum terlalu kuat dalam berbagai aspek, sehingga perlunya membandingkan ketahanan Indonesia dengan Negara lain, agar mengetahui sejauh mana ketahanan Indonesia dengan Negara lain dan apa yang bisa di improvisasi dari perbandingan tersebut dan apa yang perlu dipertahankan. Indonesia sebagai negara berkembang telah jauh tertinggal dengan negara lain. Dalam ketahanan negara, indonesia masih perlu berbenah dalam banyak aspek dengan bercermin dari negara lain yang lebih maju dan memiliki sistem pertahanan yang baik. Salah satu pembandingnya adalah negara tetangga sendiri yaitu Malaysia. Indonesia yang dulu lebih unggul dari malaysia kini telah jauh tertinggal dan harus segera membenahi diri, beberapa aspek yang membedakan ketahanan nasional Indonesia dan Malaysia adalah sebagai berikut : Aspek Politik Ketahanan Malaysia lebih kuat dari Indonesia terbukti atas lepasnya Sipadan dan Ligitan, yang menjelaskan bahwa ketahanan nasioanl dibagian perbatasan sangat lemah. Dalam kasus Sipadan Ligitan ternyata Mahkamah Internasional di Den Haag tidak mau melihat argumentasi hukum dan sejarah, namun lebih menekankan kepada keseriusan negara pihak dalam mengurus asset. Oleh karena itu dalam adu argumentasi nanti harus lebih diperkuat hingga dapat memerinci saat-saat paling mutakhir. Harus dikaji pula secara lebih mendalam sejauh mana peran dan keterlibatan Shell dalam kasus ini. Sebagai negara yang jauh lebih besar dibandingkan Malaysia, Indonesia harus bersikap tegas dan konsisten. Pada kasus Sipadan Ligitan, awalnya Indonesia terkesan sangat percaya diri. Namun setelah persidangan berlangsung, belakangan diketahui bahwa tim perunding Indonesia ternyata kurang persiapan dan kurang kordinasi. Aspek Ekonomi Ketahanan Indonesia lebih kuat dibanding Malaysia karna terbukti atas perekonomian Indonesia dinilai cukup kuat untuk menangkis krisis global yang terjadi di benua Biru dan membuat perlambatan ekonomi di berbagai belahan Negara. Saat ini, Indonesia telah keluar dari krisis dan berada dalam situasi dimana sekali lagi negara ini mempunyai sumber daya keuangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pembangunan. Perubahan ini terjadi karena kebijakan makroekonomi yang berhati-hati, dan yang paling penting defisit anggaran yang sangat rendah. Juga cara pemerintah membelanjakan dana telah mengalami transformasi melalui "perubahan besar" desentralisasi tahun 2001 yang menyebabkan lebih dari sepertiga dari keseluruhan anggaran belanja pemerintah beralih ke pemerintah daerah pada tahun 2006. Hal lain yang sama pentingnya, pada tahun 2005, harga minyak internasional yang terus
Cornelius Tony Suteja (4110100053) Aditya Arief Cahyo (4110100054)

Ketahanan Nasional [Kelompok 7] | 13

KEWARGANEGARAAN KELAS 27

RESUME PRESENTASI

meningkat menyebabkan subsidi minyak domestik Indonesia tidak bisa dikontrol, mengancam stabilitas makroekonomi yang telah susah payah dicapai. Walaupun terdapat risiko politik bahwa kenaikan harga minyak yang tinggi akan mendorong tingkat inflasi menjadi lebih besar, pemerintah mengambil keputusan yang berani untuk memotong subsidi minyak. Aspek Sosial Budaya Ketahanan Indonesia masih lemah dibanding Malaysia dalam mmepertahankan kebudayaannya dan nilai social yang ada, nilai sosial dan budaya barat yang masuk ke Indonesia tidak di filter dan memberikan pengaruh yang buruk. Dan terbukti atas Tari Tor-Tor sebagai warisan budaya Indonesia yang diklaim Malaysia sebagai budaya mereka dan banyak lainnya. Aspek Pertahanan dan Keamanan Ketahanan Malaysia lebih kuat dibanding Indonesia karna Indonesia dengan teritori yang sangat luas dan termasuk memiliki wilayah maritime terbesar, belum bisa mengamankan negaranya dari pihak-pihak yang mengambil keuntungan dari Indonesia. Terbukti dengan jumlah penduduk yang sedikit membuat Malaysia unggul dalam pertahanan dan keamanan. Dan anggaran dana dalampembukuan negara untuk pertahanan Indonesia termasuk kecil sehingga inilah yang membuat Indonesia masih lemah disbanding Malaysia.

Cornelius Tony Suteja (4110100053) Aditya Arief Cahyo (4110100054)

Ketahanan Nasional [Kelompok 7] | 14

KEWARGANEGARAAN KELAS 27

RESUME PRESENTASI

Daftar Pustaka
1. Winarno.2007.Pendidikan Kewarganegaraan.Surakarta : PT.Bumi Aksara. 2. http://mekar-sinurat.blogspot.com/2010/05/konsep-ketahanan-nasional-sebagaisuatu.html 3. http://doubledparadise.blogspot.com/2012/05/makna-ketahanan-nasional.html 4. http://blog.um.ac.id/rastrapermana/category/matakuliah/pendidikan-kewarganegaraan/ 5. http://onal-artikel.blogspot.com/2011/02/blog-post.html 6. http://indoexperimentblog.blogspot.com/2012/04/kasus-ketahanan-nasional-ambalat.html 7. http://www.merdeka.com/uang/malaysia-akui-ketahanan-ekonomi-indonesia.html 8. http://cahayareformasi.com/berita/2013/demokrasi-dan-masalah-integrasi-nasional 9. http://indoexperimentblog.blogspot.com/2012/04/kasus-ketahanan-nasional-ambalat.html 10. http://weiliemabubakar.blogspot.com/2011/09/integritas-nasional.html

Cornelius Tony Suteja (4110100053) Aditya Arief Cahyo (4110100054)

Ketahanan Nasional [Kelompok 7] | 15

KEWARGANEGARAAN KELAS 27

RESUME PRESENTASI

Tanya Jawab
1. Pertanyaan pertama : Tanda Tangan, a. Nama : Lutfia Nur Vitasari b. Kelompok :9 c. No.Resensi : 34 d. Jurusan : Teknik Perkapalan e. Pertanyaan : Ketahanan Nasional memegang peranan penting dalam suatu negara, sebenarnya menurut kelompok anda apa kedudukan dan funsi dari ketahanna nasional itu sendiri? f. Jawaban : Kedudukan dan fungsi ketahanan nasional dapat dijelaskan sebagai berikut : Kedudukan : o Ketahanan nasional merupakan suatu ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh bangsa Indonesia serta merupakan cara terbaik yang perlu di implementasikan secara berlanjut dalam rangka membina kondisi kehidupan nasional yang ingin diwujudkan, wawasan nusantara dan ketahanan nasional berkedudukan sebagai landasan konseptual, yang didasari oleh Pancasila sebagai landasan ideal dan UUD sebagai landasan konstisional dalam paradigma pembangunan nasional. Fungsi : o Ketahanan nasional nasional dalam fungsinya sebagai doktrin dasar nasional perlu dipahami untuk menjamin tetap terjadinya pola pikir, pola sikap, pola tindak dan pola kerja dalam menyatukan langkah bangsa yang bersifat inter-regional (wilayah), inter-sektoral maupun multi disiplin. Konsep doktriner ini perlu supaya tidak ada cara berfikir yang terkotak-kotak(sektoral). Satu alasan adalah bahwa bila penyimpangan terjadi, maka akan timbul pemborosan waktu, tenaga dan sarana, yang bahkan berpotensi dalam cita-cita nasional. Ketahanan nasional juga berfungsi sebagai pola dasar pembangunan nasional. Pada hakikatnya merupakan arah dan pedoman dalam pelaksanaan pembangunman nasional disegala bidang dan sektor pembangunan secara terpadu, yang dilaksanakan sesuai dengan rancangan program.

Cornelius Tony Suteja (4110100053) Aditya Arief Cahyo (4110100054)

Ketahanan Nasional [Kelompok 7] | 16

KEWARGANEGARAAN KELAS 27

RESUME PRESENTASI

2. Pertanyaan kedua : Tanda Tangan, a. Nama : b. Kelompok : c. No.Resensi : d. Jurusan : e. Pertanyaan : Sosial budaya merupakan salah satu unsur yang terdapat dalam aspek sosial yang mana mempengaruhi ketahanan nasional suatu bangsa. Menurut kelompok anda faktor-faktor apa sajakah yang dapat mempengaruhi unsur tersebut? f. Jawaban : Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi: Nilai-nilai yang ditanamkan dan diyakini oleh masyarakat maupun system sosial-budaya yang diciptakan oleh pemerintah. Tingkat pendidikan masyarakat, untuk terciptanya tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan faktor yang sangat penting agar masyarakat tidak rentan, memiliki daya tahan dalam menghadapi setiap gejolak serta memiliki kemampuan untuk berusaha dan bertumpu di atas kekuatan lokal dan keunggulannya sendiri. Tertanamnya rasa kebanggaan dan memiliki yang tinggi atas seluruh sumber daya dan kekayaan alam serta budaya bangsa pada seluruh lapisan masyarakat, sejak usia dini. Dapat dijalankan melalui proses pendidikan yang terencana dan terarah. 3. Pertanyaan ketiga : Tanda Tangan, a. Nama : b. Kelompok : c. No.Resensi : d. Jurusan : e. Pertanyaan : Menurut kelompok anda, upaya-upaya apa yang perlu dilakukan untuk mendorong keberhasilan dalam mewujudkan ketahanan nasional? f. Jawaban : Untuk Mewujudkan Keberhasilan Ketahanan Nasional dapat dilakukan upaya sebagai berikut: Aspek Ideologi Upaya memperkuat Ketahanan Ideologi memerulkan memerlukan langkah pembinaan berikut: o Pengamalan pancasila secara obyektif dan subyektif
Cornelius Tony Suteja (4110100053) Aditya Arief Cahyo (4110100054)

Ketahanan Nasional [Kelompok 7] | 17

KEWARGANEGARAAN KELAS 27

RESUME PRESENTASI

o Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia o Pendidikan moral Pancasila o Sesanti Bhineka Tunggal Ika dan konsep Wawasan Nusantara bersumber dari Pancasila Aspek Ekonomi Pencapaian tingkat ketahanan ekonomi memerlukan pembinaan sebagai berikut: o Sistem ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah Nusantara melalui eknomi kerakyatan o Ekonomi kerakyatan harus menghindari sistem free fight liberalism, etatisme, dan monopoli ekonomi o Pembangunan ekonomi merupakan usaha bersama atas asas kekeluargaan o Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasilnya dengan memperhatikankeseimbangan dan keserasian pembangunan antarwilayah dan antar sektor. Aspek Politik Upaya mewujudkan ketahan pada aspek politik: o Politik Dalam Negeri Sistem pemerintahan yang berdasarkan hokum Mekanisme politik yang memungkinakan adanya perbedaan pendapat Terjalin komunikasi politik timbal balik antara pemerintah dan masyarakat o Politik Luar Negeri Hubungan luar negeri ditujukan untuk meningkatkan kerjasama interansional di berbagai bidang Politik luar negeri terus dikembangkan menurut prioritas dalam rangka meningkatkan persahabatan dan kerjasama antarnegara Peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu dilaksanakan dengan pembenahan sistem pendidikan, pelatihan dan penyuluhan Perjuangan bangsa Indonesia yangf menyakut kepentingan nasional Aspek Sosial Budaya

Cornelius Tony Suteja (4110100053) Aditya Arief Cahyo (4110100054)

Ketahanan Nasional [Kelompok 7] | 18

KEWARGANEGARAAN KELAS 27

RESUME PRESENTASI

Untuk mewujudkan keberhasilan ketahanan sosial budaya warga negara Indonesia perlu: o Kehidupan sosial budaya bangsa dan masyarkat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, rukun, bersatu, cinta tanah air, maju, dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang serta mampu menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional. Aspek Pertahanan dan Keamanan Untuk mewujudkan keberhasilan Ketahanan Nasional setiap warga negara Indonesia perlu: o Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang disertai keuletan dan ketangguhan tanpa kenal menyerah dan mampu mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka menghadapi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta pencapaian tujuan nasional. o Sadar dan peduli akan pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan. 4. Pertanyaan keempat : Tanda Tangan, a. Nama : Lya Choirya b. Kelompok : 10 c. No.Resensi : 32 d. Jurusan : Teknik Perkapalan e. Pertanyaan : Ada beberapa model ketahanan nasional yang telah dijelaskan sebelumnya baik astagatra, morgenthau, alfred thayer mahan, serta cline. Menurut kelompok anda, apa sebenarnya model ketahanan negara yang diterapkan atau digunakan oleh bangsa Indonesia sendiri? f. Jawaban : Di Indonesia, ketahanan nasional diistilahkan sebagai gatra. Pemikiran tentang gatra dalam ketahanan nasional dirumuskan dan dikembangkan oleh LEMHANAS. Unsur-unsur kekuatan nasional Indonesia dikenal dengan nama Astagatra, yang terdiri dari Trigatra dan Pancagatra seperti yang dijelaskan sebelumnya yangmana : Trigatra adalah aspek alamiah (tangible) yang terdiri atas penduduk, sumber daya alam, dan wilayah.
Cornelius Tony Suteja (4110100053) Aditya Arief Cahyo (4110100054) Ketahanan Nasional [Kelompok 7] | 19

KEWARGANEGARAAN KELAS 27

RESUME PRESENTASI

Pancagatra adalah aspek sosial (intangible) yang terdiri atas ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.

5. Pertanyaan kelima : Tanda Tangan, a. Nama : Ricky Fadhila Soleh b. Kelompok :4 c. No.Resensi : 36 d. Jurusan : Teknik Perkapalan e. Pertanyaan : Seperti yang telah dijelaskan bahwa ketahanan nasional negara indonesia tercermin pada unsur-unsur yang terdapat pada aspek alamiah maupun aspek sosial pada astagatra. Menurut kelompok anda, apa saja sifat-sifat yang terkandung dari ketahanan nasional dari bangsa indonesia itu sendiri sesuai dengan konsepsi yang telah dijelaskan? f. Jawaban : Beberapa sifat ketahanan nasional yang ada berdasarkan informasi yang kami dapatkan antara lain: Mandiri Maksudnya adalah percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dan tidak mudah menyerah. Sifat ini merupakan prasyarat untuk menjalin suatu kerjasama. Kerjasama perlu dilandasi oleh sifat kemandirian, bukan semata-mata tergantung oleh pihak lain. Dinamis Artinya tidak tetap, naik turun tergantung situasi dan kondisi bangsa dan negara serta lingkungan strategisnya. Dinamika ini selalu diorientasikan kemasa depan dan diarahkan pada kondisi yang lebih baik. Wibawa Keberhasilan pembinaan ketahanan nasional yang berlanjut dan berkesinambungan tetap dalam rangka meningkatkan kekuatan dan kemampuan bangsa. Dengan ini diharapkan agar bangsa Indonesia mempunyai harga diri dan diperhatikan oleh bangsa lain sesuai dengan kualitas yang melekat padanya. Atas dasar pemikiran diatas, maka berlaku logika, semakin tinggi tingkat ketahanan nasional, maka akan semakin tinggi wibawa negara dan pemerintah sebagai penyelenggara kehidupan nasional. Konsultasi dan kerjasama Hal ini dimaksudkan adanya saling menghargai dengan mengandalkan pada moral dan kepribadian bangsa. Hubungan kedua belah pihak perlu diselenggarakan secara komunikatif sehingga ada keterbukaan dalam melihat kondisi masing-masing didalam rangka hubungan ini
Cornelius Tony Suteja (4110100053) Aditya Arief Cahyo (4110100054) Ketahanan Nasional [Kelompok 7] | 20

KEWARGANEGARAAN KELAS 27

RESUME PRESENTASI

diharapkan tidak ada usaha mengutamakan konfrontasi serta tidak ada hasrat mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata. 6. Pertanyaan keenam : Tanda Tangan, a. Nama : Mahmud b. Kelompok :3 c. No.Resensi : 27 d. Jurusan : Teknik Perkapalan e. Pertanyaan : Ketahanan nasional berhubungan erat dengan militer, seringkali pesawat milik Malaysia melewati batas wilayah Indonesia tetapi tidak ada tindakan tegas dari negara Indonesia (militer). Menurut kelompok anda, apa yang seharusnya dilakukan pihak Indonesia (militer) dalam menyikapi kejadian seperti itu? Apa hanya dilakukan diplomasi saja ataukah harus melakukan penembakan terhadap pesawat Malaysia yang melintas di Indonesia? Tolong berikan pendapat serta alasannya! f. Jawaban : Sesering apapun pesawat Angkatan Udara(AU) milik Malaysia melintas melewati Indonesia pasti akan diusir oleh TNI AU Indonesia yang sedang melakukan patroli. Selama ini itu dilakukan oleh pihak Indonesia bilamana pesawat AU milik Malaysia tidak memiliki izin. Selain melanggar batas wilayah udara, kapal perang milik tentara Diraja Malaysia juga beberapa kali mamasuki wilayah perairan Republik Indonesia (RI) dan diusir oleh kapal perang Indonesia yang sedang melakukan patroli. Tindakan yang dilakukan tidak perlu sampai dilakukan penembakan begitu saja, karna semuanay pasti ada prosedurnya. Saran dari kelompok kami, akan lebih baik jika mengintensifkan kegiatan operasi dengan menambah frekuensi kegiatan patroli di udara, di laut dan juga di darat. Dari kejadian-kejadian tersebut, bisa disimpulkan bahwa : Adanya unsur kesengajaan dari pihak Malaysia untuk melanggar batasan wilayah negara Indonesia. Terbukti adanya pesawat-pesawat AU milik Malaysia yang melintas tanpa izin, yangmana semuanya memiliki dari dan ke Malaysia. Pihak Malaysia mengabaikan batasan-batasan tersebut bisa jadi dikarenakan Malaysia menilai bahwasannya sistem pertahanan dan keamanan Indonesia baik wilayah udara, laut, maupun darat dirasa lemah sehingga mereka tidak merasa khawatir dan merasa tidak perlu meminta izin untuk melintasi wilayah-wilayah Indonesia.

Cornelius Tony Suteja (4110100053) Aditya Arief Cahyo (4110100054)

Ketahanan Nasional [Kelompok 7] | 21