Anda di halaman 1dari 24

Pengaruh Strategi Pemasaran Jasa Penyewaan Lapangan Futsal Palad Pulo Gadung Jakarta Timur Terhadap Tingkat Konsumsi

Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta yang Menggunakan Jasa Tersebut KELOMPOK 7 ASTRI LARASATI LUCKY MURTI SARWATI MUHAMMAD MARIE REZA 4825110296 4825111601 4825111614 4825111596

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara strategi pemasaran yang dilakukan Palad Futsal sebagai tempat jasa penyewaan lapangan futsal di Pulo Gadung, Jakarta Timur dengan tingkat konsumsi mahasiswa Universitas Negeri Jakarta yang menggunakan jasa penyewaan lapangan tersebut. Tingginya antusiasme remaja bermain futsal memberikan peluang bagi pengusaha untuk mengembangkan bisnis baru di bidang jasa penyewaan lapangan futsal, termasuk Palad Pulo Gadung. Untuk menarik konsumen menggunakan jasa yang ditawarkan, banyak cara yang dilakukan pengusaha, salah satunya dengan melakukan strategi pemasaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik penarikan sampel non-probabilita melalui purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk memperoleh data primer adalah kuesioner yang diisi sendiri oleh responden penelitian. Analisis data penelitian ini dengan menguji dua variabel, melalui uji statistik dengan meddia SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara strategi pemasaran yang dilakukan Palad dalam memasarkan jasanya dengan tingkat konsumsi mahasiswa Universitas Negeri Jakarta yang menggunakan jasa yang ditawarkan. Hal ini dibuktikan dari hasil analisis data yang menunjukkan bahwa tingkat konsumsi mahasiswa terhadap jasa ini relatif rendah. Kata Kunci : strategi pemasaran, tingkat konsumsi, Palad Pulo gadung, Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta.

Latar Belakang Setiap kegiatan yang dilakukan, baik oleh individu maupun kelompok pada akhirnya mengharapkan suatu pencapaian target yang maksimal. Dalam rangka memperoleh tujuan tersebut, baik individu maupun kelompok, membutuhkan strategi dalam menentukan cara 1

bertindak dan penggunaan alat yang tepat guna agar hasil yang diperoleh dapat sesuai dengan apa yang diharapkan. Strategi pemasaran berperan penting untuk keberhasilan para pengusaha atau penjual pada umumnya. Salah satu indikator berhasil atau tidaknya sebuah strategi pemasaran dapat dilihat dari tingkat konsumsi para konsumen sasaran. Tujuan lain dari strategi pemasaran adalah cara bagi para pengusaha mengatasi tantangan dari para pesaing terutama dalam bidang pemasaran. Salah satu bisnis jasa yang berkembang saat ini yaitu jasa di bidang olahraga. Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai jasa lapangan futsal. Futsal merupakan pengembangan dari olah raga sepakbola yang dimainkan oleh 2 tim, yang masing-masing beranggotakan lima orang pemain termasuk penjaga gawang. Makin menjamurnya arena-arena futsal di berbagai daerah membuat persaingan dalam bisnis ini juga semakin menggairahkan. Tidak hanya line futsal sebagai arena bermain futsal saja yang dikembangkan, namun fasilitas pendukung di setiap tempat tersebut juga semakin lengkap. Kini para pengelola arena futsal mulai menggabungkan sport, foodcourt, dan leisure dalam penyediaan fasilitas pendukung. Bahkan di beberapa lokasi arena futsal, kini banyak dijumpai sarana seperti: massage center / reflexiology, billiard, cafe, dan money changer, private room karoke yang bisa disulap menjadi arena nonton bareng. Fenomena tersebut menjadikan kalangan orang yang gemar berinvestasi mulai mengubah rencana bisnis, lalu menyulapnya menjadi lahan bisnis. Mengingat kondisi persaingan yang semakin ketat dan tidak ada habisnya dalam upaya perusahaan memperluas pangsa pasarnya yang mempengaruhi sikap konsumen melalui daya tarik yang ada, sehingga konsumen bersedia menggunakan jasa mereka. Lebih lanjut pada saat perusahaan mengalami penurunan atas pangsa pasar yang ada, maka dampak berimbas pada penurunan laba yang diperoleh. Hal ini dapat disimpulkan bahwa perusahaan yang mampu mengatasi faktor-faktor yang mempengaruhinya dan akhirnya mampu menguasai pangsa pasar akan memperoleh keuntungan yang lebih. Berdasarkan kondisi di atas, penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menjelaskan pengaruh strategi pemasaran jasa penyewaan lapangan fustal di Palad, Pulo Gadung, Jakarta Timur terhadap tingkat konsumsi jasa pada Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta yang menggunakan jasa tersebut.

Judul Teori yang Digunakan a. Analisis Pengaruh Strategi Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Teh Celup Sariwangi: Studi Kasus Konsumen Rumah Tangga di Kota Medan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis pengaruh strategi bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian Teh Celup Sariwangi oleh konsumen rumah tangga dan mengetahui variabel yang dominan yang mempengaruhi keputusan pembelian teh celup Sariwangi di oleh konsumen rumah tangga di Kota Medan. Teori yang digunakan penelitian ini teori manajemen pemasaran dan teori perilaku konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengumpulan sampel studi kasus didukung survei. Analisis data yang digunakan adalah data penelitian berdasarkan wawancara, hasil pertanyaan dan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah konsumen rumah tangga dengan lokasi penelitian di Kota Medan. Hasil temuan dari penelitian ini menunjukan bahwa strategi bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, saluran distribusi, dan promosi secara serempak berpengaruh signifikasi terhadap keputusan pembelian Teh Celup Sariwangi oleh konsumen rumah tangga di Kota Medan. b. Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Pada Waroeng Steak and Shake: Studi Kasus pada Waroeng Steak and Shake Soekarno Hatta, Kota Malang. Tujuan penelitian ini adalah nengetahui pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian pada Waroeng Steak and Shake Soekarno Hatta, Kota Malang. Teori yang digunakan penelitian ini adalah teori pemasaran, bauran pemasaran, teori perilaku konsumen, keputusan pembelian, dan hubungan antara bauran pemasaran dengan keputusan pembelian. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik pengumpulan sampel non random sampling dan purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji F, uji T, uji variabel bebas dominan. Subjek penelitian ini adalah konsumen dan pelanggan dengan lokasi penelitian di Waroeng Steak and Shake, Jln. Soekarno-Hatta no.14, Lowokwaru, Kota Malang. Hasil temuan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan (serentak) dan parsial (terpisah) dari bauran pemasaran, yang terdiri dari: produk, harga, tempat/lokasi/saluran distribusi, dan promosi terhadap keputusan pembelian pada Waroeng Steak and Shake di Jln. Soekarno-Hatta no.14, Lowokwaru, Kota Malang. c. Dampak Iklan Obat Terhadap Perilaku Konsumsi Obat: Studi Kasus di Kelurahan Bendungan, Kecamatan Gajah Mungkur, RT 005 / RW 002. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak iklan obat terhadap perilaku konsumsi obat pada ibu rumah tangga. Teroi yang digunakan penelitian ini adalah teori 3

green. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data simple random sampling dan angket. Analisis data yang digunakan adalah uji chi square dan fischer exact test. Subjek penelitian ini adalah ibu rumah tangga dengan lokasi penelitian di Kelurahan Bendungan, Kecamatan Gajah Mungkur, RT 005 / RW 002. Hasil temuan dari penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang terpengaruh iklan obat tidak ada yang berperilaku tidak rasional dalam mengkonsumsi obat. Hasil yang diperoleh setelah uji data menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari iklan obat terhadap konsumsi obat pada ibu rumah tangga di tempat penelitian. d. Pengaruh Strategi Penyuluhan dan Motivasi Pemeliharaan Kesehatan Lingkungan Terhadap Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Tentang Sampah: Studi Kasus di Desa Singkup, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adakah pengaruh strategi penyuluhan dan motivasi pemeliharaan kesehatan lingkungan terhadap pengetahuan ibu rumah tangga tentang sampah. Teori yang digunakan penelitian ini adalah teori penyuluhan dan teori motivasi pemeliharaan kesehatan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan teknik pengumpulan data multistage random sampling dan angket. Analisis data yang digunakan adalah ANAVA dua jalur dan uji tukey. Subjek penelitian ini adalah ibu rumah tangga dengan lokasi penelitian di Desa Singkup, Kecamatan Cibeureum, Tasikmalaya. Hasil temuan dari penelitian ini adalah secara keseluruhan terdapat perbedaan pengetahuan ibu rumah tangga tentang sampah antara yang diberi penyuluhan dengan strategi kooperatif dan yang diberi penyuluhan dengan strategi tutorial.

Strategi Pemasaran Pengertian strategi menurut Kennet R. Andrews adalah pola keputusan perusahaan dalam menentukan dan mengungkapkan sasaran dengan tujuan menghasilkan kebijakan utama dan merencanakannya dalam pencapaian tujuan dan merinci jangkauan bisnis yang akan dikejar perusahaan.1 Pengertian pemasaran menurut Kotler (1997) adalah proses sosial dan manejerial yang di dalamnya terdiri dari individu dan kelompok dalam mendapatkan kebutuhan dan keinginan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.2 Strategi pemasaran dapat menjadi alat bagi perusahaan untuk mencapai tujuan dimana mereka mengembangkan kompetisi dalam pasar. Strategi pemasaran dapat digunakan untuk mempertahankan kedudukan di dalam pasar, karena tanpa
1 2

Buchari Alma, 2002, Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa, Bandung: Alfabeta, hal. 157. Amrin Abdullah, 2007, Strategi Pemasaran Asuransi Syaria, Jakarta: PT Grasindo, hal. 1.

adanya strategi pamasaran yang kuat, suatu perusahaan akan dengan mudah digeser oleh pesaing yang sangat kuat. Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran, diantaranya faktor lingkungan, faktor pasar, persaingan, analisis kemampuan internal, perilaku konsumen, dan analisis ekonomi. Kegiatan utama pemasaran terdiri dari produk, harga, saluran distribusi dan promosi.

Konsumsi Konsumsi dalam sosiologi sebagai masalah selera, identitas, atau gaya hidup, terkait dengan aspek sosial budaya. Dari segi selera, sosiolog memandang konsumsi sebagai sesuatu yang dapat berubah, fokus pada kualitas simbolik dari barang, dan tergantung persepsi tentang selera orang lain.3 Faktor penentu tingkat konsumsi, diantaranya pendapatan rumah tangga, kekayaan rumah tangga, prakiraan masa depan, tingkat bunga, pajak, jumlah dan konsumsi penduduk, serta faktor sosial budaya.

Perilaku Konsumen Perilaku konsumen yang didefinisikan J.F. Engel adalah kegiatan individu yang terlibat langsung dalam memperoleh dan menggunakan barang maupun jasa, yng di dalamnya termasuk proses pengambilan keputusan, persiapan, dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut.4 Perilaku konsumen dipengaruhi oleh dua faktor, yakni faktor lingkungan intern, diantaranya kebudayaan, kelas sosial, kelompok sosial dan kelompok referensi serta keluarga dan faktor lingkungan ekstern, yakni motivasi, pengamatan, belajar, kepribadian dan sikap.5

Metodologi Dalam permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini, maka kami menggunakan model analisis sebagai berikut:

Variabel Independen STRATEGI PEMASARAN


3 4

Variabel Dependen

TINGKAT KONSUMSI

Damsar, 2002, Sosiologi Ekonomi Edisi Revisi, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, hal. 120-121. Sri Mulyani, 2007, Skripsi Analisis perilaku Konsumen Terhadap Produk Tabungan Perbankan Syariah (studi Kasus pada BRI Syariah cabang Solo), Surakarta: STAIN Surakarta, hal . 28. 5 Ibid., hal. 28-31.

Hipotesis Analisis: 1. Semakin baik strategi pemasaran, semakin tinggi tingkat konsumsi.

Tabel 1. Tabel Operasionalisasi Konsep Konsep Variabel Dimensi Indikator Kategori Skala Produk Ordinal Pemasaran Strategi Mengetahui produk jasa yang Baik Pemasaran ditawarkan Kemudahan memperoleh Buruk produk jasa saat memenuhi kebutuhan Mengetahui kualitas produk jasa yang ditawarkan Mengetahui nama brand dari produk dengan baik Mengetahui keunggulan produk jasa yang ditawarkan dibanding produk sejenis Harga Keterjangkauan harga bagi konsumen Penentuan harga dengan kualitas produk jasa yang ditawarkan Tingkat ekonomis harga produk jasa dibanding penawaran sejenis Mengetahui tarif premium dan tarif diskon produk Tempat Penempatan lokasi yang strategis Ketersediaan transportasi umum dalam menjangkau lokasi Kenyamanan tempat, seperti kebersihan, ketertiban, dll. Keamanan tempat dalam menjamin barang bawaan konsumen Lokasi penawaran produk yang berdekatan dengan produk pesaing

Promosi

Orang

Sarana Fisik

Sosialisasi produk yang ditawarkan Kemudahan dalam menjadi anggota atau pelanggan Efektivitas promosi dalam memasarkan produk Ketertarikan mencoba memakai produk akibat promosi Keberagaman promosi yang ditawarkan untuk menarik konsumen. Ketepatan dalam menentukan segmen pasar Kesesuaian target konsumen dengan pelayanan pegawai yang diberikan Keramahan pegawai dalam melayani konsumen Kerapian dan kesigapan pegawai dalam pelayanan Kemampuan pegawai dalam menyampaikan informasi terkait dengan produk yang ditawarkan Kemampuan pegawai menjalin kemitraan dengan konsumen Kelayakan fasilits utama, seperti gedung, lapangan, dll Kelengkapan peralatan futsal yang disediakan Ketersediaan sarana pendukung, seperti kantin, lapangan parkir, kamar mandi, tiket masuk, dll Ketersediaan tempat penyimpanan barang dengan sistem keamanan tertentu Keunggulan fasilitas yang tersedia dibanding produk pesaing Ketersediaan identitas sebagai ciri khas produk 7

Proses

Kemudahan memesan lokasi Kenyamanan dan keamanan selama melakukan transaksi dengan pegawai Keunggulan menjadi member dalam mengkases lapangan Kemudahan dalam memenuhi syarat untuk menjadi member Tinggi Tingkat pendapatan per bulan Frekuensi konsumsi selama Rendah sebulan Perbandingan pendapatan dengan tingkat konsumsi Kenaikan pajak dengan tingkat konsumsi Pengaruh penawaran harga Pengaruh promosi perusahaan Tingkat kemudahan transaksi Tingkat rekomendasi, berdasarkan tingkat kepuasan dan kenyamanan Pengaruh keberadaan lokasi yang strategis dengan kemudahan akses transportasi umum Tingkat status sosial Perilaku budaya konsumtif Pengaruh ketersediaan fasilitas penunjang dalam menentukan tindakan konsumsi Ordinal

Konsumsi

Tingkat Konsumsi

Ekonomi

Non Ekonomi

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan survei. Penelitian bersifat ekspalanatif dan termsuk ke dalam penelitian dasar (basic research) dengan dimensi waktu penelitian cross-sectional. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah survei dengan instrumen kuesioner yang diisi sendiri oleh responden. Unit analisis penelitian ini adalah individu dengan unit observasi konsumen yang merupakan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta yang menggunakan jasa penyewaan lapangan futsal di Palad Pulo Gadung Jakarta Timur. Jumlah responden yang diperoleh pada penelitian ini sebanyak 40 responden. Waktu pengumpulan responden adalah waktu melakukan penelitian, yaitu pada tanggal 25 April 8

2013 dan 29 April 2013. Teknik penarikan sampel pada penelitian ini adalah non-probabilita, dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data penelitian ini adalah analisis bivariat, melalui uji statistik dengan media SPSS.

Analisis Deskripsi Setting Penelitian Berdasarkan pengalaman peneliti, peneliti mengidentifikasi bahwa dalam upaya menarik perhatian konsumen sasaran biasanya dibutuhkan strategi pemasaran yang dilakukan pengusaha dalam meningkatkan promosi produknya dalam masyarakat. Hal ini dirasa berlaku bagi jasa penyewaan lapangan futsal Palad, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Terdapat kecenderungan hubungan antara strategi pemasaran yang dilakukan penyedia jasa penyewaan lapangan futsal Palad, Pulo Gadung, Jakarta Timur untuk meningkatkan konsumsi konsumen, dimana disini mahasiswa Universitas Negeri Jakarta. Hal ini membuat peneliti tertarik untuk mengetahui seberapa jauh hubungan strategi pemasaran futsal Palad, Pulo Gadung, Jakarta Timur dengan tingkat konsumsi mahasiswa Universitas Negeri Jakarta yang menggunakan jasa penyewaan tersebut. Jam buka Palad Futsal mulai dari pukul 9 pagi sampai pukul 1 dini hari. Lapangan yang tersedia di Palad Futsal yaitu tiga lapangan sintetis, dua lapangan plur, dan satu lapangan karet. Harga lapangan sintetis dan karet dipatok sama, sedangkan harga lapangan plur lebih murah. Harga lapangan plur dari pukul 09.00 sampai 16.00 berkisar Rp. 80.000, weekday dan Rp. 90.000 weekend. Pukul 16.00 sampai 01.00 dini hari berkisar Rp. 110.000 weekday dan Rp. 120.000 weekend. Sedangkan harga lapangan karet dan sintetis dari pukul 09.00 sampai 16.00 berkisar Rp. 90.000 weekday dan Rp. 100.000 weekend. Pukul 16.00 sampai 01.00 dini hari harga lapangan plur berkisar Rp. 150.000 weekday dan Rp. 160.000 weekend. Mayoritas pengunjung Palad Futsal yaitu mahasiswa, pelajar, dan karyawan, tetapi dominasi konsumen yang menggunakan jasa ini adalah mahasiswa. Fasilitas yang tersedia di tempat ini yaitu tempat parkir, mushalla, kantin, toilet pria dan wanita dan bangku penonton.

Karakteristik Responden Jenis Kelamin Dari empat puluh responden yang ada, 100% berjenis kelamin laki-laki, dikarenakan dalam studi kasus ini yang bermain di Futsal Palad didominasi oleh laki-laki dan jarang sekali di sewa untuk futsal perempuan, terkecuali bila ada event tertentu yang diadakan. Terlebih memang permainan futsal sangat digemari oleh mahasiswa terutama laki-laki. Jadi kenyataan 9

di lapangan menunjukkan bahwa laki-laki sebesar 100% sebanyak 40 orang lebih mendominasi dalam penyewaan lapangan Futsal Palad. Usia Diagram 1. Diagram Usia

Sumber: Data primer.

Bila dilihat dari jumlah responden yaitu sebanyak 40 orang yang tertera diatas, mahasiswa yang berumur 19 tahun lebih dominan dalam penyewaan lapangan Futsal Palad yaitu sebesar 45%. Sisanya yaitu umur 18 tahun sebesar 2%, 20 tahun sebesar 13%, 21 tahun sebesar 4%, 23 tahun sebesar 2%. Dikarenakan mahasiswa yang sedang aktif di kampus lebih banyak terdiri dari mahasiswa semester satu sampai dengan semester enam. Jumlah responden yang paling sedikit yaitu sebanyak satu orang sekitar 2,5% pada umur 22 tahun dikarenakan pada umur tersebut mahasiswa sudah pada semester akhir, yang biasanya telah sibuk oleh skripsi dan tugas-tugas akhir mereka. Pekerjaan Berdasarkan dari jumlah responden laki-laki yang ada yang berjumlah 40 orang, 100% berstatus sebagai mahasiswa, dikarenakan tidak ada responden mahasiswa yang sedang atau sudah bekerja dalam data pada kuesioner yang disebar. Ditambah kami mengambil sampel di dalam lingkungan Universitas Negeri Jakarta, dengan target responden mahasiswa yang menggunakan jasa penyewaan lapangan futsal Palad, Pulo Gadung, Jakarta Timur, sehingga seluruh responden yang berhasil kami peroleh seluruhnya adalaha mahasiswa. Jadi total semua responden yang berstatus mahasiswa sebesar 100% sebanyak 40 orang.

10

Agama Diagram 2. Diagram Agama

Sumber: Data primer.

Pada data yang tertera di atas dengan jumlah responden sebanyak 40 orang, agama responden yang paling dominan yaitu Islam sebesar 90% sebanyak 36 orang. Kristen dan Katolik berjumlah sama yaitu sebesar 5% masing-masing sebanyak 2 orang. Dikarenakan memang mayoritas mahasiswa di UNJ beragamakan Islam.

Variabel Independen - Strategi Pemasaran Diagram 3. Diagram Strategi Pemasaran

55% 60 50 40 30 20 10 0 Rendah Tinggi Strategi Pemasaran Sumber: Data primer. 45%

11

Dari 40 orang responden yang diwawancarai dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran yang dilakukan Palad Futsal dengan melihat aspek produk, harga, tempat, promosi, orang, dan sarana fisik kurang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat konsumsi yaitu dengan prosentase sebanyak 55% atau berjumlah 22 orang. Ditinjau dari produk Futsal Palad, menurut pernyataan sebagian besar responden menyatakan tidak setuju mengetahui dengan jelas produk yang ditawarkan Futsal Palad, tidak begitu menyukai produk yang ditawarkan Futsal Palad, dan produk yang ditawarkan Futsal Palad sulit didapatkan pada saat dibutuhkan. Ditinjau dari segi harga menurut pernyataan sebagian besar responden, Futsal Palad tidak memberikan harga yang sesuai dengan kualitas. Ditinjau dari tempat menurut pernyataan sebagian responden, lokasi Futsal Palad kurang strategis. Ditinjau dari promosi menurut pernyataan sebagian responden bahwa Promosi yang di berikan Futsal Palad kurang menarik. Ditinjau dari orang menurut pernyataan sebagian responden bahwa pelayanan karyawan Futsal Palad secara umum kurang baik. Ditinjau dari sarana fisik menurut pernyataan sebagian responden bahwa sarana fisik Futsal Palad kurang memadai. Dan, Ditinjau dari proses menurut pernyataan sebagian responden bahwa proses pelayanan pemesanan lapangan kurang mudah dan lambat. Dimensi Produk Tabel 2. Tabel Produk Frekuensi Rendah Tinggi Total 30 10 40 Persentase 75 25 100
Sumber: Data primer.

Dari 40 orang responden yang diwawancarai menyatakan bahwa tidak begitu menyukai produk yang ditawarkan Futsal Palad, dengan prosentase sebesar 75% atau berjumlah 30 orang. Dapat disimpulkan bahwa dimensi produk ini rendah karena sebagian besar responden tidak mengetahui dengan jelas jasa yang ditawarkan Futsal Palad, kurang menyukai kualitas pelayanan jasa yang diberikan Futsal Palad, produk yang ditawarkan Futsal Palad sulit didapatkan pada saat dibutuhkan, dan menyatakan kualitas atau keunggulan Futsal Palad kalah dibanding tempat futsal lainnya. Para responden tidak mengetahui dengan jelas produk yang ditawarkan dikarenakan informasi yang diberikan Futsal Palad kurang maksimal dalam berpromosi. Mereka juga kurang menyukai kualitas playanan jasa yang 12

diberikan Futsal Palad dalam hal ini minimnya fasilitas, seperti tidak adanya loker untuk menjaga barang-barang para konsumen. Lalu, produk yang ditawarkan Futsal Palad sulit didapatkan karena lokasi yang tidak begitu strategis. Dan, responden kurang menyukai produk Futsal Palad karena menurut mereka kualitas dalam hal fasilitas yang dimiliki Futsal Palad tidak sebanding dengan kualitas tempat Futsal yang lain. Dimensi Harga Diagram 4. Diagram Harga

Tinggi 48%

Rendah 52%

Sumber: Data primer.

Dari 40 orang responden yang diwawancarai menyatakan bahwa Futsal Palad tidak memberikan harga yang sesuai dengan kualitas, yaitu dengan prosentase 52,5% atau berjumlah 21 orang. Dapat disimpulkan bahwa dimensi harga ini rendah karena sebagian besar responden menyatakan harga tidak sesuai dengan kualitas yang tersedia di Futsal Palad. Menurut para responden walaupun dari harga yang ditawarkan terjangkau dari berbagai kalangan, baik para pelajar dan mahasiswa, namun sebagian responden mengatakan bahwa harga tersebut tidak sesuai dengan kualitas yang telah diberikan. Karena dari segi fasilitas yang diberikan Futsal Palad kurang memuaskan, seperti kamar mandi yang kurang bersih, fentilasi udara yang kurang baik, tidak mempunyai loker untuk keamanan barang konsumen, jumlah kipas angin yang sedikit, dan sebagainya. Mereka berharap harga sewa tersebut seharusnya bisa memberikan fasilitas yang lebih baik lagi.

13

Dimensi Tempat Tabel 3. Tabel Tempat Frekuensi Rendah 24 Tinggi 16 Total 40 Persentase 60 40 100
Sumber: Data primer.

Dari 40 orang responden, menyatakan bahwa lokasi Futsal Palad kurang strategis, yaitu dengan prosentase 60% atau berjumlah 24 orang. Dapat disimpulkan bahwa dimensi tempat ini rendah karena lokasi Futsal Palad kurang strategis. Lokasi Futsal Palad memang dekat dengan beberapa tempat kuliah dan salah satunya UNJ, namun menurut pernyataan sebagian besar responden menyatakan, lokasi Futsal Palad tidak begitu strategis. Hal ini dikarenakan lokasi Palad Futsal terpencil, dimana letaknya didalam pemukinman warga padat penduduk sehingga lokasi Palad Futsal berdempetan dengan rumah-rumah warga sekitar. Dimensi Promosi Diagram 5. Diagram Promosi

Tinggi 35% Rendah 65%

Sumber: Data primer.

Dari 40 orang responden dapat disimpulkan bahwa promosi yang ditawarkan Futsal Palad kurang menarik, yaitu dengan prosentase 65% atau berjumlah 26 orang. Dapat disimpulkan bahwa dimensi promosi ini rendah karena menurut pernyataan sebagian besar responden, Palad Futsal tidak memberikan program promosi yang menarik. Promosi yang diberikan Futsal Palad adalah potongan harga dari jam buka Futsal Palad pukul tiga sore, 14

potongan harga tersebut yaitu sebesar Rp. 40.000 dari harga normal yang sebesar Rp. 120.000, artinya jika menyewa di waktu tersebut hanya perlu membayar sebesar Rp. 80.000. Namun, sebagian besar para responden kami mengatakan promosi yang diberikan Futsal Palad monoton, artinya bahwa promosi yang diberikan hanya itu-itu saja setiap bulan dan tidak ada perubahan yang menarik. Dimensi Orang Tabel 4. Tabel Orang Frekuensi Rendah Tinggi Total 22 18 40 Persentase 55 45 100
Sumber: Data primer.

Tabel di atas menyatakan bahwa pelayanan karyawan Futsal Palad secara umum rendah, yaitu dengan presentase 55% atau berjumlah 22 orang. Dapat disimpulkan bahwa dimensi orang ini rendah karena menurut pernyataan sebagian besar responden mengatakan pelayanan karyawan kurang baik dari sikap dan penampilanya. Perilaku karyawan Futsal Palad tidak mampu memuaskan para konsumen, karena sebagian besar responden mengatakan bahwa mereka kurang ramah dan santun dalam melayani konsumen, serta mereka juga mengatakan penampilan para karyawan tidak begitu rapih dalam berpakaian. Dimensi Sarana Fisik Diagram 6. Diagram Sarana Fisik
57,5% 42,5%

Rendah

Tinggi Sumber: Data primer.

Dari 40 orang responden menyatakan bahwa sarana fisik Futsal Palad kurang memadai, yaitu dengan persentase 57,5% atau berjumlah 23 orang. Dapat disimpulkan bahwa 15

dimensi sarana fisik ini rendah, sebagian besar responden menyatakan fasilitas Futsal Palad kurang lengkap dan belum memadai. Mereka menyatakan bahwa fasilitas seperti Loker belum ada, padahal fasilitas seperti loker sangat penting untuk menjaga barang-barang para konsumen. Kemudian mereka juga menyatakan bahwa fasilitas kamar mandi yang dimiliki Futsal Palad kurang layak. Saat hujan, beberapa atap Futsal Palad bocor sehingga lapangan menjadi licin. Dengan kurangnya kondisi fisik dan tidak memadai di Futsal Palad, tentunya akan sulit untuk memberikan kenyaman bagi konsumen. Dimensi Proses Tabel 5. Tabel Proses Frekuensi Rendah Tinggi Total 26 14 40 Persentase 65 35 100
Sumber: Data primer.

Dari 40 orang responden yang diwawancarai menyatakan bahwa proses pelayanan pemesanan lapangan kurang mudah dan lambat, yaitu dengan prosentase 65% atau berjumlah 26 orang. Dapat disimpulkan bahwa dimensi proses ini rendah menurut pernyataan sebagian besar responden Futsal Palad menyatakan proses pelayanan pemesanan lapangan kurang cepat dan merasa kurang puas dengan kesigapan kasir dalam bertransaksi. Sebagian besar responden mengatakan bahwa mereka merasa kurang puas dengan kerja kasir yang lambat dalam bertransaksi. Para responden juga mengatakan bahwa pemesanan lapangan tidak begitu mudah karena saat memesan lapangan yang ingin disewa maka konsumen terlebih dahulu harus membawar uang DP, sehingga hal ini menyulitkan konsumen karena mereka harus datang ke lokasi Futsal Palad.

16

Variabel Dependen Tingkat Konsumsi Diagram 7. Diagram Tingkat Konsumsi

Tinggi 30%

Rendah 70%

Sumber: Data primer.

Dari data tabel diatas dapat dilihat, tingkat konsumsi responden yang paling banyak yaitu sebesar 70% sebanyak 28 responden, dapat dinyatakan bahwa tingkat konsumsinya rendah dikarenakan bila dilihat dari salah satu dimensi ekonomi, penghasilan responden kebanyakan hanya berkisar 500.000 rupiah per bulan, dan bila dilihat dari salah satu dimensi non ekonomi yaitu, lapangan Futsal Palad dianggap kurang bergengsi dikarenakan banyak responden berpendapat masih kurang layak dan lengkapnya fasilitas yang diberikan Futsal Palad terhadap konsumen. Dua belas atau sekitar 30% responden mempunyai tingkat konsumsi yang tinggi dikarenakan beberapa responden diantaranya berpenghasilan diantara 500.000 sampai dengan 1.000.000 rupiah per bulan bahkan ada yang melebihi 1.000.000 rupiah sehingga hal tersebut mempengaruhi intensitas bermain responden di Futsal Palad yang cukup banyak yaitu sekitar tiga sampai empat kali bermain dalam seminggu. Jadi, dari 40 responden yang ada 70% diantaranya memiliki tingkat konsumsi yang rendah dan 30% sisanya mempunyai tingkat konsumsi yang tinggi. Dimensi Ekonomi Tabel 6. Tabel Ekonomi Frekuensi Persentase Rendah Tinggi Total 22 18 40 55 45 100

Sumber: Data primer.

17

Berdasarkan dari data dimensi ekonomi diatas yaitu berjumlah 40 responden, sebanyak 18 responden atau sebesar 45% mempunyai ekonomi yang tinggi dan sisanya yang mendominasi yaitu sebanyak 22 responden atau sebesar 55% mempunyai ekonomi yang rendah dikarenakan jumlah data dari kuesioner yang disebar ke responden menunjukkan bahwa mahasiswa laki-laki yang menyewa lapangan Futsal Palad kebanyakan dari mereka per bulan hanya mempunyai pendapatan kurang lebih sebesar 500.000 rupiah sehingga mempengaruhi menjadi sedikitnya intensitas mereka bermain di Futsal Palad yaitu hanya satu sampai tiga kali bermain dalam satu bulan. Apabila ada kenaikan harga yang diberlakukan maka hal itu dianggap berpengaruh terhadap minat responden dalam menyewa lapangan di Futsal Palad, dan beberapa responden menganggap bahwa diperlukannya sistem pembayaran selain cash seperti dengan kartu debit/kredit. Jadi dari 40 responden yang ada, 45% mempunyai faktor non ekonomi yang tinggi dan sisanya yang mendominasi sebesar 55% mempunyai faktor non ekonomi yang rendah. Dimensi Non-ekonomi Diagram 8. Diagram Non-ekonomi

100% 50% 0% Rendah Tinggi Sumber: Data primer. 52.5 47.5

Bila dilihat dari data tabel dimensi non ekonomi diatas, maka dapat terlihat bahwa dari 40 responden yang ada 19 responden atau sekitar 47,5% memiliki faktor non-ekonomi yang tinggi dan sisanya yang mendominasi yaitu sebanyak 21 responden atau sekitar 52,5% mempunyai faktor ekonomi yang rendah dikarenakan kebanyakan dari responden bukan berasal dari keluarga dengan status sosial yang tinggi, serta dianggap kurang bergengsinya Futsal Palad oleh para responden yang menyebabkan rendahnya faktor non-ekonomi tersebut. Kurangnya jaminan keamanan, ketersediaan sanitasi yang memadai, dan fasilitas lainnya di Futsal Palad juga menjadi salah satu pengaruh rendahnya faktor tersebut. Jadi dari 40 responden yang ada, 47,5% mempunyai faktor non ekonomi yang tinggi dan sisanya yang mendominasi sebesar 52,5% mempunyai faktor non ekonomi yang rendah. 18

Analisis Bivariat Tabel 7. Tabel Strategi Pemasaran r * Tingkat Konsumsi r Crosstabulation tingkat konsumsi r Rendah rendah strategi pemasaran r tinggi Count % within strategi pemasaran r Count % within strategi pemasaran r Count % within strategi pemasaran r 17 77.3% 11 61.1% 28 70.0% Tinggi 5 22.7% 7 38.9% 12 30.0% Total 22 100.0% 18 100.0% 40 100.0%

Total

Sumber: Data primer.

Hasil penelitian yang didapat berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa tinggi rendahnya strategi pemasaran yang ditawarkan pada jasa penyewaan lapangan futsal Palad Pulo Gadung tidak mempengaruhi tingkat konsumsi konsumen. Jelas terlihat bahwa konsumsi yang dilakukan konsumen terhadap jasa ini tergolong rendah. Strategi pemasaran yang rendah menunjukkan tingkat konsumsi yang dilakukan juga rendah, sejumlah 77,3%. Hal yang sama juga ditemukan pada pola strategi pemasaran yang tinggi, dimana tingkat konsumsi konsumen pada jasa ini juga rendah, yakni sejumlah 61,1%. Artinya, strategi pemasaran yang dilakukan pihak pemilik atau pengelola jasa penyewaan lapangan futsal ini tidak mempengaruhi minat konsumen untuk meningkatkan konsumsinya terhadap jasa yang ditawarkan. Banyak hal yang menjadi latar belakang rendahnya tingkat konsumsi pada jasa ini. Beberapa diantaranya dikarenakan kualitas fasilitas pendukung yang tidak layak, seperti lapangan yang gelap, pengap, bola yang sering kempis saat ingin digunakan, pegawai setempat yang tidak memberikan pelayanan yang baik, contohnya tidak melakukan sapa, senyum, dan santun. Ditambah dengan fasilitas sanitasi yang kurang baik, dimana kondisi kamar mandi yang tidak bersih, cenderung membuat konsumen enggan untuk menggunakannya. Strategi yang digunakan dalam promosi lapangan futsal Palad ini juga dirasa tidak terlihat. Informasi yang diperoleh konsumen hanya didapat dari rekomendasi teman yang juga pernah menggunakan jasa penyewaan lapangan di tempat ini. Pada umumnya alasan konsumen menggunakan jasa di tempat ini karena lokasinya yang

19

berdekatan dengan kampus, sehingga jarak yang harus ditempuh tidak memakan waktu yang banyak dan mampu memaksimalkan waktu untuk bermain di lapangan tersebut.

Chi Square Tests Uji chi-square digunakan untuk mengamati ada tidaknya hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen, yakni strategi pemasaran dengan tingkat konsumsi. Dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut: Ho = Tidak ada hubungan antara strategi pemasaran dengan tingkat konsumsi. H1 = Ada hubungan antara strategi pemasaran dengan tingkat konsumsi., dimana jika, Probabilitas > 0,05 maka Ho diterima . Probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak. Berdasarkan uji chi square yang diperoleh menunjukkan bahwa probabilitas yang diperoleh, yakni 0, 267, dimana jumlah ini lebih besar dari 0,05. Dengan demikian, dasar pengambilan keputusan yang dapat diterima adalah Ho. Artinya, tidak ada hubungan antara strategi pemasaran yang dilakukan Palad sebagai jasa penyewaan lapangan futsal dengan tingkat konsumsi mahasiswa Universitas Negeri Jakarta yang menggunakan jasa penyewaan tersebut. Kegiatan jasa penyewaan lapangan futsal Palad Pulo Gadung ini memang tidak menekankan strategi pemasaran untuk mengembangkan usahanya. Keberadaannya sebagai jasa penyewaan lapangan futsal hanya diketahui konsumen mahasiswa UNJ, berdasarkan saran dari teman. Kondisi ini dapat dibuktikan dengan tidak ditemukannya poster, flyer, spanduk, atau media promosi lainnya di sekitar lingkungan UNJ. Tabel 8. Tabel Directional Measures Value Asymp. Std. Errora .146 Approx. Tb 1.110 Approx . Sig. .267

Ordinal by Somers' d tingkat konsumsi r .162 Ordinal Dependent a. Not assuming the null hypothesis. b. Using the asymptotic standard error assuming the null hypothesis.

Sumber: Data primer.

Dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut: Sig < 0,05 = hubungan berlaku di populasi Sig > 0,05 = hubungan berlaku di sampel 20

Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kekuatan hubungan antara variabel independen, yakni strategi pemasaran dengan variabel dependen, yaitu tingkat konsumsi memiliki kekuatan hubungan sebesar 0,162 dengan signifikansi sebesar 0,267. Signifikansi yang diperoleh lebih besar dari 0,05. Dengan demikian, hubungan kedua variabel penelitian berlaku pada sampel. Variabel strategi pemasaran hanya menyumbang 0,16% perubahan terhadap variabel strategi pemasaran. Analisis Bivariat (Dimensi Independen Variabel Dependen) Dimensi Harga Tabel 9. Tabel Harga r * Tingkat Konsumsi r Crosstabulation tingkat konsumsi r rendah harga r rendah Count % within harga r tinggi Total Count % within harga r Count % within harga r 16 76.2% 12 63.2% 28 70.0% tinggi 5 23.8% 7 36.8% 12 30.0% 21 100.0% 19 100.0% 40 100.0% Total

Sumber: Data primer.

Tabel di atas menjelaskan tentang dimensi harga pada variabel independen dengan variabel dependen tingkat konsumsi. Tabel di atas menjelaskan bahwa hubungan antara dimensi harga dengan variabel tingkat konsumsi adalah rendah. Pada dimensi harga rendah, tingkat konsumsi juga rendah, sebesar 76,2%, sedangkan pada dimensi harga yang tinggi tingkat konsumsi juga rendah sekitar 63,2%. Sehingga disini dapat disimpulkan bahwa dimensi harga pada variabel independen tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat konsmsi konsumen, yakni mahasiswa Universitas Negeri Jakarta. Harga murah yang ditawawkan pengelola atau pemilik tidak membuat daya tarik bagi konsumen untuk meningkatkan intensitas mereka menggunakan jasa penyewaan lapangan futsal tersebut.

Uji Chi-Square Tests Uji chi-square digunakan untuk mengamati ada tidaknya hubungan antara dimensi variabel independen dengan variabel dependen, yakni harga dengan tingkat konsumsi. Dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut: Ho = Tidak ada hubungan antara harga dengan tingkat konsumsi. 21

H1 = Ada hubungan antara harga dengan tingkat konsumsi., dimana jika, Probabilitas > 0,05 maka Ho diterima. Probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak. Pada uji chi square menunjukkan bahwa probabilitas yang diperoleh, yakni 0, 369. Angka yang diperoleh lebih besar dari 0,05. Dengan demikian, dasar pengambilan keputusan yang dapat diterima adalah Ho. Artinya, tidak ada hubungan antara harga yang tawarkan Palad sebagai jasa penyewaan lapangan futsal dengan tingkat konsumsi mahasiswa Universitas Negeri Jakarta yang menggunakan jasa penyewaan tersebut. Walaupun harga yang ditawarkan masih dapat terjangkau oleh mahasiswa, tetapi hal ini tidak membuat gairah konsumsi mahasiswa atas penyewaan lapangan futsal di Palad tinggi. Hal ini dimungkinkan dengan minimnya fasilitas pendukung yang disediakan penyedia jasa. Seperti, ruangan dengan sirkulasi yang kurang bagus, kamar mandi yang kurang memadai, dan lain sebagainya. Tabel 10. Tabel Directional Measures Value Asymp. Std. Approx. Errora Tb .902 Approx. Sig. .367

Ordinal by Somers tingkat konsumsi r .130 .145 Ordinal d Dependent a. Not assuming the null hypothesis. b. Using the asymptotic standard error assuming the null hypothesis.

Sumber: Data primer.

Dasar pengambilan keputusan adalah sebagai berikut: Sig < 0,05 = hubungan berlaku di populasi Sig > 0,05 = hubungan berlaku di sampel Hasil penelitian yang kami peroleh berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa kekuatan hubungan antara dimensi variabel independen, yakni harga dengan variabel dependen, yaitu tingkat konsumsi memiliki kekuatan hubungan sebesar 0,130 dengan signifikansi sebesar 0,367. Signifikansi yang diperoleh lebih besar dari 0,05. Dengan demikian, hubungan keduanya pada penelitian berlaku di sampel. Kekuatan harga hanya sekitar 0,13% terhadap tingkat konsumsi mahasiswa UNJ

22

Penutup Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, tidak ada hubungan antara strategi pemasaran jasa penyewaan lapangan futsal Palad Pulo Gadung Jakarta Timur dengan tingkat konsumsi mahasiswa Universitas Negeri Jakarta yang menggunakan jasa penyewaan tersebut. Pada dasarnya, futsal Palad memang tidak melakukan kegiatan pemasaran untuk menarik konsumen menggunakan jasa penyewaan yang ditawarkan. Keberadaan jasa ini hanya diketahui berdasarkan rekomendasi teman di lingkungan kampus. Hal tersebut diakui oleh beberapa mahasiswa yang menjadi responden penelitian ini. Alasan mahasiswa Universitas Negeri Jakarta menggunakan jasa penyewaan lapangan futsal di Palad Pulo Gadung Jakarta Timur karena letaknya yang mudah dijangkau dari kampus. Penyewaan lapangan di tempat tersebut juga dikarenakan mayoritas mahasiswa Universitas Negeri Jakarta lebih sering menggunakan lapangan tersebut untuk bermain dengan sesama teman kampus. Terlebih dekatnya Palad Futsal dengan universitas selain UNJ seperti YAI, STIE, Trisakti, BSI, dan lain sebagainya juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para mahasiswa UNJ yang ingin sparing futsal antar kampus.

23

DAFTAR PUSTAKA Abdullah, Amrin. 2007. Strategi Pemasaran Asuransi Syaria. Jakarta: PT Grasindo. Alma, Buchari. 2002. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa, Bandung: Alfabeta. Boyd, W. 2000. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Erlangga. Damsar. 2002. Sosiologi Ekonomi Edisi Revisi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Mulyani, Sri. 2007. Skripsi Analisis perilaku Konsumen Terhadap Produk Tabungan Perbankan Syariah (studi Kasus pada BRI Syariah cabang Solo). Surakarta: STAIN Surakarta. PB, Triton. 2008. Marketing Strategic. Yogyakarta: Tugu Publisher. Saktiyanti, Rusfadia. 2012. Bahan Ajar Mata Kuliah Metode Penelitian Sosial 1. Jakarta: UNJ. Tjiptono, Fandy. 1997. Strategi Pemasaran, Yogyakarta: Andi Offset. Wicaksono, Bayu Panji. 2010. Jurnal Pengaruh Strategi Bauran Pemasaran yang Dilakukan Oleh Arena Futsal Terhadap Loyalitas Pelanggan. Universitas Gunadarma. Zanten, Wim van. 1994. Statistika untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Internet Digital Collection. jiunkpe/s1/masa/2011/jiunkpe-ns-s1-2011-36406148-19287-mojokerto_ klm-chapter2.pdf. Diakses pada 19 Maret 2013, pukul 22:42. staff.unila.ac.id/sigit/files/2012/06/teori-konsumsi.pdf. Diakses pada 20 Maret 2013, pukul 19:58.

24