PANDUAN PENYUSUNAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN (SPPIP) DAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS (RPKPP) Edisi Cetakan ke-4 (Revisi) Jakarta, Tahun 2013 Tim Penyusun Direktorat Pengembangan Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum Ilustrasi Sampul Konsep Pengembangan Kawasan Tamansari dan Kawasan Cigondewah, Kota Bandung (Sumber: Dokumen SPPIP Kota Bandung), Tahun 2010 Edisi Cetakan ke-3 (Revisi) Jakarta, Tahun 2012 Tim Penyusun Direktorat Pengembangan Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum Ilustrasi Sampul Konsep Pengembangan Kawasan Tamansari dan Kawasan Cigondewah, Kota Bandung (Sumber: Dokumen SPPIP Kota Bandung), Tahun 2010 Edisi Cetakan ke-2 Jakarta, Tahun 2011 Tim Penyusun Direktorat Pengembangan Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum Edisi Cetakan ke-1 Jakarta, Tahun 2010 Tim Penyusun Direktorat Pengembangan Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)

● Kata Pengantar ● i

Panduan Penyusunan Kata Pengantar ii● .

Upaya pembangunan kawasan permukiman dan infrastruktur perkotaan dilaksanakan dalam rangka pemanfaatan ruang sebagaimana yang telah diarahkan dalam rencana tata ruang. panduan ini terdiri atas dua bagian.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) inamika pembangunan perkotaan yang sangat tinggi mempunyai daya dorong yang kuat pada perkembangan ekonomi. Pemanfaatan ruang ini dapat dilaksanakan melalui penyusunan rencana induk bidang permukiman dan infrastruktur permukiman yang selanjutnya akan digunakan sebagai acuan dalam pembangunan pada lokasi yang mengacu pada fungsi ruang sesuai dengan rencana tata ruang. baik lokal maupun regional. Akhir kata semoga Panduan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) ini dapat bermanfaat sebagai panduan dalam kegiatan penyusunan SPPIP dan RPKPP. maka keberadaan panduan yang dapat digunakan sebagai acuan bersama dalam menyusun SPPIP dan RPKPP menjadi sangat dibutuhkan bagi semua pihak terkait. Keadaan tersebut memberikan dampak pada munculnya berbagai tantangan dan permasalahan yang harus dihadapi oleh pemangku kepentingan pembangunan perkotaan. Mempertimbangkan hal tersebut. Hal ini perlu mendapat perhatian dan diarahkan sesuai struktur dan pola ruang yang telah direncanakan. yaitu pemahaman SPPIP dan RPKPP. Secara garis besar. serta prosedur pelaksanaan kegiatan penyusunan SPPIP dan RPKPP. Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) sebagai rencana induk bidang permukiman ini diharapkan mampu menjawab dinamika kebutuhan perkembangan permukiman melalui strategi pembangunan yang tepat dan ditujukan untuk memastikan terlaksananya keterpaduan antar komponen dalam pembangunan bidang permukiman dan infrastruktur perkotaan. D ● Kata Pengantar ● iii . Hal tersebut dipengaruhi oleh dinamika pertumbuhan penduduk perkotaan yang diikuti dengan pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan. Melalui SPPIP dan RPKPP diharapkan terjadi sinkronisasi seluruh rencana pembangunan terkait di kawasan permukiman sehingga tercapai perwujudan pemanfaatan ruang permukiman yang sesuai sebagaimana diamanatkan dalam rencana tata ruang secara efektif dan efisien.

Panduan Penyusunan iv● .

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) ● Daftar Isi ● v .

................................................................................................................................................................................................................ xv PETUNJUK PENGGUNAAN PANDUAN ................. xvii BAGIAN 1 PENDAHULUAN .......................................................................................................................... TUJUAN..................................................................... DAN SASARAN ..........2 MAKSUD.... 5 1....................Panduan Penyusunan Daftar Isi KATA PENGANTAR .........................................................................4 SISTEMATIKA PANDUAN .......................1 Maksud................................................................................2................................................................................................2 Tujuan ........................................... 5 1........................3 Sasaran ...2................................................................................ xi DAFTAR SINGKATAN ....................... ii DAFTAR ISI ......................... 6 1............. 7 vi ● ................................. vi DAFTAR TABEL ............................... 6 1............ 1 1... ix DAFTAR GAMBAR ................................................................ 2 1..........3 MANFAAT PANDUAN ............1 LATAR BELAKANG ........................................... 6 1.........................2..................................

............................. 15 2......1 PERMASALAHAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN DAN KEBUTUHAN PENANGANANNYA .1 Pemahaman Dasar SPPIP dan RPKPP .................. 34 ● Daftar Isi ● vii .....1 RUANG LINGKUP PENYUSUNAN SPPIP ....... 20 2..............5 Prasyarat Penyusunan SPPIP dan RPKPP ...3.....Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) BAGIAN 2 PEMAHAMAN DASAR PERMASALAHAN PEMBANGUNAN DAN KEBUTUHAN PENYELESAIANNYA MELALUI SPPIP DAN RPKPP ...........3............. 17 2...............................3 SPPIP DAN RPKPP DALAM KERANGKA PEMBANGUNAN PERMUKIMAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN ................... 26 2...... 17 2..... 12 2.. 33 3.3........2 Kedudukan SPPIP dan RPKPP Dalam Kerangka Pengembangan Kota .................................................. 11 2.......4 Pemangku Kepentingan SPPIP dan RPKPP ..............................................2 PENANGANAN PERMASALAHAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN MELALUI SPPIP DAN RPKPP .......... 30 BAGIAN 3 KEGIATAN PENYUSUNAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN (SPPIP) .................3..............................................3. 26 2................................3 Peninjauan Kembali Dokumen SPPIP .............................

..........................................2 KELUARAN YANG DIHASILKAN ..................................................................................Panduan Penyusunan 3........................... 109 GLOSSARY ...............1 RUANG LINGKUP PENYUSUNAN RPKPP ... 171 viii ● .......... 39 3.........1. 169 ANNEX .............................................................................................................................................................................3 Kedalaman Substansi RPKPP .......2 Lingkup Wilayah Penyusunan SPPIP. 41 3.....1...................................................... 34 3.1..................1..........1 Lingkup Kegiatan Penyusunan SPPIP .............................................. 96 4.... 160 DAFTAR PUSTAKA ............. 47 BAGIAN 4 KEGIATAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS (RPKPP)............................2 Lingkup Wilayah Penyusunan RPKPP ..................... 37 3.... 101 4......... 96 4......... 95 4........................................................1.......................................1 Lingkup Kegiatan Penyusunan RPKPP ..........3 PROSES DAN PROSEDUR PELAKSANAAN KEGIATAN PENYUSUNAN SPPIP ................1...............2 KELUARAN YANG DIHASILKAN ......... 104 4.........................................3 PROSES DAN PROSEDUR PELAKSANAAN KEGIATAN PENYUSUNAN RPKPP .... 100 4........3 Kedalaman Substansi SPPIP ...............................................................................................................................................

62 Contoh Tabel Tujuan............................................................ 102 Contoh Rencana Program Penanganan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan Pada Kawasan Pengembangan Tahap 1........................................................................................................................ dan RPKPP Dalam Kerangka Pembangunan Wilayah Perkotaan ................................................................ 24 Peran dan Bentuk Keterlibatan Masing-Masing Pihak Dalam Kegiatan Penyusunan SPPIP dan RPKPP .................................... Kebijakan dan Strategi ............... 34 Contoh Tabel Isian Strategi dan Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) ...... 43 Contoh Tabel Potensi dan Permasalahan ............Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Daftar Tabel Tabel 2-1 Rincian Perbedaan Antara SPPIP...................................... 57 Contoh Tabel Tujuan dan Kebijakan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan . 74 Keterkaitan Lingkup Kegiatan Dengan Capaian dalam Kegiatan Penyusunan RPKPP .................................... 96 Contoh Rencana Aksi Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan Pada Kawasan Prioritas .............. 103 Tabel 2-2 Tabel 3-1 Tabel 3-2 Tabel 3-3 Tabel 3-4 Tabel 3-5 Tabel 4-1 Tabel 4-2 Tabel 4-3 ● Daftar Tabel ● ix ............................ 27 Keterkaitan Lingkup Kegiatan Dengan Capaian dalam Kegiatan Penyusunan SPPIP ...........................................................................

............................. Hambatan . 119 Contoh Tabel Kebutuhan Penanganan Kawasan ........................................... Permasalahan.................................................................... 139 Tabel 4-5 Tabel 4-6 x ● ........................... 123 Contoh Kriteria dan Indikator Penentuan Kawasan Pembangunan Tahap 1 .......... Tantangan............Panduan Penyusunan Tabel 4-4 Contoh Tabel Inventarisasi Potensi.......

....................... 40 Gambar 2-2 Gambar 2-3 Gambar 2-4 Gambar 2-5 Gambar 2-6 Gambar 2-7 Gambar 2-8 Gambar 2-9 Gambar 3-1 Gambar 3-2 ● Daftar Gambar ● xi ....... 30 Ilustrasi Lingkup Wilayah Penyusunan SPPIP Untuk Wilayah Adaministrasi Kota (atas) dan Untuk Wilayah Administrasi Kabupaten (bawah) ...................................... RPKPP dan RPIJM Cipta Karya ....................................................................................... dan RPKPP Dalam Kerangka Pembangunan Perkotaan .... 25 Peninjauan Kembali Dokumen SPPIP ............................................ 14 Diagram Keterkaitan Arah Pengembangan dan Pembangunan Kota........ 19 Keterkaitan SPPIP dan RPKPP Dalam Kerangka Kebijakan Pembangunan Kota ................................................................ 22 Ilustrasi Keterkaitan SPPIP...................................................................................... 16 Diagram Keterkaitan SPPIP dan RPKPP .... 26 Keterkaitan Semua Pihak yang Terlibat Dalam Proses Penyusunan SPPIP/RPKPP ...... SPPIP...Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Daftar Gambar Gambar 2-1 Ilustrasi Arah Pembangunan Kota yang Dibentuk Berdasarkan Pada Kebutuhan Kota .................................................................................................................................... 23 Contoh Keterkaitan Substansi SPPIP............................................................. RPKPP dan RPIJM Cipta Karya . 38 Dasar Pertimbangan Perumusan Strategi Dalam SPPIP . 23 Keterkaitan SPPIP dan RPKPP Dalam Kerangka Kebijakan Pembangunan Kota Dari Sisi Waktu ...................................................................

.............................................................. 45 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Untuk Lingkup Persiapan ................................................. 69 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Untuk Lingkup Perumusan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan.... 84 Gambar 3-4 Gambar 3-5 Gambar 3-6 Gambar 3-7 Gambar 3-8 Gambar 3-9 Gambar 3-10 xii ● ................................... 58 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Untuk Lingkup Perumusan Tujuan dan Kebijakan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) .................. 52 Contoh Peta Pemetaan Potensi dan Permasalahan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan ........... 47 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Untuk Lingkup Identifikasi Potensi dan Permasalahan .......................Panduan Penyusunan Gambar 3-3 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) ...................................... 59 Contoh Peta Sebaran Kawasan Permukiman Prioritas ..................................... 71 Contoh Pemetaan Strategi dan Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur ...............................................

..................................................... 120 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Untuk Lingkup Kegiatan Perumusan Rencana Aksi Program ........................................... 87 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) ....................................................................................................................................................................................................... 128 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Untuk Lingkup Kegiatan Perumusan Rencana Penanganan Kawasan Pembangunan Tahap 1 .......... 120 Contoh Peta Permasalahan Pembangunan Infrastruktur Permukiman Perkotaan ...... 124 Contoh Peta Konsep Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas ......................................................................................................... 154 Gambar 4-1 Gambar 4-2 Gambar 4-3 Gambar 4-4 Gambar 4-5 Gambar 4-6 Gambar 4-7 Gambar 4-8 Gambar 4-9 Gambar 4-10 Gambar 4-11 Gambar 4-12 Gambar 4-13 ● Daftar Gambar ● xiii ............................................................................................. 143 Contoh Rencana Detail Desain ........................................ 121 Contoh Peta Penanganan Kawasan Permukiman Prioritas........................... 137 Contoh Konsep Penanganan Tahap 1............. 151 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Untuk Lingkup Kegiatan Finalisasi dan Sosialisasi ......................Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Gambar 3-11 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Untuk Finalisasi dan Sosialisasi ............................. 150 Contoh Ilustrasi 3D Rencana Penanganan Kawasan Pembangunan Tahap 1 ................................. 114 Contoh Peta Permasalahan Pembangunan Permukiman ................................................... 109 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Untuk Lingkup Kegiatan Identifikasi Potensi dan Permasalahan ...... 107 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Untuk Lingkup Kegiatan Persiapan .............................................................................

Panduan Penyusunan xiv ● .

APBN CAP CK CPA DED DJCK DPRD FGD LSM NGO PKP Pokjanis PPIP PU Randal RP3KP RPIJM RPJM RPJP RPKPP RTRW Satker SPK SPMK SPPIP TOR/KAK : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Anggaran Pendapatan Belanja Negara Community Action Plan Cipta Karya Community based Participatory Approach Detailed Engineering Design Direktorat Jenderal Cipta Karya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Focus Group Discusion Lembaga Swadaya Masyarakat Non-Governmental Organization Pengembangan Kawasan Permukiman Kelompok Kerja Teknis Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Pekerjaan Umum Perencanaan dan Pengendalian Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman Rencana Pembangunan Investasi Jangka Menengah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Rencana Pembangunan Jangka Panjang Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas Rencana Tata Ruang Wilayah Satuan Kerja Strategi Pengembangan Kota Surat Perintah Mulai Kerja Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan Term of Reference / Kerangka Acuan Kerja ●Daftar Singkatan●xv . 15. 11. 3. 5. 23. 10. 24. 19. 21. 16. 20. 22. 8. 26. 7. 6. 9. 18. 4.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Daftar Singkatan 1. 12. 2. 25. 13. 17. 14.

Panduan Penyusunan xvi● .

namun dapat digunakan secara terpisah maupun bersamaan sesuai dengan kebutuhan yang ada. dan sasaran penyusunan panduan. Untuk memudahkan pemahaman keempat bagian panduan tersebut. tujuan. yaitu: (1) pendahuluan. Bagian 1 memuat mengenai latar belakang penyusunan panduan. maka dimohon memperhatikan beberapa hal berikut :  Keempat bagian dalam Panduan Teknis Pelaksanaan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) ini merupakan bagian yang saling terkait satu sama lain. dan sistematika panduan yang membantu memberikan gambaran ringkas dari keseluruhan panduan. Bagian 3 memuat tentang teknis penyelenggaraan kegiatan dan penyusunan SPPIP. (2) pemahaman dasar permasalahan pembangunan dan kebutuhan penyelesaiannya melalui SPPIP dan RPKPP. maksud. (3) kegiatan penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP). dan (4) kegiatan penyusunan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP). Bagian 4 memuat tentang teknis penyelenggaraan kegiatan dan penyusunan RPKPP. manfaat panduan.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Petunjuk Penggunaan Panduan Panduan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) meliputi 4 (empat) bagian besar yang saling terkait. Bagian 2 memuat mengenai pemahaman dasar atas kondisi perencanaan di Indonesia serta kebutuhannya akan SPPIP dan RPKPP.     ●Petunjuk Penggunaan Panduan●xvii .

PERSIAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN PENYUSUNAN SPPIP DAN RPKPP PERSIAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN PELAKSANAAN KEGIATAN PENYUSUNAN SPPIP DAN RPKPP PERSIAPAN PENYUSUNAN SPPIP DAN RPKPP PENYUSUNAN SPPIP PENYUSUNAN RPKPP BAGIAN 1 Pendahuluan ` BAGIAN 2 Pemahaman Dasar Persoalan Pembangunan dan Kebutuhan Penyelesaian Melalui SPPIP dan RPKPP ` BAGIAN 3 Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) BAGIAN 4 Kegiatan Penyusunan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Sistematika Panduan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) xviii● .Panduan Penyusunan Secara diagramatis petunjuk penggunaan Panduan Teknis Pelaksanaan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) dalam kaitannya dengan pelaksanaan kegiatan SPPIP dan RPKPP dapat dilihat pada Gambar berikut.

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) ●Petunjuk Penggunaan Panduan●xix .

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Bagian 1 ● Pendahuluan ● 1 .

Pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang kurang atau belum mengantisipasi dan mengakomodir perkembangan kawasan perkotaan akan menimbulkan permasalahan antara lain: (a) tidak meratanya penyediaan infrastruktur permukiman perkotaan. Hal ini perlu dilakukan mengingat fenomena tersebut dapat membangkitkan banyak permasalahan perkotaan terutama yang terkait dengan ketersediaan dukungan permukiman dan infrastruktur pemukiman perkotaan. dan (b) tidak tersedianya lingkungan permukiman yang layak.1 Bagian Pendahuluan LATAR BELAKANG Kawasan perkotaan dan perkembangannya adalah sesuatu yang tidak terpisahkan satu sama lain. 2 ● .Panduan Penyusunan 01 1. Adanya perkembangan di kawasan perkotaan ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk berdomisili dan melakukan aktivitas ekonominya di kawasan perkotaan tersebut. Kawasan perkotaan dengan kompleksitas kegiatannya ini akan terus berkembang dari waktu ke waktu dan meliputi semua bidang pembangunan. tidak terkendalinya pembangunan permukiman pada daerah-daerah non-permukiman. dan (d) terjadinya permukiman kumuh. Meningkatnya jumlah penduduk dan intensitas aktivitas pada kawasan perkotaan ini perlu untuk disikapi dan diantisipasi lebih awal oleh pemerintah daerah terkait. Hal ini mengakibatkan terjadinya migrasi yang menambah beban kawasan perkotaan baik dari sisi ruang maupun intensitas aktivitas.

kondisi ini dapat dilihat dari arah kebijakan di dalam dokumen perencanaan pembangunan dan penataan ruang yang ada. Dalam pelaksanaannya. karena adanya beberapa permasalahan sebagai berikut:  Belum adanya acuan yang jelas dan selaras untuk mengarahkan pengembangan kabupaten/kota yang selanjutnya menjadi acuan bagi keberadaan strategi yang terkait dengan pengembangan dan pembangunan kawasan perkotaan. Kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dalam dokumen perencanaan pembangunan yang tertuang dalam arahan pembangunan wilayah dan tata ruang seringkali belum dirumuskan secara khusus. Dalam hal pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. yaitu: (1) perencanaan pembangunan yang memberikan arahan pencapaian tujuan pembangunan sektoral dan (2) penyelenggaraan penataan ruang yang memberikan arah pembangunan keruangan. termasuk dalam hal pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. Kedua bentuk perencanaan tersebut diwadahi dalam 2 (dua) dokumen. Selain itu rencana Bagian 1 ● Pendahuluan ● 3 . Dalam upaya untuk menangani permasalahan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. permasalahan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan serta pembangunan kabupaten/kota secara keseluruhan ditangani dan diantisipasi melalui 2 (dua) bentuk perencanaan. Hal ini berakibat pada timbulnya kesulitan dalam menerjemahkan kebijakan perencanaan pembangunan ke dalam kebijakan tata ruang untuk pengembangan permukiman yang terdapat dalam dokumen rencana tata ruang. kedua bentuk perencanaan ini perlu saling sinergi dan terpadu satu sama lain. yaitu: (1) dokumen rencana pembangunan (Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP)/Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)) dan (2) dokumen rencana tata ruang (Rencana Umum Tata Ruang dan Rencana Detail Tata Ruang). kondisi ini seringkali belum dapat dilakukan. beserta permasalahan pembangunan kabupaten/kota secara keseluruhan.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Di Indonesia.

dan (2) strategi pembangunan sektoral yang disusun tidak atau belum mengacu kepada strategi pembangunan dalam skala kabupaten/kota. Bentuk-bentuk penanganan ini menyebabkan arahan pengembangan dan pembangunan kabupaten/kota lebih didasarkan pada ketersediaan program-program yang ada dan tidak berdasarkan pada kebutuhan kabupaten/kota secara keseluruhan. Terkait dengan hal tersebut. Pengembangan kabupaten/kota serta pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang ada selama ini seringkali berorientasi pada penyelesaian permasalahan dalam jangka pendek. serta strategi sektoral lainnya seringkali disusun sebagai suatu strategi yang terpisah dan belum mengacu pada kebijakan yang lebih tinggi. Kondisi tersebut merupakan fenomena umum yang juga terjadi pada bidang pembangunan lainnya. maka suatu kabupaten/kota sudah selayaknya memiliki strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang sinergi dengan arah pengembangan kabupaten/kota. strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. sehingga menyulitkan untuk dijabarkan dalam strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan atau strategi sektoral lainnya yang implementatif dan operasional. Strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan dan strategi pengembangan kabupaten/kota seringkali belum terpadu. Sebaliknya.Panduan Penyusunan   pengembangan kawasan permukiman dalam dokumen rencana tata ruang lebih didasarkan pada rencana struktur ruang dibandingkan dengan arahan pembangunan makro yang terdapat dalam dokumen rencana pembangunan. tidak melihat keberlanjutan penanganan. yang dikenal sebagai Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP). serta belum mempertimbangkan keterkaitan antarsektor. serta dapat menjadi acuan yang jelas bagi penerapan programprogram pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. kabupaten/kota perlu memiliki strategi operasional dalam pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. Arah pengembangan dan pembangunan kabupaten/kota serta pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan belum didasarkan pada kebutuhan kabupaten/kota dan masih bersifat sektoral. Adapun SPPIP ini diturunkan dalam suatu rencana operasional berupa Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) dimana keduanya disusun dengan tetap mengacu pada strategi pengembangan kabupaten/kota yang telah ada. Terkait dengan hal ini. arahan pengembangan dan pembangunan seringkali disusun dalam tataran makro yang bersifat filosofis dan normatif. Hal ini menyebabkan bentuk-bentuk strategi dan program pengembangan serta pembangunan bersifat sektoral dan parsial. Mempertimbangkan permasalahan yang muncul tersebut. Dalam pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan keduanya 4 ● . Hal ini disebabkan oleh: (1) strategi pembangunan skala kabupaten/kota yang ada tidak memberikan acuan yang jelas.

Hal-hal yang spesifik yang perlu untuk diseragamkan dalam proses penyusunan SPPIP dan RPKPP tersebut menuntut adanya panduan sebagai acuan untuk mencapai hasil sesuai baku mutu yang telah ditetapkan. TUJUAN. SPPIP dan RPKPP merupakan bentuk sinkronisasi dan kesepakatan dalam prosesnya.2 1. kedalaman informasi. sedangkan RPKPP merupakan penjabaran SPPIP ke dalam rencana aksi yang operasional dan mendapat legitimasi dari pemangku kepentingan. terdapat hal-hal spesifik yang membutuhkan kesamaan atau keseragaman proses dan hasil. Dalam lingkup pengembangan kabupaten/kota.1 MAKSUD. sehingga capaian yang diharapkan dari SPPIP dan RPKPP dapat dipenuhi oleh setiap pemerintah kabupaten/kota bersangkutan.2. Dalam kerangka kebijakan pengembangan kabupaten/kota. DAN SASARAN Maksud Panduan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) disusun dengan maksud untuk memberikan panduan teknis bagi pemangku kepentingan dalam penyusunan SPPIP dan RPKPP. 1. Bagian 1 ● Pendahuluan ● 5 . pengelompokkan materi. serta output produk dari penyusunannya. Panduan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) ini diharapkan mampu berfungsi sebagai rujukan teknis dalam penyusunan SPPIP dan RPKPP sekaligus memberikan pemahaman dan keseragaman terhadap proses. SPPIP dan RPKPP ini merupakan instrumen kebijakan yang menjadi salah satu acuan penyelenggaraan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan di tingkat kabupaten/kota dan menjadi rujukan bagi semua pihak. karena SPPIP merupakan kebijakan makro yang bersifat strategis yang diarahkan untuk menjadi acuan kebijakan bagi pengembangan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) menjadi suatu yang penting dan dapat menjadi langkah awal dalam mendukung terjadinya integrasi antara perencanaan pembangunan dan penataan ruang. SPPIP dan RPKPP ini bukan merupakan insiasi untuk menyusun suatu kebijakan baru. Terkait dengan karakteristik tersebut.

2. baik dalam proses penyusunan maupun keluaran dari kegiatan penyusunan SPPIP dan RPKPP. Kementerian Pekerjaan Umum sebagai acuan dalam memberikan fasilitasi kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP). Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman dan Tim Teknis Provinsi sebagai acuan dalam mengarahkan dan melakukan monitoring evaluasi terhadap pelaksanaan proses dan pencapaian hasil dari SPPIP dan RPKPP yang disusun. dan   6 ● .3 MANFAAT PANDUAN Keberadaan Panduan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) ini diharapkan dapat bermanfaat bagi:  Direktorat Jenderal Cipta Karya. dan memberikan acuan teknis baku mutu dari produk SPPIP dan RPKPP yang dihasilkan.3 Sasaran Panduan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) memiliki sasaran:    tersedianya landasan memahami konsepsi penyusunan SPPIP dan RPKPP. 1.2 Tujuan Dengan memperhatikan maksud penulisan Panduan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP).2. tersedianya acuan teknis bagi penyelenggaraan penyusunan SPPIP dan RPKPP. memberikan acuan teknis mengenai penyelenggaraan penyusunan SPPIP dan RPKPP.Panduan Penyusunan 1. dan tercapainya standar baku mutu dari produk SPPIP dan RPKPP yang dihasilkan. Tim Pokjanis kabupaten/kota sebagai acuan dalam merumuskan SPPIP dan RPKPP. 1. maka keberadaan panduan ini bertujuan:    memberikan pemahaman dasar mengenai SPPIP dan RPKPP.

durasi. BAGIAN II PEMAHAMAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN (SPPIP) DAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS (RPKPP) Bagian ini menjelaskan mengenai permasalahan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan beserta kebutuhan penanganannya melalui SPPIP dan RPKPP. metoda. sasaran dan tujuan serta manfaat dari Panduan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP).4 SISTEMATIKA PANDUAN Untuk memudahkan dalam memahami substansi di dalam Panduan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP). 1. langkah. BAGIAN III KEGIATAN PENYUSUNAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN (SPPIP) Bagian ini menjelaskan mengenai rangkaian kegiatan dalam proses Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) kabupaten/kota yang diperinci ke dalam tiap kegiatan dan sub kegiatan. dan outputnya. sasaran. waktu. maka panduan ini dibagi ke dalam 4 (empat) bagian. yaitu: BAGIAN I PENDAHULUAN Bagian ini menjelaskan mengenai maksud. Dalam bab ini tiap kegiatan dijelaskan mengenai teknis pelaksanaannya mulai dari deskripsi. BAGIAN IV KEGIATAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS (RPKPP) Bagian ini menjelaskan mengenai rangkaian kegiatan dalam proses Penyusunan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) yang diperinci ke dalam tiap kegiatan dan sub kegiatan. serta prinsip dan filosofi dasar penyusunan SPPIP dan RPKPP. Dalam Bagian 1 ● Pendahuluan ● 7 .Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)  Tim ahli pendamping sebagai acuan dalam memberikan pendampingan pada anggota Pokjanis dan mengarahkan pada proses pelaksanaan kegiatan yang seharusnya.

metoda.Panduan Penyusunan bab ini tiap kegiatan dijelaskan mengenai teknis pelaksanaannya mulai dari deskripsi. 8 ● . dan outputnya. sasaran. langkah. waktu. durasi.

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Bagian 1 ● Pendahuluan ● 9 .

Panduan Penyusunan 10 ● .

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)

2

Bagian 2 ● Pemahaman Dasar ● 11

Panduan Penyusunan

02
2.1
 

Bagian

Pemahaman Dasar Permasalahan Pembangunan & Kebutuhan Penyelesaian Melalui SPPIP & RPKPP

PERMASALAHAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN DAN KEBUTUHAN PENANGANANNYA

Banyak permasalahan perkotaan yang bermula dari permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan, seperti tidak meratanya penyediaan infrastruktur permukiman perkotaan, ketidaktersediaan lingkungan permukiman yang layak, dan sebagainya yang belum tertangani secara optimal. Hal ini disebabkan oleh beberapa kondisi sebagai berikut: tuntutan yang tinggi terhadap pemenuhan kebutuhan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan belum didasarkan pada kebijakan dan strategi pembangunan yang memadai, tepat, berskala kabupaten/kota, dan berbasis kawasan; penyusunan kebijakan dan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan sering bersifat sesaat, responsif terhadap permasalahan yang ada, serta berorientasi pada ketersediaan sumberdaya yang ada sehingga kebijakan dan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan bersifat parsial dan tidak komprehensif, serta tidak terpadu dengan kebutuhan arah pengembangan dan pembangunan kabupaten/kota; pembangunan komponen-komponen permukiman seringkali tidak terselenggara secara terpadu dan berkelanjutan; belum terdapatnya strategi khusus pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang terintegrasi dengan penataan ruang dan perencanaan pembangunan secara keseluruhan; dan terdapat tumpang tindih kebijakan, strategi, program, dan kegiatan penanganan permasalahan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada tingkat operasional (kabupaten/kota).

 

12 ●

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)

Berdasarkan permasalahan pembangunan yang ada tersebut, diperlukan beberapa pertimbangan, yaitu:  bahwa dalam pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan memerlukan adanya arahan yang jelas selaras dengan arah pengembangan kabupaten/kota; bahwa dalam pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan diperlukan arahan yang didasarkan pada kebutuhan kabupaten/kota dan berbasis kawasan; bahwa pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan perlu diselenggarakan secara terpadu dan berkelanjutan sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang- Undang No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman; dan bahwa dalam pengembangan kabupaten/kota dan kawasan perkotaan terdapat kebutuhan untuk merumuskan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang mampu mendukung dan mengintegrasikan seluruh strategi sektoral yang terkait.

Berdasarkan kebutuhan-kebutuhan tersebut, maka suatu kabupaten/kota sudah seharusnya memiliki arahan kebijakan dan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang jelas dan komprehensif yang mempertimbangkan semua aspek pembangunan baik fisik, sosial, ekonomi, investasi, pembiayaan, kelembagaan, maupun partisipasi publik. Selain itu, arahan kebijakan dan strategi yang dimaksud sebaiknya dapat menjadi acuan bagi penerapan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang ada. Terkait dengan hal ini, program-program yang diselenggarakan mengacu pada kebutuhan untuk menjawab strategi yang telah dirumuskan dan skala prioritasnya. Selain itu, program yang dikembangkan dapat mendukung terwujudnya tujuan dan

Bagian 2 ● Pemahaman Dasar ● 13

Panduan Penyusunan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang diharapkan dari penerapan strategi tersebut (Gambar 2. 14 ● . kebutuhan akan arahan kebijakan dan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan ini tidak hanya menjadi tugas Pemerintah melainkan juga menjadi tanggung jawab penuh pemerintah kabupaten/kota. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. termasuk dalam melaksanakan rencana tata ruang dan rencana pembangunan yang menjadi induk bagi pembangunan di bidang permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. Gambar 2-1 Ilustrasi Arah Pembangunan Kota yang Dibentuk Berdasarkan Pada Kebutuhan Kota Dalam perwujudannya. Sejak berlakunya UU No. yaitu pemerintah daerah menjadi aktor utama dalam pembangunan daerah. telah terjadi transformasi peran pemerintah daerah. Dengan adanya peran ini. maka arahan kebijakan dan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang dirumuskan oleh pemerintah daerah harus terpadu dan sinergi dengan rencana tata ruang (RTRW) dan rencana pembangunan (RPJP dan RPJM).1).

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 2.dan Millenium Development Goals (MDG’s). Dalam kaitannya dengan pembangunan kabupaten/kota. sektor unggulan maupun sektor penunjang.   Bagian 2 ● Pemahaman Dasar ● 15 . kedalam program pembangunan tahunan. yang untuk operasionalisasi penanganan kawasannya akan dijabarkan dalam RPKPP (Gambar 2. keberadaan SPPIP dan RPKPP ini menjadi penting. SPPIP dan RPKPP ditujukan pula untuk mendukung kebijakan nasional yang sejalan dengan Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum. sedangkan dalam kerangka pengembangan dan pembangunan kabupaten/kota. Arah pengembangan dan pembangunan kabupaten/kota untuk pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan akan diturunkan ke dalam strategi rinci berupa SPPIP. acuan bagi perencana program dan kegiatan dalam mensinergikan dan mengintegrasikan sektor yang ada. yang dapat membantu pemerintah daerah untuk lebih fokus mencapai tujuan pembangunan.1 dapat diselesaikan melalui Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) yang untuk operasionalisasi dalam skala kawasan dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP).2 PENANGANAN PERMASALAHAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN MELALUI SPPIP DAN RPKPP Kebutuhan penanganan permasalahan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang dijelaskan dalam sub-bab 2. Dalam kerangka pembangunan nasional.2). SPPIP dan RPKPP merupakan penjabaran dari strategi pengembangan dan pembangunan kabupaten/kota untuk pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. baik sektor strategis. dalam mencapai tujuan pembangunan. karena SPPIP dan RPKPP ini akan menjadi:  acuan bagi penentu kebijakan (policy makers) dan pengambil keputusan (decision makers) dalam menetapkan program dan kegiatan prioritas dan cara pencapaiannya. implementasi Peraturan Menteri (Permen) mengenai Standar Pelayanan Minimal (SPM). dan acuan bagi perangkat pelaksana pembangunan dalam menjalankan tugasnya sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.

SPPIP dan RPKPP disusun secara sistematis mulai dari jangka panjang yang kemudian dirinci dalam jangka menengah dan jangka pendek.   16 ● . program. maupun lembaga donor. Oleh karena itu. dan kegiatan pembangunan permukiman yang berbasis pada kawasan perkotaan sesuai dengan dokumen Rencana Tata Ruang. pemerintah provinsi. keseluruhan rangkaian proses dan produk SPPIP dan RPKPP menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota secara keseluruhan bukan oleh pemerintah. SPPIP dan RPKPP diharapkan dapat mengakomodir berbagai kemungkinan penyesuaian akibat dinamika perkembangan kabupaten/kota. strategi. SPPIP. dan RPKPP Dalam Kerangka Pembangunan Perkotaan SPPIP dan RPKPP sebagai suatu acuan yang operasional dan implementatif ini dalam penyelenggaraan pembangunan memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut:  SPPIP dan RPKPP merupakan kebijakan. konsultan.Panduan Penyusunan Gambar 2-2 Diagram Keterkaitan Arah Pengembangan dan Pembangunan Kota.

SPPIP juga merupakan rancangan tindakan atau aksi untuk membangun permukiman dan infrastruktur pendukungnya sebagai komponen inti pembentuk kawasan perkotaan. SPPIP memiliki karakteristik yang membedakannya dengan kebijakan dan strategi lainnya. Hal ini dapat dilihat dari pengutamaan legitimasi produk yang diukur dari rasa memiliki dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan kabupaten/kota yang terlibat dalam proses penyusunan dan penerapannya. dan   Bagian 2 ● Pemahaman Dasar ● 17 . sehingga rasa kepemilikan dan kepedulian terhadap SPPIP dan RPKPP menjadi tinggi. Sebagai rancangan tindakan atau aksi. Dalam prosesnya.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)    penyusunan SPPIP dan RPKPP melibatkan partisipasi dari berbagai pemangku kepentingan kabupaten/kota yang signifikan.3 SPPIP DAN RPKPP DALAM KERANGKA PEMBANGUNAN PERMUKIMAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN Pemahaman Dasar SPPIP dan RPKPP 2. yaitu:  penyusunan SPPIP lebih banyak dilakukan melalui proses sinkronisasi.3. SPPIP ini merupakan alat utama bagi pemerintah daerah untuk mengarahkan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. SPPIP ini disusun berdasarkan arahan kebijakan dan strategi yang terdapat di dalam RTRW dan RPJPD. dan rangkaian proses penyusunan SPPIP dan RPKPP mengarahkan pada cara pandang baru dalam pengembangan dan pembangunan kabupaten/kota beserta keberlanjutannya. 2. Selain itu. dan adopsi dari kebijakan dan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang ada. akomodasi. SPPIP dan RPKPP merupakan produk yang bersifat strategis dan lintas isu. namun juga pada proses penyusunannya. pada proses penyusunannya.1 SPPIP merupakan suatu strategi yang menjadi acuan bagi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang penyusunannya mengacu dan terintegrasi dengan arahan pengembangan kabupaten/kota secara komprehensif. SPPIP tidak hanya berorientasi pada produk. SPPIP ini diterjemahkan ke dalam suatu strategi berikut program pembangunannya. kebijakan dan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang disusun tidak dipandang sebagai kebijakan dan strategi sektoral. melainkan mempertimbangkan keterkaitannya dengan pembangunan kawasan perkotaan secara keseluruhan.

rencana pembangunan kawasan yang terdapat dalam RPKPP dilakukan secara logis dan bertahap sesuai kebutuhan. Terkait dengan karakteristik tersebut. Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) merupakan rencana aksi program strategis untuk penanganan permasalahan permukiman dan pembangunan infrastruktur permukiman pada kawasan prioritas di perkotaan. meliputi:    RPKPP berorientasi pada penanganan kawasan permukiman yang diprioritaskan pembangunannya.000. Dalam kondisi kabupaten/kota yang bersangkutan belum memiliki peta dengan skala tersebut. sehingga fasilitasi APBN dalam penyediaan infrastruktur diprioritaskan pada daerah yang sudah memiliki Dokumen SPPIP/RPKPP. maka dapat menggunakan skala minimum 1:50. sebagai sarana untuk mengintegrasikan semua kebijakan dan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang tertuang di berbagai dokumen. SPPIP ini memiliki fungsi dalam konteks pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.     Strategi dan program yang menjadi keluaran dari SPPIP disajikan dalam peta spasial skala 1:25. RPKPP disusun pada lingkup wilayah perencanaan kawasan dan dengan kedalaman rencana teknis yang dituangkan dalam peta skala 1:5. RPKPP memiliki karakteristik yang membedakan dengan rencana pembangunan kawasan permukiman lainnya.Panduan Penyusunan  kebijakan dan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan disusun dari skala kabupaten/kota sampai dengan skala kawasan. Pada skala kawasan. dan sebagai dokumen acuan bagi penyusunan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan skala kabupaten/kota.000. penyusunannya dilakukan dengan mengacu pada kebijakan dan strategi skala kabupaten/kota. RPKPP ini merupakan penjabaran dari SPPIP untuk kawasan permukiman prioritas yang ditetapkan. sebagai salah satu acuan bagi penyusunan RPIJM Bidang Permukiman. yaitu:  sebagai acuan bagi implementasi program pembangunan permukiman dan infrastuktur permukiman perkotaan.000 dan 1:1.000. rencana pembangunan kawasan yang dihasilkan memiliki tingkat implementasi yang tinggi karena dalam penyusunannya melibatkan seluruh pemangku 18 ● . Seperti halnya dengan SPPIP. sehingga dapat terintegrasi dengan program pembangunan lainnya. sebagai dokumen induk dari semua dokumen perencanaan program sektoral bidang permukiman di daerah.

dimana dalam konteks pembangunan kondisi yang Bagian 2 ● Pemahaman Dasar ● 19 . Kondisi atau situasi yang terjadi tersebut dijelaskan. yaitu: (1) pendekatan normatif. dilihat. dan sebagai masukan dalam penyusunan RPIJM Bidang Permukiman Secara rinci keterkaitan hubungan SPPIP dan RPKPP dapat dilihat pada Gambar 2-3 berikut ini. serta mempertimbangkan kebijakan-kebijakan makro di atasnya. dan dibandingkan karakteristiknya dengan kondisi yang seharusnya. Terkait dengan karakteristik ini. dan produk yang dihasilkan dari RPKPP dapat langsung diimplementasikan pada sebagian kawasan paling cepat pada tahun berikutnya. karena RPKPP ini mencakup juga perencanaan detail untuk kawasan pembangunan tahap 1. dengan penjelasan untuk tiap pendekatan sebagai berikut:  Pendekatan Normatif adalah suatu cara pandang untuk memahami permasalahan atau kondisi dengan berdasarkan pada norma-norma yang ada atau pada suatu aturan yang menjelaskan bagaimana kondisi tersebut seharusnya terjadi. proses penyusunan SPPIP dan RPKPP ini didasarkan pada tiga (3) pendekatan. (2) pendekatan fasilitatif dan partisipatif. RPKPP ini memiliki fungsi sebagai berikut:   sebagai alat operasionalisasi dalam penanganan kawasan permukiman prioritas.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)  kepentingan yang terkait termasuk masyarakat yang terkena dampak. Gambar 2-3 Diagram Keterkaitan SPPIP dan RPKPP Dari sisi penyusunannya. Dalam pendekatan ini. perhatian pada masalah utama serta tindakan yang semestinya dilakukan menjadi ciri utama. maka dalam kerangka pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. serta (3) pendekatan teknis-akademis.

akan diterjemahkan dan disinkronkan dalam SPPIP. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang mengamanatkan tiap kabupaten/kota memiliki dokumen rencana tata ruang yang tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kabupaten/kota berikut dengan rencana rincinya. Dalam pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. (3) menjadi dasar dalam sinkronisasi regulasi dan kebijakan terkait 20 ● . baik itu dalam pembagian tahapan pekerjaan maupun teknik-teknik identifikasi. UU No. KSPD ini memiliki fungsi: (1) memberikan acuan bagi pembangunan kabupaten/kota dan kawasan perkotaan.Panduan Penyusunan   seharusnya tersebut didasarkan pada produk legal peraturan perundangan. Pendekatan Teknis-Akademis merupakan pendekatan yang dilakukan dengan menggunakan metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.3. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Selain kedua pilar utama pembangunan ini. terdapat juga Kebijakan Strategi Perkotaan Daerah (KSPD) yang merupakan penjabaran dari Kebijakan Strategi Perkotaan Nasional (KSPN). Selain itu dari sisi ruang. Berdasarkan Undang-Undang (UU) No. kebijakan. analisis. baik untuk nasional maupun daerah. Pendekatan Fasilitatif dan Partisipatif digunakan dengan dasar pertimbangan bahwa proses penyusunan dilakukan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang terkait dengan pengembangan kabupaten/kota maupun pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.2 Kedudukan SPPIP dan RPKPP Dalam Kerangka Pengembangan Kabupaten/Kota Penyelenggaraan SPPIP dan RPKPP tidak dapat dipisahkan dari kebijakan pengembangan dan pembangunan kabupaten/kota secara keseluruhan. 2. proses penyusunan SPPIP dan RPKPP menggunakan beberapa metode dan teknik studi yang baku yang sebelumnya telah disepakati bersama oleh tim kerja. tiap kabupaten/kota diamanatkan memiliki dokumen perencanaan pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) yang kemudian diterjemahkan dalam rencana 5 (lima) tahunan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). penyusunan strategi maupun proses pelaksanaan penyepakatan. provinsi. dan tim pokjanis daerah. Hal ini dimaksudkan agar hasil penyusunan dapat dirasakan dan dimiliki oleh seluruh pemangku kepentingan terkait di daerah. dan strategi yang terdapat pada kedua kelompok dokumen yang dihasilkan dari 2 (dua) pilar pembangunan di Indonesia ini. baik di tingkat kabupaten/kota. maupun nasional. pemberi kerja. Dalam pendekatan ini. (2) mengatur fungsi kabupaten/kota dan penataan ruang kabupaten/kota untuk pembangunan berkelanjutan.

Dalam kondisi strategi sektor. dan RPIJM Bidang Permukiman sudah tersedia terlebih dahulu dari SPPIP. serta alokasi pendanaan di dalam RPIJM Bidang Permukiman. Berdasarkan keterkaitan ini. biaya. Selain itu. SPPIP ini menjadi dokumen induk dan acuan utama dalam penyusunan program-program investasi permukiman yang terdapat dalam RPIJM Bidang Permukiman. untuk menunjang pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. khususnya untuk tahun pertama. sedangkan RPKPP merupakan dokumen teknis untuk mendukung operasionalisasi RPIJM Bidang Permukiman tersebut. Berdasarkan fungsi tersebut. Dari sisi lingkup substansi. kabupaten/kota diharapkan memiliki Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP). program 5 (lima) tahunan yang dihasilkan dalam SPPIP akan menjadi acuan dan dasar dalam penyusunan program. serta alokasi pendanaan di dalam RPIJM Bidang Permukiman tersebut akan dirinci dalam program dan kegiatan yang terukur baik volume.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) pembangunan perkotaan. RP3KP merupakan penjabaran dari rencana kawasan permukiman yang tertuang dalam RTRW kabupaten/kota. Dalam konteks pembangunan permukiman. yang selanjutnya akan diterjemahkan ke dalam RPKPP. Secara diagramatis. akan menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan strategi dan program Bagian 2 ● Pemahaman Dasar ● 21 . indikasi kegiatan. maka apabila RPIJM Bidang Permukiman sudah disusun sebelum SPPIP dan RPKPP. maka RP3KP ini juga perlu disinergikan dengan SPPIP. strategi sektor dan RIS yang telah disusun secara sistematis dan sinergi ini nantinya akan menjadi masukan dalam proses penyusunan Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) Bidang Permukiman. Terkait dengan RPIJM Bidang Permukiman. Sebagai rencana yang mengarahkan pembangunan perumahan dan kawasan permukiman di suatu kabupaten/kota. dan lokasinya di tiap kawasan prioritas RPKPP (Gambar 2-5 dan Gambar 2-6). maka proses penyusunan SPPIP akan mempertimbangkan dan mensinkronisasikan kebijakan dan strategi yang terdapat di dalam dokumen-dokumen tersebut. RIS. berdasarkan UU No. sedangkan proses penyusunan RPKPP wajib untuk mempertimbangkan program dan kegiatan di dalam RPIJM Bidang Permukiman dan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL). Program. SPPIP yang menjabarkan kebijakan makro kabupaten/kota untuk pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dalam implementasinya akan menjadi acuan bagi penyusunan strategi sektor dan Rencana Induk Sistem (RIS) komponen-komponen pembentuk permukiman. maka kebijakan di dalam KSPD diterjemahkan dan disinkronisasikan dengan kebijakan lainnya di dalam SPPIP. keterkaitan SPPIP dan RPKPP dengan dokumen kebijakan yang berlaku di kabupaten/kota dapat dilihat pada Gambar 2-4 berikut. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. maka program yang tertuang dalam RPIJM Bidang Permukiman. serta (4) menjadi instrumen perencanaan yang menjadi acuan kementerian/lembaga dalam pelaksanaan program dan kegiatan terkait pembangunan perkotaan. Dalam hal ini. indikasi kegiatan.

Panduan Penyusunan

di dalam SPPIP, sedangkan rumusan, volume, alokasi lokasi, dan alokasi penganggaran akan menjadi acuan utama dalam perumusan kegiatan berikut rinciannya di dalam RPKPP. Untuk tahun kedua dan seterusnya, rumusan strategi dan program SPPIP akan menjadi dasar dalam upaya review dan penyempurnaan RPIJM Bidang Permukiman.

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH

RENCANA TATA RUANG WILAYAH

(RPJPD)

(RTRW) KOTA/KABUPATEN

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH

KEBIJAKAN DAN STRATEGI PERKOTAAN DAERAH

(RPJMD)

(KSPD)

STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN

(SPPIP)

STRATEGI SEKTOR
STRATEGI SISTEM SANITASI KOTA STRATEGI SISTEM PENGELOLAAN PERSAMPAHAN STRATEGI SEKTOR LAINNYA

RENCANA DETAIL TATA RUANG

(RDTR)

RENCANA PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN

(RP3KP)

(S-SK)

(S-SPP)

RENCANA INDUK SISTEM (RIS)
RENCANA INDUK SANITASI RENCANA INDUK PERSAMPAHAN MASTERPLAN SEKTOR LAINNYA

RENCANA PROGRAM INVESTASI JANGKA MENENGAH

(RPIJM) BIDANG PERMUKIMAN
RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS

(RPKPP)

sinkronisasi diacu/diterjemahkan/didetailkan

RENCANA SEKTORAL LAINNYA

RENCANA TATA BANGUNAN DAN LINGKUNGAN

(RTBL)

Gambar 2-4

Keterkaitan SPPIP dan RPKPP Dalam Kerangka Kebijakan Pembangunan Kota

Dalam kaitannya dengan RTRW, keberadaan SPPIP dan RPKPP perlu diperhatikan lingkup substansi dan lingkup wilayahnya. Lingkup SPPIP dan RPKPP lebih rinci dari RTRW. RTRW mencakup penanganan untuk seluruh kawasan, baik kawasan lindung, permukiman, perdagangan, dan sebagainya, sedangkan SPPIP dan RPKPP hanya fokus pada pembangunan kawasan permukiman yang telah diarahkan oleh RTRW dan secara lebih spesifik, RPKPP fokus pada kawasan permukiman prioritasnya saja. Secara rinci perbedaan RTRW, SPPIP, dan RPKPP dalam kerangka pembangunan perkotaan dapat dilihat pada Tabel 2-1 berikut.

22 ●

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)

STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN

(SPPIP)
INDIKASI PROGRAM

STRATEGI

sebagai arah dan kebijakan program investasi bidang cipta karya

RENCANA PROGRAM INVESTASI JANGKA MENENGAH BIDANG PERMUKIMAN

(RPIJM BIDANG PERMUKIMAN)

PROGRAM

KEGIATAN

SKALA KOTA SKALA KAWASAN
PROGRAM PENANGANAN KEGIATAN

RPKPP merupakan acuan RPIJM pada kawasan prioritas dan rencana teknis rinci subkawasan

RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS

(RPKPP)

Gambar 2-5

Ilustrasi Keterkaitan SPPIP, RPKPP dan RPIJM Bidang Permukiman

Gambar 2-6

Contoh Keterkaitan Substansi SPPIP, RPKPP dan RPIJM Bidang Permukiman
Bagian 2 ● Pemahaman Dasar ● 23

24 ●

Tabel 2-1
RPKPP kawasan (fungsional)

Rincian Perbedaan Antara SPPIP, dan RPKPP Dalam Kerangka Pembangunan Wilayah Perkotaan

RTRW Kota/kabupaten

Panduan Penyusunan

LINGKUP WILAYAH LINGKUP SEKTOR KEDALAMAN PRODUK

Seluruh Aspek

• • • •

Rencana Pola Ruang Rencana Struktur Ruang Arahan Pemanfaatan Ruang Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang • Skala 1:25.000 – 1:50.000

SPPIP kawasan perkotaan di dalam kota/kabupaten Permukiman dan Infrastruktur Keciptakaryaan • Strategi Pembangunan • Program Investasi Pembangunan • Skala 1: 25.000 – 1:50.000

Permukiman dan Infrastruktur Keciptakaryaan • Rencana Program Aksi • Rinci • Operasional • Skala 1: 5.000 • Skala 1: 1.000

ILUSTRASI

Strategi untuk 5 (lima) tahun pertama didasarkan pada arahan dalam RPJMD dan KSPD.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Dari sisi waktu. ARAHAN SPASIAL RTRWN 20 TAHUN ARAHAN PEMBANGUNAN RPJPN 20 TAHUN ARAHAN PERKOTAAN KSPN 20 TAHUN RTRWD 20 TAHUN RPJPD 20 TAHUN RPJMD 5 TAHUN KSPD 5 TAHUN SPPIP 20 TAHUN LIMA TAHUN I LIMA TAHUN II LIMA TAHUN III LIMA TAHUN IV RPIJM BIDANG PERMUKIMAN 5 TAHUN LIMA TAHUN I LIMA TAHUN I LIMA TAHUN I LIMA TAHUN I LIMA TAHUN I RPKPP 5 TAHUN LIMA TAHUN I LIMA TAHUN I LIMA TAHUN I LIMA TAHUN I LIMA TAHUN I Gambar 2-7 Keterkaitan SPPIP dan RPKPP Dalam Kerangka Kebijakan Pembangunan Kota Dari Sisi Waktu Bagian 2 ● Pemahaman Dasar ● 25 . Ilustrasi kedudukan SPPIP dan RPKPP dalam kerangka kebijakan pembangunan kota terdapat pada Gambar 2-7. serta akan menjadi acuan bagi penyusunan RPKPP dan RPIJM Bidang Permukiman. SPPIP merupakan penterjemahan arahan pengembangan dan pembangunan kabupaten/kota untuk pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan selama jangka waktu 20 tahun sebagaimana arahan dalam RTRW dan RPJPD.

Secara rinci peran dan bentuk keterlibatan dari masing-masing pihak tersebut dalam kegiatan penyusunan SPPIP dan RPKPP dapat dilihat pada Tabel 2-2 dan Gambar 2-9. provinsi. maupun kabupaten/kota. baik yang berada di tingkat pusat. Apabila berdasarkan hasil peninjauan kembali diperlukan adanya revisi terhadap dokumen SPPIP. penyesuaian waktunya mengikuti ilustrasi pada diagram revisi SPPIP Gambar 2-8 Peninjauan Kembali Dokumen SPPIP 2. 26 ● . yaitu suatu keadaan yang muncul karena adanya kejadian di luar kemampuan manusia dan tidak dapat dihindarkan lagi sehingga RTRW dan/atau RPJPD tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.4 Pemangku Kepentingan SPPIP dan RPKPP Kegiatan penyusunan SPPIP dan RPKPP melibatkan pemangku kepentingan. Hasil dari peninjauan kembali tersebut memungkinkan berupa dokumen SPPIP tetap berlaku sesuai dengan tahun berlakunya atau dokumen SPPIP perlu untuk direvisi dan disesuaikan kembali.Panduan Penyusunan 2. dan memungkinkan lebih dari 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun dalam keadaan force majeure. RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) LIMA TAHUN I LIMA TAHUN II LIMA TAHUN III LIMA TAHUN IV SPPIP (Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan) LIMA TAHUN I LIMA TAHUN II LIMA TAHUN III LIMA TAHUN IV tahun dimulainya proses review SPPIP *) Revisi SPPIP (Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan) LIMA TAHUN I LIMA TAHUN II LIMA TAHUN III LIMA TAHUN IV tahun pertama dokumen revisi SPPIP *) apabila dari proses review diperlukan adanya revisi maka. Ilustrasi dari proses peninjauan kembali dokumen SPPIP dapat dilihat pada Gambar 2-8.3. Tahun pertama dari jangka waktu 20 tahun revisi dokumen SPPIP dimulai pada tahun dimana hasil revisi ditetapkan. maka dimungkinkan kabupaten/kota melakukan proses peninjauan kembali terhadap dokumen SPPIP yang telah disusun. maka proses revisi dapat dilakukan pada tahun yang bersangkutan.3 Peninjauan Kembali Dokumen SPPIP Dalam upaya untuk mengakomodasi tingginya intensitas pembangunan.3. Peninjauan kembali ini dilaksanakan berdasarkan peninjauan kembali RTRW kabupaten/kota dan/atau RPJPD yang dilakukan:   1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun dalam kondisi normal.

dan mensosialisasikan penyusunan SPPIP dan penyusunan RPKPP PEMANGKU KEPENTINGAN TINGKAT PUSAT  Direktorat Jenderal Cipta Karya. dan . provinsi.Menyediakan tenaga ahli pendamping . WEWENANG .memberikan rekomendasi berdasarkan penilaian terhadap hasil penyusunan SPPIP. Kementerian Pekerjaan Umum  Direktorat Pengembangan Permukiman DJCK Pembina kegiatan penyusunan SPPIP/RPKPP . Bagian 2 ● Pemahaman Dasar ● 27 .melakukan pemantauan dan evaluasi penyusunan SPPIP dan penyusunan RPKPP.Mendorong dan mengarahkan penyusunan SPPIP/RPKPP pada kabupaten/kota melalui Pokjanis daerah TUGAS DAN WEWENANG TUGAS . .menyediakan pedoman penyusunan SPPIP dan penyusunan RPKPP.melakukan penilaian terhadap hasil penyusunan SPPIP dan penyusunan RPKPP.Menyelenggarakan kolokium . .melaksanakan pembinaan kegiatan penyusunan SPPIP dan penyusunan RPKPP.memfasilitasi. mengoordinasikan.melaksanakan pendampingan dan pengendalian kegiatan penyusunan SPPIP dan penyusunan RPKPP. . dan . dan kabupaten/kota . panduan) .Memberikan pendampingan teknis pelaksanaan penyusunan SPPIP/RPKPP .mendorong peningkatan kapasitas pokjanis di tingkat kabupaten/kota.Melakukan tertib administrasi penyelenggaraan kegiatan penyusunan SPPIP/RPKPP .Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Tabel 2-2 Peran dan Bentuk Keterlibatan Masing-Masing Pihak Dalam Kegiatan Penyusunan SPPIP dan RPKPP PERAN Pembina kegiatan penyusunan SPPIP/RPKPP BENTUK KETERLIBATAN . dan .Memantau pelaksanaan SPPIP/RPKPP melalui kegiatan koordinasi di tingkat pusat.Berperan aktif dalam tim teknis tingkat provinsi TINGKAT PROVINSI  Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Penyelenggar a kegiatan penyusunan SPPIP/RPKPP TUGAS .melaksanakan konsolidasi pada tingkat provinsi.Menyediakan pedoman pelaksanaan penyusunan SPPIP/RPKPP (KAK.

. Terdiri dari dinas/instansi terkait di lingkup pemerintah kabupaten/kota.menetapkan tim teknis provinsi. dan 28 ● .menetapkan pokjanis. .menghasilkan SPPIP dan RPKPP yang dapat diimplementasikan.memberikan rekomendasi kepada pemerintah kabupaten/kota terkait dengan kinerja pokjanis.Mengawal keberlanjutan program SPPIP/RPKPP hingga tahapan implementasi TUGAS .Merumuskan SPPIP/RPKPP .melaksanakan koordinasi penyusunan SPPIP dan penyusunan RPKPP dalam lingkup provinsi. RPKPP Dinas PU/CK Provinsi. dan Satker Provinsi Bidang CK TINGKAT KABUPATEN/KOTA Perumus  Kelompok Kerja SPPIP/RPKPP Teknis (Pokjanis).melibatkan peran masyarakat dalam proses penyusunan SPPIP dan penyusunan RPKPP.penyebarluasan informasi produk SPPIP dan RPKPP kepada masyarakat WEWENANG .melaksanakan penyusunan SPPIP dan RPKPP sesuai dengan pedoman sebagaimana diatur dalam peraturan menteri ini.melaksanakan peninjauan kembali terhadap SPPIP dan RPKPP berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam peraturan menteri ini. Pembentukan Pokjanis ini dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati/Walikota BENTUK KETERLIBATAN . . dan .Panduan Penyusunan PEMANGKU PERAN KEPENTINGAN  Tim Teknis Provinsi.Melakukan pendampingan kegiatan penyusunan SPPIP/RPKPP melalui monitoring dan evaluasi/konsolidasi di tingkat provinsi TUGAS DAN WEWENANG WEWENANG .Mendorong peningkatan kapasitas Pokjanis melalui kegiatan pelatihan/konsolidasi tingkat provinsi .Menjadi narasumber dan penentuperumusan hasil SPPIP/RPKPP . dan . . . Bappeda Provinsi. .Mengambil keputusan dalam proses penyusunan dokumen SPPIP/RPKPP . Pendamping/ pengendali Terdiri dari: kegiatan Ketua : Satker penyusunan Randal CK SPPIP dan Anggota : Korwil.menyediakan basis data dan informasi spasial dan sektoral.

Menyusun laporan proses kegiatan SPPIP/RPKPP . TUGAS . yang terdiri dari tenaga ahli beserta asisten ahli PERAN Pendamping kegiatan penyusunan SPPIP/RPKPP BENTUK KETERLIBATAN .memberikan masukan/pendampingan secara akademis dan teknis dalam proses penyusunan SPPIP/RPKPP *) pengadaan peta bila dibutuhkan Bagian 2 ● Pemahaman Dasar ● 29 .menetapkan SPPIP.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) PEMANGKU KEPENTINGAN  Tim Ahli Pendamping.Memfasilitasi Pokjanis dalam proses penyusunan SPPIP/RPKPP .memfasilitasi kebutuhan data dan informasi spasial * WEWENANG .Menyusun dokumen SPPIP/RPKPP hasil perumusan Pokjanis TUGAS DAN WEWENANG .

5 Legalisasi SPPIP dan RPKPP Untuk menjamin pemanfaatan dokumen SPPIP dan RPKPP sebagai acuan dalam pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.Panduan Penyusunan HUBUNGAN KETERKAITAN PERAN DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA (DJCK) KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT PENGEMBANGAN PERMUKIMAN DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA (DJCK). Legalisasi untuk SPPIP dan RPKPP ini ditetapkan dengan peraturan bupati/walikota. KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM PEMBINA KEGIATAN PENYUSUNAN SPPIP/ RPKPP DINAS DINAS PEKERJAAN PEKERJAAN UMUM/ UMUM/ CIPTA CIPTA KARYA KARYA PROVINSI PROVINSI SATUAN SATUAN KERJA KERJA (SATKER) (SATKER) CIPTA CIPTA KARYA KARYA PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN KAWASAN KAWASAN PERMUKIMAN PERMUKIMAN penyediaan penyediaan ahli ahli pendamping pendamping  PENYELENGGARA KEGIATAN SPPIP/ RPKPP TIM TEKNIS   BAPPEDA BAPPEDA PROVINSI PROVINSI   DINAS DINAS PROVINSI PROVINSI TERKAIT TERKAIT   SATKER SATKER CIPTA CIPTA KARYA KARYA PROVINSI PROVINSI  PENGENDALI KEGIATAN SPPIP/ RPKPP  PENYUSUN SPPIP/RPKPP KELOMPOK KERJA TEKNIS (POKJANIS) pemangku pemangku kepentingan kepentingan kota/kabupaten kota/kabupaten melakukan melakukan pendampingan pendampingan PERUMUS SPPIP/ RPKPP TIM TENAGA AHLI PENDAMPING PENDAMPING KEGIATAN PENYUSUNAN SPPIP/ RPKPP AKADEMISI DAN UNSUR MASYARAKAT Gambar 2-9 Keterkaitan Semua Pihak yang Terlibat Dalam Proses Penyusunan SPPIP/RPKPP 2. 30 ● . maka dokumen SPPIP dan RPKPP dapat dilegalisasi dalam bentuk peraturan perundangan-undangan di daerah.3.

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Bagian 2 ● Pemahaman Dasar ● 31 .

Panduan Penyusunan 32 ● .

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 3 Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 33 .

dan (5) finalisasi dan sosialisasi. (4) perumusan strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. sampai dengan pengumpulan data dan informasi     Rencana kerja dan metodologi pelaksanaan kegiatan Peta dasar Data dan informasi yang diperlukan Desain pengumpulan data dan informasi CAPAIAN KEGIATAN  34● . termasuk di dalamnya melakukan koordinasi tim untuk pelaksanaan kegiatan. (3) perumusan tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. Keterkaitan Lingkup Kegiatan Dengan Capaian dalam Kegiatan Penyusunan SPPIP LINGKUP KEGIATAN (1) Persiapan  Mengikuti sosialisasi penyusunan SPPIP yang akan dikoordinasikan penyelenggaraannya oleh tim pusat Melakukan persiapan pelaksanaan kegiatan.1. penyepakatan rencana kerja dan metodologi pelaksanaan kegiatan. Secara rinci.1 3. lingkup kegiatan dari tiap kegiatan besar dan capaian kegiatan dapat dilihat pada Tabel 3-1. penyiapan peta dasar. yaitu: (1) persiapan.1 Tabel 3-1 Bagian Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman & Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) RUANG LINGKUP PENYUSUNAN SPPIP Lingkup Kegiatan Penyusunan SPPIP Secara garis besar. lingkup kegiatan penyusunan SPPIP meliputi 5 (lima) kegiatan. (2) identifikasi potensi dan permasalahan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.Panduan Penyusunan 03 3.

permasalahan dan perkotaan tantangan yang akan dihadapi dalam  Potensi. dan pembangunan perkotaan dan permukiman tantangan yang akan dihadapi perkotaan. dan program pembangunan program daerah dari tiap daerah berdasarkan dokumen kebijakan dokumen kebijakan terkait yang terkait yang telah tersedia dan dijadikan telah tersedia dan dijadikan acuan pelaksanaan pembangunan oleh acuan pelaksanaan pemerintah daerah pembangunan oleh pemerintah daerah  Melakukan kajian terhadap isu-isu  Kajian isu-isu permukiman dan permukiman dan infrastruktur permukiman infrastruktur permukiman perkotaan. serta potensi. strategi. permasalahan.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) LINGKUP KEGIATAN  CAPAIAN KEGIATAN Melakukan konsolidasi dengan semua pemangku kepentingan dalam proses penyamaan tujuan dan rencana kerja penyusunan SPPIP (1) Identifikasi Potensi dan Permasalahan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan  Melakukan kajian terhadap kebijakan. dalam pembangunan perkotaan  Potensi. dan tantangan yang akan dihadapi dalam pembangunan permukiman perkotaan  Peta potensi. dan tantangan dalam pembangunan perkotaan dan permukiman perkotaan (2) Perumusan Tujuan dan Kebijakan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan  Bersama dengan pemangku kepentingan kota menghasilkan indikasi arah pengembangan kabupaten/kota serta pembangunan permukiman dan   Indikasi arah pengembangan kabupaten/kota Indikasi arah pembangunan permukiman kabupaten/kota dan Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 35 . dan strategi.  Review kebijakan. permasalahan. permasalahan.

Analisis konsekuensi atau implikasi penerapan strategi dan identifikasi dampak program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. Rumusan program pembangunan permukiman dan infrastruktur infrastruktur permukiman perkotaan (dalam skala kabupaten/kota dan skala kawasan) sebagai arahan investasi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman    Rumusan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan Penyelenggaraan Pra-FGD 3 dan FGD 3 Analisis korelasi strategi pembangunan permukiman dan kebutuhan infrastruktur permukiman perkotaan dalam skema manajemen pembangunan perkotaan Analisis konsekuensi atau implikasi penerapan strategi dan identifikasi dampak program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan Rumusan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan (dalam skala kabupaten/kota dan skala kawasan) sebagai arahan investasi pembangunan    36● .Panduan Penyusunan LINGKUP KEGIATAN infrastruktur permukiman perkotaan berdasarkan hasil kajian kebijakan dan hasil kajian terhadap isu-isu. potensi. permasalahan dan tantangan yang akan dihadapi dalam pembangunan perkotaan dan permukiman perkotaannya Bersama dengan pemangku kepentingan kota menghasilkan rumusan tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan CAPAIAN KEGIATAN infrastruktur permukiman perkotaan      Bersama dengan pemangku kepentingan menghasilkan: Rumusan kriteria dan indikator penentuan kawasan permukiman prioritas Identifikasi kawasan permukiman prioritas  Rumusan tujuan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan Rumusan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastrukur permukiman perkotaan Penyelenggaraan Pra-FGD 1 dan FGD 1 Rumusan kriteria dan indikator penentuan kawasan permukiman prioritas Kawasan permukiman prioritas Penyelenggaraan Pra-FGD 2 dan FGD 2   (3) Perumusan Strategi dan Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan  Bersama dengan pemangku kepentingan kota menghasilkan rumusan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan Bersama dengan pemangku kepentingan menghasilkan : Analisis korelasi strategi pembangunan permukiman dan kebutuhan infrastruktur permukiman perkotaan dalam skema manajemen pembangunan perkotaan.

maka lingkup wilayah penyusunan SPPIP mencakup keseluruhan kawasan permukiman di wilayah administrasi kota yang ditetapkan dalam RTRW kota. dan memberikan pemaparan dan pembahasan capaian kegiatan pada Kolokium SPPIP  Menyelenggarakan konsultasi publik untuk menjaring masukan terhadap rumusan strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan  Melakukan diseminasi hasil kesepakatan perumusan SPPIP kepada dinas/instansi terkait dan pemangku kepentingan lainnya di kabupaten/kota bersangkutan     Tersosialisasikannya Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) 3.1. Analisis dampak penerapan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. Untuk wilayah yang berstatus kota. lingkup wilayah penyusunan SPPIP dapat dilihat pada Gambar 3-1. Penyelenggaraan Pra-FGD 4 dan FGD 4 dan diskusi informal Masukan untuk penyempurnaan hasil Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Masukan untuk penyempurnaan hasil   (4) Finalisasi dan Sosialisasi  Mengikuti kegiatan kolokium yang akan dikoordinasikan oleh koordinator pelaksana.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) LINGKUP KEGIATAN perkotaan jangka menengah. maka lingkup wilayah penyusunan SPPIP mencakup kawasan di dalam wilayah administrasi kabupaten yang didefinisikan sebagai kawasan permukiman perkotaan oleh RTRW kabupaten yang bersangkutan.2 Lingkup Wilayah Penyusunan SPPIP Kegiatan penyusunan SPPIP dilakukan pada lingkup wilayah kabupaten/kota. CAPAIAN KEGIATAN permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan jangka menengah Analisis dampak penerapan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. Untuk wilayah yang berstatus kabupaten. Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 37 . Sebagai ilustrasi.

Panduan Penyusunan Gambar 3-1 Ilustrasi Lingkup Wilayah Penyusunan SPPIP Untuk Wilayah Adaministrasi Kota (atas) dan Untuk Wilayah Administrasi Kabupaten (bawah) 38● .

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 3. pelibatan masyarakat dan pelaku terkait lainnya. dan sebagainya Strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang telah ada di berbagai dokumen perencanaan pembangunan dan penataan ruang yang berlaku. yaitu: cakupan aspek dan wilayah. Strategi pembangunan dalam SPPIP ini disusun dengan mempertimbangkan beberapa hal berikut (Gambar 3-2):   Rumusan tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang telah disepakati bersama oleh Pokjanis. MDG’s. Sumber daya ini dapat berupa: sumber pendanaan yang dimiliki oleh Pemerintah dan pemerintah daerah.  Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 39 . keluaran akhir yang diharapkan dari kegiatan penyusunan SPPIP berupa strategi pembangunan yang diturunkan dan didetailkan dalam bentuk program. pembiayaan. strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan disusun untuk skala kabupaten/kota dan skala kawasan.3 Kedalaman Substansi SPPIP Dari sisi substansi.  strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan merujuk pada strategi fisik dan non-fisik. provinsi. Untuk strategi non-fisik dapat meliputi strategi terkait aspek sosial. kesiapan masyarakat dalam mendukung program pembangunan. Kebutuhan penanganan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. yang didasarkan pada karakteristik potensi dan permasalahan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan eksisting.1. maupun komitmen internasional lainnya    Dalam perumusan strategi pembangunan SPPIP perlu memperhatikan 2 (dua) hal. ekonomi. kapasitas aparatur pelaksana program. serta legalisasi. baik pada lingkup kota. nasional. Strategi pembangunan dalam SPPIP memuat langkah-langkah riil dan terukur yang harus diambil untuk merealisasikan tujuan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang diatur dalam kebijakan. kelembagaan. luas lahan yang tersedia untuk pembangunan. Sumber daya yang dimiliki yang dapat menjadi pembatas ataupun pendorong bagi terwujudnya target capaian dalam pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang ingin dicapai. dan Target capaian dalam pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang diharapkan.

aparatur. serta Rencana Strategi (Renstra) Kementerian/Lembaga lainnya. Permendagri No. 2 Tahun 2010 tentang Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pekerjaan Umum. sumber sumber daya daya aparatur. masyarakat. 21 Tahun 2011. Untuk mendukung dan memberikan kejelasan dalam proses implementasi. 59 Tahun 2007 jo. program yang disusun tersebut dirinci mekanisme pentahapan pelaksanaanya dalam jangka waktu 20 tahun dengan rincian tahapan per lima 40● . Lampiran A. program merupakan pengarah dan penjembatan terhadap rencana aksi program yang akan dirincikan dalam RPKPP (siap dijabarkan dalam komponen dan volume serta pentahapan program).Panduan Penyusunan KEBUTUHAN KEBUTUHAN PENANGANAN PENANGANAN YANG YANG DIRUMUSKAN DIRUMUSKAN BERDASARKAN BERDASARKAN KONDISI KONDISI EKSISTING EKSISTING PERMASALAHAN PERMASALAHAN TUJUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN STRATEGI STRATEGI PEMBANGUNAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN PERMUKIMAN DAN DAN INFRASTRUKTUR INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERMUKIMAN PERKOTAAN PERKOTAAN TARGET CAPAIAN YANG DIHARAPKAN PADA AKHIR TAHUN IMPLEMENTASI SUMBER SUMBER DAYA DAYA YANG YANG DIMILIKI DIMILIKI DAERAH DAERAH (dana. lahan. Permendagri No. (dana.VII Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. berikut penyesuaiannya di kabupaten/koya yang bersangkutan dan ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda) kota/kabupaten. dilengkapi dengan pihak yang berperan serta sumber pendanaannya. rumusan program disusun dengan mengacu pada nomenklatur program di dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) No. dan perlunya penekanan pada program bidang permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah jo. dll) dll) Gambar 3-2 Dasar Pertimbangan Perumusan Strategi Dalam SPPIP Setiap strategi yang dirumuskan didetailkan ke dalam program yang memuat penjabaran strategi ke dalam langkah-langkah operasional untuk jangka waktu tertentu. Dalam perumusan program dilakukan dengan mengacu beberapa hal berikut:   disusun untuk menjawab implementasi strategi pembangunan sehingga penyusunan program dilakukan untuk tiap strategi. lahan.   Strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang disusun. komitmen komitmen masyarakat.

sistem pengelolaan persampahan untuk kawasan permukiman. yang terdiri atas:      sistem penyediaan air minum untuk kawasan permukiman. Skema pentahapan program yang dimaksud dalam SPPIP diwujudkan ke dalam tabel isian strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan (Tabel 3-2). 3. Fokus dari obyek yang diatur di dalam SPPIP adalah strategi dan program terkait dengan infrastruktur permukiman perkotaan. sistem pengelolaan air limbah untuk kawasan permukiman. Untuk 5 (lima) tahun pertama dirinci dalam tahapan 1 (satu) tahunan. strategi dan program yang disusun dapat juga mencakup infrastruktur bidang lainnya yang dibutuhkan di dalam pembangunan kawasan permukiman seperti sarana pemadam kebakaran dan penerangan jalan lingkungan sesuai dengan kebutuhan di masing-masing kabupaten/kota. sistem drainase permukiman. Selain fokus pada infrastruktur permukiman perkotaan.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) tahunan.2 KELUARAN YANG DIHASILKAN Keluaran yang dihasilkan dalam kegiatan Penyusunan SPPIP meliputi: (1) Dokumen Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan (2) Dokumen Penyelenggaraan Kegiatan (Proceeding Kegiatan) dengan rincian muatan sebagai berikut:  Dokumen Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) MUATAN Indikasi arah pengembangan kabupaten/kota serta pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan Rumusan kriteria dan indikator penentuan kawasan permukiman prioritas Identifikasi kawasan permukiman prioritas Rumusan tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan Rumusan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan Analisis korelasi strategi pembangunan permukiman dan kebutuhan infrastruktur permukiman perkotaan dalam skema manajemen pembangunan perkotaan - Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 41 . dan sistem jaringan jalan lingkungan di dalam kawasan permukiman.

Panduan Penyusunan - - - Analisis konsekuensi atau implikasi penerapan strategi dan identifikasi dampak program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan Rumusan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan (dalam skala kabupaten/kota dan skala kawasan) Analisis dampak penerapan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan Rangkuman berita acara hasil kesepakatan pada tiap output kegiatan Dokumen spasial terkait dengan strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan Dokumen ini disajikan sebagai Laporan Utama (terpisah dengan dokumen Laporan Pendahuluan. dan Laporan Akhir) Penulisan dokumen ini dilengkapi dengan tabel. gambar dan peta yang representatif PENYAJIAN - - 42● . Laporan Antara. Laporan Akhir Sementara.

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Tabel 3-2 Contoh Tabel Isian Strategi dan Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 43 .

dan Laporan Akhir) dan dokumen SPPIP Kegiatan yang dilaporkan setidaknya adalah kegiatan FGD. kolokium. Laporan Akhir Sementara. - - 44● . diskusi informal. konsultasi publik. dan diseminasi Bentuk-bentuk kesepakatan tertuang dalam berita acara kegiatan yang dihasilkan yang ditanda tangani oleh perwakilan pihak yang hadir dan menyetujui Tiap kegiatan yang diselenggarakan dilengkapi dengan dokumentasi foto penyelenggaraan yang disajikan sebagai lampiran dalam dokumen ini. Laporan Antara.Panduan Penyusunan  Dokumen Penyelenggaraan (Proceeding) Kegiatan MUATAN PENYAJIAN Notulensi dari tiap penyelenggaraan kegiatan-kegiatan penyepakatan dan diseminasi Absensi dan daftar hadir tiap penyelenggaraan kegiatan penyepakatan dan diseminasi Materi yang disampaikan Bentuk-bentuk kesepakatan yang dihasilkan Proses diskusi Dokumen ini disajikan sebagai dokumen yang terpisah dengan dokumen proses (Laporan Pendahuluan.

1 PERUMUSAN TUJUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-3 4.3 KAJIAN ISU-ISU PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN 3. ANALISIS KONSEKUENSI ATAU IMPLIKASI PENERAPAN STRATEGI PEMBANGUNAN 4. DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-2 3.2 PERUMUSAN INDIKASI ARAH PENGEMBANGAN KAB/KOTA SERTA PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-1 KEGIATAN PENYUSUNAN 2.4 PERUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM SKALA KAB/ KOTA DAN KAWASAN SEBAGAI ARAHAN KEBUTUHAN PROGRAM INVESTASI O-6 4.2 PEURMUSAN KRITERIA DAN INDIKATOR PENENTUAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS 3.2 IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KORELASI STRATEGI DALAM SKEMA MANAJEMEN PEMBANGUNAN PERKOTAAN 4.3 PENENTUAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS O-4 2.1 SOSIALISASI BULAN 2 BULAN 3 BULAN 4 BULAN 5 BULAN 6 BULAN 7 1.2 PERSIAPAN DAN PEMANTAPAN RENCANA KERJA 2.4 KAJIAN POTENSI.5 ANALISIS DAMPAK PENERAPAN PROGRAM PEMBANGUNAN 5.3. DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KAB/KOTA 2.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) TAHAPAN WAKTU PERSIAPAN PENYUSUNAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN (SPPIP) SOSIALISASI BULAN 1 1.2 PENYUSUNAN MATERI VISUALISASI SPPIP O-7 1 PERSIAPAN 2 IDENTIFIKASI POTENSI DAN PERMASALAHAN 3 PRA-FGD 1 PERUMUSAN TUJUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN 4 PERUMUSAN STRATEGI DAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN 5 FINALISASI DAN SOSIALISASI PRA-FGD 2 PRA-FGD 3 PRA-FGD 4 FGD 3 Perumusan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan KOLOKIUM FGD 4 Perumusan Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan KONSULTASI PUBLIK DISEMINASI KEGIATAN DISKUSI KONSOLIDASI Penyusunan di Tingkat Provinsi FGD 1 Perumusan Tujuan dan Kebijakan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan O2:  FGD 2 Identifikasi Kawasan Permukiman Prioritas O5:  O1:  OUTPUT Rencana kerja  Pendekatan dan metodologi pelaksanaan kegiatan Arah pengembangan kota  Arah pembangunan permukiman perkotaan  Isu-isu permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan  Potensi. PERMASALAHAN.1 PERUMUSAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-5 4.1 KAJIAN KEBIJAKAN.1 PENYEMPURNAAN STRATEGI DAN PERUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM SKALA KOTA DAN KAWASAN 5. STRATEGI. permasalahan. dan tantangan pembangunan perkotaan dan permukiman perkotaan O3:  Kebutuhan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan  Tujuan dan Kebijakan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan  Berita Acara Kesepakatan tentang Tujuan dan Kebijakan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan  Kriteria dan Indikator Penentuan Kawasan Permukiman Prioritas  Kawasan Permukiman Prioritas  Profil Kawasan Permukiman Prioritas  Berita Acara Kesepakatan tentang Kawasan Permukiman Prioritas Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan  Berita Acara Kesepakatan tentang Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan Skala Kabupaten/Kota dan Skala Kawasan Korelasi Strategi Pembangunan Permukiman dan Kebutuhan Infrastruktur Dalam Skema Manajemen Pembangunan Perkotaan  Konsekuensi Penerapan Strategi Terhadap Penyusunan Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan  Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan  Berita Acara Kesepakatan tentang Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan Skala Kabupaten/Kota dan Skala Kawasan O7:  O6:  O4: Dampak Penerapan Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan  Strategi dan Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan yang Telah Disempurnakan  Materi Visualisasi SPPIP Gambar 3-3 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 45 .

Panduan Penyusunan 46● .

Rincian proses dan prosedur pelaksanaan kegiatan untuk tiap sub kegiatan selama jangka waktu 7 (tujuh) bulan adalah sebagai berikut: 1.2 PERUMUSAN INDIKASI ARAH PENGEMBANGAN KAB/KOTA SERTA PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-1 Lingkup kegiatan persiapan akan diselesaikan pada minggu awal pelaksanaan kegiatan selama 2 (dua) minggu. Dalam lingkup kegiatan persiapan ini terdapat 2 (dua) sub kegiatan. KEGIATAN DISKUSI 2. Secara diagramatis.3 PROSES DAN PROSEDUR PELAKSANAAN KEGIATAN PENYUSUNAN SPPIP Proses dan prosedur pelaksanaan kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) kabupaten/kota ini diarahkan dengan mengacu pada rangkaian kegiatan pada Gambar 3-3.1 KAJIAN KEBIJAKAN.2 PERSIAPAN DAN PEMANTAPAN RENCANA KERJA 2. yaitu:   sosialisasi. PERSIAPAN TAHAPAN PERSIAPAN PENYUSUNAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN (SPPIP) Kegiatan persiapan adalah kegiatan untuk menyiapkan pelaksanaan kegiatan baik teknis maupun non-teknis yang akan melandasi rangkaian pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan. DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KAB/KOTA 2. DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-2 1 PERSIAPAN 2 PERMASALAHAN IDENTIFIKASI POTENSI DAN KONSOLIDASI Penyusunan di Tingkat Provinsi Gambar 3-4 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Untuk Lingkup Persiapan Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 47 . PERMASALAHAN.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 3. KEGIATAN PENYUSUNAN 1. dan persiapan dan pemantapan rencana kerja. rangkaian kegiatan pada lingkup kegiatan persiapan dapat dilihat pada Gambar 3-4.1 SOSIALISASI 1.4 KAJIAN POTENSI.3 KAJIAN ISU-ISU PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN 2. STRATEGI.

prosedur. STRATEGI. Kementerian Pekerjaan Umum.2 PERSIAPAN DAN PEMANTAPAN RENCANA KERJA 2. DJCK. prosedur. dan produk dari penyusunan SPPIP OUTPUT  DURASI Awal bulan pertama.1 SOSIALISASI 1. dan Mencapai pemahaman yang sama mengenai proses. dengan alokasi waktu ditentukan oleh DJCK. 48● . dan produk dari penyusunan SPPIP METODE LANGKAH Workshop dan Diskusi   Mengikuti sosialisasi pelaksanaan kegiatan Koordinasi dengan Pokjanis untuk merumuskan rencana penyelesaian kegiatan Kesamaan pemahaman mengenai proses.1 SOSIALISASI Mengikuti kegiatan sosialisasi pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengembangan Permukiman.1 KAJIAN KEBIJAKAN.Panduan Penyusunan 1. Kementerian Pekerjaan Umum. DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KAB/KOTA O-1 TUJUAN   Melaksanakan penyebarluasan informasi mengenai SPPIP. 1.

1 SOSIALISASI 1. dan Mengumpulkan data dan informasi kabupaten/kota mengenai permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. Menyepakati rencana dan metodologi penyusunan SPPIP. 1. DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KAB/KOTA O-1 TUJUAN     Koordinasi antara tim ahli pendamping dengan Pokjanis. data dan informasi.1 KAJIAN KEBIJAKAN.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 1.2 PERSIAPAN DAN PEMANTAPAN RENCANA KERJA Melakukan koordinasi antara tenaga ahli pendamping dan Pokjanis terkait penyepakatan jadwal. metodologi penyusunan serta penyediaan peta. Menyediakan peta dasar skala kabupaten/kota dan kawasan yang diperlukan dalam penyusunan SPPIP.2 PERSIAPAN DAN PEMANTAPAN RENCANA KERJA 2. STRATEGI. Penyusunan dan penyepakatan rencana kerja dan metodologi yang akan digunakan. dan Pengumpulan data dan informasi     Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 49 . METODE LANGKAH Diskusi koordinasi  Diskusi kesiapan tim ahli pendamping dalam menjalankan lingkup pekerjaan dan kebutuhan penyiapan pekerjaan. Penyiapan peta dasar. Penyamaan pemahaman lingkup tugas tim ahli pendamping dan Pokjanis dalam kegiatan penyusunan SPPIP.

termasuk peta. *) pemanfaatan peta yang ada dari RTRW atau penyediaan peta sesuai dengan ketentuan dalam penyusunan SPPIP DURASI 2 minggu pertama pada bulan pertama 50● .Panduan Penyusunan terkait dengan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. dan Data dan informasi terkait pembangunan dan pengembangan kabupaten/kota maupun pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. OUTPUT   Rencana kerja dan metodologi yang telah disepakati.

dan kolokium ini secara rinci adalah sebagai berikut: DEFINISI : Kegiatan penyamaan pemahaman dari sisi substansi dan proses penyusunan SPPIP yang dikemas dalam bentuk pelatihan serta dikoordinasikan penyelenggaraannya oleh Satker Provinsi Menyamakan pemahaman proses peyusunan SPPIP dan keluarannya di antara kota/kabupaten di provinsi yang bersangkutan Pelatihan dan Diskusi  Menyiapkan rencana kerja dan jadwal pelaksanaan kegiataan  Menyamakan proses.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Box 3-1 Penyelenggaraan Konsolidasi Penyusunan di Tingkat Provinsi Pada bulan pertama penyelenggaraan kegiatan. Perwakilan tersebut meliputi  Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis)  Tim Teknis Provinsi  Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman Provinsi  Satuan Kerja Provinsi di Lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya  Tenaga ahli pendamping Workshop minimal 1 (satu) hari pada bulan ke-1(satu) setelah SPMK Tim Tenaga Ahli. bentuk. akan diselenggarakan konsolidasi penyusunan di tingkat provinsi yang wajib diikuti oleh Tenaga Ahli Pendamping dan Pokjanis. penyelenggara. posedur. dan capaian yang akan diharapkan  Rencana kerja dan jadwal pelaksanaan kegiatan yang telah disetujui oleh Satker. Dalam rangkaian kegiatan penyusunan SPPIP. kegiatan ini menjadi bagian dalam proses penyamaan pemahaman substansi dan mekanisme penyusunan SPPIP diantara penyusun di tingkat Provinsi. Definisi tujuan. Pokjanis. peserta. (setelah dilakukan kegiatan sosialisasi) *) waktu pelaksanaan ditentukan kemudian oleh masing-masing Satker Provinsi TUJUAN : METODE LANGKAH – LANGKAH : : OUTPUT PENYELENGGARA PESERTA : : BENTUK WAKTU PELAKSANAAN : : TEMPAT PELAKSANAAN : Tempat pelaksanaan ditentukan oleh masing-masing Satker Provinsi Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 51 . waktu pelaksanaan. dan tenaga ahli pendamping Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Provinsi Semua perwakilan kabupaten/kota yang melakukan kegiatan penyusunan SPPIP di provinsi yang berangkutan.

yaitu:     kajian kebijakan.5. strategi.2 PERUMUSAN INDIKASI ARAH PENGEMBANGAN KAB/KOTA SERTA PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-1 KEGIATAN PENYUSUNAN 2. kajian isu-isu permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. PERMASALAHAN.3 KAJIAN ISU-ISU PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN 3.1 KAJIAN KEBIJAKAN.1 SOSIALISASI 1. DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KAB/KOTA 2. dan program pembangunan kabupaten/kota. TAHAPAN PERSIAPAN PENYUSUNAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN (SPPIP) 1. STRATEGI. rangkaian kegiatan pada lingkup kegiatan identifikasi potensi dan permasalahan dapat dilihat pada Gambar 3. IDENTIFIKASI POTENSI DAN PERMASALAHAN Kegiatan identifikasi potensi dan permasalahan adalah kegiatan awal dari tahapan penyusunan SPPIP yang bertujuan untuk memetakan potensi dan permasalahan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-2 3.4 KAJIAN POTENSI.1 PERUMUSAN TUJUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-3 1 PERSIAPAN 2 PERMASALAHAN IDENTIFIKASI POTENSI DAN 3 PRA-FGD 1 PERUMUSAN TUJUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN PRA-FGD 2 KEGIATAN DISKUSI KONSOLIDASI Penyusunan di Tingkat Provinsi FGD 1 Perumusan Tujuan dan Kebijakan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan FGD 2 Identifikasi Kawasan Permukiman Prioritas Gambar 3-5 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Untuk Lingkup Identifikasi Potensi dan Permasalahan 52● . permasalahan. Secara diagramatis. perumusan indikasi arah pengembangan kabupaten/kota serta pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.3 PENENTUAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS O-4 2. Lingkup kegiatan identifikasi potensi dan permasalahan akan diselesaikan selama 1 (satu) bulan terhitung dari kegiatan persiapan selesai dilakukan. dan tantangan pembangunan dan infrastruktur permukiman perkotaan.2 PERSIAPAN DAN PEMANTAPAN RENCANA KERJA 2. dan kajian potensi.2 PEURMUSAN KRITERIA DAN INDIKATOR PENENTUAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS 3.Panduan Penyusunan 2. Dalam lingkup kegiatan identifikasi potensi dan permasalahan ini terdapat 4 (empat) sub kegiatan.

2 PERUMUSAN INDIKASI ARAH PENGEMBANGAN KAB/KOTA SERTA PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-1 TUJUAN   Mengkaji kebijakan dan strategi pembangunan.1 KAJIAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN Melakukan kajian terhadap kebijakan. STRATEGI.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 2. dan program pembangunan daerah yang terdapat dalam dokumen perencanaan pembangunan dan penataan ruang kabupaten/kota (RPJPD. Renstra Dinas.2 PERSIAPAN DAN PEMANTAPAN RENCANA KERJA 2. dan Mengidentifikasi sinkronisasi kebijakan dan strategi pembangunan kabupaten/kota. serta rencana tata ruang wilayah yang telah tersedia maupun yang sedang disusun terkait dengan pembangunan permukiman dan infrastruktur pendukung permukiman. khususnya yang terkait pengembangan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. RPJMD. Melakukan pemetaan terhadap arahan kebijakan dan strategi pembangunan  Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 53 . RTRW. METODE LANGKAH Content Analysis (Analisis Isi)  Inventarisasi kebijakan dan strategi pembangunan kabupaten/kota.1 KAJIAN KEBIJAKAN. DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KAB/KOTA 2. terutama yang terdapat di dalam RTRW. dan sebagainya) 1. dan RPJMD. RPJPD. strategi. termasuk didalamnya kajian terhadap dokumen-dokumen sektoral.

kebijakan dan program kabupaten/kota OUTPUT DURASI  1 minggu terhitung dari minggu ketiga pada bulan pertama 54● . dan RPJMD. RPJPD.Panduan Penyusunan  terkait pengembangan permukiman yang terutamanya terdapat di dalam RTRW. RPJPD. Matriks strategi. dan RPJMD . dan Melakukan kajian terhadap keselarasan antar kebijakan dan strategi pembangunan yang terkait pengembangan permukiman terutamanya terdapat di dalam RTRW.

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)

2.3 KAJIAN ISU – ISU PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN

Melakukan kajian terhadap isu yang berkembang terkait dengan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.

2.2 PERUMUSAN INDIKASI ARAH PENGEMBANGAN KAB/KOTA SERTA PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN

2.3 KAJIAN ISU-ISU PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN

2.4 KAJIAN POTENSI, PERMASALAHAN, DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN

O-2

TUJUAN

Terumuskannya isu – isu permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan

METODE LANGKAH

Diskusi, analisis dan pemetaan isu   Menggunakan hasil kajian kebijakan (output kegiatan 2.2); Identifikasi isu terkait pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dalam kebijakan dan yang sedang berkembang; dan Analisis dengan membandingkan fakta atau kondisi eksisting pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dengan arahan kebijakan di dalam RTRW, RPJPD, dan RPJMD

OUTPUT

Isu strategis pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan yang dapat ditampilkan dalam bentuk peta. 2 minggu terhitung dari minggu pertama pada bulan kedua

DURASI

Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 55

Panduan Penyusunan

2.4 IDENTIFIKASI POTENSI, PERMASALAHAN DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN
2.3 KAJIAN ISU-ISU PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN

Identifikasi terhadap potensi dan tantangan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan berdasarkan pada isu-isu yang telah dipetakan.

2.4 KAJIAN POTENSI, PERMASALAHAN, DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN

O-2

3.1 PERUMUSAN TUJUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN PERKOTAAN

TUJUAN

Mengetahui potensi dan tantangan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.

METODE LANGKAH

Diskusi, pemetaan potensi dan permasalahan, serta analisis SWOT  Identifikasi potensi dan tantangan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan berdasarkan kajian dari indikasi arah pengembangan kota dan indikasi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan; Melakukan review terhadap RPIJM dan dokumen kebijakan terkait lainnya khususnya mengenai skenario pembangunan infrastruktur permukiman; Penyusunan tabel potensi dan tantangan pembangunan perkotaan dan permukiman (lihat contoh pada Tabel 3-3); dan Penyusunan peta potensi dan tantangan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman

56●

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)

perkotaan yang ditampilkan dalam bentuk peta. OUTPUT  Matriks potensi dan tantangan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan; dan Peta potensi dan tantangan pembangunan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan (Gambar 3-6).

DURASI

2 minggu terhitung dari minggu pertama pada bulan kedua

Tabel 3-3
NO 1.

Contoh Tabel Potensi dan Permasalahan
SEKTOR POTENSI Daya tarik kota besar yang memiliki segala kelengkapan fasilitas dapat menarik penduduk untuk melakukan perpindahan ke kota sehingga dapat mengakibatkan semakin tingginya permintaan akan penyediaan perumahan. PERMASALAHAN - Munculnya permukiman kumuh dan illegal akibat kurangnya daya beli masyarakat akan perumahan. - Munculnya permukiman kumuh dan illegal menyebabkan kondisi lingkungan kota yang buruk sehingga dapat menurunkan citra kawasan PELUANG PENGEMBANGAN Munculnya konsep-konsep baru dalam hal perumahan, hunian dan permukiman yang ditawarkan pengembang dapat dijadikan sebagai solusi alternatif untuk mengatasi tingginya permintaan akan perumahan. TANTANGAN PENGEMBANGAN Kepadatan bangunan yang tinggi dapat mendorong munculnya rawan kebakaran pada kawasan permukiman

Perumahan

2. 3. ..

Air Bersih Persampahan dst

Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 57

58● Panduan Penyusunan Gambar 3-6 Contoh Peta Pemetaan Potensi dan Permasalahan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan .

PERMASALAHAN. rangkaian kegiatan ini dapat dilihat pada Gambar 3-7. perumusan kriteria dan indikator penentuan kawasan permukiman prioritas. dan identifikasi kawasan permukiman prioritas. DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-2 3.3 PENENTUAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS O-4 2.3 KAJIAN ISU-ISU PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN 3.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 3.1 KAJIAN KEBIJAKAN.4 KAJIAN POTENSI. Secara diagramatis. PERUMUSAN TUJUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN Kegiatan perumusan tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan merupakan kegiatan yang mendasari perumusan strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.2 PERUMUSAN INDIKASI ARAH PENGEMBANGAN KAB/KOTA SERTA PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN KEGIATAN PENYUSUNAN 2. ANALISIS KONSEKUENSI ATAU IMPLIKASI PENERAPAN STRATEGI PEMBANGUNAN 2 PERMASALAHAN IDENTIFIKASI POTENSI DAN 3 PERKOTAAN PRA-FGD 1 PERUMUSAN TUJUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN 4 PERUMUSAN STRATEGI DAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN PRA-FGD 2 PRA-FGD 3 FGD 3 Perumusan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan KEGIATAN DISKUSI FGD 1 Perumusan Tujuan dan Kebijakan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan FGD 2 Identifikasi Kawasan Permukiman Prioritas Gambar 3-7 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Untuk Lingkup Perumusan Tujuan dan Kebijakan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 59 . Secara keseluruhan lingkup kegiatan ini akan diselesaikan selama 1.1 PERUMUSAN TUJUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-3 4.2 PEURMUSAN KRITERIA DAN INDIKATOR PENENTUAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS 3.5 (satu setengah) bulan terhitung dari kegiatan identifikasi potensi dan masalah selesai dilakukan. TAHAPAN PENYUSUNAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN (SPPIP) 2. STRATEGI.3. DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KAB/KOTA 2.1 PERUMUSAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-5 4. Lingkup kegiatan ini meliputi:    perumusan tujuan dan kebijakan pembangunan permukimaan perkotaan.2 IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KORELASI STRATEGI DALAM SKEMA MANAJEMEN PEMBANGUNAN PERKOTAAN 4.

dan Merumuskan tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang akan digunakan sebagai landasan penyusunan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur kabupaten/kota oleh para pemangku kepentingan. PERMASALAHAN.1 PERUMUSAN TUJUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN Perumusan tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang diturunkan dari visi dan misi pengembangan kabupaten/kota yang tercantum dalam dokumen perencanaan pembangunan 4. Menganalisis kebutuhan pembangunan permukiman dan LANGKAH  60● . permasalahan. diskusi melalui Focus Group Discussion (FGD)  Menganalisis kebutuhan penanganan berdasarkan potensi. pemetaan kebutuhan. DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-2 3.1 PERUMUSAN TUJUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-3 Pra-FGD 1 FGD 1 Perumusan Tujuan dan Kebijakan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan TUJUAN   Mengetahui kebutuhan kabupaten/kota dalam penanganan permasalahan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada masa sekarang dan mendatang. METODE Analisis normatif. dan isu-isu terkait permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.4 KAJIAN POTENSI.1 PERUMUSAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN 2.Panduan Penyusunan 3.

Merumuskan kebijakan yang menjawab kebutuhan penangan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. Menentukan tujuan yang selaras dengan indikasi arah pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan (output kegiatan 2. Kebutuhan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. Rumusan tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang telah disepakati bersama (Tabel 3-4).2) dan kebutuhan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. dan Berita acara kesepakatan tentang tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. dan Menyusun tabel tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. Menyelenggarakan Pra-FGD 1 (Box 32) untuk membahas tujuan dan kebijakan sebelum disepakati dalam FGD 1 Menyepakati tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan dengan memperhatikan ketentuan penyelenggaraan FGD1 (Box 3-3).Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)      infrastruktur permukiman perkotaan berdasarkan arahan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. OUTPUT    DURASI 4 minggu terhitung dari minggu ketiga bulan kedua Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 61 .

....... Mewujudkan pelayanan Infrastruktur permukiman dan perkotaan yang berkualitas 3.... Box 3-2 Ketentuan Penyelenggaraan Pra-FGD 1 TUJUAN : Untuk membahas rumusan tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan beserta landasan perumusannya sebelum disepakati dalam FGD 1 Pokjanis kegiatan Pra-FGD melibatkan keseluruhan anggota Pokjanis dan tenaga ahli pendukung Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun Diskusi di kabupaten/kota tempat penyusunan SPPIP PENYELENGGARA PESERTA DAN PENDUKUNG WAKTU PELAKSANAAN BENTUK TEMPAT PELAKSANAAN : : : : : 62● ........ ...Panduan Penyusunan Tabel 3-4 Contoh Tabel Tujuan dan Kebijakan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan TUJUAN KEBIJAKAN  Penyediaan perumahan yang layak dengan memanfaatkan lahan secara proporsional  Peningkatan kualitas permukiman kumuh  Peningkatan pelayananan air bersih  Peningkatan sanitasi lingkungan    - 1............ Mewujudkan kawasan permukiman yang layak dan bebas kumuh bagi semua golongan masyarakat 2.....

yang terdiri peserta dan pendukung Peserta meliputi:  Dinas/instansi tingkat kabupaten/kota yang membidangi infrastruktur permukiman. maka dapat diselenggarakan Paska-FGD 1 dengan ketentuan yang sama dengan Pra-FGD 1. Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 63 . permukiman. dan perencanaan  Akademisi  Tokoh masyarakat Pendukung meliputi:  Dinas/instansi tingkat provinsi yang membidangi infrastruktur permukiman.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Box 3-3 Ketentuan Penyelenggaraan FGD 1*) TUJUAN : Untuk memperoleh kesepakatan dari semua pemangku kepentingan mengenai rumusan tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan Pokjanis kegiatan FGD melibatkan minimal 15 (lima belas) orang. dan perencanaan  Tim Teknis Provinsi  Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman  Tenaga Ahli Pendamping PENYELENGGARA PESERTA DAN PENDUKUNG : : WAKTU PELAKSANAAN BENTUK TEMPAT PELAKSANAAN *) : : : Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun FGD di kabupaten/kota tempat penyusunan SPPIP apabila dari hasil FGD 1 belum berhasil mendapatkan kesepakatan dan/atau masih diperlukan diskusi lebih lanjut. permukiman.

diskusi melalui Focus Group Discussion (FGD)  Inventarisasi kriteria dan indikator yang sesuai dengan kondisi yang ada. Penyepakatan kriteria dan indikator yang paling tepat untuk menentukan kawasan prioritas dalam penanganan pengembangan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dengan memperhatikan ketentuan penyelenggaraan FGD2 (Box 3-5).Panduan Penyusunan 3.2 PEURMUSAN KRITERIA DAN INDIKATOR PENENTUAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS 3. dan LANGKAH      64● . Pembahasan kriteria dan indikator penentuan kawasan prioritas dalam Pra-FGD 2 (Box 3-4). kearifan lokal. dan sebagainya. dengan memanfaatkan berbagai referensi berupa pedoman atau peraturan yang ada di tingkat pusat maupun daerah.2 PERUMUSAN KRITERIA DAN INDIKATOR KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS Perumusan kriteria dan indikator kawasan permukiman yang akan diprioritaskan penanganannya 3. hasil studi literatur.3 PENENTUAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS O-4 TUJUAN  Merumuskan kriteria dan indikator sebagai pedoman untuk menentukan skala prioritas penanganannya METODE Inventarisasi kriteria dan indikator. analisis kesesuaian dan skala prioritas. Menyusun daftar seluruh usulan kriteria dan indikator yang dihasilkan. Melakukan analisis kesesuaian dan skala prioritas kriteria dan indikator yang telah disusun terhadap terhadap karakteristik dan kebutuhan daerah dengan memperhatikan beberapa hal penting. Melakukan diskusi untuk penjaringan usulan dan aspirasi.

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)  OUTPUT DURASI  Menyusun matriks kriteria dan indikator lokasi kawasan prioritas. Matriks kriteria dan indikator lokasi kawasan permukiman prioritas 2 minggu terhitung dari minggu pertama bulan ketiga Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 65 .

3 PENENTUAN KAWASAN PRIORITAS PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN Identifikasi kawasan-kawasan permukiman yang diprioritaskan untuk ditangani berdasarkan kriteria dan indikator yang telah ditetapkan sebelumnya 3.Panduan Penyusunan 3. Identifikasi dan pemetaan kondisi umum kawasan permukiman melalui penyusunan peta sebaran permukiman.2 PEURMUSAN KRITERIA DAN INDIKATOR PENENTUAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS 3. analisis peta spasial. pemetaan potensi dan permasalahan di kawasan yang telah ditentukan. Melakukan Pra-FGD 2 untuk mengidentifikasi kawasan permukiman LANGKAH     66● . analisis kondisi kawasan.3 PENENTUAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS O-4 Pra-FGD 2 4.3). Survey ke lokasi-lokasi kawasan permukiman yang dipilih untuk mengetahui kondisi riil. Inventarisir kawasan prioritas atau kawasan strategis yang diarahkan di dalam kebijakan (RTRW. dan rencana sektoral lainnya.1 PERUMUSAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN FGD 2 INFRASTRUKTUR Identifikasi PERMUKIMAN Kawasan PERKOTAAN Permukiman Prioritas TUJUAN  Memperoleh kawasan-kawasan permukiman prioritas untuk pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik kabupaten/kota METODE Observasi lapangan. pemetaan masalah. diskusi melalui Focus Group Discussion (FGD)  Inventarisir kawasan-kawasan permukiman yang memerlukan penanganan atau pengembangan sesuai dengan kriteria dan indikator yang telah ditetapkan (output kegiatan 3. RPJMD.

Pemetaan lokasi kawasan-kawasan permukiman prioritas yang disajikan dalam bentuk peta sebagaimana contoh pada Gambar 3-8. Melakukan diskusi FGD untuk menyepakati lokasi kawasan-kawasan permukiman prioritas dengan memperhatikan ketentuan penyelenggaraan FGD-2 (Box 3-5). Melakukan analisis terhadap kawasankawasan prioritas terpilih untuk menentukan skala prioritas kawasan penanganan. dan Berita acara kesepakatan tentang kawasan permukiman prioritas terpilih 2-3 minggu terhitung dari minggu pertama bulan ketiga Box 3-4 Ketentuan Penyelenggaraan Pra-FGD 2 TUJUAN : Untuk membahas kriteria dan indikator penentuan kawasan prioritas. Peta sebaran kawasan permukiman dan permasalahannya. beserta indikasi kawasan permukiman prioritasnya Pokjanis kegiatan Pra-FGD melibatkan keseluruhan anggota Pokjanis dan tenaga ahli pendukung Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun Diskusi di kabupaten/kota tempat penyusunan SPPIP PENYELENGGARA PESERTA DAN PENDUKUNG WAKTU PELAKSANAAN BENTUK TEMPAT PELAKSANAAN : : : : : Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 67 . dan Menyusun daftar skala prioritas kawasan penanganan.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)     OUTPUT     DURASI prioritas sebelum disepakati dalam FGD 2 (Box 3-4). Peta sebaran kawasan permukiman prioritas. Daftar skala prioritas kawasan penanganan.

Panduan Penyusunan Box 3-5 Ketentuan Penyelenggaraan FGD 2 dan Ilustrasinya*) TUJUAN : Untuk memperoleh kesepakatan dari semua stakeholder mengenai penentuan kriteria dan indikator serta penentuan kawasan permukiman prioritas Pokjanis kegiatan FGD melibatkan minimal 15 (lima belas) orang. yang terdiri peserta dan pendukung Peserta meliputi:  Dinas/instansi tingkat kabupaten/kota yang membidangi infrastruktur permukiman. permukiman. permukiman. dan perencanaan  Akademisi  Tokoh Masyarakat Pendukung meliputi:  Dinas/instansi tingkat provinsi yang membidangi infrastruktur permukiman. dan perencanaan  Tim Teknis Provinsi  Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman  Tenaga Ahli Pendamping PENYELENGGARA PESERTA DAN PENDUKUNG : : WAKTU PELAKSANAAN BENTUK TEMPAT PELAKSANAAN *) : : : Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun FGD di kota/kabupaten tempat penyusunan SPPIP apabila dari hasil FGD 2 belum berhasil mendapatkan kesepakatan dan/atau masih diperlukan diskusi lebih lanjut. maka dapat diselenggarakan Paska-FGD 2 dengan ketentuan yang sama dengan Pra-FGD 2 68● .

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 69 Gambar 3-8 Contoh Peta Sebaran Kawasan Permukiman Prioritas .

70● . rangkaian kegiatan pada lingkup perumusan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dapat dilihat pada Gambar 3-9. Lingkup kegiatan ini meliputi:      perumusan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. identifikasi dan analisis korelasi dalam skema manajemen pembangunan perkotaan. analisis konsekuensi atau implikasi penerapan strategi pembangunan. PERUMUSAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN Kegiatan perumusan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan adalah lingkup kegiatan inti dari penyusunan SPPIP. Secara diagramatis.Panduan Penyusunan 4. yang fokus pada proses perumusan strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan berdasarkan tujuan dan kebijakan yang telah dirumuskan. perumusan program pembangunan dalam skala kabupaten/kota dan kawasan sebagai arahan kebutuhan program investasi. dan analisis dampak penerapan program pembangunan. Secara keseluruhan lingkup kegiatan perumusan strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan ini akan diselesaikan selama 3 (tiga) bulan terhitung dari kegiatan perumusan tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan selesai dilakukan.

3.1 PERUMUSAN TUJUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN 4.TAHAPAN PENYUSUNAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN (SPPIP) SOSIALISASI 3.1 PERUMUSAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN 4.4 PERUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM SKALA KAB/ KOTA DAN KAWASAN SEBAGAI ARAHAN KEBUTUHAN PROGRAM INVESTASI O-6 4.2 PEURMUSAN KRITERIA DAN INDIKATOR PENENTUAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS O-4 3. ANALISIS KONSEKUENSI ATAU IMPLIKASI PENERAPAN STRATEGI PEMBANGUNAN O-7 3 PRA-FGD 3 PERUMUSAN TUJUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN 4 PERUMUSAN STRATEGI DAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN 5 FINALISASI DAN SOSIALISASI PRA-FGD 2 PRA-FGD 4 KONSULTASI PUBLIK KOLOKIUM FGD 4 Perumusan Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan DISEMINASI KEGIATAN FGD 2 Identifikasi Kawasan Permukiman Prioritas FGD 3 Perumusan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan DISKUSI Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 71 Gambar 3-9 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Untuk Lingkup Perumusan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan .5 ANALISIS DAMPAK PENERAPAN PROGRAM PEMBANGUNAN 5.1 PENYEMPURNAAN STRATEGI DAN PERUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM SKALA KOTA DAN KAWASAN 5.2 PENYUSUNAN MATERI VISUALISASI SPPIP 4.3 PENENTUAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS KEGIATAN O-3 O-5 PENYUSUNAN 3.2 IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KORELASI STRATEGI DALAM SKEMA MANAJEMEN PEMBANGUNAN PERKOTAAN 4.

1 PERUMUSAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-5 4. Merumuskan konsep strategi yang  72● .1 PERUMUSAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN Merumuskan hasil diskusi dan analisis yang dilakukan sebelumnya dalam suatu bentuk strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dalam skala kabupaten/kota maupun skala kawasan 3.Panduan Penyusunan 4. ANALISIS KONSEKUENSI ATAU IMPLIKASI PENERAPAN STRATEGI PEMBANGUNAN Pra. SWOT.3 PENENTUAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS O-4 3.1). Diskusi melalui Focus Group Discussion (FGD)  Menggunakan rumusan tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang telah disepakati bersama (output kegiatan 3. METODE LANGKAH Analisis Kebijakan.FGD 3 FGD 3 Perumusan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan TUJUAN  Memperoleh strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang berupa langkah-langkah riil dan terukur untuk mewujudkan tujuan pengembangan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.2 IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KORELASI STRATEGI DALAM SKEMA MANAJEMEN PEMBANGUNAN PERKOTAAN 4.1 PERUMUSAN TUJUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-3 4.3.

Membahas rumusan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan beserta proses perumusannya dalam kegiatan Pra-FGD 3 (Box 3-6). dan Berita acara kesepakatan tentang strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan skala kabupaten/kota dan skala kawasan OUTPUT   DURASI 4 minggu terhitung dari minggu pertama bulan keempat Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 73 . Melakukan diskusi FGD untuk menetapkan dan menyepakati strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dengan memperhatikan ketentuan penyelenggaraan FGD-3 (Box 3-7). Melakukan identifikasi dan kajian peran dan fungsi pemerintah dan pemangku kepentingan terkait lainnya dalam pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)     berupa gambaran umum pencapaian tujuan dan kebijakan serta langkahlangkah penanganan kebutuhan pengembangan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang lebih riil dan terukur di daerah terkait. dan Merumuskan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dengan memperhatikan ketentuan yang ada Tabel strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan (Tabel 3-5).

..... 3... Mewujudkan pelayanan Infrastruktur permukiman dan perkotaan yang berkualitas .............Panduan Penyusunan Box 3-6 Ketentuan Penyelenggaraan Pra-FGD 3 TUJUAN : Untuk membahas rumusan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan beserta landasan perumusannya Pokjanis kegiatan Pra-FGD melibatkan keseluruhan anggota Pokjanis dan tenaga ahli pendukung Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun Diskusi di kabupaten/kota tempat penyusunan SPPIP PENYELENGGARA PESERTA DAN PENDUKUNG WAKTU PELAKSANAAN BENTUK TEMPAT PELAKSANAAN : : : : : Tabel 3-5 1..  Peningkatan kualitas permukiman kumuh  Peningkatan pelayanan air bersih  Peningkatan sanitasi lingkungan    -  74● ............ Contoh Tabel Tujuan.. Kebijakan dan Strategi KEBIJAKAN  Penyediaan perumahan yang layak dengan memanfaatkan lahan secara proporsional STRATEGI  Mengembangkan rumah sederhana sehat  Mengembangkan rusun berstandar internasional   TUJUAN Mewujudkan Kawasan Permukiman yang layak dan bebas kumuh bagi semua golongan masyarakat 2...

dan perencanaan  Tim Teknis Provinsi  Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman  Tenaga Ahli Pendamping PENYELENGGARA PESERTA DAN PENDUKUNG : : WAKTU PELAKSANAAN BENTUK TEMPAT PELAKSANAAN *) : : : Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun Diskusi di kabupaten/kota tempat penyusunan SPPIP apabila dari hasil FGD 3 belum berhasil mendapatkan kesepakatan dan/atau masih diperlukan diskusi lebih lanjut. maka dapat diselenggarakan Paska-FGD 3 dengan ketentuan yang sama dengan Pra-FGD 3 Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 75 . permukiman. yang terdiri peserta dan pendukung Peserta meliputi:  Dinas/instansi tingkat kabupaten/kota yang membidangi infrastruktur permukiman. dan perencanaan  Akademisi  Tokoh Masyarakat Pendukung meliputi:  Dinas/instansi tingkat provinsi yang membidangi infrastruktur permukiman. permukiman.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Box 3-7 Ketentuan Penyelenggaraan FGD 3*) TUJUAN : Untuk memperoleh kesepakatan dari semua stakeholder mengenai strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan baik pada skala kabupaten/kota maupun kawasan Pokjanis kegiatan FGD melibatkan minimal 15 (lima belas) orang.

4. Menggunakan rumusan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan (output kegiatan 4.1 PERUMUSAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-5 4. ANALISIS KONSEKUENSI ATAU IMPLIKASI PENERAPAN STRATEGI PEMBANGUNAN 4.Panduan Penyusunan 4. dan Menyusun matriks analisis korelasi strategi pembangunan permukiman   76● .1). kelembagaan dan pembiayaan). Melakukan analisis korelasi antara rumusan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang telah disepakati dengan kebijakan lainnya dengan memperhatikan aspek-aspek fisik dan non fisik (sosial ekonomi.4 PERUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM SKALA KAB/ KOTA DAN KAWASAN SEBAGAI ARAHAN KEBUTUHAN PROGRAM INVESTASI TUJUAN  Mengetahui tingkat korelasi antara strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dengan kebijakan kabupaten/kota dalam skema manajemen pembangunan perkotaan.3.2 IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KORELASI STRATEGI DALAM SKEMA MANAJEMEN PEMBANGUNAN PERKOTAAN 4. Analisis korelasi akan menjadi dasar bagi penetapan pelaku dan sumber pendanaan program – programnya.2 IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KORELASI STRATEGI DALAM SKEMA MANAJEMEN PEMBANGUNAN PERKOTAAN Identifikasi dan analisis korelasi/keterkaitan antara strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dengan strategi pembangunan lainnya dalam skema manajemen pembangunan kabupaten/kota baik untuk skala kabupaten/kota maupun skala kawasan. METODE LANGKAH Analisis korelasi   Menggunakan hasil kajian kebijakan yang telah dilakukan sebelumnya.

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) dan infrastruktur permukiman perkotaan dalam skema manajemen pembangunan perkotaan. 1 minggu terhitung dari minggu ketiga bulan keempat DURASI Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 77 . OUTPUT Matriks analisis korelasi strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dalam skema manajemen pembangunan perkotaan.

aspek ekonomi.3 ANALISIS KONSEKUENSI ATAU IMPLIKASI PENERAPAN STRATEGI PEMBANGUNAN Identifikasi dan analisis terhadap konsekuensi dan dampak yang mungkin muncul sebagai akibat dilaksanakannya strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. 4. Melakukan analisis konsekuensi dan dampak penerapan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada berbagai aspek sesuai dengan karakteristik wilayahnya baik skala kabupaten/kota maupun kawasan meliputi aspek fisik.4 PERUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM SKALA KAB/ KOTA DAN KAWASAN SEBAGAI ARAHAN KEBUTUHAN PROGRAM INVESTASI TUJUAN   Mengetahui konsekuensi dan dampak penerapan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan yang terjadi. ANALISIS KONSEKUENSI ATAU IMPLIKASI PENERAPAN STRATEGI PEMBANGUNAN 4. dan Menghasilkan analisis konsekuensi yang menjadi dasar penyusunan program pembangunan kabupaten/kota. METODE LANGKAH Analisis konsekuensi dan dampak   Melakukan kajian terhadap strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. dan aspek budaya.3.1 PERUMUSAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-5 4.Panduan Penyusunan 4. aspek sosial. Mengidentifikasi kegiatan-kegiatan  78● .2 IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KORELASI STRATEGI DALAM SKEMA MANAJEMEN PEMBANGUNAN PERKOTAAN 4.

dan Menyusun matriks analisis konsekuensi dan dampak strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. OUTPUT Matriks konsekuensi dan dampak strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan 2 minggu terhitung dari minggu ketiga bulan keempat DURASI Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 79 .Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)    pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang akan dilaksanakan terkait dengan penerapan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. Melakukan analisis proyeksi pertumbuhan akibat pelaksanaan kegiatan-kegiatan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. Menyusun langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi perubahan yang mungkin terjadi.

2). riil dan terukur sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daerah dalam skala kabupaten/kota maupun kawasan sebagai pelaksanaan strategi dan arahan kebutuhan program investasi SPPIP.FGD 4 FGD 4 Perumusan Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan TUJUAN  Merumuskan program pembangunan yang aplikatif.4 PERUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM SKALA KAB/ KOTA DAN KAWASAN SEBAGAI ARAHAN KEBUTUHAN PROGRAM INVESTASI O-6 4.3.4 PERUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM SKALA KABUPATEN/KOTA DAN KAWASAN SEBAGAI ARAHAN KEBUTUHAN PROGRAM INVESTASI Merupakan langkah aplikatif pelaksanaan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dan arahan kebutuhan program investasi baik dalam skala kabupaten/kota maupun kawasan dengan memperhatikan dampak dan korelasi dengan program pembangunan sektor lainnya 4. ANALISIS KONSEKUENSI ATAU IMPLIKASI PENERAPAN STRATEGI PEMBANGUNAN 4.5 ANALISIS DAMPAK PENERAPAN PROGRAM PEMBANGUNAN Pra.Panduan Penyusunan 4. Menggunakan matriks konsekuensi dan LANGKAH  80● . diskusi melalui Focus Group Discussion (FGD)  Menggunakan matriks analisis korelasi strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dalam skema manajemen pembangunan perkotaan (output kegiatan 4. perencanaan program.2 IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KORELASI STRATEGI DALAM SKEMA MANAJEMEN PEMBANGUNAN PERKOTAAN 4. METODE Analisis kebijakan dan strategi.

Matriks program pembangunan dalam skala kabupaten/kota dan kawasan (Tabel 3-2). dan Berita acara kesepakatan tentang program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan OUTPUT    Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 81 . antara lain dokumen RPIJM (sub-bab program investasi infrastruktur permukiman) dan dokumen RTRW (bagian indikasi program). Peta strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan (Gambar 3-10).Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)       dampak strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan (output kegiatan 4. Melakukan Pra-FGD 4 untuk membahas rumusan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan beserta landasan kebutuhannya sebelum disepakati dalam FGD 4 (Box 3-9). Merumuskan kebutuhan programprogram penanganan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dengan memperhatikan ketentuan yang ada (Box 3-8).3). Merinci setiap program ke dalam skema pentahapan yang dirinci ke dalam program lima tahunan. Melakukan review terhadap programprogram pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang terdapat di berbagai dokumen kebijakan. Melakukan diskusi FGD untuk menjaring aspirasi dan penyepakatan terhadap program-program yang dirumuskan dengan memperhatikan ketentuan penyelenggaraan FGD-4 (Box 3-10). dan Melakukan pemetaan spasial dari strategi dan program yang telah dirumuskan.

dan perlunya pembatasan pada program bidang permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. Box 3-9 Ketentuan Penyelenggaraan Pra-FGD 4 TUJUAN : Untuk membahas rumusan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan beserta landasan perumusannya sebelum disepakati dalam FGD 4 Pokjanis kegiatan Pra-FGD melibatkan keseluruhan anggota Pokjanis dan tenaga ahli pendukung Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun Diskusi di kabupaten/kota tempat penyusunan SPPIP PENYELENGGARA PESERTA DAN PENDUKUNG WAKTU PELAKSANAAN BENTUK TEMPAT PELAKSANAAN : : : : : 82● .Skema pentahapan tersebut disusun untuk jangka waktu 20 tahun dengan perincian tahapan per lima tahunan. program merupakan pengarah dan penjembatan terhadap rencana aksi program yang akan dirincikan dalam RPKPP (siap dijabarkan dalam komponen dan volume serta pentahapan program). program yang disusun dirinci mekanisme pentahapan dan waktu implementasinya.Panduan Penyusunan skala kabupaten/kota dan skala kawasan DURASI 4 minggu terhitung dari minggu pertama bulan kelima Box 3-8 Hal-hal yang Harus Diperhatikan Dalam Perumusan Program  Dalam perumusan program tersebut minimal dilakukan dengan mengacu pada beberapa hal sebagai berikut: disusun untuk menjawab implementasi strategi pembangunan sehingga penyusunan program dilakukan berdasarkan lingkup wilayah dan lingkup aspek dalam strategi pembangunan.  Untuk mendukung dan memberikan kejelasan dalam proses implementasi.

maka dapat diselenggarakan Paska-FGD 4 dengan ketentuan yang sama dengan Pra-FGD 4 Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 83 .Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Box 3-10 Ketentuan Penyelenggaraan FGD 4*) TUJUAN : Untuk memperoleh kesepakatan dari semua stakeholder mengenai strategi program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan sebagai pelaksanaan strategi dan arahan kebutuhan program investasi SPPIP Pokjanis kegiatan FGD melibatkan minimal 15 (lima belas) orang. permukiman. yang terdiri peserta dan pendukung Peserta meliputi:  Dinas/instansi tingkat kabupaten/kota yang membidangi infrastruktur permukiman. permukiman. dan perencanaan  Tim Teknis Provinsi  Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman  Tenaga Ahli Pendamping WAKTU PELAKSANAAN BENTUK TEMPAT PELAKSANAAN *) PENYELENGGARA PESERTA DAN PENDUKUNG : : : : : Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun Diskusi di kabupaten/kota tempat penyusunan SPPIP apabila dari hasil FGD 4 belum berhasil mendapatkan kesepakatan dan/atau masih diperlukan diskusi lebih lanjut. dan perencanaan  Akademisi  Tokoh Masyarakat Pendukung meliputi:  Dinas/instansi tingkat provinsi yang membidangi infrastruktur permukiman.

84● Panduan Penyusunan Gambar 3-10 Contoh PemetaanStrategi dan Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan .

Diskusi internal.4 PERUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM SKALA KOTA DAN KAWASAN SEBAGAI ARAHAN KEBUTUHAN PROGRAM INVESTASI O-6 4.4).5 ANALISIS DAMPAK PENERAPAN PROGRAM PEMBANGUNAN 5.  Melakukan analisis dampak penerapan masing-masing program yang telah dirumuskan.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 4.1 PENYEMPURNAAN STRATEGI DAN PERUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM SKALA KOTA DAN KAWASAN KOLOKIUM TUJUAN  Mengetahui dampak berupa perubahan yang diperkirakan akan terjadi akibat penerapan suatu program. 4 minggu terhitung dari minggu pertama bulan keenam METODE LANGKAH OUTPUT  DURASI Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 85 .  Mengikuti kegiatan kolokium yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya (Box 3-11). Matriks analisis dampak penerapan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. 4. analisis dan pemetaan dampak penerapan program  Menggunakan matriks program pembangunan dalam skala kabupaten/kota dan kawasan (output kegiatan 4.  Menyusun matriks analisis dampak penerapan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.5 ANALISIS DAMPAK PENERAPAN PROGRAM PEMBANGUNAN Analisis yang memperkirakan dampak dari penerapan suatu program yang telah dirumuskan (outcome).

peserta. penyelenggara. Dalam rangkaian kegiatan penyusunan SPPIP. 86● .  Pelaksanaan pra-kolokium dilakukan secara koordinatif antara tim pokjanis di setiap kabupaten/kota bersama tim teknis provinsi. Perwakilan tersebut meliputi  Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis)  Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman  Tenaga ahli pendamping Workshop minimal 1 (satu) hari pada akhir bulan ke-6 (enam) setelah SPMK (setelah dilakukan kegiatan penyusunan konsep. serta dikoordinasikan bersama Tim Teknis Provinsi *)  Mengikuti kegiatan kolokium dengan memaparkan hasil-hasil penyusunan SPPIP kepada para pemangku kepentingan terkait  Merumuskan langkah perbaikan berdasarkan masukan terhadap pencapaian kegiatan SPPIP dari pelaksanaan kolokium OUTPUT  Kesamaan hasil dari produk SPPIP yang dihasilkan oleh tiap kabupaten/kota  Hasil evaluasi terhadap proses yang telah dilakukan PENYELENGGARA : Direktorat Jenderal Cipta Karya PESERTA : Semua perwakilan kabupaten/kota yang melakukan kegiatan penyusunan SPPIP. rencana. akan diselenggarakan Kolokium yang wajib diikuti oleh Tenaga Ahli Pendamping dan Pokjanis. dan kolokium ini secara rinci adalah sebagai berikut: DEFINISI : Kegiatan monitoring dan pengendalian yang dilakukan oleh Satker Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) provinsi dan penyelenggara di tingkat pusat terhadap proses penyusunan SPPIP TUJUAN : Memonitor pencapaian dari kegiatan penyusunan SPPIP yang dilakukan di setiap kabupaten/kota METODE : Workshop dan Diskusi LANGKAH – :  Menyiapkan materi pembahasan capaian SPPIP hingga saat LANGKAH Kolokium yang meliputi bahan tayangan dan materi visualisasi yang telah disusun. strategi dan program penanganan dan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan prioritas) **)waktu pelaksanaan dilakukan bersamaan dengan penyelenggaraan Kolokium pada kegiatan RPKPP dan ditentukan oleh koordinator pelaksana dilakukan bersamaan dengan penyelenggaraan Kolokium pada kegiatan penyusunan RPKPP dan ditentukan oleh Koordinator Pelaksana BENTUK WAKTU PELAKSANAAN : : TEMPAT PELAKSANAAN : *) Catatan Koordinasi Bersama Tim Teknis Provinsi (Pra-Kolokium):  Perlu dilakukan persiapan (pra-kolokium) yang bertujuan untuk mempersiapkan seluruh substansi yang dipersyaratkan di dalam kolokium. Definisi tujuan. waktu pelaksanaan. kegiatan ini menjadi bagian proses monitoring dan evaluasi oleh Satker Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) provinsi dan penyelenggara di tingkat pusat terhadap proses penyusunan SPPIP.Panduan Penyusunan Box 3-11 Keikutsertaan Dalam Kolokium Pada bulan keenam penyelenggaraan kegiatan. bentuk.

FINALISASI DAN SOSIALISASI Kegiatan finalisasi dan sosialisasi adalah kegiatan terakhir dari rangkaian kegiatan penyusunan SPPIP yang fokus pada penyempurnaan dari strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan berdasarkan masukan dari berbagai diskusi.2 IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KORELASI STRATEGI DALAM SKEMA MANAJEMEN PEMBANGUNAN PERKOTAAN 4.5 ANALISIS DAMPAK PENERAPAN PROGRAM PEMBANGUNAN 5.4 PERUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM SKALA KAB/ KOTA DAN KAWASAN SEBAGAI ARAHAN KEBUTUHAN PROGRAM INVESTASI O-6 4. rangkaian kegiatan pada lingkup finalisasi dan sosialisasi dapat dilihat pada Gambar 3-11. Secara diagramatis.1 PENYEMPURNAAN STRATEGI DAN PERUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM SKALA KOTA DAN KAWASAN 5. ANALISIS KONSEKUENSI ATAU IMPLIKASI PENERAPAN STRATEGI PEMBANGUNAN 4. dan penyempurnaan materi visualisasi SPPIP pembangunan dalam skala Secara keseluruhan lingkup kegiatan finalisasi dan sosialisasi ini akan diselesaikan selama 1 (satu) bulan terhitung dari kegiatan perumusan strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan selesai dilakukan. TAHAPAN PENYUSUNAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN (SPPIP) SOSIALISASI KEGIATAN PENYUSUNAN 4. Lingkup kegiatan ini meliputi:   penyempurnaan strategi dan program kabupaten/kota dan kawasan.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 5.2 PENYUSUNAN MATERI VISUALISASI SPPIP O-7 4 PERUMUSAN STRATEGI DAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN 5 FINALISASI DAN SOSIALISASI PRA-FGD 4 KEGIATAN DISKUSI PRA-FGD 3 FGD 3 Perumusan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan KOLOKIUM FGD 4 Perumusan Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan KONSULTASI PUBLIK DISEMINASI Gambar 3-11 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Untuk Finalisasi dan Sosialisasi Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 87 .1 PERUMUSAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-5 4.3.

5 ANALISIS DAMPAK PENERAPAN PROGRAM PEMBANGUNAN 5. Memperbaiki strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. dan Menyelenggarakan konsultasi publik untuk mendapatkan masukan untuk penyempurnaan strategi dan program pembangunan permukiman dan  88● .Panduan Penyusunan 5.1 PENYEMPURNAAN STRATEGI DAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN SKALA KABUPATEN/KOTA DAN KAWASAN Perbaikan strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan berdasarkan hasil masukan dari kolokium 4.1 PENYEMPURNAAN STRATEGI DAN PERUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM SKALA KAB/ KOTA DAN KAWASAN 5.2 PENYUSUNAN MATERI VISUALISASI SPPIP KONSULTASI PUBLIK TUJUAN  Menyempurnakan strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan METODE LANGKAH Desk study   Menginventarisasi catatan masukan penyelenggaraan kolokium.

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) infrastruktur permukiman perkotaan. OUTPUT Strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang telah disempurnakan. 2 minggu terhitung dari minggu pertama bulan ketujuh DURASI Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 89 . Penyelenggaraan konsultasi publik ini dilakukan dengan memperhatikan ketentuan yang ada (Box 3-12).

maka pada awal bulan ketujuh diselenggarakan kegiatan konsultasi publik. permukiman. penyelenggara. dan konsultasi publik ini secara rinci adalah sebagai berikut: TUJUAN : Untuk menjaring masukan terhadap strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan Pemaparan hasil dan diskusi terbuka  Menyiapkan materi pemaparan dan pembahasan seluruh capaian kegiatan SPPIP. permukiman. Peserta kegiatan FGD antara lain mewakili unsur :  Dinas/instansi tingkat kabupaten/kota yang membidangi infrastruktur permukiman. Kegiatan konsultasi publik ini adalah kegiatan penjaringan masukan terhadap muatan SPPIP yang dilakukan dalam bentuk konsultasi kepada pemangku kepentingan kabupaten/kota termasuk masyarakat. Bentuk. dan materi visualisasi yang telah disusun  Memaparkan seluruh capaian kegiatan SPPIP  Melakukan diskusi untuk mendapatkan masukanmasukan terhadap muatan SPPIP  Melakukan perbaikan dan penyempurnaan terhadap capaian kegiatan SPPIP berdasarkan masukan dari konsultasi Masukan terhadap pencapaian kegiatan SPPIP Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun di kabupaten/kota tempat penyusunan SPPIP Setiap kegiatan FGD melibatkan 40 (empat puluh) orang peserta dan pendukung. yang meliputi bahan tayang. waktu pelaksanaan. peserta. dan perencanaan  Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman  Tim Teknis Provinsi  Tenaga ahli pendamping Pokjanis METODE LANGKAHLANGKAH : : OUTPUT WAKTU PELAKSANAAN TEMPAT PELAKSANAAN PESERTA : : : : PENYELENGGARA : 90● .Panduan Penyusunan Box 3-12 Ketentuan Dalam Penyelenggaraan Konsultasi Publik Untuk memantapkan hasil yang telah dicapai. dan perencanaan  Akademisi Pendukung kegiatan FGD antara lain mewakili unsur :  Dinas/instansi tingkat provinsi yang membidangi infrastruktur permukiman.

1 PENYEMPURNAAN STRATEGI DAN PERUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM SKALA KAB/ KOTA DAN KAWASAN 5. Diseminasi   Menggunakan seluruh hasil/ keluaran kegiatan penyusunan SPPIP. 4. menarik dan mudah dimengerti yang akan disosialisasikan kepada masyarakat umum dan para pemangku kepentingan terkait.5 ANALISIS DAMPAK PENERAPAN PROGRAM PEMBANGUNAN 5.2 PENYUSUNAN MATERI VISUALISASI SPPIP O-7 DISEMINASI TUJUAN   Menyediakan materi visualisasi hasil/ keluaran kegiatan untuk digunakan dalam sosialisasi SPPIP. Desain Komunikasi Visual. Merumuskan poin-poin penting yang akan ditampilkan dalam materi visualisasi meliputi: Latar belakang pelaksanaan kegiatan Kebutuhan penyusunan SPPIP Tujuan dan arah pembangunan permukiman dan infrastruktur Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 91 .2 PENYUSUNAN MATERI VISUALISASI SPPIP Penyusunan hasil/keluaran kegiatan dalam bentuk materi visualisasi yang informatif.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 5. METODE LANGKAH Penyederhanaan materi. dan Menyelenggarakan sosialisasi hasil SPPIP.

poster. banner.Panduan Penyusunan   permukiman perkotaan Rangkuman strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang telah dirumuskan Rangkuman program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang telah dirumuskan Dokumentasi kegiatan dan susunan peta. menarik dan mudah dimengerti Diseminasi hasil SPPIP OUTPUT   DURASI 2 minggu terhitung dari minggu ketiga bulan ketujuh 92● . Menyusun materi visualisasi SPPIP dalam bentuk leaflet. video dokumentasi dan bentuk visualisasi lainnya yang dianggap perlu. dan Menyelenggarakan sosialisasi hasil SPPIP dalam bentuk diseminasi yang diselenggarakan dengan mengikuti ketentuan yang ada (Box 3-13) Materi visualisasi SPPIP yang informatif.

permukiman. permukiman. Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis) Seminar 40 (empat puluh) orang peserta yang mewakili unsur:    Perwakilan masyarakat Legislatif (DPRD kabupaten/kota) Dinas/instansi tingkat kabupaten/kota yang membidangi infrastruktur permukiman.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Box 3-13 Ketentuan Penyelenggaraan Kegiatan Diseminasi TUJUAN Kegiatan untuk mensosialisasikan seluruh hasil kegiatan dan produk SPPIP yang telah disepakati. dan perencanaan Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Tim Teknis Provinsi Akademisi PENYELENGGARA BENTUK PESERTA     WAKTU PELAKSANAAN TEMPAT PELAKSANAAN 1 hari pada bulan ketujuh atau pada akhir kegiatan di kabupaten/kota tempat penyusunan SPPIP Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 93 . kepada dinas/instansi terkait dan stakeholder/pemangku kepentingan daerah lainnya. dan perencanaan Dinas/instansi tingkat provinsi yang membidangi infrastruktur permukiman.

Panduan Penyusunan 94● .

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 4 Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 95 .

lingkup kegiatan dari tiap kegiatan besar dan capaian kegiatan dapat dilihat pada Tabel 4-1. 96 ● . penyepakatan rencana kerja dan metodologi pelaksanaan kegiatan. (3) perumusan rencana aksi program. Keterkaitan Lingkup Kegiatan Dengan Capaian dalam Kegiatan Penyusunan RPKPP LINGKUP KEGIATAN CAPAIAN KEGIATAN  Rencana kerja dan metodologi pelaksanaan kegiatan  Peta dasar  Data dan informasi yang diperlukan  Desain pengumpulan data dan informasi (1) Persiapan  Melakukan persiapan pelaksanaan kegiatan. Secara rinci.1 Tabel 4-1 Bagian Kegiatan Penyusunan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) RUANG LINGKUP PENYUSUNAN RPKPP Lingkup Kegiatan Penyusunan RPKPP Lingkup kegiatan penyusunan RPKPP meliputi 4 (empat) kegiatan. sampai dengan pengumpulan data dan informasi. (2) identifikasi potensi dan permasalahan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan prioritas. penyiapan peta dasar. yaitu: (1) persiapan. dan (4) perumusan rencana penanganan kawasan pembangunan tahap 1.1 4.Panduan Penyusunan 04 4. Persiapan ini juga didukung dengan mengikuti konsolidasi di tingkat provinsi.1. termasuk di dalamnya melakukan koordinasi tim untuk pelaksanaan kegiatan.

dan program daerah dari tiap dokumen program pembangunan daerah kebijakan terkait yang telah tersedia berdasarkan dokumen kebijakan dan dijadikan acuan pelaksanaan terkait yang telah tersedia dan pemerintah daerah serta dokumen dijadikan acuan pelaksanaan SPPIP pembangunan oleh pemerintah daerah serta dokumen SPPIP yang telah dibuat  Melakukan kajian mikro terhadap  Kajian mikro kawasan permukiman kawasan permukiman prioritas prioritas berdasarkan arahan dalam SPPIP  Presentasi audio-visual kawasan permukiman prioritas hasil investigasi di lapangan  Melakukan identifikasi potensi dan  Potensi dan permasalahan permasalahan pembangunan pembangunan permukiman dan permukiman dan infrastruktur infrastruktur permukiman perkotaan permukiman perkotaan pada pada kawasan permukiman prioritas kawasan permukiman prioritas  Pemetaan spasial potensi dan permasalahan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan permukiman prioritas (3) Perumusan Rencana Aksi Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan Pada Kawasan Prioritas  Melakukan identifikasi kebutuhan  Kebutuhan penanganan kawasan penanganan kawasan permukiman permukiman prioritas Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 97 . dan terhadap kebijakan. strategi.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) LINGKUP KEGIATAN CAPAIAN KEGIATAN (2) Identifikasi Potensi dan Permasalahan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan Pada Kawasan Prioritas  Melakukan review dan kajian  Review kebijakan. strategi.

Adapun proses penyusunan ini dilakukan dengan FGD bersama dengan pemangku kepentingan kabupaten/kota dan kawasan. Adapun kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan perencanaan partisipatif yang melibatkan semua pihak terkait 98 ● . Proses penyusunan ini dilakukan dengan Focus Group Discusion (FGD) bersama dengan pemangku kepentingan kabupaten/kota dan kawasan CAPAIAN KEGIATAN  Konsep penanganan kawasan permukiman prioritas untuk pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan  Peta konsep penanganan kawasan permukiman prioritas untuk pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan  Penyelenggaraan FGD bersama dengan pemangku kepentingan kabupaten/kota dan kawasan untuk merumuskan konsep penanganan kawasan permukiman prioritas  Rencana aksi program penanganan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan  Penyelenggaraan FGD bersama dengan pemangku kepentingan kabupaten/kota dan kawasan untuk merumuskan dan menyepakati rencana aksi program penanganan  Melakukan penyusunan rencana aksi program penanganan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan berdasarkan arahan dalam program pembangunan dalam dokumen SPPIP berikut dengan tahapan pelaksanaan penanganannya.Panduan Penyusunan LINGKUP KEGIATAN prioritas  Melakukan penyusunan konsep penanganan kawasan permukiman prioritas untuk pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. (4) Perumusan Rencana Penanganan Kawasan Pembangunan Tahap 1  Merumuskan kriteria dan indikator  Kriteria dan indikator penentuan penentuan kawasan pembangunan kawasan pembangunan tahap 1 tahap 1  Melakukan pemilihan dan  Kawasan pembangunan tahap 1 penetapan kawasan pembangunan tahap 1  Melakukan perumusan konsep  Konsep penanganan kawasan penanganan kawasan pembangunan tahap 1 pembangunan tahap 1 berdasarkan  Diskusi partisipatif dengan pada kebutuhan kawasan yang masyarakat setempat untuk telah disepakati bersama oleh perumusan konsep penanganan pemangku kepentingan kawasan pembangunan tahap 1 kabupaten/kota dan kawasan.

rencana penanganan. Rencana detail desain tersebut juga disajikan dalam bentuk 3 dimensi  Mengikuti kegiatan kolokium yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat melalui Direktorat Pengembangn Permukiman.000 dan menyepakatinya dalam suatu FGD  Melakukan penyusunan Rencana Teknis Rinci (Detailed Engineering Design/DED) untuk pelaksanaan tahun pertama di dalam kawasan pembangunan tahap 1 yang meliputi permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. dan rencana aksi program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan prioritas untuk jangka waktu 5 tahun dan kawasan pembangunan tahap 1 untuk jangka waktu 1 tahun pertama (5) Finalisasi dan Sosialisasi  Menyelenggarakan sosialisasi hasil penyusunan RPKPP melalui diseminasi kepada dinas/instansi terkait dan masyarakat di kawasan prioritas CAPAIAN KEGIATAN  Rencana penanganan kawasan pembangunan tahap 1  Penyelenggaraan FGD bersama dengan pemangku kepentingan kabupaten/kota dan kawasan untuk merumuskan rencana penanganan kawasan pembangunan tahap 1  Rencana Teknis Rinci (Detailed Engineering Design/DED) untuk pelaksanaan tahun pertama di dalam kawasan pembangunan tahap 1  Visualisasi 3D untuk DED kawasan  Masukan untuk penyempurnaan hasil  Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan  Masukan untuk penyempurnaan hasil  Tersosialisasikannya RPKPP Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 99 . Kementerian Pekerjaan Umum untuk memberikan pemaparan dan pembahasan capaian kegiatan penyusunan RPKPP  Menyelenggarakan konsultasi publik untuk menjaring masukan terhadap konsep.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) LINGKUP KEGIATAN  Bersama dengan pemangku kepentingan kabupaten/kota dan kawasan melakukan penyusunan rencana penanganan kawasan pembangunan tahap 1 dengan tingkat kedalaman informasi skala 1:1. Direktorat Jenderal Cipta Karya.

Kawasan permukiman prioritas ini dibagi dalam zona/blok pentahapan penanganan sehingga dapat ditentukan kawasan pembangunan Tahap 1. Sebagai acuan luasan untuk kawasan terpilih adalah hingga 500 Ha atau dapat disesuaikan dengan batas deliniasi kawasan permukiman yang disepakati.30 Ha atau lainnya berdasarkan kesepakatan dengan pihak daerah.Panduan Penyusunan 4. dan memiliki dominasi penanganan melalui bidang permukiman. Dalam penetapannya. memiliki kontribusi dalam stimulasi pembangunan dan pengembangan kota. didasarkan pada beberapa pertimbangan berikut: memiliki urgenitas penanganan. 100 ● . Luasan per kawasan pengembangan tahap 1 antara 20 . Jumlah kawasan yang ditetapkan dan terpilih minimal 1 (satu) kawasan dengan luasan per kawasan sesuai dengan kesepakatan dengan pihak daerah (Pokjanis). Pemahaman terhadap lingkup kawasan permukiman prioritas dan kawasan pembangunan Tahap 1 dalam rangkaian kegiatan ini adalah sebagai berikut:  Kawasan Permukiman Prioritas RPKPP Kawasan permukiman prioritas adalah kawasan permukiman yang disepakati oleh pihak daerah sebagai kawasan yang memiliki nilai strategis dalam konteks pembangunan kota dan merupakan prioritas dalam pembangunan dan pengembangannya. memiliki kontribusi dalam penanganan permasalahan kota.2 Lingkup Wilayah Penyusunan RPKPP RPKPP dilakukan untuk kawasan permukiman prioritas yang terdapat di setiap kawasan perkotaan dalam lingkup kabupaten/kota dan mengacu pada arahan yang terdapat dalam dokumen SPPIP.  Kawasan Pembangunan Tahap 1 Kawasan pembangunan Tahap 1 adalah bagian dari kawasan permukiman prioritas yang disepakati oleh masyarakat di dalam kawasan dan pihak daerah sebagai kawasan yang memiliki nilai strategis dalam konteks pembangunan kawasan dan memiliki prioritas untuk dimulai pembangunannya pada tahun pertama dalam rencana pentahapan pembangunan kawasan.1. memiliki dominasi permasalahan terkait bidang permukiman. sesuai kebijakan pembangunan dan pengembangan kota. Kawasan permukiman prioritas merupakan satu kesatuan fungsional tertentu yang tidak terpisah (memiliki kesamaan permasalahan/ tema penanganan) tanpa merujuk pada batas adminstrasi.

dan ruang terbuka hijau (RTH) Selain fokus pada permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. Permendagri No. 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah jo.3 Kedalaman Substansi RPKPP Kedalaman substansi dari RPKPP sampai dengan rencana aksi program yang dijabarkan ke dalam rencana teknis. Rencana aksi program merupakan penjabaran dari strategi skala kawasan yang dirumuskan pada SPPIP yang disusun untuk jangka waktu 5 tahun dan didetailkan pada program tahunan/1 (satu) tahun.VII Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 59 Tahun 2007 jo.2 dan Tabel 4. Lampiran A. Untuk komponen bidang permukiman pada program tahun pertama di kawasan pengembangan tahap 1 dilakukan penyusunan Rencana Detail Desain/Detailed Engineering Design (DED). serta Rencana Strategi (Renstra) Kementerian/Lembaga lainnya.3. sistem pengelolaan air limbah untuk kawasan permukiman. yang terdiri atas:       sistem penyediaan air minum untuk kawasan permukiman.1. Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 101 . program dan kegiatan yang disusun dapat juga mencakup infrastruktur bidang lainnya yang dibutuhkan di dalam pembangunan kawasan permukiman seperti sarana pemadam kebakaran dan penerangan jalan lingkungan sesuai dengan kebutuhan di masingmasing kabupaten/kota. sistem pengelolaan persampahan untuk kawasan permukiman. sistem drainase permukiman. berikut penyesuaiannya di kota/kabupaten yang bersangkutan yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda) kota/kabupaten. 21 Tahun 2011. 2 Tahun 2010 tentang Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pekerjaan Umum. Permendagri No.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 4. Rumusan program dan kegiatan disusun dengan mengacu pada nomenklatur program di dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) No. dan sistem jaringan jalan lingkungan di dalam kawasan permukiman. RPKPP dapat berupa penataan kawasan ataupun revitalisasi kawasan. Dalam penerapannya. Secara garis besar rencana aksi program dalam RPKPP diilustrasikan ke dalam Tabel 4. Fokus dari obyek yang diatur di dalam RPKPP adalah program dan kegiatan terkait dengan infrastruktur permukiman.

102 ● Panduan Penyusunan Tabel 4-2 Contoh Rencana Aksi Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan Pada Kawasan Prioritas .

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Tabel 4-3 Contoh Rencana Program Penanganan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan Pada Kawasan Pengembangan Tahap 1 Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 103 .

gambar dan peta yang representatif - - PENYAJIAN - 104 ● . (4) Dokumen Profil Kawasan Permukiman Prioritas. dengan rincian muatan tiap dokumen sebagai berikut:  Dokumen Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) MUATAN Profil kawasan permukiman prioritas berdasarkan arahan indikasi dalam SPPIP Kajian mikro kawasan permukiman prioritas berdasarkan arahan dalam SPPIP Potensi dan permasalahan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan permukiman prioritas Konsep dan rencana penanganan pada kawasan permukiman prioritas Rencana aksi program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan prioritas selama 5 tahun Kawasan di dalam kawasan prioritas yang akan dilakukan pembangunannya pada tahap pertama (dilakukan penyusunan rencana penanganan secara lebih rinci dan operasional. dengan tingkat kedalaman skala perencanaan 1:1. rencana penanganan.2 KELUARAN YANG DIHASILKAN Keluaran yang dihasilkan dari kegiatan Penyusunan RPKPP meliputi 5 (lima) dokumen. yaitu: (1) Dokumen Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP). dan (5) Dokumen Konsep Pembangunan Kawasan Prioritas.000 (untuk kawasan pembangunan tahun pertama) Dokumen ini disajikan sebagai Laporan Utama Penulisan dokumen ini dilengkapi dengan tabel. rencana aksi program dalam skala : a) 1:5.Panduan Penyusunan 4. (2) Dokumen Penyelenggaraan Kegiatan (Proceeding Kegiatan).000 (untuk kawasan prioritas) b) 1:1. (3) Dokumen Rencana Detail Desain (DED). Dokumen spasial terkait dengan konsep.000) Rencana Detail Desain (Detailed Engineering Design/DED) infrastruktur permukiman untuk kawasan prioritas yang pembangunannya akan dilaksanakan pada tahun pertama yang disajikan dalam bentuk 3D.

konsultasi publik. Tiap kegiatan yang diselenggarakan dilengkapi dengan dokumentasi foto penyelenggaraan yang disajikan sebagai lampiran dalam dokumen ini. dan peta yang representatif PENYAJIAN  Dokumen Profil Kawasan Permukiman Prioritas MUATAN PENYAJIAN Profil Kawasan Prioritas (aspek fisik dan non-fisik) Hasil kajian potensi dan permasalahan kawasan prioritas Dokumen ini disajikan dalam bentuk audio visual (film dokumenter)  Dokumen Konsep Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas MUATAN PENYAJIAN Rumusan skenario penanganan kawasan Konsep 3 dimensi (3D) pembangunan kawasan permukiman prioritas Dokumentasi ini disajikan dalam bentuk audio visual Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 105 . Laporan Antara.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)  Dokumen Penyelenggaraan (Proceeding) Kegiatan MUATAN PENYAJIAN Notulensi dari tiap penyelenggaraan kegiatan-kegiatan penyepakatan dan sosialisai. kolokium. diskusi partisipatif. Materi yang disampaikan. -  Dokumen Rencana Detail Desain (DED) MUATAN DED untuk komponen infrastruktur permukiman dan sektor terkait lainnya pada kawasan pembangunan tahap pertama Rencana Anggaran Biaya (RAB) Dokumen ini disajikan dalam bentuk laporan tertulis Penulisan dokumen ini dilengkapi dengan tabel. dan diseminasi. dan Laporan Akhir) dan dokumen RPKPP. Bentuk-bentuk kesepakatan yang dihasilkan. Bentuk-bentuk kesepakatan tertuang dalam berita acara kegiatan yang dihasilkan yang ditanda tangani oleh perwakilan pihak yang hadir dan menyetujui. Absensi dan daftar hadir tiap penyelenggaraan kegiatan penyepakatan dan sosialisasi. dan Proses penyelenggaraan partisipatif melalui pendekatan Community based Participatory Approach (CPA) Dokumen ini disajikan sebagai dokumen yang terpisah dengan dokumen proses (Laporan Pendahuluan. gambar. Laporan Akhir Sementara. Kegiatan yang dilaporkan setidaknya adalah kegiatan FGD.

Panduan Penyusunan 106 ● .

2 KAJIAN MIKRO KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS BERDASARKAN ARAHAN SPPIP 2.4 PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 O-6 4.3 O-5 PERUMUSAN KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 O-2 3.1 SOSIALISASI BULAN 2 BULAN 3 BULAN 4 BULAN 5 BULAN 6 BULAN 7 1.4 PERUMUSAN RENCANA AKSI PROGRAM 4.2 PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 4.3 O-1 KEGIATAN PENYUSUNAN IDENTIFIKASI POTENSI & PERMASALAHAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN PADA KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS 3.1 KAJIAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN 2.3 IDENTIFIKASI PROGRAM PENANGANAN BERDASARKAN ARAHAN SPPIP 4.5 PERUMUSAN TAHAPAN PELAKSANAAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-4 4.1 PERUMUSAN KRITERIA & INDIKATOR PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 O-3 3.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) TAHAPAN WAKTU PERSIAPAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS (RPKPP) SOSIALISASI BULAN 1 1.2 PENYUSUNAN KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN 3.1 PENYEMPURNAAN RENCANA AKSI PROGRAM DAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 4 PERUMUSAN RENCANA PENANGANAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 5 FINALISASI DAN SOSIALISASI PRA FGD 1 PRA FGD 2 FGD 2 Perumusan Rencana Aksi Program KEGIATAN DISKUSI Konsolidasi Penyusunan di Tingkat Provinsi O1:  Rencana Kerja  Pendekatan dan Metodologi Pelaksanaan Kegiatan O2:  Arah Kebijakan Pada Kawasan Prioritas  Profil Kawasan dan Infrastruktur Permukiman Kawasan Prioritas  Potensi dan Permasalahan Kawasan Prioritas DISKUSI PARTISIPATIF PRA FGD 2 FGD 3 Penyusunan Rencana Penanganan Kawasan Pengembangan Tahap 1 KOLOKIUM KONSULTASI PUBLIK DISEMINASI FGD 1 Penyusunan Konsep Penanganan Kawasan O3:  Kebutuhan Penanganan Kawasan Prioritas  Konsep Pembangunan Kawasan Prioritas  Berita Acara Kesepakatan tentang Konsep Penanganan Kawasan Permukimn Priorita O4:  Rencana Pembangunan Kawasan Prioritas  Rencana Aksi Program Kawasan Prioritas  Pentahapan Kegiatan Pembangunan Kawasan Prioritas  Berita Acara Kesepakatan tentang Rencana Aksi Program Penanganan Kawasan Permukiman Prioritas O5:  Kriteria dan Indikator Penentuan Sub Kawasan Untuk Pengembangan Tahap 1  Sub Kawasan Dalam Kawasan Prioritas O6:  Konsep Pembangunan Sub Kawasan Untuk Pengembangan Tahap 1  Rencana Pembangunan Sub Kawasan Untuk Pengembangan Tahap 1  Berita Acara Kesepakatan tentang Rencana Penanganan Kawasan Pengembangan Tahap 1 O7:  Masterplan kawasan  Rencana Detail Desain (DED) kawasan OUTPUT Gambar 4-1 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 107 .2 PERSIAPAN DAN PEMANTAPAN RENCANA KERJA 2.1 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENANGANAN KAWASAN 3.5 PENYUSUNAN RENCANA DETAIL DESAIN (DED) KAWASAN O-7 1 PERSIAPAN 2 IDENTIFIKASI POTENSI DAN PERMASALAHAN 3 PERUMUSAN RENCANA AKSI PROGRAM 5.

Panduan Penyusunan 108 ● .

TAHAPAN PERSIAPAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS (RPKPP) 1.1 KAJIAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN 2.3 IDENTIFIKASI POTENSI & PERMASALAHAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN PADA KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS O-2 3. PERSIAPAN Kegiatan persiapan adalah kegiatan untuk menyiapkan pelaksanaan kegiatan baik teknis maupun nonteknis yang akan melandasi rangkaian pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan. Pada tahap ini pula diselenggarakan konsolidasi penyusunan RPKPP di tingkat provinsi.2 PERSIAPAN DAN PEMANTAPAN RENCANA KERJA 2.1 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENANGANAN KAWASAN 3. Secara diagramatis. Lingkup kegiatan persiapan akan diselesaikan pada minggu awal pelaksanaan kegiatan selama 2 (dua) minggu.3 PROSES DAN PROSEDUR PELAKSANAAN KEGIATAN PENYUSUNAN RPKPP Proses dan prosedur penyusunan RPKPP mengacu pada rangkaian kegiatan sebagaimana yang dijelaskan pada lingkup kegiatan (sub bab 4. Rincian proses dan prosedur pelaksanaan kegiatan untuk tiap sub kegiatan selama jangka waktu 7 (tujuh) bulan adalah sebagai berikut: 1. rangkaian kegiatan pada lingkup kegiatan persiapan dapat dilihat pada Gambar 4-2.2) dan pada Gambar 4-1. Dalam lingkup kegiatan persiapan terdapat kegiatan persiapan dan pemantapan rencana kerja serta keikutsertaan dalam sosialisasi penyusunan SPPIP dan RPKPP.2 PENYUSUNAN KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN 1 PERSIAPAN 2 PERMASALAHAN IDENTIFIKASI POTENSI DAN 3 PERUMUSAN RENCANA AKSI PROGRAM PRA FGD 1 KEGIATAN DISKUSI Konsolidasi Penyusunan di Tingkat Provinsi FGD 1 Penyusunan Konsep Penanganan Kawasan Gambar 4-2 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Untuk Lingkup Kegiatan Persiapan Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 109 .2 KAJIAN MIKRO KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS BERDASARKAN ARAHAN SPPIP O-1 KEGIATAN PENYUSUNAN 2.1 SOSIALISASI 1.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 4.

Panduan Penyusunan

1.1 SOSIALISASI

Mengikuti kegiatan sosialisasi pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan secara terpusat oleh Direktorat Pengembangan Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum.

1.1 SOSIALISASI

1.2 PERSIAPAN DAN PEMANTAPAN RENCANA KERJA 2.1 KAJIAN KEBIJAKAN, STRATEGI, DAN PROGRAM PEMBANGUNAN

O-1

TUJUAN

 

Melaksanakan penyebarluasan informasi mengenai RPKPP; dan Mencapai pemahaman yang sama mengenai proses, prosedur, dan produk dari penyusunan RPKPP

METODE LANGKAH

Workshop dan diskusi   Mengikuti sosialisasi pelaksanaan kegiatan; dan Koordinasi dengan Pokjanis untuk merumuskan rencana penyelesaian kegiatan. Kesamaan pemahaman mengenai proses, prosedur, dan produk dari penyusunan RPKPP

OUTPUT

DURASI

Awal bulan pertama, dengan alokasi waktu ditentukan oleh Direktorat Pengembangan Permukiman, DJCK, Kementerian Pekerjaan Umum.

110 ●

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)

1.2 PERSIAPAN DAN PEMANTAPAN RENCANA KERJA

Melakukan persiapan penyusunan RPKPP yang meliputi kegiatan koordinasi tim, penyusunan rencana kerja dan metodologi pelaksanaan kegiatan, penyiapan peta dasar, serta pengumpulan data dan informasi.

1.1 PERSIAPAN DAN PEMANTAPAN RENCANA KERJA 2.1 KAJIAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN

O-1

TUJUAN

   

Terkoordinasinya kegiatan penyusunan RPKPP dari awal hingga akhir; Tersepakatinya rencana kerja dan metodologi penyusunan RPKPP; Tersedianya peta dasar dan rancangan pengumpulan data dan informasi; dan Terinventarisasikannya data dan informasi mengenai kondisi eksisting di kawasan permukiman prioritas berserta kawasan makronya.

METODE Diskusi koordinasi, digitasi peta, observasi lapangan dan wawancara LANGKAH  Melakukan mobilisasi dan koordinasi tim untuk penyamaan pemahaman lingkup tugas tim pelaksana dan Pokjanis dalam kegiatan Penyusunan RPKPP;  Menyusun rencana kerja dan metodologi pelaksanaan kegiatan yang telah disepakati bersama oleh seluruh anggota tim;  Menyiapkan peta dasar dengan skala minimal 1:5.000 yang siap untuk digunakan sebagai dasar untuk survey;  Menyiapkan rancangan pengumpulan data dan informasi berdasarkan kebutuhan yang ada dan rencana kerja yang telah disusun; dan

Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 111

Panduan Penyusunan

 Melakukan pengumpulan dokumen, observasi lapangan, dan wawancara dalam rangka pengumpulan data dan informasi mengenai kondisi eksisting kawasan permukiman prioritas. OUTPUT  Rencana kerja;  Pendekatan dan metodologi pelaksanaan kegiatan;  Peta dasar kawasan permukiman prioritas dan sekitarnya dalam skala 1 : 5.000; dan  Data dan informasi mengenai kondisi eksiting kawasan permukiman prioritas berikut dengan kawasan makronya

DURASI 2 minggu terhitung dari minggu pertama bulan pertama

112 ●

waktu pelaksanaan.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Box 4-1 Penyelenggaraan Konsolidasi Penyusunan di Tingkat Provinsi Pada bulan pertama penyelenggaraan kegiatan. dan tenaga ahli pendamping Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Provinsi Semua perwakilan kota/kabupaten yang melakukan kegiatan penyusunan RPKPP di provinsi yang berangkutan. akan diselenggarakan konsolidasi penyusunan di tingkat provinsi yang wajib diikuti oleh Tenaga Ahli Pendamping dan Pokjanis. kegiatan ini menjadi kegiatan awal antara tim Tenaga Ahli Pendamping dan Pokjanis dengan semua pemangku kepentingan dalam proses penyamaan tujuan dan rencana kerja penyusunan dokumen RPKPP. Dalam rangkaian kegiatan Penyusunan Rencana Pengembangan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP). Perwakilan tersebut meliputi  Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis)  Tim Teknis Provinsi  Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman Provinsi  Satuan Kerja Provinsi di Lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya  Tenaga Ahli Pendamping minimal 1 (satu) hari pada bulan ke-1(satu) setelah SPMK Tim Tenaga Ahli. (setelah dilakukan kegiatan sosialisasi) *) waktu pelaksanaan ditentukan kemudian oleh masingmasing Satker Provinsi Tempat pelaksanaan ditentukan oleh masing-masing Satker Provinsi TUJUAN METODE LANGKAH – LANGKAH : : : OUTPUT : PENYELENGGARA PESERTA : : WAKTU PELAKSANAAN : TEMPAT PELAKSANAAN : Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 113 . Pokjanis. penyelenggara. peserta. dan tempat penyelenggaraan konsolidasi ini secara rinci adalah sebagai berikut: DEFINISI : Kegiatan penyamaan pemahaman dari sisi substansi dan proses penyusunan RPKPP yang dikemas dalam bentuk pelatihan serta dikoordinasikan penyelenggaraannya oleh Satker Provinsi Menyamakan tujuan dan rencana kerja penyusunan RPKPP Pelatihan dan diskusi  menyiapkan rencana kerja penyusunan RPKPP dan rencana penyusun  menyepakati rencana dan jadwal kerja penyusunan RPKPP dengan pemangku kepentingan terkait  Rencana kerja dan jadwal pelaksanaan kegiatan yang telah disetujui oleh Satker. Definisi tujuan. bentuk.

1 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENANGANAN KAWASAN 3.5 PERUMUSAN TAHAPAN PELAKSANAAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN 1 PERSIAPAN 2 PERMASALAHAN IDENTIFIKASI POTENSI DAN 3 PERUMUSAN RENCANA AKSI PROGRAM PRA FGD 1 PRA FGD 2 FGD 2 Perumusan Rencana Aksi Program KEGIATAN DISKUSI Konsolidasi Penyusunan di Tingkat Provinsi FGD 1 Penyusunan Konsep Penanganan Kawasan Gambar 4-3 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Untuk Lingkup Kegiatan Identifikasi Potensi dan Permasalahan 114 ● .3 IDENTIFIKASI PROGRAM PENANGANAN BERDASARKAN ARAHAN SPPIP O-3 3. yaitu:    kajian kebijakan dan strategi pembangunan.Panduan Penyusunan 2. dan program.1 KAJIAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN 2. dan Lingkup kegiatan identifikiasi potensi dan permasalahan ini diselesaikan dalam jangka waktu 2 (dua) minggu terhitung dari kegiatan persiapan selesai dilakukan.2 KAJIAN MIKRO KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS BERDASARKAN ARAHAN SPPIP 2. serta kondisi riil kawasan permukiman prioritas sehingga diperoleh gambaran mengenai potensi dan permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan kawasan permukiman prioritas.4 PERUMUSAN RENCANA AKSI PROGRAM O-2 3.2 PERSIAPAN DAN PEMANTAPAN RENCANA KERJA 2.2 PENYUSUNAN KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN 3. TAHAPAN PERSIAPAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS (RPKPP) 1. kajian mikro kawasan permukiman prioritas berdasarkan arahan SPPIP. IDENTIFIKASI POTENSI DAN PERMASALAHAN Kegiatan identifikasi potensi dan permasalahan adalah kegiatan untuk mengkaji kebijakan. strategi. rangkaian kegiatan pada lingkup kegiatan persiapan dapat dilihat pada Gambar 4-3. Lingkup kegiatan identifikasi potensi dan permasalahan ini meliputi 3 (tiga) kegiatan. dan identifikasi potensi dan permasalahan pembangunan permukiman infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan permukiman prioritas.1 SOSIALISASI 1. Secara diagramatis.3 O-1 KEGIATAN PENYUSUNAN IDENTIFIKASI POTENSI & PERMASALAHAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN PADA KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS 3.

khususnya produk rencana yang telah dimiliki pemerintah kabupaten/kota mulai dari tingkat yang tertinggi yaitu RTRW kabupaten/kota. Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 115 .1 PERSIAPAN DAN PEMANTAPAN RENCANA KERJA 2. content analysis (analisis isi). untuk dioptimalkan dan disinergikan sesuai dengan karakteristik dan kekhasan kabupaten/kota yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu. RDTR kawasan. hingga yang terkait dengan penyusunan RPKPP.1 KAJIAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN 2. Mengidentifikasi sinkronisasi kebijakan dan strategi pembangunan kabupaten/kota dengan penyusunan RPKPP.1 KAJIAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN Melakukan kajian terhadap berbagai produk kebijakan dan strategi pembangunan kabupaten/kota. dan Mengidentifikasi kontribusi dan kedudukan kawasan permukiman prioritas RPKPP yang akan direncanakan dan tingkat pelayanannya dalam lingkup wilayah kabupaten/kota. METODE Desk study (studi literatur).Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 2. 1. diantaranya SPIPP dan RP3KP.2 KAJIAN MIKRO KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS BERDASARKAN ARAHAN SPPIP O-1 TUJUAN    Mengkaji kebijakan dan strategi pembangunan. serta rencana tata ruang wilayah yang telah tersedia maupun yang sedang disusun terkait dengan kawasan permukiman prioritas RPKPP yang akan direncanakan.

dan Melakukan identifikasi terhadap kontribusi dan kedudukan kawasan prioritas yang akan direncanakan dalam skala kabupaten/kota. dan  Arah kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan pada kawasan permukiman prioritas DURASI 2 minggu terhitung dari minggu ketiga bulan pertama 116 ● .  Sinkronisasi antara kebijakan dan strategi pembangunan kabupaten/kota terkait dengan penyusunan RPKPP. yang didalamnya memuat kesimpulan mengenai:  Kebijakan dan strategi pembangunan pada kawasan permukiman prioritas yang direncanakan. Melakukan kajian terhadap keselarasan antar kebijakan dan strategi pembangunan yang terkait pengembangan permukiman yang ada. untuk disinergikan dengan kebutuhan penyusunan RPKPP.  Kontribusi dan kedudukan kawasan permukiman prioritas yang akan direncanakan dan tingkat pelayanannya dalam lingkup wilayah kabupaten/kota. OUTPUT Hasil review dari dokumen dan kebijakan lainnya yang terkait. khususnya yang terkait pengembangan permukiman. Melakukan pemetaan terhadap arahan kebijakan dan strategi pembangunan terkait pengembangan permukiman yang ada di kabupaten/kota.Panduan Penyusunan LANGKAH     Inventarisasi kebijakan dan strategi pembangunan kabupaten/kota.

Karakteristik pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan permukiman prioritas yang didalamnya memuat kesimpulan mengenai kondisi fisik. dan budaya pada kawasan permukiman prioritas. dan ekonomi kawasan yang disajikan dalam peta. ekonomi. OUTPUT  O-2  DURASI 2 minggu kedua terhitung dari minggu ketiga bulan pertama (dilakukan secara pararel dengan pelaksanaan kegiatan Identifikasi Potensi dan Permasalahan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan pada Kawasan Permukiman Prioritas) Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 117 .3 IDENTIFIKASI POTENSI & PERMASALAHAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN PADA KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS TUJUAN  Mengidentifikasi karakteristik pengembangan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan permukiman prioritas RPKPP METODE Desk Study (Studi Literatur) LANGKAH    Inventarisasi karakteristik fisik.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 2.2 KAJIAN MIKRO KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS BERDASARKAN ARAHAN SPPIP Melakukan kajian rinci pada kawasan permukiman prioritas baik yang sifatnya fisik maupun non fisik.1 KAJIAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN 2. Melakukan analisis kondisi dan kebutuhan pembangunan pada kawasan permukiman prioritas. sosial budaya.2 KAJIAN MIKRO KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS BERDASARKAN ARAHAN SPPIP 2. sosial. Kajian mikro ini didasarkan pada hasil observasi dan wawancara yang dilakukan pada kawasan permukiman prioritas. 2. dan Dokumentasi berupa audio-visual/film dokumenter mengenai profil kawasan permukiman prioritas. dan Menyusun dokumentasi berupa audiovisual/film dokumenter mengenai hasil analisis kondisi dan kebutuhan pembangunan kawasan prioritas.

3 IDENTIFIKASI POTENSI DAN PERMASALAHAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN PADA KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS Melakukan identifikasi terhadap potensi. dan Melakukan pemetaan spasial terhadap potensi dan permasalahan pada kawasan 118 ● . hambatan. permasalahan. dan tantangan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan prioritas. hambatan.1 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENANGANAN KAWASAN  O-2   Melakukan kajian dan analisis terhadap hasil pengamatan lapangan (survey data primer) dan memadukannya dengan hasil survey data sekunder untuk mengidentifikasi dan menginventarisasi potensi dan permasalahan pada kawasan prioritas baik secara fisik maupun non fisik. Menyusun matriks potensi dan permasalahanyang telah teridentifikasi dan terinventarisasi. juga peluang di dalam kawasan prioritas RPKPP.Panduan Penyusunan 2. permasalahan.2 KAJIAN MIKRO KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS BERDASARKAN ARAHAN SPPIP 2. disertai dengan hambatan dan tantangan yang akan dihadapi. analisis kawasan. dan tantangan pembangunan permukiman dan infrastruktur bidang cipta karya pada kawasan prioritas dengan menganalisis data dan informasi yang tersedia. METODE Survey. dan Menyusun skala prioritas kawasan berdasarkan kebutuhan penanganan di kawasan permukiman yang akan direncanakan.Hasil dari kegiatan tersebut akan dituangkan secara spasial. 2. diskusi LANGKAH 3.3 IDENTIFIKASI POTENSI & PERMASALAHAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN PADA KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS TUJUAN   Mengidentifikasi potensi.

 DURASI 2 minggu kedua terhitung dari minggu ketiga bulan pertama (dilakukan secara pararel dengan pelaksanaan kegiatan Kajian Mikro Kawasan Permukiman Prioritas Berdasarkan Arahan SPPIP) Tabel 4-4 Contoh Tabel Inventarisasi Potensi. permasalahan. hambatan dan tantangan pada kawasan prioritas (Gambar 4-4 dan Gambar 4-5). dan Peta identifikasi potensi. Permasalahan. Hambatan NO 1 ASPEK Fisik POTENSI Potensi lahan kosong untuk pengembangan RTH yang berfungsi sebagai taman bermain anak dan penempatan MCK PERMASALAHAN Kepadatan bangunan kawasan yang mencapai >70% TANTANGAN HAMBATAN - 2 3 4 Ekonomi Sosial dll Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 119 . Tantangan. hambatan dan tantangan pada kawasan prioritas (Tabel 4-4). OUTPUT  Matriks identifikasi potensi.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) permukiman prioritas RPKPP. permasalahan.

Panduan Penyusunan Gambar 4-4 Contoh Peta Permasalahan Pembangunan Permukiman Gambar 4-5 Contoh Peta Permasalahan Pembangunan Infrastruktur Permukiman Perkotaan 120 ● .

penyusunan konsep pembangunan kawasan.2 PENYUSUNAN KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN 3. Rangkaian kegiatan yang berada dalam lingkup perumusan rencana aksi program ini akan menjadi bahan utama untuk melakukan pendetailan pada sub kawasan yang dipilih untuk pengembangan tahap 1.1 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENANGANAN KAWASAN 3.3 IDENTIFIKASI POTENSI & PERMASALAHAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN PADA KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS 3. TAHAPAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS (RPKPP) 2. Lingkup kegiatan perumusan rencana aksi program ini dilakukan dalam jangka waktu 2 (dua) bulan terhitung sejak kegiatan identifikasi potensi dan permasalahan selesai dilakukan.4 PERUMUSAN RENCANA AKSI PROGRAM 4.2 PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 O-5 O-2 3. PERUMUSAN RENCANA AKSI PROGRAM Kegiatan perumusan rencana aksi program merupakan kegiatan untuk merumuskan konsep dan rencana besar penanganan kawasan permukiman prioritas berdasarkan pada hasil identifikasi kebutuhan penanganan kawasan.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 3. Rangkaian kegiatan yang berada dalam lingkup perumusan rencana aksi program ini akan menjadi bahan utama untuk melakukan pendetailan pada sub kawasan yang dipilih untuk pengembangan tahap 1.1 KAJIAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN 2.1 PERUMUSAN KRITERIA & INDIKATOR PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 O-3 3.5 PERUMUSAN TAHAPAN PELAKSANAAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-4 2 PERMASALAHAN IDENTIFIKASI POTENSI DAN 3 PERUMUSAN RENCANA AKSI PROGRAM 4 PERUMUSAN RENCANA PENANGANAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 PRA FGD 1 PRA FGD 2 FGD 2 Perumusan Rencana Aksi Program KEGIATAN DISKUSI FGD 1 Penyusunan Konsep Penanganan Kawasan DISKUSI PARTISIPATIF Gambar 4-6 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Untuk Lingkup Kegiatan Perumusan Rencana Aksi Program Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 121 . Lingkup kegiatan perumusan rencana aksi program ini meliputi 5 (lima) sub kegiatan. yaitu:      identifikasi kebutuhan penanganan kawasan.2 KAJIAN MIKRO KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS BERDASARKAN ARAHAN SPPIP 2. dan perumusan tahapan pelaksanaan pembangunan permukiman. Secara diagramatis rangkaian kegiatan pada lingkup perumusan rencana aksi program dapat dilihat pada Gambar 4-6 berikut.3 IDENTIFIKASI PROGRAM PENANGANAN BERDASARKAN ARAHAN SPPIP KEGIATAN PENYUSUNAN 4. perumusan rencana aksi program. identifikasi program penanganan berdasarkan arahan SPPIP.

Panduan Penyusunan 3. diskusi LANGKAH  Merumuskan kebutuhan penanganan di kawasan permukiman prioritas berdasarkan hasil kajian terhadap potensi.2 PENYUSUNAN KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN TUJUAN  Mengidentifikasi kebutuhan penanganan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan kawasan prioritas METODE Analisis kebutuhan.1 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENANGANAN KAWASAN 3. Menyusun daftar kebutuhan penanganan yang rinci per komponen infrastruktur permukiman perkotaan dan lokasinya. hambatan dan tantangan.1 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENANGANAN KAWASAN PRIORITAS RPKPP Kebutuhan penanganan kawasan prioritas merupakan penilaian terhadap jenis. 2. permasalahan.3 IDENTIFIKASI POTENSI & PERMASALAHAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN PADA KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS O-2 3. proyeksi dan rencana pengembangan kawasan di masa mendatang. analisis kawasan. besaran dan lokasi infrastruktur yang dibutuhkan berdasarkan potensi permasalahan eksisting. Hasil dari analisis kebutuhan ini disusun menjadi daftar kebutuhan penanganan kawasan yang berisikan rincian komponen dan volume pada setiap infrastruktur permukiman yang dibutuhkan pada penanganan kawasan. dan Melakukan pemetaan kebutuhan penanganan secara spasial untuk menentukan lokasi-lokasi pada   122 ● .

.. . SOSIAL EKONOMI TATA RUANG dst.. 5.. Normalisasi... . Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 123 .. . .Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) kawasan permukiman yang membutuhkan penanganan..... .. . dan Peta kebutuhan penanganan pada kawasan permukiman prioritas (Gambar 4-7). .. ..... 3. OUTPUT   Daftar kebutuhan penanganan pada kawasan permukiman prioritas (Tabel 4.... penurapan IPAL KEBUTUHAN PENANGANAN Banjir pasang Air boezem tidak dapat digunakan Banjir Perbaikan saluran drainase Penambahan SR Pengolahan sampah Perbaikan rumah Terbatasnya pasokan air Menumpuknya sampah Rumah tidak sehat dan layak ... DURASI 2 minggu terhitung dari awal bulan kedua Tabel 4-5 Contoh Tabel Kebutuhan Penanganan Kawasan NO 1. ASPEK FISIK MASALAH Status lahan (surat hijau. lahan Negara) Aliran sungai yang terhambat Pencemaran boezem oleh limbah cair domestik Drainase tersumbat Minimnya sambungan rumah PDAM Penanganan sampah yang tidak tuntas Kualitas bangunan yang buruk 2. 4. . DAMPAK YANG TERJADI Konflik tanah LOKASI Seluruh kawasan Sepanjang sungai Permukiman sekitan boezem Hampir seluruh kawasan Hampir seluruh kawasan Sebagian kawasan Sebagian kawasan ..5). sewa.... .

124 ● Panduan Penyusunan Gambar 4-7 Contoh Peta Penanganan Kawasan Permukiman Prioritas .

aspek sosial kelembagaan. Konsepsi tersebut berdasarkan arahan dalam programprogram yang disusun dalam kegiatan SPPIP 3. yang meliputi : .4 PERUMUSAN RENCANA AKSI PROGRAM PRA FGD 1 FGD 1 Penyusunan Konsep Penanganan Kawasan TUJUAN  Merumuskan konsep dan indikasi rencana penanganan kawasan prioritas RPKPP METODE Analisis SWOT.2 PENYUSUNAN KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN 3.2 PENYUSUNAN KONSEP PENANGANAN KAWASAN Konsepsi penanganan kawasan permukiman prioritas RPKPP merupakan rencana konseptual penataan kawasan yang memuat tujuan pengembangan kawasan. tahapan penanganan kawasan secara spasial. potensi dan permasalahan pengembangan kawasan prioritas . antara lain : aspek fisik. aspek lingkungan. langkah-langkah strategis yang dilakukan beserta bentuk program-program penataan kawasan yang akan dilakukan.perumusan strategi penanganan kawasan beserta bentuk-bentuk program penanganan yang mencakup beberapa aspek.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 3.perumusan tujuan dan sasaran pengembangan kawasan yang sinergis dengan SPPIP serta berlandaskan pada kondisi. FGD LANGKAH  Melakukan kajian terhadap kebutuhan dan skala prioritas penanganan dan pembangunan kawasan permukiman prioritas.  Merumuskan konseps penanganan kawasan.1 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENANGANAN KAWASAN O-3 3. aspek ekonomi dan aspek pendanaan yang kesemuanya Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 125 .

Panduan Penyusunan   diturunkan dari tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan Melakukan Pra-FGD 1 untuk merumuskan konsep penanganan dan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan prioritas sebelum dilakukan FGD 1 untuk mendapatkan masukan dan kesepakatan atas konsep tersebut (Box 4-2) Melakukan FGD 1 dengan pemangku kepentingan terkait lainnya mendapatkan kesepakatan mengenai konsep penanganan dan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan prioritas terpilih (Box 4-3) Peta konsep pembangunan kawasan prioritas. dan Berita acara kesepakatan tentang konsep penanganan kawasan permukiman prioritas OUTPUT   DURASI 4 minggu terhitung dari awal bulan kedua (pada tiga minggu pertama dilakukan secara pararel dengan kegiatan Identifikasi Kebutuhan Penanganan Kawasan) Box 4-2 Ketentuan Penyelenggaraan Pra-FGD 1 TUJUAN Untuk merumuskan konsep penanganan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman pada kawasan prioritas PENYELENGGARA Pokjanis PESERTA DAN PENDUKUNG WAKTU BENTUK TEMPAT PELAKSANAAN Kegiatan Pra-FGD melibatkan keseluruhan anggota Pokjanis dan tenaga ahli pendukung Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun Diskusi di kabupaten/kota tempat penyusunan RPKPP 126 ● .

maka dapat diselenggarakan Paska-FGD 1 dengan ketentuan yang sama dengan PraFGD 1. permukiman. dan perencanaan Akademisi Tokoh Masyarakat Dinas/instansi tingkat provinsi yang membidangi infrastruktur permukiman. dan perencanaan Tim Teknis Provinsi Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Tenaga Ahli Pendamping Pendukung meliputi: WAKTU Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun BENTUK FGD TEMPAT di kabupaten/kota tempat penyusunan RPKPP PELAKSANAAN *) apabila dari hasil FGD 1 belum berhasil mendapatkan kesepakatan dan/atau masih diperlukan diskusi lebih lanjut.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Box 4-3 Ketentuan Penyelenggaraan FGD 1*) TUJUAN Untuk mendapatkan kesepakatan dari semua stakeholder mengenai konsep pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan prioritas RPKPP PENYELENGGARA Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis) PESERTA DAN Setiap kegiatan FGD melibatkan 15 (lima belas) orang peserta dan PENDUKUNG pendukung. Peserta kegiatan FGD antara lain mewakili unsur:        Dinas/instansi tingkat kabupaten/kota yang membidangi infrastruktur permukiman. permukiman. Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 127 .

128 ● Panduan Penyusunan Gambar 4-8 Contoh Peta Konsep Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas .

strategi.3 IDENTIFIKASI PROGRAM PENANGANAN BERDASARKAN ARAHAN SPPIP Menyusun program berdasarkan pada konsep pembangunan yang telah disusun. Melakukan review terhadap program dan kegiatan yang ada dalam berbagai dokumen kebijakan terkait permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan terutama dokumen RPIJM.4 PERUMUSAN RENCANA AKSI PROGRAM TUJUAN  Mengidentifikasi program-program pembangunan yang diarahkan oleh SPPIP untuk kawasan permukiman prioritas METODE Analisis isi LANGKAH  Melakukan review kebijakan.2 PENYUSUNAN KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN O-3 3.3 IDENTIFIKASI PROGRAM PENANGANAN BERDASARKAN ARAHAN SPPIP 3. dan Melakukan pemetaan program pembangunan pada kawasan permukiman prioritas RPKPP. dan program pembangunan yang terdapat dalam dokumen SPPIP pada kawasan permukiman prioritas RPKPP.   OUTPUT Matriks program-program pembangunan yang diarahkan oleh SPPIP untuk kawasan permukiman prioritas RPKPP DURASI 3 minggu terhitung dari minggu kedua bulan kedua sampai dengan awal minggu Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 129 . Program penanganan dalam RPKPP disusun dengan mengacu dan mempertimbangkan program pembangunan yang dikeluarkan dalam dokumen SPPIP.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 3. 3.

Panduan Penyusunan (pada tiga minggu pertama dilakukan secara pararel dengan kegiatan Identifikasi Kebutuhan Penanganan Kawasan dan kegiatan Penyusunan Konsep Pembangunan Kawasan) pertama bulan ketiga 130 ● .

dan pelaku METODE Analisis dan pemetaan stakeholder. dan FGD LANGKAH  Mengidentifikasi dan memetakan pemangku kepentingan masyarakat untuk turut terlibat dalam proses perencanaan. lokasi. Rencana aksi program yang dihasilkan meliputi permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan maupun komponen sektor terkait lainnya.4 PERUMUSAN RENCANA AKSI PROGRAM PRA FGD 2 3.5 PERUMUSAN TAHAPAN PELAKSANAAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERMUKIMAN TUJUAN  Menyusun rencana aksi penanganan permasalahan pembangunan pada kawasan permukiman prioritas RPKPP meliputi jenis/komponen.4 PERUMUSAN RENCANA AKSI PROGRAM Penyusunan rencana aksi program penanganan dan pembangunan permukiman ini dilakukan dengan model pembangunan berbasis kawasan dan pendekatan perencanaan partisipatif (CPA) pada kawasan prioritas. pendekatan partisipatif (CPA).Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 3.3 IDENTIFIKASI PROGRAM PENANGANAN BERDASARKAN ARAHAN SPPIP 3. dan disusun sampai dengan tingkat kedalaman yang bersifat operasional (jenis/komponen.2 PENYUSUNAN KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN O-3 3. dan pelaku) 3. lokasi. analisis pembiayaan. Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 131 . volume. kegiatan. volume.

yaitu : .Komponen yang akan dibangun terlihat jelas secara visual untuk memberikan dorongan moril bagi masyarakat maupun pemerintah bahwa penataan lingkungan akan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan manusianya.  Menyusun dan memilih komponen yang akan dibangun.  Melakukan Pra-FGD 2 dengan pemangku kepentingan terkait untuk membahas hasil-hasil identifikasi kebutuhan pada kawasan permukiman prioritas yang kemudian disusun dalam rencana aksi program (Box 4-4) OUTPUT  Matriks rencana aksi program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan permukiman prioritas RPKPP (Tabel 4-2) DURASI 3 minggu terhitung dari minggu kedua bulan ketiga 132 ● .Panduan Penyusunan  Mengidentifikasi kebutuhan penanganan di lokasi perencanaan tahap pertama dengan melakukan diskusi partisipatif dengan pemangku kepentingan dan masyarakat setempat. melalui beberapa kriteria. . .Komponen yang akan dibangun mudah dilaksanakan pembangunannya dan tidak berada dalam tanah/lahan yang disengketakan.Komponen yang akan dibangun dapat tercukupi oleh pembiayaan yang telah disediakan.Komponen yang akan dibangun harus memberikan dampak nyata terhadap perbaikan lingkungan.Komponen yang akan dibangun harus benar-benar menjadi prioritas utama bagi penataan kawasan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat. . .

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Box 4-4 Ketentuan Penyelenggaraan Pra-GD 2 TUJUAN Untuk membahas hasil-hasil identifikasi kebutuhan pada kawasan permukiman prioritas yang kemudian disusun dalam rencana aksi program pada kawasan prioritas RPKPP PENYELENGGARA PESERTA DAN PENDUKUNG Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis) Kegiatan Pra-FGD melibatkan keseluruhan anggota Pokjanis dan tenaga ahli pendukung WAKTU Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun BENTUK Diskusi TEMPAT di kabupaten/kota tempat penyusunan RPKPP PELAKSANAAN Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 133 .

5 PERUMUSAN TAHAPAN PELAKSANAAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERMUKIMAN O-4 4.4 PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 FGD 2 Perumusan Rencana Aksi Program TUJUAN   Mengidentifikasi prioritas program pembangunan kawasan permukiman prioritas RPKPP Menyusun tahapan pelaksanaan pembangunan berdasarkan pada prioritas program pembangunan yang disusun METODE Analisis dan pemetaan stakeholder. analisis skoring LANGKAH    Mengidentifikasi prioritas penanganan berdasarkan pada kesepakatan pemangku kepentingan kabupaten/kota Menyusun tahapan penanganan berdasarkan sumber daya pembiayaan dan kemungkinan penerapannya Melakukan FGD 2 dengan pemangku kepentingan terkait untuk kesepakatan rencana aksi program berikut dengan tahapan pelaksanaannya Matriks tahapan pelaksanaan pembangunan permukiman dan infrastruktur OUTPUT  134 ● . FGD.5 PENYUSUNAN TAHAPAN PELAKSANAAN PENANGANAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN Rencana aksi program yang telah disusun perlu diidentifikasi prioritas dan tahapan penanganannya sesuai dengan kondisi yang ada. sehingga dapat operasional pada saat penerapannya. Hasil dari pentahapan ini akan menjadi input bagi peyusunan rencana penanganan kawasan pengembangan tahap 1.Panduan Penyusunan 3. PRA FGD 2 3.4 PERUMUSAN RENCANA AKSI PROGRAM 3. analisis pembiayaan.

dan perencanaan  Akademisi  Tokoh Masyarakat Pendukung meliputi:  Dinas/instansi tingkat provinsi yang membidangi infrastruktur permukiman. Peserta kegiatan FGD antara lain mewakili unsur:  Dinas/instansi tingkat kabupaten/kota yang membidangi infrastruktur permukiman. Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 135 . maka dapat diselenggarakan Paska-FGD 2 dengan ketentuan yang sama dengan Pra-FGD 2. dan perencanaan  Tim Teknis Provinsi  Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman  Tenaga Ahli Pendamping WAKTU Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun BENTUK FGD TEMPAT di kabupaten/kota tempat penyusunan RPKPP PELAKSANAAN *) apabila dari hasil FGD 2 belum berhasil mendapatkan kesepakatan dan/atau masih diperlukan diskusi lebih lanjut. dan Berita acara kesepakatan tentang rencana aksi program penanaganan kawasan permukiman prioritas DURASI 3 minggu Box 4-5 Ketentuan Penyelenggaraan FGD 2 *) TUJUAN Untuk mendapatkan kesepakatan dari semua stakeholder mengenai rencana aksi program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan prioritas RPKPP berikut dengan tahapan pelaksanaannya PENYELENGGARA PESERTA DAN PENDUKUNG Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis) Setiap kegiatan FGD melibatkan 15 (lima belas) orang peserta dan pendukung.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)  bidang cipta karya. permukiman. permukiman.

dan  penyusunan rencana detail desain (DED) kawasan.  perumusan konsep pembangunan kawasan pembangunan kawasan pengembangan tahap 1.Panduan Penyusunan 4 PERUMUSAN RENCANA PENANGANAN KAWASAN PENGEMBANGAN TAHAP 1 Kegiatan perumusan rencana penanganan kawasan pengembangan tahap 1 merupakan kegiatan untuk mendetailkan rencana aksi program ke dalam rencana penanganan untuk sub kawasan yang dipilih untuk pengembangan tahap pertama. rangkaian kegiatan perumusan rencana aksi program dan perumusan rencana penanganan kawasan pembangunan tahap 1 akan diselenggarakan selama jangka waktu 3. Akumulasi dari output rangkaian rangkaian kegiatan perumusan rencana aksi program dan perumusan rencana penanganan kawasan pengembangan tahap 1 ini nantinya akan menjadi output akhir dari kegiatan. rangkaian kegiatan dalam lingkup perumusan rencana penanganan kawasan pengembangan tahap 1 dapat dilihat pada Gambar 4-9. Dari sisi waktu.  penentuan kawasan pengembangan tahap 1. 136 ● . yaitu:  perumusan kriteria dan indikator penentuan kawasan pengembangan tahap 1.5 (tiga setengah) bulan terhitung dari kegiatan perumusan rencana aksi program selesai dilakukan.  penyusunan rencana pembangunan kawasan pengembangan tahap 1. Lingkup kegiatan perumusan rencana penanganan kawasan pengembangan tahap 1 meliputi 5 (lima) sub kegiatan. Secara diagramatis.

3 O-5 PERUMUSAN KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 KEGIATAN O-3 PENYUSUNAN 3.TAHAPAN SOSIALISASI PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS (RPKPP) 3.4 PERUMUSAN RENCANA AKSI PROGRAM 4.4 PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 4.5 PERUMUSAN TAHAPAN PELAKSANAAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-4 4.1 PENYEMPURNAAN RENCANA AKSI PROGRAM DAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 4 PERUMUSAN RENCANA PENANGANAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 5 FINALISASI DAN SOSIALISASI PRA FGD 2 KEGIATAN DISKUSI PARTISIPATIF PRA FGD 2 FGD 3 Penyusunan Rencana Penanganan Kawasan Pengembangan Tahap 1 KOLOKIUM KONSULTASI PUBLIK DISEMINASI DISKUSI FGD 2 Perumusan Rencana Aksi Program Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 137 Gambar 4-9 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Untuk Lingkup Kegiatan Perumusan Rencana Penanganan Kawasan Pembangunan Tahap 1 .1 PERUMUSAN KRITERIA & INDIKATOR PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 4.3 IDENTIFIKASI PROGRAM PENANGANAN BERDASARKAN ARAHAN SPPIP 4.5 PENYUSUNAN RENCANA DETAIL DESAIN (DED) KAWASAN O-7 5.2 PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 O-6 3.

diskusi LANGKAH  Melakukan kajian terhadap lokasi kawasan permukiman prioritas yang telah ditetapkan .  Melakukan kajian terhadap kebijakan dan strategi penanganan kawasan prioritas.2 PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 O-5 TUJUAN  Merumuskan kriteria dan indikator penentuan kawasan pembangunan tahap 1 METODE Analisis kawasan. Kriteria dan indikator yang dirumuskan ini nantinya menjadi dasar dalam proses penentuan kawasan pembangunan tahap 1.Panduan Penyusunan 4.1 PERUMUSAN KRITERIA & INDIKATOR PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 4.1 PERUMUSAN KRITERIA DAN INDIKATOR PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 Penentuan kawasan pembangunan tahap 1 didasarkan pada penilaian terhadap kriteria dan indikator yang dirumuskan dengan mempertimbangkan kebijakan dan strategi yang terkait serta kesepakatan pemangku kepentingan.6) 2 minggu terhitung dari minggu pertama bulan keempat OUTPUT DURASI 138 ● . dan  Merumuskan kriteria dan indikator penentuan kawasan pembangunan tahap 1  Tabel kriteria dan indikator penentuan kawasan pembangunan tahap 1 (Lihat Tabel 4. 4.

dsb) Dukungan kelembagaan masyarakat Historical kawasan Keluwesan dalam penyusunan rencana aksi Keragaman penanganan infrastruktur permukiman perkotaan Aspek yang ditangani secara menyeluruh (fisik sosial. ekonomi) Model penanganan dapat direplikasikan pada lokasi lain (best practice) …    Jaminan keberlanjutan program dan penuntasan masalah     Berpotensi untuk menjadi pilot project dalam skala kawasan dan kota    …  Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 139 .Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Tabel 4-6 Contoh Kriteria dan Indikator Penentuan Kawasan Pembangunan Tahap 1 KRITERIA Urgenitas terhadap penanganan akar permasalahan kawasan INDIKATOR Mempunyai korelasi positif terhadap penanganan akar permasalahan Sesuai dengan tahapan penanganan akar permasalahan kawasan Mempunyai implikasi positif terhadap lokasi lainnya Potensi konflik rendah (konflik lahan. konflik sosial.

untuk pentahapan pembangunan. dengan tingkat kedalaman skala perencanaan 1 : 1.000. penetapan kebutuhan dan penetapan skala prioritas penanganan dan pembangunan pada kawasan prioritas RPKPP.3 O-5 PERUMUSAN KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 TUJUAN  Menentukan kawasan pembangunan tahap pertama yang akan direncanakan secara lebih rinci dan operasional METODE Analisis kawasan.2 PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 4. penentuan tahapan pembangunan per zona ini dapat didasarkan pada : Skala prioritas kebutuhan penanganan berdasarkan kriteria dan indikator yang ditetapkan sebelumnya Aspek fisik terkait dengan teknis  140 ● . dan pendekatan partisipatif (CPA) LANGKAH   Melakukan kajian terhadap lokasi kawasan permukiman prioritas RPKPP yang telah ditetapkan.Panduan Penyusunan 4. Pada kawasan pengembangan tahap pertama ini dilakukan penyusunan rencana penanganan secara lebih rinci dan operasional. diskusi.1 PERUMUSAN KRITERIA & INDIKATOR PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 4. 4.2 PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 Pemilihan kawasan pembangunan tahap 1 di dalam kawasan permukiman prioritas RPKPP didasarkan pada proses identifikasi. Menentukan zona-zona perencanaan dalam kawasan permukiman prioritas RPKPP. Menentukan tahapan pembangunan per zona.

OUTPUT  2 kawasan di dalam kawasan permukiman prioritas RPKPP yang akan dilakukan penanganan dan pembangunannya pada tahap pertama DURASI 2 minggu terhitung dari minggu kedua bulan keempat Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 141 .  Menyelenggarakan diskusi partisipatif dengan pemangku kepentingan kawasan dalam penentuan kawasan pengembangan tahap 1.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) pembangunan Aspek pembiayaan Aspek sosial yaitu kesiapan masyarakat pada kawasan yang akan direncanakan  Menentukan 2 lokasi kawasan pengembangan tahap pertama untuk direncanakan secara lebih rinci dan operasional.

4.3 O-5 PERUMUSAN KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 4.  Konsep penanganan kawasan pembangunan tahap 1 berdasarkan pada kebutuhan yang telah dirumuskan (Gambar 4-10) OUTPUT DURASI 2 minggu terhitung dari awal bulan kelima 142 ● .Panduan Penyusunan 4.2 PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 4.3 PENYUSUNAN KONSEP PENANGANAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 Konsep penanganan kawasan pembangunan tahap 1 ini dilakukan untuk memberikan gambaran imajiner untuk penanganan kawasan pembangunan tahap 1. Konsep penanganan kawasan pembangunan tahap 1 ini akan menjadi dasar bagi penyusunan rencana penanganannya dan DED Kawasan. diskusi. dan  Merumuskan konsep penanganan kawasan pembangunan tahap 1.4 PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 TUJUAN  Merumuskan konsep penanganan kawasan pembangunan tahap 1 METODE Desk Study. analisis pentahapan program (staging analisys) LANGKAH  Merumuskan kebutuhan penanganan kawasan pembangunan tahap 1.

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 143 Gambar 4-10 Contoh Konsep Penanganan Tahap 1 .

analisis pentahapan program (staging analisys) LANGKAH  Menerjemahkan konsep penanganan ke dalam rencana penanganan. Rencana penanganan kawasan pembangunan tahap 1 ini akan menjadi dasar dalam penyusunan DED kawasan.1 PENYEMPURNAAN RENCANA AKSI PROGRAM DAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 PRA FGD 3 FGD 3 Penyusunan Rencana Penanganan Kawasan Pengembangan Tahap 1 TUJUAN  Merumuskan rencana penanganan kawasan pembangunan tahap 1 yang operasional METODE Desk study. dan  Menyelenggarakan FGD 3 untuk pembahasan dan penyepakatan rencana penanganan kawasan pengembangan tahap 1 (Box 4-7).  Melakukan pengecekan lapangan terkait dengan rencana penanganan.4 PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 O-6 4. 4.  Menyelenggarakan Pra-FGD 3 untuk menyusun rencana penanganan pembangunan kawasan pembangunan tahap 1 (Box 4-6).3 PERUMUSAN KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 3.4 PENYUSUNAN RENCANA PENANGANAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 Penerjemahan konsep penanganan kawasan ke dalam rencana penanganan yang lebih terukur baik lokasi.5 PENYUSUNAN RENCANA DETAIL DESAIN (DED) KAWASAN 5.Panduan Penyusunan 4.5 PERUMUSAN TAHAPAN PELAKSANAAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERMUKIMAN O-4 4. diskusi.  Rencana penanganan kawasan pembangunan tahap 1 yang diterjemahkan dalam Tabel 4. maupun pembiayaannya sehingga dapat operasional pada saat penerapannya.3. dan  Berita acara kesepakatan tentang OUTPUT 144 ● . besaran/volume.

dan perencanaan Akademisi Tokoh Masyarakat Dinas/instansi tingkat provinsi yang membidangi Pendukung kegiatan FGD ini antara lain mewakili unsur: Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 145 . permukiman. Peserta kegiatan FGD antara lain mewakili unsur:     Dinas/instansi tingkat kabupaten/kota yang membidangi infrastruktur permukiman.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) rencana penanganan kawasan pengembangan tahap 1 DURASI 2 minggu Box 4-6 Ketentuan Penyelenggaraan Pra-FGD 3 TUJUAN Untuk untuk menyusun rencana penanganan pembangunan kawasan pembangunan tahap 1 PENYELENGGARA PESERTA DAN PENDUKUNG Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis) Kegiatan Pra-FGD melibatkan keseluruhan anggota Pokjanis dan tenaga ahli pendukung WAKTU Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun BENTUK Diskusi TEMPAT di kabupaten/kota tempat penyusunan RPKPP PELAKSANAAN Box 4-7 Ketentuan Penyelenggaraan FGD 3 *) TUJUAN Untuk mendapatkan kesepakatan dari semua stakeholder mengenai rencana penanganan pada kawasan pembangunan tahap 1 PENYELENGGARA Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis) PESERTA DAN Setiap kegiatan FGD melibatkan 15 (lima belas) orang PENDUKUNG peserta dan pendukung.

Panduan Penyusunan    infrastruktur permukiman. dan perencanaan Tim Teknis Provinsi Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Tenaga ahli pendamping WAKTU Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun BENTUK FGD TEMPAT di kabupaten/kota tempat penyusunan RPKPP PELAKSANAAN *) apabila dari hasil FGD 3 belum berhasil mendapatkan kesepakatan dan/atau masih diperlukan diskusi lebih lanjut. maka dapat diselenggarakan Paska-FGD 3 dengan ketentuan yang sama dengan Pra-FGD 3. permukiman. 146 ● .

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 4. Melakukan ground check dan pengukuran yang mulai di sesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan. desk study. Pemilihan komponen yang  Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 147 . studio. Gambar ini hanya memuat bentuk dan komponenkomponen fisik apa saja yang diperlukan dalam pembangunan kawasan. namun jumlah dan besarannya belum terinci. dan Menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan daftar kuantitas harga. METODE Survey lapangan (ground survey). Komponen rencana disusun ulang dan dilihat sejauh mana kemungkinan dapat dilaksanakan pembangunannya di lapangan.1 PENYEMPURNAAN RENCANA AKSI PROGRAM DAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 KONSULTASI PUBLIK TUJUAN   Menyusun Rencana Teknis Rinci (DED) infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan pembangunan tahap pertama. LANGKAH  Menyiapkan gambar pra rencana berdasarkan rumusan program kegiatan untuk pembangunan kawasan secara keseluruhan.5 PENYUSUNAN RENCANA TEKNIS RINCI Penyusunan Rencana Teknis Rinci (Detailed Engineering Design/DED) untuk komponen program pembangunan prioritas di dalam kawasan pembangunan tahap 1 yang meliputi infrastruktur permukiman perkotaan 4.4 PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 O-6 4.5 PENYUSUNAN RENCANA DETAIL DESAIN (DED) KAWASAN 5.

Panduan Penyusunan     akan dibangun harus melalui beberapa kriteria. Penghitungan volume pekerjaan dan RAB. Mengikuti kegiatan kolokium yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengembangan Permukiman dengan memperhatikan ketentuan yang ada (Box 4-9 ). Gambar kerja/detail design yang implementatif (Gambar 4-11). Komponen yang akan dibangun harus memberikan dampak nyata/manfaat terhadap perbaikan lingkungan yang ditata. Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dari paket-paket pekerjaan tersebut diatas OUTPUT    148 ● . Komponen yang akan dibangun mudah dilaksanakan pembangunannya dan tidak berada dalam tanah/lahan yang disengketakan Pembuatan site plan dan gambar kerja sebagai pendetailan komponen prioritas yang ditentukan. Gambar ini dibuat rinci sebagai acuan untuk pelaksanaan di lapangan. dan Menyelenggarakan konsultasi kepada calon penerima manfaat penyusunan RPKPP untuk penjaringan masukan terhadap muatan RPKPP (Box 4-10) Site Plan kawasan pembangunan tahap pertama yang disusun dengan memperhatikan berbagai acuan yang ada (Box 4-8). Komponen yang akan dibangun terlihat jelas secara visual untuk memberikan dorongan moril bagi masyarakat maupun pemerintah bahwa penataan lingkungan member dampak positif bagi lingkungan dan manusianya. yaitu : Komponen yang akan dibangun harus benar-benar menjadi prioritas utama bagi pengembangan kawasan.

6967-2003  Standar teknis penyediaan prasarana drainase. Standar teknis bidang ini antara lain: sesuai AB-K/RE-SK/TC/001/98  Standar teknis penanganan jalan kawasan. SNI 03-2853-1995. standar teknis bidang ini antara lain: SNI 022406-1991 dan Pt T-15-2002-C untuk kawasan yang pertumbuhannya normal dan satuan luas daerah tidak terlampau luas (<200 ha). 009/T/BT/1995  Standar Teknis Penyusunan Analisa Biaya Komponen DED Standar teknis bidang antara lain: SNI Tahun 2007 tentang Analisa Harga Satuan Pekerjaan.  Standar teknis bidang pengelolaan Air Limbah.SNI 04-0225-2000  Standar teknis bidang RTH. yang antara lain meliputi :  Rencana Induk Kawasan. SNI 19-3964-1994 dan SNI 03-3242-1994 dan SNI 19-3983-1995 sesuai PTS 06-2000-C dan PTS 07-2000-C  Standar teknis bidang kelistrikan.  Standar teknis bidang sarana air minum: AB-K/RE-RT/TC/026/98 dan ABK/OP/ST/004/98. SNI 032446-1991.  Studi Kelayakan Kawasan. Analisa BOW. Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 149 . DURASI 8 minggu / 2 bulan terhitung dari awal bulan keenam sampai dengan bulan ketujuh Box 4-8 Acuan Yang Dapat Digunakan Dalam Penyusunan Rencana Teknis Kawasan Penyusunan rencana teknis rinci dapat mengacu kepada standar teknis yang digunakan yaitu Standar Nasional Indonesia (SNI) dan pedoman teknis lainnya. SNI 03-2398-2002. SNI 06-2409-2002 dan SNI 03-2453-2002. SNI 03. PTT19-2000-C dan PTS -09-2000-C  Standar teknis bidang Pengelolaan sampah kawasan.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)  (OE). dan Visualisasi 3 dimensi (3D) dari rencana yang disusun (Gambar 4-14).

150 ● Panduan Penyusunan Gambar 4-11 Contoh Rencana Detail Desain .

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Gambar 4-12 Contoh Ilustrasi 3D Rencana Penanganan Kawasan Pembangunan Tahap 1 Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 151 .

152 ● . waktu pelaksanaan. bentuk. rencana. peserta. akan diselenggarakan Kolokium yang wajib diikuti oleh Tenaga Ahli Pendamping dan Pokjanis. penyelenggara. strategi dan program penanganan dan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan prioritas) **) waktu pelaksanaan dilakukan bersamaan dengan penyelenggaraan kolokium pada kegiatan SPPIP dan ditentukan oleh koordinator pelaksana dilakukan bersamaan dengan penyelenggaraan kolokium pada kegiatan penyusunan SPPIP dan ditentukan oleh Koordinator Pelaksana TUJUAN METODE LANGKAH – LANGKAH : : : OUTPUT PENYELENGGARA PESERTA : : BENTUK WAKTU PELAKSANAAN : : TEMPAT PELAKSANAAN : *) Catatan Koordinasi Bersama Tim Teknis Provinsi (Pra-Kolokium):  Perlu dilakukan persiapan (Pra-kolokium) yang bertujuan untuk mempersiapkan seluruh substansi yang dipersyaratkan di dalam kolokium. Dalam rangkaian kegiatan RPKPP.Panduan Penyusunan Box 4-9 Keikutsertaan Dalam Kolokium Pada bulan keeenam penyelenggaraan kegiatan. kegiatan ini menjadi bagian proses monitoring dan evaluasi oleh Satker Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) provinsi dan penyelenggara di tingkat pusat terhadap proses penyusunan RPKPP. Definisi tujuan. serta dikoordinasikan bersama Tim Teknis Provinsi *)  Mengikuti kegiatan kolokium dengan memaparkan hasilhasil penyusunan RPKPP kepada para pemangku kepentingan terkait  Merumuskan langkah perbaikan berdasarkan masukan terhadap pencapaian kegiatan RPKPP dari pelaksanaan kolokium  Kesamaan hasil dari produk RPKPP yang dihasilkan oleh tiap kabupaten/kota  Hasil evaluasi terhadap proses yang telah dilakukan Direktorat Jenderal Cipta Karya Semua perwakilan kabupaten/kota yang melakukan kegiatan penyusunan RPKPP.  Pelaksanaan Pra-kolokium dilakukan secara koordinatif antara tim pokjanis di setiap kota/kabupaten bersama tim teknis provinsi. Perwakilan tersebut meliputi  Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis)  Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman  Tenaga ahli pendamping Workshop Dilakukan 1 (satu) hari pada akhir bulan ke-6 (enam) setelah SPMK (setelah dilakukan kegiatan penyusunan konsep. dan kolokium ini secara rinci adalah sebagai berikut: DEFINISI : Kegiatan monitoring dan pengendalian yang dilakukan oleh Satker Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) provinsi dan penyelenggara di tingkat pusat terhadap proses penyusunan RPKPP Memonitor pencapaian dari kegiatan penyusunan RPKPP yang dilakukan di setiap kabupaten/kota Workshop dan Diskusi  Menyiapkan materi paparan dan pembahasan capaian RPKPP yang meliputi bahan tayangan dan materi visualisasi yang telah disusun.

Kegiatan konsultasi publik ini adalah kegiatan penjaringan masukan terhadap muatan RPKPP yang dilakukan dalam bentuk konsultasi kepada pemangku kepentingan kabupaten/kota termasuk masyarakat calon penerima manfaat. peserta. dan materi visualisasi yang telah disusun  Memaparkan seluruh capaian kegiatan RPKPP  Melakukan diskusi untuk mendapatkan masukan-masukan terhadap muatan RPKPP  Melakukan perbaikan dan penyempurnaan terhadap capaian kegiatan RPKPP berdasarkan masukan dari konsultasi Masukan terhadap pencapaian kegiatan RPKPP Pokjanis Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun di kabupaten/kota tempat penyusunan RPKPP Kegiatan Konsultasi Publik melibatkan 40 (empat puluh) orang peserta dan pendukung. maka pada awal bulan ketujuh diselenggarakan kegiatan konsultasi publik. rencana penanganan. Peserta kegiatan antara lain mewakili unsur :  Dinas/instansi tingkat kota/kabupaten yang membidangi infrastruktur permukiman.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Box 4-10 Ketentuan Penyelenggaraan Konsultasi Publik Untuk memantapkan hasil yang telah dicapai. waktu pelaksanaan. dan konsultasi publik ini secara rinci adalah sebagai berikut: TUJUAN : Untuk menjaring masukan terhadap konsep. permukiman. dan perencanaan  Akademisi  Perwakilan masyarakat kawasan permukiman prioritas RPKPP (calon penerima manfaat)* Pendukung kegiatan antara lain mewakili unsur :  Dinas/instansi tingkat provinsi yang membidangi infrastruktur permukiman. permukiman. yang meliputi bahan tayang. dan rencana aksi program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan prioritas RPKPP untuk jangka waktu 5 tahun dan kawasan pembangunan tahap 1 pada pelaksanaan 1 tahun pertama Pemaparan hasil dan diskusi terbuka  Menyiapkan materi pemaparan dan pembahasan seluruh capaian kegiatan RPKPP. dan perencanaan  Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman  Tenaga ahli pendamping *Perwakilan masyarakat yang diundang dalam kegiatan ini perlu melibatkan perempuan METODE LANGKAHLANGKAH : : OUTPUT PENYELENGGARA WAKTU PELAKSANAAN TEMPAT PELAKSANAAN PESERTA : : : : : Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 153 . Bentuk. penyelenggara.

5 PENYUSUNAN RENCANA DETAIL DESAIN (DED) KAWASAN O-7 5. Secara diagramatis.1 PENYEMPURNAAN RENCANA AKSI PROGRAM DAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 4 PERUMUSAN RENCANA PENANGANAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 5 FINALISASI DAN SOSIALISASI KEGIATAN DISKUSI DISKUSI PARTISIPATIF PRA FGD 2 FGD 3 Penyusunan Rencana Penanganan Kawasan Pengembangan Tahap 1 KOLOKIUM KONSULTASI PUBLIK DISEMINASI Gambar 4-13 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Untuk Lingkup Kegiatan Finalisasi dan Sosialisasi 154 ● . rangkaian kegiatan pada lingkup kegiatan finalisasi dan sosialisasi dapat dilihat pada Gambar 4-13. TAHAPAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS (RPKPP) SOSIALISASI 4. yaitu penyempurnaan rencana aksi program dan rencana pembangunan kawasan pengembangan tahap 1.3 O-5 PERUMUSAN KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 4.1 PERUMUSAN KRITERIA & INDIKATOR PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 KEGIATAN PENYUSUNAN 4. lingkup kegiatan ini akan diselenggarakan selama 1 (satu) bulan.2 PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 4.Panduan Penyusunan 5 FINALISASI DAN SOSIALISASI Kegiatan finalisasi dan sosialisasi merupakan kegiatan penyempurnaan produkproduk penyusunan RPKPP yang dihasilkan untuk disebarluaskan kepada pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan di kabupaten/kota yang bersangkutan. Lingkup kegiatan finalisasi dan sosialisasi ini mencakup 1 (satu) kegiatan. Dari sisi waktu.4 PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 O-6 4.

dan  Menyelenggarakan sosialisasi hasil RPKPP dalam bentuk diseminasi yang diselenggarakan dengan mengikuti ketentuan yang ada (Box 4-11) Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 155 .  Melakukan penyempurnaan terhadap rencana detail desain (DED) kawasan.1 PENYEMPURNAAN RENCANA AKSI PROGRAM DAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 Perbaikan dan penyempurnaan dari rencana aksi program.5 PENYUSUNAN RENCANA DETAIL DESAIN (DED) KAWASAN 5.  Menyusun materi visualisasi RPKPP dalam bentuk leaflet. poster. rencana pembangunan kawasan pengembangan tahap 1. dan konsultasi publik 4.4 PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 O-6 4. banner.  Melakukan perbaikan dan penyempurnaan terhadap rencana aksi program dan rencana pembangunan kawasan pengembangan tahap 1.1 PENYEMPURNAAN RENCANA AKSI PROGRAM DAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 O-7 DISEMINASI TUJUAN Menyempurnakan hasil yang telah dicapai sehingga layak untuk dipublikasikan METODE Studi literatur (desk study) LANGKAH  Melakukan rekapitulasi terhadap berbagai masukan dari semua pihak dalam tiap diskusi dan konsultasi publik. dan rencana detail desain kawasan berdasarkan pada masukan dari berbagai diskusi. FGD. video dokumentasi dan bentuk visualisasi lainnya yang dianggap perlu.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 5.

dan  Diseminasi hasil RPKPP DURASI 4 minggu terhitung dari awal bulan ketujuh Box 4-11 Ketentuan Penyelenggaraan Kegiatan Diseminasi TUJUAN Kegiatan untuk mensosialisasikan seluruh hasil kegiatan dan produk RPKPP. permukiman. PENYELENGGARA Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis) BENTUK Seminar PESERTA 40 (empat puluh) orang peserta yang mewakili unsur:    perwakilan masyarakat (calon penerima manfaat) Legislatif (DPRD kabupaten/kota) Dinas/instansi tingkat kabupaten/kota yang membidangi infrastruktur permukiman. menarik dan mudah dimengerti. serta rencana aksi program yang telah disepakati.  Rencana detail desain kawasan. dan perencanaan Dinas/instansi tingkat provinsi yang membidangi infrastruktur permukiman. dan perencanaan Akademisi   WAKTU 1 hari pada bulan ketujuh atau pada akhir kegiatan PELAKSANAAN TEMPAT di kabupaten/kota tempat penyusunan RPKPP PELAKSANAAN 156 ● .Panduan Penyusunan OUTPUT  Rencana aksi program dan rencana pembangunan kawasan pengembangan tahap 1 yang telah final dan siap untuk disebarluaskan. permukiman.  Materi visualisasi RPKPP yang informatif. kepada dinas/instansi terkait dan stakeholder/pemangku kepentingan daerah lainnya.

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 157 .

Panduan Penyusunan 158 ● .

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) ● Glossary dan Daftar Pustaka ● 159 .

baik dalam lingkup Pemerintah Provinsi ataupun Pemerintah Kota/Kabupaten. Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Rencana keuangan tahunan pemerintahan negara yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Bidang Cipta Karya Bidang pembangunan yang terkait dengan permukiman. yang meliputi penataan bangunan dan lingkungan. penyehatan lingkungan permukiman. dan pengembangan prasarana lingkungan permukiman. dan ancaman (threats) dalam suatu perencanaan pembangunan/ proyek Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Community Based Participatory Approach (CPA) Model pendekatan perencanaan penanganan kawasan dengan melibatkan peranserta masyarakat pada umumnya bukan saja sebagai objek tetapi sekaligus sebagai subjek. kelemahan (weaknesses).Panduan Penyusunan G Analisis SWOT Bagian Glossary Metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths). pengembangan air minum. peluang (opportunities). 160 ● .

terutama pihak yang terkena dampak pembangunan. sosial. kelembagaan. Focus Group Discussion (FGD) Diskusi terfokus dan mendalam dari sekelompok pihak yang berkepentingan mengenai suatu topik tertentu Implikasi Strategi Dampak logis dari pelaksanaan strategi pada suatu wilayah atau kawasan berdasarkan kondisi fisik. dan legal. ekonomi masyarakat.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Corporate Social Responsibility (CSR) Bentuk tanggung jawab atau komitmen berkelanjutan dari suatu organisasi/ badan usaha untuk memberikan kontribusi terhadap pengembangan ekonomi dan komunitas. Diskusi Partisipatif Diskusi intensif yang melibatkan peran aktif dari seluruh pemangku kepentingan. pembiayaan. ● Glossary dan Daftar Pustaka ● 161 . Diseminasi Kegiatan menyerbarluaskan suatu pemikiran dan pemahaman yang ditujukan kepada masyarakat luas agar mereka mendapatkan informasi dan kesadaran untuk menerima dan akhirnya memanfaatkan dokumen SPPIP dan RPKPP yang telah dihasilkan. mulai dari proses identifikasi awal sampai dengan proses pengambilan keputusan.

baik berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan. Indikator Penetapan kriteria untuk mengukur dan menjamin terpenuhinya pencapaian program atau kegiatan. jaringan jalan pejalan kaki. Kawasan Permukiman Prioritas Kawasan permukiman yang disepakati oleh pemangku kepentingan di kabupaten/kota sebagai kawasan yang memiliki nilai strategis dan diprioritaskan pembangunannya dalam rangka mendorong pertumbuhan kawasan ke arah yang direncanakan dan/atau menanggulangi masalah yang mendesak. Kawasan Perkotaan Wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan. tata bangunan dan lingkungan.Panduan Penyusunan Infrastruktur Perkotaan Prasarana. 162 ● . penyediaan dan pemanfaatan prasarana sarana jaringan jalan. Kawasan Permukiman Bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung. dan kegiatan ekonomi. pengelolaan air limbah. serta jalur evakuasi bencana. sarana. sistem drainase. Infrastruktur Permukiman Perkotaan Jaringan prasarana dan sarana berupa sistem penyediaan air minum. sistem drainase kota. dan utilitas umum yang berupa penyediaan air minum kota. sistem persampahan. jaringan jalan lingkungan serta penyediaan dan pemanfaatan prasarana dan sarana lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan permukiman di perkotaan. pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan. sistem pengelolaan persampahan. sistem pengelolaan air limbah. pelayanan sosial.

serta kebijakan dan strategi pengembangan perkotaan secara nasional. sebagai masukan untuk menghasilkan keluaran dalam bentuk barang ataupun jasa. dana. isu. Kegiatan Bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa instansi sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur. dimana ukuran tersebut didasarkan pada tinjauan akademis dan menjadi kesepakatan semua pihak yang terkait. dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya baik sumber daya manusia. atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut. barang modal termasuk peralatan dan teknologi. Kebijakan dan Strategi Perkotaan Nasional (KSPN) Pedoman pengaturan dan rencana pengembangan perkotaan secara nasional. Kebijakan dan Strategi Perkotaan Daerah (KSPD) Pedoman pengaturan dan rencana pengembangan kota yang merupakan turunan dari Kebijakan dan Strategi Perkotaan Nasional (KSPN). Kolokium Pertemuan keahlian di antara para penyusun SPPIP dan RPKPP untuk dapat saling belajar satu sama lain sehingga dapat semakin memperkaya hasil yang dicapai. dan misi pengembangan perkotaan secara nasional. Kebijakan Arah/tindakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat/ Daerah untuk mencapai tujuan. Kriteria Ukuran yang menjadi dasar penilaian atau penetapan dalam pemilihan kawasan. visi.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis) Perwakilan instansi pemerintah yang membidangi pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan di tingkat kabupaten/kota. dan tantangan pengembangan perkotaan. Meliputi uraian tentang tujuan. ● Glossary dan Daftar Pustaka ● 163 . permasalahan.

Panduan Penyusunan Konsultasi Publik Suatu mekanisme pembahasan dengan melibatkan masyarakat luas agar semua pemangku kepentingan di suatu kota/kabupaten dapat diberdayakan dan dikembangkan kemampuannya untuk memberikan peran aktif dan dinamis dalam proses pengambilan keputusan dan perumusan SPPIP dan RPKPP yang secara langsung atau tidak langsung akan berpengaruh kepada kehidupan mereka. (2) ketercapaian pendidikan dasar untuk semua golongan (2) mendorong kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan. Koordinator Wilayah (Korwil) Tim di lingkungan Direktorat Pengembangan Permukiman. Direktorat Jenderal Cipta Karya. (7) memastikan kelestarian lingkungan hidup. Kementerian Pekerjaan Umum yang bertanggung jawab terhadap kualitas penyelenggaraan penyusunan SPPIP dan RPKPP dan memberikan pendampingan/ pembinaan kepada kota/kabupaten yang sedang melakukan proses penyusunan SPPIP dan RPKPP berdasarkan Surat Keputusan Direktur Pengembangan Permukiman. Konsep Penanganan Kerangka imajiner yang menggambarkan upaya penanganan kawasan berdasarkan potensi dan persoalan eksisting. (4) menurunkan angka kematian anak. sarana. 164 ● . (8) mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Perumahan Kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi prasarana. Millenium Development Goals (MDGs) Sasaran pembangunan internasional hasil kesepakatan dari 189 negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan 23 organisasi internasional yang harus dicapai pada tahun 2015. (5) meningkatkan kesehatan ibu. malaria dan penyakit menular lainnya. Sasaran pembangunan tersebut adalah (1) memberantas kemiskinan dan kelaparan. dan utilitas lingkungan. (6) memerangi HIV/AIDS.

Perencanaan Pembangunan Suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan di dalamnya. baik berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan (terkait dengan adanya jalinan ekonomi. Perencanaan Suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat. politik. dan pengendalian pemanfaatan ruang. Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Tindak lanjut dari SPPIP berupa rencana aksi program untuk penanganan permasalahan permukiman dan pembangunan infrastruktur permukiman pada kawasan permukiman prioritas. guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada. dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia. atau kegiatan masyarakat yang dikoordinasikan oleh instansi pemerintah. melalui urutan pilihan. Pemangku Kepentingan Pihak yang langsung atau tidak langsung mendapatkan manfaat atau dampak dari perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Program Instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah/lembaga untuk mencapai sasaran dan tujuan serta memperoleh alokasi anggaran. sosial. dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu lingkungan wilayah/ daerah dalam jangka waktu tertentu. dan budaya) Penataan Ruang Suatu sistem proses perencanaan tata ruang. pemanfaatan ruang.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Permukiman Bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung. ● Glossary dan Daftar Pustaka ● 165 .

Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Rencana secara terperinci tentang tata ruang wilayah kota/ kabupaten yang dilengkapi dengan peraturan zonasi kota/ kabupaten. khususnya dalam Bidang Cipta Karya Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) Dokumen perencanaan yang merupakan jabaran pengisian rencana pola ruang perumahan dan kawasan permukiman dalam RTRW. Rencana Induk Sistem Dokumen perencanaan pembangunan infrastruktur di daerah.Panduan Penyusunan Rencana Aksi Program Rencana operasional terhadap penanganan kawasan permukiman prioritas untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan didetailkan pada program tahunan/ 1 (satu) tahun. ketentuan 166 ● . rencana investasi. dan multi sumber pembiayaan. Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Dokumen perencanaan pembangunan untuk periode 20 (dua puluh) tahun. serta memuat materi pokok ketentuan program bangunan dan lingkungan. Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Panduan rancang bangun suatu lingkungan/kawasan yang dimaksudkan untuk mengendalikan pemanfaatan ruang. rencana umum dan panduan rancangan. Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Rencana penyelenggaraan pembangunan prasarana dan sarana permukiman kota/kabupaten yang disusun dengan keterpaduan penanganan fisik dan bukan fisik untuk mendukung perwujudan wilayah perkotaan yang bersifat multi sektor. multi tahun. serta memuat skenario penyelenggaraan pengelolaan bidang perumahan dan kawasan permukiman yang terkoordinasi dan terpadu secara lintas sektoral dan lintas wilayah administrasi. penataan bangunan dan lingkungan. RDTR disusun untuk bagian dari wilayah kota/ kabupaten yang merupakan kawasan perkotaan dan/atau kawasan strategis kota atau kawasan strategis kabupaten.

yang dapat diklasifikasikan menjadi Rencana Umum Tata Ruang dan Rencana Rinci Tata Ruang. kebijakan. dilaksanakan secara terpadu oleh Pemerintah. Satuan Kerja Bidang Cipta Karya Bagian dari unit kerja Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum di tingkat provinsi yang melaksanaan kegiatan dari program Bidang Cipta Karya. Rencana Rinci Tata Ruang disusun sebagai perangkat operasional rencana umum tata ruang dan/ atau disusun apabila rencana umum tata ruang belum dapat dijadikan dasar dalam pemanfaatan ruang/ pengendalian pemanfaatan ruang. strategi penataan ruang wilayah kabupaten/kota.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) pengendalian rencana. yang merupakan penjabaran dari RTRW provinsi. rencana pola ruang wilayah kabupaten/kota. Seperti Rencana Tata Ruang Pulau. arahan pemanfaatan ruang wilayah kabupaten/kota. Rencana Umum Tata Ruang disusun menurut wilayah adminsitrasi pemerintahan karena kewenangan mengatur pemanfaatan ruang dibagi sesuai dengan pembanguan administrasi pemerintahan. Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis. Provinsi dan Kota/Kabupaten 2. rencana struktur ruang wilayah kabupaten/kota. Rencana Tata Ruang (RTR) pengendalian pelaksanaan Hasil perencanaan tata ruang. dan yang berisi tujuan. ● Glossary dan Daftar Pustaka ● 167 . dan pedoman pengembangan lingkungan/ kawasan. dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota/Kabupaten Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota (RTRW Kabupaten/Kota) Rencana tata ruang yang bersifat umum dari wilayah kabupaten/kota. maupun oleh masyarakat/swasta. seperti Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nasional. dan ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kabupaten/kota. Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) Cipta Karya Dokumen rencana dan program pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya dalam periode lima tahun. penetapan kawasan strategis kabupaten/kota. yang mengacu pada rencana tata ruang untuk menjamin keberlangsungan kehidupan masyarakat yang berkualitas dan mewujudkan pembangunan infrastruktur cipta karya yang berkelanjutan. pemerintah daerah. 1.

cita-cita. Tim Teknis Provinsi Tim pendamping penyusunan SPPIP dan RPKPP yang terdiri dari instansi pemerintah yang membidangi pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan di tingkat provinsi.Panduan Penyusunan Strategi Langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi. Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Strategi yang digunakan sebagai pedoman dalam pembangunan kawasan permukiman dan infrastruktur permukiman di perkotaan yang penyusunannya mengacu. dan mengintegrasikan kebijakan pembangunan dan pengembangan kota secara komprehensif Sosialisasi Kegiatan atau upaya untuk menyebarluaskan wawasan SPPIP dan RPKPP sebagai alat untuk mengarahkan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan berbasis kawasan yang lebih terpadu. menyelaraskan. 168 ● . Strategi setidaknya memenuhi beberapa hal sebagai berikut  Mampu merespon semua target yang ada  Mengadopsi harapan dan kepentingan dari semua kelompok pemangku kepentingan yang relevan  Tidak menimbulkan konflik  Keputusan-keputusan yang diambil terkait dengan strategi saling memperkuat satu sama lain  Memiliki keterkaitan dengan lingkungannya  Dapat direalisasikan  Berjalan sesuai dengan hasil maupun dampak lainnya sebagaimana yang diinginkan Strategi Pengembangan Kota Strategi skala kota yang mengarahkan pengembangan dan pembangunan kota secara keseluruhan untuk mencapai harapan. dan target yang diinginkan.

Strategi. Fred R. 25 Tahun 2005 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional UU No. Luwihoni. Aimed dan Desmidt. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang UU No. Bandung: Forum Pengembangan Partisipasi Masyarakat (FPPM) Solihin. RefikaAditama. 2009. Slamet dkk. Bandung: PT. Perencanaan dan Penganggaran Partisipatif untuk Good Governance. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman Peraturan Pemerintah (PP) No. Strategic Management: Manajemen Strategis Konsep. Jakarta: Badiklat Depdagri. Diunduh dari http://www. 2010. 2006. Jakarta: Penerbit Salemba Empat. PERATURAN PERUNDANGAN UU No. Terjemahan. Manajemen Strategik Keorganisasian Publik. dan Proses.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) D BUKU Bagian DaftarPustaka David. dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) No. Perencanaan Pembangunan Daerah: Konsep. Bahan Tayangan Diklat Perencanaan Pembangunan Ekonomi Daerah. 14 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Kementerian Pekerjaan Umum yang Merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan Sendiri ● Glossary dan Daftar Pustaka ● 169 .net/DadangSolihin/perencanaan-pembangunan-daerahkonsep-strategi-tahapan-dan-proses pada tanggal 14 Februari 2011. 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah Antara Pemerintah. Dadang. Sabastian.slideshare. Heene. 2005. Tahapan. Pemerintah Daerah Provinsi.

Pengendalian. 16/PRT/M/2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) No. Tata Cara Penyusunan. Permendagri No. 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah jo. 17/PRT/M/2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) No.Panduan Penyusunan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendari) No. 15/PRT/M/2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) No. 03/SE/DC/2010 tentang Rencana Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Tahun 2010-2014 170 ● . Permendagri No. 21 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) No. 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP No. 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. 02/SE/DC/2011 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Program dan Anggaran Direktorat Jenderal Cipta Karya Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Cipta Karya No. dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 02/PRT/M/2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010-2014 Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Cipta Karya No. 59 Tahun 2007 jo.

000) 2 Kajian Arah Pengembangan Pembangunan Perkotaan kabupaten/ kota (dapat disajikan dalam bentuk uraian.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) A Outline Dokumen SPPIP BAGIAN BAGIAN I PENDAHULUAN 1 2 3 4 5 Latar Belakang Tujuan dan Sasaran Ruang Lingkup BAGIAN II Bagian Annex ANNEX 1. matriks dan peta dengan skala minimal 1:25. waktu. matriks dan peta dengan skala minimal 1:25. matriks dan peta dengan skala minimal 1:25.000) 3 Kajian Arah Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan (dapat disajikan dalam bentuk uraian. OUTLINE DOKUMEN SPPIP DAN RPKPP SUBSTANSI Kedudukan SPPIP dalam Dokumen Perencanaan Daerah Rangkuman proses penyusunan SPPIP (proses. Pra FGD dan FGD dll) KAJIAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN 1 Kajian Arahan Kebijakan dan Strategi Pembangunan Perkotaan kabupaten/kota (dapat disajikan dalam bentuk uraian.000) ● Annex ● 171 . dan hasil ringkas pelaksanaan Sosialisasi. Konsolidasi.

Panduan Penyusunan . matriks dan peta dengan skala minimal 1:25.000) 3 Potensi. Permasalahan. matriks dan peta dengan skala minimal 1:25. BAGIAN BAGIAN III SUBSTANSI POTENSI DAN PERMASALAHAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN 1 Kondisi Eksisting Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman perkotaan (dapat disajikan dalam bentuk uraian. matriks dan peta dengan skala minimal 1:25.000) BAGIAN V TUJUAN DAN KEBIJAKAN PERMUKIMAN PERKOTAAN 1 2 PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR Tujuan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan Kebijakan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan BAGIAN IV KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN 1 Rangkuman Proses Penetapan Kawasan Permukiman Prioritas 172● . Tantangan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (dapat disajikan dalam bentuk uraian.000) 2 Isu-isu strategis Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (dapat disajikan dalam bentuk uraian.000) 4 Kebutuhan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (dapat disajikan dalam bentuk uraian. matriks dan peta dengan skala minimal 1:25.

matriks dan peta dengan skala minimal 1:5. matriks dan peta dengan skala minimal 1:5.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) BAGIAN 2 3 SUBSTANSI Kajian Kriteria dan Indikator Penentuan Kawasan Permukiman Prioritas Profil Kawasan Permukiman Prioritas dan Kebutuhan Pembangunan Kawasan (dapat disajikan dalam bentuk uraian.000) 5 Strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan skala kawasan (dapat disajikan dalam bentuk uraian.000) BAGIAN VI STRATEGI DAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN 1 2 Rangkuman Proses Perumusan Strategi dan Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan Hasil Analisis Korelasi Strategi Pembangunan Permukiman dan Kebutuhan Infrastruktur Permukiman Perkotaan Dalam Skema Manajemen Pembangunan Perkotaan Hasil Analisis Konsekuensi atau Implikasi Penerapan Strategi dan Identifikasi Dampak Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan Strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan skala kota/ kabupaten (dapat disajikan dalam bentuk uraian.000) 6 Analisis Dampak Penerapan Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan 3 4 ● Annex ● 173 . matriks dan peta dengan skala minimal 1:25.

waktu. matriks dan peta dengan skala minimal 1:5.000) BAGIAN IV KONSEP DAN RENCANA PENANGANAN KAWASAN 1 2 Konsep dan Rencana Penanganan Kawasan (dapat disajikan dalam bentuk uraian. matriks dan peta) 2 3 Kajian Arah Pengembangan Pembangunan Perkotaan kabupaten/ kota (dapat disajikan dalam bentuk uraian.000) BAGIAN III POTENSI DAN PERMASALAHAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN 1 2 Kajian mikro kawasan permukiman prioritas berdasarkan arahan SPPIP (dapat disajikan dalam bentuk uraian.000) 3 Kajian Kriteria dan Indikator Penentuan Kawasan Pembangunan Tahap1 (Matriks) 174● .000) 3 Kebutuhan Penanganan Kawasan permukiman prioritas (dapat disajikan dalam bentuk uraian. matriks dan peta dengan skala minimal 1:5. matriks dan peta dengan skala minimal 1:25.Panduan Penyusunan Outline Dokumen RPKPP BAGIAN BAGIAN I PENDAHULUAN 1 2 3 4 5 Latar Belakang Tujuan dan Sasaran Ruang Lingkup Kedudukan RPKPP dalam Dokumen Perencanaan Daerah Rangkuman proses penyusunan RPKPP (proses.000) Potensi dan Permasalahan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan pada Kawasan Permukiman Prioritas (dapat disajikan dalam bentuk uraian. dan hasil ringkas pelaksanaan Sosialisasi. matriks dan peta dengan skala minimal 1:5. matriks dan peta dengan skala minimal 1:5. Konsolidasi. matriks dan peta dengan skala minimal 1:25. Pra FGD dan FGD dll) SUBSTANSI BAGIAN II KAJIAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN 1 Kajian Arahan Kebijakan dan Strategi Pembangunan Perkotaan Kabupaten/Kota Dalam Lingkup Kawasan Permukiman Prioritas / berdasarkan SPPIP (dapat disajikan dalam bentuk uraian. matriks dan peta dengan skala minimal 1:5.000) Kajian Arah Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan (dapat disajikan dalam bentuk uraian.000) Rencana aksi program pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan pada kawasan permukiman prioritas selama 5 tahun berikut pentahapannya (dapat disajikan dalam bentuk uraian.

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) BAGIAN 4 SUBSTANSI Konsep dan Rencana Penanganan Kawasan Pembangunan Tahap 1 (dapat disajikan dalam bentuk uraian. matriks dan peta dengan skala minimal 1:1.000 serta ilustrasi 3D kawasan) ● Annex ● 175 . matriks dan peta/siteplan kawasan dengan skala minimal 1:1.000) BAGIAN V RENCANA DETAIL DESAIN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 1 Rencana Detail Desain (Detailed Engineering Design/DED) Kawasan Pembangunan Tahap 1 (dapat disajikan dalam bentuk uraian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.