PANDUAN PENYUSUNAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN (SPPIP) DAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS (RPKPP) Edisi Cetakan ke-4 (Revisi) Jakarta, Tahun 2013 Tim Penyusun Direktorat Pengembangan Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum Ilustrasi Sampul Konsep Pengembangan Kawasan Tamansari dan Kawasan Cigondewah, Kota Bandung (Sumber: Dokumen SPPIP Kota Bandung), Tahun 2010 Edisi Cetakan ke-3 (Revisi) Jakarta, Tahun 2012 Tim Penyusun Direktorat Pengembangan Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum Ilustrasi Sampul Konsep Pengembangan Kawasan Tamansari dan Kawasan Cigondewah, Kota Bandung (Sumber: Dokumen SPPIP Kota Bandung), Tahun 2010 Edisi Cetakan ke-2 Jakarta, Tahun 2011 Tim Penyusun Direktorat Pengembangan Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum Edisi Cetakan ke-1 Jakarta, Tahun 2010 Tim Penyusun Direktorat Pengembangan Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)

● Kata Pengantar ● i

Panduan Penyusunan Kata Pengantar ii● .

serta prosedur pelaksanaan kegiatan penyusunan SPPIP dan RPKPP. D ● Kata Pengantar ● iii .Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) inamika pembangunan perkotaan yang sangat tinggi mempunyai daya dorong yang kuat pada perkembangan ekonomi. Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) sebagai rencana induk bidang permukiman ini diharapkan mampu menjawab dinamika kebutuhan perkembangan permukiman melalui strategi pembangunan yang tepat dan ditujukan untuk memastikan terlaksananya keterpaduan antar komponen dalam pembangunan bidang permukiman dan infrastruktur perkotaan. Secara garis besar. Melalui SPPIP dan RPKPP diharapkan terjadi sinkronisasi seluruh rencana pembangunan terkait di kawasan permukiman sehingga tercapai perwujudan pemanfaatan ruang permukiman yang sesuai sebagaimana diamanatkan dalam rencana tata ruang secara efektif dan efisien. panduan ini terdiri atas dua bagian. Upaya pembangunan kawasan permukiman dan infrastruktur perkotaan dilaksanakan dalam rangka pemanfaatan ruang sebagaimana yang telah diarahkan dalam rencana tata ruang. Akhir kata semoga Panduan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) ini dapat bermanfaat sebagai panduan dalam kegiatan penyusunan SPPIP dan RPKPP. yaitu pemahaman SPPIP dan RPKPP. Mempertimbangkan hal tersebut. Pemanfaatan ruang ini dapat dilaksanakan melalui penyusunan rencana induk bidang permukiman dan infrastruktur permukiman yang selanjutnya akan digunakan sebagai acuan dalam pembangunan pada lokasi yang mengacu pada fungsi ruang sesuai dengan rencana tata ruang. baik lokal maupun regional. maka keberadaan panduan yang dapat digunakan sebagai acuan bersama dalam menyusun SPPIP dan RPKPP menjadi sangat dibutuhkan bagi semua pihak terkait. Hal ini perlu mendapat perhatian dan diarahkan sesuai struktur dan pola ruang yang telah direncanakan. Hal tersebut dipengaruhi oleh dinamika pertumbuhan penduduk perkotaan yang diikuti dengan pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan. Keadaan tersebut memberikan dampak pada munculnya berbagai tantangan dan permasalahan yang harus dihadapi oleh pemangku kepentingan pembangunan perkotaan.

Panduan Penyusunan iv● .

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) ● Daftar Isi ● v .

............................................................................................................................................................................................................ 6 1......2 Tujuan ........................1 Maksud....... 1 1......................................... 2 1.............................2................................. xi DAFTAR SINGKATAN ................................................4 SISTEMATIKA PANDUAN ..................................... 6 1............................................. vi DAFTAR TABEL .............................................................................2.............................Panduan Penyusunan Daftar Isi KATA PENGANTAR ............................................ 6 1........ 5 1...2 MAKSUD.................................................... xvii BAGIAN 1 PENDAHULUAN .............................................................................. DAN SASARAN ............ 5 1........................... ii DAFTAR ISI ........................................................................................................................................2.............. TUJUAN.................................................... xv PETUNJUK PENGGUNAAN PANDUAN ..........................................3 MANFAAT PANDUAN ............................... ix DAFTAR GAMBAR .................................3 Sasaran .............. 7 vi ● .......................................1 LATAR BELAKANG ...................................

........ 26 2........2 PENANGANAN PERMASALAHAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN MELALUI SPPIP DAN RPKPP ..3............... 26 2......... 33 3...........................3 SPPIP DAN RPKPP DALAM KERANGKA PEMBANGUNAN PERMUKIMAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN .. 12 2.....3 Peninjauan Kembali Dokumen SPPIP .................. 11 2.........5 Prasyarat Penyusunan SPPIP dan RPKPP ...2 Kedudukan SPPIP dan RPKPP Dalam Kerangka Pengembangan Kota .. 20 2... 17 2............................................3.................Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) BAGIAN 2 PEMAHAMAN DASAR PERMASALAHAN PEMBANGUNAN DAN KEBUTUHAN PENYELESAIANNYA MELALUI SPPIP DAN RPKPP .................1 PERMASALAHAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN DAN KEBUTUHAN PENANGANANNYA .....................3...........3......................... 15 2........ 17 2............................1 RUANG LINGKUP PENYUSUNAN SPPIP ..........1 Pemahaman Dasar SPPIP dan RPKPP .......................... 34 ● Daftar Isi ● vii ..3............................................................................ 30 BAGIAN 3 KEGIATAN PENYUSUNAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN (SPPIP) .......................4 Pemangku Kepentingan SPPIP dan RPKPP ...

..................... 104 4.................................................................. 171 viii ● ........................... 95 4...................1..................................... 39 3...............3 PROSES DAN PROSEDUR PELAKSANAAN KEGIATAN PENYUSUNAN RPKPP ...2 KELUARAN YANG DIHASILKAN .........2 Lingkup Wilayah Penyusunan SPPIP....................................................3 Kedalaman Substansi RPKPP ...3 PROSES DAN PROSEDUR PELAKSANAAN KEGIATAN PENYUSUNAN SPPIP ......................................................1 Lingkup Kegiatan Penyusunan SPPIP ............Panduan Penyusunan 3.... 101 4.............2 KELUARAN YANG DIHASILKAN ............... 37 3....................................................1............... 34 3........1................................................................................. 160 DAFTAR PUSTAKA ............. 169 ANNEX ..............................3 Kedalaman Substansi SPPIP ........... 109 GLOSSARY ........1 RUANG LINGKUP PENYUSUNAN RPKPP ...............................................................................................1 Lingkup Kegiatan Penyusunan RPKPP ........................................................2 Lingkup Wilayah Penyusunan RPKPP ........................................ 96 4.. 47 BAGIAN 4 KEGIATAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS (RPKPP)....................1............ 100 4.1........................................................................................... 96 4........... 41 3........................1.............

.................................... 62 Contoh Tabel Tujuan........ 24 Peran dan Bentuk Keterlibatan Masing-Masing Pihak Dalam Kegiatan Penyusunan SPPIP dan RPKPP ....................................................... 103 Tabel 2-2 Tabel 3-1 Tabel 3-2 Tabel 3-3 Tabel 3-4 Tabel 3-5 Tabel 4-1 Tabel 4-2 Tabel 4-3 ● Daftar Tabel ● ix .. Kebijakan dan Strategi ............................................................... 43 Contoh Tabel Potensi dan Permasalahan ........................... 96 Contoh Rencana Aksi Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan Pada Kawasan Prioritas ........ 57 Contoh Tabel Tujuan dan Kebijakan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan ............................................................................................. dan RPKPP Dalam Kerangka Pembangunan Wilayah Perkotaan ....... 34 Contoh Tabel Isian Strategi dan Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) ................................................................... 102 Contoh Rencana Program Penanganan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan Pada Kawasan Pengembangan Tahap 1................................ 27 Keterkaitan Lingkup Kegiatan Dengan Capaian dalam Kegiatan Penyusunan SPPIP ...............................................................Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Daftar Tabel Tabel 2-1 Rincian Perbedaan Antara SPPIP.... 74 Keterkaitan Lingkup Kegiatan Dengan Capaian dalam Kegiatan Penyusunan RPKPP ........................................

......................................................... 123 Contoh Kriteria dan Indikator Penentuan Kawasan Pembangunan Tahap 1 ... Tantangan............................ 139 Tabel 4-5 Tabel 4-6 x ● ...... Hambatan ............................................ 119 Contoh Tabel Kebutuhan Penanganan Kawasan ..............Panduan Penyusunan Tabel 4-4 Contoh Tabel Inventarisasi Potensi................... Permasalahan..........................

........................... 30 Ilustrasi Lingkup Wilayah Penyusunan SPPIP Untuk Wilayah Adaministrasi Kota (atas) dan Untuk Wilayah Administrasi Kabupaten (bawah) ..................................................... 23 Keterkaitan SPPIP dan RPKPP Dalam Kerangka Kebijakan Pembangunan Kota Dari Sisi Waktu ........................................................ RPKPP dan RPIJM Cipta Karya ........... 16 Diagram Keterkaitan SPPIP dan RPKPP .......................................................................................................... 23 Contoh Keterkaitan Substansi SPPIP........ SPPIP............... 19 Keterkaitan SPPIP dan RPKPP Dalam Kerangka Kebijakan Pembangunan Kota .............................. RPKPP dan RPIJM Cipta Karya .... 40 Gambar 2-2 Gambar 2-3 Gambar 2-4 Gambar 2-5 Gambar 2-6 Gambar 2-7 Gambar 2-8 Gambar 2-9 Gambar 3-1 Gambar 3-2 ● Daftar Gambar ● xi ........................................................................................Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Daftar Gambar Gambar 2-1 Ilustrasi Arah Pembangunan Kota yang Dibentuk Berdasarkan Pada Kebutuhan Kota ....................... 14 Diagram Keterkaitan Arah Pengembangan dan Pembangunan Kota............ 26 Keterkaitan Semua Pihak yang Terlibat Dalam Proses Penyusunan SPPIP/RPKPP ................................... 38 Dasar Pertimbangan Perumusan Strategi Dalam SPPIP ............................................... dan RPKPP Dalam Kerangka Pembangunan Perkotaan .............. 22 Ilustrasi Keterkaitan SPPIP..................................... 25 Peninjauan Kembali Dokumen SPPIP ......................................................................

............................. 58 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Untuk Lingkup Perumusan Tujuan dan Kebijakan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) ........................ 47 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Untuk Lingkup Identifikasi Potensi dan Permasalahan ............................... 69 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Untuk Lingkup Perumusan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan..............................................................................................Panduan Penyusunan Gambar 3-3 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) ......................................... 52 Contoh Peta Pemetaan Potensi dan Permasalahan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan ....................................... 84 Gambar 3-4 Gambar 3-5 Gambar 3-6 Gambar 3-7 Gambar 3-8 Gambar 3-9 Gambar 3-10 xii ● .............. 59 Contoh Peta Sebaran Kawasan Permukiman Prioritas ............................ 45 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Untuk Lingkup Persiapan . 71 Contoh Pemetaan Strategi dan Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur .......................

....................................... 151 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Untuk Lingkup Kegiatan Finalisasi dan Sosialisasi ................... 120 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Untuk Lingkup Kegiatan Perumusan Rencana Aksi Program .......... 143 Contoh Rencana Detail Desain ........................................ 150 Contoh Ilustrasi 3D Rencana Penanganan Kawasan Pembangunan Tahap 1 ............................................... 137 Contoh Konsep Penanganan Tahap 1............................. 121 Contoh Peta Penanganan Kawasan Permukiman Prioritas....................................... 154 Gambar 4-1 Gambar 4-2 Gambar 4-3 Gambar 4-4 Gambar 4-5 Gambar 4-6 Gambar 4-7 Gambar 4-8 Gambar 4-9 Gambar 4-10 Gambar 4-11 Gambar 4-12 Gambar 4-13 ● Daftar Gambar ● xiii ................................................................................................................................................... 120 Contoh Peta Permasalahan Pembangunan Infrastruktur Permukiman Perkotaan .............................................................................. 107 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Untuk Lingkup Kegiatan Persiapan .............................................Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Gambar 3-11 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Untuk Finalisasi dan Sosialisasi ..................................................................................... 109 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Untuk Lingkup Kegiatan Identifikasi Potensi dan Permasalahan ....................................................... 128 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Untuk Lingkup Kegiatan Perumusan Rencana Penanganan Kawasan Pembangunan Tahap 1 ........................ 87 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) .............. 124 Contoh Peta Konsep Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas ........................................................................... 114 Contoh Peta Permasalahan Pembangunan Permukiman .............................................................

Panduan Penyusunan xiv ● .

6. 16. 14. 4. 13. 17. 24.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Daftar Singkatan 1. 22. 10. 15. 3. 23. 7. 11. 5. 2. 20. 12. 9. 18. 8. 26. 19. APBN CAP CK CPA DED DJCK DPRD FGD LSM NGO PKP Pokjanis PPIP PU Randal RP3KP RPIJM RPJM RPJP RPKPP RTRW Satker SPK SPMK SPPIP TOR/KAK : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : : Anggaran Pendapatan Belanja Negara Community Action Plan Cipta Karya Community based Participatory Approach Detailed Engineering Design Direktorat Jenderal Cipta Karya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Focus Group Discusion Lembaga Swadaya Masyarakat Non-Governmental Organization Pengembangan Kawasan Permukiman Kelompok Kerja Teknis Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan Pekerjaan Umum Perencanaan dan Pengendalian Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman Rencana Pembangunan Investasi Jangka Menengah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Rencana Pembangunan Jangka Panjang Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas Rencana Tata Ruang Wilayah Satuan Kerja Strategi Pengembangan Kota Surat Perintah Mulai Kerja Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan Term of Reference / Kerangka Acuan Kerja ●Daftar Singkatan●xv . 21. 25.

Panduan Penyusunan xvi● .

    ●Petunjuk Penggunaan Panduan●xvii . (3) kegiatan penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP). yaitu: (1) pendahuluan.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Petunjuk Penggunaan Panduan Panduan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) meliputi 4 (empat) bagian besar yang saling terkait. Untuk memudahkan pemahaman keempat bagian panduan tersebut. (2) pemahaman dasar permasalahan pembangunan dan kebutuhan penyelesaiannya melalui SPPIP dan RPKPP. tujuan. Bagian 2 memuat mengenai pemahaman dasar atas kondisi perencanaan di Indonesia serta kebutuhannya akan SPPIP dan RPKPP. maka dimohon memperhatikan beberapa hal berikut :  Keempat bagian dalam Panduan Teknis Pelaksanaan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) ini merupakan bagian yang saling terkait satu sama lain. maksud. Bagian 4 memuat tentang teknis penyelenggaraan kegiatan dan penyusunan RPKPP. dan sasaran penyusunan panduan. manfaat panduan. Bagian 3 memuat tentang teknis penyelenggaraan kegiatan dan penyusunan SPPIP. dan (4) kegiatan penyusunan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP). Bagian 1 memuat mengenai latar belakang penyusunan panduan. dan sistematika panduan yang membantu memberikan gambaran ringkas dari keseluruhan panduan. namun dapat digunakan secara terpisah maupun bersamaan sesuai dengan kebutuhan yang ada.

PERSIAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN PENYUSUNAN SPPIP DAN RPKPP PERSIAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN PELAKSANAAN KEGIATAN PENYUSUNAN SPPIP DAN RPKPP PERSIAPAN PENYUSUNAN SPPIP DAN RPKPP PENYUSUNAN SPPIP PENYUSUNAN RPKPP BAGIAN 1 Pendahuluan ` BAGIAN 2 Pemahaman Dasar Persoalan Pembangunan dan Kebutuhan Penyelesaian Melalui SPPIP dan RPKPP ` BAGIAN 3 Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) BAGIAN 4 Kegiatan Penyusunan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Sistematika Panduan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) xviii● .Panduan Penyusunan Secara diagramatis petunjuk penggunaan Panduan Teknis Pelaksanaan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) dalam kaitannya dengan pelaksanaan kegiatan SPPIP dan RPKPP dapat dilihat pada Gambar berikut.

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) ●Petunjuk Penggunaan Panduan●xix .

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Bagian 1 ● Pendahuluan ● 1 .

dan (b) tidak tersedianya lingkungan permukiman yang layak.Panduan Penyusunan 01 1. dan (d) terjadinya permukiman kumuh. Adanya perkembangan di kawasan perkotaan ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk berdomisili dan melakukan aktivitas ekonominya di kawasan perkotaan tersebut. Pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang kurang atau belum mengantisipasi dan mengakomodir perkembangan kawasan perkotaan akan menimbulkan permasalahan antara lain: (a) tidak meratanya penyediaan infrastruktur permukiman perkotaan.1 Bagian Pendahuluan LATAR BELAKANG Kawasan perkotaan dan perkembangannya adalah sesuatu yang tidak terpisahkan satu sama lain. Hal ini perlu dilakukan mengingat fenomena tersebut dapat membangkitkan banyak permasalahan perkotaan terutama yang terkait dengan ketersediaan dukungan permukiman dan infrastruktur pemukiman perkotaan. Hal ini mengakibatkan terjadinya migrasi yang menambah beban kawasan perkotaan baik dari sisi ruang maupun intensitas aktivitas. tidak terkendalinya pembangunan permukiman pada daerah-daerah non-permukiman. Kawasan perkotaan dengan kompleksitas kegiatannya ini akan terus berkembang dari waktu ke waktu dan meliputi semua bidang pembangunan. 2 ● . Meningkatnya jumlah penduduk dan intensitas aktivitas pada kawasan perkotaan ini perlu untuk disikapi dan diantisipasi lebih awal oleh pemerintah daerah terkait.

kedua bentuk perencanaan ini perlu saling sinergi dan terpadu satu sama lain. Dalam hal pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. kondisi ini dapat dilihat dari arah kebijakan di dalam dokumen perencanaan pembangunan dan penataan ruang yang ada. karena adanya beberapa permasalahan sebagai berikut:  Belum adanya acuan yang jelas dan selaras untuk mengarahkan pengembangan kabupaten/kota yang selanjutnya menjadi acuan bagi keberadaan strategi yang terkait dengan pengembangan dan pembangunan kawasan perkotaan. yaitu: (1) dokumen rencana pembangunan (Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP)/Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM)) dan (2) dokumen rencana tata ruang (Rencana Umum Tata Ruang dan Rencana Detail Tata Ruang).Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Di Indonesia. Kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dalam dokumen perencanaan pembangunan yang tertuang dalam arahan pembangunan wilayah dan tata ruang seringkali belum dirumuskan secara khusus. Dalam pelaksanaannya. Hal ini berakibat pada timbulnya kesulitan dalam menerjemahkan kebijakan perencanaan pembangunan ke dalam kebijakan tata ruang untuk pengembangan permukiman yang terdapat dalam dokumen rencana tata ruang. permasalahan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan serta pembangunan kabupaten/kota secara keseluruhan ditangani dan diantisipasi melalui 2 (dua) bentuk perencanaan. Dalam upaya untuk menangani permasalahan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. termasuk dalam hal pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. kondisi ini seringkali belum dapat dilakukan. Kedua bentuk perencanaan tersebut diwadahi dalam 2 (dua) dokumen. yaitu: (1) perencanaan pembangunan yang memberikan arahan pencapaian tujuan pembangunan sektoral dan (2) penyelenggaraan penataan ruang yang memberikan arah pembangunan keruangan. beserta permasalahan pembangunan kabupaten/kota secara keseluruhan. Selain itu rencana Bagian 1 ● Pendahuluan ● 3 .

Terkait dengan hal tersebut. Kondisi tersebut merupakan fenomena umum yang juga terjadi pada bidang pembangunan lainnya. Hal ini menyebabkan bentuk-bentuk strategi dan program pengembangan serta pembangunan bersifat sektoral dan parsial. Dalam pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan keduanya 4 ● . Adapun SPPIP ini diturunkan dalam suatu rencana operasional berupa Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) dimana keduanya disusun dengan tetap mengacu pada strategi pengembangan kabupaten/kota yang telah ada. tidak melihat keberlanjutan penanganan. yang dikenal sebagai Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP). Strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan dan strategi pengembangan kabupaten/kota seringkali belum terpadu. dan (2) strategi pembangunan sektoral yang disusun tidak atau belum mengacu kepada strategi pembangunan dalam skala kabupaten/kota. serta belum mempertimbangkan keterkaitan antarsektor. Mempertimbangkan permasalahan yang muncul tersebut. serta dapat menjadi acuan yang jelas bagi penerapan programprogram pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. kabupaten/kota perlu memiliki strategi operasional dalam pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.Panduan Penyusunan   pengembangan kawasan permukiman dalam dokumen rencana tata ruang lebih didasarkan pada rencana struktur ruang dibandingkan dengan arahan pembangunan makro yang terdapat dalam dokumen rencana pembangunan. arahan pengembangan dan pembangunan seringkali disusun dalam tataran makro yang bersifat filosofis dan normatif. sehingga menyulitkan untuk dijabarkan dalam strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan atau strategi sektoral lainnya yang implementatif dan operasional. Terkait dengan hal ini. Hal ini disebabkan oleh: (1) strategi pembangunan skala kabupaten/kota yang ada tidak memberikan acuan yang jelas. Bentuk-bentuk penanganan ini menyebabkan arahan pengembangan dan pembangunan kabupaten/kota lebih didasarkan pada ketersediaan program-program yang ada dan tidak berdasarkan pada kebutuhan kabupaten/kota secara keseluruhan. serta strategi sektoral lainnya seringkali disusun sebagai suatu strategi yang terpisah dan belum mengacu pada kebijakan yang lebih tinggi. Sebaliknya. Pengembangan kabupaten/kota serta pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang ada selama ini seringkali berorientasi pada penyelesaian permasalahan dalam jangka pendek. Arah pengembangan dan pembangunan kabupaten/kota serta pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan belum didasarkan pada kebutuhan kabupaten/kota dan masih bersifat sektoral. maka suatu kabupaten/kota sudah selayaknya memiliki strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang sinergi dengan arah pengembangan kabupaten/kota.

2. terdapat hal-hal spesifik yang membutuhkan kesamaan atau keseragaman proses dan hasil. TUJUAN. Terkait dengan karakteristik tersebut. SPPIP dan RPKPP ini bukan merupakan insiasi untuk menyusun suatu kebijakan baru. pengelompokkan materi. 1. SPPIP dan RPKPP ini merupakan instrumen kebijakan yang menjadi salah satu acuan penyelenggaraan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan di tingkat kabupaten/kota dan menjadi rujukan bagi semua pihak. DAN SASARAN Maksud Panduan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) disusun dengan maksud untuk memberikan panduan teknis bagi pemangku kepentingan dalam penyusunan SPPIP dan RPKPP.2 1. serta output produk dari penyusunannya. Panduan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) ini diharapkan mampu berfungsi sebagai rujukan teknis dalam penyusunan SPPIP dan RPKPP sekaligus memberikan pemahaman dan keseragaman terhadap proses. sehingga capaian yang diharapkan dari SPPIP dan RPKPP dapat dipenuhi oleh setiap pemerintah kabupaten/kota bersangkutan. sedangkan RPKPP merupakan penjabaran SPPIP ke dalam rencana aksi yang operasional dan mendapat legitimasi dari pemangku kepentingan. Bagian 1 ● Pendahuluan ● 5 . SPPIP dan RPKPP merupakan bentuk sinkronisasi dan kesepakatan dalam prosesnya.1 MAKSUD. Hal-hal yang spesifik yang perlu untuk diseragamkan dalam proses penyusunan SPPIP dan RPKPP tersebut menuntut adanya panduan sebagai acuan untuk mencapai hasil sesuai baku mutu yang telah ditetapkan. Dalam lingkup pengembangan kabupaten/kota. karena SPPIP merupakan kebijakan makro yang bersifat strategis yang diarahkan untuk menjadi acuan kebijakan bagi pengembangan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) menjadi suatu yang penting dan dapat menjadi langkah awal dalam mendukung terjadinya integrasi antara perencanaan pembangunan dan penataan ruang. kedalaman informasi. Dalam kerangka kebijakan pengembangan kabupaten/kota.

tersedianya acuan teknis bagi penyelenggaraan penyusunan SPPIP dan RPKPP.3 MANFAAT PANDUAN Keberadaan Panduan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) ini diharapkan dapat bermanfaat bagi:  Direktorat Jenderal Cipta Karya. Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman dan Tim Teknis Provinsi sebagai acuan dalam mengarahkan dan melakukan monitoring evaluasi terhadap pelaksanaan proses dan pencapaian hasil dari SPPIP dan RPKPP yang disusun. Tim Pokjanis kabupaten/kota sebagai acuan dalam merumuskan SPPIP dan RPKPP. dan   6 ● . 1. baik dalam proses penyusunan maupun keluaran dari kegiatan penyusunan SPPIP dan RPKPP. Kementerian Pekerjaan Umum sebagai acuan dalam memberikan fasilitasi kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP).3 Sasaran Panduan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) memiliki sasaran:    tersedianya landasan memahami konsepsi penyusunan SPPIP dan RPKPP. maka keberadaan panduan ini bertujuan:    memberikan pemahaman dasar mengenai SPPIP dan RPKPP.2 Tujuan Dengan memperhatikan maksud penulisan Panduan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP). dan tercapainya standar baku mutu dari produk SPPIP dan RPKPP yang dihasilkan. memberikan acuan teknis mengenai penyelenggaraan penyusunan SPPIP dan RPKPP.2. 1.2. dan memberikan acuan teknis baku mutu dari produk SPPIP dan RPKPP yang dihasilkan.Panduan Penyusunan 1.

1. metoda. BAGIAN IV KEGIATAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS (RPKPP) Bagian ini menjelaskan mengenai rangkaian kegiatan dalam proses Penyusunan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) yang diperinci ke dalam tiap kegiatan dan sub kegiatan. BAGIAN III KEGIATAN PENYUSUNAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN (SPPIP) Bagian ini menjelaskan mengenai rangkaian kegiatan dalam proses Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) kabupaten/kota yang diperinci ke dalam tiap kegiatan dan sub kegiatan. durasi. dan outputnya. BAGIAN II PEMAHAMAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN (SPPIP) DAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS (RPKPP) Bagian ini menjelaskan mengenai permasalahan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan beserta kebutuhan penanganannya melalui SPPIP dan RPKPP. maka panduan ini dibagi ke dalam 4 (empat) bagian. serta prinsip dan filosofi dasar penyusunan SPPIP dan RPKPP. langkah. Dalam Bagian 1 ● Pendahuluan ● 7 .Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)  Tim ahli pendamping sebagai acuan dalam memberikan pendampingan pada anggota Pokjanis dan mengarahkan pada proses pelaksanaan kegiatan yang seharusnya. sasaran dan tujuan serta manfaat dari Panduan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP). Dalam bab ini tiap kegiatan dijelaskan mengenai teknis pelaksanaannya mulai dari deskripsi. waktu. sasaran. yaitu: BAGIAN I PENDAHULUAN Bagian ini menjelaskan mengenai maksud.4 SISTEMATIKA PANDUAN Untuk memudahkan dalam memahami substansi di dalam Panduan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP).

dan outputnya. metoda. sasaran. 8 ● . durasi. langkah. waktu.Panduan Penyusunan bab ini tiap kegiatan dijelaskan mengenai teknis pelaksanaannya mulai dari deskripsi.

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Bagian 1 ● Pendahuluan ● 9 .

Panduan Penyusunan 10 ● .

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)

2

Bagian 2 ● Pemahaman Dasar ● 11

Panduan Penyusunan

02
2.1
 

Bagian

Pemahaman Dasar Permasalahan Pembangunan & Kebutuhan Penyelesaian Melalui SPPIP & RPKPP

PERMASALAHAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN DAN KEBUTUHAN PENANGANANNYA

Banyak permasalahan perkotaan yang bermula dari permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan, seperti tidak meratanya penyediaan infrastruktur permukiman perkotaan, ketidaktersediaan lingkungan permukiman yang layak, dan sebagainya yang belum tertangani secara optimal. Hal ini disebabkan oleh beberapa kondisi sebagai berikut: tuntutan yang tinggi terhadap pemenuhan kebutuhan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan belum didasarkan pada kebijakan dan strategi pembangunan yang memadai, tepat, berskala kabupaten/kota, dan berbasis kawasan; penyusunan kebijakan dan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan sering bersifat sesaat, responsif terhadap permasalahan yang ada, serta berorientasi pada ketersediaan sumberdaya yang ada sehingga kebijakan dan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan bersifat parsial dan tidak komprehensif, serta tidak terpadu dengan kebutuhan arah pengembangan dan pembangunan kabupaten/kota; pembangunan komponen-komponen permukiman seringkali tidak terselenggara secara terpadu dan berkelanjutan; belum terdapatnya strategi khusus pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang terintegrasi dengan penataan ruang dan perencanaan pembangunan secara keseluruhan; dan terdapat tumpang tindih kebijakan, strategi, program, dan kegiatan penanganan permasalahan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada tingkat operasional (kabupaten/kota).

 

12 ●

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)

Berdasarkan permasalahan pembangunan yang ada tersebut, diperlukan beberapa pertimbangan, yaitu:  bahwa dalam pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan memerlukan adanya arahan yang jelas selaras dengan arah pengembangan kabupaten/kota; bahwa dalam pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan diperlukan arahan yang didasarkan pada kebutuhan kabupaten/kota dan berbasis kawasan; bahwa pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan perlu diselenggarakan secara terpadu dan berkelanjutan sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang- Undang No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman; dan bahwa dalam pengembangan kabupaten/kota dan kawasan perkotaan terdapat kebutuhan untuk merumuskan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang mampu mendukung dan mengintegrasikan seluruh strategi sektoral yang terkait.

Berdasarkan kebutuhan-kebutuhan tersebut, maka suatu kabupaten/kota sudah seharusnya memiliki arahan kebijakan dan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang jelas dan komprehensif yang mempertimbangkan semua aspek pembangunan baik fisik, sosial, ekonomi, investasi, pembiayaan, kelembagaan, maupun partisipasi publik. Selain itu, arahan kebijakan dan strategi yang dimaksud sebaiknya dapat menjadi acuan bagi penerapan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang ada. Terkait dengan hal ini, program-program yang diselenggarakan mengacu pada kebutuhan untuk menjawab strategi yang telah dirumuskan dan skala prioritasnya. Selain itu, program yang dikembangkan dapat mendukung terwujudnya tujuan dan

Bagian 2 ● Pemahaman Dasar ● 13

Panduan Penyusunan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang diharapkan dari penerapan strategi tersebut (Gambar 2. Gambar 2-1 Ilustrasi Arah Pembangunan Kota yang Dibentuk Berdasarkan Pada Kebutuhan Kota Dalam perwujudannya. maka arahan kebijakan dan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang dirumuskan oleh pemerintah daerah harus terpadu dan sinergi dengan rencana tata ruang (RTRW) dan rencana pembangunan (RPJP dan RPJM). termasuk dalam melaksanakan rencana tata ruang dan rencana pembangunan yang menjadi induk bagi pembangunan di bidang permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. yaitu pemerintah daerah menjadi aktor utama dalam pembangunan daerah. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Sejak berlakunya UU No. Dengan adanya peran ini. 14 ● .1). kebutuhan akan arahan kebijakan dan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan ini tidak hanya menjadi tugas Pemerintah melainkan juga menjadi tanggung jawab penuh pemerintah kabupaten/kota. telah terjadi transformasi peran pemerintah daerah.

kedalam program pembangunan tahunan. Dalam kerangka pembangunan nasional. SPPIP dan RPKPP merupakan penjabaran dari strategi pengembangan dan pembangunan kabupaten/kota untuk pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. karena SPPIP dan RPKPP ini akan menjadi:  acuan bagi penentu kebijakan (policy makers) dan pengambil keputusan (decision makers) dalam menetapkan program dan kegiatan prioritas dan cara pencapaiannya.2).2 PENANGANAN PERMASALAHAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN MELALUI SPPIP DAN RPKPP Kebutuhan penanganan permasalahan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang dijelaskan dalam sub-bab 2.   Bagian 2 ● Pemahaman Dasar ● 15 .Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 2.1 dapat diselesaikan melalui Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) yang untuk operasionalisasi dalam skala kawasan dijabarkan dalam Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP). sedangkan dalam kerangka pengembangan dan pembangunan kabupaten/kota. SPPIP dan RPKPP ditujukan pula untuk mendukung kebijakan nasional yang sejalan dengan Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum. dalam mencapai tujuan pembangunan. Dalam kaitannya dengan pembangunan kabupaten/kota.dan Millenium Development Goals (MDG’s). Arah pengembangan dan pembangunan kabupaten/kota untuk pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan akan diturunkan ke dalam strategi rinci berupa SPPIP. yang untuk operasionalisasi penanganan kawasannya akan dijabarkan dalam RPKPP (Gambar 2. implementasi Peraturan Menteri (Permen) mengenai Standar Pelayanan Minimal (SPM). dan acuan bagi perangkat pelaksana pembangunan dalam menjalankan tugasnya sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. keberadaan SPPIP dan RPKPP ini menjadi penting. acuan bagi perencana program dan kegiatan dalam mensinergikan dan mengintegrasikan sektor yang ada. sektor unggulan maupun sektor penunjang. yang dapat membantu pemerintah daerah untuk lebih fokus mencapai tujuan pembangunan. baik sektor strategis.

Panduan Penyusunan Gambar 2-2 Diagram Keterkaitan Arah Pengembangan dan Pembangunan Kota. dan kegiatan pembangunan permukiman yang berbasis pada kawasan perkotaan sesuai dengan dokumen Rencana Tata Ruang. SPPIP. keseluruhan rangkaian proses dan produk SPPIP dan RPKPP menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota secara keseluruhan bukan oleh pemerintah. pemerintah provinsi. program. dan RPKPP Dalam Kerangka Pembangunan Perkotaan SPPIP dan RPKPP sebagai suatu acuan yang operasional dan implementatif ini dalam penyelenggaraan pembangunan memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut:  SPPIP dan RPKPP merupakan kebijakan.   16 ● . SPPIP dan RPKPP disusun secara sistematis mulai dari jangka panjang yang kemudian dirinci dalam jangka menengah dan jangka pendek. SPPIP dan RPKPP diharapkan dapat mengakomodir berbagai kemungkinan penyesuaian akibat dinamika perkembangan kabupaten/kota. Oleh karena itu. maupun lembaga donor. strategi. konsultan.

dan rangkaian proses penyusunan SPPIP dan RPKPP mengarahkan pada cara pandang baru dalam pengembangan dan pembangunan kabupaten/kota beserta keberlanjutannya. sehingga rasa kepemilikan dan kepedulian terhadap SPPIP dan RPKPP menjadi tinggi. dan   Bagian 2 ● Pemahaman Dasar ● 17 . akomodasi.1 SPPIP merupakan suatu strategi yang menjadi acuan bagi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang penyusunannya mengacu dan terintegrasi dengan arahan pengembangan kabupaten/kota secara komprehensif. pada proses penyusunannya. SPPIP dan RPKPP merupakan produk yang bersifat strategis dan lintas isu. SPPIP memiliki karakteristik yang membedakannya dengan kebijakan dan strategi lainnya. Sebagai rancangan tindakan atau aksi. melainkan mempertimbangkan keterkaitannya dengan pembangunan kawasan perkotaan secara keseluruhan.3. 2. namun juga pada proses penyusunannya. SPPIP juga merupakan rancangan tindakan atau aksi untuk membangun permukiman dan infrastruktur pendukungnya sebagai komponen inti pembentuk kawasan perkotaan.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)    penyusunan SPPIP dan RPKPP melibatkan partisipasi dari berbagai pemangku kepentingan kabupaten/kota yang signifikan. SPPIP ini disusun berdasarkan arahan kebijakan dan strategi yang terdapat di dalam RTRW dan RPJPD. SPPIP ini merupakan alat utama bagi pemerintah daerah untuk mengarahkan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.3 SPPIP DAN RPKPP DALAM KERANGKA PEMBANGUNAN PERMUKIMAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN Pemahaman Dasar SPPIP dan RPKPP 2. Dalam prosesnya. dan adopsi dari kebijakan dan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang ada. kebijakan dan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang disusun tidak dipandang sebagai kebijakan dan strategi sektoral. Selain itu. Hal ini dapat dilihat dari pengutamaan legitimasi produk yang diukur dari rasa memiliki dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan kabupaten/kota yang terlibat dalam proses penyusunan dan penerapannya. SPPIP ini diterjemahkan ke dalam suatu strategi berikut program pembangunannya. yaitu:  penyusunan SPPIP lebih banyak dilakukan melalui proses sinkronisasi. SPPIP tidak hanya berorientasi pada produk.

Seperti halnya dengan SPPIP.000. Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) merupakan rencana aksi program strategis untuk penanganan permasalahan permukiman dan pembangunan infrastruktur permukiman pada kawasan prioritas di perkotaan. sebagai sarana untuk mengintegrasikan semua kebijakan dan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang tertuang di berbagai dokumen.000. penyusunannya dilakukan dengan mengacu pada kebijakan dan strategi skala kabupaten/kota.Panduan Penyusunan  kebijakan dan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan disusun dari skala kabupaten/kota sampai dengan skala kawasan.     Strategi dan program yang menjadi keluaran dari SPPIP disajikan dalam peta spasial skala 1:25. sehingga dapat terintegrasi dengan program pembangunan lainnya. Terkait dengan karakteristik tersebut. yaitu:  sebagai acuan bagi implementasi program pembangunan permukiman dan infrastuktur permukiman perkotaan. RPKPP ini merupakan penjabaran dari SPPIP untuk kawasan permukiman prioritas yang ditetapkan. sebagai dokumen induk dari semua dokumen perencanaan program sektoral bidang permukiman di daerah. Pada skala kawasan.000. RPKPP memiliki karakteristik yang membedakan dengan rencana pembangunan kawasan permukiman lainnya. meliputi:    RPKPP berorientasi pada penanganan kawasan permukiman yang diprioritaskan pembangunannya. SPPIP ini memiliki fungsi dalam konteks pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. RPKPP disusun pada lingkup wilayah perencanaan kawasan dan dengan kedalaman rencana teknis yang dituangkan dalam peta skala 1:5. dan sebagai dokumen acuan bagi penyusunan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan skala kabupaten/kota. rencana pembangunan kawasan yang terdapat dalam RPKPP dilakukan secara logis dan bertahap sesuai kebutuhan. maka dapat menggunakan skala minimum 1:50.000 dan 1:1. sehingga fasilitasi APBN dalam penyediaan infrastruktur diprioritaskan pada daerah yang sudah memiliki Dokumen SPPIP/RPKPP. sebagai salah satu acuan bagi penyusunan RPIJM Bidang Permukiman. Dalam kondisi kabupaten/kota yang bersangkutan belum memiliki peta dengan skala tersebut. rencana pembangunan kawasan yang dihasilkan memiliki tingkat implementasi yang tinggi karena dalam penyusunannya melibatkan seluruh pemangku 18 ● .

maka dalam kerangka pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. serta mempertimbangkan kebijakan-kebijakan makro di atasnya.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)  kepentingan yang terkait termasuk masyarakat yang terkena dampak. (2) pendekatan fasilitatif dan partisipatif. Kondisi atau situasi yang terjadi tersebut dijelaskan. Gambar 2-3 Diagram Keterkaitan SPPIP dan RPKPP Dari sisi penyusunannya. dan produk yang dihasilkan dari RPKPP dapat langsung diimplementasikan pada sebagian kawasan paling cepat pada tahun berikutnya. yaitu: (1) pendekatan normatif. karena RPKPP ini mencakup juga perencanaan detail untuk kawasan pembangunan tahap 1. serta (3) pendekatan teknis-akademis. dilihat. dengan penjelasan untuk tiap pendekatan sebagai berikut:  Pendekatan Normatif adalah suatu cara pandang untuk memahami permasalahan atau kondisi dengan berdasarkan pada norma-norma yang ada atau pada suatu aturan yang menjelaskan bagaimana kondisi tersebut seharusnya terjadi. RPKPP ini memiliki fungsi sebagai berikut:   sebagai alat operasionalisasi dalam penanganan kawasan permukiman prioritas. Terkait dengan karakteristik ini. perhatian pada masalah utama serta tindakan yang semestinya dilakukan menjadi ciri utama. dan dibandingkan karakteristiknya dengan kondisi yang seharusnya. dimana dalam konteks pembangunan kondisi yang Bagian 2 ● Pemahaman Dasar ● 19 . Dalam pendekatan ini. proses penyusunan SPPIP dan RPKPP ini didasarkan pada tiga (3) pendekatan. dan sebagai masukan dalam penyusunan RPIJM Bidang Permukiman Secara rinci keterkaitan hubungan SPPIP dan RPKPP dapat dilihat pada Gambar 2-3 berikut ini.

pemberi kerja. Berdasarkan Undang-Undang (UU) No. dan tim pokjanis daerah. KSPD ini memiliki fungsi: (1) memberikan acuan bagi pembangunan kabupaten/kota dan kawasan perkotaan. proses penyusunan SPPIP dan RPKPP menggunakan beberapa metode dan teknik studi yang baku yang sebelumnya telah disepakati bersama oleh tim kerja. Hal ini dimaksudkan agar hasil penyusunan dapat dirasakan dan dimiliki oleh seluruh pemangku kepentingan terkait di daerah. baik di tingkat kabupaten/kota. Pendekatan Teknis-Akademis merupakan pendekatan yang dilakukan dengan menggunakan metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. Pendekatan Fasilitatif dan Partisipatif digunakan dengan dasar pertimbangan bahwa proses penyusunan dilakukan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang terkait dengan pengembangan kabupaten/kota maupun pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. 2. Dalam pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. Selain itu dari sisi ruang. (2) mengatur fungsi kabupaten/kota dan penataan ruang kabupaten/kota untuk pembangunan berkelanjutan.Panduan Penyusunan   seharusnya tersebut didasarkan pada produk legal peraturan perundangan. maupun nasional. analisis. baik itu dalam pembagian tahapan pekerjaan maupun teknik-teknik identifikasi. kebijakan. Selain kedua pilar utama pembangunan ini. penyusunan strategi maupun proses pelaksanaan penyepakatan. provinsi. (3) menjadi dasar dalam sinkronisasi regulasi dan kebijakan terkait 20 ● . 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.2 Kedudukan SPPIP dan RPKPP Dalam Kerangka Pengembangan Kabupaten/Kota Penyelenggaraan SPPIP dan RPKPP tidak dapat dipisahkan dari kebijakan pengembangan dan pembangunan kabupaten/kota secara keseluruhan. tiap kabupaten/kota diamanatkan memiliki dokumen perencanaan pembangunan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) yang kemudian diterjemahkan dalam rencana 5 (lima) tahunan di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang mengamanatkan tiap kabupaten/kota memiliki dokumen rencana tata ruang yang tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kabupaten/kota berikut dengan rencana rincinya. Dalam pendekatan ini. akan diterjemahkan dan disinkronkan dalam SPPIP. terdapat juga Kebijakan Strategi Perkotaan Daerah (KSPD) yang merupakan penjabaran dari Kebijakan Strategi Perkotaan Nasional (KSPN). dan strategi yang terdapat pada kedua kelompok dokumen yang dihasilkan dari 2 (dua) pilar pembangunan di Indonesia ini. baik untuk nasional maupun daerah.3.

SPPIP yang menjabarkan kebijakan makro kabupaten/kota untuk pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dalam implementasinya akan menjadi acuan bagi penyusunan strategi sektor dan Rencana Induk Sistem (RIS) komponen-komponen pembentuk permukiman. biaya. maka RP3KP ini juga perlu disinergikan dengan SPPIP. Program. RIS. Berdasarkan keterkaitan ini. untuk menunjang pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. sedangkan RPKPP merupakan dokumen teknis untuk mendukung operasionalisasi RPIJM Bidang Permukiman tersebut. Secara diagramatis. dan lokasinya di tiap kawasan prioritas RPKPP (Gambar 2-5 dan Gambar 2-6).Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) pembangunan perkotaan. RP3KP merupakan penjabaran dari rencana kawasan permukiman yang tertuang dalam RTRW kabupaten/kota. Dalam hal ini. sedangkan proses penyusunan RPKPP wajib untuk mempertimbangkan program dan kegiatan di dalam RPIJM Bidang Permukiman dan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL). khususnya untuk tahun pertama. keterkaitan SPPIP dan RPKPP dengan dokumen kebijakan yang berlaku di kabupaten/kota dapat dilihat pada Gambar 2-4 berikut. maka apabila RPIJM Bidang Permukiman sudah disusun sebelum SPPIP dan RPKPP. serta alokasi pendanaan di dalam RPIJM Bidang Permukiman tersebut akan dirinci dalam program dan kegiatan yang terukur baik volume. yang selanjutnya akan diterjemahkan ke dalam RPKPP. program 5 (lima) tahunan yang dihasilkan dalam SPPIP akan menjadi acuan dan dasar dalam penyusunan program. strategi sektor dan RIS yang telah disusun secara sistematis dan sinergi ini nantinya akan menjadi masukan dalam proses penyusunan Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) Bidang Permukiman. Berdasarkan fungsi tersebut. maka proses penyusunan SPPIP akan mempertimbangkan dan mensinkronisasikan kebijakan dan strategi yang terdapat di dalam dokumen-dokumen tersebut. Sebagai rencana yang mengarahkan pembangunan perumahan dan kawasan permukiman di suatu kabupaten/kota. Selain itu. Terkait dengan RPIJM Bidang Permukiman. akan menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan strategi dan program Bagian 2 ● Pemahaman Dasar ● 21 . indikasi kegiatan. Dalam konteks pembangunan permukiman. serta (4) menjadi instrumen perencanaan yang menjadi acuan kementerian/lembaga dalam pelaksanaan program dan kegiatan terkait pembangunan perkotaan. indikasi kegiatan. Dari sisi lingkup substansi. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. kabupaten/kota diharapkan memiliki Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP). serta alokasi pendanaan di dalam RPIJM Bidang Permukiman. berdasarkan UU No. SPPIP ini menjadi dokumen induk dan acuan utama dalam penyusunan program-program investasi permukiman yang terdapat dalam RPIJM Bidang Permukiman. maka program yang tertuang dalam RPIJM Bidang Permukiman. maka kebijakan di dalam KSPD diterjemahkan dan disinkronisasikan dengan kebijakan lainnya di dalam SPPIP. Dalam kondisi strategi sektor. dan RPIJM Bidang Permukiman sudah tersedia terlebih dahulu dari SPPIP.

Panduan Penyusunan

di dalam SPPIP, sedangkan rumusan, volume, alokasi lokasi, dan alokasi penganggaran akan menjadi acuan utama dalam perumusan kegiatan berikut rinciannya di dalam RPKPP. Untuk tahun kedua dan seterusnya, rumusan strategi dan program SPPIP akan menjadi dasar dalam upaya review dan penyempurnaan RPIJM Bidang Permukiman.

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH

RENCANA TATA RUANG WILAYAH

(RPJPD)

(RTRW) KOTA/KABUPATEN

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH

KEBIJAKAN DAN STRATEGI PERKOTAAN DAERAH

(RPJMD)

(KSPD)

STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN

(SPPIP)

STRATEGI SEKTOR
STRATEGI SISTEM SANITASI KOTA STRATEGI SISTEM PENGELOLAAN PERSAMPAHAN STRATEGI SEKTOR LAINNYA

RENCANA DETAIL TATA RUANG

(RDTR)

RENCANA PEMBANGUNAN DAN PENGEMBANGAN PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN

(RP3KP)

(S-SK)

(S-SPP)

RENCANA INDUK SISTEM (RIS)
RENCANA INDUK SANITASI RENCANA INDUK PERSAMPAHAN MASTERPLAN SEKTOR LAINNYA

RENCANA PROGRAM INVESTASI JANGKA MENENGAH

(RPIJM) BIDANG PERMUKIMAN
RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS

(RPKPP)

sinkronisasi diacu/diterjemahkan/didetailkan

RENCANA SEKTORAL LAINNYA

RENCANA TATA BANGUNAN DAN LINGKUNGAN

(RTBL)

Gambar 2-4

Keterkaitan SPPIP dan RPKPP Dalam Kerangka Kebijakan Pembangunan Kota

Dalam kaitannya dengan RTRW, keberadaan SPPIP dan RPKPP perlu diperhatikan lingkup substansi dan lingkup wilayahnya. Lingkup SPPIP dan RPKPP lebih rinci dari RTRW. RTRW mencakup penanganan untuk seluruh kawasan, baik kawasan lindung, permukiman, perdagangan, dan sebagainya, sedangkan SPPIP dan RPKPP hanya fokus pada pembangunan kawasan permukiman yang telah diarahkan oleh RTRW dan secara lebih spesifik, RPKPP fokus pada kawasan permukiman prioritasnya saja. Secara rinci perbedaan RTRW, SPPIP, dan RPKPP dalam kerangka pembangunan perkotaan dapat dilihat pada Tabel 2-1 berikut.

22 ●

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)

STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN

(SPPIP)
INDIKASI PROGRAM

STRATEGI

sebagai arah dan kebijakan program investasi bidang cipta karya

RENCANA PROGRAM INVESTASI JANGKA MENENGAH BIDANG PERMUKIMAN

(RPIJM BIDANG PERMUKIMAN)

PROGRAM

KEGIATAN

SKALA KOTA SKALA KAWASAN
PROGRAM PENANGANAN KEGIATAN

RPKPP merupakan acuan RPIJM pada kawasan prioritas dan rencana teknis rinci subkawasan

RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS

(RPKPP)

Gambar 2-5

Ilustrasi Keterkaitan SPPIP, RPKPP dan RPIJM Bidang Permukiman

Gambar 2-6

Contoh Keterkaitan Substansi SPPIP, RPKPP dan RPIJM Bidang Permukiman
Bagian 2 ● Pemahaman Dasar ● 23

24 ●

Tabel 2-1
RPKPP kawasan (fungsional)

Rincian Perbedaan Antara SPPIP, dan RPKPP Dalam Kerangka Pembangunan Wilayah Perkotaan

RTRW Kota/kabupaten

Panduan Penyusunan

LINGKUP WILAYAH LINGKUP SEKTOR KEDALAMAN PRODUK

Seluruh Aspek

• • • •

Rencana Pola Ruang Rencana Struktur Ruang Arahan Pemanfaatan Ruang Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang • Skala 1:25.000 – 1:50.000

SPPIP kawasan perkotaan di dalam kota/kabupaten Permukiman dan Infrastruktur Keciptakaryaan • Strategi Pembangunan • Program Investasi Pembangunan • Skala 1: 25.000 – 1:50.000

Permukiman dan Infrastruktur Keciptakaryaan • Rencana Program Aksi • Rinci • Operasional • Skala 1: 5.000 • Skala 1: 1.000

ILUSTRASI

Strategi untuk 5 (lima) tahun pertama didasarkan pada arahan dalam RPJMD dan KSPD.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Dari sisi waktu. Ilustrasi kedudukan SPPIP dan RPKPP dalam kerangka kebijakan pembangunan kota terdapat pada Gambar 2-7. ARAHAN SPASIAL RTRWN 20 TAHUN ARAHAN PEMBANGUNAN RPJPN 20 TAHUN ARAHAN PERKOTAAN KSPN 20 TAHUN RTRWD 20 TAHUN RPJPD 20 TAHUN RPJMD 5 TAHUN KSPD 5 TAHUN SPPIP 20 TAHUN LIMA TAHUN I LIMA TAHUN II LIMA TAHUN III LIMA TAHUN IV RPIJM BIDANG PERMUKIMAN 5 TAHUN LIMA TAHUN I LIMA TAHUN I LIMA TAHUN I LIMA TAHUN I LIMA TAHUN I RPKPP 5 TAHUN LIMA TAHUN I LIMA TAHUN I LIMA TAHUN I LIMA TAHUN I LIMA TAHUN I Gambar 2-7 Keterkaitan SPPIP dan RPKPP Dalam Kerangka Kebijakan Pembangunan Kota Dari Sisi Waktu Bagian 2 ● Pemahaman Dasar ● 25 . SPPIP merupakan penterjemahan arahan pengembangan dan pembangunan kabupaten/kota untuk pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan selama jangka waktu 20 tahun sebagaimana arahan dalam RTRW dan RPJPD. serta akan menjadi acuan bagi penyusunan RPKPP dan RPIJM Bidang Permukiman.

Hasil dari peninjauan kembali tersebut memungkinkan berupa dokumen SPPIP tetap berlaku sesuai dengan tahun berlakunya atau dokumen SPPIP perlu untuk direvisi dan disesuaikan kembali.4 Pemangku Kepentingan SPPIP dan RPKPP Kegiatan penyusunan SPPIP dan RPKPP melibatkan pemangku kepentingan.3. yaitu suatu keadaan yang muncul karena adanya kejadian di luar kemampuan manusia dan tidak dapat dihindarkan lagi sehingga RTRW dan/atau RPJPD tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. maupun kabupaten/kota. 26 ● . baik yang berada di tingkat pusat. Apabila berdasarkan hasil peninjauan kembali diperlukan adanya revisi terhadap dokumen SPPIP. Ilustrasi dari proses peninjauan kembali dokumen SPPIP dapat dilihat pada Gambar 2-8.3 Peninjauan Kembali Dokumen SPPIP Dalam upaya untuk mengakomodasi tingginya intensitas pembangunan.3.Panduan Penyusunan 2. maka proses revisi dapat dilakukan pada tahun yang bersangkutan. provinsi. Peninjauan kembali ini dilaksanakan berdasarkan peninjauan kembali RTRW kabupaten/kota dan/atau RPJPD yang dilakukan:   1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun dalam kondisi normal. RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) LIMA TAHUN I LIMA TAHUN II LIMA TAHUN III LIMA TAHUN IV SPPIP (Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan) LIMA TAHUN I LIMA TAHUN II LIMA TAHUN III LIMA TAHUN IV tahun dimulainya proses review SPPIP *) Revisi SPPIP (Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan) LIMA TAHUN I LIMA TAHUN II LIMA TAHUN III LIMA TAHUN IV tahun pertama dokumen revisi SPPIP *) apabila dari proses review diperlukan adanya revisi maka. maka dimungkinkan kabupaten/kota melakukan proses peninjauan kembali terhadap dokumen SPPIP yang telah disusun. Secara rinci peran dan bentuk keterlibatan dari masing-masing pihak tersebut dalam kegiatan penyusunan SPPIP dan RPKPP dapat dilihat pada Tabel 2-2 dan Gambar 2-9. dan memungkinkan lebih dari 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun dalam keadaan force majeure. Tahun pertama dari jangka waktu 20 tahun revisi dokumen SPPIP dimulai pada tahun dimana hasil revisi ditetapkan. penyesuaian waktunya mengikuti ilustrasi pada diagram revisi SPPIP Gambar 2-8 Peninjauan Kembali Dokumen SPPIP 2.

dan . dan . panduan) . dan . provinsi.memberikan rekomendasi berdasarkan penilaian terhadap hasil penyusunan SPPIP.mendorong peningkatan kapasitas pokjanis di tingkat kabupaten/kota.melakukan penilaian terhadap hasil penyusunan SPPIP dan penyusunan RPKPP.melakukan pemantauan dan evaluasi penyusunan SPPIP dan penyusunan RPKPP.Melakukan tertib administrasi penyelenggaraan kegiatan penyusunan SPPIP/RPKPP .menyediakan pedoman penyusunan SPPIP dan penyusunan RPKPP.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Tabel 2-2 Peran dan Bentuk Keterlibatan Masing-Masing Pihak Dalam Kegiatan Penyusunan SPPIP dan RPKPP PERAN Pembina kegiatan penyusunan SPPIP/RPKPP BENTUK KETERLIBATAN . . .Mendorong dan mengarahkan penyusunan SPPIP/RPKPP pada kabupaten/kota melalui Pokjanis daerah TUGAS DAN WEWENANG TUGAS . dan kabupaten/kota . Kementerian Pekerjaan Umum  Direktorat Pengembangan Permukiman DJCK Pembina kegiatan penyusunan SPPIP/RPKPP . mengoordinasikan.melaksanakan konsolidasi pada tingkat provinsi.Memberikan pendampingan teknis pelaksanaan penyusunan SPPIP/RPKPP . Bagian 2 ● Pemahaman Dasar ● 27 . WEWENANG .Menyediakan tenaga ahli pendamping .Menyelenggarakan kolokium .melaksanakan pembinaan kegiatan penyusunan SPPIP dan penyusunan RPKPP. .Berperan aktif dalam tim teknis tingkat provinsi TINGKAT PROVINSI  Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Penyelenggar a kegiatan penyusunan SPPIP/RPKPP TUGAS .Memantau pelaksanaan SPPIP/RPKPP melalui kegiatan koordinasi di tingkat pusat.melaksanakan pendampingan dan pengendalian kegiatan penyusunan SPPIP dan penyusunan RPKPP.memfasilitasi.Menyediakan pedoman pelaksanaan penyusunan SPPIP/RPKPP (KAK. dan mensosialisasikan penyusunan SPPIP dan penyusunan RPKPP PEMANGKU KEPENTINGAN TINGKAT PUSAT  Direktorat Jenderal Cipta Karya.

Pembentukan Pokjanis ini dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati/Walikota BENTUK KETERLIBATAN . Terdiri dari dinas/instansi terkait di lingkup pemerintah kabupaten/kota. Bappeda Provinsi.Melakukan pendampingan kegiatan penyusunan SPPIP/RPKPP melalui monitoring dan evaluasi/konsolidasi di tingkat provinsi TUGAS DAN WEWENANG WEWENANG .Merumuskan SPPIP/RPKPP .Panduan Penyusunan PEMANGKU PERAN KEPENTINGAN  Tim Teknis Provinsi. dan .menghasilkan SPPIP dan RPKPP yang dapat diimplementasikan. .Mengambil keputusan dalam proses penyusunan dokumen SPPIP/RPKPP .melaksanakan penyusunan SPPIP dan RPKPP sesuai dengan pedoman sebagaimana diatur dalam peraturan menteri ini. . dan . . dan 28 ● .penyebarluasan informasi produk SPPIP dan RPKPP kepada masyarakat WEWENANG . .memberikan rekomendasi kepada pemerintah kabupaten/kota terkait dengan kinerja pokjanis.Mendorong peningkatan kapasitas Pokjanis melalui kegiatan pelatihan/konsolidasi tingkat provinsi . Pendamping/ pengendali Terdiri dari: kegiatan Ketua : Satker penyusunan Randal CK SPPIP dan Anggota : Korwil. RPKPP Dinas PU/CK Provinsi.Mengawal keberlanjutan program SPPIP/RPKPP hingga tahapan implementasi TUGAS .melibatkan peran masyarakat dalam proses penyusunan SPPIP dan penyusunan RPKPP.menyediakan basis data dan informasi spasial dan sektoral. . .melaksanakan peninjauan kembali terhadap SPPIP dan RPKPP berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam peraturan menteri ini.menetapkan pokjanis.melaksanakan koordinasi penyusunan SPPIP dan penyusunan RPKPP dalam lingkup provinsi.Menjadi narasumber dan penentuperumusan hasil SPPIP/RPKPP .menetapkan tim teknis provinsi. dan Satker Provinsi Bidang CK TINGKAT KABUPATEN/KOTA Perumus  Kelompok Kerja SPPIP/RPKPP Teknis (Pokjanis).

memfasilitasi kebutuhan data dan informasi spasial * WEWENANG .Menyusun laporan proses kegiatan SPPIP/RPKPP .Menyusun dokumen SPPIP/RPKPP hasil perumusan Pokjanis TUGAS DAN WEWENANG .menetapkan SPPIP.memberikan masukan/pendampingan secara akademis dan teknis dalam proses penyusunan SPPIP/RPKPP *) pengadaan peta bila dibutuhkan Bagian 2 ● Pemahaman Dasar ● 29 .Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) PEMANGKU KEPENTINGAN  Tim Ahli Pendamping. TUGAS . yang terdiri dari tenaga ahli beserta asisten ahli PERAN Pendamping kegiatan penyusunan SPPIP/RPKPP BENTUK KETERLIBATAN .Memfasilitasi Pokjanis dalam proses penyusunan SPPIP/RPKPP .

5 Legalisasi SPPIP dan RPKPP Untuk menjamin pemanfaatan dokumen SPPIP dan RPKPP sebagai acuan dalam pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. maka dokumen SPPIP dan RPKPP dapat dilegalisasi dalam bentuk peraturan perundangan-undangan di daerah. KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM PEMBINA KEGIATAN PENYUSUNAN SPPIP/ RPKPP DINAS DINAS PEKERJAAN PEKERJAAN UMUM/ UMUM/ CIPTA CIPTA KARYA KARYA PROVINSI PROVINSI SATUAN SATUAN KERJA KERJA (SATKER) (SATKER) CIPTA CIPTA KARYA KARYA PENGEMBANGAN PENGEMBANGAN KAWASAN KAWASAN PERMUKIMAN PERMUKIMAN penyediaan penyediaan ahli ahli pendamping pendamping  PENYELENGGARA KEGIATAN SPPIP/ RPKPP TIM TEKNIS   BAPPEDA BAPPEDA PROVINSI PROVINSI   DINAS DINAS PROVINSI PROVINSI TERKAIT TERKAIT   SATKER SATKER CIPTA CIPTA KARYA KARYA PROVINSI PROVINSI  PENGENDALI KEGIATAN SPPIP/ RPKPP  PENYUSUN SPPIP/RPKPP KELOMPOK KERJA TEKNIS (POKJANIS) pemangku pemangku kepentingan kepentingan kota/kabupaten kota/kabupaten melakukan melakukan pendampingan pendampingan PERUMUS SPPIP/ RPKPP TIM TENAGA AHLI PENDAMPING PENDAMPING KEGIATAN PENYUSUNAN SPPIP/ RPKPP AKADEMISI DAN UNSUR MASYARAKAT Gambar 2-9 Keterkaitan Semua Pihak yang Terlibat Dalam Proses Penyusunan SPPIP/RPKPP 2.3.Panduan Penyusunan HUBUNGAN KETERKAITAN PERAN DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA (DJCK) KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT PENGEMBANGAN PERMUKIMAN DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA (DJCK). Legalisasi untuk SPPIP dan RPKPP ini ditetapkan dengan peraturan bupati/walikota. 30 ● .

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Bagian 2 ● Pemahaman Dasar ● 31 .

Panduan Penyusunan 32 ● .

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 3 Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 33 .

(3) perumusan tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. sampai dengan pengumpulan data dan informasi     Rencana kerja dan metodologi pelaksanaan kegiatan Peta dasar Data dan informasi yang diperlukan Desain pengumpulan data dan informasi CAPAIAN KEGIATAN  34● .1. dan (5) finalisasi dan sosialisasi. termasuk di dalamnya melakukan koordinasi tim untuk pelaksanaan kegiatan. penyiapan peta dasar.1 3. penyepakatan rencana kerja dan metodologi pelaksanaan kegiatan. lingkup kegiatan dari tiap kegiatan besar dan capaian kegiatan dapat dilihat pada Tabel 3-1. (2) identifikasi potensi dan permasalahan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. yaitu: (1) persiapan. lingkup kegiatan penyusunan SPPIP meliputi 5 (lima) kegiatan. Keterkaitan Lingkup Kegiatan Dengan Capaian dalam Kegiatan Penyusunan SPPIP LINGKUP KEGIATAN (1) Persiapan  Mengikuti sosialisasi penyusunan SPPIP yang akan dikoordinasikan penyelenggaraannya oleh tim pusat Melakukan persiapan pelaksanaan kegiatan. Secara rinci.1 Tabel 3-1 Bagian Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman & Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) RUANG LINGKUP PENYUSUNAN SPPIP Lingkup Kegiatan Penyusunan SPPIP Secara garis besar. (4) perumusan strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.Panduan Penyusunan 03 3.

dan tantangan dalam pembangunan perkotaan dan permukiman perkotaan (2) Perumusan Tujuan dan Kebijakan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan  Bersama dengan pemangku kepentingan kota menghasilkan indikasi arah pengembangan kabupaten/kota serta pembangunan permukiman dan   Indikasi arah pengembangan kabupaten/kota Indikasi arah pembangunan permukiman kabupaten/kota dan Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 35 . dan strategi. permasalahan. serta potensi.  Review kebijakan. permasalahan. dan program pembangunan program daerah dari tiap daerah berdasarkan dokumen kebijakan dokumen kebijakan terkait yang terkait yang telah tersedia dan dijadikan telah tersedia dan dijadikan acuan pelaksanaan pembangunan oleh acuan pelaksanaan pemerintah daerah pembangunan oleh pemerintah daerah  Melakukan kajian terhadap isu-isu  Kajian isu-isu permukiman dan permukiman dan infrastruktur permukiman infrastruktur permukiman perkotaan. dalam pembangunan perkotaan  Potensi.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) LINGKUP KEGIATAN  CAPAIAN KEGIATAN Melakukan konsolidasi dengan semua pemangku kepentingan dalam proses penyamaan tujuan dan rencana kerja penyusunan SPPIP (1) Identifikasi Potensi dan Permasalahan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan  Melakukan kajian terhadap kebijakan. dan tantangan yang akan dihadapi dalam pembangunan permukiman perkotaan  Peta potensi. strategi. permasalahan. dan pembangunan perkotaan dan permukiman tantangan yang akan dihadapi perkotaan. permasalahan dan perkotaan tantangan yang akan dihadapi dalam  Potensi.

potensi. permasalahan dan tantangan yang akan dihadapi dalam pembangunan perkotaan dan permukiman perkotaannya Bersama dengan pemangku kepentingan kota menghasilkan rumusan tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan CAPAIAN KEGIATAN infrastruktur permukiman perkotaan      Bersama dengan pemangku kepentingan menghasilkan: Rumusan kriteria dan indikator penentuan kawasan permukiman prioritas Identifikasi kawasan permukiman prioritas  Rumusan tujuan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan Rumusan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastrukur permukiman perkotaan Penyelenggaraan Pra-FGD 1 dan FGD 1 Rumusan kriteria dan indikator penentuan kawasan permukiman prioritas Kawasan permukiman prioritas Penyelenggaraan Pra-FGD 2 dan FGD 2   (3) Perumusan Strategi dan Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan  Bersama dengan pemangku kepentingan kota menghasilkan rumusan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan Bersama dengan pemangku kepentingan menghasilkan : Analisis korelasi strategi pembangunan permukiman dan kebutuhan infrastruktur permukiman perkotaan dalam skema manajemen pembangunan perkotaan.Panduan Penyusunan LINGKUP KEGIATAN infrastruktur permukiman perkotaan berdasarkan hasil kajian kebijakan dan hasil kajian terhadap isu-isu. Rumusan program pembangunan permukiman dan infrastruktur infrastruktur permukiman perkotaan (dalam skala kabupaten/kota dan skala kawasan) sebagai arahan investasi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman    Rumusan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan Penyelenggaraan Pra-FGD 3 dan FGD 3 Analisis korelasi strategi pembangunan permukiman dan kebutuhan infrastruktur permukiman perkotaan dalam skema manajemen pembangunan perkotaan Analisis konsekuensi atau implikasi penerapan strategi dan identifikasi dampak program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan Rumusan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan (dalam skala kabupaten/kota dan skala kawasan) sebagai arahan investasi pembangunan    36● . Analisis konsekuensi atau implikasi penerapan strategi dan identifikasi dampak program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) LINGKUP KEGIATAN perkotaan jangka menengah. maka lingkup wilayah penyusunan SPPIP mencakup keseluruhan kawasan permukiman di wilayah administrasi kota yang ditetapkan dalam RTRW kota. Penyelenggaraan Pra-FGD 4 dan FGD 4 dan diskusi informal Masukan untuk penyempurnaan hasil Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan Masukan untuk penyempurnaan hasil   (4) Finalisasi dan Sosialisasi  Mengikuti kegiatan kolokium yang akan dikoordinasikan oleh koordinator pelaksana. Untuk wilayah yang berstatus kota. Analisis dampak penerapan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. Sebagai ilustrasi. Untuk wilayah yang berstatus kabupaten. CAPAIAN KEGIATAN permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan jangka menengah Analisis dampak penerapan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. dan memberikan pemaparan dan pembahasan capaian kegiatan pada Kolokium SPPIP  Menyelenggarakan konsultasi publik untuk menjaring masukan terhadap rumusan strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan  Melakukan diseminasi hasil kesepakatan perumusan SPPIP kepada dinas/instansi terkait dan pemangku kepentingan lainnya di kabupaten/kota bersangkutan     Tersosialisasikannya Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) 3.2 Lingkup Wilayah Penyusunan SPPIP Kegiatan penyusunan SPPIP dilakukan pada lingkup wilayah kabupaten/kota. maka lingkup wilayah penyusunan SPPIP mencakup kawasan di dalam wilayah administrasi kabupaten yang didefinisikan sebagai kawasan permukiman perkotaan oleh RTRW kabupaten yang bersangkutan. lingkup wilayah penyusunan SPPIP dapat dilihat pada Gambar 3-1. Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 37 .1.

Panduan Penyusunan Gambar 3-1 Ilustrasi Lingkup Wilayah Penyusunan SPPIP Untuk Wilayah Adaministrasi Kota (atas) dan Untuk Wilayah Administrasi Kabupaten (bawah) 38● .

dan Target capaian dalam pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang diharapkan. pembiayaan. Strategi pembangunan dalam SPPIP ini disusun dengan mempertimbangkan beberapa hal berikut (Gambar 3-2):   Rumusan tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang telah disepakati bersama oleh Pokjanis. Kebutuhan penanganan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. ekonomi. Sumber daya ini dapat berupa: sumber pendanaan yang dimiliki oleh Pemerintah dan pemerintah daerah. pelibatan masyarakat dan pelaku terkait lainnya. Untuk strategi non-fisik dapat meliputi strategi terkait aspek sosial. kesiapan masyarakat dalam mendukung program pembangunan. nasional. kapasitas aparatur pelaksana program. Sumber daya yang dimiliki yang dapat menjadi pembatas ataupun pendorong bagi terwujudnya target capaian dalam pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang ingin dicapai. baik pada lingkup kota. keluaran akhir yang diharapkan dari kegiatan penyusunan SPPIP berupa strategi pembangunan yang diturunkan dan didetailkan dalam bentuk program. dan sebagainya Strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang telah ada di berbagai dokumen perencanaan pembangunan dan penataan ruang yang berlaku.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 3. yaitu: cakupan aspek dan wilayah. serta legalisasi.  Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 39 .  strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan merujuk pada strategi fisik dan non-fisik. maupun komitmen internasional lainnya    Dalam perumusan strategi pembangunan SPPIP perlu memperhatikan 2 (dua) hal.1. kelembagaan. provinsi.3 Kedalaman Substansi SPPIP Dari sisi substansi. Strategi pembangunan dalam SPPIP memuat langkah-langkah riil dan terukur yang harus diambil untuk merealisasikan tujuan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang diatur dalam kebijakan. luas lahan yang tersedia untuk pembangunan. yang didasarkan pada karakteristik potensi dan permasalahan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan eksisting. MDG’s. strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan disusun untuk skala kabupaten/kota dan skala kawasan.

Panduan Penyusunan KEBUTUHAN KEBUTUHAN PENANGANAN PENANGANAN YANG YANG DIRUMUSKAN DIRUMUSKAN BERDASARKAN BERDASARKAN KONDISI KONDISI EKSISTING EKSISTING PERMASALAHAN PERMASALAHAN TUJUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN STRATEGI STRATEGI PEMBANGUNAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN PERMUKIMAN DAN DAN INFRASTRUKTUR INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERMUKIMAN PERKOTAAN PERKOTAAN TARGET CAPAIAN YANG DIHARAPKAN PADA AKHIR TAHUN IMPLEMENTASI SUMBER SUMBER DAYA DAYA YANG YANG DIMILIKI DIMILIKI DAERAH DAERAH (dana. aparatur. serta Rencana Strategi (Renstra) Kementerian/Lembaga lainnya. Permendagri No. program merupakan pengarah dan penjembatan terhadap rencana aksi program yang akan dirincikan dalam RPKPP (siap dijabarkan dalam komponen dan volume serta pentahapan program). Lampiran A. komitmen komitmen masyarakat. Permendagri No. 2 Tahun 2010 tentang Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pekerjaan Umum. lahan.   Strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang disusun. Dalam perumusan program dilakukan dengan mengacu beberapa hal berikut:   disusun untuk menjawab implementasi strategi pembangunan sehingga penyusunan program dilakukan untuk tiap strategi.VII Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. (dana. sumber sumber daya daya aparatur. dll) dll) Gambar 3-2 Dasar Pertimbangan Perumusan Strategi Dalam SPPIP Setiap strategi yang dirumuskan didetailkan ke dalam program yang memuat penjabaran strategi ke dalam langkah-langkah operasional untuk jangka waktu tertentu. program yang disusun tersebut dirinci mekanisme pentahapan pelaksanaanya dalam jangka waktu 20 tahun dengan rincian tahapan per lima 40● . Untuk mendukung dan memberikan kejelasan dalam proses implementasi. 59 Tahun 2007 jo. 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah jo. dilengkapi dengan pihak yang berperan serta sumber pendanaannya. berikut penyesuaiannya di kabupaten/koya yang bersangkutan dan ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda) kota/kabupaten. 21 Tahun 2011. rumusan program disusun dengan mengacu pada nomenklatur program di dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) No. masyarakat. dan perlunya penekanan pada program bidang permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. lahan.

Skema pentahapan program yang dimaksud dalam SPPIP diwujudkan ke dalam tabel isian strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan (Tabel 3-2). sistem pengelolaan persampahan untuk kawasan permukiman. 3.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) tahunan.2 KELUARAN YANG DIHASILKAN Keluaran yang dihasilkan dalam kegiatan Penyusunan SPPIP meliputi: (1) Dokumen Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) dan (2) Dokumen Penyelenggaraan Kegiatan (Proceeding Kegiatan) dengan rincian muatan sebagai berikut:  Dokumen Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) MUATAN Indikasi arah pengembangan kabupaten/kota serta pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan Rumusan kriteria dan indikator penentuan kawasan permukiman prioritas Identifikasi kawasan permukiman prioritas Rumusan tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan Rumusan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan Analisis korelasi strategi pembangunan permukiman dan kebutuhan infrastruktur permukiman perkotaan dalam skema manajemen pembangunan perkotaan - Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 41 . sistem drainase permukiman. Untuk 5 (lima) tahun pertama dirinci dalam tahapan 1 (satu) tahunan. Selain fokus pada infrastruktur permukiman perkotaan. yang terdiri atas:      sistem penyediaan air minum untuk kawasan permukiman. sistem pengelolaan air limbah untuk kawasan permukiman. strategi dan program yang disusun dapat juga mencakup infrastruktur bidang lainnya yang dibutuhkan di dalam pembangunan kawasan permukiman seperti sarana pemadam kebakaran dan penerangan jalan lingkungan sesuai dengan kebutuhan di masing-masing kabupaten/kota. dan sistem jaringan jalan lingkungan di dalam kawasan permukiman. Fokus dari obyek yang diatur di dalam SPPIP adalah strategi dan program terkait dengan infrastruktur permukiman perkotaan.

Panduan Penyusunan - - - Analisis konsekuensi atau implikasi penerapan strategi dan identifikasi dampak program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan Rumusan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan (dalam skala kabupaten/kota dan skala kawasan) Analisis dampak penerapan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan Rangkuman berita acara hasil kesepakatan pada tiap output kegiatan Dokumen spasial terkait dengan strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan Dokumen ini disajikan sebagai Laporan Utama (terpisah dengan dokumen Laporan Pendahuluan. Laporan Akhir Sementara. dan Laporan Akhir) Penulisan dokumen ini dilengkapi dengan tabel. Laporan Antara. gambar dan peta yang representatif PENYAJIAN - - 42● .

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Tabel 3-2 Contoh Tabel Isian Strategi dan Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 43 .

kolokium. dan Laporan Akhir) dan dokumen SPPIP Kegiatan yang dilaporkan setidaknya adalah kegiatan FGD. - - 44● . Laporan Akhir Sementara.Panduan Penyusunan  Dokumen Penyelenggaraan (Proceeding) Kegiatan MUATAN PENYAJIAN Notulensi dari tiap penyelenggaraan kegiatan-kegiatan penyepakatan dan diseminasi Absensi dan daftar hadir tiap penyelenggaraan kegiatan penyepakatan dan diseminasi Materi yang disampaikan Bentuk-bentuk kesepakatan yang dihasilkan Proses diskusi Dokumen ini disajikan sebagai dokumen yang terpisah dengan dokumen proses (Laporan Pendahuluan. dan diseminasi Bentuk-bentuk kesepakatan tertuang dalam berita acara kegiatan yang dihasilkan yang ditanda tangani oleh perwakilan pihak yang hadir dan menyetujui Tiap kegiatan yang diselenggarakan dilengkapi dengan dokumentasi foto penyelenggaraan yang disajikan sebagai lampiran dalam dokumen ini. Laporan Antara. diskusi informal. konsultasi publik.

1 PERUMUSAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-5 4. DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KAB/KOTA 2.1 SOSIALISASI BULAN 2 BULAN 3 BULAN 4 BULAN 5 BULAN 6 BULAN 7 1. dan tantangan pembangunan perkotaan dan permukiman perkotaan O3:  Kebutuhan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan  Tujuan dan Kebijakan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan  Berita Acara Kesepakatan tentang Tujuan dan Kebijakan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan  Kriteria dan Indikator Penentuan Kawasan Permukiman Prioritas  Kawasan Permukiman Prioritas  Profil Kawasan Permukiman Prioritas  Berita Acara Kesepakatan tentang Kawasan Permukiman Prioritas Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan  Berita Acara Kesepakatan tentang Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan Skala Kabupaten/Kota dan Skala Kawasan Korelasi Strategi Pembangunan Permukiman dan Kebutuhan Infrastruktur Dalam Skema Manajemen Pembangunan Perkotaan  Konsekuensi Penerapan Strategi Terhadap Penyusunan Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan  Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan  Berita Acara Kesepakatan tentang Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan Skala Kabupaten/Kota dan Skala Kawasan O7:  O6:  O4: Dampak Penerapan Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan  Strategi dan Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan yang Telah Disempurnakan  Materi Visualisasi SPPIP Gambar 3-3 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 45 .3 PENENTUAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS O-4 2.1 KAJIAN KEBIJAKAN.3. DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-2 3.1 PENYEMPURNAAN STRATEGI DAN PERUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM SKALA KOTA DAN KAWASAN 5. STRATEGI. PERMASALAHAN.2 PENYUSUNAN MATERI VISUALISASI SPPIP O-7 1 PERSIAPAN 2 IDENTIFIKASI POTENSI DAN PERMASALAHAN 3 PRA-FGD 1 PERUMUSAN TUJUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN 4 PERUMUSAN STRATEGI DAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN 5 FINALISASI DAN SOSIALISASI PRA-FGD 2 PRA-FGD 3 PRA-FGD 4 FGD 3 Perumusan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan KOLOKIUM FGD 4 Perumusan Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan KONSULTASI PUBLIK DISEMINASI KEGIATAN DISKUSI KONSOLIDASI Penyusunan di Tingkat Provinsi FGD 1 Perumusan Tujuan dan Kebijakan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan O2:  FGD 2 Identifikasi Kawasan Permukiman Prioritas O5:  O1:  OUTPUT Rencana kerja  Pendekatan dan metodologi pelaksanaan kegiatan Arah pengembangan kota  Arah pembangunan permukiman perkotaan  Isu-isu permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan  Potensi.1 PERUMUSAN TUJUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-3 4.2 PERUMUSAN INDIKASI ARAH PENGEMBANGAN KAB/KOTA SERTA PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-1 KEGIATAN PENYUSUNAN 2.5 ANALISIS DAMPAK PENERAPAN PROGRAM PEMBANGUNAN 5.4 KAJIAN POTENSI.2 PEURMUSAN KRITERIA DAN INDIKATOR PENENTUAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS 3.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) TAHAPAN WAKTU PERSIAPAN PENYUSUNAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN (SPPIP) SOSIALISASI BULAN 1 1.3 KAJIAN ISU-ISU PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN 3. ANALISIS KONSEKUENSI ATAU IMPLIKASI PENERAPAN STRATEGI PEMBANGUNAN 4.2 PERSIAPAN DAN PEMANTAPAN RENCANA KERJA 2.4 PERUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM SKALA KAB/ KOTA DAN KAWASAN SEBAGAI ARAHAN KEBUTUHAN PROGRAM INVESTASI O-6 4. permasalahan.2 IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KORELASI STRATEGI DALAM SKEMA MANAJEMEN PEMBANGUNAN PERKOTAAN 4.

Panduan Penyusunan 46● .

3 PROSES DAN PROSEDUR PELAKSANAAN KEGIATAN PENYUSUNAN SPPIP Proses dan prosedur pelaksanaan kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) kabupaten/kota ini diarahkan dengan mengacu pada rangkaian kegiatan pada Gambar 3-3. DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-2 1 PERSIAPAN 2 PERMASALAHAN IDENTIFIKASI POTENSI DAN KONSOLIDASI Penyusunan di Tingkat Provinsi Gambar 3-4 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Untuk Lingkup Persiapan Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 47 .1 KAJIAN KEBIJAKAN. KEGIATAN DISKUSI 2.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 3.3 KAJIAN ISU-ISU PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN 2.2 PERUMUSAN INDIKASI ARAH PENGEMBANGAN KAB/KOTA SERTA PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-1 Lingkup kegiatan persiapan akan diselesaikan pada minggu awal pelaksanaan kegiatan selama 2 (dua) minggu. PERSIAPAN TAHAPAN PERSIAPAN PENYUSUNAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN (SPPIP) Kegiatan persiapan adalah kegiatan untuk menyiapkan pelaksanaan kegiatan baik teknis maupun non-teknis yang akan melandasi rangkaian pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan. yaitu:   sosialisasi. rangkaian kegiatan pada lingkup kegiatan persiapan dapat dilihat pada Gambar 3-4. dan persiapan dan pemantapan rencana kerja. DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KAB/KOTA 2. Rincian proses dan prosedur pelaksanaan kegiatan untuk tiap sub kegiatan selama jangka waktu 7 (tujuh) bulan adalah sebagai berikut: 1. Dalam lingkup kegiatan persiapan ini terdapat 2 (dua) sub kegiatan.4 KAJIAN POTENSI. Secara diagramatis.1 SOSIALISASI 1. STRATEGI. KEGIATAN PENYUSUNAN 1.2 PERSIAPAN DAN PEMANTAPAN RENCANA KERJA 2. PERMASALAHAN.

dan produk dari penyusunan SPPIP OUTPUT  DURASI Awal bulan pertama.1 KAJIAN KEBIJAKAN.1 SOSIALISASI Mengikuti kegiatan sosialisasi pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengembangan Permukiman.2 PERSIAPAN DAN PEMANTAPAN RENCANA KERJA 2. STRATEGI. dengan alokasi waktu ditentukan oleh DJCK. Kementerian Pekerjaan Umum. dan produk dari penyusunan SPPIP METODE LANGKAH Workshop dan Diskusi   Mengikuti sosialisasi pelaksanaan kegiatan Koordinasi dengan Pokjanis untuk merumuskan rencana penyelesaian kegiatan Kesamaan pemahaman mengenai proses. 48● . 1. DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KAB/KOTA O-1 TUJUAN   Melaksanakan penyebarluasan informasi mengenai SPPIP. dan Mencapai pemahaman yang sama mengenai proses. prosedur. prosedur. Kementerian Pekerjaan Umum.Panduan Penyusunan 1.1 SOSIALISASI 1. DJCK.

2 PERSIAPAN DAN PEMANTAPAN RENCANA KERJA Melakukan koordinasi antara tenaga ahli pendamping dan Pokjanis terkait penyepakatan jadwal. Menyepakati rencana dan metodologi penyusunan SPPIP. data dan informasi. Menyediakan peta dasar skala kabupaten/kota dan kawasan yang diperlukan dalam penyusunan SPPIP.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 1. Penyusunan dan penyepakatan rencana kerja dan metodologi yang akan digunakan. STRATEGI. dan Mengumpulkan data dan informasi kabupaten/kota mengenai permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. Penyiapan peta dasar. dan Pengumpulan data dan informasi     Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 49 . 1.1 KAJIAN KEBIJAKAN.1 SOSIALISASI 1.2 PERSIAPAN DAN PEMANTAPAN RENCANA KERJA 2. DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KAB/KOTA O-1 TUJUAN     Koordinasi antara tim ahli pendamping dengan Pokjanis. METODE LANGKAH Diskusi koordinasi  Diskusi kesiapan tim ahli pendamping dalam menjalankan lingkup pekerjaan dan kebutuhan penyiapan pekerjaan. metodologi penyusunan serta penyediaan peta. Penyamaan pemahaman lingkup tugas tim ahli pendamping dan Pokjanis dalam kegiatan penyusunan SPPIP.

*) pemanfaatan peta yang ada dari RTRW atau penyediaan peta sesuai dengan ketentuan dalam penyusunan SPPIP DURASI 2 minggu pertama pada bulan pertama 50● . dan Data dan informasi terkait pembangunan dan pengembangan kabupaten/kota maupun pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. termasuk peta.Panduan Penyusunan terkait dengan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. OUTPUT   Rencana kerja dan metodologi yang telah disepakati.

akan diselenggarakan konsolidasi penyusunan di tingkat provinsi yang wajib diikuti oleh Tenaga Ahli Pendamping dan Pokjanis. dan kolokium ini secara rinci adalah sebagai berikut: DEFINISI : Kegiatan penyamaan pemahaman dari sisi substansi dan proses penyusunan SPPIP yang dikemas dalam bentuk pelatihan serta dikoordinasikan penyelenggaraannya oleh Satker Provinsi Menyamakan pemahaman proses peyusunan SPPIP dan keluarannya di antara kota/kabupaten di provinsi yang bersangkutan Pelatihan dan Diskusi  Menyiapkan rencana kerja dan jadwal pelaksanaan kegiataan  Menyamakan proses. (setelah dilakukan kegiatan sosialisasi) *) waktu pelaksanaan ditentukan kemudian oleh masing-masing Satker Provinsi TUJUAN : METODE LANGKAH – LANGKAH : : OUTPUT PENYELENGGARA PESERTA : : BENTUK WAKTU PELAKSANAAN : : TEMPAT PELAKSANAAN : Tempat pelaksanaan ditentukan oleh masing-masing Satker Provinsi Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 51 . Dalam rangkaian kegiatan penyusunan SPPIP. penyelenggara. posedur. bentuk. Perwakilan tersebut meliputi  Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis)  Tim Teknis Provinsi  Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman Provinsi  Satuan Kerja Provinsi di Lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya  Tenaga ahli pendamping Workshop minimal 1 (satu) hari pada bulan ke-1(satu) setelah SPMK Tim Tenaga Ahli. Pokjanis.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Box 3-1 Penyelenggaraan Konsolidasi Penyusunan di Tingkat Provinsi Pada bulan pertama penyelenggaraan kegiatan. Definisi tujuan. dan capaian yang akan diharapkan  Rencana kerja dan jadwal pelaksanaan kegiatan yang telah disetujui oleh Satker. peserta. dan tenaga ahli pendamping Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Provinsi Semua perwakilan kabupaten/kota yang melakukan kegiatan penyusunan SPPIP di provinsi yang berangkutan. waktu pelaksanaan. kegiatan ini menjadi bagian dalam proses penyamaan pemahaman substansi dan mekanisme penyusunan SPPIP diantara penyusun di tingkat Provinsi.

perumusan indikasi arah pengembangan kabupaten/kota serta pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.1 SOSIALISASI 1. STRATEGI. IDENTIFIKASI POTENSI DAN PERMASALAHAN Kegiatan identifikasi potensi dan permasalahan adalah kegiatan awal dari tahapan penyusunan SPPIP yang bertujuan untuk memetakan potensi dan permasalahan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.2 PEURMUSAN KRITERIA DAN INDIKATOR PENENTUAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS 3.4 KAJIAN POTENSI.2 PERUMUSAN INDIKASI ARAH PENGEMBANGAN KAB/KOTA SERTA PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-1 KEGIATAN PENYUSUNAN 2. kajian isu-isu permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. permasalahan. PERMASALAHAN.5.3 PENENTUAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS O-4 2. Lingkup kegiatan identifikasi potensi dan permasalahan akan diselesaikan selama 1 (satu) bulan terhitung dari kegiatan persiapan selesai dilakukan.2 PERSIAPAN DAN PEMANTAPAN RENCANA KERJA 2. TAHAPAN PERSIAPAN PENYUSUNAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN (SPPIP) 1.Panduan Penyusunan 2. DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KAB/KOTA 2. yaitu:     kajian kebijakan. DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-2 3. dan tantangan pembangunan dan infrastruktur permukiman perkotaan. rangkaian kegiatan pada lingkup kegiatan identifikasi potensi dan permasalahan dapat dilihat pada Gambar 3. Secara diagramatis. Dalam lingkup kegiatan identifikasi potensi dan permasalahan ini terdapat 4 (empat) sub kegiatan.3 KAJIAN ISU-ISU PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN 3.1 KAJIAN KEBIJAKAN. strategi. dan kajian potensi.1 PERUMUSAN TUJUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-3 1 PERSIAPAN 2 PERMASALAHAN IDENTIFIKASI POTENSI DAN 3 PRA-FGD 1 PERUMUSAN TUJUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN PRA-FGD 2 KEGIATAN DISKUSI KONSOLIDASI Penyusunan di Tingkat Provinsi FGD 1 Perumusan Tujuan dan Kebijakan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan FGD 2 Identifikasi Kawasan Permukiman Prioritas Gambar 3-5 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Untuk Lingkup Identifikasi Potensi dan Permasalahan 52● . dan program pembangunan kabupaten/kota.

dan program pembangunan daerah yang terdapat dalam dokumen perencanaan pembangunan dan penataan ruang kabupaten/kota (RPJPD. DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KAB/KOTA 2. METODE LANGKAH Content Analysis (Analisis Isi)  Inventarisasi kebijakan dan strategi pembangunan kabupaten/kota. Melakukan pemetaan terhadap arahan kebijakan dan strategi pembangunan  Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 53 .Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 2. dan Mengidentifikasi sinkronisasi kebijakan dan strategi pembangunan kabupaten/kota. dan sebagainya) 1. terutama yang terdapat di dalam RTRW. khususnya yang terkait pengembangan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. serta rencana tata ruang wilayah yang telah tersedia maupun yang sedang disusun terkait dengan pembangunan permukiman dan infrastruktur pendukung permukiman. termasuk didalamnya kajian terhadap dokumen-dokumen sektoral.1 KAJIAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN Melakukan kajian terhadap kebijakan. dan RPJMD. STRATEGI.1 KAJIAN KEBIJAKAN. Renstra Dinas.2 PERUMUSAN INDIKASI ARAH PENGEMBANGAN KAB/KOTA SERTA PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-1 TUJUAN   Mengkaji kebijakan dan strategi pembangunan. RPJMD. RPJPD. RTRW.2 PERSIAPAN DAN PEMANTAPAN RENCANA KERJA 2. strategi.

RPJPD. dan RPJMD . Matriks strategi. dan Melakukan kajian terhadap keselarasan antar kebijakan dan strategi pembangunan yang terkait pengembangan permukiman terutamanya terdapat di dalam RTRW. kebijakan dan program kabupaten/kota OUTPUT DURASI  1 minggu terhitung dari minggu ketiga pada bulan pertama 54● .Panduan Penyusunan  terkait pengembangan permukiman yang terutamanya terdapat di dalam RTRW. dan RPJMD. RPJPD.

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)

2.3 KAJIAN ISU – ISU PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN

Melakukan kajian terhadap isu yang berkembang terkait dengan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.

2.2 PERUMUSAN INDIKASI ARAH PENGEMBANGAN KAB/KOTA SERTA PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN

2.3 KAJIAN ISU-ISU PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN

2.4 KAJIAN POTENSI, PERMASALAHAN, DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN

O-2

TUJUAN

Terumuskannya isu – isu permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan

METODE LANGKAH

Diskusi, analisis dan pemetaan isu   Menggunakan hasil kajian kebijakan (output kegiatan 2.2); Identifikasi isu terkait pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dalam kebijakan dan yang sedang berkembang; dan Analisis dengan membandingkan fakta atau kondisi eksisting pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dengan arahan kebijakan di dalam RTRW, RPJPD, dan RPJMD

OUTPUT

Isu strategis pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan yang dapat ditampilkan dalam bentuk peta. 2 minggu terhitung dari minggu pertama pada bulan kedua

DURASI

Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 55

Panduan Penyusunan

2.4 IDENTIFIKASI POTENSI, PERMASALAHAN DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN
2.3 KAJIAN ISU-ISU PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN

Identifikasi terhadap potensi dan tantangan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan berdasarkan pada isu-isu yang telah dipetakan.

2.4 KAJIAN POTENSI, PERMASALAHAN, DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN

O-2

3.1 PERUMUSAN TUJUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN PERKOTAAN

TUJUAN

Mengetahui potensi dan tantangan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.

METODE LANGKAH

Diskusi, pemetaan potensi dan permasalahan, serta analisis SWOT  Identifikasi potensi dan tantangan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan berdasarkan kajian dari indikasi arah pengembangan kota dan indikasi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan; Melakukan review terhadap RPIJM dan dokumen kebijakan terkait lainnya khususnya mengenai skenario pembangunan infrastruktur permukiman; Penyusunan tabel potensi dan tantangan pembangunan perkotaan dan permukiman (lihat contoh pada Tabel 3-3); dan Penyusunan peta potensi dan tantangan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman

56●

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)

perkotaan yang ditampilkan dalam bentuk peta. OUTPUT  Matriks potensi dan tantangan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan; dan Peta potensi dan tantangan pembangunan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan (Gambar 3-6).

DURASI

2 minggu terhitung dari minggu pertama pada bulan kedua

Tabel 3-3
NO 1.

Contoh Tabel Potensi dan Permasalahan
SEKTOR POTENSI Daya tarik kota besar yang memiliki segala kelengkapan fasilitas dapat menarik penduduk untuk melakukan perpindahan ke kota sehingga dapat mengakibatkan semakin tingginya permintaan akan penyediaan perumahan. PERMASALAHAN - Munculnya permukiman kumuh dan illegal akibat kurangnya daya beli masyarakat akan perumahan. - Munculnya permukiman kumuh dan illegal menyebabkan kondisi lingkungan kota yang buruk sehingga dapat menurunkan citra kawasan PELUANG PENGEMBANGAN Munculnya konsep-konsep baru dalam hal perumahan, hunian dan permukiman yang ditawarkan pengembang dapat dijadikan sebagai solusi alternatif untuk mengatasi tingginya permintaan akan perumahan. TANTANGAN PENGEMBANGAN Kepadatan bangunan yang tinggi dapat mendorong munculnya rawan kebakaran pada kawasan permukiman

Perumahan

2. 3. ..

Air Bersih Persampahan dst

Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 57

58● Panduan Penyusunan Gambar 3-6 Contoh Peta Pemetaan Potensi dan Permasalahan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan .

1 PERUMUSAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-5 4. PERMASALAHAN. dan identifikasi kawasan permukiman prioritas. Secara diagramatis.1 KAJIAN KEBIJAKAN.3 PENENTUAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS O-4 2.2 PERUMUSAN INDIKASI ARAH PENGEMBANGAN KAB/KOTA SERTA PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN KEGIATAN PENYUSUNAN 2. rangkaian kegiatan ini dapat dilihat pada Gambar 3-7. ANALISIS KONSEKUENSI ATAU IMPLIKASI PENERAPAN STRATEGI PEMBANGUNAN 2 PERMASALAHAN IDENTIFIKASI POTENSI DAN 3 PERKOTAAN PRA-FGD 1 PERUMUSAN TUJUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN 4 PERUMUSAN STRATEGI DAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN PRA-FGD 2 PRA-FGD 3 FGD 3 Perumusan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan KEGIATAN DISKUSI FGD 1 Perumusan Tujuan dan Kebijakan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan FGD 2 Identifikasi Kawasan Permukiman Prioritas Gambar 3-7 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Untuk Lingkup Perumusan Tujuan dan Kebijakan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 59 .Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 3. TAHAPAN PENYUSUNAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN (SPPIP) 2.2 PEURMUSAN KRITERIA DAN INDIKATOR PENENTUAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS 3.2 IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KORELASI STRATEGI DALAM SKEMA MANAJEMEN PEMBANGUNAN PERKOTAAN 4. perumusan kriteria dan indikator penentuan kawasan permukiman prioritas.5 (satu setengah) bulan terhitung dari kegiatan identifikasi potensi dan masalah selesai dilakukan.3.1 PERUMUSAN TUJUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-3 4.3 KAJIAN ISU-ISU PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN 3. DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-2 3.4 KAJIAN POTENSI. PERUMUSAN TUJUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN Kegiatan perumusan tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan merupakan kegiatan yang mendasari perumusan strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. Lingkup kegiatan ini meliputi:    perumusan tujuan dan kebijakan pembangunan permukimaan perkotaan. STRATEGI. DAN PROGRAM PEMBANGUNAN KAB/KOTA 2. Secara keseluruhan lingkup kegiatan ini akan diselesaikan selama 1.

PERMASALAHAN.1 PERUMUSAN TUJUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN Perumusan tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang diturunkan dari visi dan misi pengembangan kabupaten/kota yang tercantum dalam dokumen perencanaan pembangunan 4.Panduan Penyusunan 3. dan isu-isu terkait permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-2 3. dan Merumuskan tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang akan digunakan sebagai landasan penyusunan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur kabupaten/kota oleh para pemangku kepentingan. pemetaan kebutuhan. Menganalisis kebutuhan pembangunan permukiman dan LANGKAH  60● . METODE Analisis normatif. diskusi melalui Focus Group Discussion (FGD)  Menganalisis kebutuhan penanganan berdasarkan potensi.1 PERUMUSAN TUJUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-3 Pra-FGD 1 FGD 1 Perumusan Tujuan dan Kebijakan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan TUJUAN   Mengetahui kebutuhan kabupaten/kota dalam penanganan permasalahan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada masa sekarang dan mendatang.1 PERUMUSAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN 2. permasalahan.4 KAJIAN POTENSI.

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)      infrastruktur permukiman perkotaan berdasarkan arahan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. OUTPUT    DURASI 4 minggu terhitung dari minggu ketiga bulan kedua Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 61 . Menyelenggarakan Pra-FGD 1 (Box 32) untuk membahas tujuan dan kebijakan sebelum disepakati dalam FGD 1 Menyepakati tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan dengan memperhatikan ketentuan penyelenggaraan FGD1 (Box 3-3). dan Menyusun tabel tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. Menentukan tujuan yang selaras dengan indikasi arah pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan (output kegiatan 2. Rumusan tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang telah disepakati bersama (Tabel 3-4). dan Berita acara kesepakatan tentang tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. Kebutuhan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.2) dan kebutuhan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. Merumuskan kebijakan yang menjawab kebutuhan penangan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.

...... ...Panduan Penyusunan Tabel 3-4 Contoh Tabel Tujuan dan Kebijakan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan TUJUAN KEBIJAKAN  Penyediaan perumahan yang layak dengan memanfaatkan lahan secara proporsional  Peningkatan kualitas permukiman kumuh  Peningkatan pelayananan air bersih  Peningkatan sanitasi lingkungan    - 1. Mewujudkan pelayanan Infrastruktur permukiman dan perkotaan yang berkualitas 3............... Box 3-2 Ketentuan Penyelenggaraan Pra-FGD 1 TUJUAN : Untuk membahas rumusan tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan beserta landasan perumusannya sebelum disepakati dalam FGD 1 Pokjanis kegiatan Pra-FGD melibatkan keseluruhan anggota Pokjanis dan tenaga ahli pendukung Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun Diskusi di kabupaten/kota tempat penyusunan SPPIP PENYELENGGARA PESERTA DAN PENDUKUNG WAKTU PELAKSANAAN BENTUK TEMPAT PELAKSANAAN : : : : : 62● ......... Mewujudkan kawasan permukiman yang layak dan bebas kumuh bagi semua golongan masyarakat 2.....

permukiman. dan perencanaan  Tim Teknis Provinsi  Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman  Tenaga Ahli Pendamping PENYELENGGARA PESERTA DAN PENDUKUNG : : WAKTU PELAKSANAAN BENTUK TEMPAT PELAKSANAAN *) : : : Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun FGD di kabupaten/kota tempat penyusunan SPPIP apabila dari hasil FGD 1 belum berhasil mendapatkan kesepakatan dan/atau masih diperlukan diskusi lebih lanjut. yang terdiri peserta dan pendukung Peserta meliputi:  Dinas/instansi tingkat kabupaten/kota yang membidangi infrastruktur permukiman.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Box 3-3 Ketentuan Penyelenggaraan FGD 1*) TUJUAN : Untuk memperoleh kesepakatan dari semua pemangku kepentingan mengenai rumusan tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan Pokjanis kegiatan FGD melibatkan minimal 15 (lima belas) orang. maka dapat diselenggarakan Paska-FGD 1 dengan ketentuan yang sama dengan Pra-FGD 1. Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 63 . permukiman. dan perencanaan  Akademisi  Tokoh masyarakat Pendukung meliputi:  Dinas/instansi tingkat provinsi yang membidangi infrastruktur permukiman.

2 PERUMUSAN KRITERIA DAN INDIKATOR KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS Perumusan kriteria dan indikator kawasan permukiman yang akan diprioritaskan penanganannya 3. Penyepakatan kriteria dan indikator yang paling tepat untuk menentukan kawasan prioritas dalam penanganan pengembangan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dengan memperhatikan ketentuan penyelenggaraan FGD2 (Box 3-5). Pembahasan kriteria dan indikator penentuan kawasan prioritas dalam Pra-FGD 2 (Box 3-4).Panduan Penyusunan 3. Menyusun daftar seluruh usulan kriteria dan indikator yang dihasilkan. diskusi melalui Focus Group Discussion (FGD)  Inventarisasi kriteria dan indikator yang sesuai dengan kondisi yang ada. Melakukan diskusi untuk penjaringan usulan dan aspirasi. dan sebagainya.3 PENENTUAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS O-4 TUJUAN  Merumuskan kriteria dan indikator sebagai pedoman untuk menentukan skala prioritas penanganannya METODE Inventarisasi kriteria dan indikator. analisis kesesuaian dan skala prioritas. Melakukan analisis kesesuaian dan skala prioritas kriteria dan indikator yang telah disusun terhadap terhadap karakteristik dan kebutuhan daerah dengan memperhatikan beberapa hal penting. dan LANGKAH      64● . dengan memanfaatkan berbagai referensi berupa pedoman atau peraturan yang ada di tingkat pusat maupun daerah. hasil studi literatur. kearifan lokal.2 PEURMUSAN KRITERIA DAN INDIKATOR PENENTUAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS 3.

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)  OUTPUT DURASI  Menyusun matriks kriteria dan indikator lokasi kawasan prioritas. Matriks kriteria dan indikator lokasi kawasan permukiman prioritas 2 minggu terhitung dari minggu pertama bulan ketiga Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 65 .

3 PENENTUAN KAWASAN PRIORITAS PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN Identifikasi kawasan-kawasan permukiman yang diprioritaskan untuk ditangani berdasarkan kriteria dan indikator yang telah ditetapkan sebelumnya 3. analisis kondisi kawasan. Survey ke lokasi-lokasi kawasan permukiman yang dipilih untuk mengetahui kondisi riil.2 PEURMUSAN KRITERIA DAN INDIKATOR PENENTUAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS 3. pemetaan masalah. dan rencana sektoral lainnya.3 PENENTUAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS O-4 Pra-FGD 2 4. RPJMD. Identifikasi dan pemetaan kondisi umum kawasan permukiman melalui penyusunan peta sebaran permukiman. analisis peta spasial. Inventarisir kawasan prioritas atau kawasan strategis yang diarahkan di dalam kebijakan (RTRW.3). diskusi melalui Focus Group Discussion (FGD)  Inventarisir kawasan-kawasan permukiman yang memerlukan penanganan atau pengembangan sesuai dengan kriteria dan indikator yang telah ditetapkan (output kegiatan 3.1 PERUMUSAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN FGD 2 INFRASTRUKTUR Identifikasi PERMUKIMAN Kawasan PERKOTAAN Permukiman Prioritas TUJUAN  Memperoleh kawasan-kawasan permukiman prioritas untuk pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik kabupaten/kota METODE Observasi lapangan. Melakukan Pra-FGD 2 untuk mengidentifikasi kawasan permukiman LANGKAH     66● .Panduan Penyusunan 3. pemetaan potensi dan permasalahan di kawasan yang telah ditentukan.

Melakukan analisis terhadap kawasankawasan prioritas terpilih untuk menentukan skala prioritas kawasan penanganan. Peta sebaran kawasan permukiman prioritas. beserta indikasi kawasan permukiman prioritasnya Pokjanis kegiatan Pra-FGD melibatkan keseluruhan anggota Pokjanis dan tenaga ahli pendukung Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun Diskusi di kabupaten/kota tempat penyusunan SPPIP PENYELENGGARA PESERTA DAN PENDUKUNG WAKTU PELAKSANAAN BENTUK TEMPAT PELAKSANAAN : : : : : Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 67 . Melakukan diskusi FGD untuk menyepakati lokasi kawasan-kawasan permukiman prioritas dengan memperhatikan ketentuan penyelenggaraan FGD-2 (Box 3-5). Pemetaan lokasi kawasan-kawasan permukiman prioritas yang disajikan dalam bentuk peta sebagaimana contoh pada Gambar 3-8.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)     OUTPUT     DURASI prioritas sebelum disepakati dalam FGD 2 (Box 3-4). dan Berita acara kesepakatan tentang kawasan permukiman prioritas terpilih 2-3 minggu terhitung dari minggu pertama bulan ketiga Box 3-4 Ketentuan Penyelenggaraan Pra-FGD 2 TUJUAN : Untuk membahas kriteria dan indikator penentuan kawasan prioritas. Peta sebaran kawasan permukiman dan permasalahannya. dan Menyusun daftar skala prioritas kawasan penanganan. Daftar skala prioritas kawasan penanganan.

yang terdiri peserta dan pendukung Peserta meliputi:  Dinas/instansi tingkat kabupaten/kota yang membidangi infrastruktur permukiman.Panduan Penyusunan Box 3-5 Ketentuan Penyelenggaraan FGD 2 dan Ilustrasinya*) TUJUAN : Untuk memperoleh kesepakatan dari semua stakeholder mengenai penentuan kriteria dan indikator serta penentuan kawasan permukiman prioritas Pokjanis kegiatan FGD melibatkan minimal 15 (lima belas) orang. permukiman. permukiman. maka dapat diselenggarakan Paska-FGD 2 dengan ketentuan yang sama dengan Pra-FGD 2 68● . dan perencanaan  Akademisi  Tokoh Masyarakat Pendukung meliputi:  Dinas/instansi tingkat provinsi yang membidangi infrastruktur permukiman. dan perencanaan  Tim Teknis Provinsi  Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman  Tenaga Ahli Pendamping PENYELENGGARA PESERTA DAN PENDUKUNG : : WAKTU PELAKSANAAN BENTUK TEMPAT PELAKSANAAN *) : : : Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun FGD di kota/kabupaten tempat penyusunan SPPIP apabila dari hasil FGD 2 belum berhasil mendapatkan kesepakatan dan/atau masih diperlukan diskusi lebih lanjut.

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 69 Gambar 3-8 Contoh Peta Sebaran Kawasan Permukiman Prioritas .

rangkaian kegiatan pada lingkup perumusan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dapat dilihat pada Gambar 3-9. 70● . analisis konsekuensi atau implikasi penerapan strategi pembangunan.Panduan Penyusunan 4. yang fokus pada proses perumusan strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan berdasarkan tujuan dan kebijakan yang telah dirumuskan. Secara diagramatis. dan analisis dampak penerapan program pembangunan. PERUMUSAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN Kegiatan perumusan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan adalah lingkup kegiatan inti dari penyusunan SPPIP. Lingkup kegiatan ini meliputi:      perumusan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. Secara keseluruhan lingkup kegiatan perumusan strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan ini akan diselesaikan selama 3 (tiga) bulan terhitung dari kegiatan perumusan tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan selesai dilakukan. identifikasi dan analisis korelasi dalam skema manajemen pembangunan perkotaan. perumusan program pembangunan dalam skala kabupaten/kota dan kawasan sebagai arahan kebutuhan program investasi.

4 PERUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM SKALA KAB/ KOTA DAN KAWASAN SEBAGAI ARAHAN KEBUTUHAN PROGRAM INVESTASI O-6 4.2 IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KORELASI STRATEGI DALAM SKEMA MANAJEMEN PEMBANGUNAN PERKOTAAN 4.5 ANALISIS DAMPAK PENERAPAN PROGRAM PEMBANGUNAN 5.1 PERUMUSAN TUJUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN 4. ANALISIS KONSEKUENSI ATAU IMPLIKASI PENERAPAN STRATEGI PEMBANGUNAN O-7 3 PRA-FGD 3 PERUMUSAN TUJUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN 4 PERUMUSAN STRATEGI DAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN 5 FINALISASI DAN SOSIALISASI PRA-FGD 2 PRA-FGD 4 KONSULTASI PUBLIK KOLOKIUM FGD 4 Perumusan Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan DISEMINASI KEGIATAN FGD 2 Identifikasi Kawasan Permukiman Prioritas FGD 3 Perumusan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan DISKUSI Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 71 Gambar 3-9 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Untuk Lingkup Perumusan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan .3.1 PENYEMPURNAAN STRATEGI DAN PERUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM SKALA KOTA DAN KAWASAN 5.3 PENENTUAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS KEGIATAN O-3 O-5 PENYUSUNAN 3.1 PERUMUSAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN 4.TAHAPAN PENYUSUNAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN (SPPIP) SOSIALISASI 3.2 PEURMUSAN KRITERIA DAN INDIKATOR PENENTUAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS O-4 3.2 PENYUSUNAN MATERI VISUALISASI SPPIP 4.

2 IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KORELASI STRATEGI DALAM SKEMA MANAJEMEN PEMBANGUNAN PERKOTAAN 4. Diskusi melalui Focus Group Discussion (FGD)  Menggunakan rumusan tujuan dan kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang telah disepakati bersama (output kegiatan 3.1 PERUMUSAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-5 4.Panduan Penyusunan 4. METODE LANGKAH Analisis Kebijakan. ANALISIS KONSEKUENSI ATAU IMPLIKASI PENERAPAN STRATEGI PEMBANGUNAN Pra.1 PERUMUSAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN Merumuskan hasil diskusi dan analisis yang dilakukan sebelumnya dalam suatu bentuk strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dalam skala kabupaten/kota maupun skala kawasan 3.1 PERUMUSAN TUJUAN DAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-3 4.3. Merumuskan konsep strategi yang  72● .3 PENENTUAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS O-4 3.1).FGD 3 FGD 3 Perumusan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan TUJUAN  Memperoleh strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang berupa langkah-langkah riil dan terukur untuk mewujudkan tujuan pengembangan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. SWOT.

dan Berita acara kesepakatan tentang strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan skala kabupaten/kota dan skala kawasan OUTPUT   DURASI 4 minggu terhitung dari minggu pertama bulan keempat Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 73 . Melakukan diskusi FGD untuk menetapkan dan menyepakati strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dengan memperhatikan ketentuan penyelenggaraan FGD-3 (Box 3-7). Melakukan identifikasi dan kajian peran dan fungsi pemerintah dan pemangku kepentingan terkait lainnya dalam pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. dan Merumuskan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dengan memperhatikan ketentuan yang ada Tabel strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan (Tabel 3-5). Membahas rumusan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan beserta proses perumusannya dalam kegiatan Pra-FGD 3 (Box 3-6).Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)     berupa gambaran umum pencapaian tujuan dan kebijakan serta langkahlangkah penanganan kebutuhan pengembangan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang lebih riil dan terukur di daerah terkait.

..Panduan Penyusunan Box 3-6 Ketentuan Penyelenggaraan Pra-FGD 3 TUJUAN : Untuk membahas rumusan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan beserta landasan perumusannya Pokjanis kegiatan Pra-FGD melibatkan keseluruhan anggota Pokjanis dan tenaga ahli pendukung Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun Diskusi di kabupaten/kota tempat penyusunan SPPIP PENYELENGGARA PESERTA DAN PENDUKUNG WAKTU PELAKSANAAN BENTUK TEMPAT PELAKSANAAN : : : : : Tabel 3-5 1.... Mewujudkan pelayanan Infrastruktur permukiman dan perkotaan yang berkualitas ..... 3................. Contoh Tabel Tujuan....  Peningkatan kualitas permukiman kumuh  Peningkatan pelayanan air bersih  Peningkatan sanitasi lingkungan    -  74● ... Kebijakan dan Strategi KEBIJAKAN  Penyediaan perumahan yang layak dengan memanfaatkan lahan secara proporsional STRATEGI  Mengembangkan rumah sederhana sehat  Mengembangkan rusun berstandar internasional   TUJUAN Mewujudkan Kawasan Permukiman yang layak dan bebas kumuh bagi semua golongan masyarakat 2.....

permukiman. dan perencanaan  Tim Teknis Provinsi  Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman  Tenaga Ahli Pendamping PENYELENGGARA PESERTA DAN PENDUKUNG : : WAKTU PELAKSANAAN BENTUK TEMPAT PELAKSANAAN *) : : : Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun Diskusi di kabupaten/kota tempat penyusunan SPPIP apabila dari hasil FGD 3 belum berhasil mendapatkan kesepakatan dan/atau masih diperlukan diskusi lebih lanjut. dan perencanaan  Akademisi  Tokoh Masyarakat Pendukung meliputi:  Dinas/instansi tingkat provinsi yang membidangi infrastruktur permukiman. maka dapat diselenggarakan Paska-FGD 3 dengan ketentuan yang sama dengan Pra-FGD 3 Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 75 . permukiman.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Box 3-7 Ketentuan Penyelenggaraan FGD 3*) TUJUAN : Untuk memperoleh kesepakatan dari semua stakeholder mengenai strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan baik pada skala kabupaten/kota maupun kawasan Pokjanis kegiatan FGD melibatkan minimal 15 (lima belas) orang. yang terdiri peserta dan pendukung Peserta meliputi:  Dinas/instansi tingkat kabupaten/kota yang membidangi infrastruktur permukiman.

1).4 PERUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM SKALA KAB/ KOTA DAN KAWASAN SEBAGAI ARAHAN KEBUTUHAN PROGRAM INVESTASI TUJUAN  Mengetahui tingkat korelasi antara strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dengan kebijakan kabupaten/kota dalam skema manajemen pembangunan perkotaan.3.2 IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KORELASI STRATEGI DALAM SKEMA MANAJEMEN PEMBANGUNAN PERKOTAAN 4. METODE LANGKAH Analisis korelasi   Menggunakan hasil kajian kebijakan yang telah dilakukan sebelumnya.2 IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KORELASI STRATEGI DALAM SKEMA MANAJEMEN PEMBANGUNAN PERKOTAAN Identifikasi dan analisis korelasi/keterkaitan antara strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dengan strategi pembangunan lainnya dalam skema manajemen pembangunan kabupaten/kota baik untuk skala kabupaten/kota maupun skala kawasan. Melakukan analisis korelasi antara rumusan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang telah disepakati dengan kebijakan lainnya dengan memperhatikan aspek-aspek fisik dan non fisik (sosial ekonomi. dan Menyusun matriks analisis korelasi strategi pembangunan permukiman   76● . ANALISIS KONSEKUENSI ATAU IMPLIKASI PENERAPAN STRATEGI PEMBANGUNAN 4. Menggunakan rumusan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan (output kegiatan 4.Panduan Penyusunan 4.1 PERUMUSAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-5 4. Analisis korelasi akan menjadi dasar bagi penetapan pelaku dan sumber pendanaan program – programnya. kelembagaan dan pembiayaan). 4.

1 minggu terhitung dari minggu ketiga bulan keempat DURASI Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 77 . OUTPUT Matriks analisis korelasi strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dalam skema manajemen pembangunan perkotaan.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) dan infrastruktur permukiman perkotaan dalam skema manajemen pembangunan perkotaan.

Panduan Penyusunan 4. 4. ANALISIS KONSEKUENSI ATAU IMPLIKASI PENERAPAN STRATEGI PEMBANGUNAN 4.4 PERUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM SKALA KAB/ KOTA DAN KAWASAN SEBAGAI ARAHAN KEBUTUHAN PROGRAM INVESTASI TUJUAN   Mengetahui konsekuensi dan dampak penerapan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan yang terjadi. aspek ekonomi. aspek sosial.1 PERUMUSAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-5 4. Melakukan analisis konsekuensi dan dampak penerapan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada berbagai aspek sesuai dengan karakteristik wilayahnya baik skala kabupaten/kota maupun kawasan meliputi aspek fisik. Mengidentifikasi kegiatan-kegiatan  78● . dan Menghasilkan analisis konsekuensi yang menjadi dasar penyusunan program pembangunan kabupaten/kota.3 ANALISIS KONSEKUENSI ATAU IMPLIKASI PENERAPAN STRATEGI PEMBANGUNAN Identifikasi dan analisis terhadap konsekuensi dan dampak yang mungkin muncul sebagai akibat dilaksanakannya strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. dan aspek budaya.3. METODE LANGKAH Analisis konsekuensi dan dampak   Melakukan kajian terhadap strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.2 IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KORELASI STRATEGI DALAM SKEMA MANAJEMEN PEMBANGUNAN PERKOTAAN 4.

Menyusun langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi perubahan yang mungkin terjadi. dan Menyusun matriks analisis konsekuensi dan dampak strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)    pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang akan dilaksanakan terkait dengan penerapan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. Melakukan analisis proyeksi pertumbuhan akibat pelaksanaan kegiatan-kegiatan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. OUTPUT Matriks konsekuensi dan dampak strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan 2 minggu terhitung dari minggu ketiga bulan keempat DURASI Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 79 .

2). Menggunakan matriks konsekuensi dan LANGKAH  80● .Panduan Penyusunan 4. riil dan terukur sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan daerah dalam skala kabupaten/kota maupun kawasan sebagai pelaksanaan strategi dan arahan kebutuhan program investasi SPPIP.FGD 4 FGD 4 Perumusan Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan TUJUAN  Merumuskan program pembangunan yang aplikatif.3. METODE Analisis kebijakan dan strategi.4 PERUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM SKALA KAB/ KOTA DAN KAWASAN SEBAGAI ARAHAN KEBUTUHAN PROGRAM INVESTASI O-6 4. perencanaan program.2 IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KORELASI STRATEGI DALAM SKEMA MANAJEMEN PEMBANGUNAN PERKOTAAN 4. diskusi melalui Focus Group Discussion (FGD)  Menggunakan matriks analisis korelasi strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dalam skema manajemen pembangunan perkotaan (output kegiatan 4. ANALISIS KONSEKUENSI ATAU IMPLIKASI PENERAPAN STRATEGI PEMBANGUNAN 4.5 ANALISIS DAMPAK PENERAPAN PROGRAM PEMBANGUNAN Pra.4 PERUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM SKALA KABUPATEN/KOTA DAN KAWASAN SEBAGAI ARAHAN KEBUTUHAN PROGRAM INVESTASI Merupakan langkah aplikatif pelaksanaan strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dan arahan kebutuhan program investasi baik dalam skala kabupaten/kota maupun kawasan dengan memperhatikan dampak dan korelasi dengan program pembangunan sektor lainnya 4.

antara lain dokumen RPIJM (sub-bab program investasi infrastruktur permukiman) dan dokumen RTRW (bagian indikasi program).Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)       dampak strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan (output kegiatan 4. Peta strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan (Gambar 3-10).3). Melakukan diskusi FGD untuk menjaring aspirasi dan penyepakatan terhadap program-program yang dirumuskan dengan memperhatikan ketentuan penyelenggaraan FGD-4 (Box 3-10). Merinci setiap program ke dalam skema pentahapan yang dirinci ke dalam program lima tahunan. Melakukan Pra-FGD 4 untuk membahas rumusan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan beserta landasan kebutuhannya sebelum disepakati dalam FGD 4 (Box 3-9). dan Berita acara kesepakatan tentang program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan OUTPUT    Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 81 . Matriks program pembangunan dalam skala kabupaten/kota dan kawasan (Tabel 3-2). Merumuskan kebutuhan programprogram penanganan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan dengan memperhatikan ketentuan yang ada (Box 3-8). dan Melakukan pemetaan spasial dari strategi dan program yang telah dirumuskan. Melakukan review terhadap programprogram pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang terdapat di berbagai dokumen kebijakan.

 Untuk mendukung dan memberikan kejelasan dalam proses implementasi.Skema pentahapan tersebut disusun untuk jangka waktu 20 tahun dengan perincian tahapan per lima tahunan. program yang disusun dirinci mekanisme pentahapan dan waktu implementasinya.Panduan Penyusunan skala kabupaten/kota dan skala kawasan DURASI 4 minggu terhitung dari minggu pertama bulan kelima Box 3-8 Hal-hal yang Harus Diperhatikan Dalam Perumusan Program  Dalam perumusan program tersebut minimal dilakukan dengan mengacu pada beberapa hal sebagai berikut: disusun untuk menjawab implementasi strategi pembangunan sehingga penyusunan program dilakukan berdasarkan lingkup wilayah dan lingkup aspek dalam strategi pembangunan. program merupakan pengarah dan penjembatan terhadap rencana aksi program yang akan dirincikan dalam RPKPP (siap dijabarkan dalam komponen dan volume serta pentahapan program). dan perlunya pembatasan pada program bidang permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. Box 3-9 Ketentuan Penyelenggaraan Pra-FGD 4 TUJUAN : Untuk membahas rumusan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan beserta landasan perumusannya sebelum disepakati dalam FGD 4 Pokjanis kegiatan Pra-FGD melibatkan keseluruhan anggota Pokjanis dan tenaga ahli pendukung Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun Diskusi di kabupaten/kota tempat penyusunan SPPIP PENYELENGGARA PESERTA DAN PENDUKUNG WAKTU PELAKSANAAN BENTUK TEMPAT PELAKSANAAN : : : : : 82● .

permukiman. dan perencanaan  Akademisi  Tokoh Masyarakat Pendukung meliputi:  Dinas/instansi tingkat provinsi yang membidangi infrastruktur permukiman. yang terdiri peserta dan pendukung Peserta meliputi:  Dinas/instansi tingkat kabupaten/kota yang membidangi infrastruktur permukiman. maka dapat diselenggarakan Paska-FGD 4 dengan ketentuan yang sama dengan Pra-FGD 4 Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 83 . permukiman. dan perencanaan  Tim Teknis Provinsi  Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman  Tenaga Ahli Pendamping WAKTU PELAKSANAAN BENTUK TEMPAT PELAKSANAAN *) PENYELENGGARA PESERTA DAN PENDUKUNG : : : : : Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun Diskusi di kabupaten/kota tempat penyusunan SPPIP apabila dari hasil FGD 4 belum berhasil mendapatkan kesepakatan dan/atau masih diperlukan diskusi lebih lanjut.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Box 3-10 Ketentuan Penyelenggaraan FGD 4*) TUJUAN : Untuk memperoleh kesepakatan dari semua stakeholder mengenai strategi program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan sebagai pelaksanaan strategi dan arahan kebutuhan program investasi SPPIP Pokjanis kegiatan FGD melibatkan minimal 15 (lima belas) orang.

84● Panduan Penyusunan Gambar 3-10 Contoh PemetaanStrategi dan Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan .

Matriks analisis dampak penerapan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.5 ANALISIS DAMPAK PENERAPAN PROGRAM PEMBANGUNAN Analisis yang memperkirakan dampak dari penerapan suatu program yang telah dirumuskan (outcome).  Menyusun matriks analisis dampak penerapan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.1 PENYEMPURNAAN STRATEGI DAN PERUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM SKALA KOTA DAN KAWASAN KOLOKIUM TUJUAN  Mengetahui dampak berupa perubahan yang diperkirakan akan terjadi akibat penerapan suatu program.4 PERUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM SKALA KOTA DAN KAWASAN SEBAGAI ARAHAN KEBUTUHAN PROGRAM INVESTASI O-6 4. analisis dan pemetaan dampak penerapan program  Menggunakan matriks program pembangunan dalam skala kabupaten/kota dan kawasan (output kegiatan 4.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 4.  Melakukan analisis dampak penerapan masing-masing program yang telah dirumuskan. Diskusi internal.  Mengikuti kegiatan kolokium yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya (Box 3-11). 4.5 ANALISIS DAMPAK PENERAPAN PROGRAM PEMBANGUNAN 5.4). 4 minggu terhitung dari minggu pertama bulan keenam METODE LANGKAH OUTPUT  DURASI Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 85 .

kegiatan ini menjadi bagian proses monitoring dan evaluasi oleh Satker Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) provinsi dan penyelenggara di tingkat pusat terhadap proses penyusunan SPPIP. peserta. dan kolokium ini secara rinci adalah sebagai berikut: DEFINISI : Kegiatan monitoring dan pengendalian yang dilakukan oleh Satker Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) provinsi dan penyelenggara di tingkat pusat terhadap proses penyusunan SPPIP TUJUAN : Memonitor pencapaian dari kegiatan penyusunan SPPIP yang dilakukan di setiap kabupaten/kota METODE : Workshop dan Diskusi LANGKAH – :  Menyiapkan materi pembahasan capaian SPPIP hingga saat LANGKAH Kolokium yang meliputi bahan tayangan dan materi visualisasi yang telah disusun.Panduan Penyusunan Box 3-11 Keikutsertaan Dalam Kolokium Pada bulan keenam penyelenggaraan kegiatan. Dalam rangkaian kegiatan penyusunan SPPIP. waktu pelaksanaan. serta dikoordinasikan bersama Tim Teknis Provinsi *)  Mengikuti kegiatan kolokium dengan memaparkan hasil-hasil penyusunan SPPIP kepada para pemangku kepentingan terkait  Merumuskan langkah perbaikan berdasarkan masukan terhadap pencapaian kegiatan SPPIP dari pelaksanaan kolokium OUTPUT  Kesamaan hasil dari produk SPPIP yang dihasilkan oleh tiap kabupaten/kota  Hasil evaluasi terhadap proses yang telah dilakukan PENYELENGGARA : Direktorat Jenderal Cipta Karya PESERTA : Semua perwakilan kabupaten/kota yang melakukan kegiatan penyusunan SPPIP. Definisi tujuan. Perwakilan tersebut meliputi  Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis)  Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman  Tenaga ahli pendamping Workshop minimal 1 (satu) hari pada akhir bulan ke-6 (enam) setelah SPMK (setelah dilakukan kegiatan penyusunan konsep.  Pelaksanaan pra-kolokium dilakukan secara koordinatif antara tim pokjanis di setiap kabupaten/kota bersama tim teknis provinsi. bentuk. akan diselenggarakan Kolokium yang wajib diikuti oleh Tenaga Ahli Pendamping dan Pokjanis. rencana. strategi dan program penanganan dan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan prioritas) **)waktu pelaksanaan dilakukan bersamaan dengan penyelenggaraan Kolokium pada kegiatan RPKPP dan ditentukan oleh koordinator pelaksana dilakukan bersamaan dengan penyelenggaraan Kolokium pada kegiatan penyusunan RPKPP dan ditentukan oleh Koordinator Pelaksana BENTUK WAKTU PELAKSANAAN : : TEMPAT PELAKSANAAN : *) Catatan Koordinasi Bersama Tim Teknis Provinsi (Pra-Kolokium):  Perlu dilakukan persiapan (pra-kolokium) yang bertujuan untuk mempersiapkan seluruh substansi yang dipersyaratkan di dalam kolokium. penyelenggara. 86● .

4 PERUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM SKALA KAB/ KOTA DAN KAWASAN SEBAGAI ARAHAN KEBUTUHAN PROGRAM INVESTASI O-6 4.2 PENYUSUNAN MATERI VISUALISASI SPPIP O-7 4 PERUMUSAN STRATEGI DAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN 5 FINALISASI DAN SOSIALISASI PRA-FGD 4 KEGIATAN DISKUSI PRA-FGD 3 FGD 3 Perumusan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan KOLOKIUM FGD 4 Perumusan Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan KONSULTASI PUBLIK DISEMINASI Gambar 3-11 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Untuk Finalisasi dan Sosialisasi Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 87 .2 IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KORELASI STRATEGI DALAM SKEMA MANAJEMEN PEMBANGUNAN PERKOTAAN 4. rangkaian kegiatan pada lingkup finalisasi dan sosialisasi dapat dilihat pada Gambar 3-11. FINALISASI DAN SOSIALISASI Kegiatan finalisasi dan sosialisasi adalah kegiatan terakhir dari rangkaian kegiatan penyusunan SPPIP yang fokus pada penyempurnaan dari strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan berdasarkan masukan dari berbagai diskusi.5 ANALISIS DAMPAK PENERAPAN PROGRAM PEMBANGUNAN 5. Secara diagramatis. TAHAPAN PENYUSUNAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN (SPPIP) SOSIALISASI KEGIATAN PENYUSUNAN 4. ANALISIS KONSEKUENSI ATAU IMPLIKASI PENERAPAN STRATEGI PEMBANGUNAN 4.1 PENYEMPURNAAN STRATEGI DAN PERUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM SKALA KOTA DAN KAWASAN 5.3.1 PERUMUSAN STRATEGI PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-5 4. Lingkup kegiatan ini meliputi:   penyempurnaan strategi dan program kabupaten/kota dan kawasan. dan penyempurnaan materi visualisasi SPPIP pembangunan dalam skala Secara keseluruhan lingkup kegiatan finalisasi dan sosialisasi ini akan diselesaikan selama 1 (satu) bulan terhitung dari kegiatan perumusan strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan selesai dilakukan.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 5.

Memperbaiki strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.5 ANALISIS DAMPAK PENERAPAN PROGRAM PEMBANGUNAN 5. dan Menyelenggarakan konsultasi publik untuk mendapatkan masukan untuk penyempurnaan strategi dan program pembangunan permukiman dan  88● .1 PENYEMPURNAAN STRATEGI DAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN SKALA KABUPATEN/KOTA DAN KAWASAN Perbaikan strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan berdasarkan hasil masukan dari kolokium 4.2 PENYUSUNAN MATERI VISUALISASI SPPIP KONSULTASI PUBLIK TUJUAN  Menyempurnakan strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan METODE LANGKAH Desk study   Menginventarisasi catatan masukan penyelenggaraan kolokium.Panduan Penyusunan 5.1 PENYEMPURNAAN STRATEGI DAN PERUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM SKALA KAB/ KOTA DAN KAWASAN 5.

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) infrastruktur permukiman perkotaan. OUTPUT Strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang telah disempurnakan. Penyelenggaraan konsultasi publik ini dilakukan dengan memperhatikan ketentuan yang ada (Box 3-12). 2 minggu terhitung dari minggu pertama bulan ketujuh DURASI Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 89 .

penyelenggara. dan perencanaan  Akademisi Pendukung kegiatan FGD antara lain mewakili unsur :  Dinas/instansi tingkat provinsi yang membidangi infrastruktur permukiman. maka pada awal bulan ketujuh diselenggarakan kegiatan konsultasi publik. waktu pelaksanaan. dan materi visualisasi yang telah disusun  Memaparkan seluruh capaian kegiatan SPPIP  Melakukan diskusi untuk mendapatkan masukanmasukan terhadap muatan SPPIP  Melakukan perbaikan dan penyempurnaan terhadap capaian kegiatan SPPIP berdasarkan masukan dari konsultasi Masukan terhadap pencapaian kegiatan SPPIP Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun di kabupaten/kota tempat penyusunan SPPIP Setiap kegiatan FGD melibatkan 40 (empat puluh) orang peserta dan pendukung. dan konsultasi publik ini secara rinci adalah sebagai berikut: TUJUAN : Untuk menjaring masukan terhadap strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan Pemaparan hasil dan diskusi terbuka  Menyiapkan materi pemaparan dan pembahasan seluruh capaian kegiatan SPPIP. permukiman.Panduan Penyusunan Box 3-12 Ketentuan Dalam Penyelenggaraan Konsultasi Publik Untuk memantapkan hasil yang telah dicapai. Kegiatan konsultasi publik ini adalah kegiatan penjaringan masukan terhadap muatan SPPIP yang dilakukan dalam bentuk konsultasi kepada pemangku kepentingan kabupaten/kota termasuk masyarakat. peserta. Bentuk. dan perencanaan  Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman  Tim Teknis Provinsi  Tenaga ahli pendamping Pokjanis METODE LANGKAHLANGKAH : : OUTPUT WAKTU PELAKSANAAN TEMPAT PELAKSANAAN PESERTA : : : : PENYELENGGARA : 90● . permukiman. Peserta kegiatan FGD antara lain mewakili unsur :  Dinas/instansi tingkat kabupaten/kota yang membidangi infrastruktur permukiman. yang meliputi bahan tayang.

Diseminasi   Menggunakan seluruh hasil/ keluaran kegiatan penyusunan SPPIP.2 PENYUSUNAN MATERI VISUALISASI SPPIP Penyusunan hasil/keluaran kegiatan dalam bentuk materi visualisasi yang informatif. 4. Desain Komunikasi Visual. menarik dan mudah dimengerti yang akan disosialisasikan kepada masyarakat umum dan para pemangku kepentingan terkait.5 ANALISIS DAMPAK PENERAPAN PROGRAM PEMBANGUNAN 5.1 PENYEMPURNAAN STRATEGI DAN PERUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DALAM SKALA KAB/ KOTA DAN KAWASAN 5. METODE LANGKAH Penyederhanaan materi. Merumuskan poin-poin penting yang akan ditampilkan dalam materi visualisasi meliputi: Latar belakang pelaksanaan kegiatan Kebutuhan penyusunan SPPIP Tujuan dan arah pembangunan permukiman dan infrastruktur Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 91 .2 PENYUSUNAN MATERI VISUALISASI SPPIP O-7 DISEMINASI TUJUAN   Menyediakan materi visualisasi hasil/ keluaran kegiatan untuk digunakan dalam sosialisasi SPPIP. dan Menyelenggarakan sosialisasi hasil SPPIP.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 5.

banner. video dokumentasi dan bentuk visualisasi lainnya yang dianggap perlu. Menyusun materi visualisasi SPPIP dalam bentuk leaflet. menarik dan mudah dimengerti Diseminasi hasil SPPIP OUTPUT   DURASI 2 minggu terhitung dari minggu ketiga bulan ketujuh 92● . poster. dan Menyelenggarakan sosialisasi hasil SPPIP dalam bentuk diseminasi yang diselenggarakan dengan mengikuti ketentuan yang ada (Box 3-13) Materi visualisasi SPPIP yang informatif.Panduan Penyusunan   permukiman perkotaan Rangkuman strategi pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang telah dirumuskan Rangkuman program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan yang telah dirumuskan Dokumentasi kegiatan dan susunan peta.

permukiman.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Box 3-13 Ketentuan Penyelenggaraan Kegiatan Diseminasi TUJUAN Kegiatan untuk mensosialisasikan seluruh hasil kegiatan dan produk SPPIP yang telah disepakati. Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis) Seminar 40 (empat puluh) orang peserta yang mewakili unsur:    Perwakilan masyarakat Legislatif (DPRD kabupaten/kota) Dinas/instansi tingkat kabupaten/kota yang membidangi infrastruktur permukiman. dan perencanaan Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Tim Teknis Provinsi Akademisi PENYELENGGARA BENTUK PESERTA     WAKTU PELAKSANAAN TEMPAT PELAKSANAAN 1 hari pada bulan ketujuh atau pada akhir kegiatan di kabupaten/kota tempat penyusunan SPPIP Bagian 3 ● Penyusunan SPPIP ● 93 . dan perencanaan Dinas/instansi tingkat provinsi yang membidangi infrastruktur permukiman. kepada dinas/instansi terkait dan stakeholder/pemangku kepentingan daerah lainnya. permukiman.

Panduan Penyusunan 94● .

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 4 Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 95 .

1 Tabel 4-1 Bagian Kegiatan Penyusunan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) RUANG LINGKUP PENYUSUNAN RPKPP Lingkup Kegiatan Penyusunan RPKPP Lingkup kegiatan penyusunan RPKPP meliputi 4 (empat) kegiatan. Secara rinci. lingkup kegiatan dari tiap kegiatan besar dan capaian kegiatan dapat dilihat pada Tabel 4-1. Persiapan ini juga didukung dengan mengikuti konsolidasi di tingkat provinsi.1 4. Keterkaitan Lingkup Kegiatan Dengan Capaian dalam Kegiatan Penyusunan RPKPP LINGKUP KEGIATAN CAPAIAN KEGIATAN  Rencana kerja dan metodologi pelaksanaan kegiatan  Peta dasar  Data dan informasi yang diperlukan  Desain pengumpulan data dan informasi (1) Persiapan  Melakukan persiapan pelaksanaan kegiatan. (2) identifikasi potensi dan permasalahan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan prioritas. sampai dengan pengumpulan data dan informasi. termasuk di dalamnya melakukan koordinasi tim untuk pelaksanaan kegiatan. yaitu: (1) persiapan.Panduan Penyusunan 04 4. dan (4) perumusan rencana penanganan kawasan pembangunan tahap 1. 96 ● . penyiapan peta dasar. (3) perumusan rencana aksi program.1. penyepakatan rencana kerja dan metodologi pelaksanaan kegiatan.

dan terhadap kebijakan. dan program daerah dari tiap dokumen program pembangunan daerah kebijakan terkait yang telah tersedia berdasarkan dokumen kebijakan dan dijadikan acuan pelaksanaan terkait yang telah tersedia dan pemerintah daerah serta dokumen dijadikan acuan pelaksanaan SPPIP pembangunan oleh pemerintah daerah serta dokumen SPPIP yang telah dibuat  Melakukan kajian mikro terhadap  Kajian mikro kawasan permukiman kawasan permukiman prioritas prioritas berdasarkan arahan dalam SPPIP  Presentasi audio-visual kawasan permukiman prioritas hasil investigasi di lapangan  Melakukan identifikasi potensi dan  Potensi dan permasalahan permasalahan pembangunan pembangunan permukiman dan permukiman dan infrastruktur infrastruktur permukiman perkotaan permukiman perkotaan pada pada kawasan permukiman prioritas kawasan permukiman prioritas  Pemetaan spasial potensi dan permasalahan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan permukiman prioritas (3) Perumusan Rencana Aksi Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan Pada Kawasan Prioritas  Melakukan identifikasi kebutuhan  Kebutuhan penanganan kawasan penanganan kawasan permukiman permukiman prioritas Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 97 . strategi. strategi.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) LINGKUP KEGIATAN CAPAIAN KEGIATAN (2) Identifikasi Potensi dan Permasalahan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan Pada Kawasan Prioritas  Melakukan review dan kajian  Review kebijakan.

Adapun kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan perencanaan partisipatif yang melibatkan semua pihak terkait 98 ● . Adapun proses penyusunan ini dilakukan dengan FGD bersama dengan pemangku kepentingan kabupaten/kota dan kawasan. Proses penyusunan ini dilakukan dengan Focus Group Discusion (FGD) bersama dengan pemangku kepentingan kabupaten/kota dan kawasan CAPAIAN KEGIATAN  Konsep penanganan kawasan permukiman prioritas untuk pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan  Peta konsep penanganan kawasan permukiman prioritas untuk pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan  Penyelenggaraan FGD bersama dengan pemangku kepentingan kabupaten/kota dan kawasan untuk merumuskan konsep penanganan kawasan permukiman prioritas  Rencana aksi program penanganan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan  Penyelenggaraan FGD bersama dengan pemangku kepentingan kabupaten/kota dan kawasan untuk merumuskan dan menyepakati rencana aksi program penanganan  Melakukan penyusunan rencana aksi program penanganan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan berdasarkan arahan dalam program pembangunan dalam dokumen SPPIP berikut dengan tahapan pelaksanaan penanganannya. (4) Perumusan Rencana Penanganan Kawasan Pembangunan Tahap 1  Merumuskan kriteria dan indikator  Kriteria dan indikator penentuan penentuan kawasan pembangunan kawasan pembangunan tahap 1 tahap 1  Melakukan pemilihan dan  Kawasan pembangunan tahap 1 penetapan kawasan pembangunan tahap 1  Melakukan perumusan konsep  Konsep penanganan kawasan penanganan kawasan pembangunan tahap 1 pembangunan tahap 1 berdasarkan  Diskusi partisipatif dengan pada kebutuhan kawasan yang masyarakat setempat untuk telah disepakati bersama oleh perumusan konsep penanganan pemangku kepentingan kawasan pembangunan tahap 1 kabupaten/kota dan kawasan.Panduan Penyusunan LINGKUP KEGIATAN prioritas  Melakukan penyusunan konsep penanganan kawasan permukiman prioritas untuk pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan.

Rencana detail desain tersebut juga disajikan dalam bentuk 3 dimensi  Mengikuti kegiatan kolokium yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat melalui Direktorat Pengembangn Permukiman. Kementerian Pekerjaan Umum untuk memberikan pemaparan dan pembahasan capaian kegiatan penyusunan RPKPP  Menyelenggarakan konsultasi publik untuk menjaring masukan terhadap konsep. Direktorat Jenderal Cipta Karya.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) LINGKUP KEGIATAN  Bersama dengan pemangku kepentingan kabupaten/kota dan kawasan melakukan penyusunan rencana penanganan kawasan pembangunan tahap 1 dengan tingkat kedalaman informasi skala 1:1. rencana penanganan.000 dan menyepakatinya dalam suatu FGD  Melakukan penyusunan Rencana Teknis Rinci (Detailed Engineering Design/DED) untuk pelaksanaan tahun pertama di dalam kawasan pembangunan tahap 1 yang meliputi permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. dan rencana aksi program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan prioritas untuk jangka waktu 5 tahun dan kawasan pembangunan tahap 1 untuk jangka waktu 1 tahun pertama (5) Finalisasi dan Sosialisasi  Menyelenggarakan sosialisasi hasil penyusunan RPKPP melalui diseminasi kepada dinas/instansi terkait dan masyarakat di kawasan prioritas CAPAIAN KEGIATAN  Rencana penanganan kawasan pembangunan tahap 1  Penyelenggaraan FGD bersama dengan pemangku kepentingan kabupaten/kota dan kawasan untuk merumuskan rencana penanganan kawasan pembangunan tahap 1  Rencana Teknis Rinci (Detailed Engineering Design/DED) untuk pelaksanaan tahun pertama di dalam kawasan pembangunan tahap 1  Visualisasi 3D untuk DED kawasan  Masukan untuk penyempurnaan hasil  Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan  Masukan untuk penyempurnaan hasil  Tersosialisasikannya RPKPP Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 99 .

100 ● . Kawasan permukiman prioritas merupakan satu kesatuan fungsional tertentu yang tidak terpisah (memiliki kesamaan permasalahan/ tema penanganan) tanpa merujuk pada batas adminstrasi. dan memiliki dominasi penanganan melalui bidang permukiman. memiliki kontribusi dalam penanganan permasalahan kota.Panduan Penyusunan 4. memiliki dominasi permasalahan terkait bidang permukiman. didasarkan pada beberapa pertimbangan berikut: memiliki urgenitas penanganan.30 Ha atau lainnya berdasarkan kesepakatan dengan pihak daerah. Luasan per kawasan pengembangan tahap 1 antara 20 .2 Lingkup Wilayah Penyusunan RPKPP RPKPP dilakukan untuk kawasan permukiman prioritas yang terdapat di setiap kawasan perkotaan dalam lingkup kabupaten/kota dan mengacu pada arahan yang terdapat dalam dokumen SPPIP. Kawasan permukiman prioritas ini dibagi dalam zona/blok pentahapan penanganan sehingga dapat ditentukan kawasan pembangunan Tahap 1.  Kawasan Pembangunan Tahap 1 Kawasan pembangunan Tahap 1 adalah bagian dari kawasan permukiman prioritas yang disepakati oleh masyarakat di dalam kawasan dan pihak daerah sebagai kawasan yang memiliki nilai strategis dalam konteks pembangunan kawasan dan memiliki prioritas untuk dimulai pembangunannya pada tahun pertama dalam rencana pentahapan pembangunan kawasan. Dalam penetapannya. Jumlah kawasan yang ditetapkan dan terpilih minimal 1 (satu) kawasan dengan luasan per kawasan sesuai dengan kesepakatan dengan pihak daerah (Pokjanis). Sebagai acuan luasan untuk kawasan terpilih adalah hingga 500 Ha atau dapat disesuaikan dengan batas deliniasi kawasan permukiman yang disepakati. sesuai kebijakan pembangunan dan pengembangan kota. Pemahaman terhadap lingkup kawasan permukiman prioritas dan kawasan pembangunan Tahap 1 dalam rangkaian kegiatan ini adalah sebagai berikut:  Kawasan Permukiman Prioritas RPKPP Kawasan permukiman prioritas adalah kawasan permukiman yang disepakati oleh pihak daerah sebagai kawasan yang memiliki nilai strategis dalam konteks pembangunan kota dan merupakan prioritas dalam pembangunan dan pengembangannya.1. memiliki kontribusi dalam stimulasi pembangunan dan pengembangan kota.

13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah jo.2 dan Tabel 4. 2 Tahun 2010 tentang Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pekerjaan Umum. sistem pengelolaan persampahan untuk kawasan permukiman. Untuk komponen bidang permukiman pada program tahun pertama di kawasan pengembangan tahap 1 dilakukan penyusunan Rencana Detail Desain/Detailed Engineering Design (DED).3 Kedalaman Substansi RPKPP Kedalaman substansi dari RPKPP sampai dengan rencana aksi program yang dijabarkan ke dalam rencana teknis. dan sistem jaringan jalan lingkungan di dalam kawasan permukiman. Dalam penerapannya.1. 59 Tahun 2007 jo.VII Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. sistem drainase permukiman. 21 Tahun 2011. Fokus dari obyek yang diatur di dalam RPKPP adalah program dan kegiatan terkait dengan infrastruktur permukiman. Rumusan program dan kegiatan disusun dengan mengacu pada nomenklatur program di dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) No. program dan kegiatan yang disusun dapat juga mencakup infrastruktur bidang lainnya yang dibutuhkan di dalam pembangunan kawasan permukiman seperti sarana pemadam kebakaran dan penerangan jalan lingkungan sesuai dengan kebutuhan di masingmasing kabupaten/kota. dan ruang terbuka hijau (RTH) Selain fokus pada permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan. Permendagri No. RPKPP dapat berupa penataan kawasan ataupun revitalisasi kawasan. Rencana aksi program merupakan penjabaran dari strategi skala kawasan yang dirumuskan pada SPPIP yang disusun untuk jangka waktu 5 tahun dan didetailkan pada program tahunan/1 (satu) tahun. sistem pengelolaan air limbah untuk kawasan permukiman. berikut penyesuaiannya di kota/kabupaten yang bersangkutan yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah (Perda) kota/kabupaten. yang terdiri atas:       sistem penyediaan air minum untuk kawasan permukiman. Secara garis besar rencana aksi program dalam RPKPP diilustrasikan ke dalam Tabel 4.3.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 4. Lampiran A. Permendagri No. Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 101 . serta Rencana Strategi (Renstra) Kementerian/Lembaga lainnya.

102 ● Panduan Penyusunan Tabel 4-2 Contoh Rencana Aksi Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan Pada Kawasan Prioritas .

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Tabel 4-3 Contoh Rencana Program Penanganan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan Pada Kawasan Pengembangan Tahap 1 Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 103 .

(4) Dokumen Profil Kawasan Permukiman Prioritas. yaitu: (1) Dokumen Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP). dengan tingkat kedalaman skala perencanaan 1:1. rencana aksi program dalam skala : a) 1:5. dan (5) Dokumen Konsep Pembangunan Kawasan Prioritas. Dokumen spasial terkait dengan konsep. (2) Dokumen Penyelenggaraan Kegiatan (Proceeding Kegiatan).000 (untuk kawasan pembangunan tahun pertama) Dokumen ini disajikan sebagai Laporan Utama Penulisan dokumen ini dilengkapi dengan tabel.2 KELUARAN YANG DIHASILKAN Keluaran yang dihasilkan dari kegiatan Penyusunan RPKPP meliputi 5 (lima) dokumen. (3) Dokumen Rencana Detail Desain (DED). rencana penanganan.Panduan Penyusunan 4.000) Rencana Detail Desain (Detailed Engineering Design/DED) infrastruktur permukiman untuk kawasan prioritas yang pembangunannya akan dilaksanakan pada tahun pertama yang disajikan dalam bentuk 3D. dengan rincian muatan tiap dokumen sebagai berikut:  Dokumen Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) MUATAN Profil kawasan permukiman prioritas berdasarkan arahan indikasi dalam SPPIP Kajian mikro kawasan permukiman prioritas berdasarkan arahan dalam SPPIP Potensi dan permasalahan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan permukiman prioritas Konsep dan rencana penanganan pada kawasan permukiman prioritas Rencana aksi program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan prioritas selama 5 tahun Kawasan di dalam kawasan prioritas yang akan dilakukan pembangunannya pada tahap pertama (dilakukan penyusunan rencana penanganan secara lebih rinci dan operasional. gambar dan peta yang representatif - - PENYAJIAN - 104 ● .000 (untuk kawasan prioritas) b) 1:1.

dan peta yang representatif PENYAJIAN  Dokumen Profil Kawasan Permukiman Prioritas MUATAN PENYAJIAN Profil Kawasan Prioritas (aspek fisik dan non-fisik) Hasil kajian potensi dan permasalahan kawasan prioritas Dokumen ini disajikan dalam bentuk audio visual (film dokumenter)  Dokumen Konsep Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas MUATAN PENYAJIAN Rumusan skenario penanganan kawasan Konsep 3 dimensi (3D) pembangunan kawasan permukiman prioritas Dokumentasi ini disajikan dalam bentuk audio visual Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 105 . Kegiatan yang dilaporkan setidaknya adalah kegiatan FGD. -  Dokumen Rencana Detail Desain (DED) MUATAN DED untuk komponen infrastruktur permukiman dan sektor terkait lainnya pada kawasan pembangunan tahap pertama Rencana Anggaran Biaya (RAB) Dokumen ini disajikan dalam bentuk laporan tertulis Penulisan dokumen ini dilengkapi dengan tabel. Materi yang disampaikan. Laporan Akhir Sementara. konsultasi publik. Tiap kegiatan yang diselenggarakan dilengkapi dengan dokumentasi foto penyelenggaraan yang disajikan sebagai lampiran dalam dokumen ini. dan Proses penyelenggaraan partisipatif melalui pendekatan Community based Participatory Approach (CPA) Dokumen ini disajikan sebagai dokumen yang terpisah dengan dokumen proses (Laporan Pendahuluan. gambar. kolokium. Bentuk-bentuk kesepakatan yang dihasilkan. Bentuk-bentuk kesepakatan tertuang dalam berita acara kegiatan yang dihasilkan yang ditanda tangani oleh perwakilan pihak yang hadir dan menyetujui. dan diseminasi.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)  Dokumen Penyelenggaraan (Proceeding) Kegiatan MUATAN PENYAJIAN Notulensi dari tiap penyelenggaraan kegiatan-kegiatan penyepakatan dan sosialisai. dan Laporan Akhir) dan dokumen RPKPP. Laporan Antara. diskusi partisipatif. Absensi dan daftar hadir tiap penyelenggaraan kegiatan penyepakatan dan sosialisasi.

Panduan Penyusunan 106 ● .

1 PERUMUSAN KRITERIA & INDIKATOR PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 O-3 3.5 PENYUSUNAN RENCANA DETAIL DESAIN (DED) KAWASAN O-7 1 PERSIAPAN 2 IDENTIFIKASI POTENSI DAN PERMASALAHAN 3 PERUMUSAN RENCANA AKSI PROGRAM 5.3 O-5 PERUMUSAN KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 O-2 3.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) TAHAPAN WAKTU PERSIAPAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS (RPKPP) SOSIALISASI BULAN 1 1.2 PERSIAPAN DAN PEMANTAPAN RENCANA KERJA 2.3 O-1 KEGIATAN PENYUSUNAN IDENTIFIKASI POTENSI & PERMASALAHAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN PADA KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS 3.1 SOSIALISASI BULAN 2 BULAN 3 BULAN 4 BULAN 5 BULAN 6 BULAN 7 1.1 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENANGANAN KAWASAN 3.4 PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 O-6 4.2 PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 4.1 KAJIAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN 2.1 PENYEMPURNAAN RENCANA AKSI PROGRAM DAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 4 PERUMUSAN RENCANA PENANGANAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 5 FINALISASI DAN SOSIALISASI PRA FGD 1 PRA FGD 2 FGD 2 Perumusan Rencana Aksi Program KEGIATAN DISKUSI Konsolidasi Penyusunan di Tingkat Provinsi O1:  Rencana Kerja  Pendekatan dan Metodologi Pelaksanaan Kegiatan O2:  Arah Kebijakan Pada Kawasan Prioritas  Profil Kawasan dan Infrastruktur Permukiman Kawasan Prioritas  Potensi dan Permasalahan Kawasan Prioritas DISKUSI PARTISIPATIF PRA FGD 2 FGD 3 Penyusunan Rencana Penanganan Kawasan Pengembangan Tahap 1 KOLOKIUM KONSULTASI PUBLIK DISEMINASI FGD 1 Penyusunan Konsep Penanganan Kawasan O3:  Kebutuhan Penanganan Kawasan Prioritas  Konsep Pembangunan Kawasan Prioritas  Berita Acara Kesepakatan tentang Konsep Penanganan Kawasan Permukimn Priorita O4:  Rencana Pembangunan Kawasan Prioritas  Rencana Aksi Program Kawasan Prioritas  Pentahapan Kegiatan Pembangunan Kawasan Prioritas  Berita Acara Kesepakatan tentang Rencana Aksi Program Penanganan Kawasan Permukiman Prioritas O5:  Kriteria dan Indikator Penentuan Sub Kawasan Untuk Pengembangan Tahap 1  Sub Kawasan Dalam Kawasan Prioritas O6:  Konsep Pembangunan Sub Kawasan Untuk Pengembangan Tahap 1  Rencana Pembangunan Sub Kawasan Untuk Pengembangan Tahap 1  Berita Acara Kesepakatan tentang Rencana Penanganan Kawasan Pengembangan Tahap 1 O7:  Masterplan kawasan  Rencana Detail Desain (DED) kawasan OUTPUT Gambar 4-1 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 107 .4 PERUMUSAN RENCANA AKSI PROGRAM 4.5 PERUMUSAN TAHAPAN PELAKSANAAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-4 4.2 PENYUSUNAN KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN 3.2 KAJIAN MIKRO KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS BERDASARKAN ARAHAN SPPIP 2.3 IDENTIFIKASI PROGRAM PENANGANAN BERDASARKAN ARAHAN SPPIP 4.

Panduan Penyusunan 108 ● .

PERSIAPAN Kegiatan persiapan adalah kegiatan untuk menyiapkan pelaksanaan kegiatan baik teknis maupun nonteknis yang akan melandasi rangkaian pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan. rangkaian kegiatan pada lingkup kegiatan persiapan dapat dilihat pada Gambar 4-2.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 4.1 SOSIALISASI 1. Lingkup kegiatan persiapan akan diselesaikan pada minggu awal pelaksanaan kegiatan selama 2 (dua) minggu.2 PERSIAPAN DAN PEMANTAPAN RENCANA KERJA 2. Pada tahap ini pula diselenggarakan konsolidasi penyusunan RPKPP di tingkat provinsi.2 KAJIAN MIKRO KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS BERDASARKAN ARAHAN SPPIP O-1 KEGIATAN PENYUSUNAN 2. TAHAPAN PERSIAPAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS (RPKPP) 1.2 PENYUSUNAN KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN 1 PERSIAPAN 2 PERMASALAHAN IDENTIFIKASI POTENSI DAN 3 PERUMUSAN RENCANA AKSI PROGRAM PRA FGD 1 KEGIATAN DISKUSI Konsolidasi Penyusunan di Tingkat Provinsi FGD 1 Penyusunan Konsep Penanganan Kawasan Gambar 4-2 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Untuk Lingkup Kegiatan Persiapan Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 109 .2) dan pada Gambar 4-1. Dalam lingkup kegiatan persiapan terdapat kegiatan persiapan dan pemantapan rencana kerja serta keikutsertaan dalam sosialisasi penyusunan SPPIP dan RPKPP.1 KAJIAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN 2. Secara diagramatis.3 IDENTIFIKASI POTENSI & PERMASALAHAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN PADA KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS O-2 3. Rincian proses dan prosedur pelaksanaan kegiatan untuk tiap sub kegiatan selama jangka waktu 7 (tujuh) bulan adalah sebagai berikut: 1.3 PROSES DAN PROSEDUR PELAKSANAAN KEGIATAN PENYUSUNAN RPKPP Proses dan prosedur penyusunan RPKPP mengacu pada rangkaian kegiatan sebagaimana yang dijelaskan pada lingkup kegiatan (sub bab 4.1 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENANGANAN KAWASAN 3.

Panduan Penyusunan

1.1 SOSIALISASI

Mengikuti kegiatan sosialisasi pelaksanaan kegiatan yang diselenggarakan secara terpusat oleh Direktorat Pengembangan Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum.

1.1 SOSIALISASI

1.2 PERSIAPAN DAN PEMANTAPAN RENCANA KERJA 2.1 KAJIAN KEBIJAKAN, STRATEGI, DAN PROGRAM PEMBANGUNAN

O-1

TUJUAN

 

Melaksanakan penyebarluasan informasi mengenai RPKPP; dan Mencapai pemahaman yang sama mengenai proses, prosedur, dan produk dari penyusunan RPKPP

METODE LANGKAH

Workshop dan diskusi   Mengikuti sosialisasi pelaksanaan kegiatan; dan Koordinasi dengan Pokjanis untuk merumuskan rencana penyelesaian kegiatan. Kesamaan pemahaman mengenai proses, prosedur, dan produk dari penyusunan RPKPP

OUTPUT

DURASI

Awal bulan pertama, dengan alokasi waktu ditentukan oleh Direktorat Pengembangan Permukiman, DJCK, Kementerian Pekerjaan Umum.

110 ●

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)

1.2 PERSIAPAN DAN PEMANTAPAN RENCANA KERJA

Melakukan persiapan penyusunan RPKPP yang meliputi kegiatan koordinasi tim, penyusunan rencana kerja dan metodologi pelaksanaan kegiatan, penyiapan peta dasar, serta pengumpulan data dan informasi.

1.1 PERSIAPAN DAN PEMANTAPAN RENCANA KERJA 2.1 KAJIAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN

O-1

TUJUAN

   

Terkoordinasinya kegiatan penyusunan RPKPP dari awal hingga akhir; Tersepakatinya rencana kerja dan metodologi penyusunan RPKPP; Tersedianya peta dasar dan rancangan pengumpulan data dan informasi; dan Terinventarisasikannya data dan informasi mengenai kondisi eksisting di kawasan permukiman prioritas berserta kawasan makronya.

METODE Diskusi koordinasi, digitasi peta, observasi lapangan dan wawancara LANGKAH  Melakukan mobilisasi dan koordinasi tim untuk penyamaan pemahaman lingkup tugas tim pelaksana dan Pokjanis dalam kegiatan Penyusunan RPKPP;  Menyusun rencana kerja dan metodologi pelaksanaan kegiatan yang telah disepakati bersama oleh seluruh anggota tim;  Menyiapkan peta dasar dengan skala minimal 1:5.000 yang siap untuk digunakan sebagai dasar untuk survey;  Menyiapkan rancangan pengumpulan data dan informasi berdasarkan kebutuhan yang ada dan rencana kerja yang telah disusun; dan

Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 111

Panduan Penyusunan

 Melakukan pengumpulan dokumen, observasi lapangan, dan wawancara dalam rangka pengumpulan data dan informasi mengenai kondisi eksisting kawasan permukiman prioritas. OUTPUT  Rencana kerja;  Pendekatan dan metodologi pelaksanaan kegiatan;  Peta dasar kawasan permukiman prioritas dan sekitarnya dalam skala 1 : 5.000; dan  Data dan informasi mengenai kondisi eksiting kawasan permukiman prioritas berikut dengan kawasan makronya

DURASI 2 minggu terhitung dari minggu pertama bulan pertama

112 ●

Perwakilan tersebut meliputi  Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis)  Tim Teknis Provinsi  Satuan Kerja Perencanaan dan Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman Provinsi  Satuan Kerja Provinsi di Lingkungan Direktorat Jenderal Cipta Karya  Tenaga Ahli Pendamping minimal 1 (satu) hari pada bulan ke-1(satu) setelah SPMK Tim Tenaga Ahli. Pokjanis. akan diselenggarakan konsolidasi penyusunan di tingkat provinsi yang wajib diikuti oleh Tenaga Ahli Pendamping dan Pokjanis. bentuk. dan tempat penyelenggaraan konsolidasi ini secara rinci adalah sebagai berikut: DEFINISI : Kegiatan penyamaan pemahaman dari sisi substansi dan proses penyusunan RPKPP yang dikemas dalam bentuk pelatihan serta dikoordinasikan penyelenggaraannya oleh Satker Provinsi Menyamakan tujuan dan rencana kerja penyusunan RPKPP Pelatihan dan diskusi  menyiapkan rencana kerja penyusunan RPKPP dan rencana penyusun  menyepakati rencana dan jadwal kerja penyusunan RPKPP dengan pemangku kepentingan terkait  Rencana kerja dan jadwal pelaksanaan kegiatan yang telah disetujui oleh Satker. peserta. (setelah dilakukan kegiatan sosialisasi) *) waktu pelaksanaan ditentukan kemudian oleh masingmasing Satker Provinsi Tempat pelaksanaan ditentukan oleh masing-masing Satker Provinsi TUJUAN METODE LANGKAH – LANGKAH : : : OUTPUT : PENYELENGGARA PESERTA : : WAKTU PELAKSANAAN : TEMPAT PELAKSANAAN : Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 113 . kegiatan ini menjadi kegiatan awal antara tim Tenaga Ahli Pendamping dan Pokjanis dengan semua pemangku kepentingan dalam proses penyamaan tujuan dan rencana kerja penyusunan dokumen RPKPP. Definisi tujuan. Dalam rangkaian kegiatan Penyusunan Rencana Pengembangan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP). dan tenaga ahli pendamping Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Provinsi Semua perwakilan kota/kabupaten yang melakukan kegiatan penyusunan RPKPP di provinsi yang berangkutan. penyelenggara.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Box 4-1 Penyelenggaraan Konsolidasi Penyusunan di Tingkat Provinsi Pada bulan pertama penyelenggaraan kegiatan. waktu pelaksanaan.

serta kondisi riil kawasan permukiman prioritas sehingga diperoleh gambaran mengenai potensi dan permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan kawasan permukiman prioritas.1 SOSIALISASI 1. rangkaian kegiatan pada lingkup kegiatan persiapan dapat dilihat pada Gambar 4-3.3 IDENTIFIKASI PROGRAM PENANGANAN BERDASARKAN ARAHAN SPPIP O-3 3. dan program.5 PERUMUSAN TAHAPAN PELAKSANAAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN 1 PERSIAPAN 2 PERMASALAHAN IDENTIFIKASI POTENSI DAN 3 PERUMUSAN RENCANA AKSI PROGRAM PRA FGD 1 PRA FGD 2 FGD 2 Perumusan Rencana Aksi Program KEGIATAN DISKUSI Konsolidasi Penyusunan di Tingkat Provinsi FGD 1 Penyusunan Konsep Penanganan Kawasan Gambar 4-3 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Untuk Lingkup Kegiatan Identifikasi Potensi dan Permasalahan 114 ● .1 KAJIAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN 2. IDENTIFIKASI POTENSI DAN PERMASALAHAN Kegiatan identifikasi potensi dan permasalahan adalah kegiatan untuk mengkaji kebijakan.2 PERSIAPAN DAN PEMANTAPAN RENCANA KERJA 2. strategi.1 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENANGANAN KAWASAN 3. Secara diagramatis. Lingkup kegiatan identifikasi potensi dan permasalahan ini meliputi 3 (tiga) kegiatan. dan identifikasi potensi dan permasalahan pembangunan permukiman infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan permukiman prioritas.3 O-1 KEGIATAN PENYUSUNAN IDENTIFIKASI POTENSI & PERMASALAHAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN PADA KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS 3. TAHAPAN PERSIAPAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS (RPKPP) 1. kajian mikro kawasan permukiman prioritas berdasarkan arahan SPPIP. yaitu:    kajian kebijakan dan strategi pembangunan.2 KAJIAN MIKRO KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS BERDASARKAN ARAHAN SPPIP 2.2 PENYUSUNAN KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN 3.4 PERUMUSAN RENCANA AKSI PROGRAM O-2 3.Panduan Penyusunan 2. dan Lingkup kegiatan identifikiasi potensi dan permasalahan ini diselesaikan dalam jangka waktu 2 (dua) minggu terhitung dari kegiatan persiapan selesai dilakukan.

1 PERSIAPAN DAN PEMANTAPAN RENCANA KERJA 2.2 KAJIAN MIKRO KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS BERDASARKAN ARAHAN SPPIP O-1 TUJUAN    Mengkaji kebijakan dan strategi pembangunan.1 KAJIAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN Melakukan kajian terhadap berbagai produk kebijakan dan strategi pembangunan kabupaten/kota. METODE Desk study (studi literatur). Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 115 . khususnya produk rencana yang telah dimiliki pemerintah kabupaten/kota mulai dari tingkat yang tertinggi yaitu RTRW kabupaten/kota. serta rencana tata ruang wilayah yang telah tersedia maupun yang sedang disusun terkait dengan kawasan permukiman prioritas RPKPP yang akan direncanakan. Mengidentifikasi sinkronisasi kebijakan dan strategi pembangunan kabupaten/kota dengan penyusunan RPKPP. hingga yang terkait dengan penyusunan RPKPP. RDTR kawasan. untuk dioptimalkan dan disinergikan sesuai dengan karakteristik dan kekhasan kabupaten/kota yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 2. diantaranya SPIPP dan RP3KP. 1. dan Mengidentifikasi kontribusi dan kedudukan kawasan permukiman prioritas RPKPP yang akan direncanakan dan tingkat pelayanannya dalam lingkup wilayah kabupaten/kota. content analysis (analisis isi).1 KAJIAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN 2.

Panduan Penyusunan LANGKAH     Inventarisasi kebijakan dan strategi pembangunan kabupaten/kota. Melakukan kajian terhadap keselarasan antar kebijakan dan strategi pembangunan yang terkait pengembangan permukiman yang ada. yang didalamnya memuat kesimpulan mengenai:  Kebijakan dan strategi pembangunan pada kawasan permukiman prioritas yang direncanakan. Melakukan pemetaan terhadap arahan kebijakan dan strategi pembangunan terkait pengembangan permukiman yang ada di kabupaten/kota. OUTPUT Hasil review dari dokumen dan kebijakan lainnya yang terkait. dan Melakukan identifikasi terhadap kontribusi dan kedudukan kawasan prioritas yang akan direncanakan dalam skala kabupaten/kota. khususnya yang terkait pengembangan permukiman. untuk disinergikan dengan kebutuhan penyusunan RPKPP.  Sinkronisasi antara kebijakan dan strategi pembangunan kabupaten/kota terkait dengan penyusunan RPKPP. dan  Arah kebijakan pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan pada kawasan permukiman prioritas DURASI 2 minggu terhitung dari minggu ketiga bulan pertama 116 ● .  Kontribusi dan kedudukan kawasan permukiman prioritas yang akan direncanakan dan tingkat pelayanannya dalam lingkup wilayah kabupaten/kota.

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 2.2 KAJIAN MIKRO KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS BERDASARKAN ARAHAN SPPIP 2. 2.1 KAJIAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN 2. Kajian mikro ini didasarkan pada hasil observasi dan wawancara yang dilakukan pada kawasan permukiman prioritas. dan budaya pada kawasan permukiman prioritas. Melakukan analisis kondisi dan kebutuhan pembangunan pada kawasan permukiman prioritas. sosial budaya. ekonomi.3 IDENTIFIKASI POTENSI & PERMASALAHAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN PADA KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS TUJUAN  Mengidentifikasi karakteristik pengembangan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan permukiman prioritas RPKPP METODE Desk Study (Studi Literatur) LANGKAH    Inventarisasi karakteristik fisik. OUTPUT  O-2  DURASI 2 minggu kedua terhitung dari minggu ketiga bulan pertama (dilakukan secara pararel dengan pelaksanaan kegiatan Identifikasi Potensi dan Permasalahan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan pada Kawasan Permukiman Prioritas) Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 117 . dan ekonomi kawasan yang disajikan dalam peta.2 KAJIAN MIKRO KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS BERDASARKAN ARAHAN SPPIP Melakukan kajian rinci pada kawasan permukiman prioritas baik yang sifatnya fisik maupun non fisik. dan Menyusun dokumentasi berupa audiovisual/film dokumenter mengenai hasil analisis kondisi dan kebutuhan pembangunan kawasan prioritas. Karakteristik pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan permukiman prioritas yang didalamnya memuat kesimpulan mengenai kondisi fisik. dan Dokumentasi berupa audio-visual/film dokumenter mengenai profil kawasan permukiman prioritas. sosial.

1 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENANGANAN KAWASAN  O-2   Melakukan kajian dan analisis terhadap hasil pengamatan lapangan (survey data primer) dan memadukannya dengan hasil survey data sekunder untuk mengidentifikasi dan menginventarisasi potensi dan permasalahan pada kawasan prioritas baik secara fisik maupun non fisik.3 IDENTIFIKASI POTENSI DAN PERMASALAHAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN PADA KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS Melakukan identifikasi terhadap potensi. METODE Survey. hambatan. diskusi LANGKAH 3. dan Melakukan pemetaan spasial terhadap potensi dan permasalahan pada kawasan 118 ● .2 KAJIAN MIKRO KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS BERDASARKAN ARAHAN SPPIP 2.3 IDENTIFIKASI POTENSI & PERMASALAHAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN PADA KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS TUJUAN   Mengidentifikasi potensi. hambatan. Menyusun matriks potensi dan permasalahanyang telah teridentifikasi dan terinventarisasi. dan tantangan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan prioritas. permasalahan. 2.Hasil dari kegiatan tersebut akan dituangkan secara spasial. disertai dengan hambatan dan tantangan yang akan dihadapi. dan tantangan pembangunan permukiman dan infrastruktur bidang cipta karya pada kawasan prioritas dengan menganalisis data dan informasi yang tersedia. permasalahan. juga peluang di dalam kawasan prioritas RPKPP. analisis kawasan.Panduan Penyusunan 2. dan Menyusun skala prioritas kawasan berdasarkan kebutuhan penanganan di kawasan permukiman yang akan direncanakan.

dan Peta identifikasi potensi. Permasalahan. permasalahan. Hambatan NO 1 ASPEK Fisik POTENSI Potensi lahan kosong untuk pengembangan RTH yang berfungsi sebagai taman bermain anak dan penempatan MCK PERMASALAHAN Kepadatan bangunan kawasan yang mencapai >70% TANTANGAN HAMBATAN - 2 3 4 Ekonomi Sosial dll Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 119 .Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) permukiman prioritas RPKPP. hambatan dan tantangan pada kawasan prioritas (Gambar 4-4 dan Gambar 4-5). Tantangan.  DURASI 2 minggu kedua terhitung dari minggu ketiga bulan pertama (dilakukan secara pararel dengan pelaksanaan kegiatan Kajian Mikro Kawasan Permukiman Prioritas Berdasarkan Arahan SPPIP) Tabel 4-4 Contoh Tabel Inventarisasi Potensi. hambatan dan tantangan pada kawasan prioritas (Tabel 4-4). permasalahan. OUTPUT  Matriks identifikasi potensi.

Panduan Penyusunan Gambar 4-4 Contoh Peta Permasalahan Pembangunan Permukiman Gambar 4-5 Contoh Peta Permasalahan Pembangunan Infrastruktur Permukiman Perkotaan 120 ● .

Lingkup kegiatan perumusan rencana aksi program ini dilakukan dalam jangka waktu 2 (dua) bulan terhitung sejak kegiatan identifikasi potensi dan permasalahan selesai dilakukan. dan perumusan tahapan pelaksanaan pembangunan permukiman. Lingkup kegiatan perumusan rencana aksi program ini meliputi 5 (lima) sub kegiatan. TAHAPAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS (RPKPP) 2.2 PENYUSUNAN KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN 3. PERUMUSAN RENCANA AKSI PROGRAM Kegiatan perumusan rencana aksi program merupakan kegiatan untuk merumuskan konsep dan rencana besar penanganan kawasan permukiman prioritas berdasarkan pada hasil identifikasi kebutuhan penanganan kawasan. yaitu:      identifikasi kebutuhan penanganan kawasan.1 PERUMUSAN KRITERIA & INDIKATOR PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 O-3 3. identifikasi program penanganan berdasarkan arahan SPPIP. perumusan rencana aksi program.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 3.5 PERUMUSAN TAHAPAN PELAKSANAAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-4 2 PERMASALAHAN IDENTIFIKASI POTENSI DAN 3 PERUMUSAN RENCANA AKSI PROGRAM 4 PERUMUSAN RENCANA PENANGANAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 PRA FGD 1 PRA FGD 2 FGD 2 Perumusan Rencana Aksi Program KEGIATAN DISKUSI FGD 1 Penyusunan Konsep Penanganan Kawasan DISKUSI PARTISIPATIF Gambar 4-6 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Untuk Lingkup Kegiatan Perumusan Rencana Aksi Program Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 121 . Secara diagramatis rangkaian kegiatan pada lingkup perumusan rencana aksi program dapat dilihat pada Gambar 4-6 berikut. Rangkaian kegiatan yang berada dalam lingkup perumusan rencana aksi program ini akan menjadi bahan utama untuk melakukan pendetailan pada sub kawasan yang dipilih untuk pengembangan tahap 1. Rangkaian kegiatan yang berada dalam lingkup perumusan rencana aksi program ini akan menjadi bahan utama untuk melakukan pendetailan pada sub kawasan yang dipilih untuk pengembangan tahap 1.3 IDENTIFIKASI POTENSI & PERMASALAHAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN PADA KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS 3.1 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENANGANAN KAWASAN 3.2 KAJIAN MIKRO KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS BERDASARKAN ARAHAN SPPIP 2.3 IDENTIFIKASI PROGRAM PENANGANAN BERDASARKAN ARAHAN SPPIP KEGIATAN PENYUSUNAN 4. penyusunan konsep pembangunan kawasan.4 PERUMUSAN RENCANA AKSI PROGRAM 4.1 KAJIAN KEBIJAKAN DAN STRATEGI PEMBANGUNAN 2.2 PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 O-5 O-2 3.

diskusi LANGKAH  Merumuskan kebutuhan penanganan di kawasan permukiman prioritas berdasarkan hasil kajian terhadap potensi. Hasil dari analisis kebutuhan ini disusun menjadi daftar kebutuhan penanganan kawasan yang berisikan rincian komponen dan volume pada setiap infrastruktur permukiman yang dibutuhkan pada penanganan kawasan.Panduan Penyusunan 3.1 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENANGANAN KAWASAN 3. besaran dan lokasi infrastruktur yang dibutuhkan berdasarkan potensi permasalahan eksisting. Menyusun daftar kebutuhan penanganan yang rinci per komponen infrastruktur permukiman perkotaan dan lokasinya. proyeksi dan rencana pengembangan kawasan di masa mendatang. dan Melakukan pemetaan kebutuhan penanganan secara spasial untuk menentukan lokasi-lokasi pada   122 ● . permasalahan.1 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENANGANAN KAWASAN PRIORITAS RPKPP Kebutuhan penanganan kawasan prioritas merupakan penilaian terhadap jenis. hambatan dan tantangan. analisis kawasan.3 IDENTIFIKASI POTENSI & PERMASALAHAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN PADA KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS O-2 3.2 PENYUSUNAN KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN TUJUAN  Mengidentifikasi kebutuhan penanganan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan kawasan prioritas METODE Analisis kebutuhan. 2.

.. penurapan IPAL KEBUTUHAN PENANGANAN Banjir pasang Air boezem tidak dapat digunakan Banjir Perbaikan saluran drainase Penambahan SR Pengolahan sampah Perbaikan rumah Terbatasnya pasokan air Menumpuknya sampah Rumah tidak sehat dan layak . ... dan Peta kebutuhan penanganan pada kawasan permukiman prioritas (Gambar 4-7).. SOSIAL EKONOMI TATA RUANG dst. . 3. Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 123 . . OUTPUT   Daftar kebutuhan penanganan pada kawasan permukiman prioritas (Tabel 4. ... . . .. DURASI 2 minggu terhitung dari awal bulan kedua Tabel 4-5 Contoh Tabel Kebutuhan Penanganan Kawasan NO 1.... ..... ... Normalisasi. lahan Negara) Aliran sungai yang terhambat Pencemaran boezem oleh limbah cair domestik Drainase tersumbat Minimnya sambungan rumah PDAM Penanganan sampah yang tidak tuntas Kualitas bangunan yang buruk 2. DAMPAK YANG TERJADI Konflik tanah LOKASI Seluruh kawasan Sepanjang sungai Permukiman sekitan boezem Hampir seluruh kawasan Hampir seluruh kawasan Sebagian kawasan Sebagian kawasan ... 5... sewa..Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) kawasan permukiman yang membutuhkan penanganan.5)... 4. ASPEK FISIK MASALAH Status lahan (surat hijau....

124 ● Panduan Penyusunan Gambar 4-7 Contoh Peta Penanganan Kawasan Permukiman Prioritas .

perumusan tujuan dan sasaran pengembangan kawasan yang sinergis dengan SPPIP serta berlandaskan pada kondisi. aspek ekonomi dan aspek pendanaan yang kesemuanya Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 125 . Konsepsi tersebut berdasarkan arahan dalam programprogram yang disusun dalam kegiatan SPPIP 3. yang meliputi : . antara lain : aspek fisik. aspek lingkungan.2 PENYUSUNAN KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN 3.2 PENYUSUNAN KONSEP PENANGANAN KAWASAN Konsepsi penanganan kawasan permukiman prioritas RPKPP merupakan rencana konseptual penataan kawasan yang memuat tujuan pengembangan kawasan.  Merumuskan konseps penanganan kawasan.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 3. FGD LANGKAH  Melakukan kajian terhadap kebutuhan dan skala prioritas penanganan dan pembangunan kawasan permukiman prioritas. langkah-langkah strategis yang dilakukan beserta bentuk program-program penataan kawasan yang akan dilakukan.1 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENANGANAN KAWASAN O-3 3. aspek sosial kelembagaan.perumusan strategi penanganan kawasan beserta bentuk-bentuk program penanganan yang mencakup beberapa aspek. potensi dan permasalahan pengembangan kawasan prioritas . tahapan penanganan kawasan secara spasial.4 PERUMUSAN RENCANA AKSI PROGRAM PRA FGD 1 FGD 1 Penyusunan Konsep Penanganan Kawasan TUJUAN  Merumuskan konsep dan indikasi rencana penanganan kawasan prioritas RPKPP METODE Analisis SWOT.

dan Berita acara kesepakatan tentang konsep penanganan kawasan permukiman prioritas OUTPUT   DURASI 4 minggu terhitung dari awal bulan kedua (pada tiga minggu pertama dilakukan secara pararel dengan kegiatan Identifikasi Kebutuhan Penanganan Kawasan) Box 4-2 Ketentuan Penyelenggaraan Pra-FGD 1 TUJUAN Untuk merumuskan konsep penanganan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman pada kawasan prioritas PENYELENGGARA Pokjanis PESERTA DAN PENDUKUNG WAKTU BENTUK TEMPAT PELAKSANAAN Kegiatan Pra-FGD melibatkan keseluruhan anggota Pokjanis dan tenaga ahli pendukung Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun Diskusi di kabupaten/kota tempat penyusunan RPKPP 126 ● .Panduan Penyusunan   diturunkan dari tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan Melakukan Pra-FGD 1 untuk merumuskan konsep penanganan dan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan prioritas sebelum dilakukan FGD 1 untuk mendapatkan masukan dan kesepakatan atas konsep tersebut (Box 4-2) Melakukan FGD 1 dengan pemangku kepentingan terkait lainnya mendapatkan kesepakatan mengenai konsep penanganan dan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan prioritas terpilih (Box 4-3) Peta konsep pembangunan kawasan prioritas.

permukiman.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Box 4-3 Ketentuan Penyelenggaraan FGD 1*) TUJUAN Untuk mendapatkan kesepakatan dari semua stakeholder mengenai konsep pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan prioritas RPKPP PENYELENGGARA Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis) PESERTA DAN Setiap kegiatan FGD melibatkan 15 (lima belas) orang peserta dan PENDUKUNG pendukung. maka dapat diselenggarakan Paska-FGD 1 dengan ketentuan yang sama dengan PraFGD 1. Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 127 . Peserta kegiatan FGD antara lain mewakili unsur:        Dinas/instansi tingkat kabupaten/kota yang membidangi infrastruktur permukiman. permukiman. dan perencanaan Akademisi Tokoh Masyarakat Dinas/instansi tingkat provinsi yang membidangi infrastruktur permukiman. dan perencanaan Tim Teknis Provinsi Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Tenaga Ahli Pendamping Pendukung meliputi: WAKTU Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun BENTUK FGD TEMPAT di kabupaten/kota tempat penyusunan RPKPP PELAKSANAAN *) apabila dari hasil FGD 1 belum berhasil mendapatkan kesepakatan dan/atau masih diperlukan diskusi lebih lanjut.

128 ● Panduan Penyusunan Gambar 4-8 Contoh Peta Konsep Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas .

dan program pembangunan yang terdapat dalam dokumen SPPIP pada kawasan permukiman prioritas RPKPP.2 PENYUSUNAN KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN O-3 3.4 PERUMUSAN RENCANA AKSI PROGRAM TUJUAN  Mengidentifikasi program-program pembangunan yang diarahkan oleh SPPIP untuk kawasan permukiman prioritas METODE Analisis isi LANGKAH  Melakukan review kebijakan.   OUTPUT Matriks program-program pembangunan yang diarahkan oleh SPPIP untuk kawasan permukiman prioritas RPKPP DURASI 3 minggu terhitung dari minggu kedua bulan kedua sampai dengan awal minggu Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 129 .Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 3. Program penanganan dalam RPKPP disusun dengan mengacu dan mempertimbangkan program pembangunan yang dikeluarkan dalam dokumen SPPIP. Melakukan review terhadap program dan kegiatan yang ada dalam berbagai dokumen kebijakan terkait permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan terutama dokumen RPIJM. strategi. dan Melakukan pemetaan program pembangunan pada kawasan permukiman prioritas RPKPP.3 IDENTIFIKASI PROGRAM PENANGANAN BERDASARKAN ARAHAN SPPIP Menyusun program berdasarkan pada konsep pembangunan yang telah disusun.3 IDENTIFIKASI PROGRAM PENANGANAN BERDASARKAN ARAHAN SPPIP 3. 3.

Panduan Penyusunan (pada tiga minggu pertama dilakukan secara pararel dengan kegiatan Identifikasi Kebutuhan Penanganan Kawasan dan kegiatan Penyusunan Konsep Pembangunan Kawasan) pertama bulan ketiga 130 ● .

lokasi.2 PENYUSUNAN KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN O-3 3. volume. dan disusun sampai dengan tingkat kedalaman yang bersifat operasional (jenis/komponen. kegiatan. pendekatan partisipatif (CPA). volume.4 PERUMUSAN RENCANA AKSI PROGRAM PRA FGD 2 3. dan pelaku) 3. analisis pembiayaan. dan FGD LANGKAH  Mengidentifikasi dan memetakan pemangku kepentingan masyarakat untuk turut terlibat dalam proses perencanaan.5 PERUMUSAN TAHAPAN PELAKSANAAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERMUKIMAN TUJUAN  Menyusun rencana aksi penanganan permasalahan pembangunan pada kawasan permukiman prioritas RPKPP meliputi jenis/komponen. Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 131 . lokasi. Rencana aksi program yang dihasilkan meliputi permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan maupun komponen sektor terkait lainnya.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 3. dan pelaku METODE Analisis dan pemetaan stakeholder.4 PERUMUSAN RENCANA AKSI PROGRAM Penyusunan rencana aksi program penanganan dan pembangunan permukiman ini dilakukan dengan model pembangunan berbasis kawasan dan pendekatan perencanaan partisipatif (CPA) pada kawasan prioritas.3 IDENTIFIKASI PROGRAM PENANGANAN BERDASARKAN ARAHAN SPPIP 3.

melalui beberapa kriteria. yaitu : . .Komponen yang akan dibangun mudah dilaksanakan pembangunannya dan tidak berada dalam tanah/lahan yang disengketakan.Panduan Penyusunan  Mengidentifikasi kebutuhan penanganan di lokasi perencanaan tahap pertama dengan melakukan diskusi partisipatif dengan pemangku kepentingan dan masyarakat setempat. . .Komponen yang akan dibangun harus benar-benar menjadi prioritas utama bagi penataan kawasan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat.Komponen yang akan dibangun terlihat jelas secara visual untuk memberikan dorongan moril bagi masyarakat maupun pemerintah bahwa penataan lingkungan akan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan manusianya. .Komponen yang akan dibangun harus memberikan dampak nyata terhadap perbaikan lingkungan.  Melakukan Pra-FGD 2 dengan pemangku kepentingan terkait untuk membahas hasil-hasil identifikasi kebutuhan pada kawasan permukiman prioritas yang kemudian disusun dalam rencana aksi program (Box 4-4) OUTPUT  Matriks rencana aksi program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan permukiman prioritas RPKPP (Tabel 4-2) DURASI 3 minggu terhitung dari minggu kedua bulan ketiga 132 ● .  Menyusun dan memilih komponen yang akan dibangun.Komponen yang akan dibangun dapat tercukupi oleh pembiayaan yang telah disediakan.

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Box 4-4 Ketentuan Penyelenggaraan Pra-GD 2 TUJUAN Untuk membahas hasil-hasil identifikasi kebutuhan pada kawasan permukiman prioritas yang kemudian disusun dalam rencana aksi program pada kawasan prioritas RPKPP PENYELENGGARA PESERTA DAN PENDUKUNG Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis) Kegiatan Pra-FGD melibatkan keseluruhan anggota Pokjanis dan tenaga ahli pendukung WAKTU Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun BENTUK Diskusi TEMPAT di kabupaten/kota tempat penyusunan RPKPP PELAKSANAAN Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 133 .

PRA FGD 2 3. FGD. analisis skoring LANGKAH    Mengidentifikasi prioritas penanganan berdasarkan pada kesepakatan pemangku kepentingan kabupaten/kota Menyusun tahapan penanganan berdasarkan sumber daya pembiayaan dan kemungkinan penerapannya Melakukan FGD 2 dengan pemangku kepentingan terkait untuk kesepakatan rencana aksi program berikut dengan tahapan pelaksanaannya Matriks tahapan pelaksanaan pembangunan permukiman dan infrastruktur OUTPUT  134 ● .4 PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 FGD 2 Perumusan Rencana Aksi Program TUJUAN   Mengidentifikasi prioritas program pembangunan kawasan permukiman prioritas RPKPP Menyusun tahapan pelaksanaan pembangunan berdasarkan pada prioritas program pembangunan yang disusun METODE Analisis dan pemetaan stakeholder. Hasil dari pentahapan ini akan menjadi input bagi peyusunan rencana penanganan kawasan pengembangan tahap 1. sehingga dapat operasional pada saat penerapannya.Panduan Penyusunan 3. analisis pembiayaan.5 PENYUSUNAN TAHAPAN PELAKSANAAN PENANGANAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN Rencana aksi program yang telah disusun perlu diidentifikasi prioritas dan tahapan penanganannya sesuai dengan kondisi yang ada.5 PERUMUSAN TAHAPAN PELAKSANAAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERMUKIMAN O-4 4.4 PERUMUSAN RENCANA AKSI PROGRAM 3.

permukiman. dan Berita acara kesepakatan tentang rencana aksi program penanaganan kawasan permukiman prioritas DURASI 3 minggu Box 4-5 Ketentuan Penyelenggaraan FGD 2 *) TUJUAN Untuk mendapatkan kesepakatan dari semua stakeholder mengenai rencana aksi program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan prioritas RPKPP berikut dengan tahapan pelaksanaannya PENYELENGGARA PESERTA DAN PENDUKUNG Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis) Setiap kegiatan FGD melibatkan 15 (lima belas) orang peserta dan pendukung. permukiman. dan perencanaan  Tim Teknis Provinsi  Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman  Tenaga Ahli Pendamping WAKTU Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun BENTUK FGD TEMPAT di kabupaten/kota tempat penyusunan RPKPP PELAKSANAAN *) apabila dari hasil FGD 2 belum berhasil mendapatkan kesepakatan dan/atau masih diperlukan diskusi lebih lanjut. Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 135 . dan perencanaan  Akademisi  Tokoh Masyarakat Pendukung meliputi:  Dinas/instansi tingkat provinsi yang membidangi infrastruktur permukiman.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)  bidang cipta karya. Peserta kegiatan FGD antara lain mewakili unsur:  Dinas/instansi tingkat kabupaten/kota yang membidangi infrastruktur permukiman. maka dapat diselenggarakan Paska-FGD 2 dengan ketentuan yang sama dengan Pra-FGD 2.

yaitu:  perumusan kriteria dan indikator penentuan kawasan pengembangan tahap 1. 136 ● .  penyusunan rencana pembangunan kawasan pengembangan tahap 1. Akumulasi dari output rangkaian rangkaian kegiatan perumusan rencana aksi program dan perumusan rencana penanganan kawasan pengembangan tahap 1 ini nantinya akan menjadi output akhir dari kegiatan. Secara diagramatis. Dari sisi waktu.  penentuan kawasan pengembangan tahap 1.5 (tiga setengah) bulan terhitung dari kegiatan perumusan rencana aksi program selesai dilakukan.  perumusan konsep pembangunan kawasan pembangunan kawasan pengembangan tahap 1.Panduan Penyusunan 4 PERUMUSAN RENCANA PENANGANAN KAWASAN PENGEMBANGAN TAHAP 1 Kegiatan perumusan rencana penanganan kawasan pengembangan tahap 1 merupakan kegiatan untuk mendetailkan rencana aksi program ke dalam rencana penanganan untuk sub kawasan yang dipilih untuk pengembangan tahap pertama. rangkaian kegiatan perumusan rencana aksi program dan perumusan rencana penanganan kawasan pembangunan tahap 1 akan diselenggarakan selama jangka waktu 3. rangkaian kegiatan dalam lingkup perumusan rencana penanganan kawasan pengembangan tahap 1 dapat dilihat pada Gambar 4-9. dan  penyusunan rencana detail desain (DED) kawasan. Lingkup kegiatan perumusan rencana penanganan kawasan pengembangan tahap 1 meliputi 5 (lima) sub kegiatan.

4 PERUMUSAN RENCANA AKSI PROGRAM 4.4 PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 4.2 PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 O-6 3.1 PERUMUSAN KRITERIA & INDIKATOR PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 4.3 O-5 PERUMUSAN KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 KEGIATAN O-3 PENYUSUNAN 3.5 PERUMUSAN TAHAPAN PELAKSANAAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERMUKIMAN PERKOTAAN O-4 4.3 IDENTIFIKASI PROGRAM PENANGANAN BERDASARKAN ARAHAN SPPIP 4.1 PENYEMPURNAAN RENCANA AKSI PROGRAM DAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 4 PERUMUSAN RENCANA PENANGANAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 5 FINALISASI DAN SOSIALISASI PRA FGD 2 KEGIATAN DISKUSI PARTISIPATIF PRA FGD 2 FGD 3 Penyusunan Rencana Penanganan Kawasan Pengembangan Tahap 1 KOLOKIUM KONSULTASI PUBLIK DISEMINASI DISKUSI FGD 2 Perumusan Rencana Aksi Program Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 137 Gambar 4-9 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Untuk Lingkup Kegiatan Perumusan Rencana Penanganan Kawasan Pembangunan Tahap 1 .5 PENYUSUNAN RENCANA DETAIL DESAIN (DED) KAWASAN O-7 5.TAHAPAN SOSIALISASI PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS (RPKPP) 3.

2 PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 O-5 TUJUAN  Merumuskan kriteria dan indikator penentuan kawasan pembangunan tahap 1 METODE Analisis kawasan. Kriteria dan indikator yang dirumuskan ini nantinya menjadi dasar dalam proses penentuan kawasan pembangunan tahap 1.1 PERUMUSAN KRITERIA & INDIKATOR PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 4.6) 2 minggu terhitung dari minggu pertama bulan keempat OUTPUT DURASI 138 ● .  Melakukan kajian terhadap kebijakan dan strategi penanganan kawasan prioritas.Panduan Penyusunan 4. diskusi LANGKAH  Melakukan kajian terhadap lokasi kawasan permukiman prioritas yang telah ditetapkan . 4. dan  Merumuskan kriteria dan indikator penentuan kawasan pembangunan tahap 1  Tabel kriteria dan indikator penentuan kawasan pembangunan tahap 1 (Lihat Tabel 4.1 PERUMUSAN KRITERIA DAN INDIKATOR PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 Penentuan kawasan pembangunan tahap 1 didasarkan pada penilaian terhadap kriteria dan indikator yang dirumuskan dengan mempertimbangkan kebijakan dan strategi yang terkait serta kesepakatan pemangku kepentingan.

dsb) Dukungan kelembagaan masyarakat Historical kawasan Keluwesan dalam penyusunan rencana aksi Keragaman penanganan infrastruktur permukiman perkotaan Aspek yang ditangani secara menyeluruh (fisik sosial. konflik sosial. ekonomi) Model penanganan dapat direplikasikan pada lokasi lain (best practice) …    Jaminan keberlanjutan program dan penuntasan masalah     Berpotensi untuk menjadi pilot project dalam skala kawasan dan kota    …  Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 139 .Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Tabel 4-6 Contoh Kriteria dan Indikator Penentuan Kawasan Pembangunan Tahap 1 KRITERIA Urgenitas terhadap penanganan akar permasalahan kawasan INDIKATOR Mempunyai korelasi positif terhadap penanganan akar permasalahan Sesuai dengan tahapan penanganan akar permasalahan kawasan Mempunyai implikasi positif terhadap lokasi lainnya Potensi konflik rendah (konflik lahan.

Menentukan tahapan pembangunan per zona. Pada kawasan pengembangan tahap pertama ini dilakukan penyusunan rencana penanganan secara lebih rinci dan operasional. untuk pentahapan pembangunan.1 PERUMUSAN KRITERIA & INDIKATOR PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 4. penentuan tahapan pembangunan per zona ini dapat didasarkan pada : Skala prioritas kebutuhan penanganan berdasarkan kriteria dan indikator yang ditetapkan sebelumnya Aspek fisik terkait dengan teknis  140 ● . 4.3 O-5 PERUMUSAN KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 TUJUAN  Menentukan kawasan pembangunan tahap pertama yang akan direncanakan secara lebih rinci dan operasional METODE Analisis kawasan.Panduan Penyusunan 4.2 PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 Pemilihan kawasan pembangunan tahap 1 di dalam kawasan permukiman prioritas RPKPP didasarkan pada proses identifikasi. dengan tingkat kedalaman skala perencanaan 1 : 1. diskusi. dan pendekatan partisipatif (CPA) LANGKAH   Melakukan kajian terhadap lokasi kawasan permukiman prioritas RPKPP yang telah ditetapkan. penetapan kebutuhan dan penetapan skala prioritas penanganan dan pembangunan pada kawasan prioritas RPKPP. Menentukan zona-zona perencanaan dalam kawasan permukiman prioritas RPKPP.000.2 PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 4.

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) pembangunan Aspek pembiayaan Aspek sosial yaitu kesiapan masyarakat pada kawasan yang akan direncanakan  Menentukan 2 lokasi kawasan pengembangan tahap pertama untuk direncanakan secara lebih rinci dan operasional.  Menyelenggarakan diskusi partisipatif dengan pemangku kepentingan kawasan dalam penentuan kawasan pengembangan tahap 1. OUTPUT  2 kawasan di dalam kawasan permukiman prioritas RPKPP yang akan dilakukan penanganan dan pembangunannya pada tahap pertama DURASI 2 minggu terhitung dari minggu kedua bulan keempat Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 141 .

diskusi. 4.4 PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 TUJUAN  Merumuskan konsep penanganan kawasan pembangunan tahap 1 METODE Desk Study. Konsep penanganan kawasan pembangunan tahap 1 ini akan menjadi dasar bagi penyusunan rencana penanganannya dan DED Kawasan.3 O-5 PERUMUSAN KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 4. dan  Merumuskan konsep penanganan kawasan pembangunan tahap 1.Panduan Penyusunan 4.2 PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 4.3 PENYUSUNAN KONSEP PENANGANAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 Konsep penanganan kawasan pembangunan tahap 1 ini dilakukan untuk memberikan gambaran imajiner untuk penanganan kawasan pembangunan tahap 1. analisis pentahapan program (staging analisys) LANGKAH  Merumuskan kebutuhan penanganan kawasan pembangunan tahap 1.  Konsep penanganan kawasan pembangunan tahap 1 berdasarkan pada kebutuhan yang telah dirumuskan (Gambar 4-10) OUTPUT DURASI 2 minggu terhitung dari awal bulan kelima 142 ● .

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 143 Gambar 4-10 Contoh Konsep Penanganan Tahap 1 .

 Rencana penanganan kawasan pembangunan tahap 1 yang diterjemahkan dalam Tabel 4. dan  Berita acara kesepakatan tentang OUTPUT 144 ● .Panduan Penyusunan 4.  Menyelenggarakan Pra-FGD 3 untuk menyusun rencana penanganan pembangunan kawasan pembangunan tahap 1 (Box 4-6).5 PENYUSUNAN RENCANA DETAIL DESAIN (DED) KAWASAN 5. analisis pentahapan program (staging analisys) LANGKAH  Menerjemahkan konsep penanganan ke dalam rencana penanganan. Rencana penanganan kawasan pembangunan tahap 1 ini akan menjadi dasar dalam penyusunan DED kawasan.1 PENYEMPURNAAN RENCANA AKSI PROGRAM DAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 PRA FGD 3 FGD 3 Penyusunan Rencana Penanganan Kawasan Pengembangan Tahap 1 TUJUAN  Merumuskan rencana penanganan kawasan pembangunan tahap 1 yang operasional METODE Desk study.5 PERUMUSAN TAHAPAN PELAKSANAAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERMUKIMAN O-4 4. diskusi. 4.3 PERUMUSAN KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 3. maupun pembiayaannya sehingga dapat operasional pada saat penerapannya.  Melakukan pengecekan lapangan terkait dengan rencana penanganan.4 PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 O-6 4.4 PENYUSUNAN RENCANA PENANGANAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 Penerjemahan konsep penanganan kawasan ke dalam rencana penanganan yang lebih terukur baik lokasi. besaran/volume. dan  Menyelenggarakan FGD 3 untuk pembahasan dan penyepakatan rencana penanganan kawasan pengembangan tahap 1 (Box 4-7).3.

Peserta kegiatan FGD antara lain mewakili unsur:     Dinas/instansi tingkat kabupaten/kota yang membidangi infrastruktur permukiman. dan perencanaan Akademisi Tokoh Masyarakat Dinas/instansi tingkat provinsi yang membidangi Pendukung kegiatan FGD ini antara lain mewakili unsur: Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 145 .Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) rencana penanganan kawasan pengembangan tahap 1 DURASI 2 minggu Box 4-6 Ketentuan Penyelenggaraan Pra-FGD 3 TUJUAN Untuk untuk menyusun rencana penanganan pembangunan kawasan pembangunan tahap 1 PENYELENGGARA PESERTA DAN PENDUKUNG Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis) Kegiatan Pra-FGD melibatkan keseluruhan anggota Pokjanis dan tenaga ahli pendukung WAKTU Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun BENTUK Diskusi TEMPAT di kabupaten/kota tempat penyusunan RPKPP PELAKSANAAN Box 4-7 Ketentuan Penyelenggaraan FGD 3 *) TUJUAN Untuk mendapatkan kesepakatan dari semua stakeholder mengenai rencana penanganan pada kawasan pembangunan tahap 1 PENYELENGGARA Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis) PESERTA DAN Setiap kegiatan FGD melibatkan 15 (lima belas) orang PENDUKUNG peserta dan pendukung. permukiman.

Panduan Penyusunan    infrastruktur permukiman. dan perencanaan Tim Teknis Provinsi Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman Tenaga ahli pendamping WAKTU Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun BENTUK FGD TEMPAT di kabupaten/kota tempat penyusunan RPKPP PELAKSANAAN *) apabila dari hasil FGD 3 belum berhasil mendapatkan kesepakatan dan/atau masih diperlukan diskusi lebih lanjut. permukiman. 146 ● . maka dapat diselenggarakan Paska-FGD 3 dengan ketentuan yang sama dengan Pra-FGD 3.

studio.4 PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 O-6 4. desk study.5 PENYUSUNAN RENCANA TEKNIS RINCI Penyusunan Rencana Teknis Rinci (Detailed Engineering Design/DED) untuk komponen program pembangunan prioritas di dalam kawasan pembangunan tahap 1 yang meliputi infrastruktur permukiman perkotaan 4.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 4. Komponen rencana disusun ulang dan dilihat sejauh mana kemungkinan dapat dilaksanakan pembangunannya di lapangan. Gambar ini hanya memuat bentuk dan komponenkomponen fisik apa saja yang diperlukan dalam pembangunan kawasan.1 PENYEMPURNAAN RENCANA AKSI PROGRAM DAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 KONSULTASI PUBLIK TUJUAN   Menyusun Rencana Teknis Rinci (DED) infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan pembangunan tahap pertama. METODE Survey lapangan (ground survey). Melakukan ground check dan pengukuran yang mulai di sesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Pemilihan komponen yang  Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 147 .5 PENYUSUNAN RENCANA DETAIL DESAIN (DED) KAWASAN 5. LANGKAH  Menyiapkan gambar pra rencana berdasarkan rumusan program kegiatan untuk pembangunan kawasan secara keseluruhan. dan Menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan daftar kuantitas harga. namun jumlah dan besarannya belum terinci.

dan Menyelenggarakan konsultasi kepada calon penerima manfaat penyusunan RPKPP untuk penjaringan masukan terhadap muatan RPKPP (Box 4-10) Site Plan kawasan pembangunan tahap pertama yang disusun dengan memperhatikan berbagai acuan yang ada (Box 4-8). yaitu : Komponen yang akan dibangun harus benar-benar menjadi prioritas utama bagi pengembangan kawasan. Komponen yang akan dibangun harus memberikan dampak nyata/manfaat terhadap perbaikan lingkungan yang ditata. Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dari paket-paket pekerjaan tersebut diatas OUTPUT    148 ● . Komponen yang akan dibangun mudah dilaksanakan pembangunannya dan tidak berada dalam tanah/lahan yang disengketakan Pembuatan site plan dan gambar kerja sebagai pendetailan komponen prioritas yang ditentukan. Gambar kerja/detail design yang implementatif (Gambar 4-11). Mengikuti kegiatan kolokium yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengembangan Permukiman dengan memperhatikan ketentuan yang ada (Box 4-9 ). Penghitungan volume pekerjaan dan RAB. Gambar ini dibuat rinci sebagai acuan untuk pelaksanaan di lapangan. Komponen yang akan dibangun terlihat jelas secara visual untuk memberikan dorongan moril bagi masyarakat maupun pemerintah bahwa penataan lingkungan member dampak positif bagi lingkungan dan manusianya.Panduan Penyusunan     akan dibangun harus melalui beberapa kriteria.

SNI 06-2409-2002 dan SNI 03-2453-2002. Standar teknis bidang ini antara lain: sesuai AB-K/RE-SK/TC/001/98  Standar teknis penanganan jalan kawasan. PTT19-2000-C dan PTS -09-2000-C  Standar teknis bidang Pengelolaan sampah kawasan.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP)  (OE). DURASI 8 minggu / 2 bulan terhitung dari awal bulan keenam sampai dengan bulan ketujuh Box 4-8 Acuan Yang Dapat Digunakan Dalam Penyusunan Rencana Teknis Kawasan Penyusunan rencana teknis rinci dapat mengacu kepada standar teknis yang digunakan yaitu Standar Nasional Indonesia (SNI) dan pedoman teknis lainnya. Analisa BOW. 009/T/BT/1995  Standar Teknis Penyusunan Analisa Biaya Komponen DED Standar teknis bidang antara lain: SNI Tahun 2007 tentang Analisa Harga Satuan Pekerjaan.6967-2003  Standar teknis penyediaan prasarana drainase.  Standar teknis bidang sarana air minum: AB-K/RE-RT/TC/026/98 dan ABK/OP/ST/004/98. yang antara lain meliputi :  Rencana Induk Kawasan. SNI 03-2853-1995.SNI 04-0225-2000  Standar teknis bidang RTH. SNI 03-2398-2002. SNI 032446-1991.  Standar teknis bidang pengelolaan Air Limbah. SNI 03. SNI 19-3964-1994 dan SNI 03-3242-1994 dan SNI 19-3983-1995 sesuai PTS 06-2000-C dan PTS 07-2000-C  Standar teknis bidang kelistrikan. standar teknis bidang ini antara lain: SNI 022406-1991 dan Pt T-15-2002-C untuk kawasan yang pertumbuhannya normal dan satuan luas daerah tidak terlampau luas (<200 ha).  Studi Kelayakan Kawasan. Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 149 . dan Visualisasi 3 dimensi (3D) dari rencana yang disusun (Gambar 4-14).

150 ● Panduan Penyusunan Gambar 4-11 Contoh Rencana Detail Desain .

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Gambar 4-12 Contoh Ilustrasi 3D Rencana Penanganan Kawasan Pembangunan Tahap 1 Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 151 .

akan diselenggarakan Kolokium yang wajib diikuti oleh Tenaga Ahli Pendamping dan Pokjanis. 152 ● . penyelenggara. waktu pelaksanaan. kegiatan ini menjadi bagian proses monitoring dan evaluasi oleh Satker Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) provinsi dan penyelenggara di tingkat pusat terhadap proses penyusunan RPKPP. Perwakilan tersebut meliputi  Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis)  Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman  Tenaga ahli pendamping Workshop Dilakukan 1 (satu) hari pada akhir bulan ke-6 (enam) setelah SPMK (setelah dilakukan kegiatan penyusunan konsep. bentuk. dan kolokium ini secara rinci adalah sebagai berikut: DEFINISI : Kegiatan monitoring dan pengendalian yang dilakukan oleh Satker Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) provinsi dan penyelenggara di tingkat pusat terhadap proses penyusunan RPKPP Memonitor pencapaian dari kegiatan penyusunan RPKPP yang dilakukan di setiap kabupaten/kota Workshop dan Diskusi  Menyiapkan materi paparan dan pembahasan capaian RPKPP yang meliputi bahan tayangan dan materi visualisasi yang telah disusun. serta dikoordinasikan bersama Tim Teknis Provinsi *)  Mengikuti kegiatan kolokium dengan memaparkan hasilhasil penyusunan RPKPP kepada para pemangku kepentingan terkait  Merumuskan langkah perbaikan berdasarkan masukan terhadap pencapaian kegiatan RPKPP dari pelaksanaan kolokium  Kesamaan hasil dari produk RPKPP yang dihasilkan oleh tiap kabupaten/kota  Hasil evaluasi terhadap proses yang telah dilakukan Direktorat Jenderal Cipta Karya Semua perwakilan kabupaten/kota yang melakukan kegiatan penyusunan RPKPP. strategi dan program penanganan dan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan prioritas) **) waktu pelaksanaan dilakukan bersamaan dengan penyelenggaraan kolokium pada kegiatan SPPIP dan ditentukan oleh koordinator pelaksana dilakukan bersamaan dengan penyelenggaraan kolokium pada kegiatan penyusunan SPPIP dan ditentukan oleh Koordinator Pelaksana TUJUAN METODE LANGKAH – LANGKAH : : : OUTPUT PENYELENGGARA PESERTA : : BENTUK WAKTU PELAKSANAAN : : TEMPAT PELAKSANAAN : *) Catatan Koordinasi Bersama Tim Teknis Provinsi (Pra-Kolokium):  Perlu dilakukan persiapan (Pra-kolokium) yang bertujuan untuk mempersiapkan seluruh substansi yang dipersyaratkan di dalam kolokium.  Pelaksanaan Pra-kolokium dilakukan secara koordinatif antara tim pokjanis di setiap kota/kabupaten bersama tim teknis provinsi. Dalam rangkaian kegiatan RPKPP. peserta.Panduan Penyusunan Box 4-9 Keikutsertaan Dalam Kolokium Pada bulan keeenam penyelenggaraan kegiatan. Definisi tujuan. rencana.

Peserta kegiatan antara lain mewakili unsur :  Dinas/instansi tingkat kota/kabupaten yang membidangi infrastruktur permukiman. rencana penanganan. yang meliputi bahan tayang.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Box 4-10 Ketentuan Penyelenggaraan Konsultasi Publik Untuk memantapkan hasil yang telah dicapai. Kegiatan konsultasi publik ini adalah kegiatan penjaringan masukan terhadap muatan RPKPP yang dilakukan dalam bentuk konsultasi kepada pemangku kepentingan kabupaten/kota termasuk masyarakat calon penerima manfaat. dan materi visualisasi yang telah disusun  Memaparkan seluruh capaian kegiatan RPKPP  Melakukan diskusi untuk mendapatkan masukan-masukan terhadap muatan RPKPP  Melakukan perbaikan dan penyempurnaan terhadap capaian kegiatan RPKPP berdasarkan masukan dari konsultasi Masukan terhadap pencapaian kegiatan RPKPP Pokjanis Minimal 1 hari dengan waktu yang disesuaikan dengan rencana kerja yang disusun di kabupaten/kota tempat penyusunan RPKPP Kegiatan Konsultasi Publik melibatkan 40 (empat puluh) orang peserta dan pendukung. maka pada awal bulan ketujuh diselenggarakan kegiatan konsultasi publik. penyelenggara. dan perencanaan  Akademisi  Perwakilan masyarakat kawasan permukiman prioritas RPKPP (calon penerima manfaat)* Pendukung kegiatan antara lain mewakili unsur :  Dinas/instansi tingkat provinsi yang membidangi infrastruktur permukiman. dan perencanaan  Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Permukiman  Tenaga ahli pendamping *Perwakilan masyarakat yang diundang dalam kegiatan ini perlu melibatkan perempuan METODE LANGKAHLANGKAH : : OUTPUT PENYELENGGARA WAKTU PELAKSANAAN TEMPAT PELAKSANAAN PESERTA : : : : : Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 153 . Bentuk. waktu pelaksanaan. dan rencana aksi program pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan pada kawasan prioritas RPKPP untuk jangka waktu 5 tahun dan kawasan pembangunan tahap 1 pada pelaksanaan 1 tahun pertama Pemaparan hasil dan diskusi terbuka  Menyiapkan materi pemaparan dan pembahasan seluruh capaian kegiatan RPKPP. dan konsultasi publik ini secara rinci adalah sebagai berikut: TUJUAN : Untuk menjaring masukan terhadap konsep. permukiman. permukiman. peserta.

Dari sisi waktu. yaitu penyempurnaan rencana aksi program dan rencana pembangunan kawasan pengembangan tahap 1. Lingkup kegiatan finalisasi dan sosialisasi ini mencakup 1 (satu) kegiatan. TAHAPAN PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS (RPKPP) SOSIALISASI 4.1 PERUMUSAN KRITERIA & INDIKATOR PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 KEGIATAN PENYUSUNAN 4. rangkaian kegiatan pada lingkup kegiatan finalisasi dan sosialisasi dapat dilihat pada Gambar 4-13.5 PENYUSUNAN RENCANA DETAIL DESAIN (DED) KAWASAN O-7 5.4 PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 O-6 4.Panduan Penyusunan 5 FINALISASI DAN SOSIALISASI Kegiatan finalisasi dan sosialisasi merupakan kegiatan penyempurnaan produkproduk penyusunan RPKPP yang dihasilkan untuk disebarluaskan kepada pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan di kabupaten/kota yang bersangkutan. Secara diagramatis.3 O-5 PERUMUSAN KONSEP PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 4.2 PENENTUAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 4. lingkup kegiatan ini akan diselenggarakan selama 1 (satu) bulan.1 PENYEMPURNAAN RENCANA AKSI PROGRAM DAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 4 PERUMUSAN RENCANA PENANGANAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 5 FINALISASI DAN SOSIALISASI KEGIATAN DISKUSI DISKUSI PARTISIPATIF PRA FGD 2 FGD 3 Penyusunan Rencana Penanganan Kawasan Pengembangan Tahap 1 KOLOKIUM KONSULTASI PUBLIK DISEMINASI Gambar 4-13 Rangkaian Kegiatan Penyusunan Untuk Lingkup Kegiatan Finalisasi dan Sosialisasi 154 ● .

4 PENYUSUNAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 O-6 4. dan konsultasi publik 4.5 PENYUSUNAN RENCANA DETAIL DESAIN (DED) KAWASAN 5.  Menyusun materi visualisasi RPKPP dalam bentuk leaflet. FGD.1 PENYEMPURNAAN RENCANA AKSI PROGRAM DAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 Perbaikan dan penyempurnaan dari rencana aksi program.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) 5. dan rencana detail desain kawasan berdasarkan pada masukan dari berbagai diskusi.  Melakukan perbaikan dan penyempurnaan terhadap rencana aksi program dan rencana pembangunan kawasan pengembangan tahap 1. dan  Menyelenggarakan sosialisasi hasil RPKPP dalam bentuk diseminasi yang diselenggarakan dengan mengikuti ketentuan yang ada (Box 4-11) Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 155 . video dokumentasi dan bentuk visualisasi lainnya yang dianggap perlu. rencana pembangunan kawasan pengembangan tahap 1.  Melakukan penyempurnaan terhadap rencana detail desain (DED) kawasan. banner.1 PENYEMPURNAAN RENCANA AKSI PROGRAM DAN RENCANA PEMBANGUNAN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 O-7 DISEMINASI TUJUAN Menyempurnakan hasil yang telah dicapai sehingga layak untuk dipublikasikan METODE Studi literatur (desk study) LANGKAH  Melakukan rekapitulasi terhadap berbagai masukan dari semua pihak dalam tiap diskusi dan konsultasi publik. poster.

 Materi visualisasi RPKPP yang informatif. PENYELENGGARA Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis) BENTUK Seminar PESERTA 40 (empat puluh) orang peserta yang mewakili unsur:    perwakilan masyarakat (calon penerima manfaat) Legislatif (DPRD kabupaten/kota) Dinas/instansi tingkat kabupaten/kota yang membidangi infrastruktur permukiman. menarik dan mudah dimengerti. permukiman.Panduan Penyusunan OUTPUT  Rencana aksi program dan rencana pembangunan kawasan pengembangan tahap 1 yang telah final dan siap untuk disebarluaskan. dan  Diseminasi hasil RPKPP DURASI 4 minggu terhitung dari awal bulan ketujuh Box 4-11 Ketentuan Penyelenggaraan Kegiatan Diseminasi TUJUAN Kegiatan untuk mensosialisasikan seluruh hasil kegiatan dan produk RPKPP. kepada dinas/instansi terkait dan stakeholder/pemangku kepentingan daerah lainnya. dan perencanaan Akademisi   WAKTU 1 hari pada bulan ketujuh atau pada akhir kegiatan PELAKSANAAN TEMPAT di kabupaten/kota tempat penyusunan RPKPP PELAKSANAAN 156 ● .  Rencana detail desain kawasan. serta rencana aksi program yang telah disepakati. permukiman. dan perencanaan Dinas/instansi tingkat provinsi yang membidangi infrastruktur permukiman.

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Bagian 4 ● Penyusunan RPKPP ● 157 .

Panduan Penyusunan 158 ● .

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) ● Glossary dan Daftar Pustaka ● 159 .

dan pengembangan prasarana lingkungan permukiman. dan ancaman (threats) dalam suatu perencanaan pembangunan/ proyek Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. yang meliputi penataan bangunan dan lingkungan. Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Rencana keuangan tahunan pemerintahan negara yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat. peluang (opportunities). pengembangan air minum. kelemahan (weaknesses). Bidang Cipta Karya Bidang pembangunan yang terkait dengan permukiman. baik dalam lingkup Pemerintah Provinsi ataupun Pemerintah Kota/Kabupaten. penyehatan lingkungan permukiman.Panduan Penyusunan G Analisis SWOT Bagian Glossary Metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths). 160 ● . Community Based Participatory Approach (CPA) Model pendekatan perencanaan penanganan kawasan dengan melibatkan peranserta masyarakat pada umumnya bukan saja sebagai objek tetapi sekaligus sebagai subjek.

ekonomi masyarakat. terutama pihak yang terkena dampak pembangunan. kelembagaan. Diskusi Partisipatif Diskusi intensif yang melibatkan peran aktif dari seluruh pemangku kepentingan.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Corporate Social Responsibility (CSR) Bentuk tanggung jawab atau komitmen berkelanjutan dari suatu organisasi/ badan usaha untuk memberikan kontribusi terhadap pengembangan ekonomi dan komunitas. ● Glossary dan Daftar Pustaka ● 161 . mulai dari proses identifikasi awal sampai dengan proses pengambilan keputusan. dan legal. sosial. Diseminasi Kegiatan menyerbarluaskan suatu pemikiran dan pemahaman yang ditujukan kepada masyarakat luas agar mereka mendapatkan informasi dan kesadaran untuk menerima dan akhirnya memanfaatkan dokumen SPPIP dan RPKPP yang telah dihasilkan. pembiayaan. Focus Group Discussion (FGD) Diskusi terfokus dan mendalam dari sekelompok pihak yang berkepentingan mengenai suatu topik tertentu Implikasi Strategi Dampak logis dari pelaksanaan strategi pada suatu wilayah atau kawasan berdasarkan kondisi fisik.

sistem pengelolaan air limbah. sistem drainase. jaringan jalan pejalan kaki. sistem persampahan. 162 ● . pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan. sistem pengelolaan persampahan. pengelolaan air limbah. pelayanan sosial. baik berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan. jaringan jalan lingkungan serta penyediaan dan pemanfaatan prasarana dan sarana lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan permukiman di perkotaan. Kawasan Permukiman Bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung. serta jalur evakuasi bencana. Kawasan Perkotaan Wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan. tata bangunan dan lingkungan. Indikator Penetapan kriteria untuk mengukur dan menjamin terpenuhinya pencapaian program atau kegiatan. penyediaan dan pemanfaatan prasarana sarana jaringan jalan. sistem drainase kota.Panduan Penyusunan Infrastruktur Perkotaan Prasarana. dan utilitas umum yang berupa penyediaan air minum kota. sarana. Infrastruktur Permukiman Perkotaan Jaringan prasarana dan sarana berupa sistem penyediaan air minum. dan kegiatan ekonomi. Kawasan Permukiman Prioritas Kawasan permukiman yang disepakati oleh pemangku kepentingan di kabupaten/kota sebagai kawasan yang memiliki nilai strategis dan diprioritaskan pembangunannya dalam rangka mendorong pertumbuhan kawasan ke arah yang direncanakan dan/atau menanggulangi masalah yang mendesak.

Kebijakan dan Strategi Perkotaan Nasional (KSPN) Pedoman pengaturan dan rencana pengembangan perkotaan secara nasional.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Kelompok Kerja Teknis (Pokjanis) Perwakilan instansi pemerintah yang membidangi pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan di tingkat kabupaten/kota. dimana ukuran tersebut didasarkan pada tinjauan akademis dan menjadi kesepakatan semua pihak yang terkait. dan terdiri dari sekumpulan tindakan pengerahan sumber daya baik sumber daya manusia. Kebijakan Arah/tindakan yang diambil oleh Pemerintah Pusat/ Daerah untuk mencapai tujuan. dan misi pengembangan perkotaan secara nasional. permasalahan. Kegiatan Bagian dari program yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa instansi sebagai bagian dari pencapaian sasaran terukur. Kriteria Ukuran yang menjadi dasar penilaian atau penetapan dalam pemilihan kawasan. sebagai masukan untuk menghasilkan keluaran dalam bentuk barang ataupun jasa. atau kombinasi dari beberapa atau kesemua jenis sumber daya tersebut. ● Glossary dan Daftar Pustaka ● 163 . Kolokium Pertemuan keahlian di antara para penyusun SPPIP dan RPKPP untuk dapat saling belajar satu sama lain sehingga dapat semakin memperkaya hasil yang dicapai. dana. visi. barang modal termasuk peralatan dan teknologi. serta kebijakan dan strategi pengembangan perkotaan secara nasional. Meliputi uraian tentang tujuan. isu. Kebijakan dan Strategi Perkotaan Daerah (KSPD) Pedoman pengaturan dan rencana pengembangan kota yang merupakan turunan dari Kebijakan dan Strategi Perkotaan Nasional (KSPN). dan tantangan pengembangan perkotaan.

(4) menurunkan angka kematian anak. (2) ketercapaian pendidikan dasar untuk semua golongan (2) mendorong kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan. Direktorat Jenderal Cipta Karya. (8) mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. (5) meningkatkan kesehatan ibu. Perumahan Kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi prasarana. 164 ● . sarana. Konsep Penanganan Kerangka imajiner yang menggambarkan upaya penanganan kawasan berdasarkan potensi dan persoalan eksisting. Koordinator Wilayah (Korwil) Tim di lingkungan Direktorat Pengembangan Permukiman. (6) memerangi HIV/AIDS. malaria dan penyakit menular lainnya. (7) memastikan kelestarian lingkungan hidup.Panduan Penyusunan Konsultasi Publik Suatu mekanisme pembahasan dengan melibatkan masyarakat luas agar semua pemangku kepentingan di suatu kota/kabupaten dapat diberdayakan dan dikembangkan kemampuannya untuk memberikan peran aktif dan dinamis dalam proses pengambilan keputusan dan perumusan SPPIP dan RPKPP yang secara langsung atau tidak langsung akan berpengaruh kepada kehidupan mereka. Millenium Development Goals (MDGs) Sasaran pembangunan internasional hasil kesepakatan dari 189 negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan 23 organisasi internasional yang harus dicapai pada tahun 2015. Sasaran pembangunan tersebut adalah (1) memberantas kemiskinan dan kelaparan. Kementerian Pekerjaan Umum yang bertanggung jawab terhadap kualitas penyelenggaraan penyusunan SPPIP dan RPKPP dan memberikan pendampingan/ pembinaan kepada kota/kabupaten yang sedang melakukan proses penyusunan SPPIP dan RPKPP berdasarkan Surat Keputusan Direktur Pengembangan Permukiman. dan utilitas lingkungan.

Perencanaan Suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat. melalui urutan pilihan. pemanfaatan ruang. Perencanaan Pembangunan Suatu proses penyusunan tahapan-tahapan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan di dalamnya. Program Instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah/lembaga untuk mencapai sasaran dan tujuan serta memperoleh alokasi anggaran. atau kegiatan masyarakat yang dikoordinasikan oleh instansi pemerintah. politik. dan budaya) Penataan Ruang Suatu sistem proses perencanaan tata ruang. baik berupa kawasan perkotaan maupun perdesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan (terkait dengan adanya jalinan ekonomi. Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Tindak lanjut dari SPPIP berupa rencana aksi program untuk penanganan permasalahan permukiman dan pembangunan infrastruktur permukiman pada kawasan permukiman prioritas. sosial. dalam rangka meningkatkan kesejahteraan sosial dalam suatu lingkungan wilayah/ daerah dalam jangka waktu tertentu.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) Permukiman Bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan lindung. ● Glossary dan Daftar Pustaka ● 165 . Pemangku Kepentingan Pihak yang langsung atau tidak langsung mendapatkan manfaat atau dampak dari perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. dan pengendalian pemanfaatan ruang. guna pemanfaatan dan pengalokasian sumber daya yang ada. dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia.

dan multi sumber pembiayaan. Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Rencana secara terperinci tentang tata ruang wilayah kota/ kabupaten yang dilengkapi dengan peraturan zonasi kota/ kabupaten. Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Rencana penyelenggaraan pembangunan prasarana dan sarana permukiman kota/kabupaten yang disusun dengan keterpaduan penanganan fisik dan bukan fisik untuk mendukung perwujudan wilayah perkotaan yang bersifat multi sektor. Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Dokumen perencanaan pembangunan untuk periode 20 (dua puluh) tahun.Panduan Penyusunan Rencana Aksi Program Rencana operasional terhadap penanganan kawasan permukiman prioritas untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan didetailkan pada program tahunan/ 1 (satu) tahun. rencana umum dan panduan rancangan. RDTR disusun untuk bagian dari wilayah kota/ kabupaten yang merupakan kawasan perkotaan dan/atau kawasan strategis kota atau kawasan strategis kabupaten. rencana investasi. khususnya dalam Bidang Cipta Karya Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) Dokumen perencanaan yang merupakan jabaran pengisian rencana pola ruang perumahan dan kawasan permukiman dalam RTRW. serta memuat skenario penyelenggaraan pengelolaan bidang perumahan dan kawasan permukiman yang terkoordinasi dan terpadu secara lintas sektoral dan lintas wilayah administrasi. ketentuan 166 ● . Rencana Induk Sistem Dokumen perencanaan pembangunan infrastruktur di daerah. multi tahun. Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Panduan rancang bangun suatu lingkungan/kawasan yang dimaksudkan untuk mengendalikan pemanfaatan ruang. serta memuat materi pokok ketentuan program bangunan dan lingkungan. penataan bangunan dan lingkungan.

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) pengendalian rencana. 1. Rencana Umum Tata Ruang disusun menurut wilayah adminsitrasi pemerintahan karena kewenangan mengatur pemanfaatan ruang dibagi sesuai dengan pembanguan administrasi pemerintahan. yang merupakan penjabaran dari RTRW provinsi. dan pedoman pengembangan lingkungan/ kawasan. dan yang berisi tujuan. dan ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang wilayah kabupaten/kota. dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota/Kabupaten Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota (RTRW Kabupaten/Kota) Rencana tata ruang yang bersifat umum dari wilayah kabupaten/kota. Seperti Rencana Tata Ruang Pulau. strategi penataan ruang wilayah kabupaten/kota. Rencana Rinci Tata Ruang disusun sebagai perangkat operasional rencana umum tata ruang dan/ atau disusun apabila rencana umum tata ruang belum dapat dijadikan dasar dalam pemanfaatan ruang/ pengendalian pemanfaatan ruang. Satuan Kerja Bidang Cipta Karya Bagian dari unit kerja Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum di tingkat provinsi yang melaksanaan kegiatan dari program Bidang Cipta Karya. ● Glossary dan Daftar Pustaka ● 167 . Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis. Provinsi dan Kota/Kabupaten 2. penetapan kawasan strategis kabupaten/kota. arahan pemanfaatan ruang wilayah kabupaten/kota. kebijakan. dilaksanakan secara terpadu oleh Pemerintah. Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) Cipta Karya Dokumen rencana dan program pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya dalam periode lima tahun. yang dapat diklasifikasikan menjadi Rencana Umum Tata Ruang dan Rencana Rinci Tata Ruang. Rencana Tata Ruang (RTR) pengendalian pelaksanaan Hasil perencanaan tata ruang. maupun oleh masyarakat/swasta. rencana struktur ruang wilayah kabupaten/kota. rencana pola ruang wilayah kabupaten/kota. yang mengacu pada rencana tata ruang untuk menjamin keberlangsungan kehidupan masyarakat yang berkualitas dan mewujudkan pembangunan infrastruktur cipta karya yang berkelanjutan. pemerintah daerah. seperti Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nasional.

Strategi setidaknya memenuhi beberapa hal sebagai berikut  Mampu merespon semua target yang ada  Mengadopsi harapan dan kepentingan dari semua kelompok pemangku kepentingan yang relevan  Tidak menimbulkan konflik  Keputusan-keputusan yang diambil terkait dengan strategi saling memperkuat satu sama lain  Memiliki keterkaitan dengan lingkungannya  Dapat direalisasikan  Berjalan sesuai dengan hasil maupun dampak lainnya sebagaimana yang diinginkan Strategi Pengembangan Kota Strategi skala kota yang mengarahkan pengembangan dan pembangunan kota secara keseluruhan untuk mencapai harapan. dan mengintegrasikan kebijakan pembangunan dan pengembangan kota secara komprehensif Sosialisasi Kegiatan atau upaya untuk menyebarluaskan wawasan SPPIP dan RPKPP sebagai alat untuk mengarahkan pembangunan permukiman dan infrastruktur permukiman perkotaan berbasis kawasan yang lebih terpadu. 168 ● . menyelaraskan. cita-cita.Panduan Penyusunan Strategi Langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi. Tim Teknis Provinsi Tim pendamping penyusunan SPPIP dan RPKPP yang terdiri dari instansi pemerintah yang membidangi pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan di tingkat provinsi. dan target yang diinginkan. Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Strategi yang digunakan sebagai pedoman dalam pembangunan kawasan permukiman dan infrastruktur permukiman di perkotaan yang penyusunannya mengacu.

Tahapan. dan Proses. Strategi. Bahan Tayangan Diklat Perencanaan Pembangunan Ekonomi Daerah. 2009.slideshare. Luwihoni. Diunduh dari http://www. Pemerintah Daerah Provinsi. Aimed dan Desmidt. Fred R. Slamet dkk. Manajemen Strategik Keorganisasian Publik. Sabastian. Bandung: Forum Pengembangan Partisipasi Masyarakat (FPPM) Solihin. 2005. Perencanaan dan Penganggaran Partisipatif untuk Good Governance. Bandung: PT.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) D BUKU Bagian DaftarPustaka David. Jakarta: Badiklat Depdagri. 2010. dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang UU No. Heene. 25 Tahun 2005 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional UU No. Jakarta: Penerbit Salemba Empat. RefikaAditama.net/DadangSolihin/perencanaan-pembangunan-daerahkonsep-strategi-tahapan-dan-proses pada tanggal 14 Februari 2011. Terjemahan. PERATURAN PERUNDANGAN UU No. Strategic Management: Manajemen Strategis Konsep. 14 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Kegiatan Kementerian Pekerjaan Umum yang Merupakan Kewenangan Pemerintah dan Dilaksanakan Sendiri ● Glossary dan Daftar Pustaka ● 169 . Dadang. 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah Antara Pemerintah. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman Peraturan Pemerintah (PP) No. Perencanaan Pembangunan Daerah: Konsep. 2006.

02/SE/DC/2011 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan Program dan Anggaran Direktorat Jenderal Cipta Karya Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Cipta Karya No. dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 15/PRT/M/2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) No. 59 Tahun 2007 jo. 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP No. 8 Tahun 2008 tentang Tahapan. Pengendalian. 03/SE/DC/2010 tentang Rencana Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Tahun 2010-2014 170 ● . 17/PRT/M/2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) No. Permendagri No. 16/PRT/M/2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) No. Tata Cara Penyusunan. 21 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) No. 02/PRT/M/2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010-2014 Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Cipta Karya No. Permendagri No.Panduan Penyusunan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendari) No. 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah jo.

matriks dan peta dengan skala minimal 1:25.000) ● Annex ● 171 .000) 2 Kajian Arah Pengembangan Pembangunan Perkotaan kabupaten/ kota (dapat disajikan dalam bentuk uraian. Konsolidasi. waktu.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) A Outline Dokumen SPPIP BAGIAN BAGIAN I PENDAHULUAN 1 2 3 4 5 Latar Belakang Tujuan dan Sasaran Ruang Lingkup BAGIAN II Bagian Annex ANNEX 1. matriks dan peta dengan skala minimal 1:25. Pra FGD dan FGD dll) KAJIAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN 1 Kajian Arahan Kebijakan dan Strategi Pembangunan Perkotaan kabupaten/kota (dapat disajikan dalam bentuk uraian. dan hasil ringkas pelaksanaan Sosialisasi. OUTLINE DOKUMEN SPPIP DAN RPKPP SUBSTANSI Kedudukan SPPIP dalam Dokumen Perencanaan Daerah Rangkuman proses penyusunan SPPIP (proses. matriks dan peta dengan skala minimal 1:25.000) 3 Kajian Arah Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan (dapat disajikan dalam bentuk uraian.

000) 4 Kebutuhan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (dapat disajikan dalam bentuk uraian. Tantangan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (dapat disajikan dalam bentuk uraian. matriks dan peta dengan skala minimal 1:25. matriks dan peta dengan skala minimal 1:25. Permasalahan.Panduan Penyusunan .000) 3 Potensi. matriks dan peta dengan skala minimal 1:25.000) 2 Isu-isu strategis Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (dapat disajikan dalam bentuk uraian. matriks dan peta dengan skala minimal 1:25.000) BAGIAN V TUJUAN DAN KEBIJAKAN PERMUKIMAN PERKOTAAN 1 2 PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR Tujuan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan Kebijakan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan BAGIAN IV KAWASAN PERMUKIMAN PRIORITAS PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN 1 Rangkuman Proses Penetapan Kawasan Permukiman Prioritas 172● . BAGIAN BAGIAN III SUBSTANSI POTENSI DAN PERMASALAHAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN 1 Kondisi Eksisting Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman perkotaan (dapat disajikan dalam bentuk uraian.

matriks dan peta dengan skala minimal 1:5.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) BAGIAN 2 3 SUBSTANSI Kajian Kriteria dan Indikator Penentuan Kawasan Permukiman Prioritas Profil Kawasan Permukiman Prioritas dan Kebutuhan Pembangunan Kawasan (dapat disajikan dalam bentuk uraian.000) 6 Analisis Dampak Penerapan Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan 3 4 ● Annex ● 173 .000) 5 Strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan skala kawasan (dapat disajikan dalam bentuk uraian. matriks dan peta dengan skala minimal 1:25. matriks dan peta dengan skala minimal 1:5.000) BAGIAN VI STRATEGI DAN PROGRAM PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN 1 2 Rangkuman Proses Perumusan Strategi dan Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan Hasil Analisis Korelasi Strategi Pembangunan Permukiman dan Kebutuhan Infrastruktur Permukiman Perkotaan Dalam Skema Manajemen Pembangunan Perkotaan Hasil Analisis Konsekuensi atau Implikasi Penerapan Strategi dan Identifikasi Dampak Program Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan Strategi dan program pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan skala kota/ kabupaten (dapat disajikan dalam bentuk uraian.

000) 3 Kajian Kriteria dan Indikator Penentuan Kawasan Pembangunan Tahap1 (Matriks) 174● . matriks dan peta dengan skala minimal 1:5.Panduan Penyusunan Outline Dokumen RPKPP BAGIAN BAGIAN I PENDAHULUAN 1 2 3 4 5 Latar Belakang Tujuan dan Sasaran Ruang Lingkup Kedudukan RPKPP dalam Dokumen Perencanaan Daerah Rangkuman proses penyusunan RPKPP (proses. Pra FGD dan FGD dll) SUBSTANSI BAGIAN II KAJIAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN 1 Kajian Arahan Kebijakan dan Strategi Pembangunan Perkotaan Kabupaten/Kota Dalam Lingkup Kawasan Permukiman Prioritas / berdasarkan SPPIP (dapat disajikan dalam bentuk uraian. matriks dan peta) 2 3 Kajian Arah Pengembangan Pembangunan Perkotaan kabupaten/ kota (dapat disajikan dalam bentuk uraian. waktu.000) Potensi dan Permasalahan Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan pada Kawasan Permukiman Prioritas (dapat disajikan dalam bentuk uraian.000) 3 Kebutuhan Penanganan Kawasan permukiman prioritas (dapat disajikan dalam bentuk uraian. matriks dan peta dengan skala minimal 1:25. Konsolidasi.000) BAGIAN IV KONSEP DAN RENCANA PENANGANAN KAWASAN 1 2 Konsep dan Rencana Penanganan Kawasan (dapat disajikan dalam bentuk uraian.000) Rencana aksi program pembangunan permukiman dan infrastruktur perkotaan pada kawasan permukiman prioritas selama 5 tahun berikut pentahapannya (dapat disajikan dalam bentuk uraian. matriks dan peta dengan skala minimal 1:5.000) BAGIAN III POTENSI DAN PERMASALAHAN PEMBANGUNAN PERMUKIMAN DAN INFRASTRUKTUR PERKOTAAN 1 2 Kajian mikro kawasan permukiman prioritas berdasarkan arahan SPPIP (dapat disajikan dalam bentuk uraian.000) Kajian Arah Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Permukiman Perkotaan (dapat disajikan dalam bentuk uraian. dan hasil ringkas pelaksanaan Sosialisasi. matriks dan peta dengan skala minimal 1:5. matriks dan peta dengan skala minimal 1:5. matriks dan peta dengan skala minimal 1:25. matriks dan peta dengan skala minimal 1:5.

matriks dan peta/siteplan kawasan dengan skala minimal 1:1.000 serta ilustrasi 3D kawasan) ● Annex ● 175 .000) BAGIAN V RENCANA DETAIL DESAIN KAWASAN PEMBANGUNAN TAHAP 1 1 Rencana Detail Desain (Detailed Engineering Design/DED) Kawasan Pembangunan Tahap 1 (dapat disajikan dalam bentuk uraian. matriks dan peta dengan skala minimal 1:1.Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP) Rencana Pembangunan Kawasan Permukiman Prioritas (RPKPP) BAGIAN 4 SUBSTANSI Konsep dan Rencana Penanganan Kawasan Pembangunan Tahap 1 (dapat disajikan dalam bentuk uraian.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.