Anda di halaman 1dari 7

Preparasi Akses: - Fase yang paling penting dari aspek teknik perawatan akar.

- Merupakan kunci untuk membuka pintu bagi keberhasilan tahap pembersihan, pembentukan dan obturasi saluran akarnya. Tujuan: - Membuat akses yang lurus. - Menghemat preparasi jaringan gigi. - Membuka atap ruang pulpa. Penentuan Panjang Kerja. - Panjang Kerja: Panjang dari alat preparasi yang masuk ke dalam saluran akar pada waktu melakukan preparasi saluran akar. Menentukan panjang kerja dikurangi 1mm panjang gigi sebenarnya, untuk menghindari: - Rusaknya apical constriction (penyempitan saluran akar di apical). - Perforasi ke apical. Cara melakukan DWP (Diagnostic Wire Photo) - Masukkan jarum miller atau file nomor kecil yang diberi stopper dengan guttap perca pada batas panjang gigi rata-rata (lihat tabel) dikurangi 1-2 mm lalu dilakukan foto R. 2. Pembersihan dan Pembentukan Saluran Akar. Pembersihan: - Debridement: Pembuangan Iritan dari sistem saluran akar. - Tujuan: Membasmi habis iritan tersebut walaupun dalam kenyataan praktisnya hanyalah sebatas pengurangan yang signifikan saja. - Iritan: bakteri, produk samping bakteri, jaringan nekrotik, debris organik, darah dan kontaminan lain. Pembentukan Saluran Akar: - Membentuk saluran akar melebar secar kontinyu dari apeks ke arah korona. - Pelebaran: Saluran akar harus cukup besar untuk melakukan debridement yang baik dan dapat memanipulasi serta mengendalikan instrumen dan meterial obturasi dengan baik tapi tidak

sampai melemahkan gigi serta meningkatkan peluang terjadinya kesalahan prosedur. - Ketirusan Ketirusan hasil preparasi harus cukup sehingga instrumen penguak dan pemampat gutta perca dapat berpenetrasi cukup dalam. - Kriteria Saluran akar siap menerima obturasi baik dengan kondensasi lateral maupun vertikal, saluran akar harus berbentuk corong ke arah korona dan dalam ukuran cukup besar sehingga instrument pemampat dan penguak dapar masuk cukup dalam. 3. Ekstirpasi Pulpa Menggunakan jarum ekstirpasi.Bertujuan untuk mengambil jaringan pulpa yang telah nekrosis. a. Outline Form Insisivus RA : bentuknya trangular dengan alas sejajar insisal b. Outline Form Kaninus RA : bentuknya oval / bulat dengan arah insiso servikal c. Outline Form Premolar RA : bentuknya oval memanjang seperti ginjal dengan arah bukal palatal d. Outline Form Premolar RB : bentuknya bulat / oval e. Outline Form Molar RA : bentuknya triangular dengan alas sejajar bukal f. Outline Form Molar RB : bentuknya triangular dengan alas sejajar mesial Saluran Akar Tunggal - Preparasi dimulai dengan round bur no 2 atau 4 atau tapered fissure diamond bur dengan arah tegak lurus pada permukaan enamel sampai menembus jaringan dentin dan diteruskan sampai atap pulpa terbukan dengan kedalaman 3 mm. - Setelah itu arah bur diubah menjadi sejajar sumbu gigi sampai menembus ruang pulpa sehingga ditemukan lubang saluran akar yang terletak pada dasar ruang pulpa yang disebut orifice. - Gunakan tapered fissure no 2 atau 4 untuk membentuk dinding cavity entrance divergen ke arah oklusal atau insisal sampai jarum

miller dapat masuk dengan lurus, setelah terasa tembus maka orifice dicari dengan menggunakan jarum miller. - Menghilangkan tanduk pulpa menggunakan round diamond bur dengan gerakan menarik keluar kavitas sehingga cavity entrance terbentuk dengan baik dan alat preparasi dapat dimasukkan ke dalam saluran akar dengan bebas. Masukkan jarum ektirpasi, diputar searah jarum jam dan ditarik keluar, diulang lagi sampai jaringan pulpa dicabut. Saluran Akar Ganda - Pembutan cavity entrance menggunakan round bur no1 atau tapered fissure diamond bur pada tengah fossa di bagian oklusal atau endo access. - Setelah kedalaman preparasi mencapai dentin, preparasi dilanjutkan menggunakan fissure diamond bur sampai ditemukan orifice ke 3 saluran akar. - Pada gigi berakar ganda, bila atap pulpa belum terbuka maka cari orifice yang paling besar terlebih dahulu, kemudian atap pulpa diangkat dengan bur sesuai letak orifice. - Menghilangkan tanduk pulpa menggunakan round diamond bur dengan gerakan menarik keluar kavitas, sehingga cavity entrance terbentuk dengan baik dan alat preparasi dapat dimasukkan ke dalam saluran akar dengan bebas. Teknik pembukaan atap pulpa Isolasi daeerah karies Buang jaringan karies dengan ekskavator+irigasi NaOCl Preparasi kavitas dengan round bur kecil sampai seluruh jaringan karies terangkat Lebarkan kavitas dengan bntuk oval yang meluas sebagian bukal dan palatal sampai orifisi terlihat dengan jelas dan tidak ada jaringan yang tertinggal. Irigasi dngan larutan NaOcl 2,5% Keringkan dengan cotton pellet Kriteria pembukaan atap pulpa yang benar

Orifisi dapat terlihat jelas Didapatkan suatu akses lurus untuk mempermudah masuknya instrumen pada saat melakukan preparasi saluran akar Tidak mmbuang struktur jaringan yang sehat Kriteria IAF yang benar: File dapat masuk sesuai panjang kerja tanpa adanya hambatan(file terasa pas) dan tdk longgar Teknik mendapatkan MAF: MAF adalah file terbesar yang dapat masuk ke dalam saluran akar sesuai panjang kerja MAF diperoleh sesuai dengan Iaf yg didapt sepanjang kerja Dinaikkan nomor file diatas IAF sepanjang kerja sebanyak 3 nomor diatas IAF sehingga didpatkan Maf Dilakukan preparasi teknik step back Menaikkkna 3 nomor file diatas MAF dimana setiap naik satu nomor dilakukan pengurangan panjang kerja& selalu direkapitulasi dgn nomor file MAF sebelumnya dgn larutan NaOCl Kriteria MAF yg baik: File MAF dpt masuk sepanjang kerja tanpa adanya hambatan Daerah saluran akar bebas dr jaringan pulpa dengan terbentuknya salura akar yg konus (dinding saluran akar halus) Besar cone yg masuk harus sama dengan MAF

Irigasi Saluran Akar Tujuan : Untuk mengeluarkan sisa jaringan nekrotik, serbuk dentin, dan kotoran-kotoran lain yang terdapat di saluran. Menghilangkan debris dan smear layer Membunuh mikroorganisme

Syarat bhn irigasi: Pelarut debris organik+anorganik Pelumas alat endo Antibakteri Biokompatibel Ekonomis Irigasi dilakukan setiap : o Pergantian file pada saat preparasi saluran akar o Sterilisasi saluran akar Bahan irigasi yang digunakan : - H2O2 3% - Aquadest steril - NaOCl Alat irigasi yang digunakan : - Spuit 2,5 cc dengan jarum yg dibengkokan dan ujungnya ditumpulkan - Alat irigasi yang dipakai harus diberi tanda untuk membedakan isi cairan irigasi yang dipakai - Alat irigasi disimpan dalam botol tertutup berisi alkohol 70% agar tetap terjaga sterilisasinya cara melakukan irigasi secara manual: Isolasi daerah kerja Gunakan spuit dgn jarum yg kecil yg dpt masuk ke dlam saluran akar& ujung jarum dibengkokkan Jarum dimasukkan ke dlm saluran akar secara perlahan(kontakkan jarum ke saluran akar) tetapi dgn menjaga agar orifisi tdk tersumbat Spuling larutan irigasi kedalam salurana akar secara perlahan tanpa memerlukan tekanan dan harus diperhatikan jgn sampai orifisi tertutup sehingga cairan tdk dpt keluar Cairan irigasi yg keluar ditampung dgn cotton roll Bahan irigasi yg dipakai: larutan NaOCl 2,5% Alasan: Efektif melarutkan jaringan pulpa pada didnding dentin

Memiliki sifat antimikroba,bakterisid,virusidal Viskositas rendah Dapat melarutkan debris pada daerah yg tdk dpt dijangkau jarum endodontik Penggunaannya harus berhati2 krena bersifat korosif dan iritatif Mudah diperoleh dan harganya murah Merupakan pelarut organik Cara irigasi : - Jarum irigasi dimasukkan kedalam saluran akar. Jarum irigasi yang masuk kedalam saluran akar tidak boleh terlalu besar sehingga membuntu saluran akar yang akan mengakibatan cairan irigasi yang disemprotkan tidak mengalir keluar. - Bahan irigasi disemprotkan secara perlahanlahan ke dalam saluran akar - Bahan irigasi digunakan secara bergantian. Bahan irigasi yang terakhir disemprotkan ke dalam saluran akar harus aquadest steril. - Menghisap cairan irigasi yang keluar dengan cotton roll atau saliva ejector atau section. Tidak boleh terkontaminasi dengan saliva. - Setelah irigasi, saluran akar dikeringkan dengan menggunakan paper point. Tidak boleh pakai hembusan udara LARUTAN IRIGASI YANG DIGUNAKAN DALAM PERaWATAN SALURAN AKAR ANTARA LAIN I. Golongan Halogen a. Klorin (NaOCl) Kelebihan Bersifat oksidator dan dianggap paling efektif pada konsentrasi 5 % Lubrikan, pelarut jaringan pulpa, pemutih Antiseptik yang kuat Memiliki efek antibakteri yang kuat Kekurangannya

anorganik smear layer er

Kekurangan b.Iodin Efektifitas antimikroba sgt baik Tegangan permukaan rendah mampu membersihkan saluran akar Toksisitas&kemampuan mengiritasi jaringan relatif sgt rendah Melepaskan elemen iodida utk menghasilkan efektifitas bakterisid iodofor, yang sering digunakan adalah polypoxy 1,5% dan iodopac yang berisi iodin 5% Kelebihan Efek antimikroba yang maksimal Antiseptik yang kuat Kekurangan Kekurangan jaringan periradikuler antimikrobial V. Chlorhexidine gluconate ( Minosep) H2O2 3%: daya antiseptik&daya pembersih lbh rendah dr NaOCl 2.Chelating Solution (gol.kelat) Larutan yang biasa dipakai adalah bersifat asam seperti EDTA, asam sitrat, asam laktat, dan asam tanat Mampu menyingkirkan smear layer yg termineralisasi Hanya dapat menyingkirkan bahan anorganik oleh karena itu harus dikombinasikan dengan larutan yg bersifat proteolitik agar didpt hasil yg baik Memakai 4 gugus asam asetat dlm ikata etilen diamin Dapat melunakkan dentin Sebagai pelumas dlm preparasi saluran akar Kelebihan smear layer Kekurangan sempit Kelebihan mbuang komponen anorganik smear layer

rendah

dipaparkan lebih dari satu menit (erosif) IV. Isotonik Salin Kelebihan Sangat ringan untuk membersihkan debridement saluran akar Tidak toksik terhadap jaringan Bersifat lubrikasi dan mudah diterima jaringan

bakteri

Jamur, dan dermatofit -0,2 % untuk mengontrol plak

sebagai irigasi karena efek antimikrobanya yang luas dan bertahan lama dan kemampuannya melekat pada dinding saluran akar

kehadiran komponen organik

Desinfektan,menyembuhkan radang periapeks, menghancurkan jaringan nekrotik Keuntungan: Antibakterial kuat Menghambat pertumbuhan bakteri pd saluran akar& mengubah kandungan biologis lipopolisakarida dan bakteri Sterilisator sal.akar di antara kunjungan terutama pd nekrosis pilpa Merangsang pembentukan jaringan keras didaerah yg mengalamikerusakan Mengurangi respon inflamasi Kerugian: Kristal Ca(OH)2 setelah peletakkan Ca(OH)2 yg bermigrasi ke tubulus dentin Menghambat perlekatan gingiva Kompound ini juga telah digunakan sebagai medikamen saluran akar. Pengaruh antiseptiknya mungkin berhubungan dengan pH-nya yang tinggi dan pengaruh melumerkan jaringan pulpa yang nekrotik.Pasta kalsium hidroksida paling baik digunakan sebagai suatu medikamen intrasaluran bila ada penundaan yang terlalu lama antar kunjungan karena bahan ini tetap manjur selama berada dalam saluran akar. (Walton dan Torabinejad, 1998) b.Minyak Atsiri Minyak Atsiri atau dikenal juga sebagai minyak eteris, minyak esensial, minyak terbang, serta minyak aromatic, adalah kelompok besar minyak nabati yang berwujud cairan kental pada suhu ruang namun mudah menguap sehingga memberikan aroma yang khas. Merupakan desinfektan yang lemah. Misalnya eugenol. (Walton dan Torabinejad, 1998) Eugenol kegunaan: mengurangi impuls saraf(analgetik) Bahan ini adalah esens kimiawi minyak cengkeh dan mempunyai hubungan dengan fenol. Agak lebuh mengiritasi daripada minyak cengkeh dan keduanya adalah suatu antiseptic dan anodin. (Walton dan Torabinejad, 1998) Bahan ini bersifatnya sedatif dan pemakaian setelah pulpektomi, sebagai bagian dari sealer saluran akar, sebagai campuran dari tambalan sementara.

karena tidak dapat melarutkan jaringan nekrotik

VI. MTAD ( MIXTURE OF A TETRACYCLINE AN ACID AND DETERGENT)

bersifat asam (PH = 2,15)

meliputi kuman gram positif dan negatif, aerob dan anaerob

membuang smear layer terutama debris anorganik, dan jika dipaparkan pada dentin dapat memperlebar pembukaan tubulus dentinalis dan meningkatkan permeabilitas permukaan dentin Bahan Medikamen Syarat bahan medikamen: Memiliki sifat antibakteri Memiliki sifat anti inflamasi Mampu merangsang pembentukan jaringan keras Mengurangi rasa sakit Tidak mengiritasi jaringan periapikal dan periapaeks Mampu menyebar di dalam dentin Memiliki waktu kerja yang panjang Efektif di dalam pus dan debris organik Dapat larut Mudah digunakan Tidak merubah warna gigi dan jaringan lunak Tujuan Dressing: Meningkatkan aktivitas antimikroba Menetralisir sisa preparasi menjd tdk aktif Mengontrol dan mengurangi nyeri a. Kalsium hidroksida

c.CHKM(chlorofenol chamfer menthol) desinfeksi (60% chlorophenol,18% syenthetic chamfer) sifat mengiritasi kecil (15% glycerin,7% menthol) spektrum bakteri luas Bahan ini terdiri dari dua bagian paraklorofenol dan tiga bagian berkamfer. Bahan ini memperoleh popularitas tingkat tinggi sebagai medikamen saluran akar selam satu abad. Kamfer berguna sebagai suatu sarana dan suatupengencer serta mengurangi efek mengiritasi yang dimiliki para-klorofenol murni selain itu juga memperpanjang efek antimicrobial. (Walton dan Torabinejad, 1998). memiliki kemampuan desinfeksi dan sifat mengiritasinya kecil dan mempunyai spektrum anti bakteri yang luas dan semua perawatan saluran akar gigi dan gigi yang mempunyai kelainan apikal. sifat mengiritasi lebih kecil Mempunyai spectrum anti bakteri luas dan efektif terhadap jamur. Bahan utamanya Paraklorofenol. Mampu memusnahkan berbagai mikroorganisme dalam saluran akar. Kamfer sebagai sarana pengencer serta mengurangi efek mengiritasi dari paraklorofenol murni. Selain itu memperpanjang efek antimicrobial. Menthol mengurangi sifat iritasi clorophenol dan mengurangi rasa sakit. Bahan ini memiliki kemampuan desinfeksi dan sifat mengiritasi keil dan mempunyai spectrum anti bakteri yang luas dan digunakan dalam semua perawatan saluran akar gigi yang mempunyai kelainan apikal. (Walton dan Torabinejad, 1998) d.Cresophene Terdiri dari chlorofenol, hexachlorophene, thymol, dan dexamatasone yaitu sbagai antiphlogisticum. Pemakaian terutama pada gigi dengan permulaan periodontitis apikalis akuta yang dapat terjadi misalnya pada peristiwa over instrumentasi. Dipakai pada gigi dengan periodontitis apikalis, tahap awal akibat instrumentasi berlebih. (Walton dan Torabinejad, 1998) e.TKF(Trikresol Formalin) Antibakteri Menghilangkan jaringan nekrosis

f. Formokresol (gol.aldehid) Bahan ini adalah kombinasi formalin dan kresol dalam perbandingan 1:2 atau 1:1. Formalin merupakan desinfektan kuat yang bergabung dengan albumin membentuk suatu substansi yang tidak dapat di larutkan formokresol adalah suatu medikamen bakterisidal yang tidak spesifik dan sangat efektif terhadap organisme aerobik dan anaerobik yang di temukan dalam saluran akar. Bahan ini efektif untuk bakteri aerob dan anaerob namun dapatmenimbulkan efek nekrosis. Penggunaannya pada gigi non vital, mematikan saraf gigi dan sebagai bahan fiksasi. Dan diindikasikan pada perawatan pulpektomi. (Walton dan Torabinejad, 1998) Glutaraldehid Minyak tanpa warna ini agak larut dalam air dan disamping itu mempunyai reaksi yang agak asam. Obat ini merupakan desinfeksi yang sangat kuat dan fiksatif. Konsentrasi rendah dan tidak ada reaksi inflamasi. (Walton dan Torabinejad, 1998) g.Cresatin antiseptik dan analgetik tdk mengiritasi jaringan pulpa metakresilaset=efek antimikrobial kecil sehigga digabungkan formokresol dengan CHKM Juga dikenal dengan metakresil asetat, bahan ini adalah suatu cairan jernih, berminyak dan tidak mudah menguap. Mempunyai sifat antiseptic dan meringankan rasa sakit. Efek antimicrobial cresatin lebih kecil dari pada formokresol atau paraklorofenol berkamfer, obat ini juga tidak begitu mengiritasi jaringan. Bahan ini digunakan untuk semua perawatan saluran akar gigi dan kelainan gigi apikal. (Walton dan Torabinejad, 1998) h. CMCP(Camphorated paramonochlorophenol) 60% chlorophenol,40% chamfer,6% menthol, Keuntungan: Efek antibakteri,antiseptik__protein binding of phenol dan gas chlor penetrasi ke tubulus dentin Kerugian:

Mudah menguap(Cuma bertahan beberapa hari),konsentrasi besar menyebabkan iritasi jaringan periapeks Teknik pengisian saluran akar Kondensasi lateral: Adalah proses pengisian saluran akar yg dilakukan dgn meletakkan bahan sealer ke dalam saluran akar,memsukkan cone utama dan memadatkan ke dinding lateral dgn menggunakan plugger kemudian di isi dengan cone assesoris hingga saluran akar terisi penuh. Tahapan kerja: Isolasi daerah kerja Irigasi saluran akar dengan larutan NaOCl 2,5% Keringkan saluran akar dengan paper point Masukkan sealer ke dalam saluran akar dgn menggunakan lentulospiral Masukkan coen utama Masukkan spreader ke dlm saluran akar dengan gerakan ke dinding saluran akar kemudian keluarkan spreader secara perlaham. Masukkan cone assesoris dan padatkan kembali dgn spreader Ulangi taap ini sampai saluran akar terisi penuh sampai cone assesoris tdk dpt masuk lg Potong kelebihan gutta percha dgn instrumen sampai1 mm dibawah CEJ Tutup dgn cavit+kapas Foto obturasi Buka kapas+kavit,lining dgn GIC Tutup dgn tambalan sementara Alasan memilih teknik