Anda di halaman 1dari 41

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn Srt DENGAN ASMA, DI DUKUH JETIS RT 03/RW 23 TIRTOADI, MLATI, SLEMAN,YOGYAKARTA

Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Praktik Profesi Ners Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran UGM Stase Keperawatan Keluarga

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn Srt DENGAN ASMA, DI DUKUH JETIS RT 03/RW 23 TIRTOADI, MLATI, SLEMAN,YOGYAKARTA

Disusun oleh :

AYU KHUZAIMAH KURNIAWATI

02/161611/EIK/00259

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UGM YOGYAKARTA

2004

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn Srt DENGAN ASMA

PENGKAJIAN KEPERAWATAN

Hari/tanggal

: Jumat, 6 Agustus 2004

Oleh

: Ayu Khuzaimah Kurniawati

Metode

: Wawancara, observasi dan pemeriksaan fisik

A.

Data Keluarga

 
  • 1. Identitas Keluarga

 
  • a. Nama KK

 

:

Tn Srt

  • b. Jenis Kelamin

:

Laki-laki

  • c. Umur

:

45 tahun

  • d. Pendidikan

 

:

Tidak sekolah

  • e. Agama

:

Islam

  • f. Pekerjaan

 

:

Tidak bekerja

  • g. Alamat

:

RT 03/RW

23 Dukuh Jetis, Tirtoadi,

  • h. Suku/kebangsaan

  • i. Jumlah anggota keluarga

Mlati, Sleman, Yogyakarta

: Jawa/Indonesia

:

5 orang

  • 2. Susunan anggota keluarga

No

Nama

umur

Sex

 

Hub dg

Pendd

Pekerjaan

Ket

 

KK

 

Tidak

  • 1 Ny Tuhirah

40 thn

P

 

Istri

Buruh tani

Sehat

 

sekolah

 

MTS

Buruh

  • 2 thn

An Suroso

23

L

 

Anak 1

Sehat

 

tamat

bengkel

Tidak

  • 3 An Rahmawati15 thn

P

 

Anak 2

-

Sehat

 

sekolah

Ny Amat
4

85 thn

P

 

Ibu

Tidak

-

hipertensi

 

Salim

sekolah

  • 3. Tipe keluarga

4.

Jenis keluarga ini adalah keluarga luas/extended family yang terdiri dari Nenek, Ayah, Ibu, dan anak. Anak pertama dan kedua masih tinggal serumah. Genogram

85 th
85 th

Asma

40 th 45 th 23 th 15 th
40 th
45 th
23 th
15 th
4. Jenis keluarga ini adalah keluarga luas/ extended family yang terdiri dari Nenek, Ayah, Ibu, dan

Keterangan :

4. Jenis keluarga ini adalah keluarga luas/ extended family yang terdiri dari Nenek, Ayah, Ibu, dan

: Perempuan

: Perempuan : Tn Srt

: Tn Srt

: Laki-laki

: Laki-laki : Meninggal

: Meninggal

: Garis Perkawinan

: Garis Keturunan

: Garis Keturunan : kembar

: kembar

: Tinggal dalam satu rumah

  • 5. Suku Bangsa dan Agama Keluarga Tn Srt semuanya suku jawa asli dan masih memegang adat kebiasaan jawa yang ditampakkan dengan hubungan keluarga yang masih kuat. Semua anggota keluarga beragama Islam.

  • 6. Status Sosial Ekonomi Keluarga

    • a. Penghasilan Keluarga Penghasilan keluarga Tn Srt berasal dari Ny Th yang bekerja sebagai buruh tani, dengan penghasilan sekitar Rp 200.000,- per bulan.

    • b. Pemanfaatan Dana Keluarga Sebagian besar uang keluarga hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok, kebutuhan kesehatan Tn Srt, misalnya untuk

membeli obat semprot asma dan untuk memberi sumbangan kepada teman yang mempunyai hajat. Keluarga Tn Srt tidak memiliki tabungan. Pengelolaan dana keluarga diserahkan kepada Ny Th.

  • c. Sosial Keluarga Hubungan antar anggota keluarga baik, begitu pula dengan tetangga. Keluarga Tn Srt masih mengikuti kegiatan-kegiatan di masyarakat seperti kumpulan rutin, pengajian, dan kerja bakti kampung. Sedang Tn Srt sendiri sudah non aktif dalam kegiatan kemasyarakatan semenjak sakit.

  • 7. Aktifitas Rekreasi Keluarga Tn Srt jarang mengadakan rekreasi dengan bepergian ke suatu tempat. Tn Srt lebih banyak di rumah semenjak sakit, kegiatan sehari-harinya banyak menyendiri dan melamun.

  • B. Tahap Perkembangan Keluarga

    • 1. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini Keluarga Tn Srt saat ini termasuk dalam taraf perkembangan keluarga

dengan anak remaja dan dewasa awal.

  • 2. Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi

Secara umum tidak ada masalah dalam tahap perkembangan keluarga saat ini.

  • 3. Riwayat Kesehatan Keluarga Saat ini Tn Srt Pada saat pengkajian, Tn Srt dalam keadaan sakit. Terdengar suara nafas mengi/wheezing, nampak sesak nafas, dan nampak tarikan dinding dada saat bernafas biasa/dalam keadaan istirahat. Tn Srt mengatakan pada saat itu dia dalam keadaan normal atau tidak sedang dalam serangan. Tn Srt mengatakan menderita asma sejak lama, dan sering kambuh sekitar 2 kali dalam 1 minggu. Tn Srt selalu menggunakan obat semprot Alupen saat serangan terjadi, dan hasilnya

sesak nafas berkurang. Apabila dengan Alupen belum sembuh, biasanya keluarga Tn Srt membawanya ke dokter untuk disuntik. Tn Srt juga minum jamu-jamu tradisional untuk mengobati penyakit asmanya, yaitu dengan jamu akar daun yang dibeli di warung-warung.

Tn Srt juga pernah menderita gangguan jiwa yaitu marah/amuk. Tn Srt pernah mondok 1 bulan di RS Grasia DIY (RSJ Pakem) 2 kali, yaitu pada tahun 1984 dan 1998.

Ny Th

Ny Th mengatakan bahwa Ny Th saat ini dalam keadaan sehat, tidak

mempunyai keluhan-keluhan kesehatan yang berarti.

An P

Pada saat pengkajian, An P dalam keadaan sehat dan tidak mempunyai

keluhan kesehatan

An R

Pada saat pengkajian, An R dalam keadaan sehat dan tidak mempunyai

keluhan kesehatan

Ny AS

Ny AS mempunyai tekanan darah yang sering tinggi. Pada saat pengkajian Ny AS mengeluh nyeri kepala bagian atas sampai belakang. Tekanan darah Ny AS : 180/100 mmHg. Keluhan lain tidak ada. Ny AS tidak mau mengikuti kegiatan senam lansia maupun posyandu lansia karena malu. 4. Riwayat Kesehatan Keluarga Sebelumnya Tn Srt mengatakan dalam keluarga Tn Srt ada yang pernah menderita penyakit serupa yaitu ayah Tn Srt juga menderita asma dan sekarang sudah meninggal.

  • C. Struktur Keluarga

    • 1. Pola Komunikasi Keluarga Komunikasi dalam keluarga berjalan dengan baik, menggunakan bahasa Jawa. Bila ada permasalahan dimusyawarahkan secara terbuka

dengan seluruh anggota keluarga, tetapi kadang-kadang keluarga tidak melibatkan Tn Srt dalam musyawarah.

  • 2. Struktur Kekuatan Keluarga Kekuatan keluarga lebih cenderung dipegang oleh Ny Th, hal ini dikarenakan Tn Srt yang pernah menderita gangguan jiwa, selain itu penyakit asma yang diderita Tn Srt membuat kondisi fisiknya semakin lemah.

  • 3. Struktur Peran Peran keluarga mengalami pergeseran. Pencari nafkah di keluarga Tn Srt adalah Ny Th, sedangkan Tn Srt sudah tidak bekerja semenjak sakit.

  • 4. Nilai dan Norma Keluarga Keluarga Tn Srt menganut nilai dan norma Jawa dalam kehidupan sehari-hari, berkumpul dengan anggota keluarga setiap hari dan dengan sanak saudara pada waktu-waktu senggang. Tidak ada nilai dan norma yang bertentangan dengan kesehatan.

  • D. Fungsi Keluarga

    • 1. Fungsi Biologis

      • a. Keadaan Kesehatan Tn Srt menderita asma, dan pernah menderita gangguan jiwa. Kondisi kesehatan Tn Srt saat ini nampak kurang baik, karena Tn Srt sering nampak sesak nafas pada saat astirahat, lemah, dan tidak bekerja. Ny Th dan An R dalam keadaan sehat dan tidak mengalami keluhan, sedangkan Ny AS mengeluh nyeri kepala bagian atas sampai ke belakang, dan ternyata tekanan darahnya tinggi (180/100 mmHg).

      • b. Kebersihan Perseorangan Seluruh anggota keluarga mempunyai kebiasaan mandi 2 kali sehari, menggunakan sabun mandi, menggosok gigi dengan pasta

gigi, dan keramas 2-3 kali seminggu dengan menggunakan sampo. Seluruh anggota keluarga nampak bersih.

  • c. Penyakit yang Sering Diderita Penyakit yang sering diderita keluarga Tn Srt adalah penyakit- penyakit lazim seperti batuk dan pilek. Penyakit berat lainnya adalah asma yang diderita Tn Srt.

  • d. Penyakit Keturunan Menurut keluarga Tn Srt, ada yang mempunyai riwayat penyakit- penyakit keturunan, yaitu asma (ayah Tn Srt). Tn Srt mengatakan, “Kalau yang sakit jiwa saya tidak tahu Mbak, tapi sepertinya juga ada.”

  • e. Penyakit Kronis/Menular Penyakit asma yang diderita Tn Srt merupakan penyakit kronis yang sudah diderita sejak tahun.

  • f. Kecacatan Anggota Keluarga Tn Srt mengatakan tidak ada anggota keluarganya yang menderita cacat fisik, sedang Tn Srt sendiri menderita cacat mental karena pernah menderita gangguan jiwa sejak tahun 1984, dan gejala sisa masih nampak antara lain pendiam dan pemalu.

  • g. Pola Makan dan Minum Keluarga Tn Srt secara umum makan 3 kali sehari dengan komposisi nasi, lauk pauk, sayuran, kadang makan buah. Sebisa mungkin Tn Srt menghindari makan pedas, asam, dan bumbu yang merangsang karena dapat memicu terjadinya sesak nafas. Semua anggota keluarga mempunyai kebiasaan minum air putih yang sudah dimasak rata-rata 4-6 gelas per hari.

  • h. Pola Aktivitas dan Istirahat Kebiasaaan istirahat masing-masing anggota keluarga Tn Srt berbeda beda. Tn Srt biasanya tidur siang sekitar 1-2 jam, sedang

anak-anak jarang tidur siang karena aktifitas masing-masing. Kadang-kadang tidur Tn Srt terganggu karena sesak nafas yang meningkat pada malam hari. Aktivitas Ny Th sehari-hari adalah bekerja sebagai buruh tani dimana jam kerjanya tidak tentu. Selain bekerja, Ny Th juga mengurus rumah, memasak, dan membantu memenuhi kebutuhan Tn Srt.

  • 2. Fungsi Psikologis

    • a. Keadaan Emosi Hubungan antar anggota keluarga cukup baik, namun sepertinya komunikasi antar anggota keluarga agak kurang. Hal ini ditunjukkan oleh Tn Srt yang sering diam dan menyendiri, sedangkan Ny Th mengatakan, “Memang Mbak, dia itu orangnya susah kok…” Ny Th menyatakan tidak ada masalah dalam keluarga yang serius.

    • b. Kebiasaan yang Merugikan Kesehatan Belum nampak adanya kebiasaan keluarga yang merugikan kesehatan.

    • c. Pengambilan Keputusan Musyawarah tetap dilakukan jika ada permasalahan yang menyangkut keluarga, tetapi peran yang dominan dalam pengambilan keputusan adalah Ny Th, karena Tn Srt belum mampu untuk memutuskan sesuatu.

    • d. Ketergantungan Obat/Bahan Tn Srt mengkonsumsi obat ramuan akar daun yang dibeli di warung-warung untuk penyembuhan penyakit asma, sedangkan pada saat asma kambuh, Tn Srt selalu menggunakan obat semprot Allupen. Keluarga yang lain jarang mengkonsumsi obat.

    • e. Mencari Pelayanan Kesehatan

Keluarga Tn Srt telah memanfaatkan fasilitas kesehatan seperti RS atau Puskesmas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Keluarga memeriksakan diri apabila sakit tidak dapat diatasi sendiri dan sakit dirasa sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.

  • 3. Fungsi Sosial

    • a. Tingkat Pendidikan Tn Srt, Ny Th, dan Ny AS tidak sekolah dan buta huruf. Anak- anak mempunyai pendidikan setaraf SLTP. Keluarga kurang dapat memahami informasi-informasi yang diberikan selama penyuluhan.

    • b. Hubungan antar Anggota Keluarga Hubungan antar anggota keluarga cukup baik, meskipun komunikasi diantara anggota keluarga kurang.

    • c. Hubungan dengan Orang Lain Hubungan dengan tetangga-tetangga baik dan saling tolong menolong.

    • d. Kegiatan Organisasi Sosial Anggota keluarga jarang mengikuti kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, terutama Tn Srt sudah tidak pernah lagi mengikuti kegiatan di masyarakat semenjak sakit.

  • 4. Fungsi Spiritual Anggota keluarga taat beribadah, menjalankan sholat 5 waktu dan kegiatan keagamaan pengajian rutin.

  • di kampung sering diikuti oleh An R, seperti

    • 5. Fungsi Kultural

    • a. Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan dalam keluarga diambil alih oleh Ny Th karena Tn Srt belum mampu menjalankan perannya dalam pengambilan keputusan

    • b. Adat yang Berpengaruh terhadap Kesehatan Adat-adat Jawa yang dianut oleh keluarga masih termasuk wajar dan tidak berpengaruh terhadap kesehatan keluarga.

    • c. Tabu dalam Keluarga Tidak ada tabu-tabu dalam keluarga.

    • 6. Fungsi Reproduksi Semenjak sakit, hubungan antara Tn Srt dan Ny Th tetap berjalan baik, meskipun tidak dapat berjalan seperti yang mereka inginkan. Ny Th sudah memaklumi kondisi Tn Srt yang sakit baik fisik maupun mental, sehingga Ny Th tidak dapat berharap banyak dari Tn Srt.

    • 7. Fungsi Ekonomi

      • a. Tulang Punggung Tulang punggung dalam keluarga Tn Srt adalah Ny Th yang mengandalkan pekerjaan sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak tentu. An S juga sudah bekerja di bengkel, namun penghasilannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri.

      • b. Penghasilan Keluarga Penghasilan Ny Th tidak tentu dalam setiap bulannya, namun apabila di rata-rata dalam 1 bulan penghasilannya sekitar Rp 200.000,-. Sedangkan penghasilan dari sumber yang lain tidak ada.

      • c. Pengelolaan Dana Keluarga Pengelolaan dana keluarga diserahkan kepada Ny Th sepenuhnya.

      • d. Pemanfaatan Dana Keluarga

    Sebagian besar uang keluarga hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok, kabutuhan sekolah, pengobatan Tn Srt dan untuk memberikan sumbangan-sumbangan kepada kerabat yang mempunyai hajat. Keluarga Tn Srt tidak memiliki tabungan.

    • e. Status Sosial Ekonomi Keluarga Keluarga termasuk dalam ekonomi menengah kebawah. Ny Th mengatakan, “Ya…seadanya saja to Mbak kita sukuri…”

    • 8. Fungsi Perawatan Kesehatan

      • a. Mengenal Masalah Keluarga mengetahui bahwa kondisi Tn Srt saat ini memerlukan perhatian dan biaya. Keluarga mengetahui tentang penyakit asma, namun belum sepenuhnya memahami cterutama cara perawatannya. Keluarga tidak berusaha untuk bertanya-tanya bagaimana cara perawatan penderita asma.

      • b. Mengambil Keputusan yang Tepat Sejauh ini, Ny Th mengambil keputusan untuk memeriksakan Tn Srt apabila penyakit asmanya kambuh dan tidak dapat diatasi sendri dengan obat semprot. Tn Srt biasanya membeli obat di apotik apabila obatnya sudah habis. Tn Srt sudah tidak pernah kontrol ke petugas kesehatan. Keluarga juga mengusahakan pemulihan Tn Srt ke dengan menggunakan jamu tradisional (akar daun) yang diminum setiap hari).

      • c. Merawat Anggota Keluarga yang Sakit Keluarga mengetahui adanya anggota yang sakit, namun untuk perawatannya keluarga kurang begitu memperhatikan. Hanya saja apabila Tn Srt kambuh dan sudah tidak bisa diatasi sendiri, baru keluarga membawa Tn Srt ke pelayanan kesehatan.

      • d. Memelihara Lingkungan Rumah yang Mendukung Kesehatan

    Kondisi rumah keluarga Tn Srt cukup bersih, tapi cahaya matahari kurang dapat masuk ke rumah. Halaman cukup bersih bersih, tetapi ada kandang ayam yang kondisinya kurang bersih.

    • e. Memanfaatkan Fasilitas Kesehatan Ny Th mengatakan, “Biasanya kalau Bapak kambuh dan sudah tidak bisa ditangani sindiri baru saya bawa ke dokte.”

    • E. Stress dan Koping Keluarga

      • 1. Stressor Jangka Pendek dan Jangka Panjang Sressor jangka pendek tidak nampak pada keluarga Tn Srt. Stressor jangka panjang keluarga tidak ada.

      • 3. Kemampuan Berespon Terhadap Stress Tn Srt nampak pasrah terhadap penyakit yang dideritanya dan nampak kurang interes terhadap upaya penyembuhan yang ditawarkan oleh perawat.

      • 4. Strategi Koping Yang Digunakan Ny Th kadang-kadang masih memberikan motivasi untuk upaya perawatan Tn Srt, dan Tn Srt beserta keluarga kurang memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk menanyakan informasi-informasi yang berhubungan dengan perawatan Tn Srt.

      • 5. Strategi Adaptasi Disfungsional Tn Srt masih mempunyai gejala sisa dari gangguan jiwa yang pernah dialaminya. Gejala yang masih nampak adalah pendiam, suka menyendiri dan pemalu.

  • F. Faktor Lingkungan dan Masyarakat

    • 1. Karakteristik Rumah

    • a. Denah Rumah Secara geografis letak rumah keluarga Tn Srt berada di Dusun Jetis, RT 03 RW 23 Kelurahan Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Adapun denah rumah Tn Srt adalah sebagai berikut :

    sumur R. tidur R. tidur D A P U Tempat R. tamu tidur R kand Pekarangan
    sumur
    R. tidur
    R. tidur
    D
    A
    P
    U
    Tempat
    R. tamu
    tidur
    R
    kand
    Pekarangan
    ang
    Keterangan :
    ||
    : Pintu
    KM
    : Penyekat dari triplek
    : Kamar Mandi

    B

    • b. Keadaan Lingkungan Dalam Rumah Keluarga Tn Srt menempati rumah dengan luas 8x8 meter persegi. Jenis rumah Tn Srt adalah dinding permanen, dengan lantai terbuat dari plester. Terdiri dari 1 ruang tamu, 2 kamar tidur, 1 tempat tidur yang berada di samping kamar tamu dan hanya dibatasi dengan tirai, 1 dapur, 1 sumur, sedang kamar madi serta WC tidak ada. Rumah tersebut adalah milik sendiri.

    • c. Keadaan Lingkungan Sekitar Rumah

    1)

    Kondisi halaman rumah Halaman rumah nampak bersih dan tidak berdebu.

    2)

    Pemanfaatan halaman

    3)

    Halaman rumah berukuran 7 x 3 meter persegi. Halaman rumah dimanfaatkan untuk pembuatan kandang ayam. Sumber air minum

    4)

    Keluarga menggunakan sumur gali yang terletak dibelakang dekat dapur, kualitas air baik, tidak berbau dan tidak berasa dan tidak berwarna Pembuangan air kotor/limbah keluarga

    5)

    Keluarga Tn Srt mempunyai saluran pembuangan air limbah yang dialirkan dengan pralon dan dialirkan ke sungai. Pembuangan sampah

    6)

    Sampah rumah tangga dibuang di “jogangan” di depan rumah dan dibakar. Jamban

    7)

    Keluarga Tn Srt tidak mempunyai jamban sendiri, jadi anggota keluarga BAB di sungai. Sumber pencemaran

    8)

    Tidak nampak adanya sumber pencemaran Sanitasi rumah Lingkungan sekitar rumah nampak cukup bersih. Perabot- perabot rumah tangga tidak berserakan, namun suasana rumah agak kumuh dan pencahayaan rumah kurang

    • 2. Karakteristik Tetangga dan Komunitas Jarak antar rumah dekat dan hubungan dengan tetangga baik. Ada rutinitas kegiatan di perkampungan tersebut, seperti kerja bakti.

    • 3. Mobilitas Geografi Keluarga Keluarga merupakan penduduk asli Yogyakarta. Tn Srt jarang pergi jauh, kecuali kalau ke RS. Ny Th pergi ke tempat kerja naik sepeda ontel.

    • 4. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat Ny Th kadang-kadang masih mengikuti kegiatan-kegiatan di masyarakat seperti pengajian, perkumpulan, dll. Sedang Tn Srt sudah

    tidak pernah mengikuti kegiatan-kegiatan di masyarakat semenjak sakit.

    • 5. Sistem Pendukung Keluarga/Fasilitas Keluarga Fasilitas perdagangan seperti pasar yang berjarak + 2 km dari rumah, fasilitas kesehatan yaitu Puskesmas berjarak + 3 km, bidan praktek + 1 km, rumah sakit sakitar 6-7 km, dan fasilitas peribadatan seperti masjid 100 meter dari rumah.

    • G. Pemeriksaan Fisik

      • 1. Pemeriksaan secara umum

    No

    Nama

    KU

    TTV

    Penglih

    Pende

    Pencer

    Elimi

    Keluhan

     

    atan

    ngaran

    naan

    nasi

    • 1 TD:

    Tn Srt

    Sesak

    Baik

    Baik

    Baik

    Baik

    Sesak nafas

     

    nafas

    130/90

    • 2 TD:

    Ny Th

    Baik

    Baik

    Baik

    Baik

    Baik

    Tidak ada

     

    100/80

    • 3 TD:

    An S

    Baik

    Baik

    Baik

    Baik

    Baik

    Tidak ada

     

    120/70

    • 4 TD:

    An R

    Baik

    Baik

    Baik

    Baik

    Baik

    Tidak ada

     

    110/70

    • 5 TD :

    Ny AS

    Baik

    Baik

    Kurang

    Baik

    Baik

    Kenceng di

     

    180/100

    kepala

    • 2. Pemeriksaan secara khusus (terhadap Tn Srt)

    • a. Vital Sign Tekanan darah Nadi

    : 130/90 mmHg 96 x/mnt

    :

    Temperatur Respirasi Rate

    : 37,5 C : 28 x/mnt

    • b. BB : 76 kg,

    TB : 168 cm

    • c. Cepalokaudal Kulit, rambut, dan kuku : pigmentasi (-), vaskularisasi cukup baik, kulit merah muda, rambut bersih, kuku pendek bersih Kepala dan leher : sklera ikterik (-), konjungtiva merah muda, palpebra udem (-), kacamata (-), pembesaran limphe (-), pembesaran kelenjar tiroid (-) Telinga : bersih, pendengaran baik

    Mulut, tenggorokan dan hidung : mukosa mulut merah muda, bibir basah, kelainan daerah mulut (-), sekret tenggorok (-), epistaksis (-) Thoraks dan paru-paru : dada simetris, normochest, ekspansi dada tidak maksimum, penggunaan otot-otot bantu nafas (+), nyeri tekan (-), taktil fremitus (+) simetris kanan kiri, wheezing (+)

    Jantung : teraba ictus cordis pada ics 4, S1 S2 murni, perkusi redup

    Abdomen : simetris bulat, scar (-), nyeri tekan (-) Genetalia : tidak dilakukan Rektal dan anus : tidak dilakukan Vaskularisasi perifer : wajah tidak pucat, udema (-), kapilari refil kembali dalam <2 detik, ujung kaki agak dingin Refleks tendo : normal refleks, tidak ada klonus Ekstremitas : pergerakan kaki dan tangan baik, kekuatan otot normal. Neurologik : -

    • H. Harapan Keluarga

      • 1. Persepsi Terhadap Masalah Keluarga berpendapat bahwa masalah-masalah yang ada sebenarnya harus ditangani, tetapi keluarga menganggap masalah tersebut sudah kronis dan keluarga kurang optimis dan kurang motivasi dalam upaya perawatan.

      • 2. Harapan Terhadap Masalah Keluarga berharap keadaan Tn Srt akan membaik, meskipun keluarga mengetahui bahwa hal tersebut sangat sulit.

    II. TIPOLOGI MASALAH KESEHATAN

     

    Data

    Tipologi

    Masalah

    Penyebab

    Data Subjektif

    Aktual

    Pola nafas tidak

    Ketidakmampuan

    1.

    Tn Srt mengatakan

    efektif pada

    keluarga

    telah menderita asma sejak

    penderita asma (Tn

    mengenal

     

    lama, dan setiap kambuh

     

    Srt) pada keluarga

    masalah

    selalu diberi obat semprot

    Tn Srt

    kesehatan,

    alupen.

    membuat

    2.

    Tn Srt sering merasa

    keputusan,

    nafasnya pendek-pendek

    merawat anggota

    meskipun dalam keadaan

    keluarga yang

    istirahat, dan Tn Srt

    sakit, dan

    mengatakan sudah biasa

    memanfaatkan

    bernafas seperti itu.

    sumber daya

    Data Objektif

    keluarga yang

    1.

    Pada saat pengkajian, Tn Srt tidak dalam

    ada.

    serangan asma

    2.

    Nafas pendek

    3.

    RR : 28x/mnt

    4.

    Penggunaan otot nafas tambahan

    Data Subyektif

    Aktual

    Bersihan jalan nafas

    Ketidakmampuan

    1.

    Tn Srt mengatakan,

    tidak efektif pada

    keluarga

    sering ada dahak yang sulit

    penderita asma (Tn

    mengenal

    keluar apalagi saat habis

    Srt) pada keluarga

    masalah

    batuk dan saat serangan

    Tn Srt

    kesehatan,

    2.

    Tn Srt mengatakan,

    membuat

    “Kalau dahaknya sulit

    keputusan,

    keluar, saya merasa

    merawat anggota

    tambah sesak nafas.”

    keluarga yang

    Data Obyektif

    sakit, dan

    1.

    Terdengar suara wheezing

    memanfaatkan

    tanpa stetoskop

    sumber daya

    2.

    Batuk-batuk berdahak

    keluarga yang

     

    ada.

    Data Subyektif

    Aktual

    Koping individu

    Ketidakmampuan

    1.

    tidak efektif

    keluarga

    Tn Srt mengatakan tidak apa- apa dengan kondisinya saat ini

    mengenal, memutuskan, merawat, dan

    Data Obyektif

    menggunakan

    1.

    sumber-sumber

    Tn St nampak kurang respek

    yang ada di

     

    terhadap tawaran-tawaran informasi kesehatan

    keluarga

    2.

    Tn Srt kurang konsentrasi

     

    dalam diskusi tentang kondisi kesehatannya

    3.

    Penurunan penggunaan dukungan sosial dari keluarga maupun

     

    masyarakat

    Data Subyektif

    Aktual

    Kurang pengetahuan

    Ketidakmampuan

    1.

    Tn Srt dan Ny Th

    tentang penyakit

    keluarga

    mengatakan, “Kami belum tahu tentang asma Mbak,

     

    asma dan cara perawatannya pada

    mengenal, memutuskan,

    lha wong kami ini kan orang bodho…”

    keluarga Tn Srt

    merawat, dan menggunakan

    • 2. Tn Srt dan keluarga belum mengetahui cara perawatan penderita asma

    sumber-sumber yang ada di keluarga,

    Data Objektif

    masyarakat

    • 1. Tn Srt dan Ny Th tidak sekolah dan tidak bisa membaca

    maupun fasilitas kesehatan

    • 2. Tn Srt dan Ny Th nampak kurang interes dengan pembicaraan tentang penyakit asma

    • 3. Tn Srt belum tahu patofisiologi asma dan cara perawatannya

    Data Subjektif

    Aktual

    Harga diri rendah

    Ketidakmampuan

    • 1. Tn Srt mengatakan,

    pada penderita post

    keluarga

    “Saya malu Mbak kalau

    gangguan jiwa (Tn

    merawat,

    disuruh senam, tidak usah

    Srt)

    memutuskan,

    saja.”

    menggunakan

    • 2. Ny Th dan Ny AS

    sumber daya

    mengatakan bahwa Tn Srt

    keluarga,

    pemalu dan tidak

    maupun fasilitas

    kooperatif

    kesehatan

    Data Objektif

    • 1. Tn Srt menolak untuk

    berlatih nafas dalam mapun senam asma

    • 2. Kontak mata sangat kurang, lebih banyak menunduk

    • 3. Bicara pelan dan sedikit

    • 4. Tn Srt sering menyendiri dan melamun di depan rumah

    Data Subjektif

    Aktual

    Nyeri

    Ketidakmampuan

    • 1. Ny AS mengatakan, “Kepala saya sering nyeri

    keluarga mengenal,

    bagian atas sampai turun kebelakang.”

    memutuskan, merawat, dan

    • 2. Ny AS mengatakan bahwa tekanan darahnya selalu tinggi

    menggunakan sumber-sumber yang ada di

    Data Objektif

    keluarga,

    • 1. Ny AS berusia 85 tahun

    masyarakat maupun fasilitas

    • 2. TD saat pengkajian :

    kesehatan

    180/100 mmH

    III. PERENCANAAN

    • A. Penentuan Prioritas Masalah

    1. Pola nafas tidak efektif pada penderita asma berhubungan dengan

    ketidakmampuan keluarga Tn Srt mengenal masalah kesehatan, membuat keputusan, merawat anggota keluarga yang sakit, dan memanfaatkan sumber daya keluarga yang ada.

    No

    Kriteria

    Hitungan

    Skor

    Pembenaran

     
    • 1. 3/3 x 1

    Sifat

    masalah

    :

     

    1

    Tn Srt menderita penyakit asma

    obat

    tidak/kurang sehat

    sejak lama, sering kambuh dan

    sudah ketergantungan dengan

    • 2. 0/2 x 2

    Kemungkinan masalah dapat diubah : kecil

     

    0

    Pengetahuan keluarga tentang penyakit tersebut ada, tetapi

    referensi, fasilitas ada, jarak

    sedikit sekali Sumber daya keluarga : dana minim, waktu ada, fasilitas kurang, minat kurang, pendidikan tidak menunjang. Sumber daya perawat :

    Puskesmas dekat. Sumber daya masyarakat : tidak

    dapat berbuat banyak.

     
    • 3. 2/3 x 1

    Potensial untuk dicegah :

     

    2/3

    Keadaan Tn Srt sudah kronis.

    Srt di rumah.

    cukup

    Perubahan bunyi dan frekuensi

    nafas terjadi pada saat istirahat Masalah agak rumit. Tindakan yang sudah dilakukan sekarang kurang mendukung. Anggota keluarga kurang berperan terhadap perawatan Tn

    Menonjolnya masalah :

    • 4. 2/2 x 1

     

    1

    Tn

    Srt

    dan

    keluarga

    Masalah dirasakan, perlu

    menganggap

    penyakit

    Tn

    Srt

    ditangani

    sebagai

    masalah

    yang

    perlu

    diatasi

    Jumlah

    2 2/3

    2. Bersihan jalan nafas tidak efektif pada penderita asma berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn Srt mengenal masalah kesehatan, membuat keputusan, merawat anggota keluarga yang sakit, dan memanfaatkan sumber daya keluarga yang ada.

    No

    Kriteria

    Hitungan

    Skor

    Pembenaran

     
    • 1. 3/3 x 1

    Sifat

    masalah

    :

     

    1

    Tn Srt menderita penyakit asma

    obat

    tidak/kurang sehat

    sejak lama, sering kambuh dan

    sudah ketergantungan dengan

    • 2. 1/2 x 2

    Kemungkinan masalah dapat diubah : sebagian

     

    1

    Pengetahuan keluarga tentang penyakit tersebut ada, tetapi

    referensi, fasilitas ada, jarak

    sedikit sekali Sumber daya keluarga : dana terbatas, waktu ada, fasilitas kurang, minat kurang, pendidikan kurang menunjang. Sumber daya perawat :

    Puskesmas dekat. Sumber daya masyarakat : tidak

    dapat berbuat banyak.

     
    • 3. 2/3 x 1

    Potensial untuk dicegah :

     

    2/3

    Keadaan Tn Srt sudah kronis.

    Srt di rumah.

    cukup

    Perubahan bunyi dan frekuensi

    nafas terjadi pada saat istirahat Masalah tidak begitu rumit. Tindakan yang sudah dilakukan sekarang kurang mendukung. Anggota keluarga kurang berperan terhadap perawatan Tn

    Menonjolnya masalah :

    • 4. 2/2 x 1

     

    1

    Tn

    Srt

    dan

    keluarga

    Masalah dirasakan, perlu

    menganggap

    penyakit

    Tn

    Srt

    ditangani

    sebagai

    masalah

    yang

    perlu

    diatasi

    Jumlah

    3 2/3

    3.

    Koping individu tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn Srt mengenal, memutuskan, merawat, dan menggunakan sumber-sumber yang ada di keluarga

     

    No

    Kriteria

    Hitungan

    Skor

    Pembenaran

     
    • 1. 3/3 x 1

    Sifat

    masalah

    :

     

    1

    Tn Srt menginginkan sembuh

    tidak/kurang sehat

    tetapi tidak mau melakukan

    perawatan secara mandiri

     
    • 2. 1/2 x 2

    Kemungkinan masalah dapat diubah : sebagian

     

    1

    Pengetahuan keluarga tentang penyakit tersebut ada, tetapi

    referensi, fasilitas ada, jarak

    sedikit sekali Sumber daya keluarga : dana terbatas, waktu ada, fasilitas kurang, minat kurang, pendidikan tidak menunjang, dukungan dari istri ada Sumber daya perawat :

    Puskesmas dekat. Sumber daya masyarakat : tidak

    dapat berbuat banyak.

     
    • 3. Potensial untuk dicegah :

    2/3 x 1

    2/3

    Keadaan

    Tn

    Srt

    kronis,

    dan

     

    cukup

       

    masih ada gejala sisa gangguan jiwa. Masalah agak rumit. Tindakan yang sudah dilakukan sekarang kurang mendukung. Anggota keluarga berperan terhadap perawatan Tn Srt di

    rumah, tetapi kurang optimal

    4.

    Menonjolnya masalah :

    1/2 x 1

    1/2

    Ny

    Th

    dan

    keluarga

    Masalah dirasakan, tidak

    menganggap

    sikap

    Tn

    Srt

    perlu segera ditangani

    sebagai

    masalah

    namun

    tidak

    perlu segera ditangani, karena

    sudah

    biasa

    dan

    sudah

    tidak

    mau berubah lagi

     

    Jumlah

    3 1/6

    4. Kurang pengetahuan tentang penyakit asma dan cara perawatannya pada keluarga Tn Srt berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal, memutuskan, merawat, dan menggunakan sumber-sumber yang ada di keluarga, masyarakat maupun fasilitas kesehatan

    No

    Kriteria

    Hitungan

    Skor

    Pembenaran

     

    1.

    Sifat masalah : aktual

    3/3 x 1

    1

    Tn Srt menginginkan sembuh tetapi tidak mau melakukan

    perawatan secara mandiri

     

    2.

    Kemungkinan masalah dapat diubah : sebagian

    1/2 x 2

    1

    Pengetahuan keluarga tentang penyakit tersebut ada, tetapi sedikit sekali Sumber daya keluarga : dana terbatas, waktu ada, fasilitas kurang, minat kurang, pendidikan tidak menunjang, dukungan dari istri ada Sumber daya perawat :

    referensi, fasilitas ada, jarak Puskesmas dekat. Sumber daya masyarakat : tidak

    dapat berbuat banyak.

     

    3.

    Potensial untuk dicegah :

    2/3 x 1

    2/3

    Keadaan Tn Srt kronis,

    cukup

    keluarga sudah terbiasa dan tidak ada usaha untuk memperoleh informasi tentang penyakit asma Masalah agak rumit. Tindakan yang sudah dilakukan sekarang kurang mendukung. Anggota keluarga berperan terhadap perawatan Tn Srt di rumah, tetapi kurang optimal

    4.

    Menonjolnya masalah :

    0/2 x 1

    0

    Ny

    Th

    dan keluarga

    Masalah tidak dirasakan

    menganggap tidak ada masalah

     

    dengan informasi-informasi

    yang tidak diperoleh keluarga

     

    Jumlah

    2 2/3

    5.

    Harga diri rendah pada penderita post gangguan jiwa (Tn Srt) berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn Srt merawat, memutuskan, menggunakan sumber keluarga mapun fasilitas kesehatan

    No

    Kriteria

    Hitungan

    Skor

    Pembenaran

    • 1. 3/3 x 1

    Sifat

    masalah

    :

     

    1

    Tn Srt

    pernah

    menderita

    tidak/kurang sehat

    gangguan jiwa, pernah mondok

    di RSJ Pakem 2kali.

    • 2. 1/2 x 2

    Kemungkinan masalah dapat diubah : rendah

     

    1

    Pengetahuan keluarga tentang penyakit tersebut sangat minim

    referensi, fasilitas ada, jarak

    Sumber daya keluarga : dana terbatas, waktu ada, fasilitas kurang, minat kurang, tingkat pendidikan kurang menunjang. Sumber daya perawat :

    Puskesmas dekat. Sumber daya masyarakat : tidak

    ada respon

    • 3. 1/3 x 1

    Potensial untuk dicegah :

     

    1/3

    Keadaan Tn Srt sudah kronis

    Srt di rumah.

    rendah

    Masalah agak rumit.

    Tindakan yang sudah dilakukan sekarang kurang mendukung. Anggota keluarga kurang berperan terhadap perawatan Tn

    Menonjolnya masalah :

    • 4. 0/2 x 1

     

    0

    Ny Th dan keluarga sudah

    Masalah tidak dirasakan lagi oleh keluarga

    terbiasa dengan kondisi tersebut dan tidak menganggap hal itu

    sebagai masalah

    Jumlah

    2 1/3

    6. Nyeri pada penderita hipertensi (Ny AS) berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn Srt mengenal, memutuskan, merawat, dan menggunakan sumber-sumber yang ada di keluarga, masyarakat maupun fasilitas kesehatan

    No

    Kriteria

    Hitungan

    Skor

    Pembenaran

    • 1. Sifat

    masalah

    :

    3/3 x 1

    1

    Ny AS mengeluh nyeri sudah

    tidak/kurang sehat

    sejak

    lama, dan

    tidak pernah

    berkurang

    • 2. Kemungkinan

    masalah

    1/2 x 2

    1

    Pengetahuan

    keluarga

    tentang

     

    dapat diubah : rendah

       

    penyakit tersebut sangat minim Sumber daya keluarga : dana terbatas, waktu ada, fasilitas kurang, minat kurang, tingkat pendidikan kurang menunjang. Sumber daya perawat :

    referensi, fasilitas ada, jarak Puskesmas dekat. Sumber daya masyarakat : tidak

    ada respon

    • 3. 1/3 x 1

    Potensial untuk dicegah :

     

    1/3

    Keadaan Ny AS sudah kronis

    Srt di rumah.

    rendah

    Masalah tidak begitu rumit

    rumit. Tindakan yang sudah dilakukan sekarang kurang mendukung. Anggota keluarga kurang berperan terhadap perawatan Tn

    Menonjolnya masalah :

    • 4. 0/2 x 1

     

    0

    Ny AS dan keluarga sudah

    Masalah tidak dirasakan

    terbiasa dengan kondisi tersebut

    lagi oleh keluarga

    dan tidak menganggap hal itu

    sebagai masalah

    Jumlah

    2 1/3

    Dari hasil skoring di maka urutan prioritas pemecahan masalah adalah :

    • 1. Bersihan jalan nafas tidak efektif pada penderita asma berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn Srt mengenal masalah kesehatan, membuat keputusan, merawat anggota keluarga yang sakit.

    Data Subyektif

    Tn Srt mengatakan, sering ada dahak yang sulit keluar apalagi saat habis batuk dan saat serangan

    Tn Srt mengatakan, “Kalau dahaknya sulit keluar, saya merasa tambah sesak nafas.”

    Data Obyektif

    Terdengar suara wheezing tanpa stetoskop Batuk-batuk berdahak

    • 2. Koping individu tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn Srt mengenal, memutuskan, merawat, dan menggunakan sumber-sumber yang ada di keluarga. Data Subyektif Tn Srt mengatakan tidak apa-apa dengan kondisinya saat ini Data Obyektif

    Tn St nampak kurang respek terhadap tawaran-tawaran informasi kesehatan

    Tn

    Srt

    kurang

    konsentrasi

    dalam

    diskusi tentang kondisi

    kesehatannya Penurunan penggunaan dukungan sosial dari keluarga maupun masyarakat

    • 3. Kurang pengetahuan tentang penyakit asma dan cara perawatannya berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn Srt mengenal, memutuskan, merawat, dan menggunakan sumber-sumber yang ada di keluarga, masyarakat maupun fasilitas kesehatan.

     

    Data Subyektif

    Tn Srt dan Ny Th mengatakan, “Kami belum tahu tentang asma Mbak, lha wong kami ini kan orang bodho…”

    Tn Srt dan keluarga belum mengetahui cara perawatan penderita asma Data Objektif Tn Srt dan Ny Th tidak sekolah dan tidak bisa membaca

    Tn Srt dan Ny Th nampak kurang interes dengan pembicaraan tentang penyakit asma

    Tn Srt belum tahu patofisiologi asma dan cara perawatannya

    • 4. Pola nafas tidak efektif pada penderita asma berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn Srt mengenal masalah kesehatan, membuat keputusan, merawat anggota keluarga yang sakit, dan memanfaatkan sumber daya keluarga yang ada.

    Data Subjektif

    Tn Srt mengatakan telah menderita asma sejak lama, dan setiap

    kambuh selalu diberi obat semprot alupen. Tn Srt sering merasa nafasnya pendek-pendek meskipun dalam keadaan istirahat, dan Tn Srt mengatakan sudah biasa bernafas seperti itu.

    Data Objektif Pada saat pengkajian, Tn Srt tidak dalam serangan asma Nafas pendek RR : 28x/mnt Penggunaan otot nafas tambahan

    • 5. Harga diri rendah pada penderita post gangguan jiwa (Tn Srt) berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn Srt merawat, memutuskan, menggunakan sumber keluarga mapun fasilitas kesehatan.

     

    Data Subjektif

    Tn Srt mengatakan, “Saya malu Mbak kalau disuruh senam, tidak usah saja.”

    Ny Th dan Ny AS mengatakan bahwa Tn Srt pemalu dan tidak kooperatif

    Data Objektif Tn Srt menolak untuk berlatih nafas dalam mapun senam asma Kontak mata sangat kurang, lebih banyak menunduk Bicara pelan dan sedikit Tn Srt sering menyendiri dan melamun di depan rumah 6. Nyeri pada penderita hipertensi (Ny AS) berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn Srt mengenal, memutuskan, merawat, dan menggunakan sumber-sumber yang ada di keluarga, masyarakat maupun fasilitas kesehatan

     

    Data Subjektif

    Ny AS mengatakan, “Kepala saya sering nyeri bagian atas sampai turun kebelakang.”

    Ny AS mengatakan bahwa tekanan darahnya selalu tinggi Data Objektif Ny AS berusia 85 tahun TD saat pengkajian : 180/100 mmH

    • B. Perencanaan Keperawatan

    1. Perencanaan Dx 1. Bersihan jalan nafas tidak efektif pada penderita asma berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn Srt mengenal masalah kesehatan, membuat keputusan, merawat anggota keluarga yang sakit.

    No

    Diagnosa

    Tujuan

    Intervensi

    Keperawatan

    1

    Bersihan jalan

    Tujuan Umum :

    • 1. Kaji

    • 2. Kaji

    nafas tidak efektif pada penderita asma (Tn Srt) pada keluarga Tn Srt berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga

    Bersihan jalan nafas penderita asma (Tn Srt) efektif setelah dilakukan asuhan keperawatan keluarga selama 3 minggu.

    Tujuan Khusus :

    pengetahuan keluarga tentang bersihan jalan nafas berkaitan dengan penyakit asma

    sumber daya, tenaga, biaya, waktu, dan fasilitas/peralatan yang

    mengenal masalah

    Keluarga Tn Srt mampu :

    dimiliki keluarga untuk mengatasi bersihan

    kesehatan,

    • 1. Mengetahui

    jalan nafas tidak efektif

    membuat keputusan, merawat anggota keluarga yang

    penyebab bersihan jalan nafas tidak efektif

    • 3. Diskusi kan dengan keluarga mengenai penyebab

    sakit.

    • 2. Mengetahui akibat penumpukan sekret

    bersihan jalan nafas tidak efektif karena penyakit asma

    • 3. Mengetahui manfaat batuk efektif dan senam

    • 4. Ajarkan batuk efektif untuk mengeluarkan dahak

    asma

    • 5. Ajarkan

    • 4. Mengetahui cara batuk efektif

    kepada keluarga cara senam asma

    dan senam asma

    • 6. Anjurka

    • 5. Mendemon strasikan batuk efektif dan senam asma

    n keluarga untuk mendemonstrasikan batuk efektif dan senam asma

    • 7. Beri penekanan ulang kepada keluarga pentingnya melakukan batuk efektif dan senam asma

    • 8. Libatka

           

    n keluarga dalam proses perawatan

    9.

    Evaluas i pemahaman dan cara- cara batuk efektif dan senam asma

    • 10. Dampin gi keluarga sekali lagi dalam melakukan senam asma mandiri

    • 11. Berikan reinforcement positif atas keberhasilan keluarga dalam usaha perawatan yang telah

     

    dilakukan

    • 2. Perencanaan Dx 2. Koping individu tidak efektif berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn Srt mengenal, memutuskan, merawat, dan menggunakan sumber-sumber yang ada di keluarga.

    No

    Diagnosa

    Tujuan

    Intervensi

    Keperawatan

    2

    Koping individu

    Tujuan Umum :

    1.

    tidak efektif

    Koping individu

    Kaji sumber daya, tenaga,

    berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn Srt mengenal, memutuskan,

    efektif setelah dilakukan asuhan keperawatan keluarga Tn Srt selama 3 minggu.

    biaya, waktu, dan fasilitas/peralatan yang dimiliki keluarga untuk melakukan perawatan pada anggota keluarga yang sakit

    merawat, dan

    Tujuan Khusus :

    2.

    menggunakan sumber-sumber

    Keluarga Tn Srt mampu :

    Jelaskan maksud kunjungan dengan bahasa yang

    yang ada di

    1.

    sederhana

    keluarga.

    Kooperatif dengan

    3.

    kegiatan diskusi

    Bersikap ramah dan tidak

    2.

    menggurui

    Mengikuti saran-

    4.

    saran kegiatan untuk perawatan

    Lakukan diskusi/kunjungan tidak melebihi kontrak waktu yang telah

    3.

    disepakati

    Membuat keputusan

    5.

    untuk merawat anggota keluarga yang

    Lakukan penyuluhan dengan media yang mudah dipahami keluarga

    sakit

    6.

    4.

    Libatkan keluarga atau

       

    Memberdayakan sumber-sumber

    saudara dekat untuk pemberian support sistem

    keluarga yang

    7.

    ada

    Bantu keluarga untuk

    • 5. membuat keputusan yang tepat mengenai perawatan

    8.

    Jelaskan pentingnya perawatan di rumah bagi anggota keluarga yang sakit

    9.

    Evaluasi cara-cara koping adaptif

    10.

    Berikan reinforcement positif atas keberhasilan keluarga dalam usaha koping yang

    efektif

    3. Kurang pengetahuan tentang penyakit asma dan cara perawatannya berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn Srt mengenal, memutuskan, merawat, dan menggunakan sumber-sumber yang ada di keluarga, masyarakat maupun fasilitas kesehatan.

    No

    Diagnosa

    Tujuan

    Intervensi

    Keperawatan

    3

    Kurang

    Tujuan Umum :

    • 1. Kaji pengetahuan

    • 2. Kaji sumber

    pengetahuan tentang penyakit asma dan cara perawatannya berhubungan dengan ketidakmampuan

    Pengetahuan keluarga tentang penyakit asma dan cara perawatannya akan meningkat setelah

    keluarga tentang penyakit asma

    daya, tenaga, biaya, waktu, dan fasilitas/peralatan yang dimiliki keluarga untuk mengatasi penyakit asma

    keluarga Tn Srt mengenal, memutuskan, merawat, dan menggunakan sumber-sumber yang ada di

    dilakukan asuhan keperawatan keluarga Tn Srt selama 3 minggu.

    • 3. Diskusikan dengan keluarga mengenai pengertian, penyebab penyakit asma, tanda gejala, pencegahan kekambuhan dan cara penanganan penyakit asma

    keluarga,

    Tujuan Khusus :

    • 4. Berikan

    masyarakat maupun fasilitas

    Keluarga Tn Srt mampu :

    penyuluhan dengan bahasa sederhana

    kesehatan

    1.

    • 5. Gunakan media

    Mengetahui

    yang mudah dipahami oelh

    pengertian

    keluarga

    asma

    • 6. Demonstrasikan

    2.

    cara penanganan asma

       

    Mengetahui

    • 7. Evaluasi

    penyebab

    pemahaman dan demonstrasi

    asma

    • 8. Berikan

    3.

    reinforcement positif atas

    Mengetahui

    keberhasilan keluarga dalam

    tanda gejala

    usaha memahami informasi

    asma

    yang diberikan

    4.

    Mengetahui

    pencegahan

    kekambuhan

    5.

    Mengetahui

    penanganan

    asma

     

    6.

    4. Pola nafas tidak efektif pada penderita asma berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn Srt mengenal masalah kesehatan, membuat keputusan, merawat anggota keluarga yang sakit, dan memanfaatkan sumber daya keluarga yang ada.

    No

    Diagnosa

    Tujuan

    Intervensi

    Keperawatan

    4

    Pola nafas tidak

    Tujuan Umum :

    • 1. Kaji

    • 2. Kaji

    efektif pada penderita asma berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn Srt mengenal masalah

    Pola nafas penderita asma (Tn Srt) efektif setelah dilakukan asuhan keperawatan keluarga selama 3 minggu.

    Tujuan Khusus :

    pengetahuan keluarga tentang bersihan pola nafas berkaitan dengan penyakit asma

    sumber daya, tenaga, biaya, waktu, dan fasilitas/peralatan

    kesehatan, membuat

    Keluarga Tn Srt mampu :

    yang dimiliki keluarga untuk mengatasi pola

    keputusan,

    1.

    nafas tidak efektif

    merawat anggota keluarga yang sakit, dan

    Mengetahui penyebab pola nafas tidak efektif

    • 3. Diskusika n dengan keluarga mengenai penyebab

    memanfaatkan

    2.

    pola nafas tidak efektif

    • 4. Ajarkan

    sumber daya keluarga yang

    Mengetahui akibat pola nafas tidak efektif

    karena penyakit asma

    ada.

    3.

    nafas dalam dan

    Mengetahui cara

     

    senam asma

    berlatih nafas

    • 5. Anjurkan

    efektif efektif

    keluarga untuk

    4.

    mendemonstrasikan

       

    Mengetahui manfaat latihan nafas dalam

    nafas dalam dan senam asma

    dan senam asma

    • 6. Beri

    5.

    penekanan ulang

    • 7. Libatkan

    Mendemonstrasikan nafas dalam dan senam asma

    kepada keluarga pentingnya melakukan latihan nafas dalam

    dan senam asma

    keluarga dalam proses perawatan

    • 8. Evaluasi pemahaman dan cara- cara nafas dalam dan senam asma

    • 9. Dampingi keluarga sekali lagi saat melakukan senam asma mandiri Berikan reinforcement positif atas keberhasilan keluarga dalam usaha perawatan yang telah

    10.

    dilakukan

    IV.

    SI

    PELAKSANAAN/IMPLEMENTA

    Pelaksanaan dan Evaluasi Dx 1. Bersihan jalan nafas tidak efektif

     

    No

    Pelaksanaan

    Evaluasi

    1

    Jumat, 6 Agustus 2004 jam15.00- 16.00 WIB Melakukan pengkajian

    Jumat, 6 Agustus 2004 jam 16.00 WIB S :

    mengenai kondisi sakit (Tn

    Tn Srt mengatakan sudah

    Srt) saat ini Mengkaji suara nafas, adanya

    menderita asma sejak kecil. Ny Th mengatakan, “Kalau

    sekresi, batuk yang menyertai asma Mengkaji pengetahuan

    pas serangan pasti ada dahaknya Mbak, dan sulit keluar.” Tn Srt menanyakan, “Kalau

    keluarga tentang bersihan jalan nafas yang tidak efektif karena penyakit asma Mengkaji pengetahuan

    O :

    bersin atau batuk, kok langsung serak yaMbak, lalu ada dahaknya, dan jadi sesak nafas.”

    keluarga dalam mengatasi

    Terdengar suara nafas

    bersihan jalan nafas tidak efektif

    wheezing tanpa stetoskop Disertai batuk-batuk berdahak

    Mengkaji upaya yang telah

    Tn Srt nampak sesak nafas

       

    dilakukan oleh keluarga untuk

    Keluarga termasuk tingkat

    mengatasi bersihan jalan nafas yang tidak efektif

    ekonomi menengah kebawah Keluarga berminat untuk

    Mengkaji sumber daya yang ada di keluarga, tenaga, biaya, waktu dan fasilitas/peralatan

    mendapat informasi tentang perawatan penyakit asma, tetapi Tn Srt sendiri kurang interes.

    yang menunjang perawatan

    Sumber-sumber keluarga :

    penderita asma Melakukan diskusi mengenai

    tempat, waktu ada, biaya terbatas. Kontrak waktu kunjungan

    Lakukan kunjungan sesuai

    kebutuhan dan minat keluarga terhadap informasi-informasi tentang perawatan penderita asma Melakukan kontrak waktu dan

    berikutnya minggu depan, dan waktunya bisa setiap saat pada sore hari. A : Tujuan belum tercapai

    kegiatan yang akan digunakan

    P :

    untuk memberikan penyuluhan

    kontrak yang telah disepakati Berikan informasi tentang :

    serta demonstrasi perawatan penderita asma

    pentingnya mencapai bersihan jalan nafas efektif Latih batuk efektif dengan demonstrasi, dan jelaskan

     

    manfaatnya

    2

    Jumat, 13 Agustus 2004, jam 14.30-15.30 WIB

    Jumat, 13 Agustus 2004, jam 15.30 WIB

    Memberi informasi tentang

    S :

    pentingnya menjaga bersihan

    Tn Srt mengatakan, “Tapi

    jalan nafas efektif Memberikan penjelasan

    saya masih sulit mengeluarkan dahak.”

    tentang manfaat batuk efektif

    Tn Srt mengatakan, “Saya

    untuk mengeluarkan dahak Mendemonstrasikan batuk

    malu mbak, nanti saja akan saya coba.”

    efektif

    O :

    Memberi reinforcement

    Tn Srt tidak bersedia

    atas keberhasilan keluarga dalam memahami informasi dan upaya melakukan batuk

    melakukan batuk efektif bersama- sama perawat karena malu Tn Srt dan keluarga nampak

    efektif

    memahami informasi yang diberikan A : Tujuan tercapai sebagian P :

     

    Lanjutkan kunjungan Motivasi Tn Srt untuk

    dilakukan

    mendemonstrasikan batuk efektif Beri pujian atas upaya yang

    3

    Sabtu, 22 Agustus 2004 jam 12.00- 13.00 WIB

    Sabtu, 22 Agustus 2004 jam 13.00 WIB

    Mengevaluasi cara batuk

    S :

    efektif

    Tn Srt mengatakan, “Nanti

     

    Menganjurkan keluarga

    saja Mbak, saya akan lakukan

    dan Tn Srt untuk mendemonstrasikan batuk

    seperti itu.” Tn Srt mengatakan, “Saya itu

    efektif Memberikan penyuluhan tentang senam asma

    sudah menerima keadaan saya seperti ini, saya tidak senam saja.”

    O :

    Tn Srt tidak bersedia

    Mendemonstrasikan senam asma

    melakukan batuk efektif maupun senam asma bersama-sama perawat karena malu Tn Srt dan keluarga nampak

     

    memperhatikan dan memahami informasi yang diberikan A : Tujuan tercapai sebagian P :

    Lanjutkan kunjungan Motivasi Tn Srt untuk

    dilakukan

    mendemonstrasikan batuk efektif dan senam asma Beri pujian atas upaya yang

    4

    Rabu, 25 Agustus 2004 jam 11.30-

    Rabu, 25 Agustus 2004 jam 12.00

     

    12.00

    S :

    Mengulang gerakan senam asma

    Tn Srt mengatakan, “Sudalah Mbak, tidak usah senam saja.”

    Memotivasi Tn Srt untuk

    O :

    mendemonstrasikan senam asma Memberi penekanan ulang pentingnya melakukan batuk

    Tn Srt tidak bersedia melakukan batuk efektif maupun senam asma bersama-sama perawat karena malu

    efektif dan senam asma Kontrak waktu untuk

    Tn Srt kurang kooperatif terhadap kegiatan demonstrasi

    kunjungan bersama dosen pembimbing akademik

    A : Tujuan tercapai sebagian P :

     

    Lanjutkan kunjungan Motivasi Tn Srt untuk

    dilakukan

    mendemonstrasikan batuk efektif dan senam asma Beri pujian atas upaya yang

    Pelaksanaan dan Evaluasi Dx 2. Koping individu tidak efektif

    No

     

    Pelaksanaan

    Evaluasi

    1

    Jumat, 6 Agustus 2004 jam15.00-

    Jumat, 6 Agustus 2004 jam 16.00

    16.00

    WIB

     

    WIB

    Melakukan pengkajian

    S :

    mengenai kondisi sakit (Tn

    Tn Srt mengatakan sudah

     

    Srt) saat ini Mengkaji respon keluarga

    menderita asma sejak kecil. Ny Th mengatakan, “Saya ini

    terhadap kondisi sakit Mengkaji upaya-upaya

    orang bodo Mbak, tidak tahu apa- apa.”

    keluarga yang telah dilakukan

    Tn Srt mengatakan, “Saya

    dalam menghadapi kondisi sakit Mengkaji sumber daya yang

    sudah dari dulu seperti ini ya tidak apa-apa Mbak, sudah saya terima.”

    ada di keluarga, tenaga, biaya,

    O :

    waktu dan fasilitas/peralatan

    Tn Srt nampak menyerah dan

    yang menunjang perawatan penderita

    pasrah terhadap keadaan Upaya Tn Srt dan keluarga

    Melakukan kontrak waktu dan

    dalam mencari bantuan kesehatan

    kegiatan kunjungan yang akan datang

    kurang optimal Keluarga termasuk tingkat

    ekonomi menengah kebawah. Kontrak waktu kunjungan

    berikutnya minggu depan, dan waktunya bisa setiap saat pada sore hari. A : Tujuan belum tercapai P :

    Lakukan kunjungan sesuai kontrak yang telah disepakati Bantu keluarga menentukan

    koping efektif

    2

    Jumat, 13 Agustus 2004, jam 14.30-15.30 WIB

    Jumat, 13 Agustus 2004, jam 15.30 S :

    Menjelaskan tentang

    Tn Srt menyadari adanya

    O :

    adanya masalah kesehatan pada keluarga Tn Srt dan perlu segera ditangani Memberi beberapa

    masalah kesehatan, tetapi keluarga sudah tidak begitu merasakannya karena sudah kronis

    alternatif pemecahan masalah

    Tn Srt mengatakan, “Saya

    kepada keluarga Memberi kesempatan

    sudah minum jamu kok Mbak.”

    keluarga untuk memutuskan cara yang akan ditempuh

    Tn Srt nampak pasrah kepada keadaan sakitnya

    dalam mengatasi masalah

    Tn Srt menyanggupi untuk

    kesehatan Memberi reinforcement

    diberi informasi tentang cara perawatan penyakitnya

    atas keberhasilan keluarga dalam mengambil keputusan yang tepat

    A : Tujuan tercapai sebagian P :

    Lanjutkan kunjungan Motivasi Tn Srt konsekuen

    dilakukan

     

    terhadap keputusan yang telah diambil Beri pujian atas upaya yang

    3

    Sabtu, 22 Agustus 2004 jam 12.00-

    Sabtu, 22 Agustus 2004 jam 13.00

    13.00

    WIB

     

    WIB

    Mengevaluasi perhatian

    S :

    dan konsentrasi Tn Srt terhadap kegiatan penyuluhan Mengevaluasi upaya

    O :

    Tn Srt mengatakan, “Kemarin saya latihan nafas dalam seperti yang dianjurkan Mbak.”

    perawatan yang dilakukan Tn

    Srt dan keluarga sesuai saran

    Tn Srt tidak bersedia

    A : Tujuan tercapai sebagian

    perawat Memberi pujian atas

    melakukan nafas dalam tetapi tidak bersama-sama perawat

    konsekuensi terhadap

    Dalam diskusi, perhatian dan

    keputusan yang telah diambil

    kontak mata kurang Tn Srt cenderung pasif

     

    P :

    Lanjutkan kunjungan

    dilakukan

    Motivasi Tn Srt untuk

    meningkatkan koping efektif Beri pujian atas upaya yang

    4

    Rabu, 25 Agustus 2004 jam 11.30-

    Rabu, 25 Agustus 2004 jam 12.00

    12.00

     

    S :

    Mengevaluasi pelaksanaan perawatan terhadap penderita asma : nafas dalam, batuk

    Tn Srt mengatakan, “Saya sudah latihan nafas, tapi belum latihan senam asma.”

    efektif, senam asma

    O :

    Mengevaluasi perhatian

    Tn Srt dan keluarga belum

    dan kontak mata Kontrak waktu untuk

    sepenuhnya melakukan perawatan sesuai keputusan yang dibuat

    kunjungan bersama dosen

    Tn Srt kurang kooperatif

    pembimbing akademik

    terhadap kegiatan demonstrasi A : Tujuan tercapai sebagian P :

     

    Lanjutkan kunjungan Motivasi Tn Srt untuk

    dilakukan

    konsekuen terhadap keputusan yang diambil Beri pujian atas upaya yang

    Pelaksanaan dan Evaluasi Dx 3. kurang pengetahuan tentang penyakit asma dan cara perawatannya

    No

     

    Pelaksanaan

    Evaluasi

    1

    Jumat, 6 Agustus 2004 jam15.00-

    Jumat, 6 Agustus 2004 jam 16.00

    16.00

    WIB

     

    WIB

    Melakukan pengkajian

    S :

    mengenai kondisi sakit (Tn

    Ny Th mengatakan, “Saya ini

     

    Srt) saat ini Mengkaji keluarga tentang

    orang bodo Mbak, tidak tahu apa- apa.”

    O :

    penyakit asma, penyebab, tanda gejala, cara pencegahan kekambuhan dan penanganannya

    Tn Srt menanyakan, “Kalau bersin kok seringnya langsung kumat, itu kenapa Mbak?”

    Mengkaji sumber daya yang

    Tn Srt dan Ny Th idak

    ada di keluarga, tenaga, biaya, waktu dan fasilitas/peralatan

    sekolah dan tidak dapat membaca Tn Srt belum mengetahui

    yang menunjang peningkatan pengetahuan tentang penyakit

    patofisiologi asma mendapat informasi tentang

    asma Melakukan diskusi mengenai

    perawatan penyakit asma, tetapi Tn Srt sendiri kurang interes.

    kebutuhan dan minat keluarga

    Sumber-sumber keluarga :

    terhadap informasi-informasi tentang penyakit asma dan cara perawatannya Melakukan kontrak waktu dan

    tempat, waktu ada, biaya terbatas. Kontrak waktu kunjungan berikutnya minggu depan, dan

    kegiatan yang akan digunakan untuk memberikan penyuluhan serta demonstrasi perawatan penderita asma

    waktunya bisa setiap saat pada sore hari. A : Tujuan belum tercapai P :

     

    Lakukan kunjungan sesuai kontrak yang telah disepakati Berikan informasi tentang :

    pengertian, tanda gejala, penyebab, pencegahan kekambuhan dan penanganan

    asma

    2

    Jumat, 13 Agustus 2004, jam 14.30-15.30 WIB

    Jumat, 13 Agustus 2004, jam 15.30 WIB

    Memberi informasi tentang

    S :

    asma : pengertian, penyebab, tanda gejala, pencegahan kekambuhan dan penanganan Memberi reinforcement

    Ny Th menyatakan baru mengetahui cara perawatan asma yang lebih alami dengan meminimalkan obat

    atas keberhasilan keluarga

    O :

    dalam memahami informasi

    Tn Srt dan Ny Th nampak

     

    interes terhadap diskusi Tn Srt dan Ny Th

    mengajukan beberapa pertanyaan Tn Srt dan Ny Th mampu

    menyebutkan informasi yang telah diberikan A : Tujuan tercapai sebagian P :

    Lanjutkan kunjungan Evaluasi cara pencegahan

    rumah

    kekambuhan dan penanganan di

     

    Beri pujian atas upaya yang

    dilakukan

    3

    Sabtu, 22 Agustus 2004 jam 12.00-

    Sabtu, 22 Agustus 2004 jam 13.00

    13.00

    WIB

     

    WIB

    Mengevaluasi cara

    S :

    pencegahan kekambuhan dan penanganan di rumah Memberi kesempatan

    Tn Srt mengatakan, “Saya sudah latihan nafas dalam seperti yang Mbak ajarkan.”

    keluarga untuk bertanya

    O :

     

    Tn Srt mampu mengulangi cara perawatan penyakit asma :

    nafas dalam, batuk efektif, dan senam asma A : Tujuan tercapai P :

    Lanjutkan kunjungan untuk

    dilakukan

    terminasi Motivasi Tn Srt untuk

    menanyakan hal-hal yang belum diketahui Beri pujian atas upaya yang

    4

    Rabu, 25 Agustus 2004 jam 11.30-

    Rabu, 25 Agustus 2004 jam 12.00

    12.00

     

    S :

    Menawarkan kepada keluarga untuk tanya jawab

    Tn Srt mengatakan, “Tidak ada Mbak.”

     

    O :

    Latar pendidikan keluarga

    kurang menunjang Tn Srt dan keluarga sudah

    mengetahui tentang penyakit asma, meskipun secara garis besar A : Tujuan tercapai P :

    Motivasi dan monitor kemajuan keluarga Tn Srt Beri pujian atas upaya yang

    dilakukan

    Pelaksanaan dan Evaluasi Dx 4. Pola nafas tidak efektif

    No

     

    Pelaksanaan

    Evaluasi

    1

    Jumat, 6 Agustus 2004 jam15.00-

    Jumat, 6 Agustus 2004 jam 16.00

    16.00

    WIB

     

    WIB

    Melakukan pengkajian

    S :

    mengenai kondisi sakit (Tn Srt) saat ini

    Tn Srt mengatakan sudah menderita asma sejak kecil.

    Mengkaji status pernafasan,

    Ny Th mengatakan, “Nafas

     

    frekuensi, RR, kedalaman nafas Mengkaji pengetahuan

    saya memang sering seperti ini Mbak, dan ini sudah biasa buat saya.”

    O :

    keluarga tentang pola nafas yang tidak efektif karena penyakit asma

    Tn Srt mengatakan, “Kalau pas kambuh ya sesak sekali.”

    Mengkaji pengetahuan

    Tn Srt nampak sesak nafas

    keluarga dalam mengatasi pola

    Nafas pendek-pendek

    nafas tidak efektif

    RR : 28 x/menit

    Mengkaji upaya yang telah

    Nampak penggunaan otot

    dilakukan oleh keluarga untuk mengatasi pola nafas yang

    bantu nafas Keluarga berminat untuk

    tidak efektif Mengkaji sumber daya yang

    mendapat informasi tentang

    ada di keluarga, tenaga, biaya, waktu dan fasilitas/peralatan

    perawatan penyakit asma, tetapi Tn Srt sendiri kurang interes. Sumber-sumber keluarga :

    yang menunjang perawatan penderita asma Melakukan diskusi mengenai

    tempat, waktu ada, biaya terbatas. Kontrak waktu kunjungan

    kebutuhan dan minat keluarga terhadap informasi-informasi tentang perawatan penderita asma Melakukan kontrak waktu dan

    berikutnya minggu depan, dan waktunya bisa setiap saat pada sore hari. A : Tujuan belum tercapai P :

    Lakukan kunjungan sesuai

    kegiatan yang akan digunakan untuk memberikan penyuluhan serta demonstrasi perawatan

    kontrak yang telah disepakati Berikan informasi tentang :

    penderita asma

    pentingnya mencapai pola nafas efektif Latih nafas dalam dengan perut dengan demonstrasi, dan

     

    jelaskan manfaatnya

    2

    Jumat, 13 Agustus 2004, jam 14.30-15.30 WIB

    Jumat, 13 Agustus 2004, jam 15.30 WIB

    Memberi informasi tentang

    S :

    pentingnya menjaga pola

    Tn Srt mengatakan, “Saya

    nafas efektif Memberikan penjelasan

    paham Mbak…cara melakukan nafas dalam”

    tentang manfaat nafas dalam untuk mempertahankan pola nafas efektif

    Tn Srt mengatakan, “Saya malu Mbak, nanti saja akan saya coba.”

    Mendemonstrasikan nafas

    O :

    dalam dengan perut

    Tn Srt tidak bersedia

    P :

    Memberi reinforcement

    melakukan nafas dalam bersama-

    atas keberhasilan keluarga dalam memahami informasi

    sama perawat karena malu Tn Srt dan keluarga nampak

    dan upaya melakukan nafas dalam

    memahami informasi yang diberikan A : Tujuan tercapai sebagian

       

    Lanjutkan kunjungan

    dilakukan

    Motivasi Tn Srt untuk

    mendemonstrasikan nafas dalam Beri penyuluhan tentang

    senam asma Beri pujian atas upaya yang

    3

    Sabtu, 22 Agustus 2004 jam 12.00-

    Sabtu, 22 Agustus 2004 jam 13.00

     

    13.00

    WIB

    WIB

    Mengevaluasi cara nafas

    S :

    dalam

    Tn Srt mengatakan, “Nanti

    Menganjurkan keluarga

    saja Mbak, saya akan lakukan

    dan Tn Srt untuk mendemonstrasikan nafas

    seperti itu.” Tn Srt mengatakan, “Saya itu

    dalam Memberikan penyuluhan tentang senam asma

    sudah menerima keadaan saya seperti ini, saya tidak senam saja.”

    Mendemonstrasikan senam

    O :

    asma

    Tn Srt tidak bersedia melakukan nafas dalam maupun senam asma bersama-sama perawat karena malu

     

    Tn Srt dan keluarga nampak memperhatikan dan memahami informasi yang diberikan A : Tujuan tercapai sebagian P :

    Lanjutkan kunjungan

    dilakukan

    Motivasi Tn Srt untuk

    mendemonstrasikan nafas dalam dan senam asma Beri pujian atas upaya yang

    4

    Rabu, 25 Agustus 2004 jam 11.30-

    Rabu, 25 Agustus 2004 jam 12.00

     

    12.00

    S :

    Mengulang gerakan senam asma

    Tn Srt mengatakan, “Sudalah Mbak, tidak usah senam saja.”

    Memotivasi Tn Srt untuk

    O :

    mendemonstrasikan senam

    Tn Srt tidak bersedia

    asma Memberi penekanan ulang

    melakukan nafas daam maupun senam asma bersama-sama

    pentingnya melakukan nafas dalam dan senam asma

    perawat karena malu Tn Srt kurang kooperatif

    Kontrak waktu untuk

    terhadap kegiatan demonstrasi

    kunjungan bersama dosen pembimbing akademik

    A : Tujuan tercapai sebagian P :

     

    Lanjutkan kunjungan Motivasi Tn Srt untuk

    mendemonstrasikan nafas dalam

       

    dan senam asma Beri pujian atas upaya yang

    dilakukan

    7. Kurang pengetahuan tentang penyakit hipertensi dan perawatannya berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga Tn Srt mengenal, merawat, memutuskan, dan memanfaatkan sumber daya di keluarga maupun fasilitas kesehatan

    No

    Kriteria

    Hitungan

    Skor

    Pembenaran

    • 1. 3/3 x 1

    Sifat masalah : aktual

     

    1

    Ny AS dan keluarga belum

    perawatannta di rumah

    mengetahui sepenuhnya tentang penyakit hipertensi dan cara

    • 2. 2/2 x 2

    Kemungkinan masalah dapat diubah : cukup

     

    2

    Pengetahuan keluarga tentang penyakit tersebut sangat minim

    referensi, fasilitas ada, jarak

    Sumber daya keluarga : dana terbatas, waktu ada, fasilitas kurang, minat kurang, tingkat pendidikan kurang menunjang. Sumber daya perawat :

    Puskesmas dekat. Sumber daya masyarakat : tidak

    ada respon

    • 3. 1/3 x 1

    Potensial untuk dicegah :

     

    1/3

    Keadaan Ny AS sudah kronis

    Srt di rumah.

    rendah

    Masalah tidak begitu rumit

    rumit. Tindakan yang sudah dilakukan sekarang kurang mendukung. Anggota keluarga kurang berperan terhadap perawatan Tn

    Menonjolnya masalah :

    • 4. 0/2 x 1

     

    0

    Ny AS dan keluarga sudah

    Masalah tidak dirasakan lagi oleh keluarga

    terbiasa dengan kondisi tersebut dan tidak menganggap hal itu

    sebagai masalah

    Jumlah

    3

    2 1/3