Anda di halaman 1dari 2

http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/cdk_013_penyakit_mata.pdf Stadium blennorrhea . Setelah lima hari supurasi makin menghebat dan sekret menjadi purulent.

. Pada saat ini mudah timbul ulkus cornea karena epitel cornea rusak disana-sini disertai tanda-tanda nekrosis. Bila keadaan ini dibiarkan tanpa pengobatan, terjadilah ulkus cornea perforatus dan kuman mulai masuk ke dalam bola mata dan mengakibatkan endophthalmitis. Kuman bahkan dapat menjalar ke jaringan rongga orbita dan menimbulkan tanda-tanda panophthalmitis. Inimerupakan komplikasi terberat. Pada stadium ini pemeriksaan preparat hapus sekret mata akan dijumpai kuman N gonorrhoeae serta leucocyt p m n.

Benda asing yang masuk ke dalam corpus vitreus akan mengendap kedasar dan menimbulkan perobahan-perobahan degenerasi sehingga corpus vitreus akan menjadi encer. Oleh karena benda ini besi, maka akan terjadi dissosiasi elektrolit dengan corpus vitreus, dimana metal akan disebarkan ke dalam jaringan dan akan bereaksi dengan protein sel, mematikan sel dan terjadi atrophy. Keadaan ini disebut siderosis. Pada pasien ini juga terjadi proses infeksi karena kuman turut masuk dan corpus vitreus merupakan media yang baik untuk pertumbuhan kuman. Oleh sebab itu corpus alienum perlu dikeluarkan secepatnya. Pengeluaran corpus alienum dari corpus vitreus dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : (i) Ekstraksi melalui anterior route. (ii) Ekstraksi melalui posterior route Endophthalmitis dan panophthalmitis.Dapat terjadi akibat perluasan radang dengan eksudat purulen (purulen meningitis) sampai ke bulbus oculi. Penderita Meningitis sebagai penyakit peradangan atas dasar adanya infeksi kuman masih banyak jumlahnya pada anak-anak. Komplikasi oftalmologik dapat terjadi mulai dari yang ringan sampai berat berupa peradangan, paralyse dari yang ringan sampai yang berat serta atropi organ-organ di dalam ruang orbita dan bola mata. Unsur kimia utama penyusun mahluk hidup adalah bahan minor penyusun kerak bumi (kandungan utama 47% O, 28% Si, 7.9% Al, 4.5% Fe, dan 3.5% Ca).

Enam unsur utama penyusun sel hidup adalah: C, H, N, O, P, dan S.