P. 1
PEMERIKSAAN PSIKOLOGI (PSIKOTEST)

PEMERIKSAAN PSIKOLOGI (PSIKOTEST)

|Views: 14|Likes:
Dipublikasikan oleh Cara Cepat Kaya

More info:

Published by: Cara Cepat Kaya on Jun 11, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/20/2014

pdf

text

original

PEMERIKSAAN PSIKOLOGI (PSIKOTEST

)

 Psikotest adalah tes mengenal segi-segi kejiwaan (normal/patologis)  Tugas dikerjakan segi kejiwaan dinilai/diukur.  Syarat:  Valid  Reliabel  Standart : mengukur apa yang seharusnya diukur : keajegan/konsisten : ada patokan/norma

 Diskriminatif : alat ukur mempunyai daya beda

KEGUNAAN DAN TUJUAN  Seleksi dan promosi  Bimbingan studi  Klinis: untuk membantu dalam menegakkan diagnosa  Penelitian

MACAM-MACAM PSIKOTEST  Test Intelligence  Test bakat/minat  Test kepribadian

INTELLIGENCE  Suatu kemampuan untuk mengerti secara tepat dan cepat  Lebih ditentukan oleh faktor herediter  Tidak menjamin untuk berprestasi karena tergantung juga pada: EI (Emotional Intelligence) EQ (Emotional Question)

 Kemampuan mengontrol diri sendiri  Memiliki semangat dan ketekunan  Kemampuan motivasi diri sendiri  Tahan menghadapi frustrasi  Mampu mengatur suasana hati  Mampu menunjukkan empati  Optimisme  Fakta Orang yang cakap secara emosional lebih sukses hidupnya.3 % 18.1 % . FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTELLIGENCE: “TOUMAN”  Heredity  Age  Training  Environment CERDAS EMOSI:  Mudah adaftasi  Tidak impulsif  Tekun  Sosialisasi + GOLEMAN  Emotional Intelligence: kecakapan emosional.33 % 11.TEST INTELLIGENCE Mengukur tingkat kemampuan umum kemampuan untuk menyelesaikan masalah yang memerlukan daya pikir. INTELLIGENCE QUESTION: MA (Mental Age) IQ = CA (Calender Age) Dihitung sesuai tanggal lahir. IQ 140 – ke atas 120 – 139 110 – 119 Klasifikasi Very superior Superior High Average % 1.

6 % 2.5 % 14.5 % 5.90 – 109 80 – 89 70 – 79 60 – 69 PERKEMBANGAN Normal/Average Low Average Borderline Mental Retardation INTELEGENSI 46.63 % 100 80 40 0 6 .0 Proses perkembangan intelegensi bicara GESSEL DRAWING TEST Serible (15 bln) Vertical line (13 bln) ξ ∫ О X X Є ⁄ Ở Circle ( 3 th) Cros Square ( 5 th ) ‫ٱ‬ ‫ٱ‬ Triangle (6 th) Diamond Design ( 9 th ) ∆ ♦ ∆ ♦ .

2. 1. tdk ada benar & salah mengabaikan kepribadian  Kepribadian berkembang atas : . …………….11 TH )    A Indikasi kelainan organik Kematangan Visual motorik Kesukaran membaca 5. Bakat Faktor Lingkungan Keturunan Perkembangan Bakat Dipengaruhi :    Minat / motivasi Nilai Kepribadian Bakat muncul bila memperoleh kesempatan untuk dikembangkan melalui proses belajar dalam lingkungan.BENDER GESTALT TEST ( 4 . Test Kepribadian :   Mengukur segi kejiwaan Bersifat non kognitif Berupa test proyeksi. 4. > > > > > 6. 3.

Biasanya disertai reaksi perilaku yang sehat. mental dan sosial. Contoh: Menangis teriak-teriak disertai gerakan badan. Bayi yang mengalami banyak emosi senang akan merupakan model dasar setiap kali ke dokter . Beberapa bayi akan menunjukkan dominasi emosi senang dari pada tidak senang. Pada semua usia emosi senang merupakan jaminan untuk menyesuaikan yang lebih baik dari pada emosi kurang senang. Anak sehat dan anak bermasalah khusus berbeda dalam penampilan fisik. BAYI SEHAT  Fisik tumbuh baik Kartu KMS TB.    TES BAKAT bawaan umur peranan nilai budaya Mengukur adanya kemampuian khusus yang dapat menjadi indikator bagi adannya kemungkinan untuk dididik/dilatih memiliki keahlian. mudah berubah ke jenis emosi lain 2. singkat. Sering timbul. BB Panca indra Motoriknya  Reaksi emosional baik  Reaksi sosial baik REAKSI EMOSIONAL BAYI Ada 2 ciri: 1. Sedang yang lain adalah sebaliknya.. PENGKAJIAN PSIKOLOGIS ANAK SEHAT DAN ANAK BERMASALAH KHUSUS. kuat. Rentan terhadap pembiasaan (mudah bereaksi terhadap rangsangan yang pada waktu lalu menimbulkan reaksi emosi tertentu) menangis.

untuk:  Penyesuaian pribadi  Penyesuaian sosial  Pola perilaku yang akan menimbulkan kebahagiaan. emosi dan lingkungan.  9 – 13 bulan REAKSI SOSIAL TERHADAP ORANG DEWASA  2 – 3 bulan dapat membedakan manusia dan benda mati tahu manusia yang memenuhi kebutuhan-kebutuhannya lebih senang bersama manusia siapa saja .  18 – 24 bulan mulai mencoba menarik perhatian bayi lain dengan melambungkan badan ke atas ke bawah memandang. Perilaku bayi yang ditunjukkan dalam situasi sosial baik mempengaruhi yang baik penyesuaian pribadi dan sosialnya sekali terbentuk cenderung menetap. Bayi tersenyum:  Ibu/pengasuh senang  Hubungan baik  Perhatian/perlindungan dari lingkungan lebih baik. bermain ludah. tertawa. Mainan untuk hubungan sosial.  13 – 18 bulan berebut mainan berkurang lebih berminat main dengan bayi lain. REAKSI SOSIAL Reaksi sosial terhadap bayi :  4 –5 bulan  6 – 7 bulan bayi tersenyum pada bayi lain menunjukkan minat pada tangisannya mencoba meremas pakaian dan rambut bayi lain bersama menggunakan mainan meskipun cenderung bingung bila bayi lain mengambil salah satu mainannya. Namun masih bisa berubah tergantung kondisi kesehatan fisik.

bayi ingin digendong reaksi berbeda pada wajah yang tersenyum. 4 – 5 bulan  6 – 7 bulan  8 – 9 bulan  12 bulan bereaksi terhadap larangan negativism. MASALAH YANG SERING DITEMUI:  RM  Autism masa kanak-kanak  ADHD. suara ramah/marah . tidak mengikuti perintah dari dewasa ditunjukkan dengan perilaku menarik diri/ledakan amarah  22 – 24 bulan bayi bekerja sama dalam beberapa kegiatan rutin seperti:  memakai baju  makan. mandi BERMAIN  memberikan kesempatan bagi banyak bentuk belajar  pemecahan masalah  kreativitas  masuknya informasi mengenai lingkungannya  eksporasi terhadap manusia/benda  memberikan kegembiraan  belajar menyenangkan diri sendiri tumbuh kepercayaan diri (mandiri)  bekerja sama.  16 – 18 bulan mencoba meniru kata-kata isyarat dan gerakan sederhana orang lain bisa membedakan teman/orang asing ketakutan pada orang asing mulai menunjukkan keterikatan kuat pada ibunya.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->