Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II

PERCOBAAN VII

KARAKTERISASI PASIR BESI DARI DOROMENA DEPAPRE KABUPATEN JAYAPURA

OLEH : ABDUL ASIS 009 054 0028


DOSEN PEMBIMBING Tanggal Praktikum Tanggal kumpul laporan : : : Darwanta, S.Si., M.Si 4 Mei 2013 29 Mei 2013

KELOMPOK II : 1. ABSUL ASIS 2. ENGA BUSUP 3. IMELDA S. HINDOM 4. MIIRANDA D. PUTERI

JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS CENDERAWASIH JAYAPURA 2013

A. TUJUAN PERCOBAN 1. Mahasiswa mampu mengenali salah satu potensi mineral pasir besi di papua 2. Mahasiswa mampu mengkarakterisasi sampel pasir besi meliputi: berat jenis, derajat kemagnetan dan jenis mineralnya.

B. DASAR TEORI Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, diantaranya adalah bahan tambang, minyak bumi, gas, dan material lainnya termasuk pasir besi. Menurut Bemmelen (1949) di Indonesia keberadaan endapan pasir besi banyak tersebar di berbagai kepulauan seperti di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Papua. Di Papua potensi besi dan material pasir belum banyak diidentifikasi dan dilaporkan, sehingga pemanfaatannya masih sangat minimal. Khususnya potensi material pasir yang terdapat di sepanjang pantai kampung Doromena Distrik Depapre Kabupaten Jayapura belum dikaji dan dilaporkan secara ilmiah. Selama ini pemanfaatannya material pasir tersebut oleh penduduk setempat hanya sebatas untuk pasir bahan bangunan. Pasir besi merupakan bahan mineral yang mengandung unsure besi, titanium dan unsure lainnya (Sukandarrumidi, 2009). Adapun nilai mineral tersebut sangat bergantung pada kandungan besi di dalamnya. Secara umum pasir besi tersebut terdiri dari mineral opak yang bercampur dengan butiran-butiran dari mineral non logam seperti kuarsa, kalsit, feldspar, ampibol, piroksen, biotit, dan tourmaline. Mineral besi dalam pasir besi tersebut terdiri dari magnetitie, titaniferous magnetite, ilmenite, limonite, dan hematite. Titaniferous magnetite adalah bagian yang cukup penting merupakan ubahan dari magnetite dan ilmenite. Mineral bijih pasir besi terutama berasal dari batuan basaltic dan andesitic vulkanik. Pasir besi didefinisikan sebagai pasir yang mengandung bijih besi, biasanya bersifat magnet dan sering dijumpai di sepanjang pantai. Pair besi sebagai bijih besi adalah bahan yang mengandung satu atau lebih senyawa-senyawa kimia yang dapat diekstrak secara menguntungkan (Puspitaningrum, 1992 dalam Skawati, 2008). Pasir besi merupakan agregat yang mempunyai berat jenis tinggi sekitar 4,2 - 5,2

g/mL. secara umum pasir besi terdiri dari mineral opak yang bercampur dengan butiran-butiran dari mineral non logam seperti kuasa, kalsit, fieldspar, ampibol, piroksen, biotit, dan tourmaline. Mineral tersebut terdiri dari magnetite (Fe3O4), titaniferous magnetite, ilmenite, limonite, dan hematite (Fe2O3). Kandungan besi yang terdapat pada endapan pasir besi yang utama adalah mineral tetanomagnetik, adapun komposisinya : Fe 60%, Al2O3 3,3%, SiO2 0,26%, P2O5 0,55%, TiO2 9,2%, MgO 0,6% (Totok dan Gautama, dalam Sumarni, 2006). Titaniferous magnetite adalah bagian yang cukup penting merupakan ubahan dari magnetite dan ilmenite. Mineral bijih pasir besi terutama berasal dari batuan basaltic dan andesitic vulkanik. Secara umum penggunaan bijih besi untuk industry logam besi dapat digunakan untuk peleburan logam, sebagai bahan baku industry baja dan industri alat-alat rumah tangga. Selain itu dapat pula dapat digunakan dalam bidang industry semen, bahan dasar tinta kering (toner) untuk mesin fotokopi dan tinta laser, sebagai bahan utama untuk membuat pita kaset, pewarna serta campuran untuk cat, bahan dasar industry magnet. Memperhatikan sangat banyaknya kegunaan logam besi maka upaya-upaya eksplorasi untuk menemukan sumber-sumber besi yang potensial menjadi penting dilakukan.

C. ALAT DAN BAHAN ALAT 1. Timbangan Analitik 2. Magnet 3. Gelas Ukur 100 mL BAHAN 1. Pasir Pantai Doromena 2. Pasir asal Sentani 3. Aquadest asal

D. CARA KERJA 1. Menentukan berat jenis pasir Timbang sampel pasir sebanyak 50 g Siapkan gelas ukur 100 mL yang terisi akuades tepat 50 mL Masukkan sampel pasir ke gelas ukur, amati perubahan volumenya sebagai volume pasir. Hitung harga berat jenis = massa pasir/volume pasir Ulangi langkah tersebut diatas untuk jenis pasir yang lain.

2. Menentukan derajat kemagnetan pasir Timbang sebanyak 100 g sampel pasir Tebarkan pasir diatas kertas dan interaksikan dengan magnet yang dibungkus dengan plastic bening. Ulangi interaksi pasir dengan magnet beberapa kali sehingga pemisahannya maksimal. Timbang masing-masing berat bagian yang tertarik magnet dan bagian yang tertinggal. Hitung derajat kemagnetan = berat tertarik magnet x 100% Berat pasir awal

E. HASIL PENGAMATAN Pasir Sentani Hasil Timbang Pasir Sentani 100 g = 100,065 gr Hasil Timbang Pasir Sentani 50 gr = 50,009 gr Volume Pasir Sentani Volume air Volume air + pasir Volume pasir = 50 mL = 70 mL = Volume (air + pasir) - Volume air = 70 mL 50 mL = 20 mL Berat pasir Sentani hasil magnet = 1,58 gr Pasir Doromena Hasil Timbang Pasir Doromena 100 gr = 100,004 gr Hasil Timbang Pasir Doromena 50 gr = 50,069 gr Volume Pasir Doromena Volume air Volume air + pasir Volume Pasir = 50 ml = 65 ml = Volume (air + pasir) - Volume air = 65 ml 50 ml = 15 ml Berat pasir Doromena hasil magnet = 36,595 gr

F. PERHITUNGAN 1. Menentukan Berat Jenis Sampel a. Berat Jenis sampel pasir Doromena ( ) ( ) ( ) b. Berat Jenis sampel pasir Sentani ( ) ( ) ( ) 2. Menentukan Derajat Kemagnetan Sampel Pasir a. Derajat Kemagnetan pasir Doromena

b. Derajat Kemagnetan pasir Sentani

c. Perbandinngan Derajat Kemagetan Pasir Besi Perbandingan = Derajat Kemagnetan pasir Doromena : Derajat Kemagnetan pasir Sentani = :

G. PEMBAHASAN Pada praktikum ini dilakukan karakterisasi pasir besi asal Doromena kabupaten Jayapura guna mengenali salah satu potensi mineral pasir besi di Papua. Adapun indikator yang digunakan untuk karekterisasi yaitu berat jenis, derajat kemagnetan yang akan dibandingkan dengan pasir yang berasal dari Sentani. Sedangkan untuk pasir asal Doromena akan dikarakterisasi jenis mineral yang terkandung didalamnya.

Gambar 1.Sampel Pasir Pantai Doromena (kiri) dan Sampel Pasir Sentani (kanan) Tahap awal percobaan yaitu menghitung berat jenis sampel pasir. Sampel pasir seberat 50 gram dimasukkan kedalam gelas ukur yang telah diisi aquadest 50 mL dan dilihat perubahan volume yang terjadi sebagai hasil dari volume sampel pasir. Dari hasil percobaan diperoleh data bahwa volume sampel pasir Doromena sebesar 15 mL sedangkan volume pasir Sentani sebesar 20 mL. Selanjutnya dihitung berat jenis sampel sebagai hasil bagi dari berat sampel pasir dan volume sampel pasir. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa berat jenis sampel pasir Doromena sebesar 3,3 gram/mL sedangkan untuk pasir Sentani sebesar 2,5 gram/mL. Hal ini menunjukkan bahwa pasir Doromena memiliki berat jenis yang lebih besar bila dibandingkan dengan pasir Sentani karena pasir Doromena mengandung mineralmineral logam yang pada umumnya memiliki berat jenis yang tinggi. Tahap kedua percobaan yaitu menghitung derajat kemagnetan sampel pasir. Sebanyak 100 gram sampel pasir diinteraksikan dengan magnet hingga maksimal. Kemudian ditimbang berat konsentrat yang tertarik oleh magnet. Dari hasil percobaan diperoleh hasil bahwa berat konsentrat pasir besi Doromena sebesar

36,595 gram sedangkan berat konsentrat pasir besi Sentani sebesar 1,58 gram. Nilai derajat kemagnetan pasir Doromena sebesar 25,6818% sedangkan nilai derajat kemagnetan pasir Sentani sebesar 0,089 %. Hal ini menunjukkan bahwa pasir asal Doromena mengandung mineral-mineral logam yang lebih banyak tertarik oleh magnet dibanding pasir asal Sentani.

Gambar 2. Konsetrat Mineral Logam Pasir Asal Doromena yang Tertarik oleh Magnet

Gambar 3.Konsetrat Logam Pasir Doromena dan Konsetrat Mineral Logam Pasir Sentani Tahap akhir pada percobaan ini yaitu menganalisa data XRD (X-Ray Difaktogram ) dari sampel pasir Doromena dan konsentrat mineral logam pasir besi Doromena. Berikut adalah data XRD sampel pasir Doromena :

Gambar 4.Difaktogram Pasir Pantai Doromena Dari data difaktogram diatas jenis-jenis mineral penyusun material Pasir Pantai asal Doromena yaitu sebagai berikut : No.. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. NamaSenyawa Magnetite Hematite Ilmetite Mesolite Corundum Messelite Quartz Rutile Magnesite Siderite Rumus Kimia Fe3O4 Fe2O3 FeTiO3 Na2Ca2Al6Si9O30.9H2O Al2O3 (Ca, Fe, Mn)2(PO4)2.2H2O SiO2 TiO2 MgCO3 FeCO3

Dari data diatas, secara umum pasir pantai Doromena terdiri dari mineralmineral logam seperti magnetite, hermatite, ilmetite, messelite, corundum, magnesite, dan siderite serta mineral-mineral non logam seperti mesolite, quartz, dan rutile.

Berikut ini adalah data XRD konsentrat pasir besi Doromena :

Gambar 5.Difaktogram Konsetrat Magnetik Pasir Besi Doromena Dari data difaktogram diatas jenis-jenis mineral penyusun material konsentrat pasir besi asal Doromena yaitu sebagai berikut : No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. NamaSenyawa Magnetite Hematite Ilmetite Rutile Corundum Siderite RumusMolekul Fe3O4 Fe2O3 FeTiO3 TiO2 Al2O3 FeCO3

Dari data diatas, secara umum konsentrat pasir besi Doromena terdiri dari mineral-mineral logam yang lebih banyak mengandung unsure besi (Fe) yaitu magnetite, hemalite, ilmetite, dan siderite serta mineral lainnya yaitu rutile dan corundum.

H. KESIMPULAN 1. Pasir asal Doromena memiliki karakterisasi yang berbeda dengan pasir asal Sentani. 2. Pasir asal Doromena mempunyai berat jenis 3,3 gr/mL dan derajat kemagnetan pasir besi asal Doromena sebesar 25,6818 %. 3. Pasir asal Sentani mempunyai berat jenis 2, gr/mL dan derajat kemagnetan pasir besi asal Sentani sebesar 0,089 %. 4. Pasir asal doromena memiliki kandungan mineral Magnetite, Hematite, Ilmetite, Rutile, Corundum, dan Siderite yang cukup tinggi.

I. DAFTAR PUSTAKA Darwanta. 2013. Penuntun Praktikum Kimia Anorganik II. Jayapura:

UniversitasCenderawasih. Narto. 2012. Karakterisasi Pasir Besi asal Doromena Kabupaten Jayapura . Skripsi. Jayapura :UniversitasCenderawasih.

Anonim. 2009. Karakterisasi Magnetik Pasir Besi asal Cilacap (Online).http://adityabeyubay359.blogspot.com/2009/08/karakterisasimagnetik.html(diakses 05 Mei 2013).