Anda di halaman 1dari 6

Asap yang Selalu Ada, saat Pesawat Ulang Alik Lepas Landas

Setiap tangan ini selalu di depan laptop, pasti dan ingin sekali menulis hal hal yang paling momentual di hari ini. urusan apapun, sebaik apapun atau seburuk apapun. karena semuanya terasa lepas begitu saja. entah mengapa, awalan itu selalu kandas karena hal sepele. bahkan bermain angry birds pun bisa mengalahkan, hal hal memorial. apakah suasana egois yang membuat itu semua luntur. apakah karena kurang peduli sehingga banyak hal yang terbengkalai dan meneruskan kegiatan selanjutnya ke bagian bawah bantal, dan ke alam mimpi. yang mana sesungguhnya itu semua tidak akan terjadi, melainkan hanya pikiran otak yang kosong, penuh pikiran bolong. semua pasti hebat di awal, dan sangat sangat buruk di pertengahan, bahkan hingga tak berjejak di akhir. namun sekarang keseluruhan gaya hidup harus dibedakan, karena inilah esensi kiamat. esensi yang harus dibahas begitu mendalam, hingga akar-akarnya dan dijalankan bak daun yang terus berfotosintesis dalam membantu manusia bernafas. pesawat ulang alik lah model awal yang digunakan. pesawat besar dan mahal dan tiada duanya itu, bisa terbang saat di film armagedon. film inspiratif dan penuh sensasional. pesawat itu mengeluarkan asap yang banyak, amat banyak dan tidak terhitung berapa ton kubik asap itu menggumpal. beribu ribu polusi dihadirkan hanya untuk menggapai suatu mimpi, yakni bisa memenuhi rasa penasaran manusia. saya, manusia biasa bernama mulya haryadi dan lebih suka dipanggil uya, menganggap bahwa kepulan asap itu adalah suatu inspirasi bagi saya. tak ada hari hari yang saya cuatkan demi suatu hal yang baru. sesuatu hal yang inovatif. sesuatu hal yang inspiratif. karena dengan wujud pesawat, pasti akan ada keluaran yang megah. yang entah itu bersifat baik atau buruk. hari ini saya memutuskan suatu hal, baik atau buruk itu bukan urusan saya. Karena saya bosan menciptakan pesawat pesawat yang bisa mengeluarkan asap menggumpal, tetapi tega membiarkan asap itu dihembuskan angin sepoi sepoi, hingga tak berbekas. padahal saya ingin sekali memanfaatkan asap itu hingga menjadi awan yang rindang, yang melindungi kita saat upacara bendera. tak lain dan bukan, pesawat itu adalah inisiatif saya untuk menulis. inisiatif untuk menggapai banyak mimpi. inisiatif saya untuk shalat tepat waktu. inisiatif saya untuk menidurkan badan ini tepat waktu. inisiatif saya untuk mengatakan bahwa, hi, aku cinta padamu. inisiatif saya untuk berjalan kaki, tanpa harus bilang pada teman menumpang sampai depan. inisiatif saya untuk mencuci baju sendiri.

inisiatif saya untuk menghilangkan rasa gelisah. inisiatif saya untuk tersenyum pada orang yang dikenal. dan banyak sekali inisiatif inisiatif lainnya. heran, bahwa pesawat itu selalu kandas. sebelum asap menjadi awan yang kokoh. itulah uya, pria bertubuh kurus tak bertata krama, dengan pikiran yang bebas. hanya bisa terus menciptakan tanpa menjaga. padahal tidaklah sulit dalam menjaga. hanya butuh sesuatu hal yang indah dan rapi, yang mana itu selalu dikerjakannya. DISIPLIN. semua itu lepas landas, bak tsunami. saya tak mau pesawat dan asap saya dihantam oleh tsunami. maka, dengan adanya kepulan asap awal, saya mau tidak mau. harus tidak harus. disiplin tidak disiplin. butuh tidak butuh. jadikan ini inisiatif yang bermimpi, yang mempunyai tujuan. yang berkelakar di satu akar takdir yang ditentukan di lauful mahfuz. sesuatu yang tidak memiliki hambatan untuk diraih, sekalipun itu sirna karena hantaman klakson kereta yang fakta dan tak berarti. mari kita menulis, apapun. tentang hukum, tentang cinta, tentang agama, tentang haluan kiri, tentang kipas angin, tentang hal-hal seksual. tentang ketidakjelasan, atau lainnya. tolong menulislah. semua ini hanya satu demi impian untuk hidup (terpenting menyelesaikan skripsi), dan demi seseorang guru (almarhum), Pak Veda. saya harus buang kemuakan itu jauh jauh, merasakan kebiasaan capeknya tangan ini mengetik. kebiasaan punggung ini duduk, dan kebiasaan kebiasaan lainnya yang tak biasa. ini harus dimulai dari sekarang dan di syukuri. AMIN

saya ingin sekali menyampaikan sesuatu hal pertama, di era pertama. baru beberapa menit yang lalu. semua orang membicarakannya karena hari tersebut memiliki tanggal yang indah, tanggal yang penuh keramaian orang untuk memperhelat perkawinan. untuk melahirkan. dan untuk sekedar menyatakan cinta pada kekasihnya. dan sekarang saya pun mengetahui bahwa hari itu ada, dan special hingga detik terakhir. demi tuhan hingga detik terakhir. sungguh pilu untuk mengingatnya. dan sungguh agung untuk diangkat menjadi suatu kisah, yang tak terlupakan sebagai hari hari yang akan datang. hari itu, mimpi dimulai dengan sesuatu yang tak pasti. Karena sampai detik ini, tak tahu saya bermimpi apa kemarin malam. suatu yang abstrak, dan tidak jelas untuk dijadikan memori dalam

bercerita. pagi, saya berbuat dosa, dan ini harus dihindari. ketelatan untuk sholat subuh bagi pria, sesungguhnya sangat malu untuk diumbar. tetapi, memang anugerah tuhan memberikan waktu tidur lebih. sehingga shalat kita telat. itulah saya, membiasakan shalat subuh hingga larut siang, dengan suatu alasan klasik bahwa karena kesiangan. pagi hari, seakan direnggut dari peredaran matahari. ayah kandung saya, memang sejatinya selalu datang ke rumah pagi pagi, karena tempat ia bekerja di dekat rumah. agak sedih tidak melihat ayah yang memang dulunya berlaku tidak adil terhadap saya dan keluarga. namun, itulah ayah saya. ayah satu-satunya di dunia ini yang saya punya. kemana lagi saya harus meminta, kemana lagi saya harus mendapatkan restu, dan kemana lagi saya harus meminta maaf selain kepada ayah saya yang agak nakal itu. dia sungguh baik hati, dengan sikap dia seperti itu. saya manusia yang disakitinya dulu, bisa luluh dan berpaling seperti sekarang ini. bukan karena saya tidak punya uang jajan dan meminta, bukan karena saya tidak punya uang untuk beli laptop dan meminta tambahan dia, bukan karena saya tidak punya uang untuk beli motor dan meminta tambahan dia. tetapi karena dia begitu anggun saat menghirup kopi, dan menyudut rokok samsunya. yang membuat saya khawatir bahwa ketika dia terus seperti itu, apakah saya harus menjadi yatim piatu. inilah dia, dengan sosok beragamnya, yang akan selalu didekati terus oleh anak anak tercinta tanpa adanya rasa kagum atau khawatir, tapi cuman ada rasa ingin untuk mengucapkan hati hati, saat ia menggas motor bebeknya untuk pulang. itulah kisah pagi yang begitu haru, dan begitu biru. tetapi memang itulah warna biru nan haru. karena walaupun demikian, setiap warna pasti member makan. sekalipun itu berwana bening atau transparan. semua ini tentu karena keponakan saya yang lucu, bandel, imut, dan memiliki arogansi tingkat tinggi. tak kan terlupakan saat saya mencuci ari arinya dulu. Sesuatu yang sesuatu sekali. selanjutnya, totalitas perjuangan mahasiswa dimulai. mahasiswa yang ingin memberikan pengabdian bahwa berikan pertolongan adalah langkah ikhlas dalam mengabdi. karena semua ini dimulai dari ikhlas melayani tanggap beraksi. dan saya lakukan dengan sukarela, tanpa beban. mungkin karena dilakukan dengan suatu metode multitasking tingkat tinggi. rasa terima kasih yang cukup, sudah membuat saya bangga dan tersenyum lebar. membuat saya bersyukur, karena dengan mengemban tugas sederhana itu. saya menjadi bisa shalat berjamaah. itulah rasa dimana saya berhasil dalam kuartal waktu shalat. kesyahduan memang ada saat kita berhasil membangun istana megah penuh amal jariyah. AMIN

tekad saya hari ini adalah menghadirkan sesuatu yang baru, sesuatu yang penuh kemandiriian, dan resiko. saya ingin sekali menonton film 5 cm. film yang ceritanya hanya saya ketahui dari bocoran bocoran belaka. tekad saya bulat, kurungi gurun, pecahi hujan, arungi samudera, dan tarik pelatuk motor, untuk mencapai apa itu kursi bioskop berwarna merah dan berlabel halal. saya mencari bersama teman, wawa, untuk menemukan jalur jalur pertontonan. namun, saat itu tidak tampak, melainkan hanya seonggok tulisan bermakna. maaf kursi penuh dengan orang orang yang bayar duluan, silahkan kembali lagi besok dan lupakan makna menonton film ini ditanggal yang cantik. tak patah arang, bioskop lain akan aku jabani untuk ku cari informasi. futsal pun akan jadi pelampiasan setelah bermain ps3. tapi tak ada yang sempurna dari rencana hidup. karena futsal tak enak jika mengenakan celana jins dan beralaskan kaki telanjang bulat. kawan saya berterima kasih telah mununjukkan saya tempat anda berdiam diri. tempat anda menyusun rencana kelak. tempat anda memberikan bakso yang begitu banyak ayamnya, dan di traktir pula. tempat anda membawa saya shalat tepat waktu dan di masjid untuk shalat maghrib. memberikan kode kepada saya untuk beramal, disaat yang mendadak. semua itu begitu menakjubkan. maka semua rasa terima kasih ini saya haturkan kepada saudara saya sesame umat manusia, Amar. rasa terima kasih juga ingin saya haturkan kepada. Wawa; makasih sudah menemani untuk mencari kursi kosong di jam makan siang. dan maaf malam ini gue nonton duluan. untuk seluruh tim advokasi, terima kasih. gue ingin menjabarkan ilmu yang gue dapat dari advokasi. amar, gue satu tim sama lu membuat gue iri kenapa lu bisa ngaji seperti itu. sungguh itu pacuan buat gue untuk menyentuh bahwa gue harus bisa seperti itu, dan gue butuh disiplin untuk bisa. bang fajar, tak ada ilmu yang paling indah selain ilmu abang tentang sedekah. lu tau bang kenapa nilai gue jelek semester lalu, karena gue gak belajar tepatnya. kenapa, karena gue percaya. uas dan uts itu bisa, walau kita gak belajar tapi kita tetap bersedekah. ternyata gue goblok. itu semua tidak mungkin ya bang. tetapi gue dapat pelajaran disana, bahwa ternyata sedekah itu enak, sekalipun hanya seribu ditangan. dan tanpa pamrih. insyaAllah sedekah ini akan terus berkah tanpa harus tangan kiri kita tahu. egi, lu tau kenapa gue heran dengan lu sampai saat ini dan ingin berterima kasih. karena lu itu aneh dalam hal shalat. gak ada orang, atau mungkin gue lupa, orang yang shalat mulu kayak lu kalau gue ketemu. sungguh luar biasa, suatu saat shalat wajib kita tidak akan ketinggalan. amin. shita, sansan, ema, terima kasih gue harapkan kepada

kalian. karena mau dan ingin untuk melanjutkan advo. walaupun ide atau gagasan. kalian tentu sangat dihormati. terima kasih junior. Clinton, afif, rindi, camila tak lupa dengan karya kalian. tulisan ini adalah karya saya, yang mana baik atau buruknya tidak terlihat. yang jelas aliran menulisnya yang saya pikirkan. terima kasih C telah berkarya dengan bulutangkisnya, terima kasih rindi yang telah berkarya dengan ildpnya/taternya/usaha hidupnya/dll, terima kasih afif dengan keorganisasiannya, kehumblean nya terhadap teman teman, terima kasih camila dengan kemenangan kemenangannya di manampun bertanding tenis atau bulutangkis/dengan kesibukannya yang menandakan calon wanita karir/dengan hal hal lainnya. semua punggawa advo, saya berterima kasih. untuk bang fajar, walau abang bilang mengundurkan diri, tapi gue yakin semua punggawa advo akan bilang. kita ikhlas melayani dan tanggap beraksi demi fajar reyhan untuk MWA UI UM 2013. sejuta syukur terima kasih sudah dipanjatkan, saatnya pulang kerumah dan menyongsong impian untuk melengkapi indahnya hari ini. yakni impian nonton film. alangkah hebatnya itu film, dari depok, sampai kalibata. semuanya penuh. dua cinema, ditempat yang berbeda, dijam yang sudah sangat larut semuanya habis terjual. inilah kursi panas yang dingin karena uang dan keduluan. akhirnya usaha itu membara, dan meyakinkan bahwa jangan menyesal jika tidak menonton. jangan menyesal ketika kehilangan uang. jangan menyesal ketika belum makan. jangan menyesal kalau belum belajar. jangan menyesal kalau capai untuk mencari ketidakpastian. jangan pernah berhenti untuk penasaran. maka pulang ke rumah adalah langkah pasti, menggapai isya yang sudah sampai, agar bisa dapat tempat di pondok gede. walau semalam apapun, sendirian, dan takut kehilangan motor. tapi, teman itu ada dan menemani untuk berdiskusi. makasih nita dan hamburger/pepsi/. dan makasih untuk arinta yang membalas sms dengan membahana. inilah awalnya asap, awalnya pesawat ulang alik itu ada. artinya awal dari ide ide tulisan ini ada. padahal ide ini hanya sedikit, ide yang sangat seru, yang tidak bisa diutarakan dalam hal lain pun. cerita ini, tentang cerita persahatan cinta sedih romantic drama semuanya ada. film yang akan selalu diingat, ditahun dan tanggal cantik. film yang akan selalu rela untuk ditonton terus, demi menggali kata kata mutiara. dan terus melihat arinda atau adinda atau dinda. demi menemukan suatu hasrat bahwa menulis adalah jalan umat manusia. menulis adalah jalan bagi surganya para pembual. saya tak tahu harus menceritakan apa, dan mulai dari mana. namun saat menonton, hanya ada cibiran, pikiran, tawaan, tangisan, dan senyuman manis. semua ini seru, tentu untuk 5 cm. ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan, dan itu sangat berarti dihari ini.

saya berterima kasih pada orang orang hebat hari ini, dan saya menysukuri namun , tuhan adalah landasan utama saya berterima kasih. karena goresan takdir yang dia buat, saya percaya hanya saya yang punya. dan hanya yang terhebat dibandingkan siapapun di hari kemarin itu. ibu, adalah tempat saya bernaung. takkan pernah lupa, takkan, dan takkan. hanya dia yang membuat saya merasa, hidup ini tidak ada gunanya jika menyesal dan terus membuat kesalahan. bahwa ya memang saya banyak salah dulu, tapi dia akan menjadi hantu saat saya berlaku untuk esok. begitu banyak pelajaran, diantaranya; bahwa buatlah komunikasi dua arah dengan perempuan saat pendekatan Amar bahwa cinta akan datang saat cinta membutuhkan cinta, terima kasih semesta. Zafran, 5cm bahwa mulut yang akan selalu berdoa Arinda/Adinda/Dinda, 5cm bahwa ingin rasanya menaiki tanjakan cinta di gunung semeru, tanpa menoreh kebelakang. demi menggapai cinta yang tak pasti bahwa buat apa pergi, padahal gue makan hasil tanahnya, gue minum airnya, masa gue gak ada terima kasihnya Ian, 5cm bahwa sebelum tidur harap sikat gigi uya bahwa jangan tidur malam malam disaat besok akan uas uya inilah asap yang biasa saja mungkin, tapi semoga ini bisa memanggil benda benda lainnya yang serupa seperti asap. terima kasih. saat terakhir, saya ingin berdoa yang mujarab dan pernah dilakukan dulu dan bangga ternyata berhasil. yakni; Ya, Allah. terima kasih untuk hari ini, Semoga hari Esok Lebih baik dari hari ini. AMIN See You Nb: maaf jika banyak typo, soalnya mengetiknya cepat. dan maaf kalau namanya disebut, thx