Rabu, 01 Agustus 2007 14:59 WIB Tingkat Kecacatan Penderita Kusta di Indonesia Tinggi Reporter : Cornelius Eko Susanto JAKARTA

--MIOL: Tingkat rata-rata kecacatan penderita penyakit kusta di Indonesia dinilai cukup tingi, yakni mencapai 8,7 persen per kasus kejadian per tahun. Kepala Sub Direktorat Kusta dan Frambusia Depkes Hernani mengakui jumlah tersebut memang amat tinggi. “Untuk itu, mulai tahun ini, kita targetkan tingkat kecacatan bisa berada di bawah 5 persen. Mau kita sih tentu kusta bisa hilang sama sekali dari Indonesia,” ujarnya usai acara Peluncuran Yayasan Tranformasi Lepra Indonesia (YTLI) di Jakarta, Rabu (1/8). Hernani mengatakan pada umumnya sebagian besar penderita kusta yang mengalami kecacatan adalah wanita dan anak-anak. Pengertian yang keliru di masyarakat tentang penyakit kusta, yakni kusta adalah penyakit keturunan, sakit akibat guna-guna atau terjadi karena berhubungan seks saat haid, menjadikan penderita yang mengidap takut dan malah bersembunyi. “Ketidaktahuan masyarakat pada penyakit ini, karena inkubasi penyakit ini yang bisa mencapai 2-4 tahun, bahkan ada yang setelah 40 tahun terpapar baru sakitnya muncul, mengakibatkan pengobatanya jadi terlambat.”. Faktor lain, lanjutnya, juga dari pengetahuan petugas kesehatan pada gejala kusta yang masih minim. Pada 2005, pemerintah melaporkan jumlah kasus kusta baru sebanyak 19.696 kasus di seluruh Indonesia. Pada 2006, tingkat kasus rata-rata (prevelance rate) di Indonesia adalah 1,03 per 10.000 penduduk Jumlah ini, diakui Hernani memang jauh berada di atas standar lembaga kesehatan dunia, WHO. “Sepatutnya prevelance rate berada di bawah 1 per 10.000, kita pernah mencapai hal tersebut pada tahun 2000, namun jumlah tersebut meningkat lagi. Pasalnya, strategi Indonesia saat ini adalah penemuan penderita secara dini untuk segera diobati sebanyakbanyaknya,” katanya. Pada 2006 ini, angka kasus kusta sendiri menurun menjadi 18.300 kasus baru. Namun jumlah ini tetap menjadikan Indonesia sebagai negara dengan penderita kusta tertinggi nomor 3 sedunia setelah India dan Brasil. Sejauh ini 17 provinsi di Indonesia, masih tergolong sebagai daerah endemis (terpapar) kusta. “Kebanyakan di daerah Indonesia timur, seperti Papua, Kalimantan, Halmahera, Sulawesi Selatan dan yang terbanyak Jawa Timur,” ucapnya. Hernani mengakui upaya penghapusan penyakit kusta di Indonesia seperti di negaranegara maju, di mana penyakit kusta telah punah amat berat. “Paling tidak 20 atau 30

B. peningkatan jumlah penderita kusta baru di Indonesia terjadi karena upaya penanggulangan penyakit kuno yang disebabkan Mycobacterium leprae itu kini tidak lagi mendapat perhatian penuh dari pemangku kepentingan terkait.Jumlah penderita kusta atau lepra baru di dunia turun tajam dalam enam tahun terakhir. hingga saat ini.” Akibatnya. penanganan nasib penderita menjadi sangat sulit." katanya." kata Duta Misi Lepra Internasional untuk Indonesia A. menurut dia. lebih tinggi dari jumlah kasus baru lepra di Cina dan Ethiopia yang pada 2007 berturut-turut 1. hidup terisolasi. Di Indonesia yang tahun 2002 jumlah kasus barunya baru 12 ribu pada awal tahun 2008 malah bertambah menjadi sekitar 17 ribuan. "Kita hanya lebih rendah dari India dan Brazil. dengan tingginya tingkat kecacatan. Jumlah kasus lepra baru di tanah air tersebut. "Menurut data WHO tahun 2008. “Stigma masyarakat yang negatif pada penderita kusta walau telah sembuh. namun di Indonesia justru terus bertambah. telah menyebabkan para mantan penderita terpinggirkan secara ekonomi. didunai juga belum ditemukan vaksin untuk memberantas kusta.000 kasus. Selain daerah Indonesia yang luas.500 kasus dan 4. sebagian besar ditemukan di wilayah Jawa Timur.tahun lagi. kusta tidak hanya butuh penanganan medis semata.” Ketua Yayasan Transformasi Lepra Indonesia (YTLI) Kris H. dan kusta kebanyakan terjadi pada daerah yang sulit dijangkau. Kasus penyakit yang jika tidak segera ditangani mengakibatkan kecacatan itu. Timotius menambahkan. bisa disembuhkan dengan pengobatan dan obatnya yang disebut `Multi Drug Therapy` juga disediakan gratis oleh pemerintah di Puskesmas. jumlah kasus lepra baru di dunia yang tahun 2001 sebanyak 760 ribu turun tajam menjadi 210 ribu kasus pada awal 2008. menurut dia. Jawa Barat dan Jawa Tengah. (Tlc/OL-03) Penderita Kusta di Indonesia Terus Bertambah Jakarta (ANTARA News) . Selasa. Susanto di Jakarta. . Masalahnya. mereka menjadi termarjinalisasi. "Penyakit ini tidak mudah menular. hidup dalam kemiskinan dan kehilangan kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. tetapi juga berbagai aspek sosial. Ia memperkirakan.

Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) berada di urutan No 3 sebagai daerah yang paling banyak menderita penyakit . upaya pemberantasan penyakit yang telah menyerang manusia sejak 300 tahun sebelum Masehi itu mesti diawali dengan penanggulangan masalah kemiskinan. "Masa inkubasi penyakit lepra rata-rata 10 tahun. Kendati mekanisme penularan yang tepat hingga kini belum diketahui namun beberapa hipotesis yang telah dikemukakan menyebutkan penyakit ini antara lain bisa menular melalui udara atau akibat kontak dekat dengan penderita yang tidak mengikuti pengobatan. "Menurut hasil penelitian. akan bisa sembuh dari penyakitnya setelah menjalani pengobatan teratur selama antara enam bulan hingga satu tahun. Kekebalan alamiah seseorang bisa tidak normal jika selama dalam kandungan janin tidak mendapatkan asupan nutrisi cukup dan sang ibu tinggal di lingkungan yang sanitasinya buruk. JP Handoko Soewono dari Rumah Sakit Kusta Sitanala Tangerang. setelah kondisi ekonomi masyarakatnya mapan. apalagi dengan melihat pengalaman di negara lain. Kalau diamati. Penderita penyakit kusta sendiri. Terlihat ada korelasi di sini. "Jangan sampai dilupakan bahwa penyakit ini masih ada dan harus dimusnahkan dengan memutuskan rantai penularannya dengan menemukan secara dini penderita dan mengobatinya supaya tidak menular." katanya. Oleh karena itu. peningkatan kasus penyakit lepra di tanah air lebih disebabkan oleh memburuknya kondisi ekonomi masyarakat. jumlah kasusnya sudah menurun dan sepuluh tahun kemudian naik lagi." katanya. Sementara menurut dr. Ia menjelaskan pula bahwa sebenarnya peluang seseorang terkena penyakit kusta sangat kecil karena Mycobacterium leprae tidak akan bisa menyerang manusia dengan sistem kekebalan alamiah normal dan 90-95 persen manusia lahir dengan kekebalan alamiah normal. Menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Lhoksumawe. kata dia. Di Eropa. Gizi kurang dan sanitasi yang buruk sangat erat hubungannya dengan kemiskinan. Selanjutnya. kurang memperhatikan. termasuk profesi medis. kusta sudah tidak ada lagi sejak tahun 1952. tahun 1998. dia menjelaskan." katanya. penderita yang sudah mengonsumsi obat MDT dalam dua kali 24 jam kumannya sudah mati sehingga tidak bisa menularkan penyakitnya kepada orang lain. tentu pemerintah dan semua pemangku kepentingan terkait harus kembali memperhatikan penyebaran penyakit tersebut serta upaya penanggulangannya.Jadi kalau masih menular berarti semua orang. kata Susanto." jelasnya.

para penderita lepra juga dapat hidup normal di tengah masyarakat dan keluarga. yaitu ketiga terbesar di dunia dan kedua di Asia. selain dapat disembuhkan secara total. Demikian diungkapkan dr Handoko. yakni masih miskin dan terpinggirkan. Bali. penyakit lepra atau kusta sering diidentikkan dengan penyakit kutukan. sangat menular dan mustahil disembuhkan. Stigma buruk dari masyarakat juga masih kuat. tak jarang para penderita kusta dikucilkan baik secara sosial dan bahkan di tengah lingkungan keluarga sendiri. Menurut Krisman Pandiangan dari YTLI. NTT. Jawa Timur. Padahal. Dia mencontohkan. penyakit kusta atau lepra sangat sulit menular antarmanusia dan sekarang sudah bisa disembuhkan. Akibatnya. Jawa Tengah. Kalimantan Selatan dan DKI Jakarta. . di Jakarta. Sumatera Selatan. Kesimpulan itu berdasarkan hasil penelitian Yayasan Transformasi Lepra Indonesia (YTLI) terhadap 502 warga di 15 perkampungan penderita kusta di Papua Barat. selama belum menyerang syaraf. obat pemberian WHO ini bahkan telah disalurkan secara gratis melalui puskesmas di seluruh provinsi. dr Handoko mengaku hingga kini penyebab pasti penyakit kusta belum diketahui. Sulawesi Selatan. Meski jumlah kasus lepra di Indonesia tergolong tinggi. Jakarta . Penyakit kusta adalah penyakit menular menahun (lama) yang disebabkan oleh kuman (Mycobacterium Laprae). dalam peluncuran Kampanye Peghapusan Diskriminasi dan Stigma Terhadap Penderita Kusta. penderita kusta sesungguhnya dapat disembuhkan dan hidup secara normal berkat adanya obat yang disebut Multi Drug Therapy (MDT). Rabu.kusta di Indonesia sedangkan daerah Aceh Utara merupakan salah satu daerah yang banyak penderita Kusta di tingkat NAD. Sulawesi Utara.” tutur Krisman di sela peluncuran kampanye Indonesia Tanpa Kusta di Jakarta. Di Indonesia. Penelitian itu dilakukan selama November 2007-Februari 2008. saraf tepi dan dapat menyerang tubuh lain kecuali otak. Penyakit tersebut menyerang kulit. kondisi penderita kusta belum banyak berubah. Rabu (11-06). Padahal. Dr Handoko mengatakan. para penderita kusta tersebut hampir tidak pernah mendapatkan undangan untuk menghadiri hajatan yang dilakukan oleh masyarakat di luar komunitas mereka. Sumatera Utara. Di Indonesia. Wakil Direktur Rumah Sakit Kusta Sitanala Tanggerang.Penderita dan mantan penderita kusta hingga kini belum bisa lepas dari stigma sebagai pembawa penyakit kutukan yang tidak bisa disembuhkan dan membahayakan orang lain. Gejala paling mudah mendeteksi penyakit ini adalah munculnya bercak di bagian tubuh tertentu yang tidak menimbulkan rasa apapun bila dicungkil atau diraba. ”Saat ini kampung kusta tidak hanya ditinggali oleh penderita/mantan penderita kusta saja namun stigma negatif masih dilekatkan kepada penderita/mantan penderita kusta dan mereka tetap rentan mengalami diskriminasi. Kalimantan Barat.

Jakarta Pusat. Untuk mengubah pemikiran masyarakat tentang kusta.juga dipicu gizi buruk. Indonesia menduduki peringkat ketiga di tingkat internasional untuk penderita kus-ta terbanyak setelah India dan Brasil. rata-rata 20 ribu kasus baru per tahun. Parisada Hindhu Dharma Indonesia (PDHI). bakteri-bakteri kusta hanya akan menyerang orang-orang dengan gizi . Penyakit yang bermula dari serangan bakteri yang bernama Microbakterium leprae tersebut. 19 Juni 08 . Penderitanya pun harus diasingkan. Pasalnya.masyarakat umum. dan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin). Mendengar penyakit kusta atau lepra. paradigma tersebut masih kuat di masyarakat Indonesia.oleh : admin KEBERADAAN penyakit kusta atau lepra sangat ditakuti. Gizi Buruk Undang Kusta Kamis. Jawa Timur menduduki peringkat pertama dengan pen. pengurus YTLI dr Sandrijavolo Manalu menambahkan. jumlah penderita kusta cenderung datar. WALUBI.” ujar dr Sandrijavalo.000 dan turun menjadi sekitar 20 ribu kasus pada 2000. ”Tokoh-tokoh organisasi keagamaan itu sepakat untuk saling bahu membahu berusaha menghapuskan stigma negatif terhadap penderita dan mantan penderita kusta. Persatuan Gereja-gereja Indonesia (PGI). Sedangkan dari 33 provinsi di Indonesia. Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Jalan Salemba Raya. Acara tersebut diikuti oleh para mantan penderita kusta.derita kusta terbanyak. yaitu mencapai 5068 penderita.Umumnya. total kasus penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae itu pada 1999 sebanyak 120.baru-baru ini. YTLI berusaha melakukan kampanye pemberantasan kusta dan mengajak organisasi keagamaan untuk bergabung dalam aliansi penghapusan diskriminasi dan stigma terhadap penderita kusta.Sementara itu. Terungkap. bisa dihilangkan asalkan masyarakat Indonesia tidak mengalami kekurangan gizi. Tidak jarang penderitanya dikucilkan bahkan diusir.Yayasan Transformasi Lepra Indonesia (YTLI) bersama Departemen Sosial RI dan Perhimpunan Mandiri Kusta (Permata). menggelar talk show bertajuk.Disebabkan bakteri Microbakterium leprae. Berdasarkan data. Organisasi sosial dan keagamaan yang bergabung dalam aliansi tersebut antara lain Nahdlatul Ulama. Muhammadiyah.mungkin yang terbayang adalah penyakit kutukan yang tidak bisa disembuhkan.mahasiswa dan petugas kesehatan tersebut. Sampai saat ini. Jangan Ada Kusta di Antara KitadiAula Gedung Departemen Sosial RI.

“Sekarang obat itu telah tersedia di puskesmas dengan gratis. Untuk mengubah paradigma negatif tentang para penderita kusta ataupun mantan penderita penyakit tersebut.buruk. Jadi jangan heran jika penyakit kusta banyak ditemukan di negara. Demikian juga orangorang yang telah dinyatakan terbebas dari bakteri kusta. Penyakit yang menyerang kulit dan jaringan syaraf itu kini sudah disembuhkan dengan menggunakan obat bernama MDT (Multi Drugs Treatment). Hal tersebut yang menyebabkan grafik penderita kusta di Indonesia dari tahun ke tahun selalu berubah-ubah. Dokter yang telah lama mengabdi di rumah sakit kusta tersebut memaparkan. Namun. Dugaan paling banyak adalah penyebaran bakteri kusta terjadi lewat pernapasan ataupun lewat udara. Becak putih tersebut biasanya mati rasa. Mereka sering kali mendapatkan perlakuan buruk di tengah masyarakat. sedangkan 800 lainnya pasien rawat jalan. kita jamin bakteri-bakteri kusta langsung mati.”tambah Handoko. penyakit kusta di Indonesia kembali merebak sejak krisis ekonomi 1998 lalu.”jelasnya.” tambahnya. Dia mengaku sembuh dan bisa melakukan aktivitas layaknya orang normal. “Gejala awal kusta adalah munculnya bercak putih pada kulit. penularan bakteri kusta masih misterius dan belum banyak diketahui. Satu kali minum obat itu.negara berkembang.”kata Yosep. “Kalau bayi kurang mendapat asupan gizi. Adi Yosep. Yayasan Transformasi Lepra Indonesia (YTLI). “Cara kuman kusta masuk ke dalam tubuh setiap orang berbeda-beda.“Tahun 2008 ini lebih banyak anak-anak yang berusia 2 – 15 tahun yang datang ke rumah sakit kusta. Hapus Diskriminasi Negatif TIDAK mudah menjadi seseorang dengan predikat penyandang penyakit kusta atau lepra di Indonesia. secara otomatis kekebalan tubuhnya akan berkurang. Departemen Sosial RI . Sekarang kita sedang merawat inap 100 pasien. Dengan gizi yang kurang seimbang membuat daya tahan tubuh melemah.” ujar Handoko. saya aktif di Yayasan. Hingga saat ini. peneliti masih belum menemukan cara pe-nyebarannya. jadi kalau digores dengan ujung pulpen ataupun diusap dengan kapas tidak akan terasa.”kata Wakil Direktur RS Kusta Sitanala Tangerang. Obat itu wajib diminum oleh pasien setiap hari. seperti dikucilkan hingga diusir dari rumah sendiri. Di Indonesia setiap tahunnya tercatat ditemukan sekitar 20 ribu kasus baru untuk penderita kusta. Hal ini diakui oleh salah seorang mantan penderita kusta yang kini aktif di Permata.Sekarang kita sedang memperjuangkan anggaran dana untuk para penderita kusta. Tren yang terjadi saat ini adalah penderita anak-anak.“Setelah sembuh. berkat ketelatenan mengonsumsi obat MDT. Dr Handoko Soewarno. Kusta termasuk penyakit menular dan memiliki masa inkubasi yang sangat panjang yaitu dua hingga 15 tahun.

MASALAH PENANGGULANNYA Muhammad Dali Amiruddin Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Penyakit kusta. Kusta bukan lagi penyakit yang perlu ditakuti. dia berharap tidak terjadi lagi diskriminasi di masa yang akan datang. Penghasilan sehari-hari sebagai juru parkir itulah yang kemudian diandalkannya untuk hidup. . Dalam acara tersebut hadir pulatokoh-tokohlintasagama. seperti Indonesia. melainkan juga masalah ekonomi dan sosial bagi penderitanya. “Walaupun rasanya sulit.739 orang yang merupakan negara ketiga terbanyak penderitanya setelah India dan Brasil dengan prevalensi 1. Di Indonesia pada tahun 1997 tercatat 33. PENYAKIT KUSTA DI INDONESIA. ’’Kusta itu sekarang sudah bisa disembuhkan. saya langsung dipecat dengan tidak hormat dari pekerjaan saya.7 per 10. “Itu tahun 1982. Afrika dan Amerika (2). Akan tetapi ada yang berpendapat bahwa penyakit ini berasal dari Asia Tengah kemudian menyebar ke Mesir. Untuk itu perlu perhatian yang serius dalam upaya pencegahan.masyarakat kita lebih mengerti kalau penderita dan mantan penderita kusta juga manusia biasa.”tuturnya.” kata Direktur Eksekutif YTLI. ketika kantor tahu saya menderita kusta. Amin terpaksa menjadi juru parkir di kota kelahirannya. tapi kalau terus diusahakan saya yakin masyarakat kita lama kelamaan akan mengerti. menggelar acara kampanye Penghapusan Diskriminasi dan Stigma terhadap Penderita Kusta.dan Perhimpunan Mandiri Kusta (Permata). Diskriminasi dan perlakuan yang tidak manusiawi sebagai seorang mantan penderita kusta juga dialami oleh Andi Amin. Dengan kampanye penghapusan diskriminasi terhadap pengidap dan mantan penderita kusta. “Saya berharap untuk masa yang akan datang.itu diusir dari rumahnya sendiri dan dipecat dari pekerjaannya di Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan yang sekarang bernama Bawasda. pemberantasan dan pengawasannya (1). Nuah P Tarigan. aktivis gerakan kemanusiaan hingga artis yang peduli terhadap penderitaan para pengidap dan mantan penderita kusta di Indonesia. Untuk menghidupi dirinya.terutama di negara-negara sedang berkembang.Sulawesi Selatan.”kata Amin. Pria kelahiran Bone.000 penduduk (3). Sejak kapan mulai adanya penyakit kusta tidak diketahui dengan pasti. adalah merupakan suatu penyakit kronis yang dapat menyebabkan cacat.”harap Amin.tindakan yang perlu dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat yaitu memberikan pengetahuan pada masyarakat kalau penderita dan mantan penderita kusta tidak perlu mendapatkan diskriminasi. Saya juga digugurkan untuk pencalonan PNS. Dia menuturkan. Eropa. Karena itu penyakit ini tidak hanya menimbulkan masalah kesehatan. obatnya pun telah tersedia di puskesmas di seluruh Indonesia.

000 orang dan sekitar 888. Namun. Lakilaki lebih banyak terkena dibandingkan wanita. Terdapat perbedaan baik dalam hal ras maupun dalam hal geografis. Ras Cina. Penyakit ini dapat mengenai semua umur. Pengaruh M. Eropa. Penyakit kusta masih merupakan masalah kesehatan pada 55 negara di dunia. bergantung pada faktor imunitas seseorang.Penyakit kusta dapat menyerang semua orang. diet. negeri yang terkenal dengan sarang kusta. Distribusi jumlah penderita kusta yang diperkirakan dan yang tercatat menurut WHO. Perbandingan 2 : 1. Dilaporkan dalam buku tersebut adanya 3 orang penderita kusta yang diasingkan disuatu pulau di muka pelabuhan Jakarta pada tahun 1657 (2) memberikan kesan akan hal tersebut diatas. Beberapa faktor lain yang dapat berperan dalam kejadian dan penyebaran kusta. dan Myanmar lebih rentan terhadap bentuk lepromatosa dibandingkan dengan ras Afrika. leprae terhadap kulit.6). status gizi.8). dalam buku tentang Historische Studie Over Lepra dikatakan bahwa penduduk pertama dari Jawa mungkin berasal dari Hindia Muka dan Belakang. walaupun ada beberapa daerah yang menunjukkan insidens ini hampir sama. belum diketahui dengan pasti (2. Meskipun belum diketahui pasti cara masuk Mycobacterium leprae (M. Frekuensi terbanyak adalah pada umur 15-29 tahun.150. .leprae pada suhu tubuh yang rendah . bahkan ada daerah yang menunjukkan penderita wanita lebih banyak. India. dan Melanesia (4). tetapi sekitar 16 negara terbanyak didunia dimana negara kita. namun demikian jarang dijumpai pada umur yang sangat muda. waktu regenerasi yang lama dan nontoksis (7). antara lain iklim (cuaca panas dan lembab). Pada awal 1997 diperkirakan jumlah penderita kusta di dunia sebanyak 1. yang membawa penyakit ke Pulau Jawa. Indonesia termasuk urutan ke tiga.1997 Kapan penyakit ini menjalar ke Indonesia. status sosial ekonomi dan genetik (5. dibawah India dan Brazil.340 penderita yang tercatat memperoleh pengobatan. Pengaruh kemampuan hidup M. leprae) kedalam tubuh manusia beberapa penelitian telah memperlihatkan bahwa bakteri tersebut seringkali melalui kulit yang lecet pada bagian tubuh yang bersuhu dingin dan pada mukosa nasal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful