Anda di halaman 1dari 12

BAB 2

2. PENGISIAN DATA BASE RPIJM KABUPATEN/ KOTA DAN MEMORANDUM PROGRAM

Seperti disebutkan pada Bab I bahwa kabupaten/kota yang berhak mendapatkan dana stimulan pembangunan infrastruktur bidang Cipta Karya dari APBN pemerintah pusat adalah kabupaten/kota yang mempunyai dokumen RPIJM bidang Cipta Karya. RPIJM kab./kota merupakan dokumen resmi perencanaan investasi infrastuktur bidang Cipta Karya, multi sektor, multi tahun dan multi pendanaan.

Dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, maka diperlukan informasi data perencanaan dan penganggaran yang cepat dan akurat. Oleh karena itu diperlukan suatu tool yang mempermudah pencarian informasi secara cepat dan akurat mengenai rencana investasi infrastruktur per tahun maupun per sektor sampai kedalaman level tertentu. Tool tersebut berupa susunan data base rencana investasi infrastruktur bidang Cipta Karya, multi sektor, multi tahun dan multi pendanaan yang diambil dari RPIJM kabupaten/Kota.

2.1.

STRUKTUR

PROGRAM,

KEGIATAN,

OUTPUT/

SUB

OUTPUT,

DAN

KOMPONEN

Mulai tahun 2011 dan seterusnya, Direktorat Jenderal Cipta karya hanya memiliki satu program, yaitu program: Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman. Program ini terdiri dari beberapa kegiatan, dan masing-masing kegiatan mempunyai beberapa output dan sub output. Masing-masing output dan sub output terdiri dari komponen-komponen. Dan di bawah komponen terdiri dari detil yang berupa deskripsi tentang nama pekerjaan.

Untuk lebih jelasnya, dibawah ini ilustrasi struktur program, kegiatan, output/ sub output, komponen dan detil, yang digunakan tahun 2011 dan seterusnya.

Gambar 2-1 Struktur Program, Kegiatan, Output/ Sub Output, dan Komponen Lingkup kegiatan/ sektor yang menjadi

Gambar 2-1 Struktur Program, Kegiatan, Output/ Sub Output, dan Komponen

Lingkup kegiatan/ sektor yang menjadi kewenangan Ditjen Cipta Karya ada 4 kegiatan yaitu:

1. Kegiatan: pengaturan, pembinaan, pengawasan, dan pelaksanaan pengembangan permukiman (atau dikenal dengan Sektor Bangkim)

2. Kegiatan: pengaturan, pembinaan, pengawasan, dan pelaksanaan penataan bangunan dan lingkungan, pengelolaan gedung dan rumah negara (atau dikenal dengan Sektor PBL)

3. Kegiatan: pengaturan, pembinaan, pengawasan, dan pelaksanaan pengembangan sanitasi dan persampahan (atau dikenal dengan Sektor Pengembangan PLP)

4. Kegiatan: pengaturan, pembinaan, pengawasan, dan pelaksanaan pengembangan sistem penyediaan air minum (atau dikenal dengan Sektor Pengembangan Air Minum).

Untuk lebih jelasnya turunan struktur program di bawah kewenangan Ditjen Cipta Karya untuk masing-masing kegiatan output/ sub output, dan komponen diuraikan pada tabel di bawah ini :

PETUNJUK PENYUSUNAN MEMORANDUM PROGRAM BIDANG CIPTA KARYA

4

A. Turunan Kegiatan Pengembangan Permukiman (Sektor Bangkim)

Kegiatan

Output

Sub Ouput

Komponen

PENGATURAN,

LAPORAN PEMBINAAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN

Draft NSPK Daerah Bidang Permukiman

Administrasi Kegiatan

PEMBINAAN,

Pengaturan Lainnya

PENGAWASAN DAN

Laporan Fasilitasi Penguatan Kapasitas Pemerintah Daerah dalam Bidang Permukiman

Administrasi Kegiatan

PELAKSANAAN

   

PENGEMBANGAN

Sosialisasi/Desiminasi/Workshop/

Seminar

PERMUKIMAN

 

Pendidikan dan Latihan

Informasi/Komunikasi/Produk Audio Visual

 

Strategi Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Perkotaan (SPPIP)

Administrasi Kegiatan

Bimbingan/Pendampingan

Rencana Pengembangan Kawasan Perkotaan dan Perdesaan (RPKPP)

Administrasi Kegiatan

Bimbingan/Pendampingan

INFRASTRUKTUR

Infrastruktur Kawasan Permukiman Kumuh

Administrasi Kegiatan

KAWASAN

Perencanaan Teknik (DED)

PERMUKIMAN

Pembangunan

PERKOTAAN

Manajemen Pengendalian

 

Infrastruktur Permukiman RSH yang Meningkat Kualitasnya

Administrasi Kegiatan

Perencanaan Teknis (DED)

 

Pembangunan

Manajemen Pengendalian

RUSUNAWA BESERTA INFRASTRUKTUR PENDUKUNGNYA

 

Administrasi Kegiatan

Perencanaan Teknis (DED)

Pembangunan

 

Pembangunan

Manajemen Pengendalian

INFRASTRUKTUR

Infrastruktur Kawasan Permukiman Perdesaan Potensial yang Meningkat Kualitasnya

Administrasi Kegiatan

KAWASAN

Perencanaan Teknis (DED)

PERMUKIMAN

Pembangunan

PERDESAAN

Manajemen Pengendalian

 

Infrastruktur Kawasan Permukiman Rawan Bencana

Administrasi Kegiatan

Perencanaan Teknis (DED)

 

Pembangunan

Manajemen Pengendalian

 

Infrastruktur Kawasan Permukiman di Perbatasan dan Pulau Kecil Terluar

Administrasi Kegiatan

Perencanaan Teknis (DED)

 

Pembangunan

Manajemen Pengendalian

INFRASTRUKTUR

PPIP

Administrasi Kegiatan

PERDESAAN (PPIP)

Pembinaan/Pemberdayaan Lainnya

BLM Fisik

 

RIS-PNPM

Administrasi Kegiatan

 

Pembinaan/Pemberdayaan Lainnya

BLM Fisik

*) Pembangunan : pembangunan fisik

B. Turunan Kegiatan Penataan Bangunan dan Lingkungan (Sektor PBL)

Kegiatan

Output

Sub Ouput

Komponen

PENGATURAN, PEMBINAAN, PENGAWASAN DAN PELAKSANAAN PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN, PENGELOLAAN GEDUNG DAN RUMAH NEGARA

LAPORAN PEMBINAAN PELAKSANAAN PENATAAN BANGUNAN DAN LINGKUNGAN, PENGELOLAAN GEDUNG DAN RUMAH NEGARA

 

Administrasi Kegiatan

Sosialisasi/Diseminasi/Workshop/Seminar

Fasilitasi

Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran

Penyusunan LAKIP/Rencana Investasi/KPJM

 

Bantuan Teknis/Administratif/Manajemen

 

BANGUNAN GEDUNG DAN FASILITASNYA

Aksesibilitas Bangunan Gedung dan Lingkungan

Pembangunan

Pengawasan Teknik dan Supervisi

 

PIP2B

Pembangunan

Fisik Penunjang

Pembangunan Lainnya

Pengawasan Teknik dan Supervisi

Istana Kepresidenan

Pembangunan

Rehabilitasi/Pemeliharaan Berkala

Peningkatan

Fisik Penunjang

Pembangunan Lainnya

Perencanaan Teknik

Pengawasan Teknik dan Supervisi

Bangunan Gedung Negara

Pembangunan

Peningkatan

Rehabilitasi/Pemeliharaan Berkala

Fisik Penunjang

Pembangunan Lainnya

Perencanaan Teknik

Pengawasan Teknik dan Supervisi

Rehabiitasi Bangunan

Pembangunan

Bersejarah

Rehabilitasi/Pemeliharaan Berkala

Fisik Penunjang

Peningkatan

Pembangunan Lainnya

Perencanaan Teknik

Pengawasan Teknik dan Supervisi

SARANA DAN PRASARANA LINGKUNGAN PERMUKIMAN

Sarana dan prasarana Penanggulangan Bahaya Kebakaran

Pembangunan Lainnya

Perencanaan Teknik

 

Pembangunan

 

Pengawasan Teknik dan Supervisi

Sarana dan prasarana Revitalisasi Kawasan

Pembangunan Lainnya

Perencanaan Teknik

 

Pembangunan

Pengawasan Teknik dan Supervisi

Sarana dan prasarana Penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH)

Pembangunan Lainnya

Perencanaan Teknik

Pembangunan

 

Pengawasan Teknik dan Supervisi

Sarana dan prasarana Penataan Lingkungan Permukiman Tradisional/Bersejarah

Pembangunan Lainnya

Perencanaan Teknik

Pembangunan

Pengawasan Teknik dan Supervisi

KESWADAYAAN MASYARAKAT

 

Administrasi Kegiatan

Monitoring dan Evaluasi

Pembinaan/Pemberdayaan Lainnya

BLM Fisik

PETUNJUK PENYUSUNAN MEMORANDUM PROGRAM BIDANG CIPTA KARYA

6

C.

Turunan Kegiatan Pengembangan Sanitasi dan Persampahan (Sektor PLP)

Kegiatan

Output

Sub Ouput

Komponen

PENGATURAN, PEMBINAAN, PENGAWASAN DAN PELAKSANAAN PENGEMBANGAN SANITASI DAN PERSAMPAHAN

LAPORAN PEMBINAAN PELAKSANAAN PENYEHATAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN

Draft NSPK Daerah Bidang Pengembangan PLP

Administrasi Kegiatan

Pengaturan Lainnya

Laporan Fasilitasi Penguatan Kapasitas Pemerintah Daerah dalam Bidang Pengembangan PLP

Administrasi Kegiatan

 

Informasi/Komunikasi/Produk Audio Visual

Sosialisasi/Diseminasi/Workshop/Seminar/Pelati

   

Fasilitasi/Perkuatan Kelembagaan

Laporan Fasilitasi Penguatan Kapasitas Masyarakat dan Dunia Usaha dalam Bidang Pengembangan PLP

Administrasi Kegiatan

Sosialisasi/Diseminasi/Workshop/Seminar

Pendidikan dan Pelatihan

Informasi/Komunikasi/Produk Audio Visual

 

Fasilitasi/Perkuatan Kelembagaan

Rencana Induk dan Pra Studi Kelayakan Bidang PLP

Administrasi Kegiatan

Penyusunan Masterplan

INFRASTRUKTUR AIR LIMBAH

Infrastruktur Air Limbah Dengan Sistem Terpusat Skala Kota

Administrasi Kegiatan

Studi Pra Kelayakan/Kelayakan/AMDAL

 

Perencanaan Teknis (DED)

Pembinaan/Pemberdayaan Lainnya

Rehabilitasi/Peningkatan/Pembangunan

Fisik Penunjang

Pengawasan Teknik dan Supervisi

Infrastruktur Air Limbah Dengan Sistem Setempat dan Sistem Komunal

Administrasi Kegiatan

Perencanaan Teknis (DED)

Pembinaan/Pemberdayaan Lainnya

 

Rehabilitasi/Peningkatan/Pembangunan

Pengawasan Teknik dan Supervisi

INFRASTRUKTUR DRAINASE PERKOTAAN

INFRASTRUKTUR DRAINASE

Administrasi Kegiatan

Studi Pra Kelayakan/Kelayakan/AMDAL

 

Perencanaan Teknis (DED)

Pembinaan/Pemberdayaan Lainnya

Rehabilitasi/Peningkatan/Pembangunan

Fisik Penunjang

Pengawasan Teknik dan Supervisi

INFRASTRUKTUR TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH

INFRASTRUKTUR STASIUN ANTARA DAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH

Administrasi Kegiatan

Studi Pra Kelayakan/Kelayakan/AMDAL

 

Perencanaan Teknis (DED)

 

Pembinaan/Pemberdayaan Lainnya

Rehabilitasi/Peningkatan/Pembangunan

Fisik Penunjang

Pengawasan Teknik dan Supervisi

INFRASTRUKTUR TEMPAT PENGOLAH SAMPAH

INFRASTRUKTUR TEMPAT PENGOLAH SAMPAH TERPADU/3R

Administrasi Kegiatan

Perencanaan Teknis (DED)

TERPADU/3R

 

Pembinaan/Pemberdayaan Lainnya

Peningkatan/Pembangunan TPST/3R

Fisik Penunjang

Pengawasan Teknik dan Supervisi

D.

Turunan

Pengembangan Air Minum)

Kegiatan

Pengembangan

Sistem

Penyediaan

Air

Minum

(Sektor

Kegiatan

Output

Sub Ouput

Komponen

PENGATURAN, PEMBINAAN, PENGAWASAN DAN PELAKSANAAN PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM

PENYELENGGARA SPAM TERFASILITASI

PDAM yang Memperoleh Pembinaan

Administrasi Kegiatan

Bantuan Teknis/Administratif/Manajemen

 

PDAM yang Mendapatkan Pinjaman Bank

Administrasi Kegiatan

Fasilitasi

SPAM DI KAWASAN MBR

SPAM di Kawasan RSH/Rusunawa

Administrasi Kegiatan

Pembangunan

 

Pengawasan Teknik dan Supervisi

 

SPAM di Kawasan Kumuh/Nelayan

Administrasi Kegiatan

Pembangunan

 

Pengawasan Teknik dan Supervisi

Optimalisasi IKK

Administrasi Kegiatan

Pembangunan

Pengawasan Teknik dan Supervisi

SPAM DI IBU KOTA KECAMATAN (IKK)

 

Administrasi Kegiatan

Pembangunan

 

Pengawasan Teknik dan Supervisi

SPAM PERDESAAN

SPAM di Desa Rawan Air/Pesisir/Terpencil

Administrasi Kegiatan

Pembangunan

 

Pengawasan Teknik dan Supervisi

Pamsimas

Administrasi Kegiatan

BLM Fisik

Pembangunan

SPAM KAWASAN KHUSUS

SPAM di kapet

Administrasi Kegiatan

Pembangunan

Pengawasan Teknik dan Supervisi

SPAM di Kabupaten/Kota Pemekaran

Administrasi Kegiatan

Pembangunan

 

Pengawasan Teknik dan Supervisi

SPAM di Kawasan Perbatasan

Administrasi Kegiatan

Pembangunan

 

Pengawasan Teknik dan Supervisi

SPAM di Kawasan Pelabuhan Perikanan

Administrasi Kegiatan

Pembangunan

 

Pengawasan Teknik dan Supervisi

SPAM REGIONAL (SPAM kerjasama dengan Kabupaten/ Kota lain )

 

Administrasi Kegiatan

Pembangunan

Pengawasan Teknik dan Supervisi

*) Pembangunan : pembangunan fisik

PETUNJUK PENYUSUNAN MEMORANDUM PROGRAM BIDANG CIPTA KARYA

8

2.2.

PETUNJUK PENGISIAN DATA

2.2.1 Pengisian Data Untuk Data Base RPIJM

1. Program

Hanya ada satu program di lingkungan Ditjen Cipta Karya yaitu program :

Pembinaan dan Pengembangan Infrastruktur Permukiman, dengan kode program : 07 (lihat Lampiran)

2. Kegiatan

Kegiatan diisi disesuaikan dengan klasifikasi nama kegiatannya. Lingkup kegiatan yang menjadi kewenangan Ditjen Cipta Karya ada 4 yaitu :

a. Kegiatan: pengaturan, pembinaan, pengawasan, dan pelaksanaan pengembangan permukiman (atau dikenal dengan Sektor Bangkim), dengan kode kegiatan : 2412 (lihat Lampiran)

b. Kegiatan: pengaturan, pembinaan, pengawasan, dan pelaksanaan penataan bangunan dan lingkungan, pengelolaan gedung dan rumah negara (atau dikenal dengan Sektor PBL), dengan kode kegiatan : 2413 (lihat Lampiran).

c. Kegiatan: pengaturan, pembinaan, pengawasan, dan pelaksanaan pengembangan sanitasi dan persampahan (atau dikenal dengan Sektor Pengembangan PLP), dengan kode kegiatan : 2414 (lihat Lampiran)

d. Kegiatan: pengaturan, pembinaan, pengawasan, dan pelaksanaan

pengembangan sistem penyediaan air minum (atau dikenal dengan Sektor Pengembangan Air Minum), dengan kode kegiatan : 2415 (lihat Lampiran)

3. Output Output atau keluaran merupakan turunan dari kegiatan. Setiap kegiatan terdiri dari beberapa output/ keluaran. Output diisi sesuai dengan klasifikasi nama outputnya. Output diisi sejumlah angka nominal yang dihasilkan oleh kegiatan tersebut sesuai dengan satuan output, misal: … kawasan, … desa, …PDAM, …IKK. Nama dan kode masing-masing output terlampir.

4. Sub Output

Setiap output bisa terdiri dari satu atau beberapa sub output. Sub output diisi sejumlah angka nominal yang dihasilkan oleh kegiatan tersebut sesuai dengan satuan sub output, misal: …kawasan, …desa, …PDAM, …IKK). Nama dan kode masing-masing sub output terlampir.

5. Komponen

Komponen diisi sesuai dengan klasifikasi nama komponennya. Komponen adalah turunan dari output atau sub output, nama dan kode komponen terlampir.

6.

Provinsi

Provinsi diisi sesuai dengan nama provinsi tempat kegiatan tersebut akan dilaksanakan. Nama dan kode masing-masing propinsi terlampir (dari data BPS)

7. Kabupaten/ Kota

Kabupaten/Kota diisi sesuai dengan nama Kabupaten/Kota tempat kegiatan tersebut akan dilaksanakan atau sesuai nama dokumen RPIJM. Nama dan kode masing-masing kabupaten/kota terlampir (dari data BPS)

8. Detail Lokasi : Kecamatan, Nama Kawasan, Desa/Kelurahan

Detail Lokasi adalah nama tempat kegiatan tersebut akan dilaksanakan. Detail Lokasi bisa berupa nama : kecamatan, kawasan, desa/kelurahan. Nama dan kode kecamatan dan desa/kelurahan terlampir (dari data BPS)

9. Volume

Volume adalah skala yang digunakan untuk menentukan besaran suatu detail pekerjaan tersebut akan dilaksanakan, misal : …ha, …kilometer, …unit. Volume diisi angka nominal besaran hasil barang/jasa dari pekerjaan tersebut (sesuai RPIJM).

10. Harga Satuan

Harga satuan diisi sesuai dengan harga satuan yang berlaku saat ini dan di wilayah tersebut (atau sesuai dengan dokumen RPIJM)

11. APBN

Diisi angka nominal dalam juta rupiah, dan jika sumber pembiayaan kegiatan tersebut direncanakan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

12. Pinjaman Luar Negeri (PLN)

Diisi angka nominal dalam juta rupiah, dan jika sumber pembiayaan kegiatan tersebut direncanakan berasal dari Pinjaman Luar Negeri (PLN).

13. Hibah Luar Negeri (HLN)

Diisi angka nominal dalam juta rupiah, dan jika sumber pembiayaan kegiatan tersebut direncanakan berasal dari Hibah Luar Negeri (HLN).

14. APBD Provinsi

Diisi angka nominal dalam juta rupiah, dan jika sumber pembiayaan kegiatan tersebut direncanakan berasal dari APBD Provinsi.

15. APBD Kabupaten/ Kota

Diisi angka nominal dalam juta rupiah, dan jika sumber pembiayaan kegiatan tersebut direncanakan berasal dari APBD Kab/Kota.

PETUNJUK PENYUSUNAN MEMORANDUM PROGRAM BIDANG CIPTA KARYA

10

16. PDAM Diisi angka nominal dalam juta rupiah, dan jika sumber pembiayaan kegiatan tersebut direncanakan berasal dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

17. Swasta

Diisi angka nominal dalam juta rupiah, dan jika sumber pembiayaan kegiatan tersebut direncanakan berasal dari swasta.

18. Masyarakat

Diisi angka nominal dalam juta rupiah, dan jika sumber pembiayaan kegiatan tersebut direncanakan berasal dari swadaya masyarakat.

19. Dana Alokasi Khusus (DAK)

Diisi angka nominal dalam juta rupiah, dan jika sumber pembiayaan kegiatan tersebut direncanakan berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

2.2.2 Pengisian Data untuk Bata Base Memorandum Program:

Pengisian data base Memorandum Program sama seperti pengisian data base RPIJM, perbedaannya untuk data base Memorandum Program pengisian hanya sampai pada level sub output, ditambah dengan isian Readiness Kriteria Umum (yaitu: Tercantum dalam RPIJM; Kesiapan Lahan; DED, AMDAL jika diperlukan; Dana Sharing Pemda) dan Readiness Kriteria Khusus untuk masing-masing sektor (yaitu: Dokumen SPPIP/RPKPP; Dokumen RTBL; Dokumen SSK dan Surat mengikuti program PPSP; Dokumen RI SPAM). Uraian Readiness Criteria dokumen MP tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kesiapan Lahan/ Lokasi

Kegiatan yang menempati suatu lokasi/ lahan, maka Pemda berkewajiban membebaskan lahan tersebut dari berbagai kepentingan tertentu. Kesiapan Lahan diisi tahun lahan tersebut selesai dibebaskan berdasarkan surat resmi yang menyatakan bahwa lokasi/lahan yang dimaksud untuk lokasi kegiatan sudah bebas atau tidak dalam sengketa.

2. Detail Engineering Desain (DED).

Diisi tahun selesainya penyusunan dokumen perencanaan teknis/DED.

3. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)

Diisi tahun selesainya penyusunan dokumen Amdal. Usulan kegiatan yang dalam pelaksanaan maupun paska kontruksi berdampak/berpengaruh signifikan pada lingkungan dan masyarakat, maka wajib untuk melengkapi dengan dokumen Amdal.

4. Dokumen SPPIP/ RPKPP

Diisi tahun selesainya penyusunan dokumen SPPIP atau RPKPP .

5.

Dokumen (RTBL)

Diisi tahun selesainya penyusunan dokumen Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL).

6. Dokumen SSK dan Surat Minat dan mengikuti PPSP

Diisi tahun selesainya penyusunan dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK) dan Nomer Surat perihal mengikuti program Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Perkotaan (PPSP).

7. Dokumen Rencana Induk SPAM (RI SPAM)

Diisi tahun selesainya penyusunan dokumen RI-SPAM.

Memorandum program merupakan proses kelanjutan dan simpul hasil sinkronisasi antara penyusunan RPIJM Kabupaten/ Kota (usulan daerah/ proses bottom up) dengan sasaran output Renstra Ditjen Cipta Karya (Peraturan Menteri PU/ proses top down). Posisi strategis Memorandum Program di dalam sistem perencanaan dan penganggaran nasional dapat diilustrasikan di bawah ini.

dan penganggaran nasional dapat diilustrasikan di bawah ini. Gambar 2-2 Posisi Memorandum Program di dalam Sistem

Gambar 2-2 Posisi Memorandum Program di dalam Sistem Perencanaan dan Penganggaran Nasional

PETUNJUK PENYUSUNAN MEMORANDUM PROGRAM BIDANG CIPTA KARYA

12

Proses penyusunan program dan anggaran bidang cipta karya dalam kerangka Memorandum Program dimulai dari penyaringan usulan prioritas program RPIJM Kabupaten/ Kota. Penyaringan usulan tersebut kemudian disinkronisasikan dengan sasaran output Renstra Ditjen Cipta Karya yang merupakan indikator kinerja Kementerian PU. Di samping harus sinkron dengan sasaran output Renstra Ditjen Cipta Karya, usulan kegiatan tersebut juga harus memenuhi readiness criteria .

Hasil penyaringan usulan RPIJM Kabupaten/ Kota yang sudah disinkronisasikan sasaran output Renstra Ditjen Cipta Karya tersebut, kemudian dituangkan ke dalam dokumen kesepakatan pendanaan bersama antara Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/ Kota yang dikenal dengan dokumen MP. Proses penyusunan program dan anggaran bidang Cipta Karya dalam kerangka memorandum program dapat diilustrasikan pada gambar berikut ini.

Gambar 2-3 Proses Penyusunan Program dan Anggaran Bidang Cipta Karya dalam Kerangka Memorandum Program
Gambar 2-3
Proses Penyusunan Program dan Anggaran Bidang Cipta Karya dalam Kerangka
Memorandum Program

13

MP disusun dengan mempertimbangkan kemampuan aspek teknis, biaya, waktu, serta kesiapan dan kelayakan suatu kegiatan untuk didanai oleh APBN. Renstra Ditjen Cipta Karya menjadi dasar dalam pendekatan top down dalam penyusunan MP. Alokasi anggaran baseline yang ditetapkan Renstra tersebut, akan didistribusikan secara proporsional ke seluruh provinsi berdasarkan target output kinerja. Kemudian Pemda Provinsi membagikan alokasi baseline APBN tersebut ke kabupaten/kota sesuai dengan skala prioritas dan hak kinerja masing-masing kab/kota di lingkup provinsi bersangkutan .

Penyusunan rencana program investasi tersebut ditekankan terhadap aspek keterpaduan antara pengembangan wilayah/kawasan dengan pengembangan sektor bidang Cipta Karya, yang akan mencakup: koordinasi pengaturan, integrasi perencanaan, dan sinkronisasi program berdasarkan skala prioritas tertentu atau yang ditetapkan yang paling sesuai dalam rangka menjawab tantangan pembangunan.

PETUNJUK PENYUSUNAN MEMORANDUM PROGRAM BIDANG CIPTA KARYA

14