Anda di halaman 1dari 10

ANALISIS KINERJA LAMPU PENERANGAN JALAN UMUM YANG MEMANFAATKAN ENERGI SURYA Adi Febri Santoso Alumni 2013

Pendidikan Teknik Elektro 098 Parjiman Dosen Universitas Negeri Jakarta Pendidikan Tekni Elektro Mochammad Djohar Dosen Universitas Negeri Jakarta Pendidikan Tekni Elektro Yuli Sutoto Nugroho Mahasiswa Studi Pendidikan Teknik Elektro No. Reg 5115116914 Universitas Negeri Jakarta ABSTRACT
This study aims to determine the performance of the public street lighting harness solar energy using Sistem Energi Surya Fotovoltaik (SESF) more reliable and economical when compared with electricity PJU lamp to cause the lamp replacement plan PJU electricity, the influence of the components SESF and weather conditions to the effectiveness of PJU lamp performance. The research was conducted in B2TE-BPPT (PUSPIPTEK), Serpong in March 2012-January 2013. In this study, using a case study method by analyzing the performance of public street lighting that utilize solar energy in the region B2TE-BPPT (PUSPIPTEK) Serpong. Case study research data on the effectiveness of performance SESF PJU lamp to be used as a reference in the plan PJU lamp replacement electricity is the result of analysis that PJU light that utilize solar energy more reliable and economical when compared with electricity PJU lamp to cause the lamp replacement plan PJU electricity, including; utilization of photovoltaic technology PJU lamp uses a simpler system, namely Off-grid/stand-alone (not connected to the network).

Kata kunci: Sistem Energi Surya Fotovoltaik (SESF), Peneranagn Jalan Umum (PJU), B2TE-BPPT (PUSPIPTEK) Penggunaan lampu penerangan jalan Lampu PJU di Balai Besar Teknologi Energi (B2TE) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

umum (PJU) digunakan untuk menerangi jalan di malam hari yang digunakan oleh pengguna jalan dan untuk mendukung segala macam aktifitas khususnya di malam hari. Pentingnya penerangan lampu PJU guna meningkatkan rasa aman dan meningkatkan keamanan pengguna jalan maupun penerangan lingkungan. Lampu PJU merupakan sumber cahaya pada malam hari yang dipasang di samping jalan.

PUSPIPTEK, Serpong yang menggunakan listrik PLN akan digantikan dengan PJU yang memanfaatkan tersebut energi terkait surya. dengan

Permasalahan

masalah penggunaan listrik yang tinggi pada instansi pemerintah B2TEBPPT (PUSPITEK), Serpong. Sehingga instansi tersebut masuk kedalam daftar sebagai instansi pemerintah yang boros (Herry

Analisis Kinerja Lampu (Adi Febri Santoso)

55

Susanto, 2008). Hal ini menjadi wacana untuk mengurangi konsumsi listrik PLN dengan menggunakan PJU yang

karena

dalam

penelitian

ini

akan

menganalisis kinerja lampu jalan yang memanfaatkan energi surya berdasarkan pengaruh kondisi cuaca dan pengaruh komponen-komponen SESF untuk

memanfaatkan energi surya. Pemanfaatan energi surya cocok dengan iklim dan letak geografis Indonesia yang selalu disinari matahari (Adjat Sudrajat, 2007).

mendapatkan efektifitas kinerja serta untuk mendapatkan efisiensi ekonomis selama pemakaian PJU SESF. Selain itu penelitian ini juga akan membahas kinerja PJU

Penerangan lampu jalan yang akan diteliti adalah lampu PJU yang telah yang telah terpasang dengan teknologi fotovoltaik dan akan digunakan sebagai acuan dalam rencana penggantian lampu PJU listrik PLN digantikan dengan PJU yang mengandalkan energi surya di B2TE BPPT (PUSPIPTEK), Serpong. Lampu PJU tersebut menggunakan Sistem Energi Surya Fotovoltaik (SESF). Sedangkan lampu PJU listrik PLN pada umumnya menggunakan listrik dari fosil yang

bagaimanamemaksimalkan

SESF agar dapat bertahan menyala, ketika tidak ada pengisian dari radiasi matahari. Sistem Energi Surya Fotovoltaik (SESF) Sistem lampu penerangan jalan umum digunakan untuk menerangi fasilitas

umum, jalan lingkungan di pedesaan, penerangan di lingkungan umum, jalan tol, penerangan di lingkungan wisata alam dan lainnya. Sistem lampu penerangan jalan umum ini menggunakan teknologi fotovoltaik. Teknologi ini disebut Sistem Energi Surya Fotovoltaik (SESF) atau secara umum dikenal sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS Fotovoltaik). Sistem Energi Surya Fotovoltaik (SESF) adalah suatu system pembangkit energi yang memanfaatkan energi surya dan menggunakan teknologi fotovoltaik. SESF merupakan suatu sistem yang mudah didalam pengoperasiannya, handal, serta memerlukan biaya operasi yang rendah

berdampak negatif. Pemanfaatan energi fosil selama ini menimbulkan dampak negatif di atmosfer, sehingga memicu terjadinya pemanasan global dan

perubahan iklim (Deni Septiadi, 2009). Oleh karena itu pemakaian minyak bumi, gas bumi, dan batu bara perlu dibatasi pemakaiannya. Analisis kinerja lampu jalan yang memanfaatan energi surya menjadi sebuah studi kasus yang

membutuhkan penelitian dengan ketelitian yang tepat. Penelitian tersebut diperlukan 56

Haelko, Vol. 098, No. 1 April 2013 : 55-64

menjadikan SESF mampu bersaing dengan teknologi konvensional. Kondisi sebagian wilayah Indonesia terdiri atas pulau-pulau kecil dan tergolong sebagai kawasan terpencil yang sulit terjangkau oleh

Penerangan

lampu

jalan

mempunyai

dampak positif dalam berbagai aspek suatu kawasan antara lain aspek keindahan dan keamanan. Teknologi fotovoltaik yang dapat digunakan meliputi system penerangan dengan modul Fotovoltaik 40 200 Wp, tiang lampu, baterai penyimpan, unit pengendali baterai, lampu hemat energi dan sensor cahaya. Dalam

jaringan PLN. Untuk memenuhi kebutuhan energi, salah satu jenis energi yang potensial untuk dikembangkan adalah

energi surya menggunakan energi surya fotovoltaik. fungsinya, Mengingat teknologi peran dan

pemanfaatan lampu jalan ini, ada beberapa sistem yang digunakan yaitu sistem DC dan AC. Energi listrik yang dihasilkan dari modul fotovoltaik berupa listrik arus searah (DC), maka pada pemanfaatannya

fotovoltaik

mempunyai sifat yang sangat fleksibel dalam pemanfaatannya (Energi dan

Sumber Daya Mineral, 2010). Sistem SESF (PLTS) biasanya

menggunakan perangkat listrik DC. Pada perangkat listrik umumnya seperti

dibedakan atas tiga bentuk 1. Sistem Hybrid (dikombinasikan

peralatan rumah tangga menggunakan perangkat listrik AC, maka pada inverter dengan sumber energi lain, seperti PLTSgenset, PLTSPLTS-Angin). 2. Off-grid/stand-alone : tidak microhydro,

pemasangannya

menggunakan

yang memungkinkan penggunaan peralatan arus listrik AC. Fasilitas ini dirancang secara otomatis sehingga lampu akan menyala pada malam hari dengan waktu penyalaan sekitar 12 jam. B2TEBPPT (PUSPIPTEK), Serpong Balai Besar Teknologi Energi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (B2TEBPPT) merupakan salah satu pusat unggulan pengembangan teknologi energi, diharapkan mampu berperan untuk

terhubung ke jaringan dan langsung digunakan baik dalam bentuk arus DC maupun AC. 3. On grid/grid connected : aplikasi ini terhubung ke jaringan listrik Negara (PLN) (Adjat Sudrajat, 2007). Pemanfaatan SESF pada Lampu Jalan

mendorong pertumbuhan industri energi Analisis Kinerja Lampu (Adi Febri Santoso) 57

serta penerapan teknologi energy yang efisien, handal dan ramah lingkungan bagi pemecahan Pendirian terbentuknya permasalahan B2TE Unit diawali Pelaksana nasional. dengan Teknis

(PUSPIPTEK), Serpong, sebagai tugas akhir adalah untuk: 1. Mengetahui kehandalan dan

keekonomisan lampu PJU yang memanfaatkan energi surya bila dibandingkan PJU listrik dengan PLN lampu hingga rencana B2TEBPPT

Laboratorium Sumber Daya dan Energi (UPT-LSDE) pada 1987 sebagai pusat sumberdaya pemanfaatan teknologi energi konversi untuk dan

menyebabkan

melayani

penggantian lampu PJU listrik PLN di

kebutuhan nasional yang merupakan hasil kajian BPPT dan Battelle Columbus 2.

(PUSPIPTEK), Serpong. Mengetahui pemanfatan lampu PJU yang memanfaatkan energi surya cocok dengan iklim di Indonesia. 3. Menganalisis efektifitas kinerja lampu PJU SESF oleh yang

Laboratories berupa Master Plan for The Indonesian Energy Institute, Serving The Nation Through Energy Technology.

Operasional B2TE diresmikan pada 21 April 2004 sebagai pengembangan dari UPTLSDE berdasarkan

SKNo.047/Kp/KA/IV/2004. Yang letaknya dikawasan Pusat Penelitian Ilmu 4.

dipengaruhi

komponen-

komponen SESF. Menganalisis efektifitas kinerja lampu PJU SESF yang

Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK) Serpong Tangerang (B2TE, 2010). Tujuan Operasional Penelitian

dipengaruhi oleh kondisi cuaca. 5. Mengetahui cara mendapatkan efektifitas kinerja lampu PJU SESF yang baik walaupun

Penelitian kinerja

ini lampu

bertujuan jalan

menganalisis yang yang

mengandalkan energi surya dan akan digunakan sebagai acuan dalam rencana penggantian digantikan lampu dengan PJU listrik PJU PLN yang

kondisi sedang cuaca buruk. Tempat penelitian Tempat Penelitian dilakukan di B2TE BPPT (PUSPIPTEK) Serpong. Waktu penelitian

mengandalkan energi surya. Penelitian studi kasus ini berlokasi di B2TE BPPT

58

Haelko, Vol. 098, No. 1 April 2013 : 55-64

Waktu penelitian bulan Maret 2012 sampai dengan bulan Januari 2013 Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Dengan metode studi kasus ini, dimana peneliti akan memecahkan masalah yang akan diteliti. Dimana permasalahan yang terjadi mengenai efektifitas kinerja lampu PJU SESF yang memanfaatkan energi surya di B2TEBPPT

biaya listrik antara energi yang diperoleh melalui PLN dan SESF. Analisa Sistem Fotovoltaik pada PJU SESF Kapasitas ukuran listrik pada SESF

berbeda kapasitas ukuran listrik PLN. Listrik PLN diantaranya 450 W, 900 W dan seterusnya. Sedangkan kapasitas

modul surya pada SESF diantaranya 10Wp, 30 Wp, 40Wp, 50Wp, 65Wp, 80Wp, 100Wp, 150Wp, 160Wp hingga 300Wp (Adjat Sudrajat, 2007). Besar energi listrik yang dihasilkan oleh modul

(PUSPIPTEK), Serpong. Langkah Awal Paneltian Awal penelitan adalah suatu proses

tergantung pada intensitas radiasi matahari setempat. Besar energi matahari di

memulai penelitian dengan melakukan pancarian suatu masalah yang akan diteliti. Survei Lokasi Penelitian Survei lokasi penelitian dimana lokasi penelitian lampu jalan yang berada di B2TEBPPT (PUSPIPTEK), Serpong. Menguji lampu PJU SESF pada Kondisi Cuaca yang Berbeda Pengujian sistem SESF pada rangkaian sebenarnya merupakan bagian untuk

Indonesia yang jatuh pada permukaan modul fotovoltaik seluas satu meter persegi selama satu hari berkisar antara 4-6 kWh. Pada umumnya beberapa modul

fotovoltaik dengan kapasitas 40 Wp (Wattpeak) menghasilkan listrik sebesar 150 Wh (Watt Jam) per-hari. Oleh karena itu, pengujian ini menggunakan sebuah PJU SESF kinerja untuk lampu menganalisis PJU efektifitas yang

SESF

melihat performance kinerja system SESF. Pengujian lampu PJU SESF ini dilakukan untuk mendapatkan efektifitas kinerja dari rangkaian. Selain itu, penelitan ini juga akan membandingkan efisiensi ekonomis

memanfaatkan energi surya dalam suatu studi kasus penelitian di B2TEBPPT kawasan PUSPIPTEK, Serpong. Menghitung Fotovoltaik Kebutuhan Modul

Analisis Kinerja Lampu (Adi Febri Santoso)

59

Untuk

mendapatkan

seberapa

besar

- Hari Otonomi = 4 hari - Baterai = 50 Ah x 4 hari = 200 Ah - Jumlah Baterai = 4 buah 50 Ah atau 2 buah 100 Ah

kebutuhan jumlah modul fotovoltaik (panel surya), maka harus diketahui besar seluruh kebutuhan daya listrik sekaligus

memperhitungkan hari otonomi yaitu hari tanpa pengisian dari sinar matahari

berkisar 2-5 hari. Untuk kondisi di Indonesia, meskipun durasi penyinaran matahari adalah selama 8 jam per hari, tetapi efektifitas sinar foton yang 1 2 12.00 13.00 Pengukuran Radiasi Matahari No Waktu Intensitas Radiasi (mV) 1,6 1,7

didapatkan panel surya selama sehari adalah 3.55 jam. Menghitung modul yang dibutuhkan dengan rumus; Daya Modul = = 0,0365 kWp = 36,5 Wp, atau 40 Wp Hari Otonomi = 4 hari Modul = 4 hari x 40 Wp = 160 Wp Jumlah Modul = = 4 buah Menghitung Kapasitas Baterai - Kapasitas Baterai = = 47,5 Ah atau 50 Ah 60

ANALISIS HASIL PENELITIAN Hasil penelitian studi kasus ini

mengenai analisis kinerja lampu PJU yang memanfaatkan energi surya dan akan digunakan sebagai acuan dalam rencana penggantian digantikan lampu dengan PJU listrik PJU PLN yang

mengandalkan energi surya di B2TE BPPT (PUSPIPTEK) Serpong adalah : 1. Sistem yang digunakan pada lampu PJU listrik PLN di B2TEBPPT (PUSPIPTEK) diantaranya; a. Sistem pendistribusian listrik Serpong,

PLN berpusat pada gardu yang kemudian didistribusikan ke

panel distribusi sebelum ke jalur panel lampu PJU listrik PLN.

Haelko, Vol. 098, No. 1 April 2013 : 55-64

b. Pendistribusian tegangan yang dialirkan pertiang lampu PJU listrik PLN sebesar 220 volt, beban lampu merkuri 80 watt dan yang bercabang 40 watt, akan tetapi daya yang dialirkan pertiang rata-rata 125 watt. 2. Hasil penelitan mengenai kinerja lampu PJU SESF yang dipengaruhi oleh komponen-komponen SESF, diantaranya; a. Pengujian modul fotovoltaik

kebutuhannya. bertujuan

Pengujian

ini

untuk

mengetahui

proses sirkulasi energi listrik agar tidak mempengaruhi kinerja PJU SESF. c. Pada BCR dilakukan pengujian polaritas terbalik adalah untuk melihat pengaruh akibat

pemasangan terbalik. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui proses kinerja lampu PJU SESF yang dikontrol oleh BCR agar tidak mempengaruhi kinerja PJU SESF. d. Komponen lampu PJU SESF mempunyai kesetabilan 3. Pengujian tegangan dilakukan pada siang hari saat rangkaian terhubung menghasilkan rata-rata tegangan modul dan baterai 12 volt. batas fungsi/

dilakukan pada siang hari saat tidak terhubung rangkaian dan terhubung rangkaian

menghasilkan tegangan berbeda. Saat tidak terhubung rangkaian menghasilkan rata-rata tegangan 20 volt. Sedangkan saat

terhubung rangkaian rata-rata tegangan 12 volt akibat

penyesuaian dengan rangkaian. Pengujian ini untuk mengetahui proses transfer energi agar tidak mempengaruhi SESF. b. Pengujian baterai (media kinerja PJU

Tegangan yang dihasilkan akibat penyesuaian dengan rangkaian. 4. Pengujian rangkaian terhubung

adalah untuk mengetahui efisiensi pada lampu PJU SESF ini cukup baik sebesar 90,991%. 5. Hasil penelitan mengenai kinerja lampu PJU SESF yang dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang berbedabeda, diantaranya; 61

penyimpanan) dilakukan untuk mengetahui jumlah energi yang dapat disimpan sebesar 15 Volt dan ditransfer berdasarkan

Analisis Kinerja Lampu (Adi Febri Santoso)

a. Saat cuaca gelap BCR ON/OFF yang otomatis menggunakan dapat sistem

PJU listrik PLN sebesar 17,23 lux dan besar jumlah cahaya 75 lumen. 7. Biaya operasi listrik PJU selama SESF

menyalakan

lampu pada malam hari. b. Saat kondisi cerah energi yang dihasilkan diproses oleh modul dengan dapat teknologi fotovoltaik daya

penggunaan

lampu

dalam setahun sebesar Rp. 0,dengan konsumsi listrik 139276,8 kWh lebih rendah bila

menghasilkan

dibandingkan lampu PJU listrik PLN dalam setahun sebesar Rp. 114.206.976,dengan konsumsi

maksimum. c. Pada saat kondisi hujan energi tidak dapat ditransfer karena energy yang dihasilkan di bawah tegangan baterai. d. Modul yang berfungsi sebagai penyedia energi untuk ditransfer ke baterai, tidak berfungsi ketika energi surya yang diserap di bawah tegangan baterai akibat pengaruh kondisi cuaca. e. Pengujian kinerja lampu PJU SESF dengan kondisi cuaca yang berbedabeda kinerja sangat PJU

listrik 139276,8 kWh. 8. Penyebab lampu PJU listrik PLN ingin digantikan dengan lampu PJU yang memanfaatkan energi surya, diantaranya; a. Besarnya konsumsi listrik PLN untuk menghidupi seluruh lampu PJU kawasan B2TE BPPT (PUSPIPTEK) Serpong. b. Instansi BPPT ingin pemerintah B2TE-

(PUSPITEK)Serpong, mengurangi konsumsi

mempengaruhi SESF tersebut

listrik dari PLN. c. Pemanfaatan energi surya pada lampu PJU SESF membantu mengurangi konsumsi listrik

6. Pengujian lux lampu PJU SESF sebesar 23,001 lux dan besar jumlah cahaya 100 lumen per watt menunjukkan bahwa kuat cahaya yang didapat lebih terang bila dibandingkan kuat cahaya lampu

PLN dan cocok dengan iklim, letak geografis Indonesia yang selalu disinari matahari

sepanjang tahun. KESIMPULAN

62

Haelko, Vol. 098, No. 1 April 2013 : 55-64

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, kesimpulan, yaitu sebagai berikut: 1. Berdasarkan hasil analisis bahwa maka dapat diambil

(PUSPITEK),

Serpong

untuk

mengurangi konsumsi listrik dari PLN. d. Biaya operasi listrik PJU selama SESF

penggunaan

lampu

lampu PJU (penerangan jalan umum) yang memanfaatkan energi surya

dalam setahun sebesar Rp. 0,dengan konsumsi listrik 139276,8 kWh lebih rendah bila

lebih handal dan ekonomis yang akan digunakan sebagai acuan dalam

dibandingkan lampu PJU listrik PLN dalam setahun sebesar

rencana penggantian lampu PJU PLN; a. Pemanfaatan teknologi fotovoltaik pada lampu PJU SESF

Rp.114.206.976,- dengan konsumsi listrik 139276,8 kWh. 2. Energi surya sangat berpotensi

menggunakan sistem yang lebih sederhana, yaitu Off-grid/stand-

mengingat letak geografis Indonesia di khatulistiwa yang


2

alone (tidak terhubung ke jaringan dan langsung digunakan dalam bentuk arus DC). Sedangkan PLN

mempunyai harga

rata-rata 4,5 kWh/m setiap harinya. 3. Berdasarkan hasil analisis mengenai kinerja lampu PJU SESF komponen yang

pendistribusian terpusat. b. Kuat cahaya

listrik

dipengaruhi pada penerangan

oleh

komponen SESF, diantaranya; a. Pengujian modul saat tidak terhubung menghasilkan rata-rata 20 volt dan saat terhubung rata-rata 12 volt. b. Pengujian baterai untuk mengetahui jumlah energi yang dapat disimpan sebesar 15 Volt dan ditransfer

lampu PJU SESF sebesar 23,001 lux dan besar jumlah cahaya 100 lumen perwatt menunjukkan bahwa kuat cahaya yang didapat lebih terang bila dibandingkan kuat

cahaya lampu PJU listrik PLN sebesar 17,23 lux dan besar jumlah cahaya 75 lumen c. Pemanfaatan energi surya pada lampu PJU SESF membantu

berdasarkan kebutuhannya. c. Pada BCR untuk melihat pengaruh akibat pemasangan terbalik.

Pengujian untuk mengetahui kinerja PJU SESF yang dikontrol BCR. 63

instansi pemerintah B2TE-BPPT

Analisis Kinerja Lampu (Adi Febri Santoso)

4. Berdasarkan hasil analisis mengenai kinerja lampu PJU SESF yang

2. Skripsi ini dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan keinginan dan minat para pembaca. DAFTAR PUSTAKA

dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang berbeda - beda, diantaranya; a. Saat cuaca gelap BCR yang

menggunakan sistem otomatis dapat menyalakan lampu dan modul tidak akan berfungsi pada malam hari. b. Saat kondisi cerah energi yang dihasilkan diproses oleh modu dapat menghasilkan daya maksimum untuk ditransfer ke baterai. c. Pada saat kondisi hujan energi tidak dapat ditransfer karena energy yang dihasilkan di bawah tegangan baterai. d. Modul menyediakan energi untuk ditransfer, tidak berfungsi ketika energi yang diserap di bawah

Adjat,

Sudrajat.

2007.

Sistem-Sistem

Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Jakarta: BPPT-Press Balai Besar Teknologi Energi (B2TE) Badan Pengkajian (BPPT). dan Penerapan Profile

Teknologi

2010.

B2TE-BPPT.(terhubung) http://b2te.bppt.go.id/index.php/profil.h tml (2004) (ESDM) Energi Sumber Daya Mineral. 2010. Peluang Pemanfaatan Energi Surya Fotovoltaik di Indonesia.

(terhubung) http://www.edsm.go.id/berita/artikel/56 artikel/3348-peluang-pemanfaatanenergi-surya-fotovoltaik-diindonesia.html (05 Mei 2010) Septiadi, Deni. Dkk, 2009. Proyeksi Energi Surya Sebagai Energi Terbarukan. ISSN:1411-3082. Susanto, Herry. 2008. Kantor Pemkab

tegangan baterai akibat pengaruh cuaca. 5. Untuk mendapatkan efektifitas kinerja lampu PJU SESF yang baik, harus memperhitungkan hari otonomi (tanpa matahari) sebesar 2-5 hari agar lampu PJU SESF mampu menyala ketika tidak ada pengisian dari matahari. SARAN 1. Bagi B2TE-BPPT (PUSPIPTEK),

Tangerang Boros Listrik. (terhubung) http://www.serpongkita.com/forumserp ong.html. (23 Agustus 2008)

Serpong agar hasil penelitian ini dapat dimaanfaatkan, dirawat, dikembangkan dan disosialisasikan. 64

Haelko, Vol. 098, No. 1 April 2013 : 55-64