Anda di halaman 1dari 3

Leher kencang : Kontraksi atau spasme dari satu atau beberapa otot leher karena sikap tubuh yang

salah, mikrotrauma atau terserang angin dingin sehingga leher menjadi kaku, gerakan terbatas, dan nyeri (Ngoerah, 1991) Terapi Farmakologis 1) Diuretik a) Bumetamid b) Furosamid c) Spironolakton d) Triamteren Bekerja untuk menghambat retensi Na dan air Dosis: per oral pagi, untuk Hipertensi awal : 12,5 mg, 25-50 mg/hari Untuk edema 25-100 mg, 25-50 mg/hari Anak 1-2 mg/kg/hari 1 atau 2x< 6 bulan 3 mg/kg/ha 2) Alpha blocker a) Doxazosin b) Prazosin c) Terazosin Dosis mula- mula 3x/hr,dosis dpt ditingkatkan hg 20 mg dlm dosis terbagi. Cara kerja obat : menghamabat pembentukan alfa 1 akibatnya resistensi perifer total akan normal. 3) Beta blocker a) Propanolol b) Metoprolol

c) Atenolol Dosis: Hipertensi Dewasa, awal 5 mg/hr dapat ditingkatkan 20 mg/hr Org tua Awal 2.5-5 mg/hr dapat ditingkatkan 2,5-5 mg/hr Max. 20 mg/hr Cara kerja obat : menghamabat pembentukan beta 1 dan akibatnya cardiac outputnya menjadi normal. 4) Ca channel blocker a) Livadipin b) Ambodipin c) Verapamil d) Ditiosin cara kerja obat : untuk blok Ca , akibatnya Ca tidak bisa masuk ke intrasel, maka otot di pembuluh darah tidak bisa vasokonstriksi, lalu resistensi perifer akan menurun. 5) ACE inhibitor a) Captopril b) Sinopril Dosis: Awal 12,5-25 mg/2-3x/hr dapat ditingkatkan 50 mg/2-3x/hr Maintenance 25-150 mg/2-3x/hr Cara kerja obat : a) mengakibatkan vasodilatasi dan menurunkan aldosteron b) menghambat pembentukkan angiotensin 1 menjadi angiotensin 2 6) vasodilator a) Hidrolazim b) Minoksidil : efeknya hipertrikosis Cara kerja : menghambat resistensi perifer total agar tidak meningkat.

DApus : Ngoerah, IGNG. 1991. Dasar-dasar Ilmu Penyakit Saraf. Surabaya: Airlangga University Press. Setiawati,Arini.1987.Farmakologi dan Terapi Edisi 3.Jakarta :FKUI.