Anda di halaman 1dari 2

TEKNOLOGI TERBARU ATASI PROBLEM TULANG BELAKANG

Dr. Lutfi Gatham Sp OT K(Spine) Menurut anatomi tubuh, tulang belakang manusia terdiri dari ruas-ruas yang diantara ruas-ruas tsb terdapat terdapat bantalan tulang belakang yang disebut discus intervertebralis . Fungsi tulang belakang menjadi sangat penting dalam menopang berat badan manusia sehingga manusia sebagai mahluk yang ditakdirkan berkaki dua dapat berdiri dengan tegak dan berjalan stabil. Akan tetapi pada keadaan tertentu, fungsi tulang belakang ini dapat terganggu dan gangguan yang paling sering ditemukan adalah nyeri tulang belakang di daerah leher (neck pain) dan bagian bawah yang disebut nyeri tulang belakang bawah atau low back pain. Cedera semacam itu paling banyak disebabkan oleh factor umur (penyakit degeneratif). Degeneratif pada bantalan tulang belakang (degenerative disc disease) banyak ditemukan sehari-hari dan biasanya penderita datang pada fase kronik (chronic low back pain). Gejalanya adalah nyeri pada leher atau pinggang bawah yang dapat menjalar kelengan atau tungkai . Bisa pula penyakit inidisebabkan oleh kegemukan berlebihan yang melebihi kemampuan tulang belakang menopang tubuh. Menurut statistic sekitar 80 % penduduk dunia merasakan nyeri di bagian belakang tubuhnya. Dari jumlah itu, sekitar 20 % berhubungan dengan tulang belakang. Tidak sedikit penderita menahun mengidap rasa sakit pada tulang belakang. Penderita seperti ini, menggerakkan tubuh saja tidak bisa dan kesakitan jika tidur miring. Kesakitan inibisa menjalar ke kaki yang bisa menimbulkan kelumpuhan. Pada kebanyakan penderita, cedera tulang belakang hanya diobati dengan obatobatan antiinflamasi, fisioterapi dan bahkan injeksi. Pada umumnya penderita dapat menerima dengan baik pengobatan seperti itu sehingga mereka terbebas dari gangguan nyeri tulang belakang bawah (low back pain). Namun, sebagian lagi penderita tidak merespons dengan baik cara pengobatan seperti itu sehingga mereka terus mengalami nyeri tulang belakang yang mengganggu kegiatan seharihari. Bagi penderita seperti itu, tindakan pembedahan kini dapat mengatasi gangguan tersebut. Dengan teknologi yang semakin canggih, kini bantalan tulang belakang yang rusak dapat diganti dengan protesa bantalan tulang belakang (artificial disc replacement) yang terbuat dari bahan titanium. Tindakan operasi juga tidak dilakukan dari belakang, melainkan dari perut dengan melakukan pembedahan sekitar lima sampai tujuh sentimeter. Adapun indikasi untuk melakukan tindakan ini adalah penderita dengan gangguan bantalan tulang belakang kronik dan penderita yang pernah dioperasi (discectomy) tetapi masih tetap nyeri dan yang paling memungkinkan dilakukan pembedahan

adalah kalangan usia muda. Meski demikian, tindakan pembedahan bagi kalangan muda usia itupun bisa dipastikan apabila bantalan tulang belakang memang benarbenar harus diganti. Di Indonesia, diantaranya Rumah Sakit Internasional Bintaro melakukan tindakan penggantian bantalan tulang belakang sejak tahun 2005 dan sampai saat ini penderita yang mendapat penggantian merasa jauh lebih baik dalam aktivitas sehari-hari. Untuk melakukan aktivitas berat biasanya baru boleh dilakukan enam bulan setelah operasi. Untuk melakukan tindakan ini biasanya dokter ortopedi tulang belakang (orthopedic spine surgeon) melakukan serangkaian pemeriksaan. Dimulai dengan menanyakan berbagai hal yang berhubungan dengan penyakit pasien , rontgen dan kemudian melakuan pemeriksaan MRI tulang belakang. Apabila semua pemeriksaan kurang informative, dokter akan melakukan diskografi yaitu pemeriksaan menggunakan jarum, disuntikkan kedalam bantalan tulang belakang kemudian dimasukkan cairan kontras. Dengan cara ini dokter menjadi yakin karena mengetahui bantalan yang paling bertanggung jawab terhadap nyeri yang dirasakan penderita. Pengganti bantalan tulang belakang (artificial disc replacement) yang tersedia saat ini terdiri dari dua lempeng bahan cobalt chromium molybdenum alloy (CoCrMo) yang dipisahkan oleh bahan yang kuat mirip plastic (ultrahigh molecular weight polyethylene) yang berfungsi sebagai bantalan. Dengan plastic ini, tulang belakang dapat bergerak hampir mirip dengan gerakan yang dihasilkan oleh bantalan normal.