BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Dalam rangka pengamanan Alat Kesehatan (Alkes) dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT), Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan- Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan bertanggung jawab dalam melaksanakan pembinaan pengendalian dan pengawasan Alkes dan PKRT. Pembinaan dan pengendalian secara menyeluruh dimaksudkan agar Alkes dan PKRT yang beredar dan digunakan oleh masyarakat dapat memenuhi persyaratan dan tidak merugikan kesehatan masyarakat. Pelakasanan pembinaan dan pengendalian perlu dilakukan sejak proses produksi hingga saat penggunaan di masyarakat meliputi: tingkat pengadaan, tingkat produksi dan tingkat distribusi agar penggunaan Alkes dan PKRT dapat tepat guna dan berhasil guna. Untuk itu, Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan melaksanakan pelayanan sertifikat produksi, izin edar serta izin penyalur sebagai bagian dari proses pengamanan Alkes dan PKRT. Disadari adanya perbedaan kemampuan serta persepsi petugas yang melaksanakan pelayanan tersebut, agar pelaksanaan pelayanan berjalan lancar dan sistematis maka perlu disusun suatu pedoman pelayanan yang digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan tugas pelayanan tersebut. B. Dasar Hukum Dalam melaksanakan pelayanan Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan berdasarkan atas peraturan perundang-undangan sebagai berikut: a. Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (lembaran Negara RI No. 42 Tambahan Lembaran Negara RI No. 3821) b. Undang-undang No.20 tahun 2000 tentang Otonomi Daerah c. Undang-undang No.32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah d. Undang-undang No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan e. Peraturan Pemerintah No 7 tahun 1973 tentang Pengawasan atas Peredaran, Penyimpanan, dan Penggunaan Pestisida; f. Peraturan Pemerintah No.72 tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan g. Peraturan Pemerintah No 38 tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota h. Peraturan Pemerintah No. 13 tahun 2009 Tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Departemen Kesehatan i. Peraturan Menteri Kesehatan RI No.1184/Menkes/Per/X/2004 tentang Pengamanan Alat Kesehatan dan PKRT j. Peraturan Menteri Kesehatan RI No 922/Menkes/SK/X/2008 Tentang Pedoman Teknis Pembagian Urusan Pemerintahan Bidang Kesehatan antara Pemerintah, Pemerintah daerah Propinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota k. Peraturan Menteri Pertanian RI No. 07/Permentan/SR.140/2/2007 tentang Syarat dan Tata Cara Pendaftaran Pestisida;

Hal 1

C. Tujuan 1. Sebagai acuan dalam pelaksanaan penilaian Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) 2. Disusun untuk dapat memenuhi keseragaman dalam pelaksanaan penilaian. D. Sasaran 1. Petugas kesehatan di Pusat 2. Petugas kesehatan di daerah (Dinas Kesehatan Propinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota) 3. Pelaku usaha yang melaksanakan produksi Alat Kesehatan dan PKRT 4. Pelaku usaha yang melaksanakan distribusi Alat Kesehatan

Hal 2

II Pabrik yang telah menerapkan Pedoman CPPKRTB secara keseluruhan. IIa. IIb. sehingga diizinkan memproduksi PKRT Kelas I. Persyaratan Sertifikat Produksi No 1 2 3 4 5 6 7 Persyaratan Surat Permohonan kepada Kementerian Kesehatan RI Sesuai Pedoman Pemeriksaan Setempat untuk sertifikasi (Berita Acara Pemeriksaan dari Dinkes setempat) Rekomendasi dari Dinas Kesehatan Propinsi setempat Memiliki Badan usaha /Badan hukum (salinan akte notaris) NPWP Direktur perusahaan Alamat kantor dan nomor telepon Kelas A √ √ √ √ √ √ √ Kelas B √ √ √ √ √ √ √ Kelas C √ √ √ √ √ √ √ Hal 3 . namun hanya diizinkan memproduksi Alkes kelas I dan II tertentu A. B dan C dengan keterangan sebagai berikut (diadopsi dari Permenkes RI Nomor 1184/Menkes/Per/X/2004 pasal 23) : Alat Kesehatan Kelas A Kelas B Kelas C PKRT Kelas A Kelas B Kelas C Pabrik yang telah menerapkan Pedoman CPPKRTB secara keseluruhan.BAB II PELAYANAN SERTIFIKAT PRODUKSI ALAT KESEHATAN DAN PERBEKALAN KESEHATAN RUMAH TANGGA Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor Nomor 1184/Menkes/Per/X/2004 tentang Pengamanan Alat Kesehatan dan PKRT bahwa produksi alat kesehatan dan PKRT hanya dapat dilakukan oleh Perusahaan yang telah memiliki sertifikat produksi. yang artinya produksi dilakukan sesuai dengan ketentuan tentang cara produksi yang baik (Cara Produksi Alat Kesehatan yang Baik/CPAKB atau Cara Produksi PKRT yang Baik/CPPKRTB). sehingga diizinkan memproduksi Alkes Kelas I. namun hanya diizinkan memproduksi PKRT kelas I dan II tertentu Pabrik yang telah menerapkan Pedoman CPAKB secara keseluruhan. dan IIb Pabrik yang telah menerapkan Pedoman CPAKB secara keseluruhan. namun diizinkan memproduksi Alkes Kelas I steril. dan III Pabrik yang telah menerapkan Pedoman CPAKB secara keseluruhan. namun diizinkan memproduksi PKRT Kelas I. Berdasarkan kelayakan berproduksi dan risiko yang ditimbulkan oleh alkes dan PKRT maka sertifikat produksi alkes dan PKRT dibagi menjadi 3 yaitu Kelas A. II dan III Pabrik yang telah menerapkan Pedoman CPPKRTB secara keseluruhan. IIa.

Perluasan/Addendum Sertifikat Produksi NO 1. 6. perlu pemeriksaan kembali oleh Dinkes Propinsi untuk dibuatkan surat rekomendasi dari Kepala Dinas Kesehatan Propinsi. UD dan PD. 8. Asisten apoteker/tenaga lain yang sederajat sesuai dengan bidangnya (kecuali untuk produksi Alkes elektromedik) Daftar produk yang akan diproduksi Daftar alat kelengkapan produksi Daftar buku kepustakaan Jumlah dan jenis tenaga kerja √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ B. PT. Daftar produk yang akan diproduksi harus sesuai dengan jenis peralatan yang tersedia untuk mendukung proses produksi. PERSYARATAN Surat permohonan kepada Kementerian Kesehatan RI BAP sarana dari Dinkes Propinsi (bila ada perubahan sarana dan prasarana) Kelas A √ √ Kelas B √ √ Kelas C √ √ Hal 4 . Untuk pabrik kelas C. Harus dibuat jadwal penggunaan fasilitas bersama jika pabrik tersebut memproduksi lebih dari 1 jenis produk (misalnya obat atau kosmetika). 3. 4. harus mampu menunjukkan hasil uji dari laboratorium terakreditasi C. maka dibuatkan surat kepada Dinkes Propinsi untuk melengkapinya (proses dapat terus berjalan). S1 / sederajat 2. 2. Penanggung jawab produksi harus memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan jenis produk yang diproduksi dan dengan mempertimbangkan keahlian tertentu yang didukung oleh ijazah dan sertifikat ketrampilan yang sesuai.8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Alamat pabrik dan nomor telepon Izin usaha industri /TDI/Izin industri dari BKPM untuk PMA UUG/HO Peta Lokasi Denah bangunan SIUP/TDP/TDUP Laboratorium dan perlengkapannya Kerja sama dengan laboratorium yang terakreditasi Surat pernyataan penanggung jawab teknis bahwa sanggup Full time dan salinan ijazah yg dilegalisir Penanggung jawab produksi yang sesuai: 1. Masa berlaku sertifikat produksi adalah 5 tahun. Untuk Permohonan sertifikat produksi tanpa keterlibatan Kab/Kota pada pemeriksaan sarana. D3 sesuai dengan bidangnya 3. 2. Pemohon yang diperbolehkan adalah CV. 5. kecuali perorangan. Hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun resume sertifikat produksi 1. 7. Penambahan jenis produksi yang memerlukan alat dan fasilitas yang berbeda.

11. 9. Persyaratan Surat permohonan perubahan data kepada Menteri Kesehatan RI dengan tembusan Kepala Dinas Kesehatan Propinsi setempat Rekomendasi Dinas Kesehatan Propinsi Salinan Sertifikat produksi lama yang masih berlaku Akte notaris mengenai perubahan nama Surat pernyataan tidak ada perubahan selain tercantum dalam permohonan. 8. 15.3. 5. 13. 6. 12. √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ - √ √ - √ √ √ - - 7. 14. 3. 5. 6. 4. 10. 4. Jika penambahan jenis produk yang akan diproduksi mengakibatkan kenaikan klasifikasi sertifikat produksi. Bila tidak ada perubahan sarana dan prasarana tidak diperlukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Persyaratan Perubahan Sertifikat Produksi No 1. 2. - - - √ √ √ √ √ √ √ √ √ - Hal 5 . Persetujuan perubahan nama dari instansi terkait (perindustrian dan BKPM untuk perusahaan modal asing) Surat Pernyataan Pergantian PJT dari Pimpinan Perusahaan Surat Pernyataan PJT Sanggup Bekerja Penuh Waktu Ijazah PJT serta dokumen lain jika perlu Surat pengunduran diri PJT lama Peta Lokasi Denah Ruangan UUG/HO TDI/Izin Usaha Industri BAP Sarana Nama Badan Hukum √ Pimpinan Lokasi PJT √ √ - - 2. maka harus memenuhi persyaratan kelas tersebut. Salinan Sertifikat produksi lama yang masih berlaku Daftar Alat Kelengkapan Produksi Rekomendasi Dinkes Propinsi Daftar produk yang akan diproduksi √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun resume addendum Sertifikat Produksi : 1.

5. 6. Persyaratan Perpanjangan Sertifikat No 1. 4. 7.Yang perlu diperhatikan : Surat persetujuan perubahan Nama/Status Badan Hukum/Pimpinan Perusahaan harus ada tembusan untuk Kepala Dinas Kesehatan Propinsi. 2. 3. Persyaratan Surat permohonan perpanjangan sertifikat produksi Sertifikat produksi lama Pernyataan tidak ada perubahan pada kondisi pabrik (jika tdk berubah) Pernyataan mengenai perubahan yang ada (bila ada perubahan) Laporan produksi tahunan Pemeriksaan dokumen dan sarana untuk memastikan Reaudit kembali masih memenuhi persyaratan dan masih aktif melakukan proses produksi(BAP) Rekomendasi Dinkes Propinsi Keterangan Hal 6 . F.

15. 18. 16. 17.BAB III PELAYANAN IZIN PENYALUR ALAT KESEHATAN A. Persyaratan Permohonan Izin Penyalur Alat Kesehatan Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor Nomor 1184/Menkes/Per/X/2004 tentang Pengamanan Alat Kesehatan dan PKRT bahwa penyalur alat kesehatan wajib memiliki Izin Penyalur Alat Kesehatan (IPAK) dari Menteri Kesehatan . 11. Sesuai Pedoman Pemeriksaan Setempat untuk sertifikasi (Berita Acara Pemeriksaan dari Dinkes setempat) Rekomedasi Dinas Kesehatan Propinsi Memiliki Badan Hukum/Akte Perusahaan NPWP UUG/HO SIUP Alamat kantor dan nomor telepon Memiliki Bengkel. 8. 6. 13. 14. D3 Farmasi atau sederajat sesuai dengan bidangnya Surat pernyataan bekerja full time dari PJT Alkes Alkes non Diagnostik elektromedik elektromedik Reagensia √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 3 4 5. alamat & No Telpon Peta lokasi & Denah bangunan Alamat gudang & No. 19. 12. S1 atau sederajat b. telpon Surat penunjukkan dari Prinsipal (minimum 2 tahun) diketahui oleh KBRI atau notaris untuk produk dalam negeri Salinan sertifikat produksi (produk dalam negeri) Daftar jenis alkes yang akan diedarkan Brosur/katalog Surat pernyataan bersedia melepas keagenan Direktur Perusahaan Ijazah/Pendidikan dan Nama Penanggung jawab teknis a. 9. 10. Berikut adalah persyaratan yang harus dipenuhi pemohon untuk mendapatkan Izin Penyalur Alat Kesehatan : No 1 2 Persyaratan Permohonan ke Menteri Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Propinsi. 7. Hal 7 .

Tenaga teknisi dan jumlahnya Pendidikan/ijazah tenaga teknis √ √ √ √ √ √ B. 5. Surat penunjukkan yang memenuhi syarat hanya yang berasal dari prinsipal. Untuk menjamin otentisitas dokumen dan mengetahui adanya hubungan dagang prinsipal di luar negeri dengan perusahaan di Indonesia. tetapi harus ada surat kuasa mendaftar dari prinsipal Boleh. penunjukkan yang dikeluarkan oleh perwakilan marketing prinsipal dimungkinkan jika dapat menunjukkan surat bahwa perwakilan marketing tersebut telah ditunjuk resmi oleh prinsipal (minimal 2 tahun).Penunjukkan dari Pabrik/prinsipal . 21. 3.Penunjukkan dari area distribusi: dengan memberikan surat keterangan atau hak area distributor untuk menunjuk agen dari prinsipal. tetapi harus ada surat kuasa mendaftar dari prinsipal 7. Surat penunjukkan bisa berasal dari : . bukan nama perusahaan perwakilan marketing yang memberikan surat penunjukkan. PAK harus berbentuk badan hukum Perseroan Terbatas (PT). harus menyebutkan jenisnya Sole distributor Representative Distributor Distributor for sale Distributor non exclusive dengan menyebutkan nama produk Boleh Boleh Boleh Boleh Boleh. Produk dengan jenis yang berbeda dari prinsipal yang sama dapat disalurkan oleh distributor yang berbeda 10. Pimpinan perusahaan harus membuat Surat Pernyataan di atas meterai mengenai kesediaan melepas hak sebagai penyalur dan mengembalikan nomor registrasi jika terjadi pemutusan kerja sama dengan prinsipal atau ada pihak lain yang lebih berhak ditunjuk oleh prinsipal. Hal 8 .20. Hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun resume PAK Pemohon mengajukan surat permohonan pengajuan PAK dengan melampirkan Surat Rekomendasi dan BAP dari Dinas Kesehatan Propinsi. Beberapa istilah dalam surat penunjukkan untuk PAK: Sole agent Exclusive distributor untuk sebagian. 1. 8. Jika tidak ada batas waktu pada surat penunjukan maka penunjukan dianggap sama dengan umur registrasi. 4. Produk yang sama dengan nama dagang yang berbeda dari prinsipal yang sama boleh disalurkan oleh distributor yang berbeda 11. 2. Jika tidak ada minimal dari konsulat jenderal. surat penunjukkan (Letter of Authorization) harus diketahui KBRI setempat. Selanjutnya dibuat resume terhadap data yang diberikan tersebut. Jenis alkes yang akan diedarkan adalah nama generik tidak perlu untuk setiap tipe produk 9. tetapi harus ada surat kuasa mendaftar dari prinsipal Boleh. Nama yang tercantum pada Addendum PAK adalah nama prinsipal. 6.

Persyaratan Penambahan/Addendum Dan Perpanjangan Keagenan No 1. 14. Salinan sertifikat produksi (produk dalam negeri) Kuasa mendaftar dari prinsipal Surat pernyataan bersedia melepas keagenannya jika di kemudian hari ada pihak yang lebih berhak Brosur. Persyaratan Surat permohonan perluasan keagenan/ addendum jenis alat kesehatan atau perpanjangan keagenan. maka pada nomor registrasi ditulis “nama produsen for nama prinsipal”. Persyaratan Surat Permohonan perubahan ke Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alkes Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Propinsi Ijin penyalur alat kesehatan lama beserta lampirannya termasuk addendum (jika ada) Akte notaris mengenai perubahan Persetujuan perubahan nama dari instansi terkait (perindustrian dan BKPM untuk perusahaan modal asing) Nama Pimpinan Badan Hukum √ PJT Lokasi √ √ √ √ 2. Ijin penyalur alat kesehatan lama beserta lampirannya termasuk addendum (jika ada) Penunjukan keagenan sebagai sole agent/ exclusive distributor dengan batas waktu serta jenis alatnya di ketahui KBRI setempat bagi prinsipal luar negeri dan Notaris bagi produk dalam negeri. 2. 3.12. 5. 13. 8. 9. 3. spesifikasi. 4. Penambahan jenis produk yang akan disalurkan diberikan dalam bentuk addendum. 6. Untuk produk import yang diproduksi makloon di negara yang berbeda. 7. Untuk produk import dengan private label. dan kegunaan alat atau keterangan lain tentang alat yang diageninya Perjanjian Kerjasama/MoU Surat pemutusan kerjasama dari prinsipal lama Penambahan √ √ Perpanjangan √ √ √ √ 4. diminta surat pernyataan dari pabrik bahwa merek tersebut sama dengan produk yang dicantumkan pada CFS. √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ - √ - - - Hal 9 . sesuaikan dengan labelling. √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Persyaratan Perubahan IPAK No 1.

penyimpanan khusus bagi alkes reagensia (refrigerator farmasi)-/Blood bank) Peta lokasi - - - √ √ √ √ √ √ - - - - - √ 12. 4. 11. 2. 3. 8. 10. 7. 9. 5. 6. Persyaratan Surat permohonan perluasan keagenan / addendum kepada Menteri Kesehatan RI Ijin penyalur alat kesehatan lama beserta lampirannya termasuk addendum (jika ada) Pernyataan tidak ada perubahan pada kondisi Ijin penyalur alkes lama Pemeriksaan sarana untuk memastikan kembali masih memenuhi persyaratan dan masih aktif melakukan penyaluran alkes (BAP) Rekomendasi Dinkes Propinsi Daftar keagenan Keterangan Reaudit Hal 10 . 6. Rekomendasi Dinkes Propinsi BAP Hasil Pemeriksaan Surat Pernyataan pergantian PJT dari Pimpinan perusahaan SP PJT sanggup bekerja penuh waktu Ijazah PJT serta dokumen lain jika perlu Pengunduran diri PJT lama Denah Kantor/Gudang/ Bengkel (Penyalur alkes Eletromedik). - - - - √ Persyaratan Perpanjangan Keagenan No 1.5.

kelas I Æ 30 hari kerja .BAB IV PELAYANAN IZIN EDAR A. SEKSI 3 TIM PENILAI Keterangan: Hasil penilaian berkas Surat tambahan data Konsultasi tim ahli TIM AHLI Lama proses : . Pelaksanaan pemberian izin edar alkes dan PKRT Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1184/Menkes/Per/X/2004 tentang Pengamanan Alat Kesehatan dan PKRT bahwa alkes dan PKRT yang beredar atau dijual di wilayah Indonesia harus mendapat izin edar dari Menteri Kesehatan. mutu dan manfaat. Izin edar adalah izin yang diberikan oleh Menteri Kesehatan terhadap Alkes dan PKRT untuk beredar di wilayah Indonesia setelah dilakukan evaluasi meliputi keamanan. DIREKTUR JENDERAL PEMOHON 6 DIREKTU 1 5 8 7 SUBDIT ABCD 2 4 LOKET Praregistrasi KA.kelas II Æ 60 hari kerja .kelas III Æ 90 hari kerja Hal 11 .

sedangkan 1 set lainnya disimpan oleh pemohon sebagai arsip. kemudian hasil penilaian diserahkan kepada Kasie untuk diperiksa ulang.Keterangan: 1. Pemohon menyerahkan lembar penandaan berwarna rangkap 3 untuk tiap kemasan (PKRT) dan minimal 1 penandaan berwarna dan 2 salinan (Alkes) 3. 9. dan kuning (produk PKRT). 6. Kasie memberikan kesimpulan lengkap/tidak lengkap. Pemohon memasukkan berkas pendaftaran pada loket dan dilakukan proses praregistrasi oleh tim penilai. hijau (produk alkes diagnostik dan reagensia). Kasubdit memberikan disposisi kepada kepala seksi (Kasie) untuk bertanggung jawab terhadap proses penilaian. Untuk produk PKRT yang sama yang memiliki lebih dari satu ukuran. terhadap hasil penilaian apakah berkas 5. B (Alkes Non Elektromedik). Kasie memberikan disposisi kepada tim penilai untuk melakukan proses penilaian terhadap berkas. dan D (PKRT) Hal 12 . maka didaftarkan menggunakan formulir berbeda. Direktur memberikan persetujuannya terhadap lembar nomor registrasi jika dinilai memenuhi syarat untuk selanjutnya diserahkan kepada Direktur Jenderal untuk diberikan persetujuan izin edar. Formulir pendaftaran diisi dalam bahasa Indonesia. sedangkan data/dokumen pendukung boleh dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Berkas yang tidak lengkap akan dibuatkan surat tambahan data dan diserahkan kepada Direktur untuk diminta persetujuannya. Apabila ada permasalahan dengan produk yang dievaluasi terkait dengan keamanannya. 5. 7. Kasubdit melakukan verifikasi terhadap hasil kesimpulan Kasie. C (Alkes Diagnostik dan Reagensia). Selanjutnya berkas diserahkan kepada Kasubdit masing-masing 2. 4. Bukti pembayaran bank dan berkas pendaftaran diserahkan kepada petugas administrasi untuk dicatat dan diberi nomor sesuai ketentuan. 4. Kode untuk subdit ditetapkan sebagai berikut : A (Alkes Elektromedik). Berkas yang lengkap bisa dibuatkan slip setoran dan pemohon diminta membayar biaya PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) di bank yang ditunjuk. dilakukan diskusi dengan tim ahli untuk menentukan status keamanan produk. Kemudian surat tambahan data akan diserahkan kepada pemohon. Kasubdit berhak menentukan apakah suatu berkas lengkap atau tidak. Formulir pendaftaran dimasukkan dalam map berwarna merah (produk alkes elektromedik). Pemohon harus menyerahkan 1 set formulir pendaftaran yang disusun berdasarkan urutan yang telah ditetapkan. Berkas yang telah memenuhi persyaratan pra-registrasi akan dicatat oleh petugas administrasi di loket dan diberi nomor pendaftaran sesuai ketentuan yang berlaku. dan kepada pemohon akan diberikan tanda terima permohonan. 3. Berkas yang oleh Kasubdit dinilai lengkap akan dibuatkan nomor registrasinya dan disiapkan lembar registrasi untuk diserahkan kepada Direktur . 2. Penjelasan lainnya pada proses pendaftaran : 1. biru (produk alkes non elektromedik). 8.

Data administrasi 2. Petugas yang melaksanakan pra-registrasi adalah anggota Tim Penilai. Formulir pendaftaran 3. Data teknis Berkas yang tidak lengkap dikembalikan kepada pemohon untuk dilengkapi kekurangannya. persyaratan keamanan. Izin edar Alkes KELAS I LAMPIRAN A DATA ADMINISTRASI 1 Berikan Foto copy sertifikat Produksi alat kesehatan yang dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan Cq Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan ( Untuk Alat Kesehatan Lokal ) 2 Berikan Foto copy ijin penyalur alat kesehatan beserta addendumnya yang dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan Cq Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan ( Untuk Alat Kesehatan impor) 3 Berikan foto copy surat kuasa sebagai sole agent atau sole distributor yang diberi kuasa mendaftar alat kesehatan ke Kementerian Kesehatan dari prinsipal / pabrik asal yang telah dilegalisir KBRI 4 Berikan certificate of free sale dari lembaga yang bewewenang 5 Izin BAPETEN (untuk produk yang memancarkan radiasi) 6 7 Paten Merek atau Surat Pernyataan Kepemilikan Merek (produk dalam negeri) Ringkasan eksekutif ini akan dilengkapi dengan template CSDT yang akan terdiri dari informasi sebagai berikut : − Tinjauan ringkas mengenai deskripsi alat kesehatan beserta mekanisme kerjanya bila ada − Sejarah pemasaran − Tujuan penggunaan dan indikasi pada label − Jika belum memiliki ijin edar dari negara lain yang diakui harus memberikan informasi tentang status tunggu tersebut − Informasi penting tentang keamanan atau kinerja alat Salinan /fotokopi sertifikasi dan dokumen yang menyebutkan kesesuaian terhadap standar produk. C. Adapun hal yang dinilai dalam proses pra-registrasi adalah memeriksa kelengkapan : 1.B Pra-registrasi Merupakan proses penilaian awal yang dilaksanakan di loket pendaftaran. efektivitas dan sistem mutu dalam desain dan proses pembuatan IIa IIb III √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 8 √ √ √ √ Hal 13 .

Ketika pembuat alat kesehatan menggunakan standar internasional atau standar lain untuk menunjukkan kesesuaian terhadap Prinsip utama. declare declare Perlu Perlu CSDT harus dapat menggambarkan metode umum yang bukti bukti digunakan untuk deklarasi kesesuaian kepada setiap Prinsip utama yang dapat diterapkan. LAMPIRAN B INFORMASI ALAT KESEHATAN 1 Uraian alat (Menurut Klasifikasi) √ √ √ √ Uraian A B C D Uraian alat termasuk − cara penggunaan − indikasi penggunaan alat − brosur − material produk − kadaluwarsa ( hanya untuk produk steril) Hal 14 . serta organisasi yang membuat standar tersebut Jika pabrik menggunakan standar lain seperti standar internal maka CSDT harus mencantumkan sumbernya. daftar pemeriksaan kesesuaian dengan Prinsip utama yang sudah dilengkapi dapat digunakan untuk menunjukkan bahwa satu standar pengujian yang diakui telah digunakan untuk menunjukkan kesesuaian dari satu Prinsip utama Dengan demikian. 9 Prinsip Utama dan Bukti Kesesuaian √ √ √ √ Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai dgn dgn dgn dgn alat alat alat alat Bukti kesesuaian dapat dibuat dalam bentuk tabel dengan dokumen pendukung yang mungkin untuk penilaian sesuai dengan persyaratan. CSDT harus dapat menggambarkan dokumen spesifik yang sesuai dengan metode yang digunakan untuk kesesuaian terhadap Prinsip utama. CSDT harus memasukkan deklarasi kesesuaian terhadap standar atau sertifikat ijin lain dari regulator dan satu ringkasan data pengujian jika standar yang digunakan tidak persyaratan kinerja. Metode yang ada mungkin dapat menggunakan standar internasional atau standar lain yang diakui. CSDT harus mencantumkan seluruh judul dari standar yang diacu. Tidak semua Prinsip utama dapat berlaku untuk semua alat kesehatan dan untuk setiap manufactur harus dapat mengkaji mana yang sesuai untuk produknya. Dalam menentukan hal ini. teknologi terkini atau metode yang digunakan oleh industri itu sendiri. nomor dan tanggal penetapan standar. Contoh daftar pemeriksaan kesesuaian dengan Prinsip Utama terdapat pada Lampiran ….CSDT harus mengidentifikasi Prinsip utama dari keamanan √ √ √ √ dan kinerja yang dapat diaplikasikan pada alat kesehatan. Sebagai contoh. perbandingan dengan produk sejenis di pasaran dan lain-lain. harus diperhitungkan tujuan/ kegunaan dari alat kesehatan.

2 Acuan/Matriks tersebut di atas adalah dalam bentuk draft. frekuensi. material atau bahan dari alat. foto. Peringatan Informasi mengenai bahaya yang mungkin dapat terjadi. termasuk prosedur. penyembuhan atau meringankan penyakit. dilengkapi dengan penandaan. menguraikan jenis dan jumlah informasi untuk disampaikan untuk tiap kelas dari alat kesehatan. konsep ilmiah dasar yang digunakan untuk mendasari penggunaan alat (termasuk wiring untuk alkes elektromedik). Perhatian Perhatian kepada pengguna mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menjamin keamanan dan kemanfaatan alat dalam penggunaan. perawatan. serta meliputi uraian dari target populasi pasien yang dituju. mencegah. Petunjuk yang diperlukan untuk dapat menggunakan alat dengan cara yang aman. metode. durasi . yang harus diketahui oleh pengguna sebelum menggunakan alat. diagram. Petunjuk penggunaan Semua informasi yang diperlukan dari pabrik alat kesehatan terkait penggunaan. jumlah dan cara penyiapan yang harus diikuti untuk keamanan. yang dilengkapi dengan data yang disediakan oleh pabrik alat kesehatan dalam bentuk petunjuk penggunaan serta kemampuan fungsional dari alat. − Kontra indikasi adalah kondisi dimana alat tidak dapat digunakan karena dapat menimbulkan resiko yang lebih besar dari keuntungannya. komponen material dan aksesori yang digunakan pada pengoperasian alat serta pengemasan. menunggu keputusan lebih lanjut tentang konsensus terhadap adopsi dari 4 kelas resiko yang mendasari sistem klasifikasi Deskripsi dan fitur Alat Kesehatan Di samping gambaran umum dari alat kesehatan. atau meringankan. √ Jika ada √ Jika ada √ Jika ada √ Jika ada 3 √ √ √ √ 4 √ √ √ √ 5 √ √ √ √ 6 √ √ √ √ 7 √ √ √ √ 8 √ √ √ √ Hal 15 . merawat. diperlukan gambaran yang lebih detail untuk menjelaskan fungsi dari alat. gambar teknis atau sejenisnya jika diperlukan Tujuan Penggunaan Yang dimaksud di sini adalah penggunaan yang sesuai dengan tujuan penggunaan alat. Indikasi Uraian umum dari penyakit atau kondisi dimana alat kesehatan dapat mendiagnosa. Harus disediakan suatu uraian lengkap dari fungsi setiap komponen.yang terdapat pada alat atau kemasan Kontra indikasi − Merupakan uraian umum dari penyakit atau kondisi dan populasi pasien yang tidak boleh menggunakan alat tersebut untuk tujuan diagnosa. Acuan/Matriks draft akan dibahas lebih lanjut.

Rincian yang memadai harus diberikan untuk memungkinkan orang yang memahami sistem mutu untuk menilai kelayakan dari pengendalian yang diterapkan. penandaan dan penyimpanan alat. tetapi perlu diketahui oleh pengguna alat. cidera atau kejadian serius lainnya) terhadap pasien atau pengguna atau efek samping yang ditimbulkan pada penggunaan alat kesehatan secara normal. Alternatif Terapi Merupakan uraian dari cara atau prosedur alternatif untuk mendiagnosa. disertakan pula ringkasan tentang metode dan proses sterilisasi . kondisi atau lingkungan pembuatan dan fasilitas serta pengendalian yang digunakan untuk pembuatan. maka informasi yang memadai untuk setiap fasilitas perlu disertakan (misalnya sertifikasi jaminan mutu yang dikeluarkan oleh pihak ketiga yang terakreditasi untuk melakukan inspeksi mutu). Informasi yang diberikan harus meliputi bahan kimia. Proses produksi Proses pembuatan alat harus disiapkan dalam bentuk daftar dari sumber daya dan kegiatan untuk mengubah masukan menjadi keluaran yang diinginkan CONTOH : Proses pembuatan alat harus meliputi metode dan prosedur pembuatan yang memadai. Jika ada beberapa fasilitas yang terkait dalam pembuatan alat. dan karakter fisik dari komponen alat kesehatan secara lengkap. termasuk pengukuran jaminan mutu. Material Uraian dari material penyusun alat kesehatan serta sifat fisik yang diperlukan untuk membuktikan kesesuaian dengan Prinsip utama yang berhubungan.Perhatian ini termasuk hal-hal yang perlu dilakukan untuk menghindari efek terhadap pasien/ pengguna alat yang tidak berpotensi mengancam jiwa atau menimbulkan cidera serius. biologis. yang memadai sesuai dengan tingkat kerumitan dan tingkat resiko alat. Informasi pabrik Bagian ini merupakan ringkasan atau rujukan atau berisi dokumentasi yang berhubungan dengan proses produksi. Jika ada. merawat. Perhatian ini dapat membuat pengguna waspada terhadap efek yang tidak diinginkan dari penggunaan atau kesalahan penggunaan alat dan hal-hal yang diperlukan untuk menghindari efek tersebut. Perusahaan yang dikontrak oleh pabrik alat kesehatan untuk membuat atau memproses alat dapat menyerahkan semua atau sebagian dari informasi pembuatan yang sesuai dengan fasilitas mereka secara langsung kepada pemerintah dalam bentuk master file 9 √ √ 10 √ √ √ √ 11 √ √ √ 12 √ √ √ √ 13 √ √ √ √ Hal 16 . pengemasan. pemprosesan. mengobati atau meringankan penyakit yang merupakan tujuan penggunaan alat tersebut. Potensi efek yang tidak diinginkan Potensi efek yang tidak diinginkan dan berakibat serius (kematian.

yang diperlukan untuk membuktikan kesesuaian terhadap Prinsip utama (contoh: kategori biokompatibilitas untuk produk jadi) CATATAN : Untuk alat kesehatan sederhana dengan resiko rendah. dan/ atau − Ringkasan atau hasil pengujian dan evaluasi yang berdasarkan standar. informasi di atas umumnya sudah tercakup dalam brosur penjualan. sesuai dengan tingkat kerumitan dan kelas resiko dari alat √ √ √ √ √ √ √ 3 √ Steril √ √ Hal 17 . Ringkasan data hasil pengujian dan evaluasi secara umum harus mencakup hal-hal di bawah ini. yang digunakan oleh pabrik alat kesehatan.. bagian ini tidak dimaksudkan untuk mencakup informasi yang berhubungan dengan pasokan dari sub-komponen (seperti alat kesehatan setengah jadi) yang berkontribusi terhadap pembuatan produk jadi itu sendiri LAMPIRAN C SPESIFIKASI DAN JAMINAN MUTU 1 Spesifikasi Karakteristik fungsional dan spesifikasi kinerja teknis alat untuk membuktikan kesesuaian dengan Prinsip utama meliputi: − akurasi. elektrik. metode dan pengujian dari pabrik atau cara lain untuk membuktikan kesesuaian.Pabrik alat kesehatan perlu menginformasikan kepada kontraktor tentang perlunya memberikan informasi rinci tentang alat. Ringkasan dari verifikasi rancangan dan dokumen validasi Bagian ini berisi ringkasan atau referensi atau verifikasi desain dan data validasi desain yang diperlukan.. pengangkutan dan pengemasan 2 Informasi tambahan Informasi penting tentang karakteristik alat yang belum dicantumkan pada bagian sebelumnya. stabilitas. mekanis. sterilitas. petunjuk penggunaan dan lain-lain. sensitivitas. jika standar tidak mengikutsertakan persyaratan kinerja yang diminta. fisika. sesuai dengan tingkat kerumitan dan resiko dari alat Dokumen ini pada umumnya mencakup : − Pernyataan/sertifikat kesesuaian terhadap standar yang sudah diakui.spesifisitas alat ukur dan alat diagnostik − keandalan (reliabilitias) − spesifikasi lain yang terkait termasuk kimia. Tetapi. biologi. piranti lunak. CONTOH : tabel lengkap dari kesesuaian terhadap Prinsip utama yang menyatakan bahwa suatu pengujian dengan standar yang diakui telah dilakukan sebagai salah satu cara untuk menunjukkan kesesuaian terhadap suatu Prinsip utama Bagian ringkasan eksekutif akan mencakup suatu pernyataan kesesuaian terhadap standar atau sertifikat lain yang diberikan oleh regulator yang berwenang dan ringkasan data hasil pengujian. − penyimpanan.

kondisi dan gaya yang tidak diinginkan. Data uji fisik pre-klinis lengkap harus ada sesuai dengan kebutuhan. penggunaan jangka panjang dan semua hal yang dapat menyebabkan kegagalan. metodologi. Kesimpulan penelitian harus memuat interaksi alat kesehatan dengan cairan dan jaringan hewan serta efektivitas fungsional alat pada hewan percobaan. hasil dan analisa data harus diberikan. Informasi pengujian. Pengujian fisik harus dilakukan untuk memperkirakan kemampuan respon alat terhadap tekanan fisiologi. hasil dan kesimpulan dari pabrik alat kesehatan. harus dilakukan pada produk jadi dan produk steril. Termasuk pernyataan bebas virus dari bahaya yang sudah diketahui. Alasan (dan keterbatasan) dari pemilihan hewan percobaan tertentu harus dijelaskan. Uji pre-klinis pada hewan yang mendukung kemungkinan efektifitas pada manusia harus dilaporkan.4 5 6 7 − Daftar dan kesimpulan yang diambil dari publikasi tentang aspek keamanan dan kinerja alat yang mengacu pada Prinsip utama − uji rancang bangun − uji laboratorium − uji biokompatibilitas − pengujian pada hewan − simulasi alat − validasi piranti lunak Studi pre-klinis Rincian harus dilengkapi dengan semua uji biokompatibilitas yang dilakukan terhadap material dari alat kesehatan. Penelitian harus meliputi tujuan. validasi dan uji yang dilakukan internal dan pada lingkungan pengguna. serta data-data yang mewakili dari kedua lingkungan uji. Hasil validasi proses dibutuhkan untuk menunjukan proses produksi sudah dapat meminimalkan resiko biologis Bukti Klinis √ √ √ √ - - √ √ Hal 18 . Sekurang-kurangnya. Laporan harus meliputi tujuan. Alat yang mengandung material biologi Harus diberikan hasil penelitian yang memuat kecukupan pengukuran yang berhubungan dengan material yang mempunyai resiko dapat menularkan. Semua material yang berbeda secara signifikan harus dapat ditandai. hasil dan kesimpulan dari pabrik alat kesehatan terhadap keseluruhan penelitian fisik alat kesehatan dan komponen. untuk semua konfigurasi piranti keras yang berbeda dicantumkan pada penandaan. Pengujian Validasi piranti lunak ( jika dapat diterapkan) Ketepatan dari piranti lunak adalah karakteristik produk kritis lain yang tidak dapat diverifikasi secara keseluruhan pada produk jadi. Penapisan donor harus dijelaskan sepenuhnya dan metode pengambilannya harus dijelaskan. Penelitian harus dilakukan sesuai dengan cara pengujian yang baik. Pabrik dan atau sponsor alat kesehatan harus memberikan bukti validasi desain dan proses pengembangan piranti lunak. sebelum pelepasan akhir. metodologi. Informasi harus meliputi hasil seluruh verifikasi.

Penggunaan daftar pustaka Dibutuhkan salinan dari semua studi literatur atau daftar pustaka yang digunakan oleh pabrik untuk mendukung keamanan dan keefektifan alat. Harus dipastikan agar rujukan yang diberikan masih berlaku dan relevan. penandaan pada kemasan. misalkan radiasi ionisasi dari mesin X-ray. evaluasi ini dapat berbentuk studi pustaka yang sistematik. Resiko tidak langsung dari alat kesehatan yang diakibatkan oleh bahaya dari alat penyerta seperti bagian bergerak yang dapat menyebabkan cidera yang berkelanjutan. Teknik yang digunakan untuk melakukan analisa resiko harus disebutkan secara rinci untuk memastikan bahwa analisa ini memadai untuk alat dan resiko yang terkait - - √ √ - - √ √ LAMPIRAN D PENANDAAN DAN PETUNJUK PENGGUNAAN 1 Penandaan Merupakan uraian dan informasi produk yang melekat pada alat. Bukti klinis dapat diperoleh dari publikasi yang berhubungan dengan literatur ilmiah hasil penelaahan bersama. brosur produk dan sebagainya √ √ √ √ Hal 19 . Bukti klinis efektifitas meliputi investigasi terhadap alat yang dilakukan di dalam atau di luar negeri. Dokumen bukti klinis harus meliputi tujuan. atau bahaya yang berhubungan dengan pengguna. metodologi dan hasil yang sesuai cakupan uji klinis. Kesimpulan dari hasil uji klinis harus didahului dengan pembahasan sesuai literatur yang sudah dipublikasikan. materi promosi.8 9 Bagian ini menyatakan bagaimana persyaratan Prinsip utama untuk evaluasi klinis alat telah dipenuhi Jika dapat diterapkan. seperti manual untuk dokter. Analisa resiko harus berdasarkan standar internasional atau standar lain yang diakui dan harus disesuaikan dengan tingkat kerumitan dan tingkat resiko alat Hasil analisa resiko Daftar kemungkinan bahaya yang dapat terjadi pada alat ini harus disiapkan. Rujukan daftar pustaka umum harus spesifik untuk alat tersebut berdasarkan urutan kronologis. atau rujukan atau hasil dari analisa resiko. bukti klinis pada alat yang serupa atau dengan melakukan investigasi klinis Investigasi klinis terutama diperlukan oleh alat kesehatan dengan resiko yang lebih tinggi atau untuk alat kesehatan yang tidak atau sedikit sekali memiliki bukti klinis. jelas dan bermakna. Orang atau organisasi yang melakukan analisis resiko harus disebutkan dengan jelas. Daftar pustaka ini berupa bagian rujukan. Penilaian terhadap resiko dibandingkan dengan keuntungan dari alat dan metode yang digunakan untuk mengurangi resiko sampai ke tingkat yang dapat diterima harus dijabarkan. Analisa resiko Berupa ringkasan. selama alat tersebut dijual atau dikirimkan.

bila tidak tercantum harus mengajukan addendum 2. Hal 20 . Setiap penandaan kemasan yang tidak tersedia pada kemasan luar harus mudah dilihat dari kemasan luar. harus diperhatikan hanya produk buatan pabrik tersebut yang diperbolehkan dan tercantum pada nomor registrasi. CFS yang dibuat oleh FDA menyebutkan nama dan alamat pabrik. sejauh yang diperlukan. serta melakukan pemasangan dan pemeliharaan alat. tulisan atau grafik pada atau melekat pada satu atau lebih kemasan. alternatif terapi dan kondisi yang harus diatur selama penggunaan normal untuk mempertahankan keamanan dan efektifitas alat. yang umumnya disebut “penandaan” Contoh penandaan pada alat dan kemasannya − Petunjuk penggunaan − Literatur lain atau bahan pelatihan − Petunjuk pemasangan dan pemeliharaan ( jika dapat diterapkan) − Setiap informasi dan petunjuk yang diberikan kepada pasien. kemungkinan adanya efek yang tidak diinginkan . bagian ini harus termasuk petunjuk untuk pelatihan bagi pengguna akhir agar mampu menggunakan alat sesuai dengan tujuannya. Certificate of Free Sale a. Jika dapat diterapkan. termasuk kemasan luar atau pembungkus wadah luar. √ √ √ √ √ √ √ √ Hal yang harus diperhatikan dalam persyaratan administrasi: 1. peringatan. termasuk petunjuk untuk setiap prosedur yang harus dilakukan oleh pasien (jika dapat diterapkan) Contoh penandaan pada alat dan kemasannya Informasi produk dalam bentuk cetakan. panduan pengguna. Sertifikat produksi Produk yang didaftarkan termasuk dalam lampiran sertifikat produksi. panduan operator. maka cukup diberikan contoh dengan menggunakan metode alternatif (seperti foto atau gambar teknis). Bagian ini harus berisi informasi tentang indikasi. Bagian ini berisi arahan agar dokter dan pengguna akhir dapat menggunakan alat dengan aman dan sesuai dengan tujuan penggunaannya. kontraindikasi. materi pelatihan & petunjuk pemasangan dan pemeliharaan Petunjuk penggunaan umumnya merujuk pada buku panduan dokter.2 3 Bagian ini berisi ringkasan atau acuan atau berisi data penandaan berikut diperlukan sesuai dengan kerumitan dan tingkat resiko alat. panduan pemberi resep atau panduan rujukan. Dikeluarkan oleh pemerintah atau badan yang berwenang mengeluarkan surat tersebut dan prosuk yang didaftarkan sama dengan yang dinyatakan dalam CFS yang diberikan. untuk dapat memenuhi persyaratan pada bagian ini Petunjuk penggunaan. perhatian. b. Jika secara fisik tidak dimungkinkan untuk menyertakan contoh dari penandaan (misal penandaan peringatan berukuran besar yang direkatkan pada mesin X-ray).

Hal yang harus diperhatikan dalam persyaratan teknis a. d. Informasi yang diperlukan untuk mengidentifikasi produk dan cara penggunaan produk dengan aman harus tersedia. Untuk kelas I. jika tidak pemohon diminta mengajukan penambahan addendum untuk produk tersebut. Untuk produk yang tidak termasuk alkes di negara asal. b. Untuk produk HIV. Perhatikan adanya klaim berlebihan yang tidak disertai dengan data pendukung yang memadai. 3. nama pendaftar. bisa diganti dengan surat keterangan dari chamber of commerce. Nama produk atau nama dagang. 4. Untuk produk elektromedik. sertifikat CE dapat menggantikan CoA dan proses produksi. Cara penggunaan harus jelas dan dipahami oleh pengguna (dalam bahasa Indonesia) c. CFS berasal dari country of origin (yang memiliki sistem regulasi yang diakui).c. Izin Penyalur Alat Kesehatan (PAK) Jenis produk yang didaftarkan serta nama produsen tercantum dalam PAK. e. Setiap klaim hendaklah dapat didukung oleh data pendukung yang sesuai. Hal yang harus diperhatikan dalam menilai penandaan a. jika tidak ada dapat digantikan dengan CFS dari negara lain di mana produk tersebut telah diedarkan. Prosedur pembuatan secara singkat berupa alur kerja/flow chart dalam proses produksi disertai dengan keterangan tentang proses kritis yang mempengaruhi kualitas dan langkah yang dilakukan untuk mengontrol proses kritis tersebut. pendaftar harus memberikan komponen formula dalam satuan internasional atau persentase dan menuliskan fungsi masing-masing bahan. Surat Penunjukkan/LoA Dikeluarkan oleh prinsipal. harus melampirkan hasil evaluasi dari RSUPN Dr. jika dikeluarkan oleh perwakilan prinsipal harus disertai dengan surat penunjukkan perwakilan yang dikeluarkan oleh prinsipal mengetahui KBRI. Cipto Mangunkusumo. nama dan alamat produsen. insert atau bentuk lain yang sesuai. Jumlah setiap kemasan dan atau netto Hal 21 . informasi tersebut harus terdapat pada leaflet. Jika kemasan individual tidak memungkinkan informasi yang lengkap. pastikan keamanan dengan melampirkan data hasil uji sesuai dengan persyaratan IEC 60601 mengenai keselamatan listrik. tujuan penggunaan. b. f. c. b. Sebuah penandaan harus memuat sekurang-kurangnya : a. Untuk produk yang terbentuk dari bahan kimia.

i. dan harus ada rincian mengenai asal radiasi. d.Peringatan .Spesifikasi produk . Kata steril untuk produk steril dan peringatan jika terjadi kerusakan pada kemasan steril. Cara penyimpanan atau kondisi penanganan pada kemasan luar. Nomor registrasi Hal yang harus ada dalam buku manual di antaranya adalah: . sumber panas. Untuk produk implan. t. Keterangan jika ada bahan obat di dalam produk Alkes sebagai bagian yang tak terpisahkan. jika ada f. Pernyataan/lambang hanya untuk sekali pakai.Tujuan penggunaan Untuk produk yang menghasilkan radiasi harus berisi informasi mengenai asal radiasi. j. dan lainnya. r. maka produk tersebut memenuhi ketentuan tentang keamanan produk m. Peringatan/ perhatian g. termasuk pembersihan. akselerasi. disinfeksi. atau kualifikasi tertentu dari pengguna alat.Cara penggunaan . Jika produk ditujukan untuk disterilisasi sebelum digunakan. dan jika perlu metode sterilisasi ulang dan batasan jumlah pengulangan kembali. Kinerja yang diinginkan produsen dan jika ada setiap efek yang tidak diinginkan h. informasi mengenai risiko khusus terkait dengan implantasi tersebut. Peringatan jika terdapat risiko dalam pembuangan produk q. kalibrasi. Tingkat akurasi untuk produk yang memiliki fungsi pengukuran s. Uraian mengenai perlakuan atau penanganan lebih lanjut sebelum produk digunakan (misalnya sterilisasi. kemasan. l. dan cara menghindari kesalahan pemakaian dan menghilangkan risiko yang terkait dengan instalasi produk. Untuk produk yang dapat dipakai ulang. Untuk produk yang mengeluarkan radiasi diberikan tanda khusus. k. cara pembersihan dan sterilisasi haruslah sedemikian rupa hingga jika cara tersebut diikuti. tekanan atau variasi tekanan. n. Peringatan jika terjadi perubahan kinerja (performance) produk o. Setiap persyaratan mengenai fasilitas khusus. pelatihan khusus. Tanggal kadaluarsa untuk produk steril dan/atau mempunyai batas kadaluarsa kurang dari 2 tahun. untuk produk sekali pakai. informasi yang memadai tentang proses pemakaian kembali. Hal 22 . muatan elektrostatik.c. intensitas dan distribusi radiasi harus tersedia. Kode produksi/nomor lot atau no batch yang memungkinkan melakukan tindakan yang diperlukan untuk melacak dan menarik kembali produk. terhadap adanya pengaruh listrik eksternal. p. tipe. cara melindungi pasien dan operator. jika oleh pengaruh lingkungan. Peringatan yang berhubungan dengan paparan. perakitan akhir). e.

Izin Edar PKRT PERSYARATAN Data Administratif 1 Surat penunjukkan sebagai agen tunggal dari prinsipal diketahui oleh KBRI (produk impor) 2 Salinan Sertifikat produksi yang masih berlaku (produk dalam negeri) 3 Paten merek atau surat pernyataan kepemilikan merek (produk dalam negeri) 4 Surat keterangan sudah beredar di negara asal (Certificate of Free Sale / CFS) 5 SIUP (produk impor) 6 NPWP 7 Surat Keputusan Menteri Pertanian tentang persetujuan penandaan dari Komisi Pestisida 8 Surat Kerjasama untuk produk makloon/lisensi Lampiran AA : Informasi Produk 1 Formula dan fungsi 2 Alur cara pembuatan Lampiran BB : Spesifikasi Bahan Baku dan Kemasan 1 Spesifikasi bahan baku dan spesifikasi bahan kemasan 2 Pernyataan tentang kesesuaian terhadap standar produk.D. Petunjuk penggunaan. Kelas I √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Kelas II √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Kelas III √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Hal 23 . CFS seharusnya berasal dari country of origin. maka cukup keterangan dari Chamber of Commerce. 2. persyaratan keamanan. jika tidak pemohon diminta untuk mengajukan penambahan addendum Certificate of Free Sale : 1. efektifitas dari pabrik 3 CoA bahan aktif Lampiran CC : Spesifikasi Produk Jadi 1 Spesifikasi produk jadi 2 CoA produk jadi Lampiran DD : Kegunaan dan Cara Penggunaan 1 Tujuan penggunaan. keterangan lain 2 Contoh kode produksi Lampiran : Penandaan sesuai ketentuan yang berlaku Hal yang harus diperhatikan dalam persyaratan administrasi Sertifikat produksi: produk yang didaftarkan termasuk dalam addendum yang disebutkan. Untuk produk yang tidak termasuk PKRT di negara asal. perhatian. tetapi jika tidak ada dapat digantikan dengan CFS dari negara dimana produk tersebut beredar (negara yang telah memiliki sistem registrasi yang dapat dipercaya) 3. Dikeluarkan oleh pemerintah atau badan yang berwenang mengeluarkan surat tersebut dan produk yang didaftarkan sama dengan yang dinyatakan dalam CFS yang diberikan. peringatan.

bagaimana digunakan dan di mana lokasi penggunaan sehingga pembaca bisa mendapat gambaran yang menyeluruh tentang produk. Hasil uji produk jadi yang tidak sesuai standar dinyatakan tidak memenuhi syarat (evaluasi produk jadi). tujuan penggunaan. harus disertai dengan surat penunjukan perwakilan yang dikeluarkan oleh prinsipal. Prosedur pembuatan secara singkat berupa alur kerja / flow chart dalam proses produksi disertai dengan keterangan tentang proses kritis yang mempengaruhi kualitas dan langkah yang dilakukan untuk mengontrol proses kritis tersebut. b. − Pemohon menyerahkan 1 set formulir pendaftaran dalam map berwarna kuning. Hal 24 . Lampiran BB: (Spesifikasi bahan baku dan wadah) a. Penandaan : (Secara prinsip sama dengan uraian penandaan alkes). pendaftar diarahkan untuk memiliki spesifikasi produk yang mengacu pada standar. Kegunaan produk merupakan uraian mengenai deskripsi produk. Perhatikan apakah produk yang didaftarkan termasuk dalam surat penunjukkan tersebut. Terutama untuk produk kelas II dan III. sehingga perlu diminta standar yang digunakan. Pemohon menyerahkan Lembar penandaan berwarna sebanyak 3 eksemplar untuk setiap kemasan. CC. diperlukan untuk mengetahui jenis wadah yang digunakan dan bahwa jenis kemasan tersebut sesuai dengan produk. dimaksudkan untuk mengetahui cara melacak riwayat produksi produk dan diperlukan terutama untuk pelaksanaan post market surveillance dan saat terjadi kasus atau masalah dengan produk ketika sudah dipasarkan. Lampiran AA: (Formula dan cara pembuatan) a. Data stabilitas produk diminta agar pemohon memastikan produk mereka sesuai dengan spesifikasi untuk waktu yang cukup lama sebelum sampai dan digunakan masyarakat. b. Dikeluarkan oleh prinsipal. dalam memberikan spesifikasi produk jadi. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam persyaratan teknis Seluruh form Lampiran AA. b. Untuk produk yang terbentuk dari bahan kimia. Spesifikasi bahan baku berupa sertifikat analisa bahan baku b. Spesifikasi wadah – tutup. pendaftar harus memberikan komponen formula dalam satuan internasional atau persentase dan menuliskan fungsi masing-masing bahan. jika dikeluarkan oleh perwakilan prinsipal.Surat Penunjukan/ Letter of Authorization 1. sedangkan 1 set lainnya disimpan oleh pemohon sebagai arsip. DD harus diisi lengkap. Kemudian kita bandingkan hasil uji terhadap produk jadi dengan spesifikasi standar. 2. meliputi informasi mengenai produk. Perhatikan waktu berlakunya penunjukkan. Contoh kode produksi/no lot/no batch dan artinya. Sesuaikan dengan karakteristik produk (untuk produk dengan masa kadaluarsa kurang dari 2 tahun) Lampiran DD : (Kegunaan dan cara penggunaan) a.BB. Lampiran CC: (Spesifikasi produk jadi dan stabilitas) a. 3.

E. kantong darah Benang bedah yang dapat diserap. Klasifikasi Produk Klasifikasi Alkes Kelas I II a II b III Tingkat risiko Risiko rendah Risiko sedang-rendah Risiko sedang -tinggi Risiko tinggi GHTF A B C D Contoh Kursi roda. plester. Sumber tenaga 5. semakin lama penggunaan alat maka tingkat risiko yang ditimbulkan semakin besar. Formulir pendaftaran diisi dalam bahasa Indonesia. lensa intraocular. Hal 25 . implant ortopedik . Jarum hipodermik. alat bantu dengar Ventilator paru. implant pacu jantung . terbagi 3 yaitu: a) Transien b) Jangka pendek c) Jangka panjang untuk digunakan terus-menerus selama kurang dari 60 menit untuk digunakan terus-menerus selama antara 60 menit dan 30 hari untuk digunakan terus-menerus selama lebih dari 30 hari Artinya. pembalut luka. alat. bantu berjalan. kateter sekali pakai. Masa penggunaan 2. kontak lensa. Prinsip / dasar klasifikasi berdasarkan risiko 1. Masa penggunaan. IOL. Proses Evaluasi Proses penilaian terkait erat dengan klasifikasi produk yang dilakukan berdasarkan risiko yang ditimbulkan oleh produk. stent jantung. sedangkan data atau dokumen pendukung diserahkan dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Efek biologi terhadap pasien Keterangan: 1.− − Untuk produk yang sama yang memiliki lebih dari satu ukuran maka cukup didaftarkan menggunakan formulir pendaftaran yang berbeda. penekan lidah. monitor tekanan darah digital. Tingkat invasif 3. inkubator bayi. Lokasi pemakaian 4.

jantung. Memecah lapisan kulit c) Alat invasif bedah Jadi. 4. oksidatif. 5. penetrasi ke dalam tubuh baik melalui lubang tubuh atau melalui permukaan tubuh setiap lubang alami pada tubuh. Lokasi penggunaan a) Sistem sirkulasi pusat Meliputi pembuluh darah mayor yang termasuk pembuluh darah paru. iritatif. atau setiap pembukaan artificial yang permanen. maka tingkat risiko yang ditimbulkan akan semakin besar 3. b) Sistem syaraf pusat Jika suatu alat bekerja pada atau mempengaruhi Sistem Syaraf Pusat atau SSP. Efek biologi terhadap pasien Sifat alat yang dapat diserap tubuh. karenanya diklasifikasikan ke dalam kelas yang lebih tinggi.2. oksidatif. seperti stoma atau tracheotomy permanent alat invasif yang berpenetrasi ke dalam tubuh melalui permukaan tubuh. insektisida dan produk aerosol Mengandung bahan antiseptik. korosif. Klasifikasi PKRT Kelas I II III Tingkat Risiko Risiko rendah Risiko sedang Risiko tinggi Keterangan Tidak mengandung bahan antiseptik. korosif. iritatif. aorta. meninges dan batang otak. maka risiko yang ditimbulkan akan meningkat. demikian juga klasifikasi akan semakin tinggi. arteri serebral. termasuk permukaan luar bola mata. Tingkat invasif a) Alat invasif b) Lubang tubuh alat yang seluruh atau sebagian. akan menimbulkan risiko yang lebih besar dibandingkan alat yang tidak diserap tubuh. arteri ginjal. Termasuk otak. superior vena cava. Sumber tenaga Alat kesehatan aktif adalah alat yang tergantung pada sumber energi dari listrik atau sumber energi lain dan bekerja dengan mengubah energi tersebut. insektisida dan produk aerosol Mengandung pestisida Hal 26 . semakin tinggi tingkat invasif suatu alat. arteri koroner. dengan bantuan atau dalam konteks pelaksanaan bedah.

diikuti oleh nama generik dan nama varian (jika ada) dibuat sesuai dengan penandaan atau katalog atau Certificate of Free Sale. hanya merupakan perubahan kemasan/penandaan” masa berlaku izin edar 5 tahun sejak tanggal . c. Persetujuan pendaftaran. Produk tersebut sudah disalurkan oleh PAK lain Tata Cara Penulisan Nomor Registrasi a. desain penandaan diberikan izin edar baru dengan menggunakan nomor registrasi lama dengan ketentuan: mencantumkan “izin edar ini sama dengan izin edar Nomor .. yang dikeluarkan pada tanggal . Lavender. Pemohon dapat mengajukan pendaftaran kembali sebagai pendaftaran baru dengan melengkapi dan memperhatikan kekurangan data yang pernah diminta. diikuti nama jenis atau nama generik produk menggunakan huruf kapital hanya diawal kata dan nama varian. Tidak memenuhi kriteria alkes atau PKRT berdasarkan definisi alkes dan PKRT pada Permenkes. Surat penolakan pendaftaran. misalnya Molto Softener.. f. NPWP i. d.. Tidak memberikan tambahan data dalam kurun waktu yang telah ditentukan. Nama merek ditulis kapital. Adapun kriteria penolakan adalah a.. Nama Produk ditulis menggunakan huruf arial 11 bold. Nama pendaftar ditulis lengkap diikuti nama kota.. Nama jenis adalah nama generik produk untuk alkes mengacu pada CFR yang dikeluarkan FDA.. Menggunakan nama yang sama dengan nama produk yang telah terdaftar. ditulis menggunakan huruf arial 12 bold. b. Untuk penambahan kemasan. h...Keputusan Penilaian Hasil penilaian atas berkas pendaftaran produk alkes dan PKRT dapat berupa: 1... jika ada. c. ukuran. 3. Nama produk terdiri dari nama merek. Bila tambahan data yang diminta tidak diberikan lebih dari jangka waktu tersebut.... d. Nama pabrik ditulis lengkap diikuti dengan nama kota (produk dalam negeri) dan nama Negara (produk impor) g. e. Nomor registrasi terdiri atas 11 digit.. Kekurangan data harus diserahkan oleh pemohon selambat lambatnya 3 (tiga ) bulan sejak tanggal pemberitahuan. maka pendaftaran akan ditolak... Surat tambahan data . 2. Permohonan pendaftaran yang ditolak akan diberitahukan secara tertulis sesuai dengan Nomor 1184/Menkes/Per/X/2004.. nama produk adalah nama pabrik diikuti jenis produk. berupa lembar izin edar sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1184/Menkes/Per/X/2004 tentang Pengamanan Alat Kesehatan dan PKRT. b... Untuk produk generik. (sesuai tanggal penerbitan pertama) - Hal 27 .

Surat pernyataan di atas materai tidak terdapat perubahan pada data produk. Surat penunjukkan yang masih berlaku dilegalisir oleh KBRI (produk impor) atau notaris (produk dalam negeri) h. Mengisi form perpanjangan izin edar d. Perubahan pada izin edar dilakukan setelah pemohon mengajukan surat permohonan perubahan data. b. mengisi form perubahan data. lokasi pabrik. Mengisi form perubahan data c. Perubahan pada c diberikan nomor baru. Salinan lembar izin edar yang telah habis masa berlakunya beserta penandaan yang menyertainya. Penandaan baru sebanyak 3 esksemplar f. Salinan Izin produksi yang masih berlaku (produk dalam negeri) g. yaitu: perubahan penandaan kemasan perubahan ukuran kemasan perubahan NPWP c. dan melampirkan data pendukung yang sesuai. Surat permohonan pembaharuan izin edar yang telah habis masa berlakunya yang ditujukan kepada Direktorat Bina Prodis Alkes. Perubahan yang diperbolehkan adalah yang sifatnya tidak merubah spesifikasi produk. e. Salinan Certificate of Free Sale (CFS) i. Laporan berkala terhadap efek samping Hal 28 . Salinan surat izin penyalur alkes (alkes) atau SIUP (PKRT) NPWP Perpanjangan Izin Edar Persyaratan perpanjangan izin edar yang harus dipenuhi oleh pemohon: a. j. Berikut adalah persyaratan perubahan data yang tidak menyebabkan perubahan nomor registrasi: a. Salinan lembar izin edar beserta penandaan yang menyertainya. dan perubahan keagenan harus menggunakan pendaftaran baru. b. d. Perubahan terhadap spesifikasi dimungkinkan setelah dievaluasi memenuhi persyaratan dan setelah dipastikan produk lama tidak lagi diedarkan. Untuk perubahan formula. spesifikasi. d. e.Perubahan Izin Edar a. Sama dengan syarat izin edar baru c. Surat permohonan perubahan izin edar yang telah habis masa berlakunya yang ditujukan kepada Direktorat Bina Prodis Alkes. e. b.

persyaratan izin edar perakitan sama dengan persyaratan izin edar produk alkes dalam negeri. Produk hasil perakitan termasuk produk dalam negeri. Permintaan dari pemohon e. Ada pihak yang lebih berhak atas keagenan produk tersebut d. Berdasarkan pemantauan post market tidak memenuhi kriteria sebagai berikut: (1) Terbukti menimbulkan efek yang tidak diinginkan (adverse event) yang membahayakan kesehatan (2) Menunjukkan kinerja dan atau kualitas yang tidak memadai (3) Menggunakan nama dagang yang setelah keputusan pengadilan atau pihak berwenang ada pihak yang lebih berhak atas nama tersebut. Batas waktu keagenan habis dan tidak diperpanjang c. Masa Berlaku Izin Edar a. Tidak memenuhi kriteria sesuai data yang diajukan pada permohonan izin edar. c. Selambat-lambatnya 3 bulan sebelum habis masa berlaku. Izin edar yang pernah ada perubahan. Perakitan (Assembling) Perakitan adalah suatu rangkaian kegiatan untuk memproduksi suatu produk alat kesehatan di mana komponen penyusunnya terdiri dari komponen lokal dan impor dengan perbandingan sesuai ketentuan yang berlaku. Ketentuan perakitan : Perusahaan perakit harus memiliki sertifikat produksi Jumlah komponen lokal penyusun produk minimal 40% Melakukan uji performance atau kalibrasi untuk menjamin mutu Selain ketentuan di atas. c. Hal 29 . Masa berlaku izin edar habis b. Menimbulkan akibat yang membahayakan bagi kesehatan b. Masa berlaku Izin edar alkes dan PKRT selama 5 (lima) tahun terhitung sejak pertama kali diterbitkan. masa berlaku dihitung sejak pertama kali nomor diterbitkan. b.Pembatalan Dan Pencabutan Persetujuan Pendaftaran Izin edar yang telah dikeluarkan dapat otomatis batal jika: a. Data pendukung habis masa berlakunya Izin edar dapat dicabut apabila: a. produsen mengajukan perpanjangan izin edar dengan melampirkan data pelengkap yang sesuai.

. persyaratan izin edar pengemasan kembali sama dengan persyaratan izin edar produk alkes luar negeri.. Selain ketentuan di atas. dan memberikan penandaan.- Produk hasil perakitan sebelum beredar harus memiliki izin edar alkes sesuai ketentuan.. Persyaratan izin edar produk perakitan meliputi ketentuan di atas dan ketentuan izin edar produk dalam negeri Pengemasan Kembali (Repacking) Pengemasan adalah rangkaian kegiatan membuat suatu produk dari produk ruahan.. persyaratan izin edar perakitan sama dengan persyaratan izin edar produk alkes dalam negeri. TAHUN ... Tahun .. Untuk repacking produk dalam negeri selain ketentuan di atas... Nomor izin edar yang diberikan adalah AKD. yang meliputi memberi wadah. No Tgl.. Ketentuan Pengemasan Kembali : Perusahaan yang melakukan pengemasan ulang harus memiliki sertifikat produksi Melakukan uji performance dan / atau kalibrasi untuk menjamin mutu Untuk repacking produk impor selain ketentuan di atas. persyaratan izin edar pengemasan kembali sama dengan persyaratan izin edar produk alkes dalam negeri. Masuk Berkas Nama Pemohon Nama produk Status Berkas TD Total Proses Tgl Selesai PROSENTASE PENYELESAIAN PROSES REGISTRASI Sampai Bulan . Nomor izin edar yang diberikan adalah AKL. - - Biaya Pelayanan Perijinan Alat Kesehatan dan PKRT Sesuai ketentuan yang berlaku Pelaporan Pelaksanaan Pemberian Izin Edar Setiap sub direktorat melakukan pelaporan terhadap kegiatan pemberian izin edar yang minimal meliputi data sebagai berikut: LAPORAN PELAKSANAAN REGISTRASI BULAN ….. No Bulan JANUARI FEBRUARI Berkas Masuk Blm Proses % Jumlah Tambah Data Jumlah % Selesai Jumlah % Ditolak Jumlah % 1 2 Hal 30 ... membungkus.

Surat permohonan mendapatkan surat keterangan yang sesuai Surat perjanjian Government to Government dari pihak yang berwenang Hal 31 .BAB V PELAYANAN SURAT KETERANGAN Berikut adalah beberapa surat keterangan yang dikeluarkan oleh Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alkes: 1. b. b. 2. Certificate of Free Sale (CFS) CFS adalah surat keterangan bahwa produk alkes / PKRT yang akan diekspor telah terdaftar pada Kementerian Kesehatan RI dan telah beredar di Indonesia Ketentuan pemberian CFS: 1. c. Proses Surat Keterangan Ekspor alat kesehatan / PKRT diberikan dalam waktu selambat lambatnya 3 hari kerja Persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemohon untuk mendapatkan CFS: a. d. Surat keterangan lainnya Surat keterangan lainnya hanya diberikan untuk keperluan berikut: a. b. Produk Alkes yang diperlukan untuk pengujian dalam rangka pemberian izin edar. 5. Perusahaan mengajukan permohonan tertulis kepada Menteri Kesehatan RI cq Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan. c. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemohon: a. Masa berlaku CFS adalah 1 tahun sejak tanggal diterbitkan. CFS diberikan kepada pemilik sertifikat produksi alkes/PKRT dan izin edar yang masih berlaku CFS diberikan untuk 1 kali permohonan dan satu negara tujuan. Surat permohonan ditandatangani oleh Direktur/Penanggung Jawab Teknis dengan mencantumkan negara tujuan Salinan surat izin edar yang masih berlaku yang mencantumkan nama produk Salinan sertifikat produksi yang masih berlaku beserta addendum Salinan NPWP Contoh produk jadi yang akan diekspor 2. Direktorat Bina Prodis Alkes RI. e. Produk Alkes/PKRT untuk penelitian dan pendidikan Bahan atau komponen bahan baku impor untuk digunakan dalam memproduksi Alkes/PKRT yang sudah terdaftar Bahan/produk tertentu yang berdasarkan kajian bukan termasuk Alkes / PKRT yang harus didaftarkan pada Depkes RI cq. d. 3. 4.

yang mencantumkan nama pasien pengguna (poin f) Surat pernyataan dokter penanggunggung jawab Izin edar dan izin produksi terkait produk yang dimaksud (point c) Katalog/brosur/data pendukung lainnya mengenai produk tersebut Hal 32 . PIB Invoice dan/atau AWB/MAWB/ BL Surat perjanjian kerja sama antara donator dan penerima (untuk point a) Surat protokol pengujian (point b) Surat persetujuan dari komite medik rumah sakit. e. d. f. j. h. i. g.c.

BAB VI PENUTUP Pedoman ini disusun dengan maksud agar tidak ada perbedaan penanganan serta persepsi petugas yang melaksanakan pelayanan tersebut sehingga pelaksanaan pelayanan berjalan lancar dan sistematis. Setiap petugas Direktorat Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan dalam memberikan pelayanan harus selaras dengan pedoman ini. Pihak-pihak yang berkepentingan dengan pelayanan Alat Kesehatan dan PKRT diharapkan dapat menjadikan pedoman ini sebagai acuan. Hal 33 .

6. 15. 3. 13. 4. 23. Hal 34 . 10. 14. 21. 11. 7.LAMPIRAN 1. 2. 9. 5. 22. 8. 27. Form Pendaftaran Alat Kesehatan Dalam Negeri Form Pendaftaran Alat Kesehatan Import Form Pendaftaran Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Dalam Negeri Form Pendaftaran Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Impor Form Perubahan Pendaftaran Alat Kesehatan/PKRT Form Perpanjangan Izin Edar Alat Kesehatan/PKRT Template Izin edar baru Alat Kesehatan Dalam Negeri Template Izin edar baru Alat Kesehatan Impor Template Perubahan izin edar Alat Kesehatan Dalam Negeri Template Perubahan izin edar Alat Kesehatan Impor Template Perpanjangan izin edar Alat Kesehatan Dalam Negeri Template Perpanjangan izin edar Alat Kesehatan Impor Template Izin edar baru Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Dalam Negeri Template Izin edar baru Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Impor Template Perubahan izin edar Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Dalam Negeri Template Perubahan izin edar Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Impor Template Perpanjangan izin edar Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Dalam Negeri Template Perpanjangan izin edar Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Impor Template Sertifikat Produksi Alat Kesehatan Template Sertifikat Produksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Template Izin Penyalur Alat Kesehatan (PAK) Template Addendum Izin Penyalur Alat Kesehatan Template Certificate of Free Sale (CFS) Template Surat Keterangan lainnya Template Surat Penundaan Sertifikat Produksi Alkes/PKRT Template Surat Penolakan Permohonan Izin Penyalur Alat Kesehatan Template Surat Keputusan Pencabutan Izin Penyalur Alat Kesehatan/Sertifikat Produksi Alat Kesehatan/Sertifikat Produksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Form Permohonan Sertifikat Produksi Alat Kesehatan/Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga 28. 26. 20. 16. 25. 17. 18. 12. 19. 24.

...... 4...... 3............ Nama Perusahaan yang mendaftarkan Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Alamat Surat-menyurat dan Nomor Telepon : : : : 2.. Formulir Pendaftaran Alat Kesehatan DIREKTORAT JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN DIREKTORAT BINA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI ALAT KESEHATAN PERMOHONAN PENDAFTARAN ALAT KESEHATAN KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI NOMOR 1184/MENKES/SK/X/2004 TANGGAL 10 OKTOBER 2004 ALAT KESEHATAN DALAM NEGERI 1. Isi. 8. lampiran (sebutkan jumlahnya) 9. .... Tanda Tangan Pimpinan Perusahaan (___________________) Hal 35 . Tanda Tangan Penanggung Jawab Teknis Stempel perusahaan (___________________) Jakarta. NPWP Nama Dagang Alat Kesehatan Kategori dan Sub Kategori Alat Kesehatan Keterangan lain mengenai Alat Kesehatan (Tipe.. Kemasan.... Nama Penerima Lisensi Alamat Lengkap Permohonan ini dilengkapi dengan : : : .. Netto.........Lampiran 1. Ukuran) Nama Pemberi Lisensi Alamat Lengkap Nama Pabrik Induk Alamat Lengkap : : : 6... ... : : : : 7. 5....

merek Berikan Ringkasan ekslusif alat kesehatan berisi : • • • • • Tinjauan ringkas mengenai deskripsi alat kesehatan beserta mekanisme kerjanya bila ada Sejarah pemasaran Tujuan penggunaan dan indikasi pada label Jika belum memiliki ijin edar dari negara lain yang diakui harus memberikan informasi tentang status tunggu tersebut Informasi penting tentang keamanan atau kinerja alat 4 Salinan /fotokopi sertifikasi dan dokumen yang menyebutkan kesesuaian terhadap standar produk.LAMPIRAN A DATA ADMINISTRASI NAMA PRODUK NAMA PERUSAHAAN YANG MENDAFTARKAN ALAMAT PERUSAHAAN NAMA PABRIK ALAMAT PABRIK TIPE / UKURAN : : 1 Berikan Foto copy sertifikat Produksi alat kesehatan yang dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan Cq Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan ( Untuk Alat Kesehatan Lokal ) 2 3 Berikan surat keterangan . persyaratan keamanan. efektivitas dan sistem mutu dalam desain dan proses pembuatan Prinsip Utama dan Bukti Kesesuaian 5 Hal 36 .

LAMPIRAN B INFORMASI PRODUK NAMA PRODUK NAMA PERUSAHAAN YANG MENDAFTARKAN ALAMAT PERUSAHAAN NAMA PABRIK ALAMAT PABRIK TIPE / UKURAN : : 1 Uraian alat • cara penggunaan • indikasi penggunaan alat • brosur • material produk • kadaluwarsa ( untuk produk steril / yg memiliki kadaluwarsa) Deskripsi dan fitur Alat Kesehatan Tujuan penggunaan Indikasi Petunjuk penggunaan Kontra indikasi Peringatan Perhatian Potensi efek yang tidak diinginkan Alternatif Terapi Material Informasi Pabrik Proses Produksi 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Hal 37 .

sensitifitas dan stabilitas) untuk pereaksi/produk diagnostik in vitro Berikan sifat data dapat dipercaya (Quality Assurance) atau hasil uji klinis dan keamanan alat kesehatan Hal 38 .LAMPIRAN C INFORMASI SPESIFIKASI DAN JAMINAN MUTU NAMA PRODUK NAMA PERUSAHAAN YANG MENDAFTARKAN ALAMAT PERUSAHAAN NAMA PABRIK ALAMAT PABRIK TIPE / UKURAN : : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Jelaskan Karakteristik fungsional dan spesifikasi kinerja teknis alat Berikan Informasi tambahan karakteristik alat yang belum dicantumkan pada bagian sebelumnya Berikan Ringkasan dari verifikasi rancangan dan dokumen validasi Berikan Studi pre-klinis Berikan hasil Pengujian Validasi piranti lunak ( jika dapat diterapkan) Berikan informasi hasil penelitian untuk Alat yang mengandung material biologi Berikan Bukti Klinis Jelaskan analisa resiko dari alat Berikan hasil analisa resiko Berikan spesifikasi dan/atau persyaratan bahan baku Berikan spesifikasi kemasan (produk diagnostik) Berikan data hasil uji analisis dan/atau uji klinis (spesifisitas.

materi pelatihan & petunjuk pemasangan dan pemeliharaan Berikan kode produksi dan artinya *** Khusus alat kesehatan yang berupa instrument cukup melampirkan brosur dan manual yang berisi keterangan secara lengkap Hal 39 .LAMPIRAN D PENANDAAN DAN PETUNJUK PENGGUNAAN NAMA PRODUK NAMA PERUSAHAAN YANG MENDAFTARKAN ALAMAT PERUSAHAAN NAMA PABRIK ALAMAT PABRIK TIPE / UKURAN : : 1 2 3 4 Jelaskan Penandaan yang ada pada alat Berikan Contoh Penandaan Berikan dan jelaskan Petunjuk penggunaan.

Penanganan komplain.LAMPIRAN E POST MARKET EVALUATION NAMA PRODUK NAMA PERUSAHAAN YANG MENDAFTARKAN ALAMAT PERUSAHAAN NAMA PABRIK ALAMAT PABRIK TIPE / UKURAN : : 1 Berikan prosedur yang digunakan dan sistem pencatatan. Laporan Kejadian Efek yang tidak diinginkan dan Prosedur Recall Hal 40 .

. Isi... Tanda Tangan Penanggung Jawab Teknis Stempel perusahaan (___________________) Jakarta....... Netto. Formulir Pendaftaran Alat Kesehatan DIREKTORAT JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN DIREKTORAT BINA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI ALAT KESEHATAN PERMOHONAN PENDAFTARAN ALAT KESEHATAN KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI NOMOR 1184/MENKES/SK/X/2004 TANGGAL 19 OKTOBER 2004 ALAT KESEHATAN IMPORT 1.Lampiran 2. 5.. Tanda Tangan Pimpinan Perusahaan (___________________) Hal 41 . Nama Perusahaan yang mendaftarkan Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Alamat Surat-menyurat dan Nomor Telepon : : : : 2.... NPWP Nama Dagang Alat Kesehatan HS Code Kategori dan Sub Kategori Alat Kesehatan Keterangan lain mengenai Alat Kesehatan (Tipe....... Ukuran) Nama Pemberi Lisensi Alamat Lengkap Nama Pabrik Induk Alamat Lengkap : : : : 7. Nama Penerima Lisensi Alamat Lengkap Permohonan ini dilengkapi dengan : : : ........ Kemasan.... . 3...... 6... . 9.. : : : : 8..... lampiran (sebutkan jumlahnya) 10... 4....

efektivitas dan sistem mutu dalam desain dan proses pembuatan Prinsip Utama dan Bukti Kesesuaian 2 3 4 5 6 Hal 42 .LAMPIRAN A DATA ADMINISTRASI NAMA PRODUK NAMA PERUSAHAAN YANG MENDAFTARKAN ALAMAT PERUSAHAAN NAMA PABRIK ALAMAT PABRIK TIPE / UKURAN : : 1 Berikan Foto copy ijin penyalur alat kesehatan beserta addendumnya yang dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan Cq Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan ( Untuk Alat Kesehatan impor) Berikan foto copy surat kuasa sebagai sole agent atau sole distributor yang diberi kuasa mendaftar alat kesehatan ke Kementerian Kesehatan dari prinsipal / pabrik asal yang telah dilegalisir KBRI ( Untuk Alat Kesehatan impor) Berikan certificate of free sale dari lembaga yang bewewenang ( Untuk Alat Kesehatan impor) Berikan Ringkasan ekslusif alat kesehatan berisi : • Tinjauan ringkas mengenai deskripsi alat kesehatan beserta mekanisme kerjanya bila ada • Sejarah pemasaran • Tujuan penggunaan dan indikasi pada label • Jika belum memiliki ijin edar dari negara lain yang diakui harus memberikan informasi tentang status tunggu tersebut • Informasi penting tentang keamanan atau kinerja alat Salinan /fotokopi sertifikasi dan dokumen yang menyebutkan kesesuaian terhadap standar produk. persyaratan keamanan.

LAMPIRAN B INFORMASI PRODUK NAMA PRODUK NAMA PERUSAHAAN YANG MENDAFTARKAN ALAMAT PERUSAHAAN NAMA PABRIK ALAMAT PABRIK TIPE / UKURAN : : 1 Uraian alat • cara penggunaan • indikasi penggunaan alat • brosur • material produk • kadaluwarsa ( untuk produk steril / yg memiliki kadaluwarsa) Deskripsi dan fitur Alat Kesehatan Tujuan penggunaan Indikasi Petunjuk penggunaan Kontra indikasi Peringatan Perhatian Potensi efek yang tidak diinginkan Alternatif Terapi Material Informasi Prabrik Proses Produksi 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Hal 43 .

LAMPIRAN C INFORMASI SPESIFIKASI DAN JAMINAN MUTU NAMA PRODUK NAMA PERUSAHAAN YANG MENDAFTARKAN ALAMAT PERUSAHAAN NAMA PABRIK ALAMAT PABRIK TIPE / UKURAN : : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Jelaskan Karakteristik fungsional dan spesifikasi kinerja teknis alat Berikan Informasi tambahan karakteristik alat yang belum dicantumkan pada bagian sebelumnya Berikan Ringkasan dari verifikasi rancangan dan dokumen validasi Berikan Studi pre-klinis Berikan hasil Pengujian Validasi piranti lunak ( jika dapat diterapkan) Berikan informasi hasil penelitian untuk Alat yang mengandung material biologi Berikan Bukti Klinis Jelaskan analisa resiko dari alat Berikan hasil analisa resiko Berikan spesifikasi dan/atau persyaratan bahan baku Berikan spesifikasi kemasan (produk diagnostik) Berikan data hasil uji analisis dan/atau uji klinis (spesifisitas. sensitifitas dan stabilitas) untuk pereaksi/produk diagnostik in vitro Berikan sifat data dapat dipercaya (Quality Assurance) atau hasil uji klinis dan keamanan alat kesehatan Hal 44 .

materi pelatihan & petunjuk pemasangan dan pemeliharaan Berikan kode produksi dan artinya *** Khusus alat kesehatan yang berupa instrument cukup melampirkan brosur dan manual yang berisi keterangan secara lengkap Hal 45 .LAMPIRAN D PENANDAAN DAN PETUNJUK PENGGUNAAN NAMA PRODUK NAMA PERUSAHAAN YANG MENDAFTARKAN ALAMAT PERUSAHAAN NAMA PABRIK ALAMAT PABRIK TIPE / UKURAN : : 1 2 3 4 Jelaskan Penandaan yang ada pada alat Berikan Contoh Penandaan Berikan dan jelaskan Petunjuk penggunaan.

Laporan Kejadian Efek yang tidak diinginkan dan Prosedur Recall Hal 46 . Penanganan komplain.LAMPIRAN E POST MARKET EVALUATION NAMA PRODUK NAMA PERUSAHAAN YANG MENDAFTARKAN ALAMAT PERUSAHAAN NAMA PABRIK ALAMAT PABRIK TIPE / UKURAN : : 1 Berikan prosedur yang digunakan dan sistem pencatatan.

Isi.. 8.. Kemasan.. 3.Lampiran 3. : : : : 7. Jakarta..... 5.. Ukuran) Nama Pemberi lisensi Alamat Lengkap Nama Pabrik Induk Alamat Lengkap : : : : : : 2..... Nama Penerima Lisensi Alamat Lengkap Permohonan ini Dilengkapi dengan : : : .. Form Pendaftaran Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Dalam Negeri DIREKTORAT JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN DIREKTORAT BINA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI ALAT KESEHATAN PERMOHONAN PENDAFTARAN ALAT KESEHATAN KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI NOMOR 1184/MENKES/SK/X/2004 TANGGAL 10 OKTOBER 2004 PERBEKALAN KESEHATAN RUMAH TANGGA DALAM NEGERI 1. 4. Nama Perusahaan yang mendaftarkan Alamat Lengkap dan Nomor Telepon Alamat Surat-menyurat dan Nomor Telepon Perusahaan yang bertanggung jawab atas pemasaran Alamat dan Nomor Telepon Produsen yang ditunjuk Alamat dan Nomor Telepon Produsen NPWP Nama Dagang PKRT sesuai etiket Kategori dan Sub Kategori PKRT Keterangan lain mengenai PKRT (Tipe.. : : : : 6... .... Tanda Tangan Penanggung Jawab Teknis Stempel perusahaan (___________________) Tanda Tangan Pimpinan Perusahaan (___________________) Hal 47 .. lampiran (sebutkan jumlahnya) 9........ Netto........

LAMPIRAN AA FORMULA/KOMPONEN & PROSEDUR PEMBUATAN NAMA PERUSAHAAN YANG MENDAFTARKAN NAMA PKRT BENTUK WARNA KEMASAN NETTO/ISI KETERANGAN LAIN : : : : : : : 1. Berikan prosedur pembuatan secara singkat dan jelas Hal 48 . Berikan formula (kualitatif dan kuantitatif) serta fungsi setiap bahan yang digunakan 2.

Hal 49 .LAMPIRAN BB SPESIFIKASI BAHAN BAKU DAN WADAH NAMA PERUSAHAAN YANG MENDAFTARKAN NAMA PKRT BENTUK WARNA KEMASAN NETTO/ISI KETERANGAN LAIN : : : : 1. Berikan spesifikasi wadah dan tutup. 3. Berikan sertifikat uji laboratorium dan bahan yang digunakan. 2. Berikan spesifikasi dan atau persyaratan bahan baku.

Berikan Spesifikasi dan prosedur pemeriksaan produk jadi. Hal 50 .LAMPIRAN CC SPESIFIKASI DAN STABILITAS PRODUK JADI NAMA PERUSAHAAN YANG MENDAFTARKAN NAMA PKRT BENTUK WARNA KEMASAN NETTO/ISI KETERANGAN LAIN : : : : 1. 2. Berikan stabilitas produk jadi dan batas kadaluwarsa jika ada.

brosur. Lampirkan rancangan penandaan (etiket wadah dan pembungkus.LAMPIRAN DD KEGUNAAN DAN CONTOH NAMA PERUSAHAAN YANG MENDAFTARKAN NAMA PKRT BENTUK WARNA KEMASAN NETTO/ISI KETERANGAN LAIN : : : : 1. 3. 4. 2. serta tulisan lain yang menyertai PKRT tsb). Berikan contoh kode produksi dan jelaskan artinya. Berikan keterangan mengenai kegunaan cara penggunaan serta hal-hal yang perlu dterangkan termasuk peringatan dan sebagainya. Berikan contoh produk 2 (dua) Hal 51 .

... Tanda Tangan Pimpinan Perusahaan (___________________) Hal 52 .... Isi.. Form Pendaftaran Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Impor DIREKTORAT JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN DIREKTORAT BINA PRODUKSI DAN DISTRIBUSI ALAT KESEHATAN PERMOHONAN PENDAFTARAN ALAT KESEHATAN KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI NOMOR 1184/MENKES/SK/X/2004 TANGGAL 19 OKTOBER 2004 PERBEKALAN KESEHATAN RUMAH TANGGA IMPOR 1.. Ukuran) Nama Pabrik Pemberi Kuasa untuk Mendaftar Alamat Lengkap Nama Perusahaan Luar Negeri yang Memberi Kuasa untuk Mendaftar Alamat Lengkap : : 2... 4..Lampiran 4... Nama Perusahaan yang mendaftarkan (Perusahaan yang Diberi Kuasa untuk Mendaftar) Alamat Lengkap dan Nomor Telepon NPWP Nama Dagang PKRT sesuai etiket HS Code Kategori dan Sub Kategori PKRT Keterangan lain mengenai PKRT (Tipe. 3. : : : : : : 8.. Terangkan apakah PKRT ini sudah diperdagangkan resmi di luar negeri Sebutkan nama tempat PKRT diperdagangkan Permohonan ini Dilengkapi dengan 10. : : : : : 7.. Netto. 9..... 6... Kemasan.. 5. .... : .. lampiran (sebutkan jumlahnya) Tanda Tangan Penanggung Jawab Teknis Stempel perusahaan (___________________) Jakarta.........

LAMPIRAN AA FORMULA/KOMPONEN & PROSEDUR PEMBUATAN NAMA PERUSAHAAN YANG MENDAFTARKAN NAMA PKRT BENTUK WARNA KEMASAN NETTO/ISI KETERANGAN LAIN : : : : : : : 1. Berikan prosedur pembuatan secara singkat dan jelas Hal 53 . Berikan formula (kualitatif dan kuantitatif) serta fungsi setiap bahan yang digunakan 2.

Berikan spesifikasi dan atau persyaratan bahan baku. Berikan sertifikat uji laboratorium dan bahan yang digunakan. Hal 54 . Berikan spesifikasi wadah dan tutup.LAMPIRAN BB SPESIFIKASI BAHAN BAKU DAN WADAH NAMA PERUSAHAAN YANG MENDAFTARKAN NAMA PKRT BENTUK WARNA KEMASAN NETTO/ISI KETERANGAN LAIN : : : : 1. 2. 3.

Hal 55 . Berikan Spesifikasi dan prosedur pemeriksaan produk jadi. 2.LAMPIRAN CC SPESIFIKASI DAN STABILITAS PRODUK JADI NAMA PERUSAHAAN YANG MENDAFTARKAN NAMA PKRT BENTUK WARNA KEMASAN NETTO/ISI KETERANGAN LAIN : : : : 1. Berikan stabilitas produk jadi dan batas kadaluwarsa jika ada.

Berikan contoh produk 2 (dua) Hal 56 . Lampirkan rancangan penandaan (etiket wadah dan pembungkus. 4. serta tulisan lain yang menyertai PKRT tsb). Berikan keterangan mengenai kegunaan cara penggunaan serta hal-hal yang perlu diterangkan termasuk peringatan dan sebagainya. 3. 2. Berikan contoh kode produksi dan jelaskan artinya. brosur.LAMPIRAN DD KEGUNAAN DAN CONTOH NAMA PERUSAHAAN YANG MENDAFTARKAN NAMA PKRT BENTUK WARNA KEMASAN NETTO/ISI KETERANGAN LAIN : : : : 1.

. (...............) Hal 57 .......................................... Registrasi Nama Produk Nama Pabrik Nama Pendaftar Resume Perubahan No 1 2 3 4 5 Jenis Perubahan Awal Baru Data Administratif (Bagian ini jangan diisi) No 1...... 4.......................................................................... 2.. Pemohon........................ 7 8........ Perubahan Nama Pabrik Perubahan Nama Pendaftar Perubahan Ukuran/Kemasan Perubahan Desain Penandaan Lainnya : ......... Template Form Perubahan Pendaftaran Izin Edar Alat Kesehatan/PKRT FORM PERUBAHAN PENDAFTARAN IZIN EDAR ALAT KESEHATAN/PKRT *) Perubahan (lingkari yang sesuai) 1.... 3........................ . 20......... ........ 2........................... : : : : DEPKES RI ..................... 2............. 5.....Lampiran 5. 5..... No.... 4...... ... . 6... No Registrasi lama Penandaan yang disetujui sebelumnya Penandaan baru (3 eksemplar) Surat penunjukan yang masih berlaku dilegalisir oleh KBRI Certificate of Free Sale yang masih berlaku Salinan Izin PAK (impor) Salinan Sertifikat Produksi yang masih berlaku (dalam negeri) Surat pernyataan di atas materai bahwa tidak ada perubahan formula produk Surat pernyataan di atas materai bahwa tidak ada perubahan selain yang dimaksud di dalam permohonan ini Data Loket Ada Tidak *) coret yang tidak perlu Jakarta...... 3...........

........................................ 6................... 7 8................ ............. No Registrasi lama Penandaan yang mendapat persetujuan sebelumnya Penandaan baru (3 eksemplar) Surat penunjukan yang masih berlaku dilegalisir oleh KBRI Certificate of Free Sale yang masih berlaku Salinan Izin PAK (impor) Salinan Sertifikat Produksi yang masih berlaku (dalam negeri) Surat pernyataan di atas materai bahwa tidak ada perubahan formula produk Surat pernyataan di atas materai bahwa tidak ada perubahan selain yang dimaksud di dalam permohonan ini PARAF Data Penilai Ada Tidak Kasie Ada Tidak Kasubdit Ada Tidak *) coret yang tidak perlu Hal 58 ................................. .......................... 4................................................PERMOHONAN PERUBAHAN IZIN EDAR ALAT KESEHATAN/PKRT *) Data Awal No............................... ...................................................................................... ................... 2........... Resume Perubahan No 1 2 3 4 5 Jenis Perubahan Awal Baru Data Administratif (Bagian ini jangan diisi) No 1.................... ........ Registrasi Nama Produk Jenis Produk Kategori Sub Kategori Tipe Kemasan Nama Pabrik Nama Pendaftar NPWP Atas dasar lisensi dari : : : : : : : : : : : DEPKES RI ........................................................... 3..................................... . ................ 5. .................. 9........................................................ .............................................. .......................

................ untuk diisi petugas) No 1.................. Registrasi Nama Produk Nama Pabrik Nama Pendaftar : : : : DEPKES RI ............ Pemohon....Lampiran 6............. 10............ 7 8..... 6........ 5... Data Baru *) a.................. Form Perpanjangan Izin Edar Alat Kesehatan/PKRT FORM PERMOHONAN PERPANJANGAN ALAT KESEHATAN/PKRT *) Pemohon No.. 2.. 20........... Tetap Ada Perubahan.................. .................... sebutkan ............................................... 4.............. ......... No Registrasi lama & penandaan Penandaan baru (3 eksemplar) Surat penunjukan yang masih berlaku dilegalisir oleh KBRI Certificate of Free Sale yang masih berlaku Salinan Izin PAK (impor) Salinan Sertifikat Produksi yang masih berlaku (dalam negeri) Surat pernyataan di atas materai bahwa tidak ada perubahan formula produk Laporan berkala efek samping produk CoA produk jadi/test report Brosur /package insert Data Loket Ada Tidak *) coret yang tidak perlu Jakarta... (..... Data Administratif (Bagian ini jangan diisi....... 9...) Hal 59 .................. ........................... b............. 3.........

.................................................................... Data No Registrasi lama & penandaan Penandaan baru (3 eksemplar) Surat penunjukan yang masih berlaku dilegalisir oleh KBRI Certificate of Free Sale yang masih berlaku Salinan Izin PAK (impor) Salinan Sertifikat Produksi yang masih berlaku (dalam negeri) Surat pernyataan di atas materai bahwa tidak ada perubahan formula produk Laporan berkala efek samping produk CoA produk jadi/test report Brosur /package insert PARAF *) coret yang tidak perlu Penilai Ada Tidak Kasie Ada Tidak Kasubdit Ada Tidak Hal 60 ............. 4............ Tetap Ada Perubahan...................................... untuk diisi petugas No 1................................. .......PERMOHONAN PERPANJANGAN ALAT KESEHATAN/PKRT *) Data Lama No............................ 3........... 6.... . 7 8.................... ......... 5.. ...................................... Data Administratif (Bagian ini jangan diisi....................................... ................... Data Baru *) c...... .. .......... sebutkan ............................... Registrasi Nama Produk Jenis Produk Kategori Sub Kategori Tipe Kemasan Nama Pabrik Nama Pendaftar Atas dasar lisensi dari : : : : : : : : : : DEPKES RI .. d............................... 2................................. ................. ...................................................... 10....................................... 9...............................

...........1184/Menkes/Per/X/2004 tanggal 19 Oktober 2004 Pengamanan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. ........... .......... persetujuan ini akan ditinjau kembali........................... sesuai ketentuan yang berlaku pendaftar bersedia mengganti nama produk alat kesehatan tersebut...... .............................. Apabila di kemudian hari ada pihak lain yang lebih berhak atas nama produk di atas....................................... ..... Apt... Wajib menyampaikan laporan berkala setiap 1 ( satu ) tahun terhadap jenis dan akibat samping dari produk yang diedarkan................................................ Direktur Jenderal Dra............................... 2... M..................... 19530622 198012 2 001 Hal 61 ....................... 1.......... ...... ................. Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan................................... dengan ini diberikan persetujuan untuk diedarkan dengan : tentang NOMOR IZIN EDAR ALAT KESEHATAN DEPKES RI AKD …………………....................... Nama Jenis Produk HS Code Kategori Sub Kategori Tipe Kemasan Nama Pabrik Nama Pendaftar Atas dasar lisensi dari Ketentuan : : : : : : : : : : : . Persyaratan : 1....................... ........................I No.. Sri Indrawaty................. Izin edar berlaku 5 (lima) tahun terhitung mulai tanggal ....... 2...............Lampiran 7.......... Template Izin Edar Baru Alat Kesehatan Dalam Negeri Berdasarkan : Peraturan Menteri Kesehatan R............................................................................................... .Kes NIP...................... ............................................

... .................................... 1................................... Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan.................. Nama Jenis Produk HS Code Kategori Sub Kategori Tipe Kemasan Nama Pabrik Nama Pendaftar NPWP Atas dasar lisensi dari Ketentuan : : : : : : : : : : : : .................. Apabila di kemudian hari ada pihak lain yang lebih berhak atas keagenan di atas........ .................................... ............................ 2.....................I No No.......................................................................Lampiran 8............................ Hal 62 ...... ........... Wajib menyampaikan laporan berkala setiap 1 ( satu ) tahun terhadap jenis dan akibat samping dari produk yang diedarkan................ 1.................................................................. ....... Dengan ini diberikan persetujuan untuk diedarkan dengan : NOMOR IZIN EDAR ALAT KESEHATAN DEPKES RI AKL …………………..................................... ......................... .....1184/Menkes/Per/X/2004 tanggal 19 Oktober 2004 tentang Pengamanan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga.............................. ... Template Izin Edar Baru Alat Kesehatan Impor Berdasarkan : Peraturan Menteri Kesehatan R.................................................................. .............. 2...................... ............. persetujuan ini akan ditinjau kembali................... Izin edar berlaku 5 (lima) tahun terhitung mulai tanggal ................................ Persyaratan : Direktur Jenderal …………………………………………… NIP………………………... sesuai ketentuan yang berlaku pendaftar bersedia melepaskan keagenan produk tersebut.

........... ............................................ ............................................................... .......... 3........... 2.. Persyaratan : 1.......................... Izin edar berlaku 5 (lima) tahun terhitung mulai tanggal ................................................. ... Apabila di kemudian hari ada pihak lain yang lebih berhak atas nama produk di atas. Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan...............................................I No..............................Lampiran 9................ . Hal 63 . ............................. persetujuan ini akan ditinjau kembali.......................... ................. Dengan demikian izin edar sebelumnya tidak berlaku lagi....... Wajib menyampaikan laporan berkala setiap 1 ( satu ) tahun terhadap jenis dan akibat samping dari produk yang diedarkan.......... 1184/Menkes/Per/X/2004 tanggal 19 Oktober 2004 Pengamanan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga....... ............................................... ....................................... 1..... sesuai ketentuan yang berlaku pendaftar bersedia mengganti nama produk alat kesehatan tersebut. Izin edar ini merupakan persetujuan perubahan tipe/kemasan/ penandaan dari nomor pendaftaran alat kesehatan DEPKES RI AKD .................... Dengan ini diberikan persetujuan untuk diedarkan dengan : tentang NOMOR IZIN EDAR ALAT KESEHATAN DEPKES RI AKD ………………….............................................................................. Template Perubahan izin edar Alat Kesehatan Dalam Negeri Berdasarkan : Peraturan Menteri Kesehatan R...................................... ....... 2............... tanggal ............... Nama Jenis Produk HS Code Kategori Sub Kategori Tipe Kemasan Nama Pabrik Nama Pendaftar NPWP Atas dasar lisensi dari Ketentuan : : : : : : : : : : : : ................................ Direktur Jenderal …………………………………………… NIP………………………........

.............. .......Lampiran `10................... ...... Izin edar ini merupakan persetujuan perubahan tipe/kemasan/ penandaan dari nomor pendaftaran alat kesehatan DEPKES RI AKL ................................... ........ Nama Jenis Produk HS Code Kategori Sub Kategori Tipe Kemasan Nama Pabrik Nama Pendaftar NPWP Atas dasar lisensi dari Ketentuan : : : : : : : : : : : : ..................................... Izin edar berlaku 5 (lima) tahun terhitung mulai tanggal ........ 2.................................1184/Menkes/Per/X/2004 tanggal 19 Oktober 2004 Pengamanan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga........ Template Perubahan izin edar Alat Kesehatan Impor Berdasarkan : Peraturan Menteri Kesehatan R........................... ..................................... .......... .....................I No........... Persyaratan : 1........................... ......................... Apabila di kemudian hari ada pihak lain yang lebih berhak atas keagenan di atas..... ............ Dengan demikian izin edar sebelumnya tidak berlaku lagi.. Direktur Jenderal …………………………………………… NIP………………………...................................... Dengan ini diberikan persetujuan untuk diedarkan dengan : tentang NOMOR IZIN EDAR ALAT KESEHATAN DEPKES RI AKL ………………….................. Hal 64 .................. tanggal ................................................ 1............................................. Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan............................................ 3......... ....................... 2............... sesuai ketentuan yang berlaku pendaftar bersedia melepaskan keagenan produk tersebut................ persetujuan ini akan ditinjau kembali..... Wajib menyampaikan laporan berkala setiap 1 ( satu ) tahun terhadap jenis dan akibat samping dari produk yang diedarkan........................................................................... .

.. Hal 65 ................................................................................. .. Apabila di kemudian hari ada pihak lain yang lebih berhak atas nama produk di atas.......................... Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan... Wajib menyampaikan laporan berkala setiap 1 ( satu ) tahun terhadap jenis dan akibat samping dari produk yang diedarkan.... Nama Jenis Produk HS Code Kategori Sub Kategori Tipe Kemasan Nama Pabrik Nama Pendaftar NPWP Atas dasar lisensi dari Ketentuan : : : : : : : : : : : : .............. 1................................... ....... sesuai ketentuan yang berlaku pendaftar bersedia mengganti nama produk alat kesehatan tersebut........................ 2................................... ............ ....... ........................Lampiran 11...........................1184/Menkes/Per/X/2004 tanggal 19 Oktober 2004 Pengamanan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga...................... .................................... Direktur Jenderal …………………………………………… NIP……………………….. ............. 3...... Dengan demikian izin edar lama tidak berlaku lagi............................................... Template Perpanjangan izin edar Alat Kesehatan Dalam Negeri Berdasarkan : Peraturan Menteri Kesehatan R.........I No.............................................................. Persyaratan : 1............................................... tanggal ........................... persetujuan ini akan ditinjau kembali.............. 2.............. Izin edar ini merupakan persetujuan perpanjangan izin edar dari nomor pendaftaran alat kesehatan DEPKES RI AKD .......... ......................... ... dengan ini diberikan persetujuan untuk diedarkan dengan : tentang NOMOR IZIN EDAR ALAT KESEHATAN DEPKES RI AKD …………………............. ............................ Izin edar berlaku 5 (lima) tahun terhitung mulai tanggal ..........................

..................................................... Wajib menyampaikan laporan berkala setiap 1 ( satu ) tahun terhadap jenis dan akibat samping dari produk yang diedarkan................................................................ 3......................................... ................ . Nama Jenis Produk HS Code Kategori Sub Kategori Tipe Kemasan Nama Pabrik Nama Pendaftar NPWP Atas dasar lisensi dari Ketentuan : : : : : : : : : : : : ......................... 1............Lampiran 12.... sesuai ketentuan yang berlaku pendaftar bersedia melepaskan keagenan produk tersebut.. Template Perpanjangan izin edar Alat Kesehatan Impor Berdasarkan : Peraturan Menteri Kesehatan R..................1184/Menkes/Per/X/2004 tanggal 19 Oktober 2004 Pengamanan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga..... ... Izin edar ini merupakan persetujuan perpanjangan izin edar dari nomor pendaftaran alat kesehatan DEPKES RI AKL .. ......I No............................... ................................. 2...................... ...... tanggal ... Direktur Jenderal …………………………………………… NIP………………………......... ............ 2....................... Dengan demikian izin edar lama tidak berlaku lagi. ...................................................................................... persetujuan ini akan ditinjau kembali............ ........... Persyaratan : 1. Apabila di kemudian hari ada pihak lain yang lebih berhak atas keagenan di atas............................................... Hal 66 .............................................................................. Izin edar berlaku 5 (lima) tahun terhitung mulai tanggal . ................. Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan......................... tentang dengan ini diberikan persetujuan untuk diedarkan dengan : NOMOR IZIN EDAR ALAT KESEHATAN DEPKES RI AKL …………………..........................................

................ 2............................... ....................................... persetujuan ini akan ditinjau kembali................Lampiran 13..... dengan ini diberikan persetujuan untuk diedarkan dengan : NOMOR IZIN EDAR PERBEKALAN KESEHATAN RUMAH TANGGA DEPKES RI PKD …………………............. ............................................... Wajib menyampaikan laporan berkala setiap 1 ( satu ) tahun terhadap jenis dan akibat samping dari produk yang diedarkan.......... Direktur Jenderal …………………………………………… NIP………………………............................... .... .................................. ........ Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan...................... ...................................................................... 2................. Template Izin edar baru Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Dalam Negeri Berdasarkan : Peraturan Menteri Kesehatan R................................. 1...1184/Menkes/Per/X/2004 tanggal 19 Oktober 2004 tentang Pengamanan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga.......................................................... Persyaratan : 1..................... Nama Jenis Produk HS Code Kategori Sub Kategori Tipe Kemasan Nama Pabrik Nama Pendaftar NPWP Atas dasar lisensi dari Ketentuan : : : : : : : : : : : : ..................... Hal 67 ................................................... Izin edar berlaku 5 (lima) tahun terhitung mulai tanggal ......I No No...... ..... Apabila di kemudian hari ada pihak lain yang lebih berhak atas nama produk di atas......................... .......................... ................................. .. sesuai ketentuan yang berlaku pendaftar bersedia mengganti nama produk perbekalan kesehatan rumah tangga tersebut......................

............................ Izin edar berlaku 5 (lima) tahun terhitung mulai tanggal . Apabila di kemudian hari ada pihak lain yang lebih berhak atas keagenan di atas. Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan.......1184/Menkes/Per/X/2004 tanggal 19 Oktober 2004 tentang Pengamanan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. .. dengan ini diberikan persetujuan untuk diedarkan dengan : NOMOR IZIN EDAR PERBEKALAN KESEHATAN RUMAH TANGGA DEPKES RI PKL ………………….. ....................................... 2....................... Persyaratan : Direktur Jenderal …………………………………………… NIP………………………........ ... Wajib menyampaikan laporan berkala setiap 1 ( satu ) tahun terhadap jenis dan akibat samping dari produk yang diedarkan......................................... Template Izin edar baru Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Impor Berdasarkan : Peraturan Menteri Kesehatan R............ ....... persetujuan ini akan ditinjau kembali............. sesuai ketentuan yang berlaku pendaftar bersedia melepaskan keagenan produk tersebut................................... 1.....................Lampiran 14........................... ...................................................... Hal 68 ............ .................................................................. ............. 1......................................................................I No.... ..... No...................... .................. 2.......................................... Nama Jenis Produk HS Code Kategori Sub Kategori Tipe Kemasan Nama Pabrik Nama Pendaftar NPWP Atas dasar lisensi dari Ketentuan : : : : : : : : : : : : ................................... .............................................................

...............................................................Lampiran 15....................................................................... Persyaratan : 1............................... 1...... Apabila di kemudian hari ada pihak lain yang lebih berhak atas nama produk di atas.... persetujuan ini akan ditinjau kembali........................... ................... Template Perubahan izin edar Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Dalam Negeri Berdasarkan : Peraturan Menteri Kesehatan R.....1184/Menkes/Per/X/2004 tanggal 19 Oktober 2004 tentang Pengamanan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga...... Hal 69 ............ dengan ini diberikan persetujuan untuk diedarkan dengan : NOMOR IZIN EDAR PERBEKALAN KESEHATAN RUMAH TANGGA DEPKES RI PKD …………………......... Izin edar berlaku 5 (lima) tahun terhitung mulai tanggal ............................. ............... ............ Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan................. ........................ 2................................ ..................... tanggal ...................I No.................................... 3........................ Nama Jenis Produk HS Code Kategori Sub Kategori Tipe Kemasan Nama Pabrik Nama Pendaftar NPWP Atas dasar lisensi dari Ketentuan : : : : : : : : : : : : ............. Dengan demikian izin edar sebelumnya tidak berlaku lagi.......................... ........ No.................. 2..... Wajib menyampaikan laporan berkala setiap 1 ( satu ) tahun terhadap jenis dan akibat samping dari produk yang diedarkan................................. sesuai ketentuan yang berlaku pendaftar bersedia mengganti nama produk perbekalan kesehatan rumah tangga tersebut.............. ....................... Izin edar ini merupakan persetujuan perubahan tipe/kemasan/ penandaan dari nomor pendaftaran perbekalan kesehatan rumah tangga DEPKES RI PKD .......................................................... ..... ............... ....... Direktur Jenderal …………………………………………… NIP……………………….....

................. Template Perubahan izin edar Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Impor Berdasarkan : Peraturan Menteri Kesehatan R.. ................ ...................................... . ...................1184/Menkes/Per/X/2004 tanggal 19 Oktober 2004 tentang Pengamanan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga.....I No No.......................................... Apabila di kemudian hari ada pihak lain yang lebih berhak atas keagenan di atas...... Dengan demikian izin edar sebelumnya tidak berlaku lagi.............................................................. Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan..................... Wajib menyampaikan laporan berkala setiap 1 ( satu ) tahun terhadap jenis dan akibat samping dari produk yang diedarkan......................................... Direktur Jenderal …………………………………………… NIP………………………........ ............. Persyaratan : 1. tanggal .................. Izin edar berlaku 5 (lima) tahun terhitung mulai tanggal ... ................................................. ................................. persetujuan ini akan ditinjau kembali........Lampiran 16.............. . Nama Jenis Produk HS Code Kategori Sub Kategori Tipe Kemasan Nama Pabrik Nama Pendaftar NPWP Atas dasar lisensi dari Ketentuan : : : : : : : : : : : : ............................................................................................ Izin edar ini merupakan persetujuan perubahan tipe/kemasan/ penandaan dari nomor pendaftaran perbekalan kesehatan rumah tangga DEPKES RI AKL ............ 2................................................. sesuai ketentuan yang berlaku pendaftar bersedia melepaskan keagenan produk tersebut............................. 3.......................... .................................... ... 1................... dengan ini diberikan persetujuan untuk diedarkan dengan : NOMOR IZIN EDAR PERBEKALAN KESEHATAN RUMAH TANGGA DEPKES RI PKL …………………..... Hal 70 ......... 2..............

.... Hal 71 ........... 2...... 1....... sesuai ketentuan yang berlaku pendaftar bersedia mengganti nama produk perbekalan kesehatan rumah tangga tersebut....... ...... Persyaratan : 1.......................................... .................................................. ........................... dengan ini diberikan persetujuan untuk diedarkan dengan : NOMOR IZIN EDAR PERBEKALAN KESEHATAN RUMAH TANGGA DEPKES RI PKD ………………….................................................................. tanggal ... .................... . Dengan demikian izin edar lama tidak berlaku lagi.................................................................. .................................................................. ...................... Izin edar ini merupakan persetujuan perpanjangan izin edar dari nomor pendaftaran perbekalan kesehatan rumah tangga DEPKES RI PKD .........................................Lampiran 17................................I No No............................. ....... Template Perpanjangan izin edar Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Dalam Negeri Berdasarkan : Peraturan Menteri Kesehatan R..................... Apabila di kemudian hari ada pihak lain yang lebih berhak atas nama produk di atas...................................................1184/Menkes/Per/X/2004 tanggal 19 Oktober 2004 tentang Pengamanan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga........... Direktur Jenderal …………………………………………… NIP………………………..... 3............ persetujuan ini akan ditinjau kembali.............. ................ Izin edar berlaku 5 (lima) tahun terhitung mulai tanggal ............ Nama Jenis Produk HS Code Kategori Sub Kategori Tipe Kemasan Nama Pabrik Nama Pendaftar NPWP Atas dasar lisensi dari Ketentuan : : : : : : : : : : : : ......... 2.. Wajib menyampaikan laporan berkala setiap 1 ( satu ) tahun terhadap jenis dan akibat samping dari produk yang diedarkan..... ........ Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan........................

........ 2.............. Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan..... Izin edar ini merupakan persetujuan perpanjangan izin edar dari nomor pendaftaran perbekalan kesehatan rumah tangga DEPKES RI PKL .......................................Lampiran 18......................................... ............................ Apabila di kemudian hari ada pihak lain yang lebih berhak atas keagenan di atas....................................... Template Perpanjangan izin edar Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Impor Berdasarkan : Peraturan Menteri Kesehatan R..................................................... sesuai ketentuan yang berlaku pendaftar bersedia melepaskan keagenan produk tersebut.................. Izin edar berlaku 4 (empat) tahun terhitung mulai tanggal .......... ............. .......... persetujuan ini akan ditinjau kembali.......... Hal 72 ..................................... Dengan demikian izin edar lama tidak berlaku lagi...... ... ....... ....................... 2................................ 1..... Wajib menyampaikan laporan berkala setiap 1 ( satu ) tahun terhadap jenis dan akibat samping dari produk yang diedarkan................... ............ tanggal .... ............. .... Persyaratan : 1................................. Nama Jenis Produk HS Code Kategori Sub Kategori Tipe Kemasan Nama Pabrik Nama Pendaftar NPWP Atas dasar lisensi dari Ketentuan : : : : : : : : : : : : ............................................... 3..................................................................................................... Dengan ini diberikan persetujuan untuk diedarkan dengan : NOMOR IZIN EDAR PERBEKALAN KESEHATAN RUMAH TANGGA DEPKES RI PKL ………………….............................1184/Menkes/Per/X/2004 tanggal 19 Oktober 2004 tentang Pengamanan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga............. Direktur Jenderal …………………………………………… NIP………………………................................I No No..

Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1973. 7.. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor.. 11. Keputusan Presiden RI No. Rekomendasi dari Dinas Kesehatan Propinsi .. tentang Kesehatan (Lembaran Negara RI Tahun 1992 Nomor 100..... Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3495)... 1... nomor ……. tentang Kewenangan Pengaturan Pembinaan Pengembangan Industri (Lembaran Negara RI Tahun 1986 Nomor 23. ………. 3637)... Peraturan Pemerintah RI Nomor 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara RI tahun 1996 Nomor. Peraturan Pemerintah RI Nomor 25 Tahun 2000.. 2.... Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3839). 2. 42 Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3821).. 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999. tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan (Lembaran Negara RI Tahun 1998 Nomor 138. Nomor 377)... 5.. tentang Perindustrian (Lembaran Negara RI Tahun 1984 Nomor 22.. . Tambahan Lembaran Negara RI Tahun 1986 Nomor 330). Tahun 1949... 3... Peraturan Pemenntah Nomor 17 Tahun 1986. 49.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara RI Tahun 1999 Nomor. nomor . tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 1999 Nomor 60.... 9. 3..... Hal 73 . tentang Pengawasan atas Peredaran.... oleh karena itu perlu menerbitkan Sertifikat Produksi Alat Kesehatan.. 4. Bahwa permohonan PT. Tambahan Lembaran Negara RI Tahun 1998 Nomor 3781). 10. 3274).Lampiran 19. tanggal . Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992. Undang-undang Nomor. Fungsi. 8. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3952). MENIMBANG MENGINGAT : : Surat permohonan Direktur PT..... Ordonansi Bahan Berbahaya (Stb.... Template Sertifikat Produksi Alat Kesehatan KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: ……………………… TENTANG SERTIFIKAT PRODUKSI ALAT KESEHATAN DIREKTUR JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN MEMBACA : 1. Tugas. Penyimpanan dan Penggunaan Pestisida (Lembaran Negara RI Tahun 1973 Nomor 12). ……… tersebut dapat disetujui.. 12. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen.. Peraturan Pemenntah Nomor 72 Tahun 1998. tanggal ..... .. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor....... Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1184/Menkes/Per/X/2004 tentang Pengamanan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. 6...…. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1984. tanggal …………tentang Permohonan Sertifikat Produksi Alat Kesehatan.. Nomor ... Berita Acara Pemeriksaan Dinas Kesehatan Propinsi . tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonomi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 54...

. Nama Direktur/Pimpinan Nama Penanggung Jawab Teknis Alamat Pabrik Kedua : : . Sertifikat Produksi berlaku 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal dikeluarkan (setiap tahun akan dilakukan evaluasi pelaksanaannya) Surat Keputusan ini mulal berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan catatan bahwa akan diadakan peninjauan atau perubahan sebagaimana mestinya apabila terdapat kekurangan atau kekeliruan dalam penetapan ini.................. Memiliki laboratorium sendiri atau bekerja sama dengan laboratorium yang diakui untuk melakukan analisa dan pemeriksaan terhadap bahan produksi yang digunakan dan produk akhir......... 8....... Direktur Jenderal ........ 6............ NIP.. Harus mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku 3..... Direktorat Jenderat Bea dan Cukai di Jakarta............................................ 1..... Tembusan Kepada Yth...... : .............. Harus selalu diawasi oleh penanggung jawab teknis yang namanya tercantum pada Surat Keputusan ini.... Dinas Kesehatan Daerah Tingkat I ……………… 3........... .... Gabungan Pengusaha Alat Kesehatan dan Laboratorium Indonesia di Jakarta Hal 74 ...... 7...... 5..... 2.. Alamat Perusahaan : .......... 4. : ... Ketiga Keempat : : Sertifikat Produksi Alat Kesehatan yang dimaksud diktum Pertama temasuk golongan … dengan ketentuan sebagai berikut: 1......... 6.......MEMUTUSKAN : MENETAPKAN Pertama : : Memberikan Sertifikat Produksi Alat Kesehatan kepada : Nama Perusahaan : ...... Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri di Jakarta.................... 4...... Dinas Kesehatan Propinsi di Seluruh Indonesia 2......... Harus memberikan laporan hasil produksi setiap 1 (satu) tahun sekali kepada Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan.... Ditetapkan di Pada tanggal : JAKARTA : .................... hygiene sanitasi.... tembusan kepada Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota sesuai lokasi.............. Menerapkan Pedoman Cara produksi Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB) dalam hal sarana.. NPWP : ..... 5. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota ... dokumentasi..................

................................................ Tanggal ................. − − ......................................... Dengan ketentuan bahwa Alat Kesehatan tersebut harus mendapatkan persetujuan izin edar sebelum diedarkan...................................................... − − ....................................................KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA No : .............. NIP....... .......................................................... Direktur Jenderal ................................................................................... Jenis Alat Kesehatan yang diizinkan dikemas ulang dan di uji ulang : PERALATAN ................. 2008 Jenis Alat Kesehatan yang diizinkan diproduksi : PERALATAN ............ ................. − − ......................................... . Hal 75 ............................................................ PERALATAN .............. PERALATAN ......................... ....... − − .............. ............

..8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara RI Tahun 1999 Nomor. Tahun 1949. 9... nomor ……. 49.. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1984. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1184/Menkes/Per/X/2004 tentang Pengamanan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga.. tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan (Lembaran Negara RI Tahun 1998 Nomor 138..... 11. Peraturan Pemerintah RI Nomor 25 Tahun 2000. 3. Penyimpanan dan Penggunaan Pestisida (Lembaran Negara RI Tahun 1973 Nomor 12).. Keputusan Presiden RI No. 3274).. tentang Perindustrian (Lembaran Negara RI Tahun 1984 Nomor 22. 42 Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3821). MENGINGAT : 8.. tanggal .. Tugas... Hal 76 .. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor... Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1973.. Tambahan Lembaran Negara RI Tahun 1986 Nomor 330).Template Perpanjangan Sertifikat Produksi Alat Kesehatan KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: ……………………… TENTANG PERPANJANGAN SERTIFIKAT PRODUKSI ALAT KESEHATAN DIREKTUR JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN MEMBACA : 1. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen... Bahwa permohonan PT.. 2. oleh karena itu perlu menerbitkan perpanjangan Sertifikat Produksi Alat Kesehatan. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor... Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3839). tanggal . Tambahan Lembaran Negara RI Tahun 1998 Nomor 3781).. Undang-undang Nomor... nomor . Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3495).... 3637).. 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan... tentang Kesehatan (Lembaran Negara RI Tahun 1992 Nomor 100.. 5..... Peraturan Pemerintah RI Nomor 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara RI tahun 1996 Nomor.. Ordonansi Bahan Berbahaya (Stb.. Peraturan Pemenntah Nomor 17 Tahun 1986. 2.…. Berita Acara Pemeriksaan Dinas Kesehatan Propinsi . tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 1999 Nomor 60. tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonomi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 54.. 10. .. ………. 12.... ……… tersebut dapat disetujui. Nomor . MENIMBANG : Surat permohonan Direktur PT... 3. tentang Pengawasan atas Peredaran.... Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999.. tentang Kewenangan Pengaturan Pembinaan Pengembangan Industri (Lembaran Negara RI Tahun 1986 Nomor 23....... 4.. 6. Fungsi. 1.. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3952). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992. Nomor 377). Peraturan Pemenntah Nomor 72 Tahun 1998.. 7..... Rekomendasi dari Dinas Kesehatan Propinsi . tanggal …………tentang Permohonan Perpanjangan Sertifikat Produksi Alat Kesehatan.

... Harus mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku 3........... Ditetapkan di Pada tanggal : JAKARTA : ....... : ............ 5........ Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri di Jakarta............ Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota . Ketiga Keempat : : Sertifikat Produksi Alat Kesehatan yang dimaksud diktum Pertama temasuk golongan … dengan ketentuan sebagai berikut: 1...... Alamat Perusahaan : ... . Direktur Jenderal .......... Tembusan Kepada Yth........ Harus memberikan laporan hasil produksi setiap 1 (satu) tahun sekali kepada Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan..... Nama Direktur/Pimpinan Nama Penanggung Jawab Teknis Alamat Pabrik Kedua : : .... 1..... Dinas Kesehatan Propinsi di Seluruh Indonesia 2........ Gabungan Pengusaha Alat Kesehatan dan Laboratorium Indonesia di Jakarta Hal 77 ...................... 7............. 4..... Harus selalu diawasi oleh penanggung jawab teknis yang namanya tercantum pada Surat Keputusan ini................ tembusan kepada Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota sesuai lokasi..... : ....... dokumentasi........... Dinas Kesehatan Daerah Tingkat I ……………… 3... Menerapkan Pedoman Cara produksi Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB) dalam hal sarana............................. hygiene sanitasi................. 2........ Sertifikat Produksi berlaku 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal dikeluarkan (setiap tahun akan dilakukan evaluasi pelaksanaannya) Surat Keputusan ini mulal berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan catatan bahwa akan diadakan peninjauan atau perubahan sebagaimana mestinya apabila terdapat kekurangan atau kekeliruan dalam penetapan ini.......................... 6...... 4.. 6........ Direktorat Jenderat Bea dan Cukai di Jakarta..... NPWP : . Memiliki laboratorium sendiri atau bekerja sama dengan laboratorium yang diakui untuk melakukan analisa dan pemeriksaan terhadap bahan produksi yang digunakan dan produk akhir....MEMUTUSKAN : MENETAPKAN Pertama : : Memberikan perpanjangan Sertifikat Produksi Alat Kesehatan kepada : Nama Perusahaan : ... NIP....... 5.........

... ..... ........................................................... Tanggal .... Dengan ketentuan bahwa Alat Kesehatan tersebut harus mendapatkan persetujuan izin edar sebelum diedarkan................ − − .............................................. ...................KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA No : ..................................................... 2008 Jenis Alat Kesehatan yang diizinkan diproduksi : PERALATAN ................................. NIP................... Direktur Jenderal .. − − ... PERALATAN .......................... PERALATAN ................................................................................................................................................. Hal 78 ......................... − − ............. − − ............. ......................................................................... . Jenis Alat Kesehatan yang diizinkan dikemas ulang dan di uji ulang : PERALATAN ....................................

. Ordonansi Bahan Berbahaya (Stb......8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara RI Tahun 1999 Nomor.. Peraturan Pemenntah Nomor 17 Tahun 1986. Peraturan Pemerintah RI Nomor 25 Tahun 2000..... 2.. 10.. 1. Hal 79 ... .... 3637). tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 1999 Nomor 60. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. 49.. 2. tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonomi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 54.. (bila diperlukan) Bahwa permohonan PT. 42 Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3821). Nomor ... oleh karena itu perlu menerbitkan Sertifikat Produksi Alat Kesehatan. 3........ 4.. tanggal …………tentang Permohonan Perubahan . Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1184/Menkes/Per/X/2004 tentang Pengamanan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga.. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor.. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor.. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992. nomor . tentang Kesehatan (Lembaran Negara RI Tahun 1992 Nomor 100.. 3274). Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999... Keputusan Presiden RI No.. Fungsi.... Berita Acara Pemeriksaan Dinas Kesehatan Propinsi . Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3952). 7. tanggal . 8... Nomor 377).…. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1984. Tugas. 5. ……….. Tahun 1949.. pada Sertifikat Produksi Alat Kesehatan (sebutkan perubahannya). 12... . nomor ……. Peraturan Pemenntah Nomor 72 Tahun 1998. 9. tentang Pengawasan atas Peredaran... tentang Perindustrian (Lembaran Negara RI Tahun 1984 Nomor 22. ……… tersebut dapat disetujui....... tanggal .. 3. (bila diperlukan) Rekomendasi dari Dinas Kesehatan Propinsi . Tambahan Lembaran Negara RI Tahun 1986 Nomor 330). MENIMBANG MENGINGAT : : Surat permohonan Direktur PT. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1973.... Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3839)..... 6.. tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan (Lembaran Negara RI Tahun 1998 Nomor 138. Tambahan Lembaran Negara RI Tahun 1998 Nomor 3781)..... Penyimpanan dan Penggunaan Pestisida (Lembaran Negara RI Tahun 1973 Nomor 12).. 11.. Peraturan Pemerintah RI Nomor 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara RI tahun 1996 Nomor. Undang-undang Nomor.. tentang Kewenangan Pengaturan Pembinaan Pengembangan Industri (Lembaran Negara RI Tahun 1986 Nomor 23.Template Perubahan Sertifikat Produksi Alat Kesehatan KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: ……………………… TENTANG SERTIFIKAT PRODUKSI ALAT KESEHATAN DIREKTUR JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN MEMBACA : 1.. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3495). 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan.

: ..... : . 2....... Tembusan Kepada Yth. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota ........... Harus memberikan laporan hasil produksi setiap 1 (satu) tahun sekali kepada Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan.. Harus mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku 3................ Dinas Kesehatan Propinsi di Seluruh Indonesia 2............................. Alamat Perusahaan : ................ 1.........MEMUTUSKAN : MENETAPKAN Pertama : : Memberikan Sertifikat Produksi Alat Kesehatan kepada : Nama Perusahaan : ............... 4... tembusan kepada Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota sesuai lokasi. Ketiga Keempat : : Sertifikat Produksi Alat Kesehatan yang dimaksud diktum Pertama temasuk golongan … dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Harus selalu diawasi oleh penanggung jawab teknis yang namanya tercantum pada Surat Keputusan ini.......... 4. 5........ Ditetapkan di Pada tanggal : JAKARTA : . NIP........... Dinas Kesehatan Daerah Tingkat I ……………… 3........ Sertifikat Produksi berlaku 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal dikeluarkan (setiap tahun akan dilakukan evaluasi pelaksanaannya) Surat Keputusan ini mulal berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan catatan bahwa akan diadakan peninjauan atau perubahan sebagaimana mestinya apabila terdapat kekurangan atau kekeliruan dalam penetapan ini................. 5.. Direktorat Jenderat Bea dan Cukai di Jakarta. dokumentasi.. NPWP : .. 7.................... Memiliki laboratorium sendiri atau bekerja sama dengan laboratorium yang diakui untuk melakukan analisa dan pemeriksaan terhadap bahan produksi yang digunakan dan produk akhir................................... hygiene sanitasi..... Gabungan Pengusaha Alat Kesehatan dan Laboratorium Indonesia di Jakarta Hal 80 ..................... 6............ ..... 8... Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri di Jakarta........ Menerapkan Pedoman Cara produksi Alat Kesehatan yang Baik (CPAKB) dalam hal sarana.. Direktur Jenderal ................. Nama Direktur/Pimpinan Nama Penanggung Jawab Teknis Alamat Pabrik Kedua : : ... 6.

.......................................... − − .. NIP... ................................... Direktur Jenderal .... − − ................... PERALATAN ................................................ Dengan ketentuan bahwa Alat Kesehatan tersebut harus mendapatkan persetujuan izin edar sebelum diedarkan.....KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA No : .............................................................................. Jenis Alat Kesehatan yang diizinkan dikemas ulang dan di uji ulang : PERALATAN .................................................................... − − ...................... ........................... PERALATAN ..................................................... Hal 81 ..... .......... Tanggal ................................... 2008 Jenis Alat Kesehatan yang diizinkan diproduksi : PERALATAN ....................... − − ....... ...................................................................................... ......................

. ……… tersebut dapat disetujui... 10. tanggal . Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1973..... 1.. 11.. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3839). oleh karena itu perlu menerbitkan Sertifikat Produksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga.. Undang-undang Nomor. Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999. 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan... ………. tentang Perindustrian (Lembaran Negara RI Tahun 1984 Nomor 22. tentang Pengawasan atas Peredaran. tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonomi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 54. .. Template Sertifikat Produksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: ……………………… TENTANG SERTIFIKAT PRODUKSI PERBEKALAN KESEHATAN RUMAH TANGGA DIREKTUR JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN MEMBACA : 1. tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan (Lembaran Negara RI Tahun 1998 Nomor 138.. tentang Pemenntah Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 1999 Nomor 60.. Hal 82 .. tentang Kewenangan Pengaturan Pembinaan Pengembangan Industri (Lembaran Negara RI Tahun 1986 Nomor 23....... MENIMBANG : Surat permohonan Direktur PT. 2... tentang Kesehatan (Lembaran Negara RI Tahun 1992 Nomor 100. Tambahan Lembaran Negara RI Tahun 1998 Nomor 3781).. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3952).. 5. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3495). Nomor 377)..8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara RI Tahun 1999 Nomor. Bahwa permohonan PT... 6.. 2. Fungsi.. Ordonansi Bahan Berbahaya (Stb. 9. Rekomendasi dari Dinas Kesehatan Propinsi . Berita Acara Pemeriksaan Dinas Kesehatan Propinsi . MENGINGAT : 8.. Tahun 1949.. 4.. Peraturan Pemenntah Nomor 17 Tahun 1986. Peraturan Pemerintah RI Nomor 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara RI tahun 1996 Nomor.... nomor . 3274).. Tambahan Lembaran Negara RI Tahun 1986 Nomor 330)... Undang-undang Nomor 5 Tahun 1984. Peraturan Pemerintah RI Nomor 25 Tahun 2000..... tanggal . 3. 3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992. Penyimpanan dan Penggunaan Pestisida (Lembaran Negara RI Tahun 1973 Nomor 12). 42 Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3821). Tugas..…. 7.. . tanggal …… tentang Permohonan Sertifikat Produksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. 49. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor. 3637). nomor ....Lampiran 20. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor.. Keputusan Presiden RI No. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen. Nomor .

. Alamat Perusahaan : . Dinas Kesehatan Propinsi di Seluruh Indonesia 2. Direktorat Jenderat Bea dan Cukai di Jakarta..... Tembusan Kepada Yth.......... Dinas Kesehatan Daerah Tingkat I ……………… 3..... Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri di Jakarta................ .........12... 1........ : ................ .................. Harus selalu diawasi oleh penanggung jawab teknis yang namanya tercantum pada Surat Keputusan ini..... Menerapkan Pedoman Cara Produksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang Baik (CPPKRTB) dalam hal sarana..... tembusan kepada Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota sesuai lokasi............ Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota ............................... dokumentasi................... 4...................... hygiene sanitasi.. MEMUTUSKAN : MENETAPKAN Pertama : : Memberikan Sertifikat Produksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga kepada : Nama Perusahaan : ...... Hal 83 .................. Harus memberikan laporan hasil produksi setiap 1 (satu) tahun sekali kepada Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan................... Kedua : Ketiga Keempat : : Sertifikat Produksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang dimaksud diktum Pertama temasuk golongan … dengan ketentuan sebagai berikut: 1....... Memiliki laboratorium sendiri atau bekerja sama dengan laboratorium yang diakui untuk melakukan analisa dan pemeriksaan terhadap bahan produksi yang digunakan dan produk akhir...... Harus mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku 3.. 5.... 4.... 5.. NIP.... Nama Direktur/Pimpinan Nama Penanggung Jawab Teknis Alamat Pabrik : ...... Ditetapkan di Pada tanggal Direktur Jenderal : JAKARTA : ...... : . Sertifikat Produksi berlaku 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal dikeluarkan (setiap tahun akan dilakukan evaluasi pelaksanaannya) Surat Keputusan ini mulal berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan catatan bahwa akan diadakan peninjauan atau perubahan sebagaimana mestinya apabila terdapat kekurangan atau kekeliruan dalam penetapan ini............... Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1184/Menkes/Per/X/2004 tentang Pengamanan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga.............. NPWP : .. 2.....

................ Tanggal ...... NIP.... Hal 84 .....................................................................KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA No : ... ..... 2008 Jenis Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang diizinkan diproduksi : .......... Dengan ketentuan bahwa Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga tersebut harus mendapatkan persetujuan izin edar sebelum diedarkan....................................................... ......................................................... Direktur Jenderal .. ...........................

. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3952). 5. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor.. Tambahan Lembaran Negara RI Tahun 1986 Nomor 330). tentang Pemenntah Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 1999 Nomor 60. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1973. Bahwa permohonan PT. 9. 3637)..... tentang Perindustrian (Lembaran Negara RI Tahun 1984 Nomor 22. Keputusan Presiden RI No. Undang-undang Nomor.. ………. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998.... tanggal …… tentang Permohonan perpanjangan Sertifikat Produksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. Berita Acara Pemeriksaan Dinas Kesehatan Propinsi . tanggal . Peraturan Pemenntah Nomor 17 Tahun 1986... Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999.... 3. 49.. tentang Kewenangan Pengaturan Pembinaan Pengembangan Industri (Lembaran Negara RI Tahun 1986 Nomor 23.…. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3495).. . 10. Tambahan Lembaran Negara RI Tahun 1998 Nomor 3781).Template Perpanjangan Sertifikat Produksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: ……………………… TENTANG SERTIFIKAT PRODUKSI PERBEKALAN KESEHATAN RUMAH TANGGA DIREKTUR JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN MEMBACA : 1. tentang Kesehatan (Lembaran Negara RI Tahun 1992 Nomor 100. Fungsi.... Peraturan Pemerintah RI Nomor 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara RI tahun 1996 Nomor. 2. tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan (Lembaran Negara RI Tahun 1998 Nomor 138. 2.. 42 Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3821). ... Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992. oleh karena itu perlu menerbitkan Sertifikat Produksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga. 6. 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan. 7... Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3839). nomor . 4.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara RI Tahun 1999 Nomor. tentang Pengawasan atas Peredaran... Penyimpanan dan Penggunaan Pestisida (Lembaran Negara RI Tahun 1973 Nomor 12). nomor .... Rekomendasi dari Dinas Kesehatan Propinsi ... Tahun 1949. Nomor 377)... Peraturan Pemerintah RI Nomor 25 Tahun 2000.. Nomor . Ordonansi Bahan Berbahaya (Stb. Undang-undang Nomor 5 Tahun 1984.. tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonomi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 54.. 12. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen.... Tugas. Hal 85 . Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1184/Menkes/Per/X/2004 tentang Pengamanan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga.. MENIMBANG : Surat permohonan Direktur PT.. 3274). ……… tersebut dapat disetujui. 3.. 11.. MENGINGAT : 8.. tanggal ... 1....

.......... Tembusan Kepada Yth............... Memiliki laboratorium sendiri atau bekerja sama dengan laboratorium yang diakui untuk melakukan analisa dan pemeriksaan terhadap bahan produksi yang digunakan dan produk akhir.... Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri di Jakarta.... Dinas Kesehatan Daerah Tingkat I ……………… 3.MEMUTUSKAN : MENETAPKAN Pertama : : Memberikan Sertifikat Produksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga kepada : Nama Perusahaan : ............. : JAKARTA : ..... : ..................... 4................... Alamat Perusahaan : .. 5... Harus memberikan laporan hasil produksi setiap 1 (satu) tahun sekali kepada Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan...... 4..... 1. dokumentasi...... Menerapkan Pedoman Cara Produksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang Baik (CPPKRTB) dalam hal sarana.... Harus selalu diawasi oleh penanggung jawab teknis yang namanya tercantum pada Surat Keputusan ini.......... Nama Direktur/Pimpinan Nama Penanggung Jawab Teknis Alamat Pabrik Kedua : : .............. 2.......... NIP......... Harus mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku 3......... NPWP : .. Dinas Kesehatan Propinsi di Seluruh Indonesia 2....................... . Ketiga Keempat : : Sertifikat Produksi Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang dimaksud diktum Pertama temasuk golongan … dengan ketentuan sebagai berikut: 1. tembusan kepada Dinas Kesehatan Propinsi dan Kabupaten/Kota sesuai lokasi.... Direktorat Jenderat Bea dan Cukai di Jakarta................. hygiene sanitasi.... : ................................. Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota ..... 5...................... Sertifikat Produksi berlaku 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal dikeluarkan (setiap tahun akan dilakukan evaluasi pelaksanaannya) Surat Keputusan ini mulal berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan catatan bahwa akan diadakan peninjauan atau perubahan sebagaimana mestinya apabila terdapat kekurangan atau kekeliruan dalam penetapan ini.......... Ditetapkan di Pada tanggal Direktur Jenderal ............. Hal 86 ..

......... Hal 87 ............................................ .......... Tanggal ............................. ....................... NIP............................................................................ Direktur Jenderal .... 2008 Jenis Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang diizinkan diproduksi : ......................................... Dengan ketentuan bahwa Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga tersebut harus mendapatkan persetujuan izin edar sebelum diedarkan. ........KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA No : .........

Peraturan Pemenntah RI Nomor 25 Tahun 2000. perihal Izin Usaha Penyalur Alat Kesehatan PT . tersebut telah memenuhi persyaratan dan dapat disetujui. 42 Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3821).... tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan (Lembaran Negara RI Tahun 1998 Nomor 138.. Template Izin Penyalur Alat Kesehatan (PAK) KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : . Ordonansi Bahan Berbahaya (Stb. tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 1999 Nomor 60..... 4.. Tambahan Lembaran Negara RI Tahun 1998 Nomor 3781)... tentang Kewenangan Pengaturan Pembinaan Pengembangan Industri (Lembaran Negara RI Tahun 1986 Nomor 23..... Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999.Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3952)... 6. TENTANG IZIN PENYALUR ALAT KESEHATAN DIREKTUR JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA MEMBACA : 1.. .Lampiran 21.. 2... MENIMBANG 1.. 5.. tentang Perindustrian (Lembaran Negara RI Tahun 1984 Nomor 22. 3274): Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1277/MENKES/SK/XII/2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan RI Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1184/MENKES/PER/X/2004 tentang Pengamanan Alat Kesehatan dan Perbekalan Rumah Tangga 8.. Undang-undang Nomor.. Penyimpanan dan Penggunaan Pestisida (Lembaran Negara RI Tahun 1973 Nomor 12). 3. 3.. Nomor 377)..... Tambahan Lembaran Negara RI Tahun 1986 Nomor 330)... Bahwa permohonan PT . Bahwa oleh karena itu dianggap perlu menerbitkan izin Penyalur Alat Kesehatan untuk yang bersangkutan.... Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3839).. 2.. nomor …… tanggal ……….. Surat permohonan PT. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor.…………........ Tambahan Lembaran Negara RI Nomor... 10 11 12.. 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara RI tahun 1996 Nomor 49.. Nomor ……… Tanggal ………… Rekomendasi Dinas Kesehatan Propinsi ..... .. 3637)..... Tanggal . . tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonomi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 54.. 2.. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1973..... Nomor .. Perihal Permohonan Izin Penyalur Alat Kesehatan...... Undang-undang Nomor 5 Tahun 1984.... tentang Kesehatan (Lembaran Negara RI Tahun 1992 Nomor 100... Tahun 1949.... Peraturan Pemerintan Nomor 17 Tahun 1986. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998.......... MENGINGAT : 1. 7. 9.. Berita Acara Pemeriksaan Sarana Penyalur Alat Kesehatan Dinas Kesehatan Propinsi ………….. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara RI Tahun 1999 Nomor.. tentang Pengawasan atas Peredaran. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3495). Peraturan Pemerintah RI Nomor.. Hal 88 ...

..... Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota ... 3... Surat Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan catatan bahwa akan diadakan peninjauan atau perubahan sebagaimana mestinya apabila terdapat kekurangan atau kekeliruan dalam penetapan ini Ditetapkan di Pada tanggal Direktur Jenderal : JAKARTA : ............... 1.................. dan penyaluran alat kesehatan dengan sebaik-baiknya sesuai ketentuan yang berlaku 4..MEMUTUSKAN : MENETAPKAN Pertama : : Memberikan Izin Penyalur Alat Kesehatan kepada: Nama Perusahaan : Alamat Perusahaan : Nama Direktur : Nama Penanggung Jawab Teknis : Alamat Kantor : Alamat Bengkel Gudang : dengan ketentuan sebagal berikut: 1... Harus mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku 3.......... Gabungan Pengusaha AIat Kesehatan dan Laboratorium Indonesia di Jakarta.... Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri di Jakarta... 6.... 4...... Kedua : .. 2.... Hal 89 .... 5............. Tembusan Kepada Yth..... ......... Menteri Kesehatan RI... NIP.... Melaksanakan dokumentasi pengadaan... Harus selalu diawasi oleh penanggung jawab teknis yang namanya tercantum pada Surat Keputusan ini... Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Jakarta......... Izin Penyalur Alat Kesehatan berlaku untuk seterusnya selama perusahaan Penyalur Alat Kesehatan yang bersangkutan masih aktif melakukan usahanya dan berlaku di seluruh wilayah Republik Indonesia..... penyimpanan. Dinas Kesehatan Propinsi ……………………...... 2.......

............. ...............KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA No............ Berlaku s/d .......(NEGARA) ........................................(NAMA PABRIK).. Hal 90 ............... .......... .................. − ............ .................................... − .......... − ... Direktur Jenderal ............................ PERALATAN ....... Tanggal ....... ............(NAMA PABRIK)... .. 2.. DIIZINKAN UNTUK MENYALURKAN ALAT KESEHATAN PRODUKSI DARI : 1.................. Dengan ketentuan bahwa alat kesehatan tersebut harus mendapatkan persetujuan izin edar sebelum diedarkan............ NIP............... Berlaku s/d ............................ PERALATAN ...............(NEGARA) ........... − .............................................................................

...... Template Addendum Izin Penyalur Alat Kesehatan Nomor Lampiran Perihal : .............. Untuk diperhatikan agar Addendum .... Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri RI...................................................... Demikian agar menjadi maklum Direktur Jenderal ........ Bersama ini kami sampaikan persetujuan dalam bentuk Addedum . Membaca surat permohonan Saudara nomor : ....................ini dilampirkan pada Izin Penyalur Alat Kesehatan tersebut. 5....... Direktorat Bea dan Cukai di Jakarta 4........lampiran Izin Penyalur Alat Kesehatan No........ Di ... Menteri Kesehatan RI (sebagai laporan) 2.............................................. NIP............perihal penambahan keagenan dan/atau jenis alat kesehatan produksi .............. ........................................ Kepala Dinas Kesehatan Propinsi ............ GAKESLAB di Jakarta Hal 91 ..................... dengan daftar tambahan alat kesehatan yang diedarkan oleh PT................ .......tanggal .Lampiran 22..............) Kepada Yth..... Tembusan : 1............ Pimpinan PT................. Jakarta.......... tanggal ................... di Jakarta 3... : 1 (satu) lembar : Perluasan Keagenan/Penambahan Jenis Alat Kesehatan Izin Penyalur Alat Kesehatan (Addendum ...... .............. .........................

............. ...... Direktur Jenderal ............. ......... SESUAI PADA LAMPIRAN TERDAHULU : ..........................................03........................V............ NAMA PERUSAHAAN : PT............................................ ............Nomor : YF... LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN (disesuaikan dengan IPAK awal) REPUBLIK INDONESIA NOMOR : ..... 1 S/D ... ALAMAT : ............................... TANGGAL : .........NEGARA..................... ADDENDUM …….................... NIP........... Hal 92 ...... .......................................................PABRIK LUAR NEGERI.. . PERALATAN ................................................ ..................................... JAKARTA... Dengan ketentuan bahwa alat kesehatan tersebut harus mendapatkan persetujuan izin edar sebelum diedarkan....05.............. MENYALURKAN ALAT KESEHATAN PRODUKSI DARI : NO................ ............................... Berlaku s/d .... ............

.............. Director for Medical Devices Production and Distribution Development Directorate General Pharmaceutical Services and Medical Devices Ministry of Health of the Republic of Indonesia ........................ ................................ The undersigned hereby certifies that : a) The following products are manufactured in accordance with the provisions of the law and regulations of the Republic of Indonesia.... Hal 93 .. available package size and registration number as follows : Product Name Package Size Registration Number • • • Manufactured by Address To be exported to : .......... Template Certificate of Free Sale (CFS) untuk PKRT CERTIFICATE OF FREE SALE NO.............. .......... : ................ NIP............ And that it has been officially registered and released for sale in the Republic of Indonesia.................... Jakarta..... : ........................... • The Name of products................................... b) The manufacturing plant is subject to inspection at suitable intervals and conforms to the requirements for good practices in the manufacture and quality control..................... ......................................Lampiran 23......

And that it has been officially registered and released for sale in the Republic of Indonesia................ Jakarta................................. available package size and registration number as follows : Product Name Package Size Registration Number • • • Manufactured by Address To be exported to : . ................................................................................... The undersigned hereby certifies that : c) The following medical device products are manufactured in accordance with the provisions of the law and regulations of the Republic of Indonesia............ Hal 94 ..... d) The manufacturing plant is subject to inspection at suitable intervals and conforms to the requirements for good practices in the manufacture and quality control...Template Certificate of Free Sale (CFS) untuk Alat Kesehatan CERTIFICATE OF FREE SALE NO.......... ............... NIP........ • The Name of medical device products...................... ......... Director for Medical Devices Production and Distribution Development Directorate General Pharmaceutical Services and Medical Devices Ministry of Health of the Republic of Indonesia ....... : .............................................. : ...................

........ ................................................. ........................Lampiran 24 Template Surat Keterangan lainnya a) Produk Alkes/PKRT untuk penelitian dan pendidikan Nomor Lampiran Hal : ... oleh karena itu kami mengizinkan produk tersebut diimpor ke Indonesia............................. Invoice No......... Direktur Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan ...... : ......... : Produk Alat Kesehatan/PKRT Untuk Penelitian dan Pendidikan Jakarta.......... ...... 1184/MENKES/Per/X/2004 tentang Pengamanan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga dan ketentuan yang berlaku saat ini.... : ........ dengan ini kami beritahukan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. Hal 95 . Yang terhormat Pimpinan PT..................................... NIP.... Sehubungan dengan surat Saudara No............ merupakan produk alat kesehatan/PKRT yang digunakan untuk keperluan penelitian/pendidikan di ...... ...... tanggal ............................................................................ produk – produk berikut : Nama produk Jumlah Asal produk No...... ... : .. Demikianlah atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih........................................... ... : ........ AWB/MAWB : .................. : ...............

: ............. . Sehubungan dengan surat Saudara No................... tanggal ... 1184/MENKES/Per/X/2004 tentang Pengamanan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga dan ketentuan yang berlaku saat ini...... : ................................... Direktur Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan ..................................................... NIP.. Invoice No. merupakan bahan baku yang digunakan untuk memproduksi alat kesehatan/PKRT sebagai berikut : Nama produk No Izin Edar : .......... : Bahan Baku Produksi Alat Kesehatan/PKRT Yang terhormat Pimpinan PT.............................. : .......................................... ... : ............ Hal 96 ........... : ....................... oleh karena itu kami mengizinkan produk bahan baku tersebut diimpor ke Indonesia... dengan ini kami beritahukan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No........... ........... : .......................... Demikianlah atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.................... Jakarta.... AWB/MAWB : ....... . produk – produk berikut : Nama produk Jumlah Asal produk No.......... ..............................b) Bahan atau komponen bahan baku impor untuk digunakan dalam memproduksi Alkes/PKRT yang sudah terdaftar Nomor Lampiran Hal : ................. ......

. NIP........ : Produk Bukan Alat Kesehatan/PKRT Yang terhormat Pimpinan PT....... .... : ....................c) Bahan/produk tertentu yang berdasarkan kajian bukan termasuk Alkes / PKRT yang harus didaftarkan pada Depkes RI cq....................... : ........ Direktorat Bina Prodis Alkes RI....... Invoice No.... .... 1184/MENKES/Per/X/2004 tentang Pengamanan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga dan ketentuan yang berlaku saat ini........ . tanggal .... belum termasuk produk yang harus didaftar sebagai alat kesehatan/Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga pada Kementerian Kesehatan RI..... ............. Berupa produk yang digunakan untuk .................................... .................................... : .................. : .......... Demikianlah atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih........... Direktur Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan .... .... Jakarta....................... dengan ini kami beritahukan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No.......................... Sehubungan dengan surat Saudara No............ : ................. Hal 97 ........ AWB/MAWB : .......... Nomor Lampiran Hal : ..... produk – produk berikut : Nama produk Jumlah Asal produk No.....................................................

................................. tanggal ........ Yang terhormat Pimpinan PT.. Hal 98 .......... dengan ini kami beritahukan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No................. : Produk Alat Kesehatan/PKRT Untuk Pengujian Jakarta...................................................................... dan untuk itu perlu dilakukan pengujian di Indonesia...... Sehubungan dengan surat Saudara No.d) Produk Alkes yang diperlukan untuk pengujian dalam rangka pemberian izin edar......................... : ............. AWB/MAWB : ... NIP.. Invoice No... .................. 1184/MENKES/Per/X/2004 tentang Pengamanan Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga dan ketentuan yang berlaku saat ini.... Nomor Lampiran Hal : ... Merupakan produk alat kesehatan/PKRT yang pada saat ini sedang dalam proses evaluasi di Kementerian Kesehatan RI untuk pemberian izin edar............ : ........................................... ........... ........ : ... produk – produk berikut : Nama produk Jumlah Asal produk No.............. ...... : .. : ............ Direktur Bina Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan ..... Oleh karena itu kami mengizinkan produk tersebut diimpor ke Indonesia............. ............... Demikianlah atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.............. .....

Lampiran 25. Tambahan Data Sertifikat Produksi Alat Kesehatan/PKRT Nomor Lampiran Perihal : ………………………….. : ………………………….. : Tambahan Data Sertifikat Produksi Alat Kesehatan / Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga

Kepada Yth. …………………………….. …………………………….. di…………………………….. Sehubungan dengan surat Saudara Nomor …………..……. Tanggal ………………… perihal permohonan Sertifikat Produksi Alat Kesehatan/ Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga, maka dengan ini diberitahukan bahwa kami belum dapat menyetujui permohonan tersebut, mengingat: 1. …………………………………………………………. 2. …………………………………………………………. 3. …………………………………………………………. Selanjutnya kepada Saudara kami minta melengkapi kekurangan data tersebut selambat-Iambatnya dalam waktu 1 (satu) bulan sejak tanggal surat ini. Demikianlah untuk dimaklumi.
Direktur Jenderal

............................................ NIP. ..................................

Tembusan Kepada Yth 1. Kepala Dinas Kesehatan Propinsi ……………………. 2. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota……………

Hal 99

Lampiran 26. Penolakan Permohonan Izin Penyalur Alat Kesehatan Nomor : Lampiran : Perihal : Penolakan Permohonan Izin Penyalur Alat Kesehatan Kepada Yth. PT …………………….. …………………….. di……………………..

Sesuai dengan permohonan Izin Penyalur Alat Kesehatan ………….. Nomor ……………….. tanggal ………………… Atas nama PT …………….. dengan lokasi ……………………. setelah kami adakan pemeriksaan, ternyata perusahaan Saudara tidak memenuhi ketentuan Perizinan yang berlaku, antara lain: 1. ………………………………………………. 2. ……………………………………………….. 3. ……………………………………………….. 4. ……………………………………………….. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka permohonan Saudara belum dapat kami setujui. Demikianlah untuk kiranya menjadi perhatian Saudara.
Direktur Jenderal

............................................ NIP. ..................................

Tembusan Kepada Yth. : 1. Kepala Dinas Kesehatan Propinsi ............................... 2. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota ...........................

Hal 100

Lampiran 27. Template Surat Keputusan Pencabutan Izin Penyalur Alat Kesehatan
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : …...........……….. TENTANG PENCABUTAN IZIN PENYALUR ALAT KESEHATAN/SERTIFIKAT PRODUKSI ALAT KESEHATAN/SERTIFIKAT PRODUKSI PERBEKALAN KESEHATAN RUMAH TANGGA DIREKTUR JENDERAL BINA KEFARMASIAN DAN ALAT KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
MEMBACA : 1. Surat Kepala Dinas Kesehatan Propinsi …………….. nomor …………………… tanggal ……………….. perihal usul pencabutan Sertifikat Produksi Alat Kesehatan /Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga I Penyalur Alat Kesehatan atas nama ……………………………………………...

MENIMBANG

Bahwa ……………..……… telah melakukan pelanggaran-pelanggaran: 1. ......................................... 2. ......................................... 3. ......................................... : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Ordonansi Bahan Berbahaya (Stb. Tahun 1949, Nomor 377); Undang-undang Nomor 5 Tahun 1984, tentang Perindustrian (Lembaran Negara RI Tahun 1984 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor. 3274): Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992, tentang Kesehatan (Lembaran Negara RI Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3495); Undang-undang Nomor. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara RI Tahun 1999 Nomor. 42 Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3821); Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999, tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 1999 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3839); Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1973, tentang Pengawasan atas Peredaran, Penyimpanan dan Penggunaan Pestisida (Lembaran Negara RI Tahun 1973 Nomor 12); Peraturan Pemerintan Nomor 17 Tahun 1986, tentang Kewenangan Pengaturan Pembinaan Pengembangan Industri (Lembaran Negara RI Tahun 1986 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara RI Tahun 1986 Nomor 330); Peraturan Pemerintah RI Nomor, 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara RI tahun 1996 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor. 3637); Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998, tentang Pengamanan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan (Lembaran Negara RI Tahun 1998 Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara RI Tahun 1998 Nomor 3781); Peraturan Pemenntah RI Nomor 25 Tahun 2000, tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonomi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 54,Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3952); Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1277/MENKES/SK/XII/2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Kesehatan RI Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1184/MENKES/PER/X/2004 tentang Pengamanan Alat Kesehatan dan Perbekalan Rumah Tangga

MENGINGAT

8. 9. 10

11 12.

Hal 101

.. Dinas Kesehatan Propinsi ……………………..... Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Jakarta............. Hal 102 .. 3.... Menteri Kesehatan RI. tanggal ……………........ Surat Keputusan mulai berlaku 6 (enam) bulan sejak tanggal ditetapkan..................... Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri di Jakarta... 1...... .......... Tembusan Kepada Yth.. Tentang Pemberian Sertifikat Produksi Alat Kesehatan / Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga / Izin Penyalur Alat Kesehatan kepada ………………………....... Gabungan Pengusaha AIat Kesehatan dan Laboratorium Indonesia di Jakarta........... Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota .. Kedua : Ditetapkan di Pada tanggal Direktur Jenderal : JAKARTA : ....... . 5... NIP.. 2. 4...................…..MEMUTUSKAN : MENETAPKAN Pertama : : Mencabut sementara Surat Keputusan Direktur Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Nomor ……………………….... 6..................

Bentuk Perusahaan Akte Notaris Status Permodalan Alamat Surat menyurat dan Nomor Telepon 6. Nama Pemohon Alamat Pemohon 2.Lampiran 28. Form Permohonan Sertifikat Produksi Alat Kesehatan/Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga PERMOHONAN SERTIFIKAT PRODUKSI ALAT KESEHATAN / PERBEKALAN KESEHATAN RUMAH TANGGA. 8. 5. Jenis yang akan diproduksi Nama Penanggung Jawab Teknis Produksi Pendidikan Penanggung Jawab Produksi : : : : : : : : : : : Pemohon. 4. 7. 3. Pas foto Pemohon Berwarna Ukuran 4x6 Tanda Tangan Stempel Perusahaan Materai 6000 (……………………………. Nama Pabrik Alamat Pabrik 3.) Hal 103 . Saya yang bertanda tangan di bawah ini mengajukan permohonan Sertifikat Produksi Alat Kesehatan / Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga : 1.

....... pabrik. Nama Pimpinan Nama PJT & Pendidikan ..... dan gudang Jenis Produk yang Diproduksi Keterangan (Golongan) No.... Sertifikat Produksi Alamat kantor.......... Hal 23 .......... LAPORAN DATA SARANA PRODUKSI ALAT KESEHATAN/ PKRT Nama Sarana & No.........................……………………) NIP…………………........DINAS KESEHATAN PROPINSI .. ……………200……… Kepala Dinas Kesehatan Propinsi (………………....

……………200……… Kepala Dinas Kesehatan Propinsi (……………. Nama Sarana & Nomor Izin Alamat kantor. PEDAGANG ALAT KESEHATAN DAERAH No.DINAS KESEHATAN PROPINSI LAPORAN DATA SARANA PEDAGANG ALAT KESEHATAN. CABANG PEDAGANG ALAT KESEHATAN. gudang dan bengkel Nama Pimpinan Nama PJT & Pendidikan Keagenan dan Jenis Produk Keterangan (PAK/ PAKD/Cab PAK) …………………….………………………) NIP……………… Hal 24 ..

Hal 25 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful