Anda di halaman 1dari 21

MAJOR PROJECT

BAKSO SESAT
Dosen pembimbing : Roy Anugrah, SE., M. Bus.

Disusun Oleh :

Nama NPM

: :

Heriyanto 1002040006

Fakultas Ekonomi /Prodi Akuntansi Universitas Wisnuwardhana Malang 2013


1

DAFTAR ISI

Kata Pengantar.. BAB I : PENDAHULUAN 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 1.7 1.8 1.9 Latar Belakang Visi Usaha Misi Usaha Tujuan Usaha.. Identitas Usaha. Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian.................................. Perencanaan Usaha.. 1.9.1 1.9.2 Modal Awal... Asumsi Operasional dan Pendapatan .............................

1.10 Analisa SWOT..

BAB II : LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Pemasaran... 2.2 Bauran Pemasaran. 2.3 Strategi Pemasaran 2.4 Pengertian Produksi.. 2.5 Pengertian Akuntansi 2.6 Laporan Akuntansi

BAB III : PEMBAHASAN 3.1 Pengaturan Usaha.. 3.1.1 Faktor

Pendukung 2

3.1.2

Faktor

Penghambat.. 3.1.3 3.1.4 Solusi permasalahan Struktur

Organisasi 3.2 Pemasaran.. 3.3 Kompetitor. 3.4 Pengambilan Keputusan...

BAB IV : PENUTUP 5.1 Kesimpulan ..................................................................................................... 5.2 Reture Goal...................................................................................................... 5.3 Saran ................................................................................................................ DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar belakang Usaha ini berawal dari kecintaan saya terhadap makan bakso. Setiap saya makan bakso rasanya cuma itu itu saja kemudian saya berinsiatif untuk membuka warung bakso yang berbeda dengan warung warung bakso lainnya.Setelah saya amati usaha ini belum banyak dan jarang di temui di lingkungan rumah saya. Dari informasi-informasi yang saya peroleh dan menurut pandangan saya usaha ini akan mencapai kesikseasan dan maju. Dalam mendirikan usaha ini saya juga meringankan biaya-biaya yangakan saya butuhkan dan dalam usaha ini saya belum membutuhkan tenaga kerja karyawan. Untuk dapat mengatasi segala rintangan yang kami hadapi. Dalam menjalankan usaha ini membuthukan kemantapan dan keuletan dalam menjalankanya. Saya juga akan bersungguhsungguh dalam mengelola warung ini sebaik mungkin Begitu besarnya biaya usaha yang dibutuhkan,saya tidak akan main-main dalam usaha ini. Sebagai mahasiswa kita harus membudayakan jiwa wirausaha, agar nantinya apabila kita telah lulus tidak tergangantung sama usaha orang lain. Kita bisa langsung membuka usaha dengan kemampuan yang telah kita miliki, tentunya dengan begitu kita juga bisa membuka lapangan kerja yang baru bagi masyarakat. Jiwa wirausaha yaitu jiwa kemandirian untuk mencari sebuah sumber penghasilan dengan membuka usaha ataupun menyalurkan kreatifitas yang dimiliki sesorang untuk kemudian dijadikan sebuah lahan untuk mencari penghasilan, jiwa kewirausahaan ditanamkan sejak seseorang mulai sadar bahwa uang itu penting dan seseorang tersebut memeliki keterampilan atau sesuatu hal seperti barang atau jasa yang bisa dijual, sesorang akan belajar untuk lebih mandiri, berfikir kritis, dan maju apabila ditanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini, kerena dia akan berfikir tentang bagaimana mengolah hasil dari keterampilan ataupun hasil pembelajaran yang selama ini dia lakukan untuk dijadikan sebuah

karya yang dapat dijual, entah itu makanan, pakaian, jasa, atau barang-barang lain.

Jiwa wirausaha dapat berkembang seiring dengan inginnya seseorang mencari penghasilan dari faktor keadaan ekonomi yang tidak mendukung, sehingga banyak jiwa kewirausahaan yang tertanam dibenak seseorang akibat desakan ekonomi tersebut, umur bukanlah ukuran untuk menanamkan jiwa kewirausahaan tapi kesadaran akan betapa bernilainya uang untuk dihasilkan, karena banyak dari para wirausahawan memiliki keinginan berwiraswasta karena timbul keinginan terbesar yaitu mencari uang.

Umur bukanlah suatu ukuran untuk ditanamnya jiwa kewirausahawan, namun kesadaran akan betapa bernilainya suatu ilmu untuk dapat dijadikan sebuah lahan untuk sebuah wirausaha, atau kapan desakan ekonomi mulai muncul maka jiwa irausaha patut untuk ditanamkan secara mendalam agar potensi-potensi kewirausahaan dari seseorang dapat timbul.

Setiap orang pasti ingin menjadi sukses di bisnis atau usaha-nya sendiri. Hanya orang-orang yang berpikiran sempit-lah yang seumur hidup ingin menjadi orang yang mengandalkan uanggaji. Banyak sekali jalan menuju kesuksesan, salah satu diantaranya dengan membuat sebuah cikal- bakal bisnis yang diharapkan mampu mengembangkan daya kreativitas dan inovasi. Hal ini sangat membutuhkan keberanian yang luar biasa. Hanya orang bernyali besar-lah yang mampu meng-gelontorkan sejumlah dana demi sebuah harapan yang belum pasti.Bisnis adalah sebuah pembelajaran, dimana dibutuhkan analisa yang sangat dalam tentang prospek dan kelayakan dalam usaha itu. Oleh karena itu, bisnis itu harus dimulai sejak dini sehingga kita memiliki banyak waktu untuk dapat berpikir dan mengolah otak demi kesuksesan usaha tersebut. Peluang usaha di depan mata, tidak ada salahnya kalau kita memulai sekarang. Inilah yang melatarbelakangi berdirinya sebuah usaha bakso, yang kami beri nama BAKSO SESAT . 5

1.2

Visi Usaha Visi usaha ini adalah menyediakan makanan yang enak , sehat , dan tentunya terjangkau.

1.3

Misi Usaha Misi dari usaha ini adalah terus berinovasi dan ber kreasi dalam bidang masakan dengan harga yang tetap terjangkau, dan memberikan pasilitas dan pelayanan terbaik bagi konsumen.

1.4

Tujuan Usaha 1. Membantu mengurangi tingkat pengangguran 2. Memberikan kemudahan untuk para pencinta BAKSO. 3. Memberikan provit yang banyak bagi pebisnis 4. Memberikan jaminan kenyamanan dah ke HALAL an bagi penikmat bakso.

1.5

Identitas Usaha Usaha yang akan dikembangkan diberi nama BAKSO SESAT dengan badan usaha berbentuk CV yang didaftarkan ke notaris sehingga memiliki badan hukum yang tetap. Usaha ini memberikan pelayanan dan pasilitas yang kami klaim lebih baik dan lengkap dari pada usaha BAKSO yang lain.

1.6

Rumusan Masalah 1. Apasajakah faktor faktor pendukung ,penghambat dan solusi usaha tersebut? 2. Bagaimana cara pemasaran usaha tersebut? 3. Bagaimana cara menghadapi kompetitor ? 4. Bagaimana cara mengambil keputusan dalam usaha tersebut?

1.7

Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilakukan guna melengkapi data tentang kelayakan bisnis bakso dalam persaingan dunia usaha. Bagaimana seseorang memilih untuk berefesien waktu karena banyaknya kebutuhan yang harus mereka cukupi dengan cara bekerja keras. Untuk itu saya menulis dan meneliti, agar menemukan tingkat resiko, keuntungan dan juga tingkat kebutuhan konsumen atas bisnis ini.

1.8

Manfaat Penelitian Penelitian ini akan bermanfaat, karena akan berguna untuk melengkapi data penulisan proposal dan juga memulai usaha. Meskipun pesaing cukup banyak, namun hal ini tidak akan membuat usaha ini berhenti begitu saja. Karena banyaknya pesaing akan semakin menambah semangat untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang juga berkualitas. Tentu saja hal ini juga akan dinilai bermanfaat oleh masyarakat, karena membantu meringankan beban mereka ketika mereka dihadapkan dengan waktu yang cukup singkat.

1.9

Perencanaan Usaha 1.9.1 Modal Awal Usaha mendrikan warung bakso ini diperlukan dana kira-kira Rp.2.000.000 untuk keperluan membeli peralatan-peralatan yang diperlukan seperti:meja,kompor,tikar,peralatan makan dll.Dari tersebut kami sudah mempunyai sebagian besar oleh karena itu diperkirakan uang sebanyak Rp.2.000.000

1.9.2

Modal tetap

1) meja panjang 3 buah+tikar = Rp 250.000,00 2) Alat dapur+makan 3) Kompor 4) Sewa tempat 1 th = Rp 300.000,00 = Rp 80.000,00 = Rp 1.200.000,00 + Jumlah = Rp 1.830.000,00

1.9.3

Modal lancar perhari = Rp 40.000,00 = Rp 10.000,00 = Rp 20.000,00 = Rp 5.000,00 = Rp 10.000,00

1) Daging sapi 2) Mie 3) Bumbu-bumbu+sayuran 4) Tepung 5) Pangsit+tahu

6) Saos, kecap+sambal = Rp 10.000,00 7) Bahan minuman = Rp 20.000,00 + Jumlah = Rp 115.000,00 + Total modal =Rp 1.945.000,00

1.9.4

Menu yang tersedia Dalam usaha ini saya magajak kakak dan orang tua saya untuk membantu

mendirikan warung bakso serta hal-hal yang perlu disiapkan untuk melayani pembeli dengan baik.Kami juga menyediakan menu makanan yang lain seperti: > Bakso Bakar > Sate Bakso > Bakso Ikan Sarta menyediakan aneka minuman seperti: > Es Jeruk > Es sumsum > Es Teh > Es Buah > Es Kopyor > Es Soda > Dan Cemilan

1.9.5

Estimasi Keuntungan

1) Jumlah rata-rata pembelian perhari adalah 15 konsumen 2) Nilai jual rata-rata 1 hari = Rp 5.000 Rp 5.000 x17 = Rp. 85.000 Rp 4.500 x17 = Rp. 76.000 +

Pendapatan kotor Rp. 161.000 Pendapatan perbulan Rp 161.000 x 30 = Rp 4.830.000 Biaya perbulan Rp 115.000 x 30 = Rp 3.450.000 Pendapatan Rp. 4.830.000 Biaya Rp. 3.450.000 Pendapatan bersih Rp1.380.000 Dengan penghasilan bersih per bulan Rp 1.380.000 , maka sudah bisa di perkirakan kita akan BEP (break even poin) pada bulan ke 17 (tujuh belas) dengan asumsi bulan pertama belum mendapatkan keuntungan yang maksimal.

1.10

Analisis SWOT Dalam dunia usaha, banyak sekali pendekatan yang bisa digunakan untuk

mengkaji sebuah masalah yang akan terjadi nanti setelah usaha mulai berjalan. Bagaimana sebuah usaha tersebut bisa sukses dan bagaimana pula usaha tersebut mungkin saja bisa mengalami kegagalan. Berikut ini merupakan analisis yang menggunakan analisis SWOT:

a. Strength (kekuatan) Usaha ini membutuhkan kenyamanan, kelengkapan dan pelayanan yang sangat baik, agar para konsumen menyukai bakso sesat tersebut, usaha ini juga kami lengkapi dengan berbagai makanan ringan , minuman dan dll. Bukan hanya itu usaha ini memiliki tempat yang sangat strategis dan juga memiliki tempat parkir yang luas, aman dan nyaman.

b. Weakness (kelemahan) Terdapat beberapa factor kelemahan terhadap usaha bakso sesat ini.

Faktor-faktor tersebut adalah : 9

1) Keterbatasan dana yang kami miliki dalam membagi dana belanja. 2) Kenaiakn harga bahan baku yang tidak stabil harganya. 3) Kadang ada bakso yang tidak laku terjual akan membuat usaha kami menjadi merugi. 4) Kadang sulit untuk mendapatkan daging sapi yang segar dan berkualitas baik.

c. Opportunities (kesempatan) Banyak sekali keuntungan yang akan diperoleh nanti apabila usaha ini berjalan dengan lancar. Bila ditinjau dari segi kebutuhan , usaha ini dari bulan ke bulan akan memberikan peluang cukup besar bagi pemilik dan juga bagi masyarakat yang menikmati. Dan tentu saja hal ini akan menciptakan peningkatan provit yang cukup besar.

d. Threat (ancaman) Akan banyak pesaing dalam usaha yang sama, mereka akan berusaha memberikan keunggulan-keunggulan dari usaha mereka yang akan menjatuhkan bisnis-bisnis lain. Dengan inovasi-inovasi yang bisa saja membuat pelanggan berpindah ke usaha lain tersebut.

10

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Pemasaran

Pemasaran (bahasa Inggris: marketing) adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia. Contohnya, seorang manusia membutuhkan air dalam memenuhi kebutuhan dahaganya. Jika ada segelas air maka kebutuhan dahaganya akan terpenuhi. Namun manusia tidak hanya ingin memenuhi kebutuhannya namun juga ingin memenuhi keinginannya yaitu misalnya segelas air merek Aqua yang bersih dan mudah dibawa. Maka manusia ini memilih Aqua botol yang sesuai dengan kebutuhan dalam dahaga dan sesuai dengan keinginannya yang juga mudah dibawa. Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran. Mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion). Seseorang yang bekerja dibidang pemasaran disebut pemasar. Pemasar ini sebaiknya memiliki pengetahuan dalam konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan pemasaran dapat tercapai sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia terutama pihak konsumen yang dituju.

2.2 Bauran Pemasaran

Bauran pemasaran adalah empat komponen dalam pemasaran yang terdiri dari 4P yakni : 1. Product (produk) 2. Price (harga) 3. Place (tempat, termasuk juga distribusi) 4. Promotion (promosi) 11

Karena pemasaran bukanlah ilmu pasti seperti keuangan, teori bauran pemasaran juga terus berkembang. Dalam perkembangannya, dikenal juga istilah 7P dimana 3P yang selanjutnya adalah People (Orang), Physical Evidence (Bukti Fisik), Process (Proses). Penulis buku Seth Godin, misalnya, juga menawarkan teori P baru yaitu Purple Cow. Pemasaran lebih dipandang sebagai seni daripada ilmu, maka seorang ahli pemasaran tergantung pada lebih banyak pada ketrampilan pertimbangan dalam membuat kebijakan daripada berorientasi pada ilmu tertentu. Pandangan ahli ekonomi terhadap pemasaran adalah dalam menciptakan waktu, tempat dimana produk diperlukan atau diinginkan lalu menyerahkan produk tersebut untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen (konsep pemasaran). Metode pemasaran klasik seperti 4P di atas berlaku juga untuk pemasaran internet, meskipun di internet pemasaran dilakukan dengan banyak metode lain yang sangat sulit diimplementasikan diluar dunia internet.

2.3 Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan dimana strategi pemasaran merupakan suatu cara mencapai tujuan dari sebuah perusahaan. Hal ini juga didukung oleh pendapat Swastha Strategi adalah serangkaian rancangan besar yang menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan harus beroperasi untuk mencapai tujuannya. Sehingga dalam menjalankan usaha kecil khususnya diperlukan adanya pengembangan melalui strategi pemasarannya. Karena pada saat kondisi kritis justru usaha kecillah yang mampu memberikan pertumbuhan terhadap pendapatan masyarakat. Pemasaran menurut W. Y. Stanton pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial. Berdasarkan definisi di atas, proses pemasaran dimulai dari menemukan apa yang diinginkan oleh konsumen. Yang akhirnya pemasaran memiliki tujuan yaitu : Konsumen potensial mengetahui secara detail produk yang kita hasilkan dan perusahaan dapat menyediakan semua permintaan mereka atas produk yang dihasilkan. 12

Perusahaan dapat menjelaskan secara detail semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran. Kegiatan pemasaran ini meliputi berbagai kegiatan, mulai dari penjelasan mengenai produk, desain produk, promosi produk, pengiklanan produk, komunikasi kepada konsumen, sampai pengiriman produk agar sampai ke tangan konsumen secara cepat. Mengenal dan memahami konsumen sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya. Pada umumnya kegiatan pemasaran berkaitan dengan koordinasi beberapa kegiatan bisnis. Strategi pemasaran ini dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut : 1. Faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat 2. Faktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan sosial/budaya. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan untuk pemasaran : Dari sudut pandang penjual : 1. Tempat yang strategis (place), 2. Produk yang bermutu (product), 3. Harga yang kompetitif (price), dan 4. Promosi yang gencar (promotion). Dari sudut pandang konsumen : 1. Kebutuhan dan keinginan konsumen (customer needs and wants), 2. Biaya konsumen (cost to the customer), 3. Kenyamanan (convenience), dan 4. Komunikasi (comunication). Dari apa yang sudah dibahas di atas ada beberapa hal yang dapat disimpulkan, bahwa pembuatan produk atau jasa yang diinginkan oleh konsumen harus menjadi fokus kegiatan operasional maupun perencanaan suatu perusahaan. Pemasaran yang berkesinambungan harus adanya koordinasi yang baik dengan berbagai departemen (tidak hanya di bagian pemasaran saja), sehingga dapat menciptakan sinergi di dalam upaya melakukan kegiatan pemasaran.

13

2.4

Pengertian Produksi Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna

suatu benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan. Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa. Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya dinamakan produksi barang. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang mencukupi. Orang atau perusahaan yang menjalankan suatu proses produksi disebut Produsen.

2.5

Pengertian Akuntansi Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai

informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis". Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum. Praktisi akuntansi dikenal sebagai akuntan. Akuntan bersertifikat resmi memiliki gelar tertentu yang berbeda di tiap negara. Contohnya adalah Chartered Accountant (FCA, CA or ACA), Chartered Certified Accountant (ACCA atau FCCA), Management Accountant (ACMA, FCMA atau AICWA), Certified Public Accountant (CPA), dan

14

Certified General Accountant (CGA). Di Indonesia, akuntan publik yang bersertifikat disebut CPA Indonesia (sebelumnya: BAP atau Bersertifikat Akuntan Publik). Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis". Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum. Praktisi akuntansi dikenal sebagai akuntan. Akuntan bersertifikat resmi memiliki gelar tertentu yang berbeda di tiap negara. Contohnya adalah Chartered Accountant (FCA, CA or ACA), Chartered Certified Accountant (ACCA atau FCCA), Management Accountant (ACMA, FCMA atau AICWA), Certified Public Accountant (CPA), dan Certified General Accountant (CGA). Di Indonesia, akuntan publik yang bersertifikat disebut CPA Indonesia (sebelumnya: BAP atau Bersertifikat Akuntan Publik).

2.6

Laporan Akuntansi Akuntansi disebut sebagai bahasa bisnis karena merupakan suatu alat untuk

menyampaikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang memerlukannya. Semakin baik kita mengerti bahasa tersebut, maka semakin baik pula keputusan kita, dan semakin baik kita di dalam mengelola keuangan. [2] Untuk menyampaikan informasi-informasi tersebut, maka digunakanlah laporan akuntansi atau yang dikenal sebagai laporan

15

keuangan. Laporan keuangan suatu perusahaan biasanya terdiri atas empat jenis laporan, yaitu neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.

a. Neraca, adalah suatu daftar sistematis yang memuat informasi mengenai aktiva, utang dan modal suatu perusahaan pada akhir periode tertentu. Disebut sebagai daftar yang sistematis, karena neraca disusun berdasarkan urutan tertentu. Dalam neraca dapat diketahui berapa jumlah kekayaan perusahaan, kemampuan perusahaan membayar kewajiban serta kemampuan perusahaan memperoleh tambahan pinjaman dari pihak luar. Selain itu juga dapat diperoleh informasi tentang jumlah utang perusahaan kepada kreditur dan jumlah investasi pemilik yang ada di dalam perusahaan tersebut.

b. Laporan laba rugi, adalah ikhtisar mengenai pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk periode tertentu, sehingga dapat diketahu laba yang diperoleh dan rugi yang dialami.

c. Laporan perubahan modal, adalah laporan yang menunjukkan perubahan modal untuk periode tertentu, mungkin satu bulan atau satu tahun. Melalui laporan perubahan modal dapat diketahui sebab-sebab perubahan modal selama periode tertentu.

d. Laporan arus kas, dengan adanya laporan ini pemakai laporan keuangan dapat mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan perusahaan di dalam menghasilkan kas dimasa mendatang.

16

BAB III PEMBAHASAN

3.1

Faktor Pendukung dan Penghambat Serta Solusi Usaha Bakso Setip usaha yang dijalankan setiap waktu pasti ada yang sukses dan ada yang belum sukses seperti halnya usaha ini ada beberapa faktor yang menurut saya sangat mendukung serta menghambat dalam menjalankannya serta mangembangkan usaha ini.

3.1.1

Faktor Pendukung Di bawah ini adalah faktor-faktor yang pendukung : Faktor-faktor yang mendukung itu antara lain : 1) Lokasi ini yang mudah dicari dan Strategis 2) Usaha ini masih langka /jarang dilokasi lingkungan rumah saya ,sehingga pesaingnya masih jarang dan dengan mudah untuk mendapatkan pelanggan yang banyak. 3) Harganya tidak begitu mahal dikalangan masyrakat menengah kebawah 4) Dilingkungan rumah saya banyak warga yan sibuk bekerja sehingga tidak sempat untuk memesak kemungkinan besar mereka akan jajan.

3.1.2

Faktor Penghambat Di bawah ini adalah faktor faktor penghambat : Faktor-faktor tersebut adalah : 5) Keterbatasan dana yang kami miliki dalam membagi dana belanja. 6) Kenaiakn harga bahan baku yang tidak stabil harganya. 7) Kadang ada bakso yang tidak laku terjual akan membuat usaha kami menjadi merugi. 8) Kadang sulit untuk mendapatkan daging sapi yang segar dan berkualitas baik. 17

3.1.3

Solusi Terhadap Factor Penghambat Solusi agar dapat memecahkan masalah dalam factor penghambat dalam

usaha yang akan kami dirikan: 1) Dengan keterbatasan dana belanja kita harus berhati-hati dalam mengeluarkan uang. 2) Karena kenaiakn bahan baku yang tidak stabil pada saat harganya murah kita akan membeli barang yang lebih banyak. 3) Untuk mengatasi bakso yang masih sisa kita akan membuatnya menjadi kripik bakso. 4) Dalam mengatasi kesulitan mencari daging kita akan berlanggan dengan pemasok daging yang berkualitas.

3.1.4

Struktur Organisasi Dalam usaha bakso ini saya belum memiliki struktus organisasi, karena usaha ini masih kecil dan menurut hemat saya belum memer lukan pegayai.

3.2

Pemasaran Pemasaran adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia. Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran. Mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion). Seseorang yang bekerja dibidang pemasaran disebut pemasar. Pemasar ini sebaiknya memiliki pengetahuan dalam konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan pemasaran dapat tercapai sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia terutama pihak konsumen yang dituju. Maka untuk memulai usaha ini, kami akan memilih kawasan seputar JL. S. Supriadi, karena pada jalan ini banyak sekolah sekeloh SD,SMP, SMA/ 18

Sederajat dan juga berdekatan dengan kampus Kanjuruhan , yang kebanyakan dari mereka adalah penyuka bakso. Sehingga pada daerah ini kami yakin bisa mengembangkan usaha ini dengan cukup cepat dan nantinya menghasilkan provit yang cukup banyak.

3.3

Kompetitor Banyak pebisnis yang memiliki pandangan bahwa kompetitor adalah musuh yang harus diawasi gerak-geriknya (market sistem atau produknya), disaingi (bahkan persaingan yang tidak sehat dan illegal pun dilakukan), hingga menjatuhkan kompetitor agar bisnis kita sendiri aman berada di garis depan merupakan kebanggaan beberapa pebisnis. Namun kalau kita perhatikan perkembangan sistem yang terjadi dalam dunia bisnis akhir-akhir ini, pemikiran atau pandangan tersebut bisa dibilang sudah usang atau tidak jamannya lagi kita saling sikut-sikutan dengan kompetitor kita. Kompetitor yang nyata adalah para pesaing dibidang yang sama, dalam dunia game. Untuk mengatasi para pesaing kita perlu melakukan inovasi yang membuat para konsumen tidak lari dari BsAKSO SESAT ini.

3.4

Pengambilan Keputusan Kota Malang merupakan salah satu kota pendidikan di indonesia , mereka datang ke Malang sebagian besar sebagai Mahasiswa. Dimalang juga terkenal dengan kota BAKSO, maka tidak salah kiranya apabila kami membuka usaha ini di kota Malang, telah kami sebut di atas ats tadi bahwa saya malang merupakan kota pendidikan, dan banyak sekali Universitas di Malang ini, dan biasanya para mahasiswa mencari makanan yang , enak, praktis, banyak, dan tentunya terjangkau, Melihat hasil survei dari para temen dan juga kerabat dekat atas hasil masakan yang kami wawancarai, maka kami memutuskan untuk melanjutkan usaha ini. Karena mereka menilai usaha bakso ini sangat bagus dan juga layak untuk di lanjutkan.

19

BAB IV PENUTUP

5.1

Kesimpulan Setelah melihat perkembangan dunia yang begitu menuntut banyak manusia untuk bekerja kerasa demi memenuhi kebutuhan, dan juga para ibu yang juga memilih untuk membantu para suami bekerja sehingga rela meninggalkan anakanak mereka tanpa bisa memberikan makanan-makanan yang bergizi, dengan senang hati dan tekat bulat kami akan membangun atau membuka usaha catering harian.Tujuan kami tentu saja untuk meringankan beban para ibu-ibu yang tidak bisa meluangkan waktunya untuk memasak. Dan juga memberi kesan praktis untuk kebutuhan sehari-hari bagi kesehatan keluarga.

5.2

Future Goal Harapan kami untuk usaha ini, kami menginginkan usaha ini berjalan dengan sukses membantu mereka kaum ibu. Dan juga memberi keuntungan bagi banyak pihak. Kami juga berharap dengan larisnya usaha kami nanti, kami bisa memperluas jangkauan konsumen, bukan hanya pada daerah perumahan Sawojajajr saja, tetapi bisa menjangkau area Malang. Tentu saja dengan resiko yang semakin tinggi, tingkat kemacetan yang mulai merambah kota Malang, bisa saja menghambat pengantaran pesanan tepat waktu.

5.3

Saran Mari kita berbisnis yang sehat, meskipun masih banyak kompetitor lain yang menggunakan pola pikir lama, namun pelanggan kita tentunya dapat melihat dan menilai dengan sendirinya manakah yang dapat mereka percayai. Karena tidak bisa dipungkiri kalau saat ini pelanggan selain membutuhkan kualitas produk, mereka juga mencari kualitas pelayanan dan kualitas hubungan dengan penjual.

20

DAFTAR PUSTAKA http://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran http://id.wikipedia.org/wiki/Produksi http://id.wikipedia.org/wiki/Akuntansi http://id.m.wikipedia.org/wiki/Pemasaran http://icaltugas1.blogspot.com/ http://rhiezardhiant.wordpress.com

21