Anda di halaman 1dari 28

Isim adalah kata yang digunakan untuk nama seseorang ataupun nama lain.

Fiil adalah kata yang menunjukan pekerjaan yang terjadi pada waktu tertentu. Harf adalah kata yang maknanya menjadi jelas manakala dihubungkan dengan kata lain. Kata benda bedasarkan jenisnnya dibagi atas dua macam, yaitu mudzakkar (jenis laki-laki) dan muannats (jenis perempuan). Mudzakkar adalah kata benda yang boleh diikuti dengan kata penunjuk ini dan itu atau jenis yang sama. Muannast adalah kata yang boleh jika diikuti kata penunjuk ini dan itu untuk jenis yang sama. Kata benda mudzakkar dan muannast terbagi kepada hakiki (yang sebenarnya) dan majazi (tidak sebenarnya/kiasan). Mudzakkar yang sebenarnya adalah yang memiliki pasangannya (perempuan/betina). Mudzakkar kiasan (tidak sebenarnya) adalah tidak memiliki pasangan dari jenisnya, seperti pulpen, kertas dan sebagainya. Muannast yang sebenarnya adalah yang menunjukan benda jenis perempuan atau betina, seperti seorang perempuan, unta betina dan sebagainya. Muannast terbagi menjadi dua bagian, yaitu: Muannast secara lafadz yaitu kata benda yang memilki ciri-ciri perempuan/betina. Muannast secara makna ialah benda perempuan atau betina yang tidak memiliki ciri-ciri muannast. Ciri-ciri muannast ada tiga yaitu ta marbuthah, alif maqshurah (alif bemgkok) dan alif mamdudah (alif panjang). Semua kata benda jamak adalah muannast, kecuali jamak mudzakkar salim untuk yang berakal seperti para guru, kaum muslimin dan sebagianya.

a. ISIM Isim dari segi jumlahnya ada tiga macam, yaitu isim mufrad, mutsanna dan jama. Isim mufrad adalah kata yang menunjukan tunggal baik untuk jenis laki-laki maupun jenis perempuan. Isim mutsanna adalah kata yang menunjukan dua baik laki-laki maupun perempuan dengan cara menambahkan alif, nun, ya,

dan nun di ujung kata. Isim jama adalah kata yang menunjukan lebih dari dua baik untuk laki-laki maupun perempuan. Isim jama ada tiga macam: a) Jama mudzakar salim, yaitu isim yang menunjukan lebih dari dua untuk jenis laki-laki dengan cara menambahkan wau,nun, ya, dan nun di ujung kata dengan tidak merubah bentuk tunggalnya. b) Jama muannast salim, yaitu isim yang menunjukkan lebih dari dua untuk jenis muannast dengan menambahkan alif dan ta di ujung kata tnggalnya. c) Jama taksir, yaitu isim yang menunjukkan lebih dari dua baik untuk laki-laki maupun perempuan dengan merubah bentuk tunggal (secara tidak beraturan). Nakirah adalah kalimat isim yang maknanya menunjukan pada sesuatu yang tidak tertentu (umum). Marifat adalah kalimat isim maknanya

menunjukan pada sesuatu yang sudah tertentu (khusus). Isim Marifat ada tujuh macam yaitu: 1. Kata ganti nama orang, hewan dan benda 2. Isim alam dari jenis manusia, nama tempat dan dzat 3. Kata tunjuk 4. Kata sambung 5. Isim yang dimarifatkan dengan tambahan alif dan lam 6. Isim yang diprasekan kepada isim marifat 7. Orang yang dipanggil (langsung) b. FIIL Fiil (kata kerja) di lihat dari segi waktu terjadinya dibagi kepada kata kerja lampau, sekarang, akan, sedang dan kata kerja perintah. Fiil madhi adalah fiil yang artinya menunjukan pekerjaan yang telah berlalu sebelum pembicaraan. Fiil mudhari adalah fiil yang menunjukan kejadian sesuatu pada waktu berbicara atau sesudahnya. Fi;il amar adalah fiil yang menuntut hasilnya sesuatu setelah masa berbicara (kata kerja yang menunjukan perintah).

Kata kerja dilihat dari segi objek yang dikerjakannya dibagi kepada kata kerja intransitif (tidak memerlukan objek) dan kata kerja transitif (membutuhkan objek). c. HURF Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa di samping kalimat isim dan fiil, dikenal juga kalimat huruf. Berikut ini pembagian huruf berdasarkan kalimat yang menyertainya: Beberapa huruf yang menyertai kata isim: Huruf Jar Inna dan sebagian kawannya Nida (dipergunakan untuk panggilan) Huruf Istitsna

Beberapa huruf yang menyertai kata fiil: Huruf Nasab Huruf yang menyebabkan fiil sesudahnya dihukumi nasab. Huruf Nasab terbagi menjadi tujuh diantaranya: An Lan Kae

Iddan Lamu Talil Lamu Zuhud Pa Sababiit Hatta Huruf Jazm Huruf yang menyebebkan fiil yang sesudahnya dihukumi jazm. Huruf jazm terbagi menjadi enam diantaranya: Lam Lama

Lam amar La nahyi Inna Ma

A. Kalimat Kalimat ada dua macam diantaranya: Jumlah Ismiyah Kalimat yang diawali dengan isim. Jumlah Filliyah Kalimat yang diawali dengan fiil. B. Tanda-Tanda Irab Isim Murab tebagi menjadi marfu, manshub dan majrur. Tanda rafa Isim ada tiga diantaranya: dhammah sebagai tanda dar isim mufrad, jama muannast salim dan jama taksir. Alif sebagai tanda dari isim tatsniyah. Wawu sebagai tanda dari jama mudzakkar salim dan asmaul khamsah. Tanda nasab Isim ada empat diantaranya: Fathah sebagai tanda dari Isim mufrad dan jama taksir. Ya sebagai tanda dari Isim tatsniyah dan jama mudzakkar salim. Kasrah sebagai tanda dari asmaul khamsah. Kasrah sebagai tanda dari isim mufrad, jama taksir dan jama muannast salim. Ya sebagai tanda dari isim tatsniyah, jama mudzakkar salim dan asmaul khamsah. Fathah sebagai tanda dari isim mufrad dan jama taksir yang tidak dapat di tanwin huruf akhirnya.

Tanda Jar Isim ada tiga diantaranya:

C. Fiil murab dan Fiil mudhari Fiil murab adalah mudhari yang tidak disertai nun niswan atau nun taukid, sedangkan Fiil mudhari trjadi dalam tiga hal marfu, manshub dan majzum. Fiil mudhari akan tetap rafa jika tidak didahului oleh huruf nashab dan huruf jazm serta ditandai dengan dhammah dan nun. Kalimat Fiil mudhari berubah menjadi nashab, jika didahului oleh salah satu huruf-huruf berikut: Lam Juhud Pa Sababiit An Lan Idan Kae Lam Talil Hatta

Tanda perubahannya fathah apabila kalimat mudhari asli dan hilangnya nun apabila bentuk kalimatnya afalul khamsah. Kalimat Fiil mudhari akan berubah menjadi jazm, jika didahului kalimat yang menjazmkan (membuat perubahan pada harkat akhir yang awalnya dhammah) kalimat yang menjazmkan itu terdapat dua katagori pertama yang menjazmkan satu kalimat mudhari yaitu Lam, Lama, Lamu, Amri, La Nahyi, kedua yang menjazmkan dua kalimat mudhari yaitu: Ina, Min, Maa, Mahuma, Mata, Ayanna, Aina, Ainama,Ana, Haisuma, Kaipama, ata. Adapun tanda jazm pada perubahan ini yaitu: sukun terjadi pada mudhari asli, hilangnya nun diakhir terjadi pada afalul khamsah (fiil lima) dan hilangnya huruf illat terjadi pada mudhari yang diakhiri oleh huruf illat(wawu,alif,ya). Kaliat yang tersusun dari mubtada dan khabar adalah kalimat dengan diawali kata benda (jumlah ismiyah). Mubtada adalah kata benda yang harkatnya rafa (dhommah) yang terletak di awal kalimat. Khabr ialah kata yang bersama

mubatada menyusun kalimat sempurna. Mubtada dan khabar itu keduanya berharakat rafa(dhommah): Ada yang rafa dengan dhommah yang jelas seperti untuk kata benda tunggal, jamak tak beraturan, jamak untuk muannast yang beraturan, seperti: lapangan, pabrik-pabrik, para penyair (pr) dan sebagainya. Ada pula yang rafa dengan alif, yaitu pada kata benda yang berjumlah dua (mustanna), seperti: dua oranng pemerhati, dua orang pembimbing dan lainnya. Juga ada kata benda yang rafa dengan huruf waw, seperti: untuk benda yang jamak laki-laki (mudzakkar) beraturan, contoh: para pemain (lk), para delegasi (lk). Dalam hal bentuk kata berdasarkan banyaknya bilangan khabar menyesuaikan dengan mubtada, seperti jika mubtada jamak, satu atau dua, mudzakkar atau muannast, maka khabar juga demikian adanya. Jika mubtada untuk benda yang tak berakal (abiotik) bejumlah banyak (jamak), seperti tampat tinggal, gununggunung dan sebagainya, maka khabarnya menjadi benda yang berjumlah satu tetapi menunjukan muannast.

D. Huruf Inna dan huruf lain yang pola kalimatnya sama Huruf Inna dan serumpun dengannya diletakan pada pola kalimat yang terdiri dari mubtada dan khabar. Masuknya Inna dan yang sserumpun dengannya di awal kalimat menjadikan mubtada sebagai isimnya dan berharakat fathah di akhir katanya, sedangkan khabar tetap dalam keadaan marfu. Huruf yang serumpun dengan Inna adalah anna berfungsi sebagai penegasan. Kaanna unntuk perumpamaan atau seolah-olah. Lakinna untuk mengetahui bahwa pernyataan sesudahnya bertentangan dengan pernyataan sebelumnya. Laalla untuk pengharapan yang mungkin terjadi (semoga). Laita untuk berangan-angan dan La untuk peniadaan sesuatu.

E. Kanna dan teman-temannya

Kanna dan teman-temannya termasuk atribut yang suka masuk ke dalam jumlah dan mubtadanya di rafakan lalu di sebut isimnya dan khabarnya di nashabkan lalu di sebut khabarnya. Diantara teman-teman kana adalah bata, amsa, dhola, adha, asbah yang berarti waktu, mafata, maangfako, mabariha,majala yang berarti kesinambungan, madama yang berarti jangka lama, soro yang berarti berubah, dan laisa yang berarti menyangkal. Contohnya: Isim kana dan teman-temannya bisa berupa isim murab (kata yang mengalami perubahan caara membaca) atau isim mabni (kata yang tidak mengalami perubahan cara membaca) seperti kata ganti (isim dhamir), kata tunjuk (isim isyarah) dan kata sambung (isim maushul). Contoh: (kalimat) baik ismiyyah maupun filiyyah, atau yang serupa dengan jumlah,yaitu zharf dan jar majrur. Contoh: Kalimat Arab dapat di buat dengan mendahulukan kata kerja (fiil) yang di kenal dalam tata bahasa dengan susunan/ jumlah filiyyah dan pokok kaliimat pada susunan ini di sebut dengan fail/ yang melakukan suatu pekerjaan. Fail adalah isim yang terletak sesudah fi;il mabni malum atau oleh yang serupa dengannya (seperti isim fail, sifat musyabahah dan mashdar) dan fail itu menunjukan arti orang yang melakukan (suatu pekerjaan). Contohnya: orang yang bangkrut itu banyak hutang/banyak hutang atas orang yang bangkrut. Fail di rafa;kan dengan dhammah apabila: Isim mufrad Jama muannast salim Jama taksir

Fail di rafakan dengan alif apabila berbentuk isim tatsniyah. Fail di radakan dengan wawu apabila berbentuk jama mudzakkar salim atau isim lima. Fiil harus disertai ta tanist apabila beserta fail muannast.

F. Maful Bih dan Naib Fail Mafhul bih (objek) adalah isim yang di nasabkan yang dikenai pekerjaan pelaku (menjadi pelengkap penderita). Naib Fail adalah isim yang di rafakan berada setelah kata kerja pasif dan menempati posisi Fail setelah Failnya dihilangkan. Bentuk kata kerja barubah-ubah ketika dibentuk menjadi kata kerja pasif. Apabila fiil (kata kerja)nya madhy: tidak diawali dengan ta zaidah, maka harakat huruf awal didlommahkan dan harakat huruf sebelum akhir dikasrahkan. Diawali dengan ta zaidah, maka harakat huruf pertama dan kedua didlommahkan dan harakat huruf sebelum akhir dikasrahkan. Apabila fiil (kata kerja)nya mudhari: Huruf sebelum akhirnya bukan ya/wawu maka harakat huruf awalnya didlommahkan dan harakat huruf sebelum akhirnya dikasrahkan. Dan huruf sebelum akhirnya ya maka harakat huruf awalnya didlammahkan dann huruf ya diganti menjadi alif. Dan huruf sebelum akhirnya wawu maka harakat huruf awalnya didlammahkan dan huruf wawu diganti menjadi alif.

G. Huruf Jar Di antara huruf yang suka masuk ke dalam isim adalah huruf jar. Jika salah huruf jar ini masuk ke dalam isim, maka isim tersebut dibaca (berirab) majrur. Tanda jar adalah kasrah jika isimnya tergolong isim mufrad, jama taksir, dan jama muannast salim, dan tandanya ya jika isimnya tergolong mutsana, jama mudzakkar salim dan isim lima. H. Definisi marfu, manshub, dan majrur Isim-isim yang marfu adalah isim-isim yang ber-irob rofa. Jama dari marfu
8

adalah marfuaat. Isim-isim yang manshub adalah isim-isim yang ber-irob nashob. Jama dari manshub adalah manshubaat. Isim-isim yang majrur adalah isim-isim yang ber-irob jar. Jama dari majrur adalah majruroot. Contohnya: Pada kalimat artinya Ahmad belajar bahasa arab di masjid. Kata ber-Irob rofa sebab sebagai subjek (fail) dengan tanda dhommah (diakhir katanya). Karena ber-Irob rofa, maka kata kata tersebut dikatakan marfu. Isim menjadi marfu dalam 6 keadaan, diantaranya adalah keadaan sebagai subjek (fail). Kata ber-Irob nashob sebab sebagai objek (maful bih) dengan tanda fathah. Karena ber-Irob nashob, maka kata kata tersebut dikatakan manshub. Isim menjadi manshub dalam 11 keadaan, diantaranya adalah keadaan sebagai objek (maful bih).

Kata ber-Irob jar sebab didahului huruf jar (yaitu )dengan tanda kasroh. Karena ber-Irob jar, maka kata tersebut dikatakan majrur. Isim menjadi majrur dalam 2 keadaan, diantaranya didahului huruf jar.

A. Keadaan-keadaan yang menyebabkan suatu isim menjadi marfu, manshub, atau majrur Isim-isim yang marfu Suatu isim menjadi marfu dalam 7 keadaan: 1. Mubtada ()

Yaitu isim marfu yang terletak di awal kalimat. contohnya : adalah Buku itu baru. Kata ( buku) merupakan mubtada, karena terletak di awal kalimat. 2. Khobar Mubtada () di Yaitu yang menyempurnakan makna mubtada. Pada kalimat atas, kata ( baru) merupakan khobar, karena menyempurnakan makna mubtada. 3. Isim kaana ( ) dan saudara-saudaranya Yaitu setiap mubtada yang dimasuki oleh kaana atau saudara-saudaranya. Contohnya: artinya (dahulu) Buku itu baru. Kata (buku) merupakan isim kaana, karena kata tersebut awalnya mubtada, setelah dimasuki kaana, maka istilahnya bukan mubtada lagi, tetapi isim kaana.

)dan saudara-saudaranya 4. Khobar Inna ( Yaitu setiap khobar mubtada yang dimasuki oleh inna dan saudarasaudaranya. Contohnya : baru. Kata adalah artinya Sesungguhnya buku itu (baru) merupakan khobar inna, karena kata

tersebut awalnya khobar mubtada, setelah dimasuki inna, maka istilahnya bukan khobar mubtada lagi, tetapi khobar inna. 5. Fail () Yaitu isim marfu yang terletak setelah fiil ( kata kerja) dan menunjukkan pada orang atau sesuatu yang melakukan perbuatan atau

10

yang mensifati perbuatan tersebut. Dengan kata lain, Fail adalah subjek. Contohnya : artinya Siswa itu telah membaca surat. Kata (siswa) merupakan fail, karena terletak setelah kata kerja aktif (yaitu membaca), dan yang orang yang melakukan perbuatan (yang membaca adalah siswa), jadi siswa itu sebagai subjek. 6. Naibul Fail () Yaitu isim marfu yang terletak setelah fiil mabni lil majhul (setelah kata kerja pasif) dan menempati kedudukan fail setelah dihapusnya fail tersebut. Contohnya: artinya Surat itu telah dibaca. Kata ( surat) merupakan naibul fail, karena terletak setelah kata kerja pasif (yaitu dibaca). Isim-isim yang manshub Suatu Isim menjadi manshub dalam 11 keadaan: 1. Khobar Kaana () Yaitu setiap khobar mubtada yang dimasuki oleh kaana atau saudaranya. Contohnya : artinya (dahulu) Buku itu baru. Kata (baru) merupakan khobar kaana, karena kata tersebut awalnya khobar mubtada, setelah dimasuki kaana, maka istilahnya bukan khobar mubtada lagi, tetapi khobar kaana. 2. Isim Inna () Yaitu setiap mubtada yang dimasuki oleh inna atau saudaranya. artinya Sesungguhnya buku itu baru. Kata Contohnya : (buku) merupakan isim inna, karena kata tersebut awalnya mubtada, setelah dimasuki inna, maka istilahnya bukan mubtada lagi, tetapi isim inna

11

3. Maful Bih () Yaitu isim manshub yang menunjukkan pada orang atau sesuatu yang dikenai suatu perbuatan. Dengan kata lain, maful bih adalah objek. Contohnya : artinya Siswa itu telah membaca surat. Kata ( surat) merupakan maful bih, karena yang dibaca adalah surat, jadi surat itu sebagai objek (maful bih). 4. Maful Muthlaq ( ) Yaitu isim manshub yang merupakan isim mashdar yang disebutkan untuk menekankan perbuatan, atau menjelaskan jenis atau bilangannya. Contohnya : pelajaran. Kata ( penghafalan) merupakan maful muthlaq, karena merupakan isim masdar yang berfungsi untuk menekankan perbuatan, yang bermakna benar-benar menghafal 5. Maful Li ajlih ( ) Yaitu isim manshub yang disebutkan setelah fiil untuk menjelaskan sebab terjadinya perbuatan (merupakan jawaban dari mengapa perbuatan itu terjadi) Contohnya : artinya Ali hadir karena memuliakan Muhammad. Kata (penghormatan) merupakan maful liajlih, karena menjelaskan sebab Ali hadir, yaitu karena memuliakan ( )Muhammad. 6. Maful Maah ( ) Yaitu isim manshub yang disebutkan setelah wawu yang maknanya bersama untuk menunjukkan kebersamaan. Contohnya : artinya Saya bangun bersamaan dengan kicauan burung-burung. artinya Saya benar-benar menghafal

12

Kata ( kicauan) merupakan maful maah, karena didahului oleh huruf wawu maiyah, yang bermakna kebersamaan. 7. Maful Fih ( ) Yaitu isim manshub yang disebutkan untuk menjelaskan zaman (waktu) atau tempat terjadinya suatu perbuatan (merupakan jawaban dari kapan atau dimana perbuatan tersebut terjadi). Contohnya : artinya Pesawat itu mengudara di malam hari. Kata ( malam hari) merupakan maful fih, karena menjelaskan zaman (waktu). 8. Haal () Yaitu isim nakiroh lagi manshub yang menjelaskan keadaan fail atau keadaan maful bih ketika terjadinya suatu perbuatan (merupakan jawaban dari bagaimana terjadinya perbuatan tersebut). Contohnya : artinya Anak itu datang dalam keadaan menangis. Kata subjek. 9. Mustatsna () Yaitu isim manshub yang terletak setelah salah satu diantara alat-alat istitsna untuk menyelisihi hukum sebelumnya. Dengan kata lain, mustatsna artinya pengecualian. Contohnya : (hadhoro at-Thulaabu illa Zaidan) = para siswa hadir kecuali Zaid. Kata =( Zaid) merupakan mustatsna, karena didahului oleh merupakan alat istitsna. 10. Munada () Yaitu isim yang terletak setelah salah satu diantara alat-alat nida (kata panggil). Contohnya : ( yaa rojulan) = Wahai seorang lelaki. Kata (kecuali) yang ( menangis) merupakan haal, karena menjelaskan keadaan

13

( seorang lelaki) merupakan munada, karena didahului oleh ( wahai) yang merupakan salah satu alat nida. 11. Tamyiiz () Yaitu isim nakiroh lagi mansub yang disebutkan untuk menjelaskan maksud dari kalimat sebelumnya yang rancu. Contohnya : artinya Saya membeli dua puluh buku. Kata ( buku) merupakan tamyiiz, karena buku tersebut menjelaskan dua puluh, jikalau tidak ada kata buku, maka kalimat menjadi tidak jelas, Saya membeli dua puluh. Isim-isim yang majrur Suatu isim menjadi majrur dalam 2 keadaan: 1. Di dahului oleh huruf jar () Contohnya : artinya Saya keluar dari rumah. Kata (rumah) merupakan isim majrur, karena didahului oleh (min) yang merupakan huruf jar. 2. Mudhof Ilaih () Yaitu isim yang disandarkan ke isim sebelumnya. Contohnya : artinya Saya membeli cincin besi. Kata ( besi) merupakan mudhof ilaih, karena disandarkan kepada ( cincin) yang maknanya cincin yang terbuat dari besi. Selain keadaan-keadaan tersebut, ada satu keadaan yang dapat menyebabkan suatu isim menjadi marfu, atau manshub, atau majrur, tergantung kata sebelumnya, jika kata sebelumnya marfu maka isim tersebut menjadi marfu, jika manshub maka manshub, dan jika majrur maka majrur. Keadaan tersebut dinamakan (). Contohnya: artinya Telah datang seorang lelaki yang mulia.

14

artinya Saya melihat seorang lelaki yang mulia. artinya Saya berpapasan dengan seorang lelaki yang mulia. Perhatikan setiap kata (kariim) pada tiga kalimat di atas, i'robnya sesuai dengan kata sebelumnya. Pada kalimat pertama i'robnya rofa' ) ber-i'rob rofa'. Pada kalimat kedua, i'robnya karena sebelumnya ( nashob' karena sebelumnya ( )ber-i'rob nashob. Demikian juga pada kalimat ketiga, i'robnya jar karena sebelumnya ( ) ber-i'rob jar. Taabi ( )ini dibagi menjadi empat jenis, yaitu naat (), athof (), taukid (), dan badal (). Pada tiga contoh kalimat di atas, termasuk jenis na'at.

C . ISIM MUSYTAQ Isim Musytaq ialah Isim yang dibentuk dari kata lain dan memiliki makna yang berbeda dari kata pembentuknya. Isim Musytaq itu ada tujuh macam: 1. ISIM FA'IL ( ) Isim Pelaku (yang melakukan pekerjaan). Isim Fa'il ada dua wazan (pola pembentukan) yaitu: a) bila berasal dari Fi'il Tsulatsi (Fi'il yang terdiri dari tiga huruf) b) bila berasal dari Fi'il yang lebih dari tiga huruf

Fi'il - ( mengetahui) - ( tidur) ( makan) - - ( menyerah) - ( berinfak) - ( mohon ampun)

Isim Fa'il ( yang mengetahui) ( yang tidur) ( yang makan) (yang menyerah) (yang berinfak) (yang mohon ampun)

15

Disamping itu dikenal pula istilah bentuk MUBALAGHAH ( ) dari Isim Fa'il yang berfungsi untuk menguatkan atau menyangatkan artinya. Contoh: Fi'il - - - - Isim Fa'il Isim Mubalaghah / (yang sangat mengetahui) / (yang suka mengampuni) / ( yang banyak tidur) / ( yang banyak makan)

2. SIFAT MUSYABBAHAH ( ) ialah Isim yang menyerupai Isim Fa'il tetapi lebih condong pada arti sifatnya yang tetap. Misalnya: Fi'il - ( senang) (buta) - - (mati) - (lapar) Isim Fa'il Sifat Musyabbahah ( orang senang) ( orang buta) (orang mati) (orang kelaparan)

3. ISIM MAF'UL ( )yaitu Isim yang dikenai pekerjaan. Fi'il - ( mengampuni) - ( mengetahui) - ( menjual) ( berkata) - Isim Maf'ul (yang diampuni) (yang diketahui) (yang dijual) (yang diucapkan)

) ialah Isim yang menunjukkan arti "lebih" atau 4. ISIM TAFDHIL ( . Contoh: "paling". Wazan (pola) umum Isim Tafdhil adalah: Isim Fa'il Isim Mubalaghah (sangat mengetahui) (sangat besar) ( sangat dekat) Isim Tafdhil ( yang lebih mengetahui) ( yang lebih besar) ( yang lebih dekat)

16

( sangat utama)

( yang lebih utama)

Disamping itu, terdapat pula bentuk yang sedikit agak berbeda, seperti: Sifat Musyabbahah (yang sangat) (yang berhak) (yang mulia) Isim Tafdhil ( yang lebih sangat) ( yang lebih berhak) ( yang lebih mulia)

) yaitu Isim yang menunjukkan waktu dan ISIM 5. ISIM ZAMAN ( MAKAN ( ) yaitu Isim yang menunjukkan tempat. Fi'il / (menulis) / ( bermain) / (bersujud) / (melahirkan) / (menjanjikan) / ( berkumpul) Isim Zaman/Makan (kantor) (tempat bermain) (masjid) (hari kelahiran) (hari yang dijanjikan) (perkumpulan, pertemuan)

6. ISIM ALAT ( )yaitu Isim yang menunjukkan alat yang digunakan untuk melakukan suatu Fi'il atau pekerjaan.

Fi'il / ( membuka) (menimbang) / / (duduk) / (nyaring Isim yang dijarkan

Isim Alat (kunci) (timbangan) (tempat duduk) (pengeras suara)

17

Lafazh-Iafazh yang di-jar-kan ada tiga macam, yaitu: 1. Lafazh yang di-jar-kan oleh huruf jar, contoh:

2. Lafazh yang di-jar-kan karena idhafat, contoh: 3. Lafazh yang mengikuli kepada lafazh yang di-jar-kan (yaitu: na'at, 'athaf, taukid dan badal), sebagaimana yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya.

Adapun lafazh yang di-jar-kan dengan huruf, seperti halnya yang di-jar-kan oleh min, il, 'an, 'al, f, rubba, ba, kaf, lam dan huruf qasam (sumpah), yaitu: wawu, ba dan ta juga dengan mudz dan mundzu.

Contoh:

artinya aku telah datang sejak hari Ahad.

Adapun yang di-jar-kan oleh idhafat, seperti perkataan:

(pelayan Zaid.

-Lafazh ghulam adalah mudhaf, sedangkan lafazh Zaid adalah mudhaf ilaih). Idhafat itu terbagi menjadi dua bagian, yaitu:

18

Idhafat yang diperkirakan mengandung makna lam, contoh: (pelayan Zaid. -Taqdir atau bentuk asalnya diperkirakan berbunyi = pelayan milik Zaid; contoh lainnya seperti: artinya kitab Ahmad. Taqdirnya adalah kitab milik Ahmad : huruf lam yang terdapat pada kedua contoh ini adalah lam yang mempunyai arti memiliki).

Idhafat yang diperkirakan mengandung makna min, contoh: sutera atau baju dari sutera);

(baju

(pintu kayu atau pintu dari kayu);

(cincin besi atau cincin dari besi); dan lafazh yang sejenis dengannya.

19

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Isim adalah kata yang digunakan untuk nama seseorang ataupun nama lain. Fiil adalah kata yang menunjukan pekerjaan yang terjadi pada waktu tertentu. Harf adalah kata yang maknanya menjadi jelas manakala dihubungkan dengan kata lain. Kata benda bedasarkan jenisnnya dibagi atas dua macam, yaitu mudzakkar (jenis laki-laki) dan muannats (jenis perempuan). Mudzakkar adalah kata benda yang boleh diikuti dengan kata penunjuk ini dan itu atau jenis yang sama. Muannast adalah kata yang boleh jika diikuti kata penunjuk ini dan itu untuk jenis yang sama. Kata benda mudzakkar dan muannast terbagi kepada hakiki (yang sebenarnya) dan majazi (tidak sebenarnya/kiasan). Mudzakkar yang sebenarnya adalah yang memiliki pasangannya (perempuan/betina). Mudzakkar kiasan (tidak sebenarnya) adalah tidak memiliki pasangan dari jenisnya, seperti pulpen, kertas dan sebagainya. Muannast yang sebenarnya adalah yang menunjukan benda jenis perempuan atau betina, seperti seorang perempuan, unta betina dan sebagainya. Muannast terbagi menjadi dua bagian, yaitu: Muannast secara lafadz yaitu kata benda yang memilki ciri-ciri perempuan/betina. Muannast secara makna ialah benda perempuan atau betina yang tidak memiliki ciri-ciri muannast. Ciri-ciri muannast ada tiga yaitu ta marbuthah, alif maqshurah (alif bemgkok) dan alif mamdudah (alif panjang). Semua kata benda jamak adalah muannast, kecuali jamak mudzakkar salim untuk yang berakal seperti para guru, kaum muslimin dan sebagianya.

20

d. ISIM Isim dari segi jumlahnya ada tiga macam, yaitu isim mufrad, mutsanna dan jama. Isim mufrad adalah kata yang menunjukan tunggal baik untuk jenis laki-laki maupun jenis perempuan. Isim mutsanna adalah kata yang menunjukan dua baik laki-laki maupun perempuan dengan cara menambahkan alif, nun, ya, dan nun di ujung kata. Isim jama adalah kata yang menunjukan lebih dari dua baik untuk laki-laki maupun perempuan. Isim jama ada tiga macam: d) Jama mudzakar salim, yaitu isim yang menunjukan lebih dari dua untuk jenis laki-laki dengan cara menambahkan wau,nun, ya, dan nun di ujung kata dengan tidak merubah bentuk tunggalnya. e) Jama muannast salim, yaitu isim yang menunjukkan lebih dari dua untuk jenis muannast dengan menambahkan alif dan ta di ujung kata tnggalnya. f) Jama taksir, yaitu isim yang menunjukkan lebih dari dua baik untuk laki-laki maupun perempuan dengan merubah bentuk tunggal (secara tidak beraturan). Nakirah adalah kalimat isim yang maknanya menunjukan pada sesuatu yang tidak tertentu (umum). Marifat adalah kalimat isim maknanya

menunjukan pada sesuatu yang sudah tertentu (khusus). Isim Marifat ada tujuh macam yaitu: 8. Kata ganti nama orang, hewan dan benda 9. Isim alam dari jenis manusia, nama tempat dan dzat 10. Kata tunjuk 11. Kata sambung 12. Isim yang dimarifatkan dengan tambahan alif dan lam 13. Isim yang diprasekan kepada isim marifat 14. Orang yang dipanggil (langsung) e. FIIL Fiil (kata kerja) di lihat dari segi waktu terjadinya dibagi kepada kata kerja lampau, sekarang, akan, sedang dan kata kerja perintah.

21

Fiil madhi adalah fiil yang artinya menunjukan pekerjaan yang telah berlalu sebelum pembicaraan. Fiil mudhari adalah fiil yang menunjukan kejadian sesuatu pada waktu berbicara atau sesudahnya. Fi;il amar adalah fiil yang menuntut hasilnya sesuatu setelah masa berbicara (kata kerja yang menunjukan perintah). Kata kerja dilihat dari segi objek yang dikerjakannya dibagi kepada kata kerja intransitif (tidak memerlukan objek) dan kata kerja transitif (membutuhkan objek). f. HURF Sebagaimana telah disebutkan di atas bahwa di samping kalimat isim dan fiil, dikenal juga kalimat huruf. Berikut ini pembagian huruf berdasarkan kalimat yang menyertainya: Beberapa huruf yang menyertai kata isim: Huruf Jar Inna dan sebagian kawannya Nida (dipergunakan untuk panggilan) Huruf Istitsna

Beberapa huruf yang menyertai kata fiil: Huruf Nasab Huruf yang menyebabkan fiil sesudahnya dihukumi nasab. Huruf Nasab terbagi menjadi tujuh diantaranya: An Lan Kae

Iddan Lamu Talil Lamu Zuhud

22

Pa Sababiit Hatta Huruf Jazm Huruf yang menyebebkan fiil yang sesudahnya dihukumi jazm. Huruf jazm terbagi menjadi enam diantaranya: Lam Lama Lam amar La nahyi Inna Ma

23

Daftar Pustaka

Ahmad Dahlan , Syarhu Muhktasoru Jiddan Ala Matnil Jurumiyah , Indonesia :Darul Ihya kitab arabiyah.. Muhammad Jamaludin , Syarhul Alamah Ibnu Aqil Ala Alfiyati , Indonesia : Pustaka Ihsan.

24

Makalah Mengenai Qawaid (Tata Bahasa) dalam Bahasa Arab Diajukan untuk Penambahan Nilai Ujian Tengah Semester Bahasa Arab

25

Disusun Oleh : Moch Salih Mujizatul karomah NIM. 1211801072

JURUSAN MUAMALAH FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2011 M / 1431 H

KATA PENGANTAR

26

Bandung, Desember 2011 Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar . Daftar Isi .. ii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1 B. Rumusan Masalah 1 C. Tujuan .. 2

27

BAB II PEMBAHASAN A. Pembagian Kata ... 3 B. Pembagian Isim ... 4 C. Pembagian Fiil . 5 D. Huruf .... 5 E. Irab . 6 F. Maful Bih .... 10 G. Definisi marfu, manshub, dan majrur. 15 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan . 22 Daftar Pustaka . 23

28

Anda mungkin juga menyukai