Anda di halaman 1dari 31

ORANGTUA EFEKTIF

Achmad Satori

MENJADI

POLA ASUH ala IBRAHIM AS

Sosok Ibrahim AS

0 Tahun s/d Dewasa Model Pendidikan

Setiap kali Shalat : Bershalawat kepadanya.

Tujuan dan Indikator Keberhasilan

Pola Asuh Islami

Pemuda yang Kokoh Imannya, Brillian dan Pemberani Bapak Tauhid Kepala Keluarga Yang Efektif Haji : Tapak Tilas Perjuangan Ibrahim AS

Pra Nikah Pergaulan Suami Isteri Dalam Rahim

JASMANI

AQIDAH

MENTAL INTELEKTUAL

Skema POLA ASUH ala IBRAHIM AS

PERKEMBANGAN ANAK
USIA
PERKEMBANGAN Masa Anak Kecil : 1. Pertumbuhan indera 2. Psikomotorik 3. Bermain, bergaul, meniru 4. Fantasi 5. Tumbuh ego 6. Kemampuan analisa dasar 7. hasrat
1. 2.

PERLAKUAN ORTU
Kesehatan dan gizi Kasih sayang : perhatian, bermain, senda gurau. Beri teladan Belajar sambil bermain Dasar-dasar keislaman Pilihkan teman dan lingkungan yang Islami.

0 TAHUN s/d 7 TAHUN

3. 4. 5. 6.

PERKEMBANGAN ANAK
USIA PERKEMBANGAN
Periode Anak Sekolah : Pertumbuhan fisik cepat Berfikir konkrit Bermain kelompok Memerankan perilaku orang dewasa Mengenal lawan jenis Berfikir abstrak Kemampuan analisa/ membanding Butuh pengakuan eksistensinya Butuh idola Ego centris
1. 2. 3. 4. 5. 6.

PERLAKUAN ORTU
Kesehatan dan gizi Pendidikan melalui pembiasaan dan disiplin Kemampuan Belajar dan menghafal Pisah kamar Pilihkan teman dan lingkungan Belajar mandiri : mengambil keputusan dan sikap Dasar pendidikan sosial Beri tugas dan tanggungjawab dan kepercayaan Bimbingan emosi Sibukkan dengan kegiatan positif.

7 TAHUN s/d 14 TAHUN

7. 8.

9. 10.

PERKEMBANGAN ANAK
USIA PERKEMBANGAN
Masa Pubertas : 1. Aqil Baligh 2. Pertumbuhan fisik 3. Memilih teman 4. Pencarian jati diri 5. Banyak keinginan 6. Emosi tinggi 7. Bimbang 8. Analisa dan abstraksi 9. Agresif 1.
2. 3. 4. 5. 6.

PERLAKUAN ORTU
Kesehatan dan gizi Bimbingan emosi Sering bertukar fikiran Sibukkan dengan kegiatan positif Pembinaan sosial Bantuan rencana masa depan

14 TAHUN s/d 21 TAHUN

PERKEMBANGAN ANAK
USIA PERKEMBANGAN PERLAKUAN ORTU 1. Jadikan Mitra 2. Bantu Memilih jodoh 3. Bantu Aktualisasi Diri

Periode Dewasa 1. Mandiri 21 2. Libido Sex TAHUN 3. Produktif KE ATAS

TIPE MUDAH

Kelebihan : Mudah Bergaul Berani Menyenangkan Lincah Suka Tantangan

Kekurangan : Relatif Sulit Dikendalikan Butuh Pengamanan lebih karena menyukai tantangan beresiko

TIPE MUDAH

Kelebihan : Mudah Bergaul Berani Menyenangkan Lincah Suka Tantangan

Kekurangan : Relatif Sulit Dikendalikan Butuh Pengamanan lebih karena menyukai tantangan beresiko

TIPE PERLU PEMANASAN Kelebihan : Berhati-hati terhadap lingkungan baru, tetapi tidak penakut
Kekurangan Perlu sedikit waktu untuk beradaptasi Perlu dorongan awal untuk mencoba sesuatu yang baru atau menghadapi tantangan

TIPE SULIT
Kelebihan : Mudah diatur dan dikendalikan, karena sangat tergantung pada orang tua Kekurangan : Terlalu tergantung pada orang tua / pengasuh Sulit beradaptasi Cenderung pemalu & penakut

Sifat dasar manusia, ia akan mengalami gejolak perasaan menghargai yang amat dalam terhadap orang lain yang menawarkan kebaikan hati kepadanya
Sidney D Craig

Ujian dari Allah Salah Asuh Lingkungan Buruk

Bodoh ? Nilai Buruk ? Tidak Menarik ? Susah Diatur ? Cuek ? Badung ? Usil ?

1
Diproses, Dididik

ISTIMEWA

Salah satu seni berbicara dengan anak, adalah mau memahami dan mengerti pendapatnya, membesarkan hatinya, kemudian mengingatkan akibat-akibat buruk yang bisa terjadi. Terakhir memberi motivasi anak dengan hal lain yang sekiranya lebih menarik perhatiannya.

KOMUNIKASI EFEKTIF
Pengaruh Komunikasi pada Kepribadian : 1. Ekspresi ISI HATI dan CARA PANDANG 2. Perkembangan kepribadian seseorang tidak hanya dipengaruhi lingkungannya saja tetapi juga bagaimana ia mempersepsikan dan merespon dalam interaksi dengan lingkungannya.

Ciri komunikasi efektif


Pengertian Kesenangan Persuasif Hubungan Sosial Baik Melahirkan Tindakan yang Sesuai

1. 2. 3.

4.

5.
6. 7. 8.

Tunjukkan cinta orangtua Husnu dzon pada anak Memberi Kepercayaan untuk mengambil keputusan dan bersikap mandiri Singkat, jelas dan tegas dalam bingkai cinta Hargai pribadinya, tegur perilakunya Tunjukkan apresiasi > apresiasi Membangun Komunikasi Empatik dan Produktif Menumbuhkan Ketaatan

Seni Berkomunikasi

Prasangka Baik
Potensi Baik yang dibawa sejak lahir

ENERGI / MOTIVASI

Prasangka Buruk

Perilaku Buruk

Skema Upaya Anak Menyelesaikan Masalah dengan Mandiri


Mobil-mobilan rusak PR Sulit Buku Hilang Diperolok Kawan Nilai ulangan jelek
Beusaha, Memilih, Menentukan, Menyelesaikan, melakukan

Berhasil

Gagal
Motivasi, Dorongan, Arahan, Bimbingan, Nasehat, Petunjuk

Dukungan

TEGURAN SINGKAT DAN JELAS


Teguran pertama Tegur perilaku yang keliru Teguran kedua Puji pribadi anak sebagai pelaku yang baik

Tumbuhkan perasaan bersalah

Hargai pribadi anak dengan citra diri positif

PELAKU # PERILAKU
PELAKU
Sehingga suatu kali

PERILAKU
Tidak kerjakan PR Ambil uang ibu Main tanpa izin Baca komik jorok Simpan foto artis Berbohong Berkelahi Ambil uang teman Melawan

Saya Pandai Cerdas Saleh Rajin Bertang gung jawab


Tapi

Khilaf Lupa Penasaran Coba-coba Terpengaruh teman

Pelaku tetap baik sampai Kapanpun, dihargai dan dipuji

Perilaku perlu ditegur

Kalimat yang Menyerang Pribadi


- Dasar anak nakal. Selalu kau rebut mainan adikmu - kau ini pemalas. Mengerjakan PR dari tadi belum selesai juga - Itu gara-gara kamu sok tahu. Semestinya bertanya dulu

VS
Kalimat yang Menyerang Perilaku -Sayang, kalau kau merebut mainan adik, dia bisa marah -Belum juga selesai mengerjakan PR? Bisa dipercepat? -Anak pemberani seperti kamu mestinya tak perlu malu bertanya

LABEL MEMBENTUK CITRA DIRI ANAK


Informasi
Kamu bodoh Kamu bandel Kamu nakal Kamu jorok Kamu pencuri Kamu pembohong Kamu penakut

Citra Diri
Saya bodoh Saya bandel Saya nakal Saya jorok Saya pencuri Saya pembohong Saya penakut

Kita menjadi seperti apa yang kita pikirkan


Informasi kamu pandai Kamu saleh Kamu rajin Kamu bertanggung jawab Citra Diri Saya pandai Saya saleh Saya rajin Saya bertanggung jawab

VERBAL: Pujian, dorongan, komentar positif, ungkapan kekaguman FISIK: Tepukan bahu, usap kepala, senyum, cium pipi, tatapan mata, kedipan mata, ekspresi wajah cerah, acungan jempol

MATERI: Hadiah, fasilitas, bintang prestasi

Perhatian positif

Maksimalkan perhatian positif Minimumkan perhatian negatif

VERBAL: Celaan, hinaan, panggilan buruk, cerita keburukan didepan orang lain FISIK: Pengabaian, kebiasaan tangan, cibiran, pukulan, pandangan sinis, pukulan, tendangan dorongan

MATERI: Penghapusan uang saku, hak makan dan menonton TV

Perhatian negatif

Maksimalkan perhatian positif Minimumkan perhatian negatif

NERACA PERISTIWA BELANJA KE SWALAYAN


Anak mendapat omelan karena : Anak mendapat pujian karena :

Gara-gara asyik nonton TV: Tak mau bantu menyiapkan snack dijalan Tak pedulikan adik yang menangis Lupa belum membereskan kamar Belum merapikan seprei Handuk masih terserak dilantai Sarapan tak habis
Ketika hendak berangkat: Baru teringat kalau sepatu basah & tak bisa terpakai Saling menyalahkan kakak adik tentang tugas mematikan TV dan mengunci pintu pagar Berebut duduk didekat jendela di mobil Menumpahkan air minum di mobil Merengek minta es krim

Mengambilkan sandal mama Mendorongkan kereta belanjaan

Anak-anak, rata-rata Menerima 460 komentar negatif Atau kritik dan 75 komentar positif atau dukungan setiap hari
Komentar Negatif

Komentar Positif

Sumber : Quantum Learning, Bobby Porter

Komunikasi Produktif
Tangkap basah sebanyakbanyaknya saat anak melakukan aksi positif. Maka ia akan
mengulangi aksinya yang positif itu.

Sebuah pertanyaan saja, bagi anak ibarat mempelajari sebuah bab pelajaran yang dipelajari kakak-kakaknya disekolah. Maka jawabannya akan sangat berarti untuk mengasah ketajaman otaknya. Untuk mengembangkan kemampuan anak bertanya, bimbinglah anak untuk mempraktekan kunci utama pertanyaan;
5 WH + 1 H What apa WHY mengapa

WHEN kapan
WHERE dimana HOW bagaimana

WHO Siapa

Hendaknya bapaknya memilih ibunya, memberinya nama yang baik, dan mengajarkan Al-Quran kepadanya.
Umar bin Khattab

Penyebab Ibu Berlaku Kasar dan Emosional, al :


1.Kelelahan mengerjakan tugas rumah tangga 2.Kebosanan karena terkurung dilingkungan rumah 3.Jenuh akibat pergaulan terbatas 4.Kurang dihargai suami dan lingkungan 5.Pelampiasan konflik dengan suami 6.Pengaruh latar belakang pola pendidikan keluarga ketika kecil 7.Karakter dasar suku bangsanya