Anda di halaman 1dari 11

PENTINGNYA PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN

Oleh: Dr. S. Agus Santoso, M.AP

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2013

Perencanaan yang baik merupakan suatu

kelebihan tersendiri bagi organisasi, karena dengan perencanaan yang baik itu akan menjadi salah satu senjata bagi organisasi baik dalam menjalankan programnya pada situasi yang sangat dinamis maupun dalam perubahanperubahan yang terjadi di bidang teknologi, keuangan, persediaan sumber daya serta bidang lainnya. Fungsi pengendalian untuk memmantau dan mengkaji (bila perlu mengadakan koreksi) agar langkah-langkah kegiatan tersebut terbimbing ke arah tujuan yang telah ditetapkan.

PROSES PERENCANAAN
Forecasting
Usaha sistematis untuk meramalkan waktu yang akan datang dengan penarikan kesimpulan atas fakta yang diketahui. Forecasting kuantitatif dan kualitatif Establishing Objective Penetapan tujuan yang ingin dicapai melalui pelaksanaan pekerjaan Programming Aktivitas yang dilakukan dengan maksud menetapkan langkah utama, unit / anggota yang bertanggung jawab dan urutan waktu setiap langkah

Scheduling

Penetapan atau penunjukkan waktu menurut kronologi tertentu guna melaksanakan berbagai macam pekerjaan Budgeting Aktivitas untuk membuat pernyataan tentang sumber daya keuangan yang disediakan Developing procedure Aktivitas menormalisasikan cara, teknik dan metode pelaksanaan suatu pekerjaan Establishing & Interpreting policies Aktivitas yang dilakukan dalam menetapkan syarat berdasarkan kondisi manajer & karyawan akan bekerja

Berdasarkan aktivitas perencanaan tadi,

langkah-langkah penting dalam pekerjaan perencanaan : Menjelaskan permasalahan Mengusahakan untuk memperoleh informasi yang terhandal tentang aktivitas tersebut. Analisis dan klasifikasi informasi Menentukan dasar pendapat perencanaan dan batasan Menentukan rencana berganti Memilih rencana yang diusulkan Membuat urutan kronologis tentang rencana yang diusulkan Mengadakan pengendalian kemajuan terhadap rencana yang diusulkan

Proses dan sistematika perencanaan (Iman Soeharto, 2002) Menentukan Tujuan Tujuan organisasi dapat diartikan sebagai pedoman yang memberikan arah gerak segala kegiatan yang hendak dilakukan Menentukan Sasaran Sasaran adalah titik-titik tertentu yang perlu dicapai bila organisasi tersebut ingin tercapai tujuannya. Dalam konteks di atas, pelaksanaan proyek dapat digolongkan sebagai kegiatan dengan sasaran yang telah ditentukan dalam rangka mencapai tujuan. Mengkaji Posisi Awal Terhadap Tujuan Mengkaji posisi dan situasi awal terhadap tujuan dan sasaran yang dimaksud untuk mengetahui sejauh mana kesiapan dan posisi organisasi pada saat awal terhadap sasaran yang telah ada

Memilih Alternative
Dalam usaha meraih tujuan atau sasaran, tersedia berbagai pilihan tindakan atau cara mencapaianya. Umumnya ditempuh pilihan yang menjanjikan cara yang paling efisien dan ekonomis dari segi biaya Menyusun Rangkaian Langkah Mencapai Tujuan Proses ini terdiri dari penetapan langkah terbaik yang mungkin dapat dilaksanakan setelah memperhatikan berbagai batasan. Teknik dan Metode Perencanaan Dalam usaha meningkatkan kualitas perencanaan proyek diperkenalkan berbagai teknik dan metode perencanaan dengan analisis jaringan kerja (CPM, CB)

CPM (Critical Path Method)

teknik perencanaan dan pengendalian yang digunakan dalam proyek yang memiliki data biaya dari masa lampau. metode matematis yang mengukur manfaat dan biaya ekonomis suatu proyek

CB (Cost Benefit)

Mengingat teknik dan metode terebut berfungsi sebagai alat, maka penggunaanya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) ketepatan pemilihan teknik yang dipergunakan, 2) penguasaan sepenuhnya oleh perencanaan, 3) pemahaman aplikasinya oleh penyelia yang hendak menerapkannya dilapangan.

Top- Down

Perencanaan Top-Down berarti perencanaan di mulai dari atas ke bawah. Langkah selanjutnya adalah memecah tiap-tiap komponen kegiatan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti lokasi, fungsi, sifat, jenis pekerjaan dan ukuran. Keuntungan adalah adanya pemecahan yang bertingkat-tingkat yang membentuk semacam hirarkhi piramida sehingga akan mempermudah pengelolaan dan memperkecil kemungkinan adanya bagan-bagan yang terlewatkan. Button-Up Disini proyek dipecah secara terinci menjadi komponenkomponenya, setelah mempertimbangkan keperluan sumber daya pada tingkat normal. Kemudian diperkirakan berapa lama kurun waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan masing-masing komponen tersebut.

RENCANA

RENCANA STRATEGIS

RENCANA OPERASIONAL

RENCANA SEKALI PAKAI MEWUJUDKAN MISI PROGRAM

RENCANA TETAP KEBIJAKAN

PROYEK

PROSEDUR

ANGGARAN

PERATURAN