Anda di halaman 1dari 9

KONSEP PENGENDALIAN

Menurut R.J Mockler (dalam Soeharto, 2002) bahwa pengendalian adalah usaha yang sistemtis untuk menentukan standar yang sesuai dengan sasaran perencanaan, merancang sistem informasi, membandingkan pelaksanaan dan standar, kemudian mengambil tindakan koreksi yang diperlukan agar sumber daya digunakan secara efektif dan efisien dalam rangka mencapai sasaran Pengendalian adalah memonitor dan mengevaluasi tugas-tugas, artinya menilai apakah rencana yang ditetapkan dalam perencanaan telah tercapai.

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengendalian berkonsentrasi pada: a) pengendalian pekerjaan kearah tujuan, b) pengunaan secara efektif sumber daya yang ada, c) perbaikan atau koreksi masalah Perencanaan yang efektif: a) penyampaian perencanaan kepada semua pihak yang berkaitan dengannya, b) penjabaran perencanaan yang bersifat umum menjadi suatu action plan, c) usahakan sejauh mungkin menggunakan parameter kuantitatif

Manfaat perencanaan: a) memberi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan serta pengalokasian sumber daya dan dana secara optimum, b) memperkecil resiko dan ketidakpastian yang akan dihadapi di masa yang akan datang Pengedalian yang efektif: a) tepat waktu dan peka terhadap penyimpangan. Metode atau cara yang digunakan harus cukup peka sehingga dapat mengetahui adanya penyimpangan, b) bentuk dan tindakan yang diadakan tepat dan benar, c) terpusat pada masalah atau titik yang sifatnya strategis, dilihat dari segi penyelenggara proyek, d) mampu mengetengahkan dan mengkomunikasikan masalah dan penemuan, e) kegiatan pengendalian yang diperlukan tidak lebih dari yang diperlukan, f) dapat memberikan petunjuk berupa perkiraan hasil yang akan datang

Perencanaan (Planning)
Pengertian: Proses menyusun tujuan dan sasaran dan
memilih tindakan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Kegiatan-kegiatan perencanaan
Menetapkan tujuan dan sasaran Menyusun dasar-dasar pemikiran Memilih tindakan untuk mencapai tujuan dan sasaran Menciptakan kegiatan-kegiatan yang diperlukan Merencanakan kembali (re-planning) untuk mengoreksi deficiency(ies)

Pengorganisasian (Organizing)
Pengertian: Proses menghubungkan antara para pekerja
(employees) dengan pekerjaan-pekerjaan (jobs) untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.

Kegiatan-kegiatan pengorganisasian
Pembagian kerja di antara kelompok dan individual secara tertata rapi. Kordinasi kegiatan-kegiatan kelompok dan individual. Pemberian tanggungjawab dan wewenang manajerial

Penataan Staf (Staffing and Human Resource Management)


Pengertian: Proses untuk menjamin bahwa para pekerja yang memenuhi persyaratan telah dipilih dan ditempatkan untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi. Penataan staf dan manajemen sumberdaya manusia yang efektif juga meliputi penciptaan iklim kerja yang memberi kepuasan bagi para pekerja. Kegiatan-kegiatan penataan staf Menentukan karyawan, sesuai yang diperlukan Mengembangkan karyawan Memberi penghargaan

Kepemimpinan (Leading and Interpersonal Influence)


Pengertian: Proses pemberian motivasi kepada setiap anggota organisasi (sebagai kelompok dan individual) untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.

Pengendalian (Controlling)
Pengertian: Proses untuk menjamin bahwa pelaksanaan kerja akan dapat mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan. Kegiatan-kegiatan pengendalian Menetapkan standar pencapaian Menetapkan ukuran yang sesuai Membandingkan antara kinerja yang dicapai dengan standar yang telah ditetapkan. Melakukan tindakan korektif jika diperlukan.