HANDOUT

INTERPRETASI PETA TOPOGRAFI DAN FOTO UDARA

Oleh : Drs. Dede Sugandi, M.Si

JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

2008

Handout Pertemuan 1 :

BENTUK BUMI DAN KENAMPAKANNYA SERTA SEJARAH PENJELAJAHAN
Tujuan : Setelah mempelajari dan mendengar penjelasan tentang bentuk dan kenampakan nyaserta sejarah penjelajahan mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menyebutkan bentuk bola bumi, rotasi bumi dan pengaruh rotasi bumi. 2. Membedakan peta umum dan peta khusus 3. Menjelaskan peta yang menjadi dasar untuk pebuatan peta tematik

Prosedur Perkuliahan : Pada perkuliahan mahasiswa aktif untuk menghiitung dan menganalisis bentuk bola bumi, sehingga dalam Kegiatan mengajar terjadi diskusi, Tanya jawab.

Uraian Materi : Pada zaman dahulu ada anggapan bahwa buni itu datar dan memiliki ujung dan yang hanya digambarkan beberapa benua saja. Tetapi pada abad pertengahan ada pendapat bahwa bumi itu bulat. Meskipun pendapat ini benar tetapi pada saat anggapan itu salah dan menentang paham gereja, sehingga Galileo dihukum. Pendapat Galileo yang dianggap menyimpang, tetapi banyak orang mengganggap itu benar, sehingga pada saat itu terjadi penjelajahan dunia tanpa tujuan untuk kembali. Dengan waktu yang lama, maka ditemukanlah dunia baru seperti Benua Amerika, Australia, Antartika dan sebagainya. Dengan berhasilnya menemukan daerah baru dan membuktikan bahwa bumi itu bulat, maka diketemukan lagi langkah baru untuk menemukan suatu daerah, maka dibuatlah garis khayal pada bola bumi, sehingga penjelajahan ke daerah lain dapat mudah ditemukan dan bias kembali. Bola bumi berbentuk bola yang lonjong, dimana kutub memepat, sehingga jarijari kearah kutub lebih pendek (6358 km) daripada jari-jari kearah equator (6377 km).

Akibat pengaruh rotasi bumi terhadap siang dan malam. Bumi yang bulat yang disinari matahari sebagian-sebagian yang menyebabkan terjadinya siang dan malam. Bumi Sinar Malam Siang Matahari

Globe yang berbentuk bulat sulit untuk dibawa, maka globe perlu digambat pada bidang datar. Gambar pada bidang datar disebut dengan peta. Peta harus menggambarkan kenampakan yang sebenarnya. Kenampakan di permukaan bumi digambarkan pada peta dengan symbol dan symbol tersebut harus menunjukan karakteristik objek. Simbol-simbol yang digunakan pada peta yang harus mewakili kenampakan objek diwakili oleh 4 karakteristik objek seperti; Relief, Perairan, Vegetasi dan buatan manusia.

Sumber ; Erwin Raisz, 1948., General Cartography, Mc Graw Hill Book Companyu Inc, New York. Birch TN, 1964., Map Ropographical and Sratistical, Oxford at the Claredon Press, Folkstones. Dede Sugandi, 1991,. Interpretasi Peta Topografi dan Foto Udara, Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Bandung. Targumil, 1983., Ilmu Medan, Inti Ilmu Medan, Jawatan Topografi TNI-AD, Jakarta.

Handout Pertemuan 2 :

UKURAN BOLA BUMI
Ruang Lingkup : Garis khayal untuk : - Menghitung ukuran Bumi - menentukan lokasi - Koordinat Tujuan : Setelah mempelajari dan mendengar penjelasan tentang garis khayal, maka mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menghitung lingkaran bumi dari ekuator sampai kutub 2. Membedakan lingkaran tengah sampai kutub 3. Menjelaskan pentingnya garis khayal untuk menentukan lokasi

Prosedur Perkuliahan : Pada perkuliahan mahasiswa aktif untuk menghitung dan menganalisis bentuk bola bumi yang dipindahkan pada peta, sehingga dalam Kegiatan mengajar terjadi diskusi, Tanya jawab. Uraian Materi : Bola bumi berbentuk bola yang lonjong, dimana kutub memepat, sehingga jarijari kearah kutub lebih pendek (6358 km) daripada jari-jari kearah equator (6377 km). Pemepata kearah equator disebabkan, karena adanya rotasi bumi dari arah barat kearah timur.

6378 km

6358 km

koordinat ini untuk menentukan lokasi suatu tempat.Lingkaran kutub diperoleh dari rumus lingkaran yaitu : Lingkaran = 2Π 2 Dari rumus ini akan diperoleh lingkaran tiap lintang. Garis khayal yang ada pada peta dan globr disebut koordinat. Garis khayal yang menghubungkan kutub utara dan selatan disebut garis bujur. Koordinat Grid. Kooerdinat pada peta maupun pada globe ada 2. sedangkan garis yang melingkari belahan utara dan selatan disebut garis lintang. Garis khayal yang menghubungkan kutub utara dan selatan disebut X dan . tetapi jika dihitung dengan satuan berbeda. Untuk menghitung jari-jari (r) tiap lintang dengan menggunakan rumus : r = R. koordinat ini ditunjukan oleh garis yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan dengan ukuran derajat. cos α Dengan demikian lingkaran equator sampai kutub berbeda. yaitu : 1. m dan sebagainya akan berbeda. sehingga jika kita hitung dengan derajat. Kutub Utara Garis Bujur Equator\ Khatulistiwa Kutub Selatan 2. Koordinat ini berdasarkan proyeksi kartesius yaitu adanya sumbu X dan Y. maka lingkaran itu sama. seperti km. Koordinat geografi.

Peta Tematik. Mc Graw Hill Book Companyu Inc. 1983. Interpretasi Peta Topografi dan Foto Udara. E. Inti Ilmu Medan. karena tidak ada patokan yang tetap. 1964. Bandung.. Oxford at the Claredon Press. Garis khayal ini diukur dengan satuan Kilometer atan Meter.. Sumber . Jawatan Topografi TNI-AD. 21oooMT 21 MS ooo 29ooo MT 21oooMS Koordinat geografi digunakan di laut dan udara.. New Yorka. Targumil. Folkstones. Dept. karena ada patokan yang sifatnya tetap. Birch TN. Lukma T dan Ridawan. Ilmu Medan. sedangkan Koordinat Grid digunakan di darat. Suwarli. Map Ropographical and Sratistical. Dede Sugandi. Geodesi Fak. 1987. 1977.. Erwin Raisz. Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Bandung. . Teknik dan Perencanaan ITB. Jakarta.garis yang melingkari belahan utara dan selatan disebut Y. 1991... General Cartography. Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Bandung. Telaah Peta. 1948.

maka mahasiswa diharapkan dapat : 1. 6378 km 6358 km . Pemepata kearah equator disebabkan. sehingga jarijari kearah kutub lebih pendek (6358 km) daripada jari-jari kearah equator (6377 km).Peta Topografi . Membedakan ukuran Peta Topografi dan Rupabumi Prosedur Perkuliahan : Pada perkuliahan mahasiswa aktif untuk menghitung dan menganalisis bentuk bola bumi yang dipindahkan pada bidang datar dan ukuran pada peta. Tanya jawab.Peta Rupabumi Tujuan : Setelah mempelajari dan mendengar penjelasan tentang garis khayal. dimana kutub memepat. karena adanya rotasi bumi dari arah barat kearah timur.Handout Pertemuan 3 : PEMINDAHAN BOLA BUMI PADA BIDANG DATAR Ruang Lingkup : Ukuran Peta untuk : . sehingga dalam Kegiatan mengajar terjadi diskusi. Menghitung ukuran panjang dan lebar peta Topografi 2. Menghitung ukuran panjang dan lebar peta Rupabumi 3. Uraian Materi : Bola bumi berbentuk bola yang lonjong.

Dari rumus lingkaran dapat diketahui bahwa lingkaran bumi adalah 40. maka : 1 º = 111 km 30’ = 55.12 cm . Untuk menghitung jari-jari (r) tiap lintang dengan menggunakan rumus : r = R. cos α Dengan demikian lingkaran equator sampai kutub berbeda.Lingkaran kutub diperoleh dari rumus lingkaran yaitu : Lingkaran = 2Π 2 Dari rumus ini akan diperoleh lingkaran tiap lintang. m dan sebagainya akan berbeda.096 km dengan lingkaran 360º. sehingga jika kita hitung dengan derajat.096/360.000 1 º. Karena itu untuk peta topografi maupun 1 º = 111 km. tetapi jika dihitung dengan satuan berbeda. maka untuk peta skala 1 : 100. maka lingkaran itu sama.12cm cm 20’=37. seperti km.12 20’=37.5 km 20’ = 37. 20’=37.000 artinya 1cm pada peta sama denga 111 km di lapangan dan harus digambarkan pada peta dengan perbedaan rupabumi tidak menggambarkan tiap Peta Topografi : Skala 1 : 100.12 km Pada umumnya kerta memiliki lebar 1 meter atau 100 cm. Lingkaran 40.

Ukuran peta 2. Teknik dan Perencanaan ITB.000 Skala 1 : 50.12 cm 5’=37.12 10’=37. Jawatan Topografi TNI-AD. 1948. 1983. Peta Tematik.. Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Bandung. Lukma T dan Ridawan. Ilmu Medan.. Pada peta Topografi Koordinat grid yang ditonjolkan. Simbol Pemukiman pada peta topografi adalah hijau pada peta rupabumi adalah merah bata 3. Jakarta. tetapi perbedaan antara peta Topografi dan Rupabumi antara lain : 1. Inti Ilmu Medan. Dede Sugandi. E. 1964..000 10’=37.12 cm 5’=37. Dept. Geodesi Fak.... Telaah Peta. Sumber .Skala 1 : 50. Oxford at the Claredon Press. Bandung.12 cm cm 5’=37. New Yorka. sedangkan pada peta rupabumi koordinat geografi yang ditonjolkan.12 cm Meskipun keduanya merupkan peta umum. 1987.12 cm 10’=37. Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Bandung. Mc Graw Hill Book Companyu Inc. Folkstones. Interpretasi Peta Topografi dan Foto Udara. Map Ropographical and Sratistical.12 cm 5’=37. 1991. 1977. . Birch TN.12 cm 20’=37. Targumil. General Cartography. Suwarli. Erwin Raisz.

seperti berikut : .Handout Pertemuan 4 : PERHITUNGAN JARAK Ruang Lingkup : Skala peta : . maka dalam pembuatan peta digunakanlah skala peta. maka mahasiswa diharapkan dapat : 1. sehingga dalam Kegiatan mengajar terjadi diskusi.Jarak sebenarnya . Uraian Materi : Bola bumi yang berbentuk bola yang lonjong tidak mungkin untuk digambar sesuai aslinya. Membandingkan jarak datar dan jarak sebenarnya Prosedur Perkuliahan : Pada perkuliahan mahasiswa aktif untuk menghitung dan menganalisis bentuk bola bumi yang dipindahkan pada peta. Dengan skala dapat digunakan untuk menghitung jarak datar pada peta dan jarak datar di lapangan. Tanya jawab.Jarak datar . Skala peta adalah perbandingan jarak 2 titik pada peta dengan jarak datar di lapangan.Jarak medan Tujuan : Setelah mempelajari dan mendengar penjelasan tentang skala peta. Objek-objek pada permukaan bumi yang digambar diperkecil dan digambarkan secara vertical. Menghitung jarak pada peta dan jarak datar di lapangan 2. Menghitung jarak sebenarnya di lapangan dan jarak medan 3.

karena jalan tidak lurus. Karena itu skala yang tercantum untuk menghitung jarak datar di lapangan. Jarak sebenarnya Jarak datar Dari peta di atas menunjukan perbedaan antara jarak datar dan jarak sebenarnya.1000 800 600 400 A 200 B A B Pada gambar relief ini menunjukan bahwa peta digambar secara mendatar dan tiap objek digambar secara vertical. maka akan diperoleh jarak medan. seperti pada contoh peta di bawah : A B . sehingga jarak diperhitungkan dari tiap belokan pada peta dikalikan dengan skala peta. Artinya bahwa jarak datar dan jarak sebenarnya berbeda. Sedangkan jarak medan di perhitungkan pada arah jalan. tetapi berbelok.

Targumil. Jawatan Topografi TNI-AD.. Sumber . Folkstones. Ilmu Medan. E. Suwarli. Interpretasi Peta Topografi dan Foto Udara. 1948. Map Ropographical and Sratistical.. Dede Sugandi. Oxford at the Claredon Press. Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Bandung. Birch TN.. maka diperoleh jarak medan pada peta dan dapat diperkirakan jarak medan di lapangan. Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Bandung. Telaah Peta. 1991.Dengan mengukur tiap belokan dari titik A ke titik B. Jakarta.. Mc Graw Hill Book Companyu Inc. Erwin Raisz. . 1964. 1983. Inti Ilmu Medan. 1987.. New York. General Cartography.

derajat . seperti yan di tunjukan pada peta.Garis Bujur . Prosedur Perkuliahan : Pada perkuliahan mahasiswa aktif untuk menghiitung dan menganalisis bentuk bola bumi yang dipindahkan pada peta. Untuk menentukan koordinat baik Garis bujur maupun lintang dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Perbedaan = a xperbedaan a + b . Menentukan letak kordinat geografi suatu tempat berdasarkan peta topografi/rupabumi.. Uraian Materi : Pada peta toporafi atau rupabumi terdapat koordinat geografi yang ditunjukan oleh garis atau tanda derajat Timur atau Selatan. Menghitung jarak lurus pada peta 2. maka mahasiswa diharapkan dapat : 1.Handout Pertemuan 5 : PERHITUNGAN JARAK Ruang Lingkup : Penentuan Lokasi : Koordinat Geografi . sehingga dalam Kegiatan mengajar terjadi diskusi.Garis Lintang Tujuan : Setelah mempelajari dan mendengar penjelasan tentang koordinat geografi. Tanda T berarti garis Bujur timur dan S berarti garis lintang selatan. Karena itu Untuk menentukan koordinat geografi dapat dihitung dari angka koordinat geografi yang ada. Tanya jawab dan latihan menentukan koordinat suatu tempat.

Kordinat awal ditambah perbedaan koordinat. 107°50’ BT 7°10’ LS a=3 cm X o a=6 cm b=4 cm 108°00’BT b=7 cm 7°20’ LS Koordinat titik X adalah : a x 10 ' a + b 6 = x 10 ' Garis bujur (x) 6 + 4 6 = x 10 ' 10 = 6' = . sehingga suatu tempat diketahui koordinat geografinya.

Teknik dan Perencanaan ITB. Inti Ilmu Medan. E.. Birch TN. Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Bandung. 1964. Peta Tematik. Targumil. 1977. Bandung.. Oxford at the Claredon Press. . Jakarta. Lukman T dan Ridawan. Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Bandung. Ilmu Medan. New York. Map Ropographical and Sratistical. 1987. Erwin Raisz. Mc Graw Hill Book Companyu Inc. General Cartography. Jawatan Topografi TNI-AD. Interpretasi Peta Topografi dan Foto Udara. Suwarli. 1948. Folkstones... Telaah Peta.. Geodesi Fak.. Dept. 1991. Dede Sugandi.Maka Koordinat garis bujur titik X = 107°50’ + 6’ = 107°56’ BT Sedangkan Koordinat Garis Lintang adalah : a x10 ' a +b 3 = x10 ' 3+ 7 Garis bujur (x) 3 = x 10 ' 10 = 3' = Maka Koordinat garis Lintang titik X = 7°10’ + 3’ = 7°13’ LS Dengan demikian Koordinat Geografi titik X adalah : 107°50’ + 6’ = 107°56’ BT dan 7°10’ + 3’ = 7°13’ LS Sumber . 1983.

Handout Pertemuan 6 : PENENTUAN LOKASI Ruang Lingkup : Penentuan Lokasi : Koordinat Grid .000. 3.Sumbu X . Untuk skala 1: 50. Untuk skala 1: 25. Menghitung jarak lurus pada peta 2. sehingga perbedaannya tiap 2 mm pada peta di lapangan 100 m. Menghitung jarak datar berdasarkan grid Prosedur Perkuliahan : Pada perkuliahan mahasiswa aktif untuk menghitung dan menganalisis bentuk bola bumi yang dipindahkan pada peta. Untuk skala 1 : 100. maka mahasiswa diharapkan dapat : 1. Untuk menghitung koordinat grid. Untuk menentukan koordinat baik Garis grid(X) maupun grid (Y). sehingga dalam Kegiatan mengajar terjadi diskusi. Tanda T berarti garisgrid timur dan S berarti garis grid selatan.71 462. maka pada tiap gris dengan satuan kilometer dengan jarak 4 cm dibagi 10. seperti berikut : Sumbu 4 angka 6 angka 8 angka 10 angka satuan Km Hm Dam M X 46 462 4628 46280 Y 71 717 7173 71730 (X. Uraian Materi : Pada peta toporafi atau rupabumi selain terdapat koordinat geografi juga terdapat koordinat grid yang ditunjukan oleh garis dengan satuan kilometer Timur atau Selatan. seperti yan di tunjukan pada peta. 7173 46280.Sumbu Y Tujuan : Setelah mempelajari dan mendengar penjelasan tentang koordinat geografi. semakin banyak angkanya semakin rinci. Tanya jawab dan latihan menentukan koordinat suatu tempat.000. maka pada tiap gris dengan satuan kilometer dengan jarak 1 cm dibagi 10. Karena itu untuk menentukan koordinat grid dengan mencantumkan sumbu X dan Y. sehingga perbedaannya tiap 4 mm pada peta di lapangan 100 m. Karena itu Untuk menentukan koordinat grid dapat dihitung dari angka koordinat grid yang ada.000. maka yang dicantumkan adalah koordinat angka. 71730 . Koordinat grid terdapat angka untuk sumbu X dan sumbu Y. 717 4628. Menentukan letak kordinat grid suatu tempat berdasarkan peta topografi/rupabumi. maka pada tiap gris dengan satuan kilometer dengan jarak 2 cm dibagi 10.Y) 46. sehingga perbedaannya tiap 1 mm pada peta di lapangan 100 m.

Pada Peta Topografi Grid tercantum sebagai berikut : 722151000T 52000 53000 54000 55000 56000 57 000 58000 59000 722160000T 67 000 66000 65000 65000 º A 64000 63000 62000 61000 S Koordinat titik A adalah : Sumbu 4 angka 6 angka 8 angka 10 angka X 53 533 5331 53310 Y 64 647 6470 64700 XY 53. 6470 53310. 64700 .64 533. 647 5331.

. 1948. Mc Graw Hill Book Companyu Inc.. Jawatan Topografi TNI-AD. Dept.Tugas : Tentukan Koordinat pada peta Sumber .. Map Ropographical and Sratistical. Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Bandung. Interpretasi Peta Topografi dan Foto Udara. 1983. Suwarli. E. Inti Ilmu Medan.. 1977. Birch TN. Telaah Peta. 1991. 1987. Geodesi Fak. Bandung. Teknik dan Perencanaan ITB. Peta Tematik. Erwin Raisz. Oxford at the Claredon Press. Lukma T dan Ridawan. Jakarta... Folkstones. Dede Sugandi. General Cartography. New Yorka. . Targumil. Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Bandung. 1964. Ilmu Medan.

Tanya jawab dan latihan menentukan koordinat suatu tempat. Prosedur Perkuliahan : Pada perkuliahan mahasiswa aktif untuk menghitung dan menganalisis lpkaso kedudukan kita dan lokasi lain yang menjadi tujuan. Karena itu Untuk menentukan koordinat geografi dapat dihitung dari angka koordinat geografi yang ada. Tanda T berarti garis Bujur timur dan S berarti garis lintang selatan. Menentukan kedudukan kita dengan melihat objek yang ada pada peta dan ada di lapangan.Handout Pertemuan 7 : PENENTUAN KEDUDUKAN LOKASI Ruang Lingkup : Lokasi suatu tempat : . Untuk menentukan koordinat baik Garis bujur maupun lintang dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Perbedaan = a xperbedaan .kedudukan tempat lain Tujuan : Setelah mempelajari dan mendengar penjelasan tentang koordinat geografi. seperti yan di tunjukan pada peta.kedudukan kita . sehingga kita dapat menentukan kedudukan kita 2. Menentukan kedudukan lokasi lain yang ada pada peta dan ada di lapangan 4. Untuk mengetahui kedudukan lokasi kita dengan lokasi lain dengan melihat objek yang ada pada peta dan di lapangan. sehingga dalam Kegiatan mengajar terjadi diskusi. Uraian Materi : Pada peta toporafi atau rupabumi terdapat koordinat geografi yang ditunjukan oleh garis atau tanda derajat Timur atau Selatan. Menghitung koordinat geografi dan grid pada peta lokasi lain yang menjadi tujuan. 3.derajat a+b . maka mahasiswa diharapkan dapat : 1. Menghitung koordinat geografi dan grid pada peta lokasi kedudukan kita.

107°50’ BT 7°10’ LS a=3 cm X o a=6 cm b=4 cm 108°00’BT b=7 cm 7°20’ LS Koordinat titik X adalah : a x 10 ' a + b 6 = x 10 ' Garis bujur (x) 6 + 4 6 = x 10 ' 10 = 6' = .Kordinat awal ditambah perbedaan koordinat. sehingga suatu tempat diketahui koordinat geografinya.

maka pada tiap gris dengan satuan kilometer dengan jarak 1 cm dibagi 10. sehingga perbedaannya tiap 1 mm pada peta di lapangan 100 m. Untuk skala 1: 50.000. maka yang dicantumkan adalah koordinat angka. sehingga perbedaannya tiap 4 mm pada peta di lapangan 100 m. Untuk menentukan koordinat baik Garis grid(X) maupun grid (Y). Tanda T berarti garisgrid timur dan S berarti garis grid selatan.000. Karena itu Untuk menentukan koordinat grid dapat dihitung dari angka koordinat grid yang ada. Untuk skala 1 : 100. maka pada tiap gris dengan satuan kilometer dengan jarak 4 cm dibagi 10. seperti yan di tunjukan pada peta.Maka Koordinat garis bujur titik X = 107°50’ + 6’ = 107°56’ BT Sedangkan Koordinat Garis Lintang adalah : a x10 ' a +b 3 = x10 ' 3+ 7 Garis bujur (x) 3 = x 10 ' 10 = 3' = Maka Koordinat garis Lintang titik X = 7°10’ + 3’ = 7°13’ LS Dengan demikian Koordinat Geografi titik X adalah : 107°50’ + 6’ = 107°56’ BT dan 7°10’ + 3’ = 7°13’ LS Selain koordinat geografi perlu juga menentukan koordinat grid. Koordinat grid terdapat angka untuk sumbu X dan sumbu Y. Untuk menghitung koordinat grid. semakin banyak angkanya semakin rinci. seperti berikut : . Untuk skala 1: 25. sehingga perbedaannya tiap 2 mm pada peta di lapangan 100 m. Pada peta toporafi atau rupabumi selain terdapat koordinat geografi juga terdapat koordinat grid yang ditunjukan oleh garis dengan satuan kilometer Timur atau Selatan.000. Karena itu untuk menentukan koordinat grid dengan mencantumkan sumbu X dan Y. maka pada tiap gris dengan satuan kilometer dengan jarak 2 cm dibagi 10.

7173 46280. 717 4628.71 462.Sumbu 4 angka 6 angka 8 angka 10 angka satuan Km Hm Dam M X 46 462 4628 46280 Y 71 717 7173 71730 (X.Y) 46. 71730 Pada Peta Topografi Grid tercantum sebagai berikut : 722151000T 52000 53000 54000 55000 56000 57 000 58000 59000 722160000T 67 000 66000 65000 65000 º A 64000 63000 62000 61000 S .

1964.. Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Bandung.64 533. Lukman T dan Ridawan. Mc Graw Hill Book Companyu Inc. Ilmu Medan.Koordinat titik A adalah : Sumbu 4 angka 6 angka 8 angka 10 angka X 53 533 5331 53310 Y 64 647 6470 64700 XY 53. Jawatan Topografi TNI-AD. 1991. Suwarli. 1977.. 6470 53310. Map Ropographical and Sratistical. 647 5331. . General Cartography. Erwin Raisz. 64700 Tugas : Tentukan Koordinat pada peta Sumber . Oxford at the Claredon Press. Bandung. Dept. Telaah Peta.. Targumil.. Dede Sugandi.. Interpretasi Peta Topografi dan Foto Udara. 1987. 1948. Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Bandung. New York. 1983. Inti Ilmu Medan. Folkstones. Peta Tematik. Jakarta.. Teknik dan Perencanaan ITB. Geodesi Fak. Birch TN. E.

Handout Pertemuan 8 : UJIAN TENGAH SEMESTER Ruang Lingkup : Materi dari pertemuan 1 sampai 7: .

Menjelaskan orientasi pada peta dan di lapangan Prosedur Perkuliahan : Pada perkuliahan mahasiswa aktif untuk menghitung dan menganalisis orientasi dari bola bumi dan peta yang disesuaikan dengan keadaan di lapangan. magnit dan sebenarnya 3. Kutub Utara Arah Utara sebenarnya Equator/ Khatulistiwa Kutub Selatan . terutama gariskhayal bujur merupakan garis yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan dengan ukuran derajat. Koordinat pada peta maupun pada globe ada 2. Membedakan orientasi utara peta. koordinat ini untuk menentukan lokasi suatu tempat. yaitu : 1. Tanya jawab. sehingga dalam Kegiatan mengajar terjadi diskusi. Garis khayal yang menghubungkan kutub utara dan selatan disebut garis bujur dan garis ini sebagai dasar untuk menentukan arah utara sebenarnya. maka mahasiswa diharapkan dapat : 1. menyebutkan orientasi yang didasarkan garis khayal bumi 2.Utara Sebenarnya Tujuan : Setelah mempelajari dan mendengar penjelasan tentang orientasi peta yang didasarkan pada orientasi bumi.Handout Pertemuan 9 : IKHTILAP Ruang Lingkup : Orientasi : . Koordinat geografi.Utara Magnit . Uraian Materi : Garis khayal yang ada pada peta dan globe disebut koordinat.Utara Peta .

Garis khayal yang menghubungkan kutub utara dan selatan disebut X dan garis yang melingkari belahan utara dan selatan disebut Y. Koordinat Grid. Pada peta garis X tegak lurus dengan garis Y. Utara grid disebut juga utara peta. Arah Utara Grid/Peta Kutub Utara Arah Utara sebenarnya Equator/ Khatulistiwa Kutub Selatan Pada peta akan tampak sebagai berikut : . Koordinat ini berdasarkan proyeksi kartesius yaitu adanya sumbu X dan Y. maka arah utara grid terjadi penyimpangan dari utara sebenarnya. Garis khayal ini diukur dengan satuan Kilometer atan Meter. karena ukuran derajat dengan satuan km berbeda.2.

Mc Graw Hill Book Companyu Inc. Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Bandung.. tetapi tidak berimpit dengan kutub utara dan selalu bergerak. Artinya kita dituntut untuk menghitung arah penyimpangan antara arah utara peta. sedangkan Koordinat Grid digunakan di darat. Utara magnit ini ditunjukan oleh kompas. 1977. 3. 1991. Suwarli. Dede Sugandi. Bandung. 1964. 1987.107ºBT 21 29000 S 29000 T 27 25 23 21 Koordinat geografi digunakan di laut dan udara. Jawatan Topografi TNI-AD. Jakarta. Bumi memiliki magnit dan magnit bumi terletak di uatar. 1983. Targumil. Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Bandung... E. Telaah Peta. Erwin Raisz. Teknik dan Perencanaan ITB. . yang kita gunakan adalah utara magnit melalui kompas. Birch TN. sebenarnya dengan utara magnit. Oxford at the Claredon Press.. karena itu pada peta tidak ada. Folkstones. Peta Tematik. Lukman T dan Ridawan. Sumber . Map Ropographical and Sratistical. Dept. General Cartography. tetapi jika kita melakukan perjalanan. Inti Ilmu Medan. New York. 1948. karena ada patokan yang sifatnya tetap.. Interpretasi Peta Topografi dan Foto Udara. Ilmu Medan.. Geodesi Fak. karena tidak ada patokan yang tetap.

Tanya jawab.Peta . maka mahasiswa diharapkan dapat : 1.Magnit Tujuan : Setelah mempelajari dan mendengar penjelasan tentang penyimpangan arah yang didsarkan pada orientasi bumi. menghitung penyimpangan arah dari utara sebenarnya kearah utara peta 2. Uraian Materi : Ikhtilap yang ditunjukan pada peta terletak pada muka legenda yang digambarkan sebagai berikut : Us Up 15’ Um 21’ 2000 Perubahan deklinasi magnit Decrease -2’/th . sehingga dalam Kegiatan mengajar terjadi diskusi. Menghitung penyimpangan arah dari utara sebenarnya kearah utara magnit Prosedur Perkuliahan : Pada perkuliahan mahasiswa aktif untuk menghitung dan menganalisis penyimpangan arah di lapangan berdasarkan peta.Handout Pertemuan 10 : PENYIMPANGAN ARAH Ruang Lingkup : Deklinasi : .

. . Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Bandung. Jakarta. Folkstones. Jawatan Topografi TNI-AD.B 62º10’ A . E. Dari ikhtilap tersebut maka kita akan mengetahui : Deklinasi peta dari titik A ke titik B = 62º10’ Deklinasi magnit dari titik A ke titik B = 62º10’-10’= 62º Artinya di lapangan kita harus menghadap dan berjalan dengan sudut magnit = 62º Sumber .Dari ikhtilap tersebut. Targumil. perubahan deklinasi magnit – 2’/th. Suwarli. maka jika kita ke lapangan th 2005. Inti Ilmu Medan. Mc Graw Hill Book Companyu Inc. 1948. 1964. New York. Oxford at the Claredon Press. Ilmu Medan... Erwin Raisz. Telaah Peta. maka perubahn deklinasi magnit adalah 2’ x 5 = 10’ . 1983.. Map Topographical and Sratistical. 1987. Birch TN. General Cartography.

maka mahasiswa diharapkan dapat : 1.Handout Pertemuan 11 : PENYIMPANGAN ARAH Ruang Lingkup : Deklinasi : . sehingga dalam Kegiatan mengajar terjadi diskusi. menghitung penyimpangan arah dari utara sebenarnya kearah utara peta 2.Sebenarnya Tujuan : Setelah mempelajari dan mendengar penjelasan tentang penyimpangan arah yang didsarkan pada orientasi bumi. Uraian Materi : Ikhtilap yang ditunjukan pada peta terletak pada muka legenda yang digambarkan sebagai berikut : Us Up 15’ Um 21’ 2000 Perubahan deklinasi magnit Decrease -2’/th . Menghitung penyimpangan arah dari utara sebenarnya kearah utara magnit Prosedur Perkuliahan : Pada perkuliahan mahasiswa aktif untuk menghitung dan menganalisis penyimpangan arah di lapangan berdasarkan peta. Tanya jawab.Magnit .

. maka perubahn deklinasi magnit adalah 2’ x 5 = 10’ . Magnit bumi mengalami perubahan. Dari ikhtilap tersebut maka kita akan mengetahui : Deklinasi peta dari titik A ke titik B = 62º10’ Deklinasi magnit dari titik A ke titik B = 62º10’-10’= 62º Artinya di lapangan kita harus menghadap dan berjalan dengan sudut magnit = 62º Semua penyimpangan ditunjukan bahwa : Deklinasi peta adalah penyimpangan arah utara peta dari arah sebenarnya Deklinasi magnit adalah penyimpangan arah utara magnit dari utara sebenarnya. sehingga setiap kita ke lapangan. perubahan deklinasi magnit – 2’/th. Erwin Raisz. New York. maka perlu memperhitungkan penyimpangan arah pada setiap daerah. ari uraian diatas dapat Sumber . didasarkan pada utara sebenarnya. 1948. maka jika kita ke lapangan th 2005. . General Cartography.B 62º10’ A .Dari ikhtilap tersebut. Mc Graw Hill Book Companyu Inc.

. Telaah Peta. Jakarta.Lukman T dan Ridawan.. 1987... Peta Tematik. Oxford at the Claredon Press. Targumil. 1983. Interpretasi Peta Topografi dan Foto Udara. Bandung. Map Ropographical and Sratistical. Folkstones. Geodesi Fak. 1991. 1964. Suwarli. Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Bandung. Birch TN. 1977. . Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Bandung. Dede Sugandi. Teknik dan Perencanaan ITB. Inti Ilmu Medan. Ilmu Medan. Jawatan Topografi TNI-AD. E.. Dept.

Utara Magnit . Menghitung penyimpangan arah setip objek di permukaan bumi 2. Tanya jawab.Utara Sebenarnya Tujuan : Setelah mempelajari dan mendengar penjelasan tentang penentuan arah yang didasarkan pada orientasi bumi. sehingga dalam Kegiatan mengajar terjadi diskusi. maka mahasiswa diharapkan dapat : 1. Uraian Materi : Ikhtilap yang ditunjukan pada peta terletak pada muka legenda yang digambarkan sebagai berikut : .Handout Pertemuan 12 : PENENTUAN ARAH Ruang Lingkup : Penyimpangan arah dari : . Menentukan arah tujuan di lapangan berdasarkan peta Prosedur Perkuliahan : Pada perkuliahan mahasiswa aktif untuk menghitung dan menganalisis penyimpangan arah di lapangan berdasarkan peta.Utara Peta .

Maka Ikhtilap tahun 2005 sebagai berikut : Up Us 15’ Um 11’ 2005 .2 x 5 = -10 ‘ Deklinasi magnit tahun 2005 = 36’ – 10’ = 25 ‘ Deklinasi peta tahun 2005 = 15 ‘ < UP – um tahun 2005 = 21 ‘ – 10 ‘ = 11 ‘.Up Us 15’ Um 21’ 2000 Perubahan deklinasi magnit Decrease -2’/th Perubahan deklinasi pada saat ke lapangan tahun 2005 sebagai berikut : • • • Deklinasi magnit adalah penyimpangan arah Um dari Us. Deklinasi Peta adalah penyimpangan arah Up dari Us < Up – Um aalah sudut yang dibentuk Um dan Up Perubahan deklinasi tahun 2005 = .

Jika penentuan ara pada peta sebagai berikut : 107º20’ BT 9231000.T Us A• B• Peta sesuaikan dengan arah utara sebenarnya dan titik A sejajarkan dengan garis pinggir berdasarkan derajat BT. B = 165°20’ Arah pada saat di lapangan tahun 2005. maka garis itu merupakan arah utara sebenarnya. Selanjutnya ukur dengan usur derajat akan diperoleh Sudur Us ke . Dari titik A ke titik B = Azimut Sebenarnya = 165°20’ Arah Peta = 165°20’ + 11’ = 165°31’ .

Azimut magnit = 165°20’ + 26’ = 165°46’ Sumber .. Bandung. Teknik dan Perencanaan ITB. 1948.. 1987.. Interpretasi Peta Topografi dan Foto Udara. Folkstones. Dept. Erwin Raisz. Geodesi Fak. Peta Tematik. 1991. Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Bandung. Dede Sugandi.. Suwarli. Jawatan Topografi TNI-AD. Inti Ilmu Medan. E. Ilmu Medan. 1964. 1977. Mc Graw Hill Book Companyu Inc. General Cartography. 1983. Targumil. Jakarta. New York. Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Bandung. Map Ropographical and Sratistical. . Lukman T dan Ridawan.. Telaah Peta.. Oxford at the Claredon Press. Birch TN.

maka objek di lapangan yang digambar adalah karakteristik objek. Menjelaskan symbol yang digambarkan objek buatan manusia Prosedur Perkuliahan : Pada perkuliahan mahasiswa aktif untuk melihat dan menganalisis symbol-simbol yang ada pada peta topografi maupun rupabumi. Jadi kontur adalah garis khayal yang menghubungkan titik-titik ketinggian yang sama. Kontur dapat dibuat peta kemiringan lereng.Relief .Vegetasi . sehingga dalam Kegiatan mengajar terjadi diskusi. morfologi dan sebagainya. Uraian Materi : Simbol merupakan gambar objek di permukaan bumi yang sesuai dengan keadaan sebenarnya. maka mahasiswa diharapkan dapat : 1. Warna coklat digambar untuk menunjukan relief dengan symbol garis yang disebut kontur.Handout Pertemuan 13 : SIMBOL Ruang Lingkup : Simbol Peta Umum : . Karena itu objek yang harus digambarkan harus menunjukan objek di lapangan. Menjelaskan symbol yang digambarkan perairan 3.Perairan . . Menjelaskan symbol yang digambarkan relief 2. Menjelaskan symbol yang digambarkan vegetasi 4.Buatan manusia Tujuan : Setelah mempelajari dan mendengar penjelasan tentang Simbol yang digunakan pada peta umum. Tanya jawab. 1.

Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Bandung. Warna hitam. 1948. jalan. Inti Ilmu Medan. Lukman T dan Ridawan. 3. jembatan dan sebagainya. Ladang. Semakin gelap dari warna biru menunjukan tingkat kedalaman. seperti : sungai. danau. Geodesi Fak. Telaah Peta.. seperti : Gereja digambar salib Mesjid digambar Kubah bulan bintang Kuburan digambar nisan Jembatan digambar pagarnya Dan sebagainya.. Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Bandung. rawa dan sebagainya. Erwin Raisz. Folkstones. seperti : Hutan belukar. Peta Tematik. tetapi penggambaran dari objek tidak lepas dari karakteristik objek. Jadi semua objek di permukaan bumi diwakili oleh 4 karakter.. 1977. Warna Biru digambar untuk menunjukan perairan yang ada di permukaan bumi. merah digambar untuk menunjukan objek buatan manusia di permukaan bumi. . E. Jawatan Topografi TNI-AD. Bandung. seperti . Dede Sugandi. New York. mata air. perkebunan dan sebagainya.2. Mc Graw Hill Book Companyu Inc. Ilmu Medan. Warna hijau digambar untuk menunjukan vegetasi yang ada di permukaan bumi. Dept. General Cartography. 1991. 1987. Semakin gelap dari warna hijau menunjukan tingkat kerapatan vegetasi. Hutan pinus. Sumber . Birch TN. Targumil. Oxford at the Claredon Press.. laut. 4. Interpretasi Peta Topografi dan Foto Udara. 1983. pemuiman. Suwarli... Jakarta. bendungan. Map Ropographical and Sratistical. 1964. Teknik dan Perencanaan ITB.

Membedakan jenis batuan berdasarkan pola aliran Prosedur Perkuliahan : Pada perkuliahan mahasiswa aktif untuk melihat dan menganalisis kenampakan melalui symbol-simbol yang ada pada peta topografi maupun rupabumi. Tanya jawab. Uraian Materi : Jenis batuan yang berbeda akan membentuk pola aliran yang berbeda. maka mahasiswa diharapkan dapat : 1.Pola aliran . . Pola aliran.Handout Pertemuan 14 : ANALISIS GEOGRAFIS Ruang Lingkup : Keadaan fisis : .Jenis batuan Tujuan : Setelah mempelajari dan mendengar penjelasan permukaan bumi melalui Simbol-simbol yang ada pada peta. Menjelaskan kenampakan symbol yang tergambar pada peta 2. sehingga dalam Kegiatan mengajar terjadi diskusi. Menganalisis Jenis batuan melalui pola aliran 3. seperti berikut : Dendritik Rektangular Pola aliran ini seperti cabang pohon yang Menunjukan bahwa batuan mudah tererosi Pola aliran ini membentuk hampir siku-siku Menunjukan bahwa batuan tahan erosi. karena itu pola aliran dapat memperkirakan jenis baruan pada suatu DAS.

Material keras memiliki porositas tanahrendah. Pelapukan batuan kurang dan terbentuk pada lereng pegunungan atau bukan dataran. Pola aliran ini terbentuk pada lereng pegunungan. dengan batuan yang mudah tererosi diperkirakan pola aliran ini didasari oleh batuan vulkanik dengan material debu.Sentripugal Sentripetal Pola aliran ini menyebar kearah luar yang Menunjukan bahwa batuan mudah tererosi Dendritik Pola aliran ini mengalir memusat yang Menunjukan bahwa batuan kedap air. pasir dan lempung. seperti granit. Pola aliran ini terbentuk pada puncak dan lereng pegunungan. sehingga baik untuk peresapan air dan dibiarkan menjadi daerah hijau seperti hutan. karena rawan erosi dan longsor. Material kasar ini memiliki porositas tanah cukup tinggi. Material kasar ini memiliki porositas tanah cukup tinggi. . sehingga baik untuk peresapan air. sehingga daerah ini sebaiknya dihijaukan. Sentripugal dengan batuan yang mudah tererosi diperkirakan pola aliran ini didasari oleh batuan vulkanik dengan material debu. Rektangular dengan batuan yang tahan terhadap erosi diperkirakan pola aliran ini didasari oleh batuan vulkanik dan terjadi patahan/sesar. granodiorit. pasir dan lempung.

1964. 1987. Folkstones. Oxford at the Claredon Press. Erwin Raisz. Mc Graw Hill Book Companyu Inc. Jakarta.. Geodesi Fak. Lukman T dan Ridawan. New York. Pola aliran ini didasari oleh batuan Karst/kapur dan kedap air.. Map Ropographical and Sratistical. 1983. Peta Tematik. General Cartography. Interpretasi Peta Topografi dan Foto Udara.Sentripetal dengan batuan yang kedap air dan morfologi karst. sehingga terbentuk dolina dan sungai bawah tanah. Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Bandung. Targumil. Dept. Jawatan Topografi TNI-AD. Sumber . Teknik dan Perencanaan ITB. Ilmu Medan. Inti Ilmu Medan. Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Bandung... Bandung. Telaah Peta. Suwarli... 1991. E. 1948. maka pada pola aliran ini baiki ditanam pohon yang dapat mempercepat pelapukan batuan. 1977. Dede Sugandi. . Birch TN.

ukuran dan kenampakan perlu dihitung dan dianalisis. Menganalisis perencanaan pembangunan berdasarkan sifat-sifat fisik wilayah Prosedur Perkuliahan : Pada perkuliahan mahasiswa aktif untuk melihat dan menganalisis kenampakan melalui Foto udara. skala dan kenampakan objek yang ada pada foto udara. sehingga dalam Kegiatan mengajar terjadi diskusi. Foto udara standar berukuran 23 cm x 23 cm.Ukuran . . sehingga data foto udara dapat dijadikan isi bagi peta. Uraian Materi : Hasil perekaman foto udara menampilkan objek sebenarnya di permukaan bumi. Menjelaskan kenampakan symbol yang tergambar pada peta 2.Distorsi Tujuan : Setelah mempelajari dan mendengar penjelasan permukaan bumi melalui Simbol-simbol yang ada pada peta. Karena perekaman dilakukan di udara. sedangkan skala diperhitungkan dari ketinggian terbang.kenampakan . panjang focus dan ketinggian objek.Skala . maka skala. maka mahasiswa diharapkan dapat : 1. Tanya jawab. Menganalisis morfologi berdasarkan pola aliran dan batuan 3.Handout Pertemuan ke : 15 ANALISIS GEOGRAFIS MELALUI FOTO UDARA Ruang Lingkup : Foto udara . ukuran.

H = 5.f h H Skala dihitung sebagai berikut : S= f H −h Contoh : f = 10 cm.2 km dan h = 200 m Skala foto S = f H −h S= S= S= 10 520000 − 20000 10 500000 1 1 50000 50000 = x = = 50.000 50000 1 1 1 .

Erwin Raisz. Mc Graw Hill Book Companyu Inc. Birch TN. Folkstones. Bayangan adalah bayangan dari objek jika kena sinar matahari 8. Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Bandung. . 1983. Tekstur pantulan tenaga dari objek 4. karena itu untuk analisis foro udara dengan menggunakan unsure interpretasi. Ilmu Medan. Sumber . New York. 1991. 1964. dapat menenrukan jenis dari objek yang ada pada foto udara. General Cartography. Suwarli. Asosiasi adalah keterkaitan objek dengan objek lainnya Dengan mengetahui skala. Inti Ilmu Medan. seperti : 1.. Jakarta. 1987. Jurusan Pendidikan Geografi FPIPS IKIP Bandung. Bentuk adalah bentuk dari objek 5.. Interpretasi Peta Topografi dan Foto Udara. maka akan diketahui luas dan panjang objek..Kenampakan pada foto udara sesuai dengan keadaan sebenarnya. Pola adalah Keteraturan objek 6. Rona adakah gelap terangnya kenampakan objek 2. Telaah Peta. sedangkan dengan unsure analisis. Dede Sugandi. Jawatan Topografi TNI-AD. 1948. Map Topographical and Sratistical.. Situs adalah cirri khas objek 9. Ukuran adalah ukuran objek 3. Tinggi adalah objek yang memiliki ketinggian 7. Targumil. Oxford at the Claredon Press. E..

Handout Pertemuan ke : 16 UJIAN AKHIR SEMESTER .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful