P. 1
Standar Pelayanan Minimal Kesehatan; Sebuah Panduan Formulasi di Tingkat Puskesmas/Kecamatan

Standar Pelayanan Minimal Kesehatan; Sebuah Panduan Formulasi di Tingkat Puskesmas/Kecamatan

|Views: 244|Likes:
Di dalam sebuah negara besar seperti Indonesia, dengan tingginya tingkat variabilitas antar daerah sesungguhnya diperlukan sebuah SPM yang juga spesifik lokal. Penerbitan
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1457/Menkes/Sk/X/2003 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota sebenarnya sebuah langkah
maju dalam upaya akuntabilitas kinerja pelayanan publik.

Penerbitan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 741/MENKES/PER/VII/ 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/ Kota yang menganulir kebijakan sebelumnya juga sebenarnya sangat
produktif. Karena kebijakan terbaru tentang SPM Kesehatan ini lebih menyederhanakan indikator kinerja di bidang pelayanan kesehatan.

Kekurangan dari ke-dua kebijakan ini adalah tidak mengadopsi tingkat variabilitas yang tinggi antar wilayah. Untuk itu maka buku ini ditulis.
Di dalam sebuah negara besar seperti Indonesia, dengan tingginya tingkat variabilitas antar daerah sesungguhnya diperlukan sebuah SPM yang juga spesifik lokal. Penerbitan
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1457/Menkes/Sk/X/2003 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota sebenarnya sebuah langkah
maju dalam upaya akuntabilitas kinerja pelayanan publik.

Penerbitan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 741/MENKES/PER/VII/ 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/ Kota yang menganulir kebijakan sebelumnya juga sebenarnya sangat
produktif. Karena kebijakan terbaru tentang SPM Kesehatan ini lebih menyederhanakan indikator kinerja di bidang pelayanan kesehatan.

Kekurangan dari ke-dua kebijakan ini adalah tidak mengadopsi tingkat variabilitas yang tinggi antar wilayah. Untuk itu maka buku ini ditulis.

More info:

Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/21/2014

pdf

text

original

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor
741/Menkes/Per/VII/ 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal
Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota maka jenis pelayanan
yang wajib diselenggarakan oleh Kabupaten/Kota ada 4 (empat)
jenis, yaitu;

1. Pelayanan Kesehatan Dasar
2. Pelayanan Kesehatan Rujukan
3. Penyelidikan Epidemiologi dan Penanggulangan
Kejadian Luar Biasa, dan
4. Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat.

SPM KESEHATAN;

10

Sebuah Panduan Formulasi di Tingkat Puskesmas/Kecamatan

Sedang indikator untuk masing-masing jenis pelayanan
kesehatan tersebut dirinci dalam paparan sebagai berikut;

Pelayanan Kesehatan Dasar
1. Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4
2. Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani
3. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan
yang memiliki kompetensi kebidanan
4. Cakupan pelayanan nifas
5. Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani
6. Cakupan kunjungan bayi
7. Cakupan Desa/Kelurahan UCI
8. Cakupan pelayanan anak balita
9. Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada
anak usia 6 -24 bulan gakin
10. Cakupan balita gizi buruk mendapat perawatan
11. Cakupan penjaringan kesehatan siswa Sekolah Dasar
(SD) & setingkat
12. Cakupan peserta Keluarga Berencana (KB) aktif
13. Cakupan penemuan dan penanganan penderita penyakit
14. Cakupan pelayanan kesehatan dasar masyarakat
miskin.

SPM KESEHATAN;

Sebuah Panduan Formulasi di Tingkat Puskesmas/Kecamatan

11

Pelayanan Kesehatan Rujukan
1. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien
masyarakat miskin
2. Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yang harus
diberikan sarana kesehatan (Rumah Sakit) di
Kabupaten/Kota.

Penyelidikan Epidemiologi dan Penanggulangan Kejadian Luar
Biasa

1. Cakupan Desa/Kelurahan mengalami Kejadian Luar
Biasa (KLB) yang dilakukan penyelidikan epidemiologi <
24 jam.

Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
1. Cakupan Desa Siaga Aktif.

Total jumlah indikator di tingkat Kabupaten/Kota ini
mencapai 18 (delapan belas) indikator. Semua indikator akan
dilakukan proses pembuatan turunan menjadi indikator
Puskesmas/Kecamatan, kecuali indikator Jenis Pelayanan
Rujukan yang nomor 2; yaitu ‘Cakupan pelayanan gawat darurat
level 1 yang harus diberikan sarana kesehatan (Rumah Sakit) di
Kabupaten/Kota’. Hal ini dikarenakan indikator ini hanya ada di
tingkat Kabupaten/Kota.

SPM KESEHATAN;

12

Sebuah Panduan Formulasi di Tingkat Puskesmas/Kecamatan

SPM KESEHATAN;

Sebuah Panduan Formulasi di Tingkat Puskesmas/Kecamatan

13

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->