P. 1
Standar Pelayanan Minimal Kesehatan; Sebuah Panduan Formulasi di Tingkat Puskesmas/Kecamatan

Standar Pelayanan Minimal Kesehatan; Sebuah Panduan Formulasi di Tingkat Puskesmas/Kecamatan

|Views: 244|Likes:
Di dalam sebuah negara besar seperti Indonesia, dengan tingginya tingkat variabilitas antar daerah sesungguhnya diperlukan sebuah SPM yang juga spesifik lokal. Penerbitan
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1457/Menkes/Sk/X/2003 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota sebenarnya sebuah langkah
maju dalam upaya akuntabilitas kinerja pelayanan publik.

Penerbitan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 741/MENKES/PER/VII/ 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/ Kota yang menganulir kebijakan sebelumnya juga sebenarnya sangat
produktif. Karena kebijakan terbaru tentang SPM Kesehatan ini lebih menyederhanakan indikator kinerja di bidang pelayanan kesehatan.

Kekurangan dari ke-dua kebijakan ini adalah tidak mengadopsi tingkat variabilitas yang tinggi antar wilayah. Untuk itu maka buku ini ditulis.
Di dalam sebuah negara besar seperti Indonesia, dengan tingginya tingkat variabilitas antar daerah sesungguhnya diperlukan sebuah SPM yang juga spesifik lokal. Penerbitan
Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1457/Menkes/Sk/X/2003 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota sebenarnya sebuah langkah
maju dalam upaya akuntabilitas kinerja pelayanan publik.

Penerbitan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 741/MENKES/PER/VII/ 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/ Kota yang menganulir kebijakan sebelumnya juga sebenarnya sangat
produktif. Karena kebijakan terbaru tentang SPM Kesehatan ini lebih menyederhanakan indikator kinerja di bidang pelayanan kesehatan.

Kekurangan dari ke-dua kebijakan ini adalah tidak mengadopsi tingkat variabilitas yang tinggi antar wilayah. Untuk itu maka buku ini ditulis.

More info:

Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/21/2014

pdf

text

original

Berdasarkan fakta-fakta lapangan hasil penelitian
maupun uji coba di 8 (delapan) wilayah maka direkomendasikan
bahwa;

1. Perlu dipertimbangkan untuk melakukan pembobotan
dalam setiap komponen input. Pembobotan dilakukan
berdasarkan program/kegiatan yang terkait. Misalnya
untuk input sumber daya tenaga, maka untuk SPM yang
berkaitan dengan program kesehatan ibu dan anak
bobot tenaga bidan diberi pembobotan yang lebih besar
disbanding tenaga perawat.

SPM KESEHATAN;

80

Sebuah Panduan Formulasi di Tingkat Puskesmas/Kecamatan

2. Formula yang terbentuk dijadikan sebagai alat (tools)
realokasi input. Hal ini bisa dilakukan tentunya jika SPM
bidang Kesehatan dianggap sebagai mainframe yang
harus dijalankan.
3. Perlu ujicoba lebih lanjut dengan lebih banyak variasi
wilayah.

SPM KESEHATAN;

Sebuah Panduan Formulasi di Tingkat Puskesmas/Kecamatan

81

KEPUSTAKAAN

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Badan Pusat Statistik
dan United Nations Population Fund, 2008. Proyeksi Penduduk
Menurut Umur Tunggal dan Umur Tertentu Tahun 2005-2015.
Badan Pusat Statistik, Jakarta

Badan Pusat Statistika Kota Pontianak. 2010. Kota Pontianak dalam
Angka tahun 2009

Bassett, Chris (ed), 2004. Qualitative Research in Health Care. Whurr
Publishers, London & Philadelphia

Collion, Marie-Helene, & Ali Kissi, 1995. Guide to Program Planning
and Priority Setting. ISNAR, Morrocco

Grabinski, Michael, 2007. Management Methods and Tools, Practical
Know-how for Students, Managers, and Consultants. Gabler,
Wiesbaden

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. 2007. Peraturan
Menteri Dalam Negeri Nomor 6 tahun 2007 tentang Petunjuk
Teknis Penyusunan dan Penetapan Standar Pelayanan Minimal.
www.kkppi.go.id diunduh 15 agustus 2009

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2003. Kepmenkes No.
1457/Menkes/SK/X/2003 tentang Standar Pelayanan Minimal
Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota. www.acehinstitute.org
diunduh 15 Agustus 2009

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2004. Surat Keputusan
Menteri Kesehatan No. 128 tahun 2004 tentang Kebijakan
Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat. Jakarta.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2008. Peraturan Menteri
Kesehatan Nomor 741/Menkes/Per/VII/2008 tentang Standar
Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota.
www.depkes.go.id. Diunduh 15 Agustus 2009

SPM KESEHATAN;

82

Sebuah Panduan Formulasi di Tingkat Puskesmas/Kecamatan

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2008a. Keputusan
Menteri Kesehatan Nomor 828/Menkes/SK/IX/2008 tentang
Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di
Kabupaten/Kota. www.depkes.go.id. Diunduh 15 Agustus 2009

Kosen, Soewara, 2007. Assessmen Kinerja dan Pelaksanaan Urusan
Wajib Standar Pelayanan Minimal (UW-SPM) Sektor Kesehatan
Kabupaten-Kota. Puslitbang Sistem dan Kebijakan Kesehatan,
Badan Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan. Depkes RI

Kushandajani, 2007. Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan
Peningkatan Pelayanan Publik Di Era Otonomi Daerah.

Mitton, Craig, & Cam Donaldson, 2004. Priority Setting Toolkit: A
Guide to The Use of Economics in Healthcare Decision Making.

BMJ Publishing Group, London

Murti B. 2006. Desain dan Ukuran Sampel untuk Penelitian Kuantitatif
dan Kualitatif di Bidang Kesehatan. Yogyakarta. Gajah Mada
University Press.

Pemerintah Kota Pontianak. 2010a. Profil Kesehatan Kota Pontianak
Tahun 2009

Pemerintah Kota Pontianak. 2010b. Profil Kesehatan UPTD Pontianak
Selatan tahun 2009

Pemerintah Kota Pontianak. 2010c. Profil Kesehatan UPTD Pontianak
Tenggara tahun 2009

Pemerintah Kota Pontianak. 2010d. Profil Kesehatan UPTD Pontianak
Timur tahun 2009

Pemerintah Kota Pontianak. 2010e. Profil Kesehatan UPTD Pontianak
Barat tahun 2009

Pemerintah Kota Pontianak. 2010f. Profil Kesehatan UPTD Pontianak
Kota tahun 2009

Pemerintah Kota Pontianak. 2010g. Profil Kesehatan UPTD Pontianak
Utara tahun 2009

SPM KESEHATAN;

Sebuah Panduan Formulasi di Tingkat Puskesmas/Kecamatan

83

Pemerintah Republik Indonesia. 2007. Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan
Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah
Provinsi Dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota.
www.desentralisasi-kesehatan.net. Diunduh 7 Oktober 2007

Pemerintah Republik Indonesia. 2007. Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 Tentang Organisasi Perangkat
Daerah. www.desentralisasi-kesehatan.net. Diunduh 7 Oktober
2007

Pemerintah Republik Indonesia. 2005. Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 65 Tahun 2005 Tentang Pedoman
Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal.
www.bappenas.go.id diunduh 15 Agsutus 2009

Retno, Nowo, 2004. Uji Coba Standar Pelayanan Minimal untuk
Kesehatan Dasar Puskesmas di Kabupaten Sleman Daerah
Istimewa Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Setiaji, Fadlan, 2005. Rancangan Sistem Pengelolaan Data Standar
Pelayanan Minimal (SPM) Online Di Dinas Kesehatan Propinsi
Jawa Tengah Tahun 2005. Universitas Diponegoro, Semarang

Setiawan, Nugraha, 2005. Perubahan Konsep Perkotaan di Indonesia
dan Implikasinya Terhadap Analisis Urbanisasi. Universitas
Padjadjaran, Bandung

Trisnantoro,Laksono, 2006. Standar Pelayanan Minimal (SPM) Di
Sektor Kesehatan. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan,
Vol. 09, No. 4 Desember 2006

SPM KESEHATAN;

84

Sebuah Panduan Formulasi di Tingkat Puskesmas/Kecamatan

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->