Anda di halaman 1dari 15

Materi 5 PEMBUATAN KARIOTIPE KROMOSOM EUKARIOT DAN PENGENALAN SIDIK JARI MANUSIA A. Pembuatan Kariotipe Kromosom Eukariot 1.

Tujuan Mengetahui tipe atau jenis-jenis kromosom Membuat kariotipe (kariogram dan ideogram) kromosom Mengetahui jumlah kromosom, pasangan kromosom homolog dan tipe kromosom organism

2. Teori Salah satu khas ciri kehidupan yang membedakan makhluk hidup dari benda nonhayati adalah bahwa makhluk hidup dibentuk oleh sel. Sel merupakan satuan dasar kehidupan dan sel merupakan sistem hayati yang paling besar. Ada dua jenis sel, yaitu sel prokariot dan sel eukariot. Pembeda utama antara sel prokariot dan sel eukariot adalah ada tidaknya kompartementasi di dalam sel yang didukung oleh adanya membran hayati. Kompartementasi yang paling utama adalah ada tidaknya membran hayati yang memisahkan bagian inti (nukleus) dan bagian sitoplasma. Perbedaan antara sel prokariot dan eukariot dapat juga dilihat dari organisasi material genetiknya (DNA). DNA pada sel prokariot berbentuk cincin (lingkar) dan terdapat dalam sitoplasma, karena tidak mempunyai membran inti. Kondensasi dapat terjadi tetapi relative sederhana dengan bantuan komplek protein. Sedangkan DNA pada sel eukariot bersifat linier dan umumnya lebih panjang dari DNA prokariot, serta diselubungi oleh membran inti. Pada saat proses pembelahan sel (miosis/mitosis) DNA dengan protein histon membentuk nukleosom dan berkondensasi sehingga membentuk kromosom. Kromosom adalah suatu struktur makromolekul yang berisi DNA di mana informasi genetik dalam sel disimpan. Kata kromosom berasal dari kata khroma yang berarti warna dan soma yang berarti badan Kromosom terdiri atas dua bagian, yaitu sentromer / kinekthor yang merupakan pusat kromosom berbentuk bulat dan lengan kromosom yang mengandung kromonema & gen berjumlah dua buah (sepasang).Kromosom mencapai diameter maksimum pada fase metaphase, dan foto kromosom pada fase ini biasanya yang digunakan untuk analisis kariotipe. a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. Bagian-bagian kromosom terdiri dari : Sentromer (kinetokor). Kromonema Kromomer (granula besar). Kromiol (granula kecil). Telomer Matriks. Matriks Lokus gen Satelit. Selaput (membrane) Jumlah kromosm Organisme

Pada eukariot, secara umum bentuk morfologi kromosom ditentukan oleh letak sentromer, panjang lengan kromosom, dan ada tidaknya satelit yang merupakan penyempitan sekunder. Sentromer merupakan bagian terakhir yang mengikat kromatid sebelum memisah, dan merupakan penyempitan primer. Letak sentomer sering merupakan ciri khas dari setiap pasangan kromosom. Berdasarkan posisi sentromernya, kromosom dikelompokkan menjadi empat kelompok yaitu : - Metasentrik : sentromer terletak di tengah-tengah kromosom - Alosentrik : sentromer terletak sepertiga dari ujung kromosom - Sub- metasentrik : sentromer dekat pada salah satu ujung kromosom - Telosentrik : sentromer terletak di ujung kromosom Berdasarkan ukuran kromosom, kromosom dibagi atas : - Panjang (besar dari 10 um) - Sedang (4-10 um) - Pendek (kecil dari 2 um) Kariotipe adalah karakteristik kromosom pelengkap dari spesies eukariota. Ilmu yang mempelajari seluruh set kromosom disebut kariologi. Dalam kariotipe ini kromosom digambarkan dalam format standar yang disebut kariogram atau ideogram. Kariogram adalah susunan sistematis kromosom sel tunggal individu, difoto selama tahap matafase dan mitosis dan tersusun berpasangan menurut ukurannya. Ideogram adalah penyajian diagram dari susunan kromosom (kriotipe) dari organisme. 3. Bahan dan Alat Bahan Alat : Gambar kromosom hasil penjiplakan menggunakan kertas transparan dari foto kromosom fase metaphase yang baik : Gunting, millimeter blok

4. Cara Kerja Pembuatan Kariogram 1. Masing-masing gambar kromosom digunting (gambar yang telah tersedia) hasil jiplakan dan diberi nomor untuk setiap kromosom. 2. Lengan- lengan kromosom diukur dengan menggunakan millimeter blok dan ditentukan rasio lengan kromosom dengan cara : panjang lengan yang panjang dengan panjang lengan yang pendek dibagi 3. Panjang lengan total kromosom diukur dengan cara panjang lengan yang panjang dan panjang lengan yang pendek dijumlahkan 4. Pasangan kromosom ditentukan dengan menggunakan metode pencar (Scatter plot), yaitu panjang total pada sumbu Y dan rasio panjang lengan pada sumbu X diplotkan. Kemudian pasangan kromosom ditentukan berdasarkan dua titik yang berdekatan, dan bila terdapat lebih dari dua titik yang berdekatan, maka pasangankromosom ditentukan dari bentuk yang hampir sama. 5. Kariogram dibuat dengan cara pasangan-pasangan kromosom diatur berdasarkan urutan dan rasio terkecil sampai terbesar Pembuatan Idiogram 1. Panjang total setiap kromosom dirata-ratakan

2. Kromosom disusun berdasarkan urutan panjang total kromosom dari yang terkecil sampai yang terpanjang 3. Pasangan kromosom dikelompokkan menurut rasionya, yaitu : - Pasangan kromosom dengan rasio 1,0 1,7 termasuk kelompok metasentrik, - Pasangan kromosom dengan rasio 1,7 3,0 termasuk kelompok submetasentrik, - Pasangan kromosom dengan rasio 3,0 7,0 termasuk kelompok subtelosentrik - Pasangan kromosom dengan rasiolebih dari 7,0 termasuk kelompok telosentrik

5. Hasil Pengamatan 1. Gambar Kariotipe

2. panjang, jumlah, rasio dan kelompok kromosom No. Lengan Panjang 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 Lengan Pendek Jumlah rasio kelompok

44 45 46 6. Pembahasan Pada praktikum kali ini kita melakukan praktikum pembuatan kariotipe kromosom eukariot. Praktikum pembuatan kariotipe dimaksudkan untuk mengetahui jumlah kromosom, pasangan kromosom homolog dan tipe kromosom organisme. Kariotipe adalah susunan kromosom selama fase metafase, yaitu fase dimana kromosom tampak jelas. Dipraktikum kali ini dilakukan tiga percobaan yaitu pembuatan kariotipe kromosom manusia, pembuatan kariogram, dan pembuatan idiogram. Pada peraktikum pembuatan kariotipe, proses yang dilakukan adalah menyusun kromosomkromosom tiruan yang memiliki bentuk dan ukuran yang sama. Pembuatan kariogram dilakukan dengan cara menentukan pasangan kromosom dengan menggunakan metode pencar (scatter plot), yaitu memplotkan panjang total pada sumbu y dan rasio panjang lengan pada sumbu x. pasangan kromosom ditentukan berdasarkan dua titik yang berdekatan, dan bila terdapat dua titik yang berdekatan, maka pasangan tersebut ditentukan dari bentuk yang hampir sama. Panjang total diketahui dengan menjumlahkan lengan yang panjang dan lengan yang pendek sedangkan rasio dihitung dengan membagi lengan yang panjang dengan lengan yang pendek. Pengamatan selanjutnya adalah pembuatan idiogram. Idiogram adalah penyajian diagram dari susunan kromosom (kariotipe) dari organisme. Proses yang dilakukan dengan rata-ratakan panjang kromosom , susunan kromosom berdasarkan ukuran panjang total dan mengelompokan kromosom berdasarkan rasionya. 7. Kesimpulan - Jumlah kromosom adalah 46 (23 pasang) yang terdiri dari 22 pasang autosom dan 1 pasang genosom - Kromosom pada eukariotik terdapat pada nucleus yang diselaputi membran inti - Kariogram adalah susunan sistematis kromosom sel tunggal individu, difoto selama tahap metafase dan tersusun menurut urutannya - Idiogram adalah penyajian diagram dari susunan kromosom (kariotipe) dari organisme Berdasarkan letak sentromer, kromosom dibedakan atas beberapa jenis, yaitu: a) Telosentrik, letak sentromer di ujung kromosom b) Akrosentrik, letak sentromer di dekat ujung c) Sub metasentris, letak sentromer di dekat pertengahan. d) Metasentrik, letak sentromer di tengah- tengah

8. DAFTAR PUSTAKA

Juwono dan Achmad Zulfa Juniarto. 2002. Biologi Sel. Jakarta : EGC Pai, Anna C,1992. Dasar- Dasar Genetika. Bandung : Erlangga Dasumiati . 2007 . Penuntun Praktikum Genetika Dasar . Jakarta : Laboratorium Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Kusdiarti,Lilik & Soetarso. 1998. Genetika Tumbuhan. Terj. dari : Crowder, L.V. Plant Genetics. Yogyakarta : UGM Press 9. Latihan atau Tugas a. Berapa jumlah kromosom manusia? b. Jelaskan kegunaaan pembuatan kariotipe! Jawaban : a. 46 (23 pasang) b. Untuk mengetahui jumlah kromosom, pasangan kromosom homolog dan tipe kromosom organisme

B. Pengenalan Sidik Jari Manusia

1. Tujuan - Mengetahui jenis-jenis dan bentuk sidik jari manusia - Mengetahui genotype bentuk sidik jari manusia - Membuat rumus sidik jari 2. Teori Sidik jari adalah hasil reproduksi telapak jari baik yang sengaja diambil, dicapkan dengan tinta, maupun bekas yang ditinggalkan pada benda karena pernah disentuh dengan kulit telapak tangan/kaki. Kulit telapak adalah kulit pada bagian telapak tangan mulai dari pangkal pergelangan sampai ke semua ujung jari dan kulit bagian dari telapak kaki mulai dari tumit sampai ke ujung jari yang mana pada daerah tersebut terdapat garis halus menonjol yang keluar satu sama lain yang dipisahkan oleh celah/alur yang membentuk lukisan tertentu. Kulit tapak terdiri dari 2 lapisan : 1. Lapisan dermal Kulit jangat/kulit yang sebenarnya. Kulit inilah yang menentukan garis yang ada pada permukaan kulit telapak. 2. Lapisan epidermal Lapisan kulit luar/garis papilar. Garis inilah yang menjadi perhatian kita untuk menentukan bentuk pokok perumusan dan perbandingan sidik jari. Jenis sidik jari dibagi menjadi tiga macam, yaitu : 1. Visible impression Sidik jari yang dapat langsung dilihat tanpa menggunakan alat bantu 2. Laten impression Sidik jari yang biasanya tidak dapat dilihat langsung tetapi harus dengan menggunakan beberapa cara pengembangan terlebih dahulu supaya dapat menampak lebih jelas 3. Plastic impression Sidik jari yang berbekas pada benda yang lunak seperti sabun, gemuk, permen, coklat. Sedangkan untuk sidik jari yang mengalami kerusakkan atau cacat dibagi menjadi dua, yaitu : 1. Cacat sementara, cacat pada bagian kulit luar (epidermal) dan garis yang cacat/rusak tersebut dapat sembuh kembali seperti semula. 2. Cacat tetap, cacat yang disebabkan karena ikut rusaknya garis yang sampai lapisan dermal. Sidik jari yang cacat sementara atau tetap biasanya tidak akan mempengaruhi identifikasi terhadap jari keculai apabila sidik jari rusak sama sekali. Ada tiga dalil atau aksioma yang melandasi daktiloskopi (ilmu sidik jari), yaitu : 1. Sidik jari setiap orang tidak sama 2. Sidik jari manusia tidak berubah selam hidup 3. Sidik jari dapat dirumuskan dan diklarifikasi secara matematis. Ketiga dalil yang dicetuskan oleh Sir Francois Galton (1822-1916) didasarkan pada hasil penelitian terhadap beribu-ribu sidik jari manusia yang telah diteliti. Titik Fokus (Focus Point)

Keberadaan titik fokus di dalam sidik jari akan berperan penting dalam menentukan termasuk klasifikasi apa sidik jari tersebut. Dalam pengklasifikasian dikenal dua jenis titik fokus yaitu delta yang merupakan titik fokus luar (outer terminus) dan core yang merupakan titik fokus dalam (inner terminus). Tidak semua sidik jari memiliki titik fokus tergantung jenis/klasifikasi dari sidik jarinya. a. Core (inter terminus), titik fokus dalam Core adalah titik tengah yang terdapat pada garis sidik jari loop yang terdalam dan terjauh dari delta. Dapat dikatakan bahwa core merupakan titik tengah atau pusat dari lukisan sidik jari. Dalam menentukan letak core berlaku beberapa ketentuan di bawah ini :

1. Core ditempatkan pada garis sangkutan (loop) yang posisinya terletak paling dalam. 2. Apabila garis sangkutan yang terdalam tidak berisi garis-berakhir atau garis-pendek yang naik sampai setinggi bahu sangkutan core ditempatkan pada bahu sangkutan yang posisinya terletak lebih jauh dari posisi delta. 3. Apabila sangkutan terdalam berisi n (ganjil) buah garis-berakhir yang naik sampai bahu sangkutan core ditempatkan pada ujung garis yang paling tengah. 4. Apabila sangkutan terdalam berisi n (genap) buah garis-berakhir yang naik sampai ke bahu loop core ditempatkan pada ujung garis yang posisinya paling tengah dan terletak paling jauh dari posisi delta.

Namun pada prakteknya letak core tidak selalu dapat ditentukan dengan aturan-aturan yang telah disebutkan di atas. Ada dua kasus yang pada umumnya dapat mengaburkan dalam menentukan letak core ini. Kasus yang pertama adanya garis tambahan (appendage). Munculnya appendage ini dapat merusak garis sidik jari bila appendage tersebut muncul di suatu garis sidik jari yang letaknya berada pada daerah melengkung antara bahu garis sangkutan. Apabila appendage ini akan dianggap sebagai garis berhenti bagi sangkutan yang tepat berada di luarnya. Kasus yang kedua adalah adanya garis loop yang terdalam (garis sangkutan) yang saling memotong satu sama lain (inter locking loop). Pada kasus ini kedua garis sangkutan yang saling memotong tersebut dianggap sebagai salah satu sangkutan dimana garis di dalamnya seakan-akan merupakan garis yang naik sampai setinggi bahu loop. b. Delta (outer terminus) titik fokus luar. Delta dalam pengertian sehari-hari adalah gugusan yang terdapat pada muara sungai air yang mengalir ke laut atau danau selalu membawa lumpur dan batu sehingga lama-kelamaan terbentuk suatu gugusan pulau yang disebut delta. Delta yang sebenarnya pada sidik jari adalah titik/garis yang terdapat pada pusat perpisahan garis type lines. Delta merupakan titik fokus yang terletak di depan pusat berpisahnya garis pokok (type lines). Garis pokok lukisan merupakan dua buah garis yang

paling dalam dari sejumlah garis yang berjajar (paralel) dan memisah serta (cenderung) melingkupi pokok lukisan (pattern area). Pokok lukisan adalah daerah/ruangan putih yang dikelilingi oleh garis type lines yang mana ruangan tersebut merupakan tempat lukisan garis sidik jari. Pada kenyataannya tidak semua sidik jari memiliki delta tetapi ada juga sidik jari yang memiliki lebih dari satu delta.

Ada beberapa ketentuan yang harus diperhatikan dalam menentukan posisi delta, yaitu: a. Delta tidak boleh ditempatkan pada garis membelah yang tidak terbuka ke arah core. b. Apabila harus memilih antara garis membelah dan kemungkinan delta, maka garis membelah yang dipilih. c. Apabila terdapat dua atau lebih garis-garis yang memenuhi syarat delta maka pilih yang terdekat dengan core. d. Delta tidak boleh ditempatkan di tengah-tengah garis yang berada di antara garis pokok tetapi harus ditempatkan pada ujung garis yang terdekat letaknya dengan pusat berpisahnya garis pokok.

Ridge Counting Ridge counting merupakan bilangan garis yang menyentuh atau melintasi garis bayangan yang ditarik antara delta dan core (delta dan core tidak ikut masuk dalam penghitungan bilangan garis). Garis-garis yang kelihatannya sangat halus (tipis) di celahcelah garis-garis yang tebal disebut insipientridge, dan garis ini tidak ikut dihitung karena biasanya tidak selalu ada. Sedangkan, bagaimanapun kecilnya ukuran sebuah titik (dot), garis pendek (short ridge) harus diperlakukan garis sidik jari yang ikut dihitung, apabila sama tebalnya dengan garis-garis yang lain. Bentuk sidik jari Ada tiga bentuk sidik jari, yaitu 1. arch (busur) merupakan bentuk pokok sidik jari yang semua garisgarisnya dating dari satu arah lukisan, mengalir atau

cenderung mengalir ke sisi yang lain dari lukisan itu, dengan gelombang naik ketengahtengah. Arch terdiri dari : a. plain arch, bentuk pokok sidik jari dimana garis-garis dating dari sisi lukisan yang mengalir kea rah sisi yang lain, dengan sedikit bergelombang naik ke tengah. b. Tented arch, bentuk pokok sidik jari yang memiliki garis tengah (upthrust) atau sudut (angle) atau dua atau tiga ketentukan loop. 2. loop (sangkaran) adalah bentuk pokok sidik jari dimana satu garis atau lebih dating dari satu lukisan, melereng, menyentuh atau melintasi sautu garis bayangan yang ditarik antara delta dan core, berhenti atau cenderung berhenti kea rah sisi semula. Syarat-syarat loop : 1) Mempunyai sebuah delta 2) Mempunyai sebuah core 3) Ada garis melengkung yang cukup 4) Mempunyai bilangan garis Bentuk loop terdiri dari : a. ulnar loop garisnya memasuki pokok lukisan dari sisi yang searah dengan kelingking, melengkung ditengah pokok lukisan dan kembali atau cenderung kembali kea rah sisi semula. b. radial loop garis yang memasuki pokok lukisan dari sisi yang searah dengan ibu jari, melengkung di tengah pokok lukisan dan kembali atau cenderuhng kembali ke arah semula. 3. whorl (lingkaran) bentuk pokok sidik jari, mempunyai 2 delta dan sedikit satu garis melingkar di dalam pattern area, berjalan didepan kedua delta. Beberapa jenis terdiri dari plain whorl, central pocket loop whorl, doubleloop whorl dan accidental whorl

Rumus sidik jari rumus sidik jari dalah salah satu cara mengidentifikasi. Dalam dunia kepolisian, rumus jari mengunakan sebagai cara untuk mengidentifikasi seseorang. Karena sidik jari menruokana bentuk yang unik dan berbeda pada tiap orang. Perumusan sidik jari merupakan pembubuhan tanda pada tipa-tipa kolom kartu sidij jari yang menunjukkan interpresentasi mengenai bentuk pokok, jumlah bilangan garis, bentuk loop dan jalannya garis.

3. Bahan dan Alat Bahan : Tinta, 2 lembar kertas Alat : Bantalan tinta, Kaca pembesar. 4. Cara Kerja 1. Sediakan sebuah bantalan tinta, 2 lembar kertas dan kaca pembesar 2. Lembar Kertas di buat seperti gamabar berikut :

Nama : Tangan :

5. Hasil Pengamatan

6. Pembahasan Saat dikatakan dalam Al Qur'an bahwa adalah mudah bagi Allah untuk menghidupkan manusia setelah kematiannya, pernyataan tentang sidik jari manusia secara khusus ditekankan: "Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulangbelulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung jari-jarinya dengan sempurna." (Al Qur'an, 75:3-4) Penekanan pada sidik jari memiliki makna sangat khusus. Ini dikarenakan sidik jari setiap orang adalah khas bagi dirinya sendiri. Setiap orang yang hidup atau pernah hidup di dunia ini memiliki serangkaian sidik jari yang unik dan berbeda dari orang lain. Itulah mengapa sidik jari dipakai sebagai kartu identitas yang sangat penting bagi pemiliknya dan digunakan untuk tujuan ini di seluruh penjuru dunia. Akan tetapi, yang penting adalah bahwa keunikan sidik jari ini baru ditemukan di akhir abad ke-19. Sebelumnya, orang menghargai sidik jari sebagai lengkungan-lengkungan biasa tanpa makna khusus. Namun dalam Al Qur'an, Allah merujuk kepada sidik jari, yang sedikitpun tak menarik perhatian orang waktu itu, dan mengarahkan perhatian kita pada arti penting sidik jari, yang baru mampu dipahami di zaman sekarang. Setiap orang, termasuk mereka yang terlahir kembar identik, memiliki pola sidik jari yang khas untuk diri mereka masing-masing, dan berbeda satu sama lain. Dengan kata lain, tanda pengenal manusia tertera pada ujung jari mereka. Sistem pengkodean ini dapat disamakan dengan sistem kode garis (barcode) sebagaimana yang digunakan saat ini. Pola sidik jari selalu ada dalam setiap tangan dan bersifat permanen. Dalam artian, dari bayi hingga dewasa pola itu tidak akan berubah sebagaimana garis tangan. Setiap jari pun memiliki pola sidik jari berbeda. Ada empat pola dasar Dermatoglyphic tentang sidik jari yang perlu diketahui, yakni Whorl atau Swirl, Arch, Loop, dan Triradius. Selain itu hanyalah variasi dari kombinasi keempat pola ini. Pola pembentukan garis-garis sidik jari terbentuk sejak embrio berusia 13 minggu dalam kandungan. Saat itu, tonjolan diujung jari, interdigital, area thernar (berhubungan dengan telapak tangan dan kaki), dan hypothenar ditangan mulai terbentuk. Formasi tersebut terlengkapi ketika janin berusia 24 minggu dan terus berkembang seiring dengan perkembangan sel saraf otak. Jumlah garis-garis sidik jari tidak akan pernah berubah setelah bayi dilahirkan karena pola sidik jari dipengaruhi oleh DNA seseorang. Jadi, pola sidik jari bersifat di turunkan dari orangtua si anak. Karena sidik jari polanya dipengaruhi oleh DNA seseorang, maka pola sidik jari tiap satu orang dengan orang lainnya juga akan berbeda didasarkan pada fakta bahwa DNA tiap orang juga berbeda-beda. Hal ini sudah kami buktikan dengan mengadakan percobaan identifikasi sidik jari salah seorang teman kami. Pola sidik jari berentuk dua dimensi yang diciptakan dari pergesekan bukit-bukit yang terdapat pada jari manusia (bukit dan lembah). Sementara kulit manusia biasanya halus, tangan dan kaki menimbulkan bukit-bukit dan lembah-lembah kecil yang menambah kekasaran. Bukit-bukit tersebut terbentuk semasa tahapan embrio manusia dan tidak berubah seumur hidupnya. Struktur fisik bukit terbentuk berdasarkan faktor-faktor komposisi genetik dan arus cairan embrio (Prabhakar 2001). Ilmu yang mempelajari sidik jari adalah Daktiloskopi yang berasal dari bahasa Yunani yaitu dactylos yang artinya jari jemari atau garis jemari dan scopein yang artinya mengamati. Sidik jari merupakan struktur genetika dalam bentuk rangka yang sangat detail

dan tanda yang melekat pada diri manusia yang tidak dapat dihapus atau dirubah. Sidik jari ibarat barcode diri manusia yang menandakan tidak ada pribadi yang sama. Adapun kegunaan sitem sidik jari ini, mengetahui bahwa manusia di dunia ini diciptakan tidak ada yang sama walaupu terlahir kembar, mepermudah melacak prilaku kriminail di masyarakat, mempermudah sistem pengamanan di perusahaan- perusahaan dan instansi terkait. penyilangan genetis untuk masing- masing individu. Sidik jari yang kami amati dari hasil praktikum yang kami lakukan berupa guratgurat yang terdapat di kulit ujung jari. fungsinya adalah untuk mberi gaya gesek lebih besar agar jari dapat memegang benda- benda lebih erat. sidik jari manusia digunakan untuk keperluan identifikasi karena tidak ada dua manusia yang memiliki sidik jari persis sama. 7. Kesimpulan Setelah melakukan praktikum maka dapat disimpulkan bahwa praktikan dapat : Menetapkan genotip dirinya sendiri berdasarkan sidik jari Mengetahui bahwa tidak ada sidik jari yang identik di dunia ini sekalipun diantara dua saudara kembar Mengetahui bahwa jika ada 5 juta orang di bumi, kemungkinan munculnya dua sidik jari manusia yang sama baru akan terjadi lagi 300 tahun kemudian 8. Daftar Pustaka
- Soepriyo, A. 1989. Dermatoglifik ensiklopedi nasional Indonesia 4. Cipta Adi Pustaka, Jakarta. - Soekarto, A. 1978. Teknik dermatoglifik yang diterapkan dalam kedokteran. B Ilmu Kedokteran 10: 129 137 9. Latihan dan Tugas a. Bagaimana sidik jari dapat digunakan untuk mengientifikasi seseorang ? Jelaskan ! b. Adakah perbedaan sidik jari antara laki-laki dan wanita ?