Anda di halaman 1dari 18

Pembahasan Soal

Pembahasan

Pembahasan

Pembahasan Soal

Soal

Soal

Pembahasan Soal Pembahasan Pembahasan Pembahasan Soal Soal SELEKSI SELEKSI NASIONAL NASIONAL MASUK MASUK PERGURUAN PERGURUAN TINGGI

SELEKSI SELEKSI NASIONAL NASIONAL MASUK MASUK PERGURUAN PERGURUAN TINGGI TINGGI NEGERI NEGERI

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI

SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI

Disertai TRIK SUPERKILAT dan LOGIKA PRAKTIS

Pembahasan Soal Pembahasan Pembahasan Pembahasan Soal Soal SELEKSI SELEKSI NASIONAL NASIONAL MASUK MASUK PERGURUAN PERGURUAN TINGGI
Disusun Oleh : Pak Anang Pak Pak Anang Pak Anang Anang
Disusun Oleh :
Pak Anang
Pak
Pak Anang
Pak Anang
Anang

Pak

Pak

Anang ((((http://pak

30 10 20 30 <(s)
30
10
20
30
<(s)

Percepatan adalah gradien atau kemiringan grafik ; − <:

8 =

20

=

20

=

10

C. 1,5 m/s 2 D. 2,0 m/s 2 E. 3,0 m/s 2 Penyelesaian Penyelesaian: Penyelesaian Penyelesaian:::
C.
1,5 m/s 2
D.
2,0 m/s 2
E.
3,0 m/s 2
Penyelesaian
Penyelesaian:
Penyelesaian
Penyelesaian:::

<

?

=

<

=

;

?

=

10

ms BC

; = = 30

ms BC

=

20

10

=

=

<a href=Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPE RKILAT Kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPE RKILAT SMART SOLUTION TRIK SUPE RKILAT SUPE RKILAT Kumpulan SMART Kumpulan SOLUTION dan dan TRIK Pembahasan Soal Soal Soal SNMPTN 2011 2011 Pembahasan Pembahasan Pembahasan Soal SNMPTN SNMPTN Fisika IPA Kode Fisika IPA IPA Fisika Fisika Kode IPA Kode Soal Kode Soal 599 Soal 599 ByByByBy Pak Anang Pak Anang Pak Pak Anang http://pak--anang.blogspot.com http://pak- http://pak anang.blogspot.com -anang.blogspot.com anang.blogspot.com )))) 16. Gerakan sebuah mobil digambarkan oleh grafik kecepatan-waktu di bawa h ini. ;(m/s) 30 10 20 30 <(s) TRIK SUPERKILAT: TRIK SUPERKILAT: TRIK SUPERKILAT: TRIK SUPERKILAT: Percepatan adalah gradien at au kemiringan grafik ; − <: 8 = selisih di sumbu Y 30 − 10 20 selisih sumbu X = 30 = 2 m/s 20 = Percepatan ketika mobil bergerak semakin cepat adalah .... A. 0,5 m/s 2 B. 1,0 m/s 2 C. 1,5 m/s 2 D. 2,0 m/s 2 E. 3,0 m/s 2 Penyelesaian Penyelesaian: Penyelesaian Penyelesaian::: Ingat: Percepatan adalah perubahan kecepatan tiap satuan waktu, dirumuskan d engan: = ∆; = ; − ; 8 ∆< < − < Dari grafik kita bisa melihat bahwa mobil bergerak semakin cepat pada detik ke-20 sampai detik ke-30. Mobil bergerak dipercepat mulai kecepatan 10 m/s hingga 30 m/s. Jadi dari grafik bisa diketahui bahwa: < = 20 s < = 30 A ; = 10 ms ; = 30 ms Ditanyakan berapakah besar percepatan batu (8). Besar percepatan batu dinyatakan oleh: 8 = ∆; ; = − ; ? 30 30 = 2 ms − 10 − 20 = 20 ∆< < − < = = Bi m b e l SNMPTN 2012 M a t ema tik a IPA b y P a k A nang ( htt p: // pa k -anang. bl ogspo t .com ) Halaman 1 " id="pdf-obj-1-267" src="pdf-obj-1-267.jpg">

17.

Seorang anak menjatuhkan sebuah batu dari ketinggian 20 m. Satu detik kemudian ia melemparkan

sebuah batu lain ke bawah. Anggap tidak ada gesekan udara dan percepatan gravitasi 10 m/s 2 . Jika

kedua batu tersebut mencapai tanah bersamaan, maka kelajuan awal batu kedua adalah ....

  • A. 5 m/s

B. 10 m/s C. 15 m/s
B.
10 m/s
C.
15 m/s
  • D. 20 m/s

  • E. 25 m/s

Penyelesaian:

Penyelesaian:

Penyelesaian:

Penyelesaian:

TRIK SUPERKILAT: TRIK TRIK SUPERKILAT: TRIK SUPERKILAT: SUPERKILAT: sampai ke tanah: = h D∙D? < =
TRIK SUPERKILAT:
TRIK
TRIK SUPERKILAT:
TRIK SUPERKILAT:
SUPERKILAT:
sampai ke tanah:
= h D∙D?
< = h Di
[
C?

Waktu tempuh batu pertama

= 4 = 2 s

Karena batu kedua telat 1 detik,

maka waktu tempuh sampai ke

tanahhanya < = 2− 1 = 1 s.

Jadi,kecepatan awal batu kedua

adalah:

 
 

1

 

=

; ? < +

2

20

=

; ? (1)

+

20

=

; ? + 5

; ? = 15 m/s

b< D

  • 1 (10)(1) D
    2

Sketsa berikut ini menggambarkan bagaimana posisi kedua batu saat mula-mula (< ? = 0 s),

saat detik pertama (< = 1 s), dan saat kedua batu mencapai tanah secara bersamaan (< = ? ).

  • V ? W = 20 m

; ? W = ; ? f = 0 m/s 1 2
; ? W = ; ? f = 0 m/s
1
2

< ? = 0 s

V C

2 ; D = ? m/s 1 ; C < = 1 s
2
; D = ?
m/s
1
; C
< = 1 s

< = ?

V C = V D = 0 m 1 2 ; C ; D
V C = V D = 0 m
1
2
; C
; D
b V +
b
V +

acuan V = 0 m

Ditanyakan berapakah kecepatan awal batu kedua KL M N = ? O.

Batu pertama bergerak jatuh bebas pada saat < = 0, artinya P Q = P.

Posisi awal batu pertama saat < = 0 s adalah R M Q = NM S ....

Batu pertama tersebut jatuh bebas, sehingga kelajuan awal batu saat < = 0 s adalah L M Q = M m/s

m/s

m/s

m/s.

Ingat arah sumbu Y positif dalam hal ini menyatakan arah positif. Karena batu bergerak jatuh bebas

ke bawah maka batu tersebut bergerak GLBB dipercepat dengan percepatan sebesar percepatan

gravitasi (T = −U = −QM m/s

m/s

m/s

m/s N ).

Sehingga persamaan posisi batu pertama (R Q ) adalah:

  • V C = V ? W + ; ? W < C

+

1

2

8(< C ) D

YZB[ \ ] ^ Z?

=

W

Z=

_``````a

V C =

20 + 0 −

1

2

b< D

R Q = 20 −

Q

N

UP N

Jadi, waktu yang diperlukan (P) untuk batu pertama sampai di tanah (R Q = M S) adalah:

 

0

=

20 −

  • 1 (10)< D
    2

5< D − 20

= 0

< D − 4

= 0

(< + 2)(< − 2) = 0

 

⇔ < + 2

= 0 atau < − 2 = 0

< = −2

< = 2

Karena waktu tidak mungkin negatif, maka nilai < yang mungkin adalah < = 2 s.

17. Seorang anak menjatuhkan sebuah batu dari ketinggian 20 m. Satu detik kemudian ia melemparkan sebuah

Oke, sekarang amati batu kedua.

Ternyata batu kedua mulai dilempar vertikal ke bawah setelah < = 1 s, artinya P N = P − Q.

Sehingga persamaan posisi batu kedua (R N ) adalah:

V D = V ? f + ; ? f < D +

1

2

8(< D ) D

YZB[ = f Z=BC =mC

_``````a

R N = 20 + L M N (P − Q) −

Q

N

U(P − Q) N

Agar kedua batu jatuh di tanah (R N = M S) pada saat yang bersamaan maka batu kedua juga sampai

di tanah pada saat P = N n, sebagaimana telah dihitung batu pertama jatuh di tanah pada detik ke-2.

Substitusikan < = 2 s ke persamaan posisi batu kedua, akan diperoleh besar kelajuan awal batu

kedua KL M N O:

 

V D

=

0

=

20 + ; ? f (2 − 1) −

20 + ; ? f − 5

  • 1 (10)(2 1) D
    2

⇔ ; ? f = −15 m/s

Tanda negatif artinya arah kecepatan adalah ke sumbu V negatif, atau ke bawah!

Jadi besarnya kelajuan awal adalah 15 m/s.

Oke, sekarang amati batu kedua. Ternyata batu kedua mulai dilempar vertikal ke bawah setelah < =

18.

Lima kilogram es bersuhu −22°C dipanaskan sampai seluruh es tersebut mencair dengan suhu 0°C.

Jika kalor laten es 333 kJ/kg dan kalor jenis es 2100 J/kg °C, maka jumlah kalor yang dibutuhkan

adalah ....

  • A. 1496 kJ

  • B. 1596 kJ

  • C. 1696 kJ

D. 1796 kJ E. 1896 kJ Penyelesaian: Penyelesaian: Penyelesaian: Penyelesaian:
D.
1796 kJ
E.
1896 kJ
Penyelesaian:
Penyelesaian:
Penyelesaian:
Penyelesaian:

Ingat:

Banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu sebesar ∆r:

s = t u ∆r

Banyaknya kalor yang diperlukan untuk mengubah wujud zat (mencair atau menguap) adalah:

s = t w

Jadi pada soal tersebut es bermassa 5 kg (x = y z{) suhunya naik dari −22°C menjadi 0°C

(∆| = NN°}), lalu es berubah wujud menjadi air. Sehingga banyaknya kalor yang diperlukan adalah:

Diketahui:

t

=

5 kg

~ u ~

= 2100 J/kg °C

r C

=

−22°C

r D

=

0°C

∆r

w ~

= r D − r C = 22°C

= 333 ÄÅ = 333000 Å

es + air

0°C s D es s C
0°C
s D
es
s C

0°C

−22°C

Ditanya:

s =Ç=YÉ

= ?

Jawab:

s =Ç=YÉ =

s C + s D

= t ~ u ~ ∆r + t ~ w

=

5 ∙ 2100 ∙ 22 + 5 ∙ 333000

= 231000 + 1665000

= 1896000 Å

= 1896 kJ

18. Lima kilogram es bersuhu −22°C dipanaskan sampai seluruh es tersebut mencair dengan suhu 0°C. Jika
  • 19. Suatu mesin Carnot mempunyai efisiensi 30% dengan temperatur reservoir suhu tinggi sebesar 750 K. Agar efisiensi mesin naik menjadi 50%, maka temperatur reservoir suhu tinggi harus

dinaikkan menjadi ....

1050 K

TRIK SUPERKILAT:

TRIK SUPERKILAT:

TRIK SUPERKILAT:

TRIK

SUPERKILAT:

 

â

1 − Ö

1

− Ö

à ä r C

=

â 1 − 0,3

− 0,5 ä 750

1

 

0,7

=

∙ 750

0,5

= 1050 ã

  • B. r C à (1 −Ö à ) = r C (1 − Ö) ⇒ r C à =

1000 K

  • C. 0950 K

  • D. 0900 K

  • E. 0850 K

Penyelesaian:

Penyelesaian:

Penyelesaian:

Penyelesaian:

Ingat:

Efisiensi mesin Carnot:

Ö =

Ü

s

= 1 −

s D

s C

= 1 −

r D

r C

dimana r C > r D

Kondisi 1: Ö = 30% = 0,3 ⇒ r C = 750 K

r D

r C

 

r D

0,3 =

1 −

750

r D

=

1 − 0,3

 

750

r D

= 0,7

 

750

r D =

0,7 ∙ 750

r D = 525 K

 

525

0,5

=

1 −

 

525

à

r C

=

1 − 0,5

 

à

r C

525

à

r C

= 0,5

⇔ 0,5 r C à =

525

r C à = 1050 K

Ö = 1 −

Kondisi 2: Ö à = 50% = 0,5 ⇒ r D = 525 K

Ö à = 1 −

r D

r C

Jadi besarnya temperatur reservoir suhu tinggi adalah 1050 K

19. Suatu mesin Carnot mempunyai efisiensi 30% dengan temperatur reservoir suhu tinggi sebesar 750 K. Agar
  • 20. Gambar di bawah ini memperlihatkan profil sebuah gelombang pada suatu saat tertentu.

í

0

−í

A B C D E
A
B
C
D
E

Titik A, B, dan C segaris. Begitu juga titik D dan E. Simpangan titik A sama dengan 0,5 amplitudo,

sedangkan simpangan titik E −0,5 amplitudo. Berapa kali panjang gelombang jarak titik C dari

titik A ....

A.

C

å

B.

C

D

C.

1

D.

ç

E.
E.

D

2

Penyelesaian:

Penyelesaian:

Penyelesaian:

Penyelesaian:

Ingat:

Jarak dua titik yang fasenya sama adalah: ∆é = èê, è = 1, 2, 3, …

Jadi, dua titik fasenya sama apabila letaknya berjarak kelipatan bulat dari panjang gelombang ê.

Perhatikan grafik gelombang tersebut, terlihat bahwa titik A dan C terletak pada fase yang sama. Ini

bisa dilihat dari soal yang menyatakan bahwa A, B dan C segaris. Sehingga membuktikan bahwa

amplitudo A dan C sama, yaitu sebesar 0,5 amplitudo gelombang.

Nah, kita sudah mengerti apa itu fase yang sama. Perhatikan lagi lintasan yang ditempuh pada

gelombang dari A ke C seperti pada gambar di bawah ini.

í A B C 0 D E −í
í
A
B
C
0
D
E
−í

Pada grafik di atas kita bisa menyimpulkan bahwa jarak titik A ke titik C adalah sepanjang dua kali

panjang gelombang. Sehingga, jarak titik A ke titik C adalah 2ê.

20. Gambar di bawah ini memperlihatkan profil sebuah gelombang pada suatu saat tertentu. í 0 −í

21. Sepotong gabus bergerak naik turun di permukaan air ketika dilewati sebuah gelombang.

Gelombang tersebut menempuh jarak 9 m dalam waktu 30 s. Bila gabus tersebut bergerak naik

turun 2 kali dalam 3 s, maka nilai panjang gelombang tersebut adalah ....

A. 30 cm B. 45 cm C. 60 cm D. 75 cm E. 90 cm Penyelesaian:
A.
30 cm
B.
45 cm
C.
60 cm
D.
75 cm
E.
90 cm
Penyelesaian:
Penyelesaian:
Penyelesaian:
Penyelesaian:

Ingat:

TRIK SUPERKILAT:

TRIK SUPERKILAT:

TRIK SUPERKILAT:

TRIK

SUPERKILAT:

Karena semua pilihan jawaban angka pentingnya berbeda maka tidak perlu menghitung

menggunakan angka sebenarnya, cukup dimisalkan saja dengan angka pentingnya.

< ê = ;r ⇒ ê = õ é ú â < è ä 9 3
<
ê = ;r ⇒ ê = õ é ú â
<
è ä
9
3
=
×
3
2

= 4,5 (jawaban pasti mengandung unsur 45, jadi jawaban pasti B)

Gelombang yang terjadi pada permukaan air merupakan gelombang transversal.

Satu panjang gelombang (ê) terdiri atas satu bukit dan satu lembah.

Banyak gelombang adalah perbandingan antara jarak yang ditempuh gelombang (é) terhadap satu

panjang gelombang (ê).

è =

é

ê

C

Cepat rambat gelombang adalah ; = êì, dimana ì = î dan ì =

ï

=

.

Dari soal diketahui jarak yang ditempuh gelombang yang dihasilkan oleh gerakan naik turun gabus

adalah 9 m (ñ = ó S) dalam memerlukan waktu selama 30 s (P = òM n).

Dan gabus bergerak naik turun sebanyak dua kali selama 3 s. Ini menyatakan bahwa jumlah

gelombang yang terbentuk sebanyak dua buah gelombang (ô = N) dan waktu yang diperlukan

adalah 3 s (P = ò n).

Jangan terkecoh dengan dua variabel <.

Pertama, < = 30 s digunakan untuk mencari berapa besar cepat rambat gelombang:

jarak yang ditempuh gelombang

; =

waktu yang diperlukan gelombang

=

é

9

3

<

30

=

=

10 m/s

Sementara, < = 3 s digunakan untuk menemukan nilai periode atau frekuensi dari gelombang.

r =

waktu tempuh

<

3

banyak gelombang

=

è

=

2

s

Jadi nilai panjang gelombang bisa ditemukan dengan menghubungkan variabel ; dan r, sehingga

diperoleh:

ê

; = êì ⇒ ; = r ⇒ ê = ;r

 

3

3

=

×

 

10

2

9

=

 

20

= 0,45 m

= 45 cm

21. Sepotong gabus bergerak naik turun di permukaan air ketika dilewati sebuah gelombang. Gelombang tersebut menempuh
  • 22. Sebuah kumparan mempunyai induktasi 700 mH. Besar GGL induksi yang dibangkitkan dalam kumparan itu jika ada perubahan arus listrik dari 200 mA menjadi 80 mA dalam waktu 0,02 sekon secara beraturan adalah ....

A. 8,4 V B. 4,2 V C. 2,8 V D. 4,2 mV E. 2,8 mV Penyelesaian:
A.
8,4 V
B.
4,2 V
C.
2,8 V
D.
4,2 mV
E.
2,8 mV
Penyelesaian:
Penyelesaian:
Penyelesaian:
Penyelesaian:

Ingat:

û = −ü

∆<

Besar GGL induksi bisa ditentukan dengan rumus:

 

∆°

atau

û = −w

∆<

Dari soal kita bisa mendapatkan nilai induktansi sebesar 700 mH (¢ = £MM S§ = M, £ §).

Besar perubahan arus listrik dari 200 mA (Q = NMM S¶) menjadi 80 mA (N = ßM S¶) adalah:

∆° = ° D − ° C = 80 − 200 = −120 mA = −120 × 10 Bç = −0,12 A

Waktu yang diperlukan pada perubahan arus adalah sebesar 0,02 sekon (∆P = M, MN n =).

Sehingga besarnya GGL induksi yang dibangkitkan dalam kumparan tersebut adalah:

∆°

∆<

= (−0,7) â 0,12

= (−0,7) (−6)

= 4,2 V

û = −w

0,02 ä

22. Sebuah kumparan mempunyai induktasi 700 mH. Besar GGL induksi yang dibangkitkan dalam kumparan itu jika
  • 23. Pada gambar rangkaian listrik berikut, A, B, C, D, dan E adalah lampu pijar identik.

A B D E C + −
A
B
D
E
C
+

TRIK SUPERKILAT LOGIKA PRAKTIS::::

TRIK SUPERKILAT LOGIKA PRAKTIS

TRIK SUPERKILAT

TRIK

SUPERKILAT LOGIKA

LOGIKA PRAKTIS

PRAKTIS

Rangkaian listrik identik dengan jalan raya dan hambatan adalah jembatannya. Jumlah mobil melambangkan besar arus yang melewatinya.

Misalkan ada 6 mobil lewat jalan raya, maka D dan E pasti dilewati 6 mobil, sementara A, B, C hanya dilewati 2 mobil saja kan? Dua mobil lewat A, dua mobil lewat B, dan dua mobil lain lewat C. Adil.

Sekarang bila jembatan B putus, maka D dan E kan tetap dilewati 6 mobil sedangkan A dan C masing-masing dilewati 2 mobil.

Jelas bahwa D dan E paling banyak dilalui mobil (arus).

Jika lampu B dilepas, lampu yang menyala lebih terang adalah ....

A. Lampu A dan C B. Lampu A dan D C. Lampu C dan D D.
A.
Lampu A dan C
B.
Lampu A dan D
C.
Lampu C dan D
D.
Lampu C dan E
E.
Lampu D dan E
Penyelesaian:
Penyelesaian:
Penyelesaian:
Penyelesaian:

Perhatikan gambar. Lampu A, B, dan C disusun paralel, sedangkan lampu D dan E dipasang seri.

Lampu yang menyala paling terang adalah lampu yang mendapat arus paling besar.

Misal hambatan pada lampu adalah ® maka hambatan totalnya adalah:

® =Ç= = ® © + ® + ® ´ =

®

  • 3 + ® + ® =

7

3

®

Jadi arus yang mengalir pada rangkaian adalah:

° =

¨

¨

=

=

® =Ç=YÉ

ç

®

Arus yang mengalir pada lampu A, B, C adalah masing-masing

yakni ° Æ = ° Ø = ° =

±

.

  • C arus yang mengalir pada rangkaian,

ç

Arus yang mengalir pada lampu D dan E adalah sama dengan arus yang mengalir pada rangkaian,

sesuai dengan sifat rangkaian seri. Jadi ° = ° ´ =

ç±

.

Setelah lampu B dilepas. Artinya rangkaian paralel tersisa dua lampu, yakni lampu A dan C.

Sehingga hambatan total rangkaian adalah:

® =Ç= = ® © + ® + ® ´ =

®

  • 2 + ® + ® =

5

2

®

Jadi arus yang mengalir pada rangkaian adalah:

° =

¨

¨

=

=

® =Ç=YÉ

D

®

Arus yang mengalir pada lampu A dan C adalah masing-masing

rangkaian, yakni ° Æ = ° =

±

.

  • C arus yang mengalir pada
    D

Arus yang mengalir pada lampu D dan E adalah sama dengan arus yang mengalir pada rangkaian,

sesuai dengan sifat rangkaian seri. Jadi ° = ° ´ =

.

Jadi lampu yang menyala lebih terang adalah lampu D dan E.

23. Pada gambar rangkaian listrik berikut, A, B, C, D, dan E adalah lampu pijar identik.
  • 24. Cahaya hijau mempunyai panjang gelombang lebih pendek daripada cahaya merah. Intensitas yang sama dari kedua cahaya itu ditembakkan pada dua logam identik sehingga mampu melepaskan sejumlah elektron dari permukaan logam tersebut. Pernyataan berikut yang benar adalah ....

    • A. Sinar hijau melepaskan elektron dalam jumlah yang lebih besar

    • B. Sinar merah melepaskan elektron dalam jumlah yang lebih besar

C.
C.

Kedua sinar melepaskan elektron dalam jumlah yang sama

  • D. Sinar merah melepaskan elektron dengan kecepatan maksimum yang lebih besar

  • E. Kedua sinar melepaskan elektron dengan kecepatan maksimum yang sama

Penyelesaian:

Penyelesaian:

Penyelesaian:

Penyelesaian:

Berdasarkan hasil eksperimen tentang efek fotolistrik yang dilakukan oleh Albert Einstein didapat

sebuah kesimpulan bahwa cahaya telah membantu elektron untuk melepaskan diri dari permukaan

keping logam. Namun energi kinetik maksimum dari elektron yang lepas tadi ℎ8èV8 ¥µ èb8 ℎµ

oleh besar frekuensi cahaya yang digunakan, dan <µ¥8Ä ¥µ èb8 ℎµ oleh besarnya intensitas

cahaya yang mengenainya. Einstein merumuskan besarnya energi kinetik elektron adalah

ª = º − º M .

Percobaan efek fotolistrik juga dilakukan oleh Robert A. Milikan dengan mencoba mengubah

frekuensi cahaya yang digunakan. Jika frekuensi cahaya diubah ini berimbas juga pada perubahan

panjang gelombang cahaya karena kedua variabel ini saling terikat oleh hubungan æ = ø . Dimana

nilai cepat rambat cahaya u adalah selalu tetap.

Dari percobaan tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa energi fotoelektron hanya dipengaruhi

oleh frekuensi energi cahaya (foton) yang mengenainya. Sementara untuk jenis logam berbeda

maka besar frekuensi ambang logam juga berbeda.

Jika

M

atau ø ≥ ø M Tª TªTô Pƒ T ¬ ƒ ƒª «P«»¬…P ¬ª sehingga tidak ada elektron yang

atau

atau

atau

keluar dari permukaan logam. Dan ketika tidak terjadi efek fotolistrik, berapapun besarnya

intensitas cahaya yang diberikan, elektron tidak akan keluar dari permukaan logam.

ƒº¬ôUUT, …RT TP ÀôPÀª Pƒ T ¬ôRT ƒ ƒª «P«»¬…P ¬ª T T»Tº > ì M TPTÀ ø < ø M . Pada

kondisi tersebut barulah ¬ôPƒô…¬PT… æTºTRT Õƒ ŒƒôUT Àº Pƒ ºT Àx»Tº ƒ»ƒªP «ô RTôU

¬ªƒ»ÀT ªTô T ¬ Œƒ xÀªTTô »«UTx. Semakin besar intensitas cahaya yang diberikkan maka

semakin banyak pula elektron yang keluar dari permukaan logam.

Nah, ªT ƒôT Õƒ…T ¬ôPƒô…¬PT… T ¬ ªƒ ÀT æTºTRT RTôU ¬UÀôTªTô T T»Tº …TxT dan

mengenai logam yang identik, xTªT ÕTôRTªôRT ƒ»ƒªP «ô RTôU ªƒ»ÀT ÀUT …TxT, meskipun

frekuensi dan panjang gelombang kedua gelombang tidak sama.

24. Cahaya hijau mempunyai panjang gelombang lebih pendek daripada cahaya merah. Intensitas yang sama dari kedua
  • 25. Cahaya dengan frekuensi tertentu dijatuhkan pada permukaan suatu logam sehingga fotoelektron dengan energi kinetik maksimum sebesar 1,6 × 10 BCœ J terlepas darinya. Bila diketahui konstanta Planck adalah 6,63 × 10 Bçå Js dan fungsi kerja logam tersebut adalah 3,7 × 10 BCœ J, maka frekuensi cahaya yang jatuh pada logam tersebut adalah sekitar ....

A. 0,8 × 10 Cå Hz B. 2,0 × 10 Cå Hz C. 4,0 × 10
A.
0,8 × 10 Cå
Hz
B.
2,0 × 10 Cå
Hz
C.
4,0 × 10 Cå
Hz
D.
6,0 × 10 Cå
Hz
E.
8,0 × 10 Cå
Hz
Penyelesaian:
Penyelesaian:
Penyelesaian:
Penyelesaian:

Perhatikan soal, diketahui energi kinetik maksimum ª = Q, – × QM BQó JJJJ.

Lalu konstanta Planck º = –, –ò × QM ò JsJsJsJs.

Fungsi kerja logam “ = º M

= ò, £ × QM BQó JJJJ.

Ditanyakan berapakah besar frekuensi cahaya yang digunakan ( ).

Besarnya energi kinetik elektron ( ª ):

= ℎì − ℎì ?

=

ℎì − Ü ?

ℎì

=

+ Ü ?

 

(” + Ü ? )

ì =

(1,6 × 10 BCœ + 3,7 × 10 BCœ )

 

=

 

6,63 × 10 Bçå

 

=

5,3 × 10 BCœ

 

6,63 × 10 Bçå

 

= â

5,3

6,63 ä × 10 BCœB(Bçå)

=

0,799 × 10 C

0,8 × 10 C

≈ 8 × 10 Cå Hz

 
25. Cahaya dengan frekuensi tertentu dijatuhkan pada permukaan suatu logam sehingga fotoelektron dengan energi kinetik maksimum
  • 26. Sebuah kubus yang meluncur turun tanpa gesekan pada sebuah bidang miring akan mengalami

26. Sebuah kubus yang meluncur turun tanpa gesekan pada sebuah bidang miring akan mengalami percepatan tetap.

percepatan tetap.

Sebab

Dengan tidak adanya gesekan, percepatan benda sama dengan percepatan gravitasi.

26. Sebuah kubus yang meluncur turun tanpa gesekan pada sebuah bidang miring akan mengalami percepatan tetap.
  • A. Pernyataan benar, alasan benar, keduanya menunjukkan hubungan sebab akibat.

  • B. Pernyataan benar, alasan benar, tetapi keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab akibat.

C.
C.

Pernyataan benar, alasan salah.

  • D. Pernyataan salah, alasan benar.

  • E. Pernyataan dan alasan, keduanya salah.

Penyelesaian:

Penyelesaian:

Penyelesaian:

Penyelesaian:

Mari kita periksa bagian PERNYATAAN:

Sebuah kubus yang meluncur turun tanpa gesekan pada sebuah bidang miring akan

mengalami percepatan tetap.

ì ‘ ÿ
ì ‘
ÿ
ì ‘ ÿ cos ÿ
ì ‘
ÿ
cos ÿ

sin ÿ

Perhatikan gambar, pada saat kubus meluncur dari bidang miring, yang menyebabkan benda

bergerak adalah gaya tarik dari berat kubus ( sin ÿ). Juga akan muncul gaya hambat berupa

gaya gesekan kinetik (ì ).

Pada PERNYATAAN diketahui bahwa benda meluncur turun tanpa gesekan, sehingga ì = 0.

Sehingga berdasarkan hukum II Newton untuk benda bergerak berlaku:

 

∑⁄ = t8

sin ÿ − ì =

t8

⇔ tb sin ÿ − 0

= t8

 

tb sin ÿ

8 =

t

8 = b sin ÿ

Karena nilai sin ÿ adalah konstan dan b adalah percepatan gravitasi yang nilainya juga konstan,

maka besarnya percepatan (8) juga konstan. Jadi PERNYATAAN adalah BENAR!

Mari kita periksa bagian ALASAN:

Dengan tidak adanya gesekan, percepatan benda sama dengan percepatan gravitasi.

Jika benda bergerak di bidang miring, percepatan benda tidaklah sama dengan percepatan

gravitasi, karena nilai percepatan tergantung pada sudut bidang miring tersebut.

Jadi bagian ALASAN adalah SALAH.

26. Sebuah kubus yang meluncur turun tanpa gesekan pada sebuah bidang miring akan mengalami percepatan tetap.
  • 27. Semakin tinggi temperatur tembaga yang digunakan untuk mengalirkan arus listrik, maka semakin tinggi resistivitasnya.

27. Semakin tinggi temperatur tembaga yang digunakan untuk mengalirkan arus listrik, maka semakin tinggi resistivitasnya. Sebab

Sebab

Tembaga memiliki resistivitas yang lebih kecil dibandingkan dengan nikelin.

27. Semakin tinggi temperatur tembaga yang digunakan untuk mengalirkan arus listrik, maka semakin tinggi resistivitasnya. Sebab
  • A. Pernyataan benar, alasan benar, keduanya menunjukkan hubungan sebab akibat.

B.
B.

Pernyataan benar, alasan benar, tetapi keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab akibat.

  • C. Pernyataan benar, alasan salah.

  • D. Pernyataan salah, alasan benar.

  • E. Pernyataan dan alasan, keduanya salah.

Penyelesaian:

Penyelesaian:

Penyelesaian:

Penyelesaian:

Mari kita periksa bagian PERNYATAAN:

Semakin tinggi temperatur tembaga yang digunakan untuk mengalirkan arus listrik, maka semakin tinggi resistivitasnya. ”

Besar hambatan suatu penghantar dirumuskan sebagai berikut:

® = ¤

w

í

Jadi hambatan hanya bergantung pada resistivitas atau hambatan jenis penghantar (¤), panjang

penghantar (w), dan luas penghantar (í).

Nah, sepertinya kita dijebak soal nih kalau nggak teliti. Ternyata nilai hambat jenis bahan

sebagian bergantung pada temperatur. Pada umumnya, hambatan logam bertambah terhadap

temperatur. Karena pada temperatur yang lebih tinggi, atom-atom bergerak lebih cepat dan

tersusun dengan begitu teratur. Sehingga bisa dianggap lebih mengganggu aliran elektron. Jika

perubahan temperatur tidak begitu besar, hambatan logam biasanya naik hampir linear

terhadap temperatur, maka:

¤ = ¤(1 + ‹∆r)

Jadi, PERNYATAAN BENAR.

Mari kita periksa bagian ALASAN:

Tembaga memiliki resistivitas yang lebih kecil dibandingkan dengan nikelin.

Dari hasil percobaan didapatkan bahwa:

¤ ·· = 1,68 × 10 B Ωm (pada suhu 20°C)

¤ ÂÊÁËÊÂ

= 100 × 10 B Ωm (pada suhu 20°C)

Sehingga, ALASAN BENAR bahwa besar resistivitas tembaga lebih kecil dari nikelin.

Sekarang mari kita tinjau hubungan SEBAB-AKIBATnya. Ternyata dari pernyataan dan alasan kita

tidak dapat menyimpulkan suatu hubungan sebab-akibat.

27. Semakin tinggi temperatur tembaga yang digunakan untuk mengalirkan arus listrik, maka semakin tinggi resistivitasnya. Sebab

28.

Sebuah benda diletakkan tepat di tengah antara titik fokus dan permukaan cermin cekung.

Bayangan yang terbentuk adalah ....

(1) Diperbesar dua kali TRIK SUPERKILAT: TRIK TRIK SUPERKILAT: TRIK SUPERKILAT: SUPERKILAT: (2) Tegak 1 −
(1) Diperbesar dua kali
TRIK SUPERKILAT:
TRIK
TRIK SUPERKILAT:
TRIK SUPERKILAT:
SUPERKILAT:
(2) Tegak
1
ì
(3) Mempunyai jarak bayangan sama dengan jarak fokus
2
(4) Maya
ì
Pernyataan yang benar adalah ....
A.
(1), (2), dan (3)
ì
ì
B.
(1) dan (3)
cermin
È =
= −2
C
ì
C.
(2) dan (4)
D
D.
(4)
Kesimpulan:
(1), (2), (3), dan (4)
Perbesaran dua kali, maya, tegak, jarak bayangan 2 kali
C
ì berarti di fokus.
Penyelesaian:
Penyelesaian:
Penyelesaian:
Penyelesaian:
D

Ingat:

Pada cermin cekung, hubungan antara titik fokus (ì), jarak benda (A), jarak bayangan (A à ), dan

perbesaran (È) adalah:

1

ì

=

1

A

1

+ A à

dan È =

A à

A

dengan ketentuan apabila ì, A, A à bernilai negatif, maka berarti terletak di belakang cermin, dan bila

È bernilai negatif maka bayangan yang tercipta adalah maya dan tegak.

Mari kita perhatikan dengan seksama pada soal diketahui benda diletakkan tepat di antara titik

fokus dan permukaan cermin cekung. Berarti benda di tengah-tengah cermin cekung õ… =

Q

N

ú.

Sehingga,

 

1

1

1

1

1

1

ì

=

A

+

 

 

=

+

A à

ì

 

C

ì

A à

 
 

D

 

1

1

1

 

=

 

A à

ì

C

D

ì

1

1

2

 

A à

=

ì

ì

 

1

1

 

= − ì ⇒ A à = −ì

Jadi,

A à

 

A à

−ì

È =

=

= −2

 

A

C

  • D ì

Tanda negatif berarti bayangan maya dan tegak.

Mari kita periksa pernyataan-pernyataan pada soal:

(1) È = −2 ⇒ bayangan diperbesar dua kali, bayangan maya dan tegak. (BENAR)

(2) Bayangan tegak. Lihat (1) (BENAR)

(3) A à = −ì ⇒ jarak bayangan sama dengan jarak fokus, tetapi bayangan terletak di belakang

cermin (BENAR)

(4) Bayangan maya. Lihat (1) (BENAR)

Jadi, (1), (2), (3), (4) benar. Semua pernyataan benar.

28. Sebuah benda diletakkan tepat di tengah antara titik fokus dan permukaan cermin cekung. Bayangan yang
  • 29. Tiga buah kapasitor dengan kapasitansi masing-masing 1 mF, 2 mF, dan 3 mF dirangkai secara seri dan diberi tegangan 1 volt pada ujung-ujungnya. Pernyataan berikut yang benar adalah .... (1) Masing-masing kapasitor memiliki muatan listrik yang sama banyak. (2) Kapasitor yang besarnya 1 mF menyimpan energi listrik terbesar. (3) Pada kapasitor 3 mF bekerja tegangan terkecil. (4) Ketiga kapasitor bersama-sama membentuk sebuah kapasitor ekuivalen dengan muatan

tersimpan sebesar 6/11.

A. (1), (2), dan (3) B. (1) dan (3) C. (2) dan (4)
A.
(1), (2), dan (3)
B.
(1) dan (3)
C.
(2) dan (4)

D.

(4)

  • E. (1), (2), (3), dan (4)

Penyelesaian:

Penyelesaian:

Penyelesaian:

Penyelesaian:

Ingat:

Kapasitor

Í = s ¨ , Í ? =

û ? í

¥

TRIK SUPERKILAT:

TRIK SUPERKILAT:

TRIK SUPERKILAT:

TRIK

SUPERKILAT:

  • 1. Rangkaian seri kapasitor, muatan sama besar.

  • 2. ⇒ Ü ∼

Ü =

C

Ì

D

C

Besar energi yang tersimpan berbanding terbalik dengan

kapasitor.

3.

¨ =

Ì

⇒ ¨ ∼

C

Besar tegangan berbanding terbalik dengan kapasitor

  • 4. pengganti: Í ~¯˘ =

Kapasitor

˚¸˚ ∑˝fifl‡·‚Ê·Â ˛fi‚·Â ˚¸˚

=

ç D

CC

=

mF

Pada kapasitor yang dirangkai dalam susunan seri maka berlaku:

  • 1. Muatan masing-masing kapasitor sama dengan muatan total rangkaian. (s = s C = s D = … ).

  • 2. Jumlah beda potensial masing-masing kapasitor sama dengan beda potensial keseluruhan. (¨ = ¨ C + ¨ D + ¨ ç + … ).

  • 3. Besar energi kapasitor gabungan adalah: C

Î

=

C

W

+

C

f

+

C

Ï

+

Energi kapasitor: Ü =

C

D

ͨ D =

C

D

s¨ =

C

Ì f

D

Pada soal, ò ÕÀTº ªTŒT…¬P« ¬…À…Àô …ƒæT T …ƒ ¬ masing-masing 1 mF, 2 mF dan 3 mF.

(Ó Q = Q SÔ, Ó N = N SÔ, ÒÚ Ó ò = ò SÔ)

Tegangan sebesar 1 volt (Û = Q Ùıˆ˜).

Kapasitor pengganti pada rangkaian adalah:

1

1

1

1

Í ~¯˘

Í C

Í D

Í D

=

+

+

1

1

1

1

Í ~¯˘

1

=

+ 2 + 3

1

6

3

2

Í ~¯˘

6

=

+ 6 + 6

1

11

=

Í ~¯˘

6

⇒ Í ~¯˘

=

6

11 mF

Besarnya muatan total adalah:

s = Í ~¯˘ ¨ =

  • 6 6

11 ∙ 1 =

11 mC

Karena kapasitor disusun seri maka:

s C = s D = s ç = s =

6

11 mC

29. Tiga buah kapasitor dengan kapasitansi masing-masing 1 mF, 2 mF, dan 3 mF dirangkai secara

Jadi besarnya tegangan pada masing-masing kapasitor adalah:

¨ C =

s C

Í C

=

CC

1

=

6

11

volt

¨ D =

s D

Í D

=

CC

2

=

3

11

volt

¨ ç =

s ç

Í ç

=

CC

2

=

2

11

volt

Besar energi yang tersimpan pada masing-masing kapasitor adalah:

Ü C =

1

2

s C ¨ C =

1

6

6

36

18

=

=

2

11

11

242

121

J

Ü D =

1

2

s D

¨ D =

1

6

3

18

9

=

=

2

11

11

242

121

J

Ü ç =

1

2

s ç

¨ ç =

1

6

2

12

6

=

=

2

11

11

242

121

J

Mari kita periksa pernyataan-pernyataan pada soal:

(1) s C = s D = s ç = s =

CC

mC

Jadi masing-masing kapasitor memiliki muatan yang sama besar.(BENAR).

(2) Ü C =

C„

CDC

J, Ü D =

œ

CDC

J, dan Ü ç =

CDC

J

Jadi kapasitor Í C = 1 mF memiliki energi listrik terbesar yaitu Ü C =

(3) ¨ C =

CC

volt, ¨ D =

ç

CC

volt, dan ¨ ç =

D

CC

volt

Jadi kapasitor Í ç = 3 mF bekerja tegangan listrik terkecil yaitu ¨ ç =

C„

CDC J. (BENAR).

CC D volt. (BENAR).

(4) s =

CC . Jadi besarnya muatan tersimpan rangkaian adalah CC mC (SALAH).

Jadi pernyataan yang benar adalah (1), (2), dan (3)

Jadi besarnya tegangan pada masing-masing kapasitor adalah: ¨ = s C Í C = CC 1
  • 30. Sebuah pegas dengan konstanta pegas Ä dan sebuah balok bermassa t membentuk sistem getaran harmonik horisontal tanpa gesekan. Kemudian, pegas ditarik sejauh é dari titik setimbang dan dilepaskan. Jika massa pegas diabaikan, maka pernyataan berikut yang benar adalah .... (1) Pegas bergetar dengan periode tetap (2) Energi mekanik total bergantung pada waktu (3) Percepatan getaran bergantung pada é (4) Frekuensi getaran tidak bergantung pada Ä dan t

  • A. (1), (2), dan (3)

(1) dan (3)

  • C. (2) dan (4)

  • D. (4)

Penyelesaian:

Penyelesaian:

Penyelesaian:

Penyelesaian:

(1) Periode pegas:

r = 2 h t

Ä

1

”È =

2

Äí D

B.
B.
  • E. (1), (2), (3), dan (4)

Mari kita periksa pernyataan-pernyataan pada soal:

Dari persamaan tersebut, maka periode pegas hanya bergantung pada massa balok (t) dan

konstanta pegas (Ä), dimana keduanya bernilai konstan (tetap). Jadi periode pegas juga tetap.

Jadi pernyataan (1) BENAR

(2) Energi mekanik total:

Nilai energi mekanik selalu konstan.

Sehingga, pernyataan (2) SALAH.

(3) Percepatan getaran bergantung pada é:

Simpangan: é = í sin( <)

Kecepatan: ; =

=

⇒ ; = í cos( <)

Percepatan: 8 =

\

=

8

=

D í sin( <)

⇔ 8 = − D

é

Jadi benar bahwa percepatan getaran bergantung pada nilai simpangan (é).

Sehingga pernyataan (3) BENAR.

(4) Frekuensi getaran pegas:

ì =

2 t

1

Ä

Dari persamaan tersebut, maka frekuensi getaran pegas bergantung pada massa balok (t) dan

konstanta pegas (Ä), dimana keduanya bernilai konstan (tetap).

Jadi pernyataan (4) SALAH.

Jadi pernyataan yang benar adalah (1) dan (3)

Untuk download rangkuman materi, kumpulan SMART SOLUTION dan TRIK SUPERKILAT dalam

menghadapi SNMPTN serta kumpulan pembahasan soal SNMPTN yang lainnya jangan lupa untuk selalu

Terimakasih,

Pak Anang.

30. Sebuah pegas dengan konstanta pegas Ä dan sebuah balok bermassa t membentuk sistem getaran harmonikp ulan p embahasan soal SNMPTN yang lainnya jangan lupa untuk selalu mengunjungi http://pak-anang.blogspot.com . Terimakasih, Pak Anang. Bimbel SNMPTN 2012 Matematika IPA by Pak Anang ( http://pak-anang.blogspot.com ) Halaman 17 " id="pdf-obj-17-161" src="pdf-obj-17-161.jpg">