Anda di halaman 1dari 3

TRANSUDAT DAN EKSUDAT

A pleural effusion with a protein level less than 30 g/L indicates a transudate, whereas one with a level greater than 30 g/L indicates an exudate, provided the serum protein level is within the normal reference range. When a protein level greater than 30 g/L is used as the only basis for determining the type of effusion, 10% of exudates and 15% of transudates are misclassified.26 Consequently, the use of Lights criteria (Table 3) is recommended when the protein level is between 25 and 35 g/L Lights criteria for distinguishing between pleural exudates and transudates Fluid is an exudate if 1 or more of the following criteria are met 1. Ratio of pleural fluid level of lactate dehydrogenase (LDH) to serum level of LDH is greater than 0.6 2. Pleural fluid level of LDH is more than two-thirds the upper limit of the reference range for the serum level of LDH 3. Ratio of pleural fluid level of protein to serum level of protein is greater than 0.5 (AMERICAN JOURNAL OF CRITICAL CARE, March 2011, Volume 20, No. 2) Diasnostic features of pleural effusions Exudates: protein > 3,0 gms (with normal serum proteins), LDH > 200 i.u., fluid: serum LDH ratio > 0,6. Transudates: protein < 3,0 gms, LDH < 200 i.u., fluid: serum LDH ratio < 0,6. ( Oxford Handbook Of Tropical Medicine Third Edition, 2008)

Membedakan eksudat dan transudat secara tepat adalah berdasarkan kadar protein, yaitu: transudat kurang dari 30 g/l, sedangkan eksudat lebih dari 30 g/l. Selain itu ada cara yang lebih akurat untuk membedakan keduanya, yaitu dengan menggunakan kriteria Light. Kriteria Light Cairan pleura adalah eksudat jika memenuhi satu atau lebih kriteria sebagai berikut: Protein cairan pleura dibagi protein serum > 0,5 LDH cairan pleura dibagi LDH serum > 0,6 LDH cairan pleura > 2/3 batas atas LDH serum normal Bila terbukti cairan tersebut adalah eksudat, dilanjutkan dengan pemeriksaan pewarnaan gram dan kultur bakteri. Selain itu juga harus dilakukan pemeriksaan hitung jenis leukosit ( netrofil >50% menunjukkan proses akut, dominasi sel mononuklear menunjukkan proses kronis), kadar glukosa darah (pada efusi complicated parapneumonia kadar glukosa <60 mg/dL), pH cairan pleura (pH <7,20 menunjukkan efusi parapneumonia), pelacakan tuberculosis (bila ada limfositosis) dan analisis sitologi. (Buku Ajar Respirologi Anak IDAI, 2010., Panduan Pelayanan Medik Perhimpunan dr Sp,PD, 2006)

Biokimia. Secara Biokimia efusi pleura dibagi atas transudat dan eksudat yang perbedaannya dapat dilihat pada tabel: Perbadaan Biokimia Efusi Pleura: Kadar protein dalam efusi(g/dl) Kadar protein dalam efusi Kadar protein dalam serum Kadar LDH dalam efusi (I.U) Kadar LDH dalam efusi Kadar LDH dalam serum Berat jenis cairan efusi Rivalta transudat <3 < 0,5 < 200 < 0,6 < 0,016 negatif eksudat >3 > 0,5 > 200 > 0,6 > 0,016 positif

Disamping pemeriksaan tersebut di atas, secara biokimia diperiksa juga cairan pleura: Kadar pH dan Glukosa. Biasanya merendah pada penyakit-penyakit infeksi, arthritis rhematoid dan neoplasma Kadar amilase. Biasanya meningkat pada pankreatitis dan metastase adenokarsinoma.(Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam FKUI, 2006)