Anda di halaman 1dari 3

Pengambilan Sampel Radionuklida Cs-137

Dalam pengambilan sampel radionuklida terutama Cs-137 dapat dilakukan menggunakan beberapa instrumen, diantaranya: 1. Pompa/vacuum pump, alat ini memiliki kelebihan untuk pengambilan sampel di beberapa titik kedalaman

2. Botol Nansen, biasanya berukuran besar jika pengambilan sampelnya di Samudera

Gambar 1. Water quality checker

Gambar 2. Botol Nansen

Setelah pengambilan sampel radionuklida tidak ada bentuk perlakuan khusus tertentu yang digunakan, karena yang paling mempengaruhi radionuklida adalah waktu, untuk itu waktu paruh tidak pernah ketinggalan dalam menganalisis dan

meneliti radionuklida, hal ini tidak seperti pengambilan sampel: BOD, COD, nutrien, plankton, dll yang butuh perlakuan khusus karena berbagai hal dapat mempengaruhi indicator-indikator tersebut, seperti: temperatus, cahaya matahari, dan lainnya. Selain waktu, faktor ekseternal lainnya yang dapat mempengaruhi radionuklida adalah kontak langsung dengan tressure, yaitu kandungan radionuklida murni yang biasanya digunakan sebagai larutan standard dan memiliki tingkat radioaktivitas yang tinggi. Jika terjadi kontak langsung antara sampel radionuklida dengan tressure akan berakibat pada tingginya nilai pengukuran aktivitas radionuklida, bahkan dapat melebihi aktivitasnya di alam. Untuk menghitung parameter kimia, fisika, dan biologi sewaktu meneliti radionuklida, banyak hal yang harus diperhatikan, salah satunya dalam menghitung DO itu haruslah secara insitu (langsung di lapangan), jangan dilakukan ketika sudah berada di dalam laboratorium, hal ini dilakukan untuk menghindari ketidakvalidan data karena DO tidak sama jika telah berada dalam tempat dan waktu berbeda disebabkan karena kandungan oksigennya yang sangat dinamis terutama ketika banyak mikroorganisme di dalam sampel air laut. Alat yang digunakan untuk mengukur DO dan parameter kualitas air lainnya disebut water quality checker, salah satu mereknya yang sering digunakan mahasiswa Ilmu Kelautan adalah HORIBA. Untuk mengukur parameter oseanografi, seperti arus dan parameter lainnya bisa menggunakan ADCP (Accoustic Doppler Current Profiler), salah satu merek ADCP yang sering digunakan mahasiswa Ilmu Kelautan adalah ARGONAT.

Gambar 3. ADCP

Untuk pengambilan sampel radionuklida pada biota bioakumulator, seperti: ikan dan kerang sama halnya dengan pengambilan sampel air dan sedimen, cukup dengan mengambil sampel tanpa perlakuan khusus lalu dithreatment menyesuaikan jenis zat dari sampel. Sifat Cs-137 yang paling menonjol adalah sifatnya yang mudah terikat pada partikulat lalu mengendap ke bawah, namun tingkat pengendapanya itu lebih rendah dibanding tingkat sebarannya dispersi di laut (mudah terbawa arus jauh dibanding mengendap). Ketika mengambil sampel air laut untuk mengamati radionuklidanya, kita dapat melakukan analisis pada beberapa radionuklida sekaligus dalam 1 sampel, salah satu contohnya: radionuklida, dengan urutan analisis mulai dari Cs, Sn, Pu, lalu terakhir Po. Info: Plutonium (Pu) mempunyai pancaran sinar alfa sehingga sulit terbaca oleh detector, Cessium (Cs) mempunyai pancaran sinar gamma sehingga mudah terbaca oleh detektor. TUGAS TAMBAHAN: 1. Waktu paruh radonuklida Cs-37 2. Sinar yang dipancarkan Cs-137 : 30, 16 tahun : gamma (), yaitu sinar yang memiliki dengan

panjang gelombang yang paling kecil dan energi terbesar dibandingkan spektrum gelombang elektromagentik yang lain, (sekitar 10.000 kali lebih besar dibandingkan dengan energi gelombang pada spektrum sinar tampak). Selain itu, sinar gamma memiliki daya ionisasi yang paling rendah namun jangkauan tembus yang paling besar dibandingkan sinal beta dan alfa.