Anda di halaman 1dari 2

INFORMASI SINGKAT BENIH

No. 8 Maret 2001

Acacia auriculiformis Cunn. ex Benth.


Taksonomi dan tatanama Famili: Fabaceae (Mimosoideae) Sinonim: Acacia auriculaeformis A. Cunn. ex Benth., Racosperma auriculiforme (A. Cunn. ex Benth.) Pedley. Nama lokal: Akor, formis. Penyebaran dan habitat Berasal dari Australia, Papua New Guinea dan Indonesia pada dataran rendah yang lembab dan panas, curah hujan tahunan rata-rata 800-2500 mm dan suhu rata-rata 20-30C. Sering dijumpai di tepi-tepi sungai dan pantai. Dibudidayakan luas di daerah tropis pada ketinggian 0-1000) mdpl, masih tahan terhadap salju ringan, walaupun salju tidak cocok dengan sebaran alamnya. Dapat tumbuh di tempat asam dan bekas tambang dengan pH 3 hingga pantai berpasir basa dengan pH 8-9. Tidak tahan di tempat teduh atau angin kencang. Analisa isoenzim memperlihatkan variasi marka genetik yang sangat mencolok diantara 3 lokasi penyebaran Papua New Guinea, Queensland dan Northern Territory. Uji coba lapang menunjukkan bahwa Papua New Guinea produksinya paling tinggi, dari Queensland proporsi batang tunggal besar. Dari Northern Territory jelek baik pertumbuhan maupun bentuknya. Hibrid A. auriculiformis x A. mangium menunjukkan sifat-sifat yang baik. Kegunaan Jenis ini dapat tumbuh bahkan pada kondisi yang sangat jelek di daerah tropis. Pertumbuhan awal tinggi, mampu memproduksi nitrogen, toleran terhadap tanah yang tidak subur, asam, basa bergaram atau tergenang, musim kering, dan sangat cocok untuk rehabilitasi lahan kritis. Mampu bersaing dengan alang-alang (Imperata cylindrica) dan mengurangi rumput yang menutup seluruh permukaan lahan. Kayunya sangat baik untuk kayu bakar, arang, pulp dan konstuksi ringan. Karena penyebaran akarnya tidak terlalu melebar, banyak digunakan dalam agroforestry dan ditumpangsarikan dengan kacang tanah, padi dan k acang-kacangan. Diskripsi botani Perdu berukuran besar atau sedang, selalu hijau, tinggi 8-20 m, pada tapak yang baik dapat mencapai 35 m. Kulit abu-abu atau coklat, longitudinally fissured. Panjang daun 8-20 cm, tidak berbulu dan melengkung, dengan 3 urat yang jelas (empat pada A. mangium). Bunga berkelamin ganda, kuning muda, wangi, panjang rangkaian lebih dari 8.5 cm.

Benih dengan fonikel, cabang yang berbunga dan polong. (Margaret Pieroni, CSIRO, Forestry & Forest Product, Australian Tree Seed Centre) Diskripsi buah dan benih Buah: pipih, kering pecah, polong sedikit berkayu, panjang 6,5 cm, lebar 1,5 cm, seperti spiral dan pinggirnya berombak. Benih: hitam atau coklat mengkilap, melingkar searah panjang, tali pusar merah atau kuning. Jumlah benih per kg 55.000-75.000 butir. Pembungaan dan pembuahan Rangkaian bunga berwarna kuning dapat ditemukan pada setiap pohon sepanjang tahun tetapi b iasanya terjadi puncak pembungaan yang mencolok yang bervariasi menurut lokasi. Penyerbukan oleh serangga. Benih dihasilkan oleh tanaman muda dan biasanya berjumlah banyak.

Direktorat Perbenihan Tanaman Hutan

Data fenologi

Lokasi
N. Territory Queensland Kuala Lumpur Sabah Jawa Thailand Vietnam

Berbunga
Apr-Juni Feb-Mei Feb-Mei Feb-Mei Mar-Juni Ags-Feb Juni-Juli

Berbuah
Ags-Okt Okt-Apr Okt-Apr Okt-Apr Nop-Mar

Panen buah Dapat dipetik dari pohon atau lantai hutan. Bila dipetik terlalu awal polong susah membuka dan bila terlambat banyak polong sudah memencarkan benihnya. Pengolahan, penanganan buah dan benih Polong dijemur sampai mekar. Setelah diekstraksi tali pusar dapat dihilangkan secara manual dengan penggosok karet di atas saringan. Penyimpanan dan viabilitas Benih orthodoks dan dapat disimpan beberapa tahun pada kantong plastik tertutup. Kadar air benih untuk penyimpanan 7%. Dormansi dan perlakuan pendahuluan Perlakuan pendahuluan dapat dilakukan dengan cara skarifikasi atau dicelupkan ke air mendidih selama 1 menit kemudian direndam air dingin selama 24 jam. Penaburan dan perkecambahan Perkecambahan 40-100% dicapai setelah 6-15 hari. Perbanyakan dapat melalui anakan, ditabur langsung atau secara vegetatif dengan stek. Teknik persemaian diuraikan pada Doran and Turnbull (1997). Daftar pustaka
Booth TH, Turnbull JW, 1994. Domestication of lesser-known tropical tree species: The Australian experience. In: Leakey RRB, Newton AC, eds. Tropical trees: The Potential for Domestication and Rebuilding of Forest Resources. ITE Boland DJ, 1989. Trees for the tropics. Growing Australian multipurpose trees and shrubs in Developing Countries. ACIAR Monograph, No. 10, ii + 247 pp.; 11 pp. of ref. Doran JC, Gunn BV, 1987. Treatments to promote seed germination in Australian acacias. In: Turnbull JW, ed. Australian Acacias in Developing Countries. Proceedings of an International Workshop, Gympie, Qld., Australia, 4-7 August 1986. ACIAR Proceedings No 16:57-63

Doran JC, Turnbull JW, 1997. Australian trees and shrubs: Species for land rehabilitation and farm planting in the tropics. ACIAR Monograph No. 24. 384 pp. Faridah Hanum I, van der Maesen LJG, eds., 1997. Plant Resources of South-East Asia. No. 11. Auxillary plants. Leiden, Netherlands: Backhuys. 389 pp. Khongsak Pinyopusarerk, 1996. Acacia auriculiformis - a multipurpose tropical wattle. FACT Sheet 9605 Padma V, Reddy BM, Satyanarayana G, 1993. Breaking dormancy in certain Acacia spp. by pre-sowing seed treatments. Seed Research, publ. 1995, 21(1):26-30; 4 ref. Wickneswari, R. and Norwati, M. 1991. Genetic structure of natural populations of Acacia auriculiformis in Australia and Papua New Guinea. In: J.W. Turnbull (ed), Advances in tropical acacia research. ACIAR Proceedings No. 35.

Keadaan hutan. Bensbach River, Balamuk, western Provenance, Papua New Guinea. Foto: Maurice McDonald, CSIRO, Forestry & Forest Products, Australian Tree Seed Centre.

DISIAPKAN OLEH DANIDA FOREST SEED CENTRE DAN DITERJEMAHKAN OLEH IFSP STAFF Penulis: Dorthe Jker, DFSC

Indonesia Forest Seed Project T. H. R. Ir. H. Juanda, Dago Pakar Bandung 40198 P.O. Box 6919 Bandung 40135 Indonesia E-mail: ifsp@indo.net.id

Telepon//Faksimil: +62 22 251 5895

Direktorat Perbenihan Tanaman Hutan